Publication Search

59,950 articles from 482 journals · 1,579 citations tracked

Showing 21-40 of 235

Analytics

Rolita C. Purba; Budianto Budianto; Indra Jaya; Rani Fransiska Saragih Sumbayak; Nuryustina Barasa

Jurnal Pengabdian dan Pembangunan Lokal 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Pratama clinics, as first-level healthcare facilities, play a crucial role in providing healthcare services to the community and are also subject to tax obligations for their business activities. However, many clinics still lack a thorough understanding of Value Added Tax (VAT) and Income Tax (PPh) provisions for their transactions, particularly regarding the tax treatment of medical services, drug sales, and tax withholding and reporting obligations. This Community Service activity aims to improve Harapan Jaya Pratama Clinic's tax understanding and compliance through outreach and mentoring on VAT and PPh for clinic transactions. The implementation method includes outreach on relevant tax regulations, training in tax accounting-based transaction recording, and mentoring in identifying taxable objects, calculating, depositing, and reporting VAT and PPh in accordance with applicable regulations. The expected outcomes of this activity are increased tax literacy and awareness among clinic managers, more orderly transaction recording, and increased compliance of Harapan Jaya Pratama Clinic in fulfilling its tax obligations. This activity is expected to support better and more sustainable clinic financial governance.

Juwairiyah, Juwairiyah; Kurnia Indrianti; Muhammad Farhus Sururi; M. Taufik Rohman

Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai epistemologi keaswajaan dalam pembiasaan khidmah santri di Pondok Pesantren Mansyaul Ulum. Tradisi khidmah dipandang bukan sekadar aktivitas sosial, tetapi sebagai jalan epistemologis khas Ahlussunnah wal Jama’ah dalam memperoleh ilmu yang barokah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologis, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengasuh, ustadzah, santri aktif, serta alumni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai keaswajaan seperti tawadhu’, ta’dzim, ikhlas, dan tawazun terinternalisasi melalui sistem khidmah, pembelajaran kitab Ta’lim al-Muta’allim, dan keteladanan pengasuh. Tradisi ini melahirkan karakter santri yang beradab, rendah hati, dan berjiwa pengabdian, sehingga ilmu yang diperoleh tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga membawa keberkahan dan manfaat sosial. Dengan demikian, khidmah menjadi manifestasi nyata epistemologi keaswajaan yang menegaskan bahwa adab dan keikhlasan merupakan fondasi utama dalam memperoleh ilmu sejati.

Rusmiyati Rusmiyati; Tripitoyo Tripitoyo; Kabri Kabri; Partono Nyana Suryanadi

Jurnal Budi Pekerti Agama Buddha 2025 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Buddhist teachings play a crucial role in addressing various social problems that continue to develop in the modern era. Rapid social change, globalization, and technological advancement have brought not only positive impacts but also serious challenges, such as increasing social conflicts, moral degradation, individualism, and the weakening of social awareness within society. In this context, Buddhism offers universal ethical guidance that remains relevant across time, particularly through the principles of compassion (karuṇā), loving-kindness (mettā), wisdom (paññā), and mental equanimity (upekkhā), which guide individuals toward harmonious and responsible living. This study aims to analyze the role of Buddhist values in providing solutions to contemporary social problems. The research employs a descriptive qualitative method based on library research, using a hermeneutic approach to Buddhist sacred texts and relevant scientific studies. The findings indicate that the application of Buddhist values contributes significantly to the development of social morality, the strengthening of social solidarity, conflict resolution, and the formation of individual character marked by empathy, tolerance, and responsibility. Furthermore, these values play an essential role in fostering interreligious harmony and cultivating collective awareness of the importance of peaceful coexistence within pluralistic and multicultural societies.

Rizki Gilang Ramadhan; Laila Fitriah

Misterius: Publikasi Ilmu Seni dan Desain Komunikasi Visual 2025 Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

This study aims to describe and analyze the activities taking place in the Rumah Adat Tinggi of Rengat as a reflection of the social and cultural identity of the Indragiri Hulu community. The research is motivated by the functional shift of traditional houses amid modernization, which threatens the continuity of local wisdom. This study employs a qualitative descriptive method. Data were collected through field observations, interviews with cultural figures and caretakers, and documentation of cultural events held in the traditional house. The findings indicate that the Rumah Adat Tinggi serves not only as a historical heritage but also as a social and cultural center for the community. Activities within it embody values such as mutual cooperation, deliberation, respect for ancestors, and cultural education for the younger generation. From the perspective of functionalism, the traditional house operates as a social system that maintains societal balance through social, cultural, and integrative functions. This research emphasizes the importance of revitalizing the Rumah Adat Tinggi to ensure its continued role as a living space for cultural transmission amid globalization.

Rini Indah Sulistyowati; Enggar Dhian Pratamanti; Ganda Januarta; Linda Novasari

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Social care values ​​are moral principles that emphasize empathy, altruism, solidarity, mutual cooperation, justice, and tolerance in social life. These values ​​form the foundation for individuals to understand the feelings of others, help selflessly, cooperate, be fair, and respect differences. This study aims to describe the representation of social care values ​​in Wattpad short stories in the family drama genre, identify the most dominant values ​​and the context in which they emerge, and explain the relevance of these findings to learning and character development in students. The study used a descriptive qualitative method because it focuses on the meaning of the text, rather than quantitative measurement. Data were collected through listening and note-taking techniques by carefully and repeatedly reading the short stories to identify sections of the text that contain social care values. Data included words, phrases, sentences, dialogue, and narratives that depict character actions, conflicts, or interactions reflecting empathy, altruism, solidarity, mutual cooperation, justice, and tolerance. All quotations were recorded on a coding sheet to organize the data systematically. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman technique, which includes data reduction, classification, and interpretation. In the reduction stage, relevant data was selected and then grouped according to social awareness value categories. Next, interpretation was conducted to explain the representation of these values ​​in the storyline and relationships between characters. 

Syukri, Muhammad Rafli; Latif, Adam; Rusdi, Muhammad; B, Sofyan; Syukri, Muhammad Rafli +3 more

EBISNIS : JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS 2025 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi digital marketing terhadap peningkatan penjualan pada UMKM Zalfa Sablon Plastik di Kabupaten Sidenreng Rappang. Strategi digital marketing yang ditinjau meliputi enam indikator utama: accessibility, interactivity, entertainment, credibility, irritation, dan informativeness. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, studi pustaka, dan penyebaran kuesioner kepada 51 responden, yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator accessibility memiliki skor tertinggi, menandakan kemudahan akses digital sudah terpenuhi. Namun, indikator seperti interactivity, credibility, dan informativeness masih tergolong rendah. Uji regresi menghasilkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,026, yang berarti hanya 2,6% peningkatan penjualan dapat dijelaskan oleh strategi digital marketing, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Meskipun uji t menunjukkan adanya pengaruh signifikan secara statistik, dampak praktis strategi digital marketing masih terbatas. Penelitian ini menegaskan bahwa kehadiran di media sosial seperti Instagram belum cukup untuk mendorong peningkatan penjualan secara signifikan tanpa strategi konten yang konsisten, interaktif, dan terpercaya. Oleh karena itu, UMKM perlu melakukan optimalisasi strategi digital secara kontekstual dan adaptif agar mampu menghasilkan konversi yang lebih maksimal dalam pemasaran digital.

Nuralawiyah, Rispiyanti Siti; Komalasari, Kokom; Insani, Nisrina Nurul

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Fenomena pelajar yang mengendarai kendaraan bermotor tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan permasalahan yang mengancam keselamatan lalu lintas serta mencerminkan rendahnya kesadaran hukum remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) mampu menginternalisasikan nilai-nilai hukum dalam membentuk sikap berkendara yang bertanggung jawab. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus di SMPN 1 Ciamis. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan penyebaran kuisioner kepada siswa, guru, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pembelajaran PKN telah memberikan pemahaman normatif terhadap hukum lalu lintas, namun masih terdapat kesenjangan antara pemahaman dan implementasi. Faktor lingkungan sosial, pola asuh orang tua, serta lemahnya pengawasan eksternal menjadi kendala utama. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang kontekstual, kolaboratif, dan terintegrasi dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan internalisasi nilai hukum.

irsyad, irsyad; Trisiana, Anita; Wartoyo, Wartoyo

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi aplikasi Smart Village dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan literasi digital di Desa Mlese, yang dikenal sebagai Desa Pelopor Pancasila. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi tersebut memberikan dampak positif berupa kemudahan administrasi desa, transparansi informasi, serta penguatan nilai-nilai Pancasila melalui kolaborasi antarwarga. Namun, masih terdapat tantangan seperti rendahnya literasi digital pada kelompok lanjut usia, keterbatasan akses internet, dan preferensi layanan tatap muka. Pemerintah desa berupaya mengatasi kendala ini melalui pelatihan dan pendampingan, meskipun perbaikan infrastruktur dan sosialisasi lebih intensif masih diperlukan. Kesimpulannya, Smart Village memiliki potensi besar untuk mendukung transformasi digital dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai Pancasila Kata Kunci : Smart Village, Literasi Digital, Desa Pelopor Pancasila.   ABSTRACT This study aims to analyze the implementation of the Smart Village application in enhancing community empowerment and digital literacy in Mlese Village, known as a Pancasila Pioneer Village. The research employed a descriptive qualitative method, with data collected through field observations, in-depth interviews, and literature studies. The findings indicate that the application positively impacts village administration by simplifying processes, increasing information transparency, and strengthening Pancasila values through community collaboration. However, challenges remain, such as low digital literacy among the elderly, limited internet access, and a preference for face-to-face services. The village government is addressing these issues through training and assistance, although more intensive infrastructure improvements and outreach are still needed. In conclusion, Smart Village holds significant potential to support digital transformation and community empowerment in alignment with Pancasila values. Keywords: Smart Village, Digital Literacy, Pancasila Pioneer Village.

Dela Sekar Diani; Handini Pionita Sari; Herlina Yustati; Yetti Afrida Indra

Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Penelitian ini menjelaskan perbedaan pemahaman tentang utang dari sudut pandang ekonomi Islam dan ekonomi konvensional, serta tantangan yang dihadapi dalam penerapannya di masyarakat dan institusi keuangan. Dalam ekonomi konvensional, utang dianggap sebagai perjanjian keuangan yang melibatkan bunga, digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan investasi. Sementara, dalam ekonomi Islam, utang dipahami sebagai alat sosial yang berlandaskan nilai kemanusiaan, solidaritas, dan larangan riba, sehingga perjanjian utang harus bebas dari bunga serta ketidakadilan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian literatur untuk meninjau konsep, prinsip, serta berbagai hambatan yang dijumpai dalam penerapan kedua sistem. Pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumen dari buku, jurnal, dan penelitian terdahulu, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan analisis konten. Tujuan penelitian adalah untuk memahami secara mendalam konsep utang menurut perspektif Islam dan konvensional, mengidentifikasi tantangan dalam pengelolaan utang di kedua sistem ekonomi, dan menyajikan perbandingan aspek moral, akad, risiko, serta tujuan penggunaan utang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ekonomi Islam, utang menekankan pada prinsip keadilan dan etika syariah yang melarang riba, berfokus pada kerja sama, serta mengutamakan perjanjian yang jelas dan tertulis dengan disertai saksi. Sementara itu, utang dalam ekonomi konvensional lebih mengedepankan aspek keuntungan dengan penggunaan bunga sebagai sumber utama profit. Dalam praktiknya, manajemen utang syariah menghadapi tantangan seperti rendahnya pemahaman masyarakat tentang keuangan syariah, terbatasnya akses ke instrumen syariah, dan kurangnya regulasi yang tegas. Di lain pihak, pengelolaan utang konvensional berhadapan dengan risiko suku bunga, ketidakstabilan fiskal, serta masalah transparansi dan akuntabilitas. Penelitian ini memberikan sumbangan akademis untuk pengembangan sistem keuangan yang lebih adil dan berkelanjutan di masa mendatang.

Izzatunnisa, Ilma; agus wahyudi, Sigit; Zainuri, Ahmad; Fatimah Zahra, Frika

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana karakter pendidikan yang mengedepankan penghargaan terhadap keberagaman, pemanfaatan media digital, dan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta Kasih dapat saling menguatkan dalam upaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. Dengan menerapkan metode tinjauan pustaka, penelitian ini mengumpulkan berbagai sumber akademik yang membahas tentang nilai toleransi, pendidikan multikultural, inovasi teknologi dalam pembelajaran, serta pendekatan pedagogi berbasis kasih sayang dan empati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang menitikberatkan pada keberagaman dapat membangun rasa saling menghormati antar siswa. Di sisi lain, media digital berperan penting dalam memberikan proses pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sejalan dengan perkembangan teknologi saat ini. Lebih lanjut, Kurikulum Berbasis Cinta memperkaya pendidikan dengan memperkuat aspek spiritual, emosional, dan moral, sehingga pembelajaran tidak hanya sebatas hasil akademik saja. Penggabungan ketiga pendekatan tersebut dinilai efektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, bersahabat, dan sesuai dengan tahap perkembangan siswa. Pada akhirnya, madrasah mempunyai peluang untuk melahirkan generasi yang religius, toleran, dan berkarakter kuat dalam menghadapi perubahan sosial budaya saat ini.

Habiburrahman, Ahmad; Mar’atu Rosyada Al-Fariz; Muhammad Hafizh Fikri; Kahfi Kiem Arseta; Ageng Dhipo Saputro +1 more

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Ketegangan epistemologis antara sains dan agama dalam masyarakat modern sering kali memicu polarisasi yang berujung pada dua ekstrem: positivisme yang mengabaikan etika dan fundamentalisme agama yang menolak rasionalitas. Model hubungan tradisional, seperti konflik dan independensi, terbukti tidak memadai untuk mengatasi fragmentasi sosial ini. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan menganalisis kerangka konseptual baru, yaitu "Sains 'Religius'" dan "Agama 'Saintifik'", sebagai solusi integratif untuk mencapai transformasi sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan analisis konseptual-kritis terhadap literatur filsafat ilmu, sosiologi agama, dan teologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep "Sains 'Religius'" menanamkan etos spiritual berupa kekaguman (awe) dan kerendahan hati epistemik ke dalam praktik ilmiah, sementara "Agama 'Saintifik'" mengintegrasikan nalar kritis dan rasionalitas untuk memurnikan penafsiran keagamaan dari dogmatisme sempit. Sintesis kedua paradigma ini berfungsi sebagai mekanisme katalisator yang mereduksi ekstremisme, membentuk moderasi beragama yang aktif, dan membangun landasan bagi masyarakat yang harmonis berbasis nilai kemanusiaan universal

Halawatul Fitri; Putri Nur Hidayah; Neni Neni

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penyebaran hoaks keagamaan di media sosial telah menciptakan tantangan serius terhadap narasi keagamaan yang sahih, menuntut peran krusial Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai garda terdepan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kompetensi profesional Guru PAI, menganalisis strategi mereka dalam merespons hoaks, dan merumuskan implikasi kebijakan pelatihan guru. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka, penelitian ini menganalisis konsep Kompetensi Guru PAI (Pedagogik, Sosial, Kepribadian) dan Literasi Media/Digital (KLM) untuk merumuskan model kompetensi ideal. Temuan menunjukkan bahwa Guru PAI memerlukan rekonstruksi filosofis agar mampu menjadi pembimbing etika dan agen perubahan yang mengintegrasikan nilai Islam dengan teknologi. Kompetensi Pedagogik dan Sosial terbukti penting untuk edukasi anti-hoaks dan pembentukan etika digital, diperkuat oleh Integritas Personal dan KLM sebagai keterampilan inti untuk berpikir kritis dan menyaring informasi. Implikasi penelitian merekomendasikan prioritas pelatihan guru pada etika dan literasi digital, serta menyarankan penelitian mendatang untuk studi komparatif kuantitatif guna mengukur efektivitas program.

Lailatul Rhomadania; Siti Jamila; Siti Fatimah; Ahmad Ilzamul Hikam

Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This study aims to identify the representation and manifestation of social values contained in the novel “40 Hari Takdir Itu Bernama Hidup dan Mati” (40 Days of Destiny Called Life and Death) by Adeicama. The research method used is a literature study with note-taking techniques on primary data (novels) and secondary data (related literature). Data analysis was conducted using descriptive qualitative methods based on Wirawan's theory of social values, Mulyana's theory of religious values, and Nurgiyantoro's theory of literary analysis. The results show that this novel represents social values through solidarity, caring, responsibility, and criticism of technological dependence. Religious values are manifested through faith in destiny, sincerity in loss, self-control, and the role of prayer and hope. These two aspects of value are interrelated, enriching the meaning of the story and providing an understanding of how humans deal with the uncertainties of life through social norms and spiritual strength. This research contributes to the development of literary studies and literary sociology, and is relevant for increasing public appreciation and critical understanding of the function of literature as a reflection of ethical and social norms.

Lathiffah Khoirunnisa; Muh Fatahillah Suparman

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Perkembangan anak merupakan aspek fundamental dalam pendidikan Islam yang memandang anak sebagai makhluk biologis, psikologis, dan spiritual yang membawa fitrah sejak lahir. Fitrah dipahami sebagai potensi bawaan yang mengarah pada tauhid dan nilai-nilai kebaikan, sehingga pemahaman terhadap fitrah dan tahapan perkembangan anak menjadi dasar penting dalam perancangan pembelajaran yang efektif dan bermakna. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep fitrah anak serta relevansinya dengan proses perkembangan dan pembelajaran dalam perspektif Islam, sekaligus mengidentifikasi pandangan psikologi pendidikan Islam terhadap tahapan perkembangan anak. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah buku ilmiah dan artikel jurnal akademik dari basis data terpercaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa fitrah anak menjadi landasan utama perkembangan dan pembelajaran yang mencakup dimensi spiritual, moral, intelektual, emosional, dan sosial. Psikologi pendidikan Islam memandang perkembangan anak sebagai proses bertahap dan holistik melalui integrasi aspek jasmani, akal, dan rohani dengan prinsip tarbiyah yang gradual dan kontekstual. Pembelajaran menempatkan anak sebagai subjek aktif, berorientasi pada pembentukan karakter dan kesadaran spiritual selain capaian kognitif. Dengan demikian, psikologi pendidikan Islam menawarkan paradigma pendidikan holistik yang relevan dalam mengembangkan potensi anak menuju insan kamil.

Meri Meri; Alfred Wijaya; Kabri Kabri; Partono Partono

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to analyze the formative influence of pre-Buddhist Indian culture on the development of social values within early Buddhist society. Prior to the emergence of Buddhism in the 6th century BCE, Indian civilization had already evolved a complex cultural and philosophical landscape characterized by the varṇa (caste) hierarchy, Vedic ritualism, and the metaphysical doctrines of the Upaniṣads concerning karma, saṃsāra, and mokṣa. Employing a qualitative library research method, this study draws on secondary historical and sociological literature as well as primary Buddhist scriptures from the Sutta Pitaka (Pali Text Society edition). The analysis identifies three major cultural elements Brahmanical ritualism, the doctrine of rebirth and moral causation, and the śramaṇa ascetic movements that provided both the context and the dialectical counterpoint to the rise of Buddhism. The findings reveal that the Buddha’s teaching emerged as a moral and philosophical critique of the Vedic worldview, rejecting hereditary privilege and ritual exclusivity in favor of ethical conduct (sīla), mental cultivation (bhāvanā), and compassionate social responsibility (mettā–karuṇā). Through this transformation, Buddhism redefined human worth based on moral action (kamma), rather than lineage or social status, thus creating an egalitarian and ethically grounded social order. Understanding the pre-Buddhist cultural background offers deeper insight into the sociological, philosophical, and ethical dimensions of early Buddhist thought and highlights its continuing relevance for contemporary discussions on social justice, equality, and interreligious harmony.

Hernur Yoga Priyambodo; Santiari, Made; Ramadhan, Fitra; Saridewi, Maria Paulin

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Indonesia merupakan salah satu negara yang rentan terhadap perubahan iklim. Adanya perubahan iklim tersebut merupakan salah satu masalah yang perlu ditangani. Namun, demikian isu perubahan iklim tersebut belum banyak dipahami di lingkungan sekolah terutama tingkat SMA. Oleh karena itu sekiranya perlu dilakukan sosialisasi tentang perubahan iklim pada tingkat SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi Experimental dengan desain One Group Pre Test - Post Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata – rata pre test yang diperoleh adalah 77,46 % dan nilai rata-rata post test adalah 84,875 % yang menunjukkan angka peningkatan 7,415 %. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan yang disebabkan oleh pemberian sosialisasi mengenai perubahan iklim.

Ajiningrat, Wahyu; Setiawan, Joko

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Personal Branding, Media Sosial, dan Kepercayaan Konsumen terhadap Keputusan Pembelian, dengan Kepuasan Konsumen sebagai variabel mediasi, pada pengguna layanan treatment di Klinik Eva Mulia Cabang Galaxy, Kota Bekasi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik analisis model persamaan struktural (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil pengujian model struktural (inner model) menunjukkan bahwa nilai R Square pada variabel Kepuasan Konsumen sebesar 0,515 dan Keputusan Pembelian sebesar 0,519, yang berarti model mampu menjelaskan sekitar 51% variasi pada masing-masing variabel dependen. Pengujian path coefficients menunjukkan bahwa variabel Kepercayaan Konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian (T = 7,263; p < 0,05) dan Kepuasan Konsumen (T = 5,591; p < 0,05). Sementara itu, Media Sosial juga berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Konsumen (T = 6,244; p < 0,05), namun tidak signifikan terhadap Keputusan Pembelian secara langsung (T = 1,814; p = 0,070). Variabel Personal Branding tidak memiliki pengaruh signifikan baik terhadap Kepuasan Konsumen maupun Keputusan Pembelian secara langsung. Uji pengaruh tidak langsung menunjukkan bahwa Kepuasan Konsumen memediasi secara signifikan hubungan antara Kepercayaan Konsumen dan Keputusan Pembelian, serta antara Media Sosial dan Keputusan Pembelian. Namun, tidak ditemukan efek mediasi signifikan antara Personal Branding dan Keputusan Pembelian. Hasil ini menekankan pentingnya peran Kepercayaan Konsumen dan Media Sosial dalam membentuk Kepuasan Konsumen yang pada akhirnya meningkatkan Keputusan Pembelian, sementara Personal Branding tidak memiliki peran yang kuat dalam model ini. Penelitian ini memberikan implikasi strategis dalam pengelolaan pemasaran dan layanan konsumen di industri klinik kecantikan.

Nuriyah Fahma, Mirza; Kurrotul A’yun Aisyah Nabila; Mochammad Indra Yumanto

Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Artikel ini membahas nilai-nilai pendidikan akhlak dalam QS. Al-Balad ayat 11–16 serta implementasinya dalam pembiasaan etika sosial di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Dalam konteks pendidikan dasar Islam, penanaman akhlak sosial memiliki urgensi yang tinggi karena menjadi dasar pembentukan karakter dan perilaku peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir tarbawi dengan mengkaji makna ayat berdasarkan tafsir Ibn Kathir, Al-Maraghi, dan Al-Misbah. Hasil kajian menunjukkan bahwa ayat-ayat tersebut mengandung nilai empati, kepedulian sosial, tolong-menolong, kasih sayang, dan kesabaran. Nilai-nilai tersebut dapat diimplementasikan melalui pembiasaan di kelas MI seperti kegiatan tolong-menolong, berbagi, kerja kelompok, serta metode keteladanan guru. Penelitian ini merekomendasikan agar guru MI mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam setiap aspek pembelajaran dan menumbuhkan kultur sosial yang berkarakter Islami.

Sumiati, Sumiati; Rinaldi Tanjung

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Ekonomi 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This research aims to determine the influence of tourist attractions, social media, and values on the interest in visiting the Cunca Wulang waterfall tourist village in West Manggarai Regency. This research uses a quantitative research method. The population in this study consists of all tourists who have ever visited the Cunca Wulang Waterfall Tourism Village in West Manggarai Regency. The sample in this study consists of 100 respondents. The sampling technique used in this study is purposive sampling, a sampling method based on the researcher's considerations, which is then processed using SPSS. The data collection technique in this study uses a questionnaire. The instrument testing technique in this study uses validity and reliability. And the data analysis technique in this research uses descriptive analysis, classical assumptions, multiple linear regression, coefficient of determination, and hypothesis testing. The results of this study are as follows. Based on the F-test results, an F value of 125.691 was obtained with a significance level of 0.000. This significance value is smaller than the 0.05 significance level, so it can be concluded that the regression model used in this study is statistically significant. In other words, simultaneously, the independent variables consisting of Value, Tourist Attraction, and Social Media significantly influence the dependent variable, which is the Interest in Visiting the Cunca Wulang Waterfall Tourism Village in Manggarai Barat Regency

Raihan Sulaiman Payapo; I Wayan Restu; Suprabadevi Ayumayasari Saraswati; I Ketut Wija Negara

Jurnal Manajemen Bisnis Era Digital 2025 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Fishermen are an essential group in supporting national food security; however, their lives are still characterized by various social and economic challenges, such as unstable income, low education levels, and high household expenditure burdens. This research aims to provide an overview of the socio-economic conditions and welfare of Bouke Ami fishermen in the Nusantara Fisheries Port (PPN) Muara Angke, North Jakarta, through the Fishermen’s Exchange Rate (NTN) and Fishermen’s Exchange Rate Index (iNTN). The study was conducted in May–June 2025 using a descriptive method with quantitative and qualitative approaches. Data collection techniques included observation, interviews, and questionnaires distributed to 100 Bouke Ami crew members (ABK). The results showed that the majority of crew members were aged 30–39 years, had completed only junior high school education, received health services through community health centers (puskesmas), had three family dependents, and most lived in their own homes. The average total monthly income of Rp5.733.500 is considered high as it exceeds the 2025 DKI Jakarta minimum wage (UMP) of Rp5.367.381. Meanwhile, the average total expenditure of Rp5.396.761 remains below income, indicating manageable household finances. The NTN value was 1,06 in April and 1,07 in May, resulting in an iNTN of 101%, indicating that Bouke Ami fishermen in PPN Muara Angke, North Jakarta, are at a level of economic welfare classified as prosperous with slight improvement. This increase reflects a modest rise in fishermen’s purchasing power between the two months and can serve as basis for formulating policies aimed at empowering coastal fishermen.