Publication Search

73,455 articles from 714 journals · 2,111 citations tracked

Showing 21-28 of 28

Analytics

Winda Winarti; Muhamad Firdaus; Hartono Hartono

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to describe students' learning barriers in solving SPLDV questions based on problem solving abilities. This research uses descriptive qualitative research, and the sampling technique uses purposive sampling technique. This research was conducted at Sungai Kakap 1 Public Middle School, the data used were the results of researchers to clarify students' obstacles in answering questions based on problem-solving abilities with data sources, namely class VIII students of SMP 1 Sungai Kakap. Data collection techniques used measurement techniques, direct communication techniques and indirect communication techniques with data collection tools in the form of test questions, interview guides and documentation. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. In this study it was concluded that the students' barriers in the high group were wrong in determining the formula and wrong in the concept of completion, the students' barriers in the medium group were wrong in determining the formula, discrepancies in using the formula to answer a problem and did not re-examine the answers, and student barriers in the low group were unable to determine the formula and solve the problem on the question then also did not re-check the answer after completing the given question.    

Kornelia Ramayana; Dwi Oktaviana; Rahman Haryadi

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

. Penelitian ini menggunakan penelitian metode deskriptif. Dengan bentuk penelitian studi kasus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII berjumlah 23 siswa. tempat penelitian di SMPN 2 Sebangki Kecamatan Sebangki, Dusun Senunuk, Desa Agak. Dalam penelitian ini hanya mengambil tiga kelompok peserta didik kelompok tinggi, sedang dan rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses berpikir kritis siswa dalam pemecahan masalah matematika ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa. Alat pengumpul data yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kritis, angket, dan wawancara. Berdasarkan perhitungan angket didapatkan hasil kelompok tinggi dengan kriteria X ≥ 77,49 yaitu ada 2 siswa, kelompok sedang dengan kriteria 67,29 ≤ X < 77,49 yaitu ada 16 siswa, dan kelompok rendah dengan kriteria X < 67,29 yaitu ada 5 siswa. Sedangkan pada perhitungan hasil tes, kelompok tinggi dengan kriteria X ≥ 11,64 yaitu ada 9 siswa, kelompok sedang dengan kriteria 9,56  ≤ X < 11,64 yaitu ada 5 siswa, dan kelompok rendah dengan kriteria X < 9,56 yaitu ada 9 siswa. berdasarkan hasil wawancara, responden siswa yang memiliki proses berpikir kritis siswa motivasi tingkat tinggi lebih baik dalam menyelesaikan soal dibandingkan siswa yang memiliki proses berpikir kritis motivasi tingkat sedang dan rendah.    

Andri Saputra; Jamilah , Jamilah; Muchtadi, Muchtadi

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan media pembelajaran E-Flip Builder berdasarkan Pedagogic Knowledge  yang valid, praktis dan efektif terhadap hasil belajar siswa pada materi SPLDV kelas X SMA Negeri 1 Marau. Metode yang digunakan adalah metode penelitian ADDIE. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X SMA Negeri 1 Marau sebanyak 16 orang, 4 orang ahli sebagai validator istrumen penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi ahli media, lembar validasi ahli materi, lembar validasi ahli pedagogic knowledge, pedoman wawancara dan observasi, angket respon guru dan respon siswa. Hasil penelitian validasi E-Flip Builder berdasarkan Pedagogic Knowledge yaitu validasi media dengan nilai rata-rata dari ketiga ahli sebesar 93,89% dengan kriteria sangat valid. Yang kedua adalah hasil uji coba produk, dilihat dari nilai angket yang diisi guru dan seluruh siswa yang diakumulasikan sehingga diperoleh persentase sebesar  91,19%  dengan kriteria sangat praktis. Selanjutnya dari nilai hasil pengerjaan posttest siswa dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 12 orang dari 16 orang dengan persentase 75,00%  dengan kriteria sangat efektif.        

Kartika Birawan; Amira Prameswati; Muhammad Gefika Abdulrafi; Siti Raina Az Zahra; Ahmad Fu’adin

Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk menjelaskan kekeliruan yang dialami siswa serta menganalisis faktor penyebab kekeliruan siswa dalam mengerjakan soal Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Penelitian ini termasuk dalam jenis eksploratif bersifat kualitatif yang dilakukan di salah satu bimbingan belajar di Bandung. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah metode tes tertulis. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 13 orang yang merupakan siswa kelas IX. Berdasarkan analisis data yang sudah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa kesalahan siswa dalam menentukan solusi dari soal Sistem Persamaan Linear Dua Variabel adalah: (1) Kekeliruan konsep, (2) Kesalahpahaman dalam memahami soal, (3) Kekeliruan hitung. Faktor penyebabnya adalah kurangnya pemahaman siswa mengenai konsep Sistem Persamaan Linear Dua Variabel, kurangnya latihan menyelesaikan soa-soal Sistem Persamaan Linear Dua Variabel dan kurangnya ketelitian dalam menentukan solusi dari soal.

Oktavia Adela Lumandung; Jhon R. Wenas; Anetha L. F. Tilaar

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penerapan model pembelajaran yang tepat pada pembelajaran sangatlah berpengaruh dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Pada penelitian ini difokuskan pada peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe make a match pada materi SPLDV. Penelitian ini mengambil subjek kelas VIII SMP Negeri 2 Tatoareng yang terdiri dari 15 siswa sebagai kelas eksperimen. Kemudian data dikumpul berdasarkan hasil tes akhir setelah perlakuan diberikan pada subjek penelitian. Penelitian ini juga melakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan homogenitas dimana didapatkan hasil yang data yang normal dan homogen, serta dilanjutkan dengan pengujian hipotesis menggunakan uji-t. Hasil diperoleh bahwa t-hitung = 1,941 dan t-tabel = 1,710 dengan taraf nyata yang digunakan adalah 0,05. Kesimpulan yang diperoleh adalah hasil belajar siswa yang menggunakan model kooperatif tipe make a match lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar yang menggunakan model konvensional, sehingga model make a match cocok untuk digunakan dalam pembelajaran SPLDV

Ansuryani Umar; Anetha L. F Tilaar; Victor R. Sulangi

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini berfokus pada ekperimentasi model blended learning pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Penelitian ini membandingkan rata-rata hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model blended learning dan model pembelajaran langsung. Populasi adalah seluruh kelas VIII SMP Negeri 2 Tondano, dan sampel yang menjadi subjek penelitian adalah kelas VIIIA (Kelas Eksperimen) dan kelas VIIIB (Kelas Kontrol). Metode yang digunakan adalah model eksperimen semu dengan desain Randomized Subjects Posttest Only Control Group Design. Hasil analisis Uji-t mendapatkan thitung = 2,67 > ttabel = 1,68 dengan taraf nyata α = 0.05. Hal ini berarti H1 diterima dan H0 ditolak. Kesimpulan nyang didapat adalah penggunaan model blended learning berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa.

Aisah Aisah; Winda Winarti; Ferry Ferry

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Jenis penelitian ini tergolong Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Penelitian tindakan kelas terdiri dari dua siklus bertujuan meningkatkan prestasi belajar matematika melalui pendekatan kontekstual pada siswa kelas VIII SMPN 1 Sungai Kakap. Subjek penelitian siswa kelas VIII SMPN 1 sebanyak 16 orang terdiri dari 10 orang laki-laki dan tujuh orang perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni tes dan Teknik analisis data dalam penelitian ini digunakan secara deskriptif. Siklus pertama dilakukan setelah siswa diberikan materi dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional atau metode biasa yang diterapkan oleh guru di sekolah tersebut dan siklus II siswa diberikan metode pembelajaran kontekstual. Metode ini memberikan kesempata bagi siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran. . Dari data yang telah diperoleh, pada pembelajaran konvensional siswa mendapatkan rata – rata nilai 54,08 dibandingkan dengan pembelajaran kontekstual yang mendapat rata – rata nilai 83.19 dan mencapai nilai diatas KKM.  

Yeni Widiawati; Nurmaningsih Nurmaningsih; Rahman Haryadi

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif yang menggambarkan penerapan model pembelajaran problem based learning berbantuan edugame interaktif nearpod terhadap kemempuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini menggunakan bentuk pre-Eksprimental Designs. Alasan peneliti menggunakan bentuk penelitian ini karena peneliti menggunakan satu kelas sampel, dimana satu kelas tersebut akan dijadikan sebagai kelas eksperimen. Pada kelas sampel pertama akan diberikan tes awal (pre-test) kemudian siswa diberi perlakuan dengan menerapkan model pembelajaran problem based learning berbantuan edugame interaktif nearpod pada materi SPLTV, setelah itu dilakukan pengukuran terhadap siswa dengan memberi tes akhir (pos-test). Penelitian ekperimen ini menggunakan rancangan One-Grup Pretest-Posttest Design. Pada rancangan ini terhadap Pretest sebelum diberikan perlakuan sehingga hasil perlakuan Posttest dapat diketahui lebih akurat, karena membandingkan dengan keadaan sebelum diberikan perlakuan. Berdasarkan hasil pengolahan data penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, secara umum dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui model pembelajaran problem based learning berbantuan edugame interaktif nearpod dalam materi SPLTV kelas X MAN Bengkayang berjalan dengan efektif sehingga meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.