FORTIFIKASI ANTIOKSIDAN DARI BEKATUL BERAS MERAH (Oryza nivara) PADA TEMPE KEDELAI (Glycine max (L) meriil) DENGAN VARIASI LAMA FERMENTASI

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI)
Universitas Slamet Riyadi

📄 Abstract

Tempe merupakan salah satu produk fermentasi kedelai tradisional yang cukup terkenal, dengan menggunakan jamur Rhizopus oligosporus. Tempe mempunyai berbagai macam manfaat bagi kesehatan tubuh. Demikian juga dengan bekatul beras merah yang memiliki berbagai nutrisi yaitu kandungan antioksidan dan serat yang tinggi, mengandung banyak mineral. Di kalangan masyarakat, bekatul beras merah belum banyak dimanfaatkan terutama sebagai produk olahan yang memiliki nilai fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik kimia dan sensori tempe kedelai yang difortifikasi bekatul beras merah dan lama fermentasi, menentukan formulasi yang tepat dari tempe kedelai yang difortifikasi bekatul beras merah dengan lama fermentasi sehingga diperoleh tempe dengan aktivitas antioksidan dan serat yang tinggi serta disukai konsumen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktorial. Faktor pertama adalah rasio kedelai dan bekatul beras merah (80:20; 70:30; 60;40), sedangkan faktor kedua adalah lama fermentasi (24, 36, 48 jam). Penelitian dimulai dari pembuatan tempe yang difortifikasi bekatul beras merah kemudian dianalisis menggunakan analisis kadar air, kadar abu, kadar protein, aktivitas antioksidan, kadar serat, dan analisis uji organoleptik meliputi warna, rasa, aroma, kekompakan, dan kesukaan keseluruhan. Hasil penelitian yang terbaik adalah pada rasio kedelai dan bekatul beras merah 60:40 dengan lama fermentasi 48 jam didasarkan pada hasil pengujian kimia antioksidan dan serat terbaik. Pada perlakuan ini dihasilkan kadar air 51,34%, kadar abu 8,90%, kadar protein 21,62%, aktivitas antioksidan 72,03%, dan kadar serat 23,44%, sedangkan untuk pengujian organoleptik yang meliputi warna 3,66(merah bata); aroma 3,24 (aroma bekatul beras merah kuat); rasa 3,54 (rasa bekatul beras merah sangat kuat); kekompakan 3,73(kekompakan tempe sangat kuat); dan kesukaan keseluruhan 3,35 (suka). Kata kunci: Tempe, bekatul beras merah, antioksidan, serat, lama fermentasi.ABSTRACTTempeh is one of the well-known traditional soybean fermentation products, using the mushroom Rhizopus oligosporus. Tempeh has a variety of health benefits. Moreover, red rice bran which has a variety of nutrients that contain antioxidants and high fiber, and contain lot of minerals. Among the people, red rice bran has not been widely used, especially as a processed product that has functional value. This study aims to determine the chemical characteristics and sensory of soybean tempeh fortified with red rice bran and fermentation duration, to determine the appropriate formulation of soybean fortified soybean rice bran with fermentation duration so that tempe is obtained with antioxidant activity and high fiber as well as consumer preference. This research was conducted using two factorials Completely Randomized Design (CRD) The first factor was the ratio of soybean and rice bran (80:20; 70:30; 60:40), while the second factor was the duration of fermentation (24, 36, 48 hours). The study began with the making of tempeh fortified with red rice bran and then analyzed for water content analysis, ash content, protein content, antioxidant activity, fiber content, organoleptic test analysis including color, taste, aroma, compactness, and overall preference. The best results was at the ratio of 60:40 soybean and rice bran with fermentation duration 48 hour based on the results of testing the best chemical antioxidants and fiber. At this treatment produced 51,34% water content, 8,90% ash content, 21,62% protein content 72,03% antioxidant activity, and 23,44% fiber content, while for organoleptic testing which includes the color of 3,66 (brick red); aroma 3,24 (strong red rice bran aroma); flavor 3,54(flavor red rice bran very strong); compactness 3,73(compactness of tempeh is very strong); and overall preference 3,35 (likes). Keywords: Tempeh, red rice bran, antioxidant, fiber, long fermentation.

ℹ️ Informasi Publikasi

Tanggal Publikasi
13 February 2020
Volume / Nomor / Tahun
Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020

📝 HOW TO CITE

Permatasari, Oktavia; Suhartatik, Nanik; Mustofa, Akhmad, "FORTIFIKASI ANTIOKSIDAN DARI BEKATUL BERAS MERAH (Oryza nivara) PADA TEMPE KEDELAI (Glycine max (L) meriil) DENGAN VARIASI LAMA FERMENTASI," JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI), vol. 5, no. 1, Feb. 2020.

ACM
ACS
APA
ABNT
Chicago
Harvard
IEEE
MLA
Turabian
Vancouver

🔗 Artikel Terkait dari Jurnal yang Sama

Characteristics of high-protein corn yogurt with the addition of soy protein isolate and spirulina

Dewi, Ratih Tiara; Aini, Nur; Haryanti, Pepita; Khairunnisa, Anita; Probowati, Banun Diyah; Arsyistawa, Hadana Sabila

29 Jan 2026

Microbial profile of digesta in diabetic experimental animals fed with parboiled rice: Profil mikroba digesta hewan coba diabet yang diberi beras pratanak

Azhad, M. Hafiz; Pujimulyani, Dwiyati; Yulianto, Wisnu Adi

07 Jan 2026

The effect of pineapple peel and chicken bone flours on the physicochemical properties and sensory acceptability of noodles: Pengaruh tepung kulit nanas dan tepung tulang ayam terhadap sifat fisikokimia dan penerimaan sensorik mie

Agustin, Nur; Mahmudah, Nur Aini; Purnomo, Panji

07 Jan 2026

Utilization of catfish (Clarias gariepinus) dregs fish bone gelatin extraction on mango (Mangifera indica L.) fruit leather product: Pemanfaatan tepung limbah ekstraksi gelatin tulang ikan lele (Clarias gariepinus) pada produk fruit leather mangga (Mangifera indica L.)

Kiptiyah, Sakina Yeti; Hakim, Najmi Ardinur; Amelianawati, Mae

05 Oct 2025

Physical and chemical characteristics of gluten-free cookies based on the variation of mocaf flour and tofu dregs flour proportions: Karakteristik fisik dan kimia cookies gluten-free berdasarkan variasi proporsi tepung mocaf dan tepung ampas tahu

Prabowo, Ivy Dian Puspitasari; Tanone, Cindy Felicia

05 Oct 2025

Application of anthocyanin extract from butterfly pea flower (Clitoria ternatea) as a freshness indicator : Aplikasi ekstrak antosianin bunga telang (Clitoria ternatea) sebagai indikator kesegaran

Assyifa, Cut Fatima; Franella, Intan Ade; Halqiah, Fanny; Sulaiman, Ismail; Yunita, Dewi

01 Oct 2025

📊 Statistik Sitasi Jurnal

Tren Sitasi per Tahun