Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 441-460 of 465

Analytics

Fitriyah Nurul Khikmah

Jurnal Visi Manajemen 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Penelitian ini dilakukan di MTs NU Demak yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan MTs NU Demak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan analisis kuantitatif meliputi uji validitas dan reliabilitas, analisis regresi berganda, uji model melalui koefisien determinasi dan uji anova serta pengujian hipotesis melalui uji t dan uji f. Dari data yang telah diolah sehingga menghasilkan persamaan regresi sebagai berikut: ( Y = -0,360 X1 + 0,670 X2). Pengujian hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa ada pengaruh negative dan signifikan dari stress kerja terhadap kinerja karyawan. Kemudian melalui uji F dapat diketahui bahwa lingkungan kerja memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Koefisien determinasi (adjusted R2) yang diperoleh sebesar 0,526. Hal ini berarti 52,6% kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh variabel Stres kerja dan Lingkungan kerja dan 47,4% kinerja karyawan dapat dijelaskan dari variabel lain selain kedua variabel tersebut.

Fanny Magdalena Sinaga

Jurnal Visi Manajemen 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan, fasilitas, dan lokasi terhadap kepuasan tamu pada Villa Camp David Wonolopo Semarang. Populasi adalah tamu yang menginap di Villa Camp David Wonolopo Semarang dengan rata-rata 80 orang/bulan, dengan jumlah sampel sebesar 80 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sensus, yaitu 100% dari jumlah populasi tamu yang menginap di Villa Camp David Wonolopo Semarang dalam satu bulan. Analisis ini mencakup validitas dan reliabilitas, analisis regresi linier berganda, pengujian hipotesis melalui uji t dan F, dan analisis koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas layanan (X1) mempunyai pengaruh yang positif terhadap kepuasan tamu, fasilitas (X2) mempunyai pengaruh yang positif terhadap kepuasan tamu, lokasi (X3) mempunyai pengaruh yang positif terhadap kepuasan tamu. Berdasarkan Uji Regresi Berganda, dari ketiga nilai koefisien regresi variabel independen ( kualitas pelayanan, fasilitas , dan lokasi) yang paling berpengaruh terhadap variabel dependen (kepuasan tamu) adalah variabel lokasi yaitu sebesar 0,476.

Haikal, Haikal; Supriyanto, Agung; Cholis, Nur; Imam Malik, Yoga; Setiyawan, Aris

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Umbi merupakan jenis tumbuhan yang sering diolah dan dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia. Dengan perkembangan jaman hingga saat ini, olahan ketela rambat semakin banyak, salah satunya adalah grubi. Kabupaten karanganyar tepatnya di tawangmangu banyak UMKM yang memproduksi grubi atau walangan. Pembuatan grubi dilakukan dengan cara sederhana, yaitu dengan dirajang manual menggunakan pisau. Tujuan dari perancangan mesin ini adalah untuk menghasilkan desain mesin perajang grubi semi otomatis dengan pendorong pegas.Tahapan dalam perancangan mesin perajang grubi semi otomatis ini terdiri dari ide perancangan, pengumpulan data dan bahan, perancangan desain, perhitungan komponen, pemotongan, perakitan, pengujian dan analisa mesin. Hasil perhitungan mesin perajang grubi semi otomatis menunjukkan bahwa kapasitas perajangan berkisar 30 kg/jam. Mekanisme pencacah menggunakan insert cutter system sebagai media pencacah dengan dimensi pelat dudukan pisau 45x170x5 mm. Hasil perajangan yang optimal diperoleh antara 90% sampai 95% pada sudut mata pisau 3° dengan jumlah cutter  penyayat sebanyak 83 buah.

Permatasari, Oktavia; Suhartatik, Nanik; Mustofa, Akhmad

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Tempe merupakan salah satu produk fermentasi kedelai tradisional yang cukup terkenal, dengan menggunakan jamur Rhizopus oligosporus. Tempe mempunyai berbagai macam manfaat bagi kesehatan tubuh. Demikian juga dengan bekatul beras merah yang memiliki berbagai nutrisi yaitu kandungan antioksidan dan serat yang tinggi, mengandung banyak mineral. Di kalangan masyarakat, bekatul beras merah belum banyak dimanfaatkan terutama sebagai produk olahan yang memiliki nilai fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik kimia dan sensori tempe kedelai yang difortifikasi bekatul beras merah dan lama fermentasi, menentukan formulasi yang tepat dari tempe kedelai yang difortifikasi bekatul beras merah dengan lama fermentasi sehingga diperoleh tempe dengan aktivitas antioksidan dan serat yang tinggi serta disukai konsumen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktorial. Faktor pertama adalah rasio kedelai dan bekatul beras merah (80:20; 70:30; 60;40), sedangkan faktor kedua adalah lama fermentasi (24, 36, 48 jam). Penelitian dimulai dari pembuatan tempe yang difortifikasi bekatul beras merah kemudian dianalisis menggunakan analisis kadar air, kadar abu, kadar protein, aktivitas antioksidan, kadar serat, dan analisis uji organoleptik meliputi warna, rasa, aroma, kekompakan, dan kesukaan keseluruhan. Hasil penelitian yang terbaik adalah pada rasio kedelai dan bekatul beras merah 60:40 dengan lama fermentasi 48 jam didasarkan pada hasil pengujian kimia antioksidan dan serat terbaik. Pada perlakuan ini dihasilkan kadar air 51,34%, kadar abu 8,90%, kadar protein 21,62%, aktivitas antioksidan 72,03%, dan kadar serat 23,44%, sedangkan untuk pengujian organoleptik yang meliputi warna 3,66(merah bata); aroma 3,24 (aroma bekatul beras merah kuat); rasa 3,54 (rasa bekatul beras merah sangat kuat); kekompakan 3,73(kekompakan tempe sangat kuat); dan kesukaan keseluruhan 3,35 (suka). Kata kunci: Tempe, bekatul beras merah, antioksidan, serat, lama fermentasi.ABSTRACTTempeh is one of the well-known traditional soybean fermentation products, using the mushroom Rhizopus oligosporus. Tempeh has a variety of health benefits. Moreover, red rice bran which has a variety of nutrients that contain antioxidants and high fiber, and contain lot of minerals. Among the people, red rice bran has not been widely used, especially as a processed product that has functional value. This study aims to determine the chemical characteristics and sensory of soybean tempeh fortified with red rice bran and fermentation duration, to determine the appropriate formulation of soybean fortified soybean rice bran with fermentation duration so that tempe is obtained with antioxidant activity and high fiber as well as consumer preference. This research was conducted using two factorials Completely Randomized Design (CRD) The first factor was the ratio of soybean and rice bran (80:20; 70:30; 60:40), while the second factor was the duration of fermentation (24, 36, 48 hours). The study began with the making of tempeh fortified with red rice bran and then analyzed for water content analysis, ash content, protein content, antioxidant activity, fiber content, organoleptic test analysis including color, taste, aroma, compactness, and overall preference. The best results was at the ratio of 60:40 soybean and rice bran with fermentation duration 48 hour based on the results of testing the best chemical antioxidants and fiber. At this treatment produced 51,34% water content, 8,90% ash content, 21,62% protein content 72,03% antioxidant activity, and 23,44% fiber content, while for organoleptic testing which includes the color of 3,66 (brick red); aroma 3,24 (strong red rice bran aroma); flavor 3,54(flavor red rice bran very strong); compactness 3,73(compactness of tempeh is very strong); and overall preference 3,35 (likes). Keywords: Tempeh, red rice bran, antioxidant, fiber, long fermentation.

Prabawati, Indah; Mustofa, Akhmad; Wulandari, Yustina Wuri

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Mayones merupakan produk olahan telur yang memiliki kandungan lemak tinggi. Reduce fat mayonnaise merupakan salah satu jenis mayones yang memiliki kadar lemak rendah dibandingkan full fat mayonnaise. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama jenis zat penstabil dengan berbagai konsentrasi CMC 2,06%, Maltodekstrin 82,43%, Xanthan gum 3,09%.  Faktor kedua jenis kuning telur dengan konsentrasi setiap bahan 20,60% yaitu kuning telur ayam kampung, kuning telur ayam petelur, kuning telur ayam omega 3. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi yang mempunyai kadar lemak lebih rendah yaitu zat penstabil maltodekstrin 82,43% dengan kuning telur ayam omega 3 dengan konsentrasi 20,60% kombinasi perlakuan tersebut mengandung kadar air 28,651%, kadar lemak 45,650%, pH 4,5, viskositas 3,30 Pa.s, kadar gula total 0,897%, kadar protein 0,160%. Pada pengujian organoleptik yaitu warna putih kekuningan (3,3), tekstur lembut (3,97), tekstur creamy (3,46), kesukaan keseluruhan (paling disukai) (2,6), flavor (mayonnaise) (3,21). Pada penelitian ini kadar lemak masih cukup tinggi sehingga belum mencapai tujuan dari pembuatan reduce fat mayonnaise Kata kunci : Mayones, reduce fat mayonnaise, kuning telur ayam, zat penstabil  ABSTRACTMayonnaise is an processed egg product that has a high fat content. Reduce fat mayonnaise is one type of mayonnaise that has lower fat content compared to full fat mayonnaise. The study was conducted using a factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of two factors. The first factor was the type of stabilizer with 2.06% of  CMC, 82.43% of maltodextrin and 3.09% of xanthan gum. The second factor was the type of egg yolk with 20.60% concentration of each ingredient, free range chicken egg yolk, broiler chicken egg yolk, omega 3 chicken egg yolk. The results of this study indicate that the combination treatment which has lower fat content was 82.43% of maltodextrin with omega 3 chicken egg yolk of 20.60%. The treatment combination contains 28.651% of water content, 45.650% of  fat content, pH 4.5, viscosity 3.30 Pa.s, total sugar content of 0.897%, protein content of 0.160%. In organoleptic testing, they are color (yellowish white) (3.3), soft texture (3.97), creamy texture (3,46), overall preference (most preferred) (2.6), flavor mayonnaise (3.21). The result of study the fat content was still high so that it has not reached the goal of reduced fat mayonnaise. Keywords: Mayonnaise, reduce fat mayonnaise, chicken egg yolk, stabilizing agent

Krissetiana, Henny; Kiswanto, Yulius; Suyanto, Rendra

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Roti mocaf merupakan  produk roti yang menggunakan  mocaf (modified cassava flour) sebagai substitusi  tepung terigu. Penggunaan mocaf  dimaksudkan sebagai salah satu diversifikasi pangan. Salah satu tahapan penting pada pembuatan roti ini adalah proofing. Proofing merupakan waktu istirahat yang diperlukan adonan untuk mengembang, yang dapat dilakukan dengan cara menutup dengan plastik atau dengan memberikan uap air dalam alat rak pengistirahatan. Penelitian pendahuluan telah dilakukan terhadap lama waktu proofing (10, 15  dan 20 menit) yang diperlukan hingga roti dapat mengembang sempurna. Dari penelitian pendahuluan didapatkan bahwa  proofing optimum dilakukan  selama 20 menit. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktorial, Faktor pertama penggunaan tepung mocaf sebesar 10 ; 20  dan 30 % , faktor  kedua adalah perlakuan  proofing, yaitu  menggunakan uap air  dan  menggunakan plastik.  Roti mocaf yang dihasilkan dilakukan pengujian terhadap warna, rasa,tektur dan kesukaan secara keseluruhan roti  baik menggunakan panelis maupun menggunakan alat. Data yang didapat dianalisis menggunakan Anova dengan taraf perbedaan 5%. Apabila di antara perlakuan berbeda nyata maka pengujian dilanjutkan dengan menggunakan Duncan Multiple Range Test  (DMRT).Hasil penelitian menunjukkan bahwa   perlakuan proofing dengan cara uap air  dan cara ditutup plastik  pada pembuatan roti mocaf tidak berbeda nyata pada rasa, tekstur, warna dan kesukaan secara keseluruhan baik secara uji inderawi maupun dengan menggunakan alat.Kata Kunci :  Roti mocaf ; proofing ;  cara uap air ABSTRACT Mocaf bread is a bread product that uses mocaf as a substitute for wheat flour. The use of mocaf is intended as one of food diversification. One of the important steps in making bread is proofing. Proofing is the time needed for the mixture to expand, which can be done by covering with plastic or by providing water vapor in the resting shelves.Preliminary research has been carried out on the length of proofing time (10, 15 and 20 minute), which was needed until the bread can expand perfectly. From preliminary research it was found that the optimum proofing was carried out for 20 minutes. This research was conducted using a randomized complete design with 2 factors,  first factor was  the  use of  mocaf flour with ratio of 10: 20 and 30 precent, second factor was proofing treatment, that was using water vapor method and using covering plastic method.Mocaf bread produced  was tested for color, taste, texture and overall preference for bread both using panelists and using equipment. Data obtained was analyzed using analysis of variances with significance of 5%. If there is a significance difference then it was analyzed using Duncan Multiple Range Test (DMRT).Results of research showed that proofing treatment by water vapor method and plastic cover did not significantly affect on taste, texture, color and overall preference of mocaf bread, as evaluated by sensory and physical test.   Keywords : Mocaf bread ; proofing ;  steam methode

Anggoro, Dimas Aryo; Lukmana, Yanuar Eko Adi

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Nilai siswa merupakan representasi hasil belajar siswa yang ditepuh dalam satu semester. Nilai akhir siswa diambil dari hasil pengolahan beberapa nilai siswa. SD Negeri Jambangan 1 merupakan sekolah dasar negeri yang pengolahan data nilai siswanya dilakukan secara manual dengan menggunakan Microsoft Excel serta dokumentasi pembukuan. Pengolahan data nilai siswa dengan cara manual dapat menimbulkan beberapa resiko seperti rusak dan hilangnya data nilai siswa. Sistem informasi pengolahan data nilai siswa dikembangkan dengan tujuan mengurangi resiko rusak dan hilangnya data serta mempermudah proses pengolahan data. Sistem ini akan dibangun berbasis website menggunakan model pengembangan Software Development Life Cycle (SDLC) dengan metode Waterfall. Tahapan penelitian berupa analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian dan perawatan. Pengujian sistem ini dilakukan dengan metode Black Box untuk menguji fungsionalitas sistem serta User Acceptance Testing (UAT) untuk menguji sistem apakah sistem mampu memenuhi kebutuhan user. Hasil pengujian black box menyatakan sistem ini sudah layak di gunakan. Hasil pengujian UAT didapatkan 96,42% responden setuju sistem ini dapat memudahkan dan mempercepat pihak sekolah dalam mengelola dan mengolah data nilai siswa. Penelitian ini menghasilkan sebuah sistem yang dapat mengolah data siswa dari data nilai dasar hingga menjadi nilai akhir siswa.

Devie, Erviana; Winarno, Edy

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Aplikasi Location Based Service (LBS) banyak dikembangkan karena mempunyai kemanfaatan yang sangat penting untuk berbagai hal, tak terkecuali untuk informasi kuliner. Dalam penelitian ini dibuat sebuah aplikasi kuliner dengan menggunakan metode location based service untuk mendapatkan suatu titik lokasi pada aplikasi, aplikasi yang dirancang untuk mempermudah pengguna mengunjungi berbagai macam kuliner saat berkunjung ke yogyakarta dengan menampilkan estimasi jarak dari posisi awal penggguna ke tempat tujuan.  Penelitian ini memanfaatkan global positioning system pada perangkat android. Pada perancangan ini digunakan rumus haversine untuk menghitung jarak tempuh pengguna dari posisi awal menuju lokasi tujuan secara manual. Hasil dari pengujian yang dilakukan pada salah satu data menunjukan selisih dari jarak tempuh sebanyak ±40km.

Murti, Hari; Supriyanto, Edy; Sugiyamta, Sugiyamta

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Tujuan pemecahan masalah penjual atau wira niaga keliling (traveling salesman problem, TSP) adalah menentukan lintasan atau rute dengan total jarak atau biaya yang paling minimum. Penelitian ini berkenaan dengan proses optimalisasi pencarian alternatif lintasan atau rute pada masalah TSP. Penjual mencari rute atau lintasan untuk mengunjungi semua kota yang ada sebanyak satu kali kunjungan. Proses optimalisasi pencarian alternatif menggunakan algoritma backtracking. Terdapat lima buah kasus TSP yang akan digunakan yaitu TSP1 memiliki 4 buah kota dengan 6 lintasan (jalur), TSP2 memiliki 5 buah kota dengan 10 lintasan, TSP3 memiliki 6 buah kota dengan 15 lintasan, TSP4 memiliki 7 buah kota dengan 21 lintasan, dan TSP5 memiliki 8 buah kota dengan 28 lintasan. Dari hasil pengujian diperoleh algoritma runut-balik (backtracking) dapat digunakan untuk menghasilkan jumlah alternatif lintasan yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan total kombinasi alternatif lintasan. Semakin besar jumlah node (kota) dan jumlah lintasan (jalur) maka prosentase pengurangan variasi (alternatif) akan lintasan semakin besar.

Wahjuningsih, Sri Budi

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Tepung mokaf dan tepung garut dapat dikembangkan sebagai sumber karbohidrat non beras padapembuatan beras analog.Tepung kacang merah digunakan sebagai sumber protein dan kandungan amilosanyayang tinggi dapat membantu membentuk butiran beras analog..Pembuatan beras analog menggunakanteknologi ekstrusi sehingga menghasilkan karakteristik produk seperti beras. Tujuan penelitian ini adalahuntuk menentukan indeks glikemik beras analog berbasis tepung mokaf, tepung garut dan tepung kacangmerah sebagai pangan alternative bagi penderita diabetes. Penelitian ini menggunakan Rancangan AcakLengkap, satu faktor yaitu perbandingan tepung mokaf, tepung garut dan tepung kacang merah dengan5 taraf perlakuan, yaitu B1: 90%: 0% : 10%; B2 80%:10%: 10%; B3 70% : 20% : 10%; B4 60%: 30%; 10%; danB5 50%: 40%: 10%.Penelitian ini terdiri dari tahapan: persiapan bahan, formulasi tepung komposit sesuaiperbandingan untuk pembuatan beras analog dan pengujian indeks glikemiknya. Formula terbaik beras analogdengan indeks glikemik 74 diperoleh dari perlakuan B5 yaitu perbandingan tepung mokaf, tepung garut dantepung kacang merah 50%:40%:10%.

Oktiva Anggraini, Dyah Titin Laswati, Natalia Retno Ika Sundari &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Penelitian ini bertujuan mengetahui sifat kimia dan sensoris terhadap 3 jenis olahan kersen dari daun,bunga,dan buah. Parameter yang diuji adalah rasa, warna, aroma, tekstur dan kesukaan. Metode yangdilakukan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan diulang 3 kali sebagai blok untuk tiap produk.Pengujian organoleptik secara uji pembedaan nilai dan Hedonic scale test. Panelis yang digunakan 30 panelistidak terlatih yakni masyarakat khususnya anggota KWT Karya Bunda di Dusun Patukan, Ambarketawang,Gamping, Sleman dan mahasiswa. Pembuatan produk olahan daun diolah menjadi kripik bunga menjaditeh yang diseduh, kemudian buah diolah menjadi selai. Hasil penelitian meliputi analisis kimia pada kersensegar dan olahan. Berturut-turut daun, bunga dan buah segar yaitu kadar air adalah 68,33%; 76,12% dan80,43%, kadar lemak (%b/b) 1,1; 0,50; dan 0,05, kadar protein (%b/b) adalah 2,99; 2,06 dan 0,53, kadarabu (%b/b) adalah 5,08; 2,32 dan 0,78, kadar karbohidrat by different (%b/b) adalah 28,76; 7,43 dan 16,85,serta kadar serat (%b/b) adalah 49,6%; 11,61% dan 4,22%. Sedangkan pada bunga juga mengandung kadartanin sebesar 0,37(% b/b); pada buah mengandung kadar gula total 4,53 (%b/b); vitamin C 23,79 mg/100 g(b/b) dan kadar pektin 0,05 (%b/b). Berturut-turut olahan daun(kripik), bunga (teh) dan buah (selai) yaitukadar air adalah 8,33%; 20,21% dan 70,50%, kadar lemak (%b/b) 8,71; 0,72; dan 0,20; kadar protein (%b/b)adalah 6,45; 2,06 dan 0,26, kadar abu (%b/b) adalah 3,26; 7,60 dan 1,02, kadar karbohidrat by different(%b/b) adalah 39,05; 48,53 dan 33,30, serta kadar serat (%b/b) adalah 16,46%; 16,42% dan 5,70%. kadartanin (% b/b) sebesar 0,10; 0,49; 0,70. Hasil uji organoleptik terhadap kripik daun kersen, 66,67% panelismenyatakan suka; terhadap teh bunga kersen 36.67% panelis menyatakan suka serta selai 70% panelismenyatakan suka .Kata kunci: Kersen, kripik, selai, teh.

Kapti Rahayu Kuswanto, Niko Listiyo, Nanik Suhartatik &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan isolat Bakteri. Asam Laktat (BAL) halofil yang mampu menghasilkan enzim proteolitik. Isolat yang diperoleh diidentifikasi awal untuk menentukan genus bakteri, sehingga didapatkan isolat yang potensial untuk dikembangkan sebagai kultur starter pada pembuatan kecap ikan lele.Dalam penelitian ini, kecap ikan lele dibuat dengan kadar garam 10% dan difermentasi selama 3, 5, dan 7 hari, dilakukan analisis total populasi BAL dengan cara ditumbuhkan pada medium deMann Rogosa Sharpe (MRS) yang telah ditambahkan CaCO3 1%, NaCl 7% dan Na Azida. Pengujian isolat BAL penghasil enzim proteolitik, dilakukan dengan cara menumbuhkan pada medium yang ditambahkan kasein 2%. Bakteri asam laktat yang tumbuh pada medium dengan kadar garam 7%, selanjutnya dilakukan skrining sifat penghasil enzim proteolitik, dengan menumbuhkan pada medium yang ditambahkan kasein 2%. Isolat yang diperoleh, dikarakterisasi menggunakan metode standar antara lain: uji morfologi sel, pengecatan Gram, uji katalase, uji produksi gas, uji pertumbuhan pada suhu, dan pH.Isolasi bakteri selama fermentasi kecap ikan lele, diperoleh isolat sebanyak 71 isolat bakteri penghasil asam. Namun berdasarkan uji konfirmasi hanya diperoleh 6 isolat BAL, dari 6 isolat tersebut dipilih 2 isolat BAL. Dengan melihat sifat-sifat karakterisitik fenotip yang muncul, berdasarkan Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology, isolat diidentifikasi sebagai genus Pediococcus sp.Kata kunci: BAL halofil proteolitik, isolasi, identifikasi, kecap ikan lele

Sulastri, Sulastri; Zuliarso, Eri; Anis, Yunus

Dinamik 2017 Universitas Stikubank

Bengkel AHASS Akmal Jaya Motor Purwodadi adalah salah satu bengkel resmi honda yang berada di Kecamatan Danyang Kabupaten Purwodadi. Pemilik Ahass Akmal Jaya Motor terkadang mengalami kesulitan untuk mengetahui seberapa banyak suku cadang dan jasa yang telah terjadi dalam satu transaksi, sehingga pemilik masih manual/spekulasi dalam pembelanjaan suku cadang. Implementasi Data Mining pada AHASS Akmal Jaya ini bisa menghasilkan rules/aturan asosiatif yang bisa dilihat dan dianalisis hasilnya menggunakan algoritma apriori dan algoritma eclat, sehingga pemilik bisa melihat seberapa tinggi frekuensi suku cadang dan jasa apa saja yang sering terjadi. Maka dari itu, dilakukan analisis dan pengujian, diharapkan bisa memberikan informasi mengenai pola transaksi dan mengetahui jasa dan suku cadang apa yang sering muncul dari AHASS Akmal Jaya Motor. Sehingga bisa membantu pemilik dalam mengambil keputusan untuk melakukan pembelian suku cadang apa saja yang perlu dibeli.

Budiharso, Zuly; Listiyono, Hersatoto

Dinamik 2016 Universitas Stikubank

Perkembangan teknologi digital secara umum menyebabkan teknologi sistem kendali berkembangsejalan dengan perkembangan sistem digital. Perubahan Sistem Kendali analog menjadi sistem kendalidigital merupakan salah satu hal yang menjadi awal berkembangnya sistem kendali. Dengan berubahnyasistem kendali analog menjadi sistem kendali digital maka jenis perangkat yang digunakan juga berubah.Mikrokontroler merupakan perangkat yang mewakili suatu figur sistem kendali modern yang telahdikemas dalam sebuah chip / rangkaian terpadu. Dengan mikrokontroler perancangan sistem kendali dapatdilakukan lebih efisien. Kemampuan mikrokontroler dalam sistem kendali dilengkapi dengan berbagai fiturpenunjang, diantaranya prosessor, memory, A/D converter, analog/digital input/output dan beberapakemampuan lain untuk mengolah data digital maupun analog.Perancangan sebuah sistem kendali dengan menggunakan mikrokontroler terdiri 3 tahapan. Tahappertama adalah merancang model sistem kendali. Pada tahap ini ditentukan semua parameter yangberhubungan, model sistem kendali, kebutuhan perangkat keras dan perangkat lunak. Tahap kedua adalahperancangan algoritma untuk menyelesaikan masalah dalam sistem kendali. Pada tahap ini dibuat tahapdemi tahap proses penyelesaian masalah sistem kendali secara rinci dan perancangan program. Tahap ketigaadalah implementasi dan pengujian sistem kendali. Pengujian yang dilakukan adalah dengan mencobasemua fasilitas yang tersedia dalam sistem kendali.Sistem kendali electrical stimulator terdiri dari 3 (tiga) bagian pokok, yaitu yaitu Power Suply, SistemKendali dan Display. Masing-masing kendali mempunyai masukan dan keluaran yang berbeda. Masukandan keluran sistem kendali terdiri dari masukan dankeluran analog dan digital. Masukan digital berfungsimemberikan sinyal kepada sistem secara digital sedangkan keluran analog dihubungkan dengan perangkatindikator. Kendali sinyal berfungsi memilih jenis sinyal sesuai dengan keluran yang dipilih, yaitu sinyalsinusoidal, segitiga dan kotak.Dengan adanya perubahan sistem kendali dari analog ke digital akan diperoleh beberapa keuntungandiantaranya adalah kemudahan dalam mengoperasikan generator sinyal, akurasi besaran lebih tepat,pengembangan sistem kendali lebih mudah.

Ardhianto, Eka; Handoko, Widianto Tri; Wahyudi, Eko Nur

Dinamik 2015 Universitas Stikubank

Penggunaan barcode sudah tidak asing lagi. Hal ini adalah untuk memudahkan dalam mengelola inventori, karena barcode ini dapat menyimpan data spesifik sebagai contoh di Unisbank adalah data anggota perpustakaan yang meliputi kode buku, nomor identitas, nama dan lain-lain sehingga sistem komputer dapat mengidentifikasi informasi yang dikodekan dalam barcode dengan mudah. Seiring dengan perkembangan teknologi yang begitu pesatnya, penggunaan barcode kini mulai digantikan dengan QR Code.QR Code adalah image dua dimensi yang merepresentasikan suatu data, terutama data berbentuk teks. QR Code merupakan evolusi dari barcode yang awalnya satu dimensi menjadi dua dimensi. QR Code memiliki kemampuan menyimpan data yang lebih jauh besar daripada barcode.Salah satu data penting dalam kampus adalah ijasah. Ijazah merupakan suatu dokumen yang berfungsi sebagai bukti autentik bahwa seseorang telah menjalani tahap pendidikan secara formal dan berhasil lulus ujian. Ijazah konvensional yang digunakan sekarang adalah ijazah berbentuk fisik sehingga ada kemungkinan ijazah tersebut hilang atau rusak. Proses verifikasi ijazah konvensional sulit dilakukan karena proses tersebut hanyadapat dilakukan oleh pembuat ijazah. Cara yang digunakan untuk melakukan verifikasi keaslian data ijasah saat ini adalah dengan melakukan kontak langsung kepada pembuat ijasah mengenai keaslian pemegang ijasah, serta adanya proses legalisasi tertandatangan dari pembuat ijasah.Dari pelaksanaan penelitian dan pengujian yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan yaitu: QRCode dapat digunakan untuk menampung informasi data alumni yang besar, Mempermudah pendeteksian keaslian informasi kepemilikan ijazah melalui perangkat mobile, serta QRCode dapat digunakan dengan cepat untuk menverifikasi Ijazah lulusan Universitas Stikubank UNISBANK dengan cepat dan akurat.

Lusiana, Veronica

Dinamik 2015 Universitas Stikubank

Menentukan potongan garis yang perlu atau tidak perlu digambar di daerah jendela dikenal dengan istilah clipping. Salah satu algoritma clipping diusulkan oleh Danny Cohen and Ivan Sutherland pada tahun 1967 yaitu algoritma Cohen-Sutherland. Algoritma ini digunakan untuk menentukan apakah terdapat potongan garis yang digambar di dalam jendela dan sebaliknya akan menghilangkan potongan garis yang berada di luar jendela. Penggambaran obyek di jendela dapat menggunakan pendekatan dimensi dua atau dimensi tiga.Analisa dilakukan terhadap proses pemotongan garis (clipping) pada ruang dimensi tiga menggunakan algoritma Cohen-Sutherland. Disediakan contoh enam buah garis dengan letak titik ujung bervariasi seperti pada kode pembagian area Cohen-Sutherland. Ruang dimensi tiga, ruas garis, dan hasil pemotongan garis dalam ruang dimensi tiga digambarkan menggunakan perangkat lunak Processing. Pada pendekatan dimensi tiga, untuk pengujian pada titik awal dan titik akhir garis maka algoritma Cohen-Sutherland membagi sebanyak 27 macam wilayah. Masing-masing wilayah diberi kode yang unik.

Listiyono, Hersatoto; Budiarso, Zuly

Dinamik 2014 Universitas Stikubank

Sistem pendukung keputusan (SPK) untuk performance appraisal pengajuan pinjaman pada koperasi Amanah Sejahtera adalah suatu sistem informasi berbasis komputer yang dapat digunakan sebagai alat bantu bagi manajer koperasi untuk memutuskan diterima atau tidaknya pengajuan pinjaman yang diajukan oleh anggota. Pada sistem pendukung keputusan ini menggunakan prinsip penilaian yang disebut 5C. Prinsip 5C terdiri dari character, capacity, capital, collateral, dan condition. Prinsip 5C akan menjadi kriteria untuk pertimbangan pemberian kredit. Sedangkan preferensi untuk pembobotan pada kriteria tersebut menggunakan analytical hierarchy process. Namun demikian SPK ini juga dapat mengatur kriteria untuk dapat digunakan kriteria, sub kriteria dan susb-sub kriteria yang berbasis kearifan lokal. Secara keseluruhan proses yang ada pada sistem pendukung keputusan pemberian kredit ini adalah manajer menetapkan kriteria, sub kriteria, sub-sub kriteria beserta skornya. Kemudian manajer menginputkan preferensi kriteria antara 1 s.d 9 untuk menghasilkan bobot kriteria. Data yang sudah diinput oleh manajer digunakan staff koperasi untuk melakukan penilaian sehingga dapat dihasilkan keputusan diterima atau ditolak pinjaman yang diajukan atas pinjaman anggota. Hasil pengujian terhadap sistem pendukung keputusan pemberian kredit menunjukan bahwa alternatif keputusan yang dihasilkan sesuai dengan aturan yang ditetapkan.   Kata kunci : performance appraisal, keputusan, pinjaman

Hartono, Budi; Lusiana, Veronica

Dinamik 2014 Universitas Stikubank

Citra dengan kualitas yang lebih baik akan memudahkan proses pengolahan selanjutnya. Penelitian ini akan melakukan analisa kinerja dua buah teknik yaitu ekualisasi histogram adaptif (Adaptive Histogram Equalization, AHE) dan perenggangan kontras (Contrast Stretching, CS). Kedua teknik ini dapat meningkatkan kualitas atau memperjelas objek pada citra. Teknik CS merupakan proses perbaikan citra melalui operasi titik sedangkan AHE melalui operasi spasial. Pada teknik AHE akan menggunakan 3 ukuran blok (sub-image) yaitu 2x2, 8x8, dan 16x16 piksel. Citra uji dalam format JPEG dengan ukuran bervariasi sebanyak 12 buah memiliki kualitas tampilan yang berbeda-beda. Citra uji memiliki sebuah atau beberapa objek yang tampak jelas atau tidak begitu jelas. Variasi tingkat keredupan, kecerahan, tekstur pada latar belakang dan tekstur pada objek dapat digunakan sebagai parameter pengujian perbaikan kualitas citra. Hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan dalam memilih metode perbaikan kualitas citra untuk praproses pengolahan citra. Hasil ekualisasi histogram adaptif belum dapat dikatakan lebih baik dari perenggangan kontras, atau sebaliknya. Hal ini disebabkan oleh pengaruh kondisi atau komposisi citra asli. Pada ekualisasi histogram adaptif, ukuran blok (sub-image) 2x2 dapat digunakan untuk proses perbaikan kualitas citra dan semakin besar ukuran blok (> 8x8 piksel) mengakibatkan objek menjadi semakin terdistorsi.   Kata kunci: perbaikan kualitas citra, ekualisasi histogram adaptif, perenggangan kontras

Handoko, W.T.; Ardhianto, Eka; Safriliyanto, Edy

Dinamik 2012 Universitas Stikubank

Citra memegang peranan sangat penting sebagai bentuk informasi seiring kemudahan yang ditawarkan dalam pengambilan, pemrosesan dan penyimpanannya masyarakat mulai banyak yang meninggalkan citra analog dan beralih ke citra digital. Namun terkadang timbul gangguan pada citra yang disebut noise sehingga menyebabkan kualitas citra yang diterima menjadi turun atau tidak sesuai dengan citra aslinya. Sehubungan dengan hal tersebut maka dalam penelitian ini bermaksud membuat aplikasi penghilangan noise atau pengurangan noise. Noise yang digunakan adalah additive Gaussian noise dan additive Laplacian noise, sedangkan Metode yang digunakan adalah wavelet tresholding analysis. Sedangkan Wavelet yang digunakan untuk mereduksi noise tersebut adalah wavelet daubchiess, coiflet dan symlet. Hasil analisis dari program denoising ini dapat disimpulkan bahwa jenis citra yang memiliki karakteristik normal contrast dan normal brightness memiliki hasil yang paling optimal di segala kondisi pengujian untuk jenis noise additive gaussian, dan additive laplacian gaussian. Untuk jenis citra yang memiliki karakteristik high brightness hasilnya lebih optimal bila dibandingkan dengan citra high contrast. Dalam aplikasi ini hanya menggunakan file citra berformat bitmap sebagai file pembanding yang dapat dideskripsikan melalui PSNR (peak signal to noise ratio), untuk pembuatan aplikasi ini digunakan software Matlab 7.0.4 sebagai software utamanya.

Zuliarso, Eri; Mustofa, Khabib

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Telah dikembangkan sebuah aplikasi Web Crawler untuk melakukan penjelajahan dan pengambilanhalaman-halaman Web yang ada di Internet. Program crawl memanfaatkan WordNet dan ontology daristruktur Open Directory Project (ODP) untuk mencari relevansi suatu halaman web dengan kata kunci.Pentingnya suatu halaman web dihitung menggunakan rumus similaritas tekstual. Pengujian dilakukanuntuk membandingkan harvest-rate crawling menggunakan WordNet dengan menggunakan ontology daristruktur ODP.