Publication Search

73,128 articles from 694 journals · 2,111 citations tracked

Showing 35921-35940 of 36,284

Analytics

Kiswari, Indri Duwi

DINAMIKA HUKUM 2019 Universitas Stikubank

Pencemaran lingkungan hidup tidak hanya berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat yang ada sekarang namun juga akan mengancam kelangsungan hidupnya kelak. Timbulnya pencemaran dan/atau perusakan lingkungan dapat berkembang menjadi sengketa lingkungan, apabila salah satu pihak penderita atau korban merasa dirugikan karena adanya pencemaran dan atau perusakan lingkungan.Penjelasan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2011 sudah memuat kriteria ganti rugi bagi korban dampak lingkungan, namun pelaksanaannya belum dilakukan sesuai dengan peraturan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskankriteria ganti rugi terhadap korban akibat pencemaran lingkungan hidup, kelayakan ganti rugi yang diberikan kepada korban akibat pencemaran lingkungan hidup dan hambatan dalam pemberian ganti rugi yang layak terhadap korban akibat pencemaran lingkungan hidup. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis.Spesifikasi penelitian ini adalah deskriptif analitis yaitu menggambarkan peraturan perundang – undangan yang berlaku dikaitkan dengan teori – teori hukum dan praktek pelaksanaan hukum yang menyangkut permasalahan tersebut.Metode analisis data menggunakan cara deskriptif kualitatif Kriteria ganti rugi untuk korban akibat pencemaran lingkungan hidup pengaturannya didasarkan pada perubahan nilai property sebelum dan sesudah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan, metode penghitungan aset masyarakat, penghitungan biaya tambahan dan biaya pencegahan, hilangnya pendapatan, adanya perubahan aktifitas dan pendapatan akibat adanya pencemaran dan atau kerusakan lingkungan dan biaya sakit. Ganti rugi dianggap layak jikapencemar selain membayar ganti rugi yang disepakati juga wajib memasukkan biaya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup dalam perhitungan biaya produksi atau biaya suatu usaha dan/atau kegiatan).Hambatan yang muncul dalam pemberian ganti rugi yang layak terhadap korban akibat pencemaran lingkungan hidup antara lain adalah minimnya sumber daya manusia yang ada sesuai bidang seperti ahli dalam penghitungan ganti rugi lingkungan. Selain itu masyarakat lebih senang menyelesaikan sendiri dengan pihak pencemar dan enggannya DLH dalam menentukan aspek ganti rugi seperti dalam peraturan menteri lingkungan hidup mengenai ganti rugi

Megawati, Wenny

DINAMIKA HUKUM 2019 Universitas Stikubank

Banyak pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat khususnya para pelaku usaha yang menimbulkan kerugian bagi masyarakat dalam bidang ukur, takar, timbang dan perlengkapannya. Tindak pidana Metrologi Legal sangat banyak dilakukan oleh para pelaku usaha disekita kita, mungkin para masyarakat tidak menyadarinya. Hal ini dikarenakan banyak dari masyarakat kurang teliti dalam membeli suatu barang. Hal mendasar yang menyebabkan sulitnya memberantas metrologi legal adalah karena metrologi legal merupakan perbuatan yang jarang disadari oleh masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu adanya kebijakan hukum pidana yang tegas mengatur dan menegakkan hukum terhadap tindak pidana metrologi legal perlu diwujudkan. Metode yang digunakan oleh penulis dalam membuat tesis ini adalah metode pendekatan yuridis normatif, yaitu dengan cara melalukan studi kepustakaan dengan cara pengamatan kepustakaan, data sekunder yang kemudian disusun, dijelaskan dan dianalisis dengan memberikan kesimpulan. Menurut hasil penelitian penulis, Kebijakan hukum pidana yang diterapkan dalam rangka penanggulangan tindak pidana metrologi legal diatur dan dirumuskan dalam ketentuan perundang-undangan Pasal 32 Undang-Undang Nomor 2 tahun 1981, namun mengenai ancaman pidana yang dikenakan adalah pidana pokok, yakni pidana penjara dan denda, pidana tambahan berupa perampasan hasil kejahatan dan atau alat-alat untuk melakukan kejahata, ganti rugi serta sanksi tata tertib. Kebijakan hukum tindak pidana metrologi legal dan penerapan sanksinya dirasakan tidak memenuhi aspek kepastian dan keadilan. Hal ini terlihat masih banyaknya kasus-kasus yang terjadi mengenai perbuatan curang yang dilakukan oleh pelaku usaha.Dalam prakteknya proses penegakan hukum terhadap tindak pidana metrologi legal sangat lemah. Salah satu faktor lemahnya penegakan hukum terhadap tindak pidana metrologI legal ditandai dengan penanganannya yang tidak integral (menyeluruh). Selain itu banyak faktor yang menyebabkan lemahnya penegakan hukum terhadap tindak pidana metrologi legal sehingga hal tersebut menjadi kendala dalam penegakkan hukum.

Setiawan, Anton; Wibisono, Setyawan

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Untuk mendapatkan suatu informasi tentang bagaimana mendiagnosa penyakit dan hama pada tanaman mangga secara digital maka dibutuhkan suatu aplikasi dalam bentuk sistem pakar yang dapat mewakili seorang pakar yang ahli di bidangnya untuk memberikan solusi terhadap permasalahan tanaman mangga. Case Based Reasoning untuk mendiagnosa penyakit dan hama tanaman mangga menggunakan algoritma similaritas Sorgenfrei adalah sebuah sistem pakar yang dapat sebagai alat bantu untuk melakukan konsultasi tentang penyakit dan hama tanaman mangga. Untuk mengimplementasikan Case Based Reasoning diperlukan empat tahapan proses yaitu retrieve, reuse, revise, dan retain. Sistem yang telah memberikan hasil dari perhitungan dengan nilai paling tinggi yang akan dijadikan solusi penyakit dan hama tanaman mangga. Pada proses revise, sistem akan meninjau kembali hasil perhitungan penyakit tanaman mangga. Jika hasil tersebut kurang atau sama dengan 20 persen, maka sistem tidak akan memberikan solusi penyakit tanaman mangga, dikarenakan informasi berupa penyakit yang tidak memenuhi syarat akan masuk ke dalam tabel revise yang selanjutnya akan diperbaiki kembali oleh pakar untuk menemukan solusi yang tepat. Setelah proses revise selesai dan sudah ditemukan solusi yang benar-benar tepat barulah pakar mulai menambah aturan dengan memasukan data kasus baru yang sudah ditemukan solusinya proses inilah yang dinamakan dengan proses retain.

Nurraharjo, Eddy; Budiarso, Zuly

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Gyroscope merupakan salah satu fitur yang dimiliki oleh modul GY-521, disamping kemampuan accelerometernya. Fokus pengamatan pada penelitian ini adalah upaya untuk membuat konsep antarmuka terhadap gyroscope-accelerometer dengan mengintegrasikannya bersamaan dengan modul Arduino UNO R3. Arduino menjadi inti dalam pemrosesan sinyal yang dihasilkan dari modul GY-521, dan diolah dengan formulasi sederhana menggunakan konsep segitiga siku-siku, unutk kemudian dihailkan data keluaran dengan simulasi menggunakan motor servo, sebagai indikasi pitch dan roll. Hasil penelitian ini adalah model komunikasi interaksi hasil perancangan antarmuka sistem yang diamati, dan mampu memberikan hasil pendekatan terhadap perubahan sudut dan respon motor servo terkendali dengan formulasi segitiga siku-siku dan batasan sudut 90 derajat sudut gerakan. Simulasi diberikan pada range sudut sebesar -90 hingga +90 derajat. Library yang terlibat dalah Wire.h, SPI.h dan Servo.h yang diperoleh dari internet.

Devie, Erviana; Winarno, Edy

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Aplikasi Location Based Service (LBS) banyak dikembangkan karena mempunyai kemanfaatan yang sangat penting untuk berbagai hal, tak terkecuali untuk informasi kuliner. Dalam penelitian ini dibuat sebuah aplikasi kuliner dengan menggunakan metode location based service untuk mendapatkan suatu titik lokasi pada aplikasi, aplikasi yang dirancang untuk mempermudah pengguna mengunjungi berbagai macam kuliner saat berkunjung ke yogyakarta dengan menampilkan estimasi jarak dari posisi awal penggguna ke tempat tujuan.  Penelitian ini memanfaatkan global positioning system pada perangkat android. Pada perancangan ini digunakan rumus haversine untuk menghitung jarak tempuh pengguna dari posisi awal menuju lokasi tujuan secara manual. Hasil dari pengujian yang dilakukan pada salah satu data menunjukan selisih dari jarak tempuh sebanyak ±40km.

Cahyono, Taufiq Dwi; Hadikurniawati, Wiwien

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Penelitian ini mengusulkan model waterfall yang digunakan dalam pembuatan sistem pendukung keputusan multi attribute dengan menggunakan metode Analytic Network Process (ANP). Model ini menyediakan kebutuhan pengguna dan kebutuhan perangkat lunak yang meliputi penganalisaan domain informasi, tingkah laku (behaviour), unjuk kerja (function) dan antarmuka. Penggunaan metode waterfall dapat menghasilkan perangkat lunak yang reliable dan bekerja secara efisien. Dari metode waterfall yang diusulkan dapat menghasilkan sebuah analisis kebutuhan atau persyaratan untuk menentukan atau memberikan gambaran umum bagi pengguna agar dapat membantu atau mendukung pencapaian sasaran pembuatan sistem yang meliputi kebutuhan data dan informasi, kebutuhan proses dan fungsi dan kebutuhan antarmuka atau interface.

Budiarso, Zuly; Nurraharjo, Eddy

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Perkembangan teknologi sistem dari sistem analog menjadi sistem digital merupakan salah satu hal yang menjadi awal berkembangnya sistem kendali didgital. Dengan berubahnya sistem kendali analog menjadi sistem kendali digital maka jenis perangkat yang digunakan untuk mengimplementasikan sistem kendali juga berbahjuga berubah. Mikrokontroler adalah salah perangkat yang berfungsi sebagai perangkat utama dalam sistem kendali digital. Dengan mikrokontroler perancangan sistem kendali dapat dilakukan lebih efisien. Kemampuan mikrokontroler dalam sistem kendali dilengkapi dengan berbagai fitur penunjang, diantaranya prosessor, memory, A/D converter, analog/digital input/output dan beberapa kemampuan lain untuk mengolah data digital maupun analog. Seiring dengan perkembangan teknologi di bidang komputer, perangkat sistem kendali juga semakin berkembang dari mikrokokontroler beralih ke komputer. Hal ini disebabkan kebutuhan perangkat yang dapat mendukung fungsi sistem kendali itu sendiri. Sistem kendali dituntut untuk dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang cukup rumit. Untuk dapat memenuhi kebutuhan sesuai dengan tuntutan keadaan maka personal komputer merupakan perangkat alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti mikrokontroler. Raspberry Pi yang yang merpakan sebuah mini komputer Single Board Circuit merupakan pilihan yang dapat dilakukan auntuk menyelesaikan masalah sistem kendali. Secara umum spesifikasi teknis raspberry pi dapat mendukung sebuah sistem kendali dengan tingkat kesulitan tinggi. Fitur-fitur yang ada pada raspberry pi seperti memori, prosesor sudah dapat menyelesaikan masalah sistem kontrol. Perangkat I/O seperti USB, HDMI, dan kebutuhan daya yang kecil merupakan kelebihan dari raspberry. Selain itu raspberry juga dilengkapi dengan perangkat untuk komunikasis, yaitu Bluetooth dan wifi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa raspberry merupakan mini komputer yang dapat digunakan dalam sistem kendali. Dengan menggunakan sebuah program, raspberry dapat digunakan untuk mengendalikan perangkat listrik seperti mematikan dan menghidupkan lampu dari jarak jauh, membuka dan menutup pintu, mengendalikan kamera dan berbagai macam peralatan listrik. Adanya bluetooth dan wifi memungkinkan raspberry dapat dioperasikan dari jarak jauh melalui jaringan internet atau jaringan komputer lokal. Selain menggunakan perangkat nirkabel, raspbery juga dilengkapi dengan LAN Card. Sehingga untuk kemunikasi dengan raspbery dapat dilakukan melalui jaringan lokal. Dengan menggabungkan beberapa raspbery dalam sebuah jaringan lokal (LAN) terbentuklah sistem kendali berbasis jaringan komputer.

Salam, Abu; Zeniarja, Junta; Wicaksono, Wibowo; Kharisma, Lutfi

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Analisis keranjang pasar merupakan study tentang proses analisis untuk mencari sebuah aturan asosiasi dalam mencermati pola-pola pembelian konsumen pada setiap transaksi penjualan, pola-pola pembelian yang sudah di dapat dari pencarian dataset kemudian dapat digunakan untuk merencakan strategi penjualan seperti harga diskon jika membeli barang A dan B atau menunjukan tata letak pada barang yang ditemukan pada proses pencarian pola asosiasi yang menghasilkan aturan asosiasi, pola asosiasi sendiri memiliki beberapa metode untuk mencari aturan asosiasi dan yang sering dipakai dalam pencarian aturan asosiasi adalah Apriori dan FP-Growth dimana kedua metode ini menghasilkan aturan asosiasi dengan tingkat lift ratio yang tinggi dimana jika lift ratio bernilai >1 sudah dinyatakan valid sehingga semakin besar tingkat lift ratio pada aturan asosiasi yang ditemukan maka akan semakin kuat aturan asosiasi tersebut, pada penelitian ini penulis melakukan pencarian aturan asosiasi pada data penjualan epo store pada bulan November, Desember 2017 dan Januari 2018, dengan menggunakan dua metode pencarian asosiasi yaitu apriori dan FP-Growth untuk membandingkan metode mana yang lebih baik dalam pencarian aturan asosiasi serta untuk melakukan perencanaan penjualan berupa  tata letak dari metode yang memiliki tingkat lift ratio tertinggi.

Ni Putu Eka Febianingsih; NLP Suardini Yudhawati; Kmg Agus Jerry Widyanata; I Wayan Wardita; I Ketut Dira

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

New cases of Diabetes Mellitus (DM) in Bali Province from 2011 to 2013 were increased. Based on the report of Integrated Disease Surveillance or Surveilan Terpadu Penyakit (STP) from Puskesmas it is known that DM was ranked 3 out of the 10 highest diseases in health centers throughout the City of Denpasar. The purpose of this screening is to find out the prevalence of DM in Pemecutan Kaja Village, North Denpasar in 2015. Methods: Screening was carried out on 189 subjects aged ?15 in Pemecutan Kaja Village, North Denpasar on January 6 and 7, 2015. Screening was carried out by checking blood sugar levels while using Nesco Multicheck. The collected data is processed and presented descriptively about thecharacteristics of the sample and the proportion of DM based on the results of the examination. Results: The results showed that 6.4% of respondents suffering DM. Most of the subjects were women (58.3%). In this screening, there are 50% in the age group ?51 years, and most are only elementary school graduates (30%). Based on the type of work, most of the subjects are entrepreneurs/traders (50%). Based on the interview, there was none history of DM in the family. Conclusion: The proportion of DM in Pemecutan Kaja Village is 6.4% through examination of blood sugar levels while using Nesco Multi Check. The positive results of DM in this screening should be carried out further examination to confirm the diagnosis so that appropriate treatment can be carried out.

Rusviana, Zuni; Suliantoro, Adi

DINAMIKA HUKUM 2019 Universitas Stikubank

Internet development causes the formation of a new world, every individual has the right and ability to interact with everyone who can prevent him. Perfect globalization connects the entire digital community, one of which is a business sector called E-COMMERCE.E-COMMERCE has a difference from conventional sale and purchase agreements and brings different legal consequences and there are also some problems that are not yet commonly describedthis is a problem that is not immediately anticipated to cause problems in the future. Based on the description, the research is carried out with the title: “SALE AND PURCHASE AGREEMENT VIA INTERNET E-COMMERCE IN TERMS OF CIVIL LAW ASPECTS”.                The formulation of the problem in this study is: (1) What is the validity of the SELLING BUY agreement through the internet if it is involved with Article 1320 of the Civil Code? (2) What is the legal consequence if there is a default in the purchase agreement through the internet (E-COMMERCE)? (3) Solution if there is a default in buying transactions through the internet (E-COMMERCE)? The method used is a normative juridical approach. To approach the problem in this study the author uses descriptive analytical research specifications. Data collection uses secondary data. The method of presenting data in this study was carried out in a descriptive manner. The analysis used in this sketch is qualitative descriptive.             The results of the study indicate: (1) The validity of the agreement through the internet must have the same validity as the agreement that can be proven and in accordance with the provisions in Article 1320 BW. (2) The legal consequences of wanprestasi are compensation. the wanprestasi can be in the form of agreement fulfillment, contract fulfillment and compensation, ordinary compensation, cancellation of the agreement.(3) Solution if there is a wanprestasi in the sale and purchase agreement through: Litigation, Non Litigation, online site (kredibel.co.id, lapor.go.id, cek rekening.id), report directly to the police station and report to the bank.

Putri Kinasih, Tri Rejeki; Muzayanah, Muzayanah

DINAMIKA HUKUM 2019 Universitas Stikubank

In Semarang city suspected of many cosmetic products packaging or wrap that is circulating in the community did not provide information that is clear, both in terms of composition that does not mention the substance or the standards set by the health department, products with labels that have expired, as well as product information is misleading, particularly outstanding in the traditional markets. It is then the background for the author to take the title: "Overview of Consumer Protection Laws Against Illegal Import Chinese Cosmetic Products in Semarang".            Formulation The problem in this case is (1) How are monitoring has been done by the government (BBPOM) to consumer protection in the field of cosmetic products illegally imported Chinese in Semarang? How can these obstacles to the implementation of supervision BBPOM against illegal imports of Chinese cosmetic products in the protection of consumers in Semarang? How are the remedies that have been taken by the government BBPOM to consumer protection related to the circulation of illegal imports of Chinese cosmetics in the city of Semarang The method used in this research is the method of approach to examine the rules of the applicable law, whereas the specification of the research is analytic descriptive only portray the legislation in force linked and analyzed with the theories of jurisprudence and a keadaaanatau particular object in a factual and accurate, and the data obtained will be analyzed qualitatively. The results showed that (1) Efforts to control the government has done (BBPOM) to consumer protection in the field of cosmetic products illegally imported Chinese in the city, carried out with the cooperation and coordination across relevant sectors, among others, by the District Government / City (Department of Health / Department of Industry / Department of Commerce), the National Police, as well as the Association as well as the role of the community. (2) The form of the obstacles to the implementation of supervision BBPOM against cosmetic products illegal Chinese imports in the protection of consumers in the city of Semarang, among others, actors utilize means and legal products, the perpetrator repackaging its products, the lack of public attention, the number of products containing hazardous materials, (3) Efforts the completion of which the government has done BBPOM to consumer protection related to the circulation of cosmetic illegal imports of Chinese in Semarang city is done by sanctioning criminal and administrative sanctions, but it is done through counseling, talk shows, seminars and the distribution of stickers to be vigilant and clever in choosing and using cosmetics that will be

Suliantoro, Adi

DINAMIKA HUKUM 2019 Universitas Stikubank

Bantuan dana pada umumnya dapat diperoleh melalui lembaga keuangan, yaitu Bank. Bank akan memberikan dana tersebut berupa kredit dengan jaminan fidusia. Penyerahan jaminan fidusia tersebut dilaksanakan secara Constitutum Prossessorium, yang artinya, penyerahan ” hak milik ” dilakukan dengan janji, bahwa bendanya sendiri secara fisik tetap dikuasai oleh pemberi jaminan. Polemik yang terjadi pada masyarakat adalah saat proses kredit terjadi BPKB yang dijadikan jaminan fidusia dalam kredit tidak didaftarkan pada kantor pendaftaran fidusia sehingga tidak memiliki sertifikat jaminan fidusia. Jalan ini ditempuh guna mendapat proses pencairan kredit yang cepat atau alih-alih sudah menjadi pelanggan lama atau menjadi prioritas pada lembaga pembiayaan tersebut. Maka pada prakteknya dilapangan para penerima fidusia sering kali menemui kesulitan dalam hal eksekusi jaminan fidusia yang dipegangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinjauan hukum terhadap akta fidusia yang tidak didaftarkan, mengetahui eksekusi jaminan fidusia yang tidak didaftarkan yang dilakukan oleh kreditur jika debitur wanprestasi, dan mengetahui yang dialami debitur dan kreditur atas eksekusi yang dilakukan atas akta fidusia yang tidak didaftarkan dan akibat hukumnya. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normative. Spesifikasi penelitian dalam penulisan ini bersifat deskriptif analitis. Sumber data adalah data sekunder dan primer dari wawancara dengan tanya jawab secara langsung dengan pihak BPR Weleri Makmur Sampangan Semarang. Data yang diperoleh akan dianalisis secara normatif kualitatif. Akibat hukum apabila jaminan fidusia belum didaftarkan maka tidak akan didaftarkan di Kantor Pendaftaran Fidusia dan tidak mendapatkan sertifikat, sehingga tidak akan dianggap sah atau sering dikatakan sebagai akta di bawah tangan. Penyitaan tanpa adanya kesepakatan antara bank dan Debitor menjadi tidak sah karena penyitaan atas barang bergerak menurut Pasal 197 ayat (1) HIR adalah kewenangan ketua pengadilan negeri atas jabatan (ex officio) membuat perintah tertulis untuk menyita sekian banyak/seperlunya barang bergerak. Hambatan yang timbul akibat eksekusi yang dilakukan akibat fidusia yang tidak didaftarkan adalah objek jaminan fidusia yang tidak mau diserahkan oleh debitur kepada kreditur, debitur tidak mau menyerahkan objek jaminan fidusia dan menghalang-halangi pengambilan objek jaminan fidusia dan nilai objek jaminan fidusia berubah. Akibat kalau di eksekusi tanpa didaftarkan adalah dapat dikenakan sanksi pidana perampasan dan mendapat sanksi administratif yang diatur dalam Permenkeu Nomor 130/PMK.010/2012 tentang Pendaftaran Jaminan Fidusia bagi Perusahaan Pembiayaan yang melakukan pembiayaan konsumen untuk kendaraan bermotor dengan pembebanan jaminan fidusia.

I Gede Yudiana Putra; Ni Putu Eka Febianingsih

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

This study aims to determine the description of nutritional status in the elderly at Panti Wredha Wana Sraya Denpasar. The research method used was an observational description with a sample of 29 respondents. Data collection by interview and anthropometric measurement. The collected data was analyzed descriptively and presented in the form of frequency distribution regarding the nutritional status of the elderly. The results of data analysis showed that the majority of respondents were female (79%). Based on the age group, most of the elderly in the Advanced Old / Old (75-90 years) category were 58.6%. As many as 100% of elderly men have a normal abdominal circumference, while in women only 69.6%. The results of the Body Mask Indeks calculation showed that 55.2% of the elderly in the normal weight category. The shortage of weight in the heavy category is 10.3%, and the category of mild weight deficiency is 17.2%. The nutritional status of the elderly at Panti Wredha Wana Sraya Denpasar is mostly in the normal category, but there are still elderly who lack weight in the heavy category. It is expected that there will be continuous and consistent monitoring of elderly nutritional status at Panti Wredha Wana Sraya Denpasar so that the elderly nutritional status can be controlled.

Ni Made Sri Muryani

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background: Caregiver can discuss problems when treating patients, because there is a burden that must be borne by the caregiver both physically and emotionally. The burden that is happened during the treatment must be responded by a coping source both internally and externally. Coping resources can include family support, government support, and support from health workers.  Objective of The Study: Explores in depth the meaning of caregiver's burdens and expectations in caring for family members with mental disorders. Methods: Design of qualitative research with interpretative phenomenology approach. Based on the inclusion criteria and the data saturation, then there are 9 participants who are willing to follow this research process. Data collection strategies used in depth interview techniques with semi-structured interview guidelines. Researcher conducted the data analysis using Intepretative Phenomenological Analysis (IPA). Result: It is found four themes in this study, there are: 1) Caregiver bears the burden, 2) Feels the home situation like a hospital, 3) Requires a support from family, government, and health personnel, and 4) Sincere and surrender to accept the situation. Conclusion: The results of this study indicate that caregivers bear various burdens ranging from physical burden to psychological burden and to overcome the burden, it requires support from family, government, and health workers.

Novita Wulan Sari; Margiyati; Arya Adi Cahyono; Doni Eko Setiawan; Grenada Nabella Putri +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2019 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Hipertensi merupakan penyakit yang sering ditemukan pada lansia dengan umur di atas 60 tahun. Hipertensi terjadi dikarenakan kekakuan pada arteri hingga akhirnya tekanan darah cenderung tinggi. Populasi orang dewasa di dunia sekitar 25% terkena hipertensi  dan  akan  cenderung  meningkat  29% pada tahun  2025. Prevalensi hipertensi bahkan lebih tinggi di beberapa negara berkembang. Kurangnya kepedulian warga serta ketidakmauan lansia dalam memeriksakan tekanan   darahnya   membuat   sebagian   besar   lansia   tidak   menyadari   betapa pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara dini. Data pengkajian di RW XVIII Kelurahan Meteseh menunjukkan bahwa lansia di daerah tersebut kurang kesadaran dalam memeriksakan tekanan darahnya. Data laian menunjukkan bahwa beberapa lansia  di  wilayah  tersebut  masih  mengkonsumsi  makanan  tinggi  lemak,  asin, kurang aktivitas. Beberapa lansia juga mengalami obesitas serta stress. Intervensi keperawatan dilaksanakan untuk mengatasi masalah defisiensi kesehatan komunitas lansia di atas diantaranya melalui kegiatan “Kombinasi Self-Help Group (SHG) dan Self-Hypnosis dalam Perawatan Hipertensi pada Lansia” oleh Tim Pengabdian Masyarakat Akper Kesdam IV/Diponegoro.    

Dewi, Ni Luh Made Asri

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background: Prosocial behavior is one type of social-emotional development among preschoolers which can influence development at a later stage. Untreated social-emotional development can lead to aggressive, shy, timid, destructive behaviors, powerful behavior, violent behavior, negativism and selfishness. Objective to describe the prosocial behavior among preschoolers (5-6 years). Methods: This study used a descriptive design with a survey approach. The sampling technique used in this study was probability sampling: total sampling, namely 66 preschoolers (5-6 years old) at Maria Fatima Kindergarten, Jembrana, Bali. The data collection tool used here was a questionnaire in the form of a scale that was developed based on prosocial behavior indicators. Data analysis used univariate analysis in the form of categories. Results: The study results showed the characteristics of respondents namely male children of 48.5%, female children of 51.5%, five years old of 69.7%, six years old of 30.3%. The minimum score of prosocial behavior was 25 (low category) and the maximum score was 39 (moderate category). Conclusion: This study found that most of prosocial behavior of preschoolers (5-6 years old) was in the moderate category (74.2%). Further studies should be conducted regarding the factors that influence prosocial behavior.

Kodir, Kodir; Margiyati Margiyati

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2019 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Pola penyakit mengalami transisi epidemilogi yang awalnya didominasi oleh penyakit menular berubah menjadi penyakit tidak menular (PTM). WHO melaporkan tahun 2013 PTM merupakan penyebab utama kematian di dunia. Data dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah tahun 2017 juga menyebutkan 55,76 % PTM didominasi penyakit hipertensi, peringkat ke dua diduduki Diabetes Melitus sebesar 20,57% dan sisanya PTM lainnya. Tingginya kejadian PTM ini disebabkan oleh pola hidup masyarakat yang kurang sehat, sehingga pemerintah melaksanakan tindakan pengendalian PTM dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan  paradigma  sehat  melalui  GERMAS.     GERMAS  merupakan gerakan nasional yang mengedepankan upaya promotif dan preventif, dengan cara 1) Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, 2) Mengonsumsi buah dan sayur; dan 3) Memeriksakan kesehatan secara rutin. Deteksi dini PTM melalui pemeriksaan kesehatan rutin merupakan salah satu upaya pengendalian PTM yang perlu digencarkan  untuk  mencegah  timbulnya  penyakit  yang  lebih  lanjut  karena  tidak semua penyakit mempunyai gejala yang jelas dan baru diketahui setelah pemeriksaan kesehatan. Kurangnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan dan tempat pemeriksaan kesehatan yang kurang strategis menjadikan masyarakat   enggan   memeriksakan   diri   sehingga   memicu   peningkatan   PTM. Intervensi keperawatan yang disusun untuk mengatasi masalah pemeliharaan kesehatan  tidak  efektif  di  atas  antara  lain  melalui  pelaksaaan  “Pemeriksaan Kesehatan   untuk   Deteksi   Dini   PTM   sebagai   Upaya   Mewujudkan   Program GERMAS” oleh Tim Pengabdian Masyarakat Akper Kesdam IV/Diponegoro.

Komang Agus Jerry Widyanata; Catur Budi Susilo; Cristin Wiyani

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background: Urinary catheterization is a medical action that is often carried out for diagnostic and therapeutic purposes. One side effect of catheter placement is pain. Pain felt during catheter placement due to urethral trauma. Pain can be affected by the length of time the catheter is attached. The results of a preliminary study of 5 different patients who were attached to a catheter at different times had different pain intensities. Objective: To find out the relationship between the length of time the catheter is attached to the pain intensity of a patient with a urethral catheter. Method: This study is a non-experimental study with a cross sectional approach. The sampling technique used was Purposive Sampling and the sample size was 38 people. Data collection tools use observation sheets and numeric rating scale (NRS) to assess pain intensity. Bivariate analysis using Pearson Product Moment correlation analysis. Results: The length of time the catheter is installed is at most two days and one day which are 21.1% and 18.4%, respectively. The pain intensity of patients with urethral catheters in the lightest category is 42.1% while the moderate and heavy categories are the same in the amount of 26.3%. The results of bivariate analysis obtained the value of the correlation coefficient (r) of -0.914 with p value 0,000 (p <0.05). Conclusion: There is a significant negative relationship between the difference in catheter-attached time and the pain intensity of a patient with a urethral catheter where the longer the catheter is attached, the less pain is felt.

Jefri Jefri; Paulina Maria; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2019 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran orang tua sebagai pelekat relasi dalam keluarga Stasi Luwuk Bunter Paroki St. Joan Don Bosco Sampit. Dalam penelitian ini, orang tua menjadi guru utama di dalam keluarga untuk mempererat hubungan relasi antara anak-anak dengan orang tua melalui komunikasi yang baik dan lancar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data  menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis miles and Huberman yang terbagi atas tiga tahap yaitu, Data Reduction ( Reduksi Data), Data Display (Pengajian Data) dan Conclusion/Verification (Penarikan Kesimpulan). Narasumber yang digunakan  dalam penelitian ini adalah 5 orang tua dan 4 anak-anak. Hasil yang didapat melalui penelitian yang telah dilaksanakan oleh penulis bahwa peran orang tua sebagai pelekat relasi dalam keluarga di Stasi Luwuk Bunter berjalan dengan baik. Peran orang tua sebagai pengarah adalah sering memberikan masukan-masukan dan nasehat kepada anaknya seperti mendorong anak untuk mencapai cita-citanya. Dalam peran mendidik, orang tua sudah sebagai pendidik misalnya mendidik anak dengan disiplin dan tegas. Dan peran pengajar, orang tua sudah maksimal memberikan kemampuan mereka untuk mengajarkan tentang hal-hal baik seperti mengajak anak-anak untuk ikut ibadat hari minggu dan berdoa. Cara orang tua menjadi pelekat di dalam keluarga adalah orang tua menjalin relasi baik antara anak-anak misalnya, pergi berdoa bersama, ikut ibadat bersama, makan bersama dan nonton bersama.

Krisdiana Krisdiana; Timotius Tote Jelahu; Paulina Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2019 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan umat Katolikdalam Budaya Dayak Ngaju tentang Ritual Sangiang, bagaimana penghayatan dari masyarakat Dayak Ngaju beragama Katolik  terhadap sakramen pengurapan orang sakit, dan bagaimana perbandingan pelaksanaan sakramen pengurapan orang sakit dan ritual sangiang dalam budaya Dayak Ngaju. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif.  Data diperoleh dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh  dianalisis menggunakanMiles dan Huberman langkah-langkah yang digunakan melalui,  reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umat bersuku Dayak Ngaju mengetahui tentang ritual sangiang sebagai ritual penyembuhan yang ada dalam budaya. Dan umat mengetahui tentang sakramen pengurapan orang sakit yang ada dalam Gereja Katolik sebagai salah satu sakramen yang memohon agar orang yang sedang mengalami sakit dikuatkan agar mampu melewati segala penyakitnya berkat pertolongan Tuhan. Kesimpulan  ini adalah ritual sangiang memiliki dimensi sosial yang mengarahkan, dan  membawa orang untuk menyadari bahwa hidup bersama sangat diperlukan rasa kepedulian anatara satu dengan yang lain. Nilai yang terdapat dalam ritual sangiang adalah nilai kebersamaan dan persaudaraan. Kehadiran Gereja dalam budaya tersebut merupakan pintu masuk untuk mewartakan tentang kerajaan Allah terutama memberikan katekse berkaitan dengan sakramen pengurapan orang sakit karena Allah sendirilah yang bekerja yang menyembuhkan terutama dalam ritual sangiang tersebut.