Publication Search

81,270 articles from 783 journals · 2,111 citations tracked

Showing 3861-3880 of 3,918

Analytics

Supriyanti, Supriyanti

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2019 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar matematika melalui model pembelajaran Problem Possing pada siswa kelas VIII E SMP Negeri 1 Mojolaban semester II tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan di kelas VIII E SMP Negeri 1 Mojolaban semester II tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumah 31 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Tahap-tahap analisis data dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Indikator keberhasilan adalah nilai rata-rata tes siswa sekurang-kurangnya 80,0 dan banyak siswa dengan nilai di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 63,0 mencapai ? 80%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Possing dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII E SMP Negeri 1 Mojolaban. Sebelum tindakan/prasiklus, prestasi belajar siswa yang mencapai KKM 18 siswa atau 58,0%, pada siklus I, 24 siawa atau 77,4% dan pada siklus II, 27 siswa atau 87,9%. Nilai rata-rata kelas sebelum tindakan/prasiklus sebesar 65,03 setelah tindakan siklus I sebesar 75,90 dan setelah tindakan siklus II sebesar 84,13.

Lestari, Sri

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2019 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar prakarya melalui model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada siswa kelas VII G SMP Negeri 2 Sukoharjo semester I tahun pelajaran 2017/ 2018. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan di kelas VII G SMP Negeri2 Sukoharjo semester I tahun pelajaran 2017/ 2018 yang berjumah 32 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dan dokumentasi.Tahap-tahap analisis data dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Indikator keberhasilan adalah nilai rata-rata tes siswa sekurang-kurangnya 80,0 dan banyak siswa dengan nilai di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 70,0 mencapai ? 85%.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan prestasi belajar bahasa prakarya siswa kelas VII G SMP Negeri 2 Sukoharjo. Sebelum tindakan/ prasiklus, prestasi belajar siswa yang mencapai KKM 15 siswa atau 46,9%, pada siklus I, 23 siawa atau 71,9% dan pada siklus II, 30 siswa atau 93,75%. Nilai rata-rata kelas sebelum tindakan/prasiklus sebesar 68,5 setelah tindakan siklus I sebesar 71,9 dan setelah tindakan siklus II sebesar 82,1.

Hartanto, Sri

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2019 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar  IPA melalui model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas IX B SMP Negeri 2 Sukoharjo tahun pelajaran 2018/ 2019. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IX B SMP Negeri 2 Sukoharjo  tahun pelajaran 2018/ 2019  sebanyak 32 siswa sebagai subjek penerima tindakan, sedangkan untuk  subjek pelaku tindakan adalah guru IPA kelas IX B selaku guru, teman sejawat selaku subjek yang melakukan observasi proses pembelajaran, Kepala Sekolah selaku subjek sumber data. Metode pengumpulan data dilakukan melalui teknik tes, observasi dan dokumentasi. Penelitian Tindakan ini dilakukan dalam dua siklus, tiap-tiap siklus terdiri dari: perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar  IPA siswa kelas IX B SMP Negeri 2 Sukoharjo tahun pelajaran 2018/ 2019. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata prestasi belajar  IPA siswa juga mengalami peningkatan yaitu sebelum tindakan sebesar 65,78, pada siklus I sebesar 76,71 dan pada siklus II sebesar 86,68. Selain itu, presentase ketuntasan belajar siswa, yaitu sebelum tindakan sebesar 65,52%%, pada siklus I sebesar 71,87% dan pada siklus II sebesar 90,62%.

Susilowati, Anik Tri

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2019 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Meningkatkan sikap siswadalam pembelajaran IPS; dan 2) meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas VII G semester I SMP Negeri 3 Mojolaban tahun pelajaran 2016/2017 melalui penerapan metode Value Clarification Technique. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan di kelas VII G semester I SMP Negeri 3 Mojolaban tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2016/2017, selama 3 bulan. Model tindakan dalam penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan McTaggart dengan dua siklus tindakan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan tes. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model alur. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: 1) Melalui penerapan metode Value Clarification Technique dapat meningkatkan sikap siswa dalam pembelajaran IPS. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya skor sikap siswa pada setiap aspek pengamatan; dan 2) Melalui penerapan metode Value Clarification Technique dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas VII G semester I SMP Negeri 3 Mojolaban tahun pelajaran 2016/2017. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya nila irata-rata hasi lbelajar dan ketuntasan belajar siswa pada setiap siklus tindakan yang dilakukan. Nilai rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari sebesar 70.25 pada kondisi awal, meningkat menjadi sebesar 75.13 pada akhir tindakan Siklus I, kemudian meningkat menjadi sebesar 81.50 pada akhir tindakan Siklus II. Ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan dari sebesar 18 orang siswa (56.25%) pada kondisiawal, meningkat menjadi sebesar 25 orang siswa (78.13%) pada akhir tindakan Siklus I, kemudian meningkat menjadi sebesar 32 orang siswa (100.00%) pada akhir tindakan Siklus II.

Setyoko, Heru

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2019 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar siswa melalui model Discovery Learning pada pelajaran memperbaiki sistem bahan bakar Diesel. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Kegiatan penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pembelajaran Discovery, dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa.  Peningkatan ditunjukkan pada keaktifan dan hasil belajar siswa dalam memperbaiki system bahan bakar diesel. Keaktifan belajar siswa dari prasiklus ke siklus I, meningkat dari 56,25% menjadi 69,44%, dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 91.67%. Peningkatan lainnya terjadi pada hasil belajar aspek pengetahuan dari prasiklus meningkat dari nilai rata-rata sebesar 72,85 meningkat menjadi 77,54 pada siklus I dan menjadi 85.14 pada akhir siklus II.  Jumlah siswa yang tuntas pada prasiklus sebanyak 17 siswa meningkat pada siklus I menjadi 26 siswa, dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 36 siswa, dengan hasil belajar aspek pengetahuan prasiklus ke siklus II meningkat sebanyak 19 siswa. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan pembelajaran Discovery, dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar pada  mata pelajaran ”Memperbaiki sistem bahan bakar diesel” siswa SMK di Sragen.

Widodo, Soepri Tjahjono Moedji; Nita, Vio

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2019 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Fenomena bullying telah lama menjadi bagian dari dinamika sekolah. Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sepanjang tahun 2014, sangat miris melihat adanya 19 kasus bullying di sekolah. Jumlah ini berdasarkan pengaduan langsung melalui media dan melalui surat elektronik. Mulai dari ejekan hingga perlakuan kasar yang menyebabkan luka fisik (Syarifah, 2014). Jika perilaku bullying terjadi secara terus menerus maka sekolah akan menjadi tempat yang tidak aman bagi anak yang bersekolah, banyak siswa yang bolos sekolah karena ketidaknyamanan dengan teman temannya di sekolah. Usulan pendidikan kesehatan reproduksi diberikan melalui sekolah merupakan fenomena yang menarik. Sekolah sebagai tempat mempersiapkan anak-anak menjadi anggota masyarakat, kini juga dituntut memberikan pendidikan kesehatan reproduksi yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku (Tukiran, 2010). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan reproduksi dalam pencegahan bullying di Sekolah Dasar, Metode Penelitian yang digunakan adalah quasi experiment  dengan populasi siswa kelas V SD Muhammadiyah Macanan, Ngemplak, Sleman.  Sampel diambil  quota sampling Data dianalisis univariat untuk melihat karakteristik responden dan masing-masing variabel. Untuk melihat pengaruh  pendidikan kesehatan reproduksi digunakan  analisis paired t-test. Hasil yang didapat bahwa perilaku rata-rata mean sebelum pendidikan (pretest) sebesar 34,33 dan sesudah sesudah (posttest)  24,41. Nilai p: 0,000 atau < 0,05 sehingga perbedaan ini dikatakan signifikan (efektif). Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh efektif pendidikan kesehatan reproduksi terhadap perilaku bullying.

AnitaTrisiana, Yohanes Sudarmodjo, Sugiaryo &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh media sosial dan motivasi belajarterhadap prestasi belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan siswa kelas VII SMP Negeri1 Gatak Sukoharjo 2017/2018.Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Gatak Sukoharjo. Subjek dalam penelitian iniadalah siswa kelas VII berjumlah 74, kelas kontrol berjumlah 31 siswa dan kelas eksperimenberjumlah 41 siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif yaitu mendeskripsikandata yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksudmembuat kesimpulan yangberlaku untuk umum atau generalisasi. Metode penelitian eksperimen yaitu digunakan untukmencari pengaruhperlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan.Berdasarkan hasil uji-t independent sample t test media sosial, motivasi belajar, dan prestasibelajar ada perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol yang artinyakeduanya memiliki media sosial yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian tersebut media sosial,motivasi belajar, dan prestasi belajar untuk kelas kontrol dan kelas eksperimenkeduanya yangberbeda. Kelas kontrol untuk hasil media sosial, motivasi belajar, dan prestasi belajar lebih tinggidibandingkan kelas eksperimen.Kata Kunci : Media Sosial, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar

Siti Supeni, Tri Budiarsih &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan model Think-Pair-Share(TPS) dalam pembelajaran PPKn materi hubungan struktural dan fungsional pemerintah pusatdan daerah pada siswa kelas X IPS 1 di SMA Negeri 6 Surakarta tahun ajaran 2017 / 2018.Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui metode Think-Pair-Share(TPS) dalam pembelajaran PPKn materi hubungan struktural dan fungsional pemerintah pusatdan daerah pada siswa kelas X IPS 1 di SMA Negeri 6 Surakarta tahun ajaran 2017 / 2018.Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 6 Surakarta. Subjek dalam penelitian iniadalah siswa kelas X IPS 1 yang berjumlah 26 siswa. Penelitian ini adalah PenelitianTindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapyaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, refleksi. Teknik analisis data yangdigunakan adalah deskriptif kritis komparatif. Teknik pengumpulan data yang digunakanyaitu observasi, angket, tes, wawancara dan dokumentasi.Berdasarkan hasil tindakan siklus I diperoleh ketuntasan belajar sebesar 100% dengannilai rata-rata 84,538 dan hasil tindakan siklus II diperoleh ketuntasan belajar sebesar 100%dengan nilai rata-rata 93,5. Berdasarkan penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwapenerapan metode pembelajaran Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan kemampuanberfikir kritis siswa mata pelajaran PPKn materi hubungan struktural dan fungsionalpemerintah pusat dan daerah pada siswa kelas X IPS 1.Kata kunci : Berpikir Kritis, Metode Think Pair Share (TPS).

Siti Supeni, Venny Andreany Sidauruk &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru PPKndalam melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi Pembelajaran PPKn terhadappembentukan karakter disiplin siswa. Lokasi penelitian adalah di SMA Negeri 6Surakarta.Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatankuantitatif dengan rancangan penelitian yang bersifat deskriptif assosiatif.Populasipenelitian siswa Kelas X SMA Negeri 6 Tahun Pelajaran 2017-2018 sebanyak 136siswa dan keseluruhannya digunakan sebagai sampel dengan teknik sensus. Teknikpengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, observasi dan studi pustaka.Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa peran guru PPKn dalam melakukan perencanaan pembelajaranberpengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan karakter disiplin siswadengan nilai t hitung 3,148 dan p value 0,002 < 0,05. Peran guru PPKn dalammelakukan pengelolaan pembelajaran berpengaruh positif dan signifikan terhadappembentukan karakter disiplin siswa dengan nilai t hitung 2,561 dan p value 0,012 <0,05. Peran guru PPKn dalam melakukan evaluasi pembelajaran berpengaruh positif dansignifikan terhadap pembentukan karakter disiplin siswa dengan nilai t hitung 3,120 danp value 0,002 < 0,05. Peran guru PPKn dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan danevaluasi Pembelajaran PPKn berpengaruh terhadap pembentukan karakter disiplin siswasebesar 32,3% sedang sisanya sebesar 67,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar modelpenelitian.Kata kunci : Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi Pembelajaran dan KarakterKedisiplinan

Jumanto, Anggit Grahito Wicaksono &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Program pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi sarana guru untuk mendapatkan informasi dantambahan pengetahuan tentang penyusunan soal tes. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah (1) guru memiliki kompetensi yang mumpuni dalam penyusunan soal tes kurikulum KTSP; (2) meningkatnya kualitas soal tes yang dibuat guru; dan (3) meningkatnya hasil belajar siswa karena soal tes yang mudah dipahami dan dikerjakan oleh siswa. Tempat pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di SD Djama’atul Ichwan Program Utama Surakarta. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukan mulai tahap survei, perijinan, dan pemberian motivasi bagi guru yang akan mengikuti pelatihan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahap sosialisasi dan audiensi, tahap pelaksanaan, serta tahap evaluasi akhir. Target luaran yang dihasilkan adalah 11 guru dari 15 guru yang mengikuti pelatihan ini mampu menyusun Perangkat soal tes kurikulum KTSP sesuai dengan materi yang diampu guru serta mampu mengimplementasikan dalam pembelajaran di kelas. Luaran yang dihasilkan berupa Perangkat soal tes kurikulum KTSP sesuai dengan materi yang diampu guru serta implementasinya dalam pembelajaran di kelas, serta publikasi artikel pengabdian dalam jurnal ilmiah. Berdasarkan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan, guru menjadi lebih memahami dan mengerti tentang kriteria-kriteria penyusunan soal tes kurikulum KTSP yang berkualitas dan baik. Guru menjadi lebih terampil dalam membuat kisi-kisi soal tes dan soal tes kurikulum KTSP sesuai dengan kaidah penyusunan soal tes ujian tengah semester maupun ujian akhir semester.Kata Kunci: Penyusunan Soal Tes, Evaluasi Pembelajaran, Kurikulum KTSP

Sumardiono, Lusiana Dewi Kusumayati &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian ini dilaksanakan berdasarkan kebutuhan para guru di TK Negeri Gemolong akan variasi metode pembelajaran yang diterapkan oleh para guru TK Negeri Gemolong. TK Negeri Gemolong terus melakukan pengembangan baik fasilitas maupun SDM. Salah satu upaya yang dilakukan pihak sekolah yaitu menjalin kerjasama dengan tim pengabdian Program Studi Bahasa Inggris UNISRI untuk mengadakan workshop tentang metode pembelajaran. Metode pembelajaran merupakan salah satu kunci keberhasilan proses pembelajaran. Metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak-anak dan secara bervariasi diimplementasikan di kelas membuat anak-anak belajar tanpa beban dan tidak mudah bosan. Metode pelaksanan pengabdian dilakukan dengan cara ceramah dan praktek latihan menggunakan metode Whole Brain Teaching dengan rekan sejawat. Tim pengabdian UNISRI memberikan teori dalam bentuk ceramah, memberi contoh penerapan Whole Brain Teaching di kelas, kemudian para guru diminta menirukan dan mempraktekkan penerapan metode tersebut. Hasil dari pengabdian ini diharapkan bahwa kesadaran akan pentingnya penggunaan metode yang tepat dapat meningkat. Para guru dapat menggunakan metode Whole Brain Teaching sebagai salah satu metode alternatif yang dapat diterapkan dikelas.Kata Kunci: Metode Pembelajaran, Whole Brain Teaching, Taman Kanak-Kanak

Ani Restuningsih, Mukhlis Mustofa &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Proses Pembelajaran pada jenjang Sekolah Dasar (SD) teramat krusial dalam pengembangan kecerdasan siswa sekaligus merupakan tonggak awal pembentukan karakter siswa. Pengembangan sikap, kemampuan, dan keterampilan dasar yang diperlukan siswa untuk hidup di masyarakat tersaji selama berlangsungnya proses pembelajaran. Tuntutan pemahaman materi pembelajaran lebih komprehensif dan bermakna bagi kehidupan siswa dimasa mendatang merupakan keniscayaan. Keberadaan Ilmu Pengetahuan Sosial sebagai (IPS) sebagai salah satu mata pelajaran yang disajikan pada jenjang SD memiliki peran mulia penyiapan generasi mendatang menghadapi beragam ujian. Tujuan yang hendak dicapai dari pengabdian ini adalah: (1). Memberikan informasi kepada peserta agar mendapat tambahan wawasan ilmu pengetahuan tentang pembelajaran berbasis spasial (2) Memberikan teknik pelatihan kepada peserta agar dapat membuat draft pembelajaran berbasis spasial (3)Memberikan rancangan lembar kerja siswa berbasis spasial Pembelajaran Berbasis Spasial terdiri atas tujuh langkah. Ketujuh langkah tersebut adalah peyampaian tujuan pembelajaran, observasi, komunikasi dan konfir-masi, elaborasi dan integrasi, diskusi, kesimpulan, dan refleksi dan tindak lanjut. kesimpulan sebagai berikut: (1) Sosialisasi Program Pembelajaran Spasial dapat menigkatkan sikap peduli lingkungan dan sikap ilmiah siswa sekolah dasar.(2) Sosialisasi Pembelajaran berbasis spasial meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang perangkat pembelajaran berorientasi melek spasial. (3) Guru-guru dan pihak sekolah sudah melaksanakan pembelajaran berbasis spasial dengan melakukan integrasi dengan mata pelajaran yang lain denggan menggunakan media pembelajaran berbasis spasial. (4) Luaran yang dihasilkan yaitu RPP berorientasi pembelajaran berbasis spasial, dan implementasi program sekolah berbudaya spasial.Kata kunci: Pembelajaran IPS, Pembelajaran Spasial

Hidayat, Tauhid

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui implementasi Metode Komunikasi Verbal dan Non Verbal untuk meningkatkan Motivasi Berprestai dan Hasil Belajar TPQ Tentang Terjemah Surat An nas pada Siswa kelas 1 semester I SD Muhammadiyah 2 Denpasar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 1 sebanyak 32 orang. Data yang dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif untuk menunjukan rata–rata skor motivasi berprestasi, hasil belajar, dan kriteria ketuntasan yang digambarkan dalam bentuk grafik poligon. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, dari hasil observasi tentang motivasi belajar sebelum penelitian hanya 60% pada siklus I menjadi 91% sedangkan Prestasi belajar dari post test mulai nilai 61,3 naik menjadi 69,1 ( siklus-I ) kemudian naik lagi menjadi 80,9 pada siklus – II sedangkan ketercapaian ketuntasan belajar dari 40,6% menjadi 65,6% dan pada Siklus-II menjadi 90,6%, dapat disimpulkan bahwa Metode Komunikasi Verbal dan Non Verbal dapat diterapkan untuk meningkatkan motivasi berprestasi dan Hasil belajar, disamping itu untuk menciptakan suasana yang menyenangkan.  sehingga secara bertahap prestasi Tahfidz juz 30 peserta didik dapat meningkat.

Siti Supeni, Dewi Anggraini &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2018 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara civic knowledge dalamPendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dengan kesadaran hukum berlalu lintaspada siswa kelas X SMA Muhammadiyah 2 Gemolong Tahun Pelajaran 2016/2017.Populasi yang diteliti dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas X SMAMuhammadiyah 2 Gemolong Tahun Pelajaran 2016/2017, yang berjumlah 120 siswa,terdiri atas 5 kelas yaitu kelas X A sampai kelas X E. Sampel sebanyak 25% dari jumlahpopulasi 120 yaitu 30 siswa dengan teknik Sample Random Sampling dan SamplingKuota. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi dan dokumentasi.Instrumen penelitian yang digunakan dianalisis menggunakan uji validitas danreliabilitas. Teknik analisis data Korelasi Product Moment.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui nilai r hitung sebesar0,824, kemudian dikonsultasikan dengan N = 30, yang menunjukkan ttabel pada tarafsignifikansi 5% = 0,361 dan taraf signifikansi 1% = 0,463. Nilai rhitung lebih besardaripada rtabel, atas dasar taraf signifikansi 5% maupun 1% atau (0,361 < 0,824 >0,463). Sehubungan dengan hal tersebut, maka hipotesis yang diajukan yaitu: ”Adakorelasi yang kuat antara civic knowledge dalam Pendidikan Pancasila danKewarganegaraan dengan kesadaran hukum berlalu lintas pada siswa kelas X SMAMuhammadiyah 2 Gemolong Tahun Pelajaran 2016/2017”, terbukti kebenarannya.Kata kunci : Civic Knowledge, danKesadaran Hukum Berlalu Lintas.

Sugiaryo, Wahyu Rama Dhiana &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2018 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan kedisiplinansiswa dan pembelajaran pendidikan karakter dengan perilaku menyimpang pada siswakelas XI MAN 1 Surakarta . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XIMAN 1 Surakarta. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 siswa dengan teknikpengambilan sampel menggunakan Random Sampling yaitu sampel random sampling ataucara pengambilan sampel secara undian dimana semua individu dalam populasi baik secarasendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih sebagaianggota sampel. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metodeangket. Metode angket digunakan untuk mengumpulkan data mengenai hubungankedisiplinan siswa dan pembelajaran pendidikan karakter dengan perilaku menyimpangsiswa. Uji coba instrument menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas dengan rumusProduct moment dinyatakan valid untuk angket tentang kedisiplinan siswa (X1),pembelajaran pendidikan karakter (X2) dan perilaku menyimpang (Y). Teknik analisis datamenggunakan korelasi product moment.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: ada Hubungan kedisiplinan siswa danpembelajaran pendidikan karakter dengan perilaku menyimpang pada siswa kelas XI MAN1 Surakarta tahun 2017/ 2018, dibuktikan dengan nilai F hitung yaitu F = 16,689 > F tabel5% = 3,354.Kata kunci: Kedisiplinan, Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Perilaku Menyimpang

Sugiaryo, Sigit Sugeng Riyadi &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2018 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah 1). Untuk mengetahui pengembangan model literasiuntuk peningkatan Civic Virtue pada siswa SMAN 6 Surakarta tahun ajaran 2017/2018.2). Untuk mengetahui pemanfaatan media sosial pada siswa SMAN 6 Surakarta tahunajaran 2017/2018. 3). Untuk mengetahui pengembangan model literasi melaluipemanfaatan media sosial untuk meningkatkan civic virtuepada siswa SMAN 6Surakarta tahun ajaran 2017/2018. SMA N 6 Surakarta terletak di jalan Mr. SartonoNo.30 Surakarta, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta dengankode pos 57135.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif yaituWakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum, Guru PPKn dan siswa SMAN 6Surakartasebagaisubjek. Sedangkan data yang di kumpulkan dalam penelitiam iniadalah data primer dan data sekunder tentang pengembangan model literasi melaluipemanfaatan media sosial guna meningkatkan civic virtue siswa di SMAN 6 Surakarta.Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Untukteknik analisis data dengan menetapkan informasi kunci yang merupakan informan yangdipercaya dapat membuka informasi kepada peneliti dalam berwawancara. Setelah itu,perhatian peneliti pada objek penelitian dan memulai membuat instrumen wawancaradeskripsi, jadi proses penelitian ini berangkat dari luas kemudian memfokuskan, dankemudian meluas lagi sehingga kemudian dapat di ambil kesimpulan dari narasumberyang disajikan dengan bentuk narasi. Sebelum melakukan wawancara, penelitimelakukan observasi pada kelas 11 MIPA SMAN 6 Surakarta.Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Pengembangan model literasi terintegrasimelalui rencana pelaksanaan pembelajaran yang di sisipkan dalam setiap pembelajaran.2) pemanfaatan media sosial sebagai media pembelajaran PPKn memberi dampakpositif dan dampak negatif. 3) dengan pembiasaan berliterasi dalam pembelajaran yangmemanfaatan media sosial dapat meningkatkan civic virtue siswa sehingga menjadikansiswa berperilaku baik di sekolah maupun di masyarakat.Kata Kunci : Pengembangan Model Literasi, Media Sosial, CivicVirtue.

Tafonao, Talizaro

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2018 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Perkembangan teknologi yang semakin canggih menjadi sarana penting untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih efektif dan efesien. Namun di balik itu menjadi tuntutan besar bagi para dosen/guru untuk mengembangkan kemampuan dalam menguasai teknologi dan media pembelajaran. Peranan media pembelajaran dalam proses belajar dan mengajar sangat penting dilaksanakan oleh para pendidik saat ini, karena peranan media pembelajaran dapat digunakan untuk menyalurkan pesan pengirim kepada penerima dan melalui media pembelajaran juga dapat membantu peserta didik untuk menjelaskan sesuatu yang disampaikan oleh pendidik. Oleh karena itu, dosen/guru dituntut untuk menggunakan media di dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, melalui media pembelajaran dapat membuat proses belajar mengajar lebihefektif dan efesien serta terjalin hubungan baik antara guru dengan peserta didik. Selain itu, media dapat berperan untuk mengatasi kebosanan dalam belajar di kelas. Jadi media pembelajaran adalah salah satu metode dalam mengatasi segala macam persoalan dalam mengajar, bukan saja mengatasi persoalan, namun media pemberi pembelajaran memberi berbagai informasi yang koprehensip kepada peserata didik. Kata-kata kunci: media pembelajaran, minat belajar mahasiswa

Saputri, Yuliana Endah; Ismail, Ismail; Mulyani, Sri

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2018 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dalam mata pelajaran simulasi digital melalui edmodo pada siswa kelas X SMK Tamansiswa Sukoharjo tahun ajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kegiatan ini dilakukan selama dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Tamansiswa Sukoharjo dengan jumlah 23 siswa. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah ketuntasan belajar siswa sebesar >70%. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan motivasi belajar Simulasi Digital pada siswa kelas X SMK Tamansiswa. Kondisi awal prosentase ketuntasan hanya sebesar 34%. Setelah dilakukan siklus I (satu) diperoleh hasil peningkatan motivasi belajar simulasi digital sebesar 57,6 % dan pada siklus II diperoleh hasil prosentase sebesar 90,65%. Peningkatan ini tentu dikarenakan adanya perbaikan-perbaikan selama proses pembelajaran oleh guru dan kolaborator selama pelaksanaan setiap siklus. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan edmodo secara tepat dapat meningkatkan motivasi belajar dalam mata pelajaran Simulasi Digital pada siswa kelas X SMK Tamansiswa.                                                                                                                                                           Kata-kata kunci: Motivasi Belajar, Simulasi Digital, Edmodo

Nurhasanah, Siti Khoriah

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2018 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar korespondensi melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualization (TAI) siswa Kelas X OTKP 3 SMK Negeri 1 Sragen semester gasal tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini berbentuk penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X OTKP 3 SMK Negeri 1 Sragen yang berjumlah 36 orang. Hasil penelitian yang telah dilakukan adalah ada peningkatan prestasi belajar korespondensi siswa dari 21 siswa (58%) yang tuntas pada pra siklus menjadi 27 siswa (75%) yang tuntas pada siklus I dan meningkat menjadi 35 siswa (97%) yang mencapai batas ketuntasan belajar. Nilai rata-rata prestasi belajar Korespondensi meningkat dari 69,58 pada pra siklus menjadi 75,69 (meningkat 9%) pada siklus I dan menjadi 82,64 (meningkat 19%) pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan  bahwa terjadi peningkatan prestasi belajar Korespondensi siswa kelas X OTKP 3 SMK Negeri 1 Sragen melalui penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI). Kata kunci: Team Assisted Individualization,  Prestasi belajar.

Ardianto, Ade Arif; Ismail, Ismail; Mulyani, Sri

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2018 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah melalui Media Visual dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 01 Karangmojo Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) , setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 01 Karngmojo Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo dengan jumlah murid 31 siswa. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi dan tes evaluasi. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah rata – rata nilai hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa ? 80 dengan kriteria keberhasilannya yaitu 70%. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif kuantitatif, dan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan hasil belajar Pendidikan Agama Islam. Kondisi awal prosentase ketuntasan sebesar 25,8%, pada siklus I prosentase ketuntasan siswa 51,6%, dan pada siklus II prosentase ketuntasan siswa 83,86%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa aktifitas dapat diciptakan dengan melaksanakan Pembelajaran dengan Media Visual yang optimal dan dapat meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa kelas V Sekolah Dasar.Kata kunci : Media Visual Cetak, Prestasi Belajar, Pendidikan Agama Islam.