Publication Search

73,128 articles from 694 journals · 2,111 citations tracked

Showing 2801-2818 of 2,818

Analytics

Srianto, Alfonsa Maria Sofia Hapsari

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Mengajar adalah pekerjaan transformatif yang dilakukan oleh seorang guru atau oleh suatu tim dalam rangka mengoptimasikan pencapaian tingkat kematangan dan tujuan belajar siswa. Guru juga harus mampu memilih media pembelajaran yang tepat serta mengembangkan sendiri media pembelajaran yang inovatif. Kompetensi mengembangkan media pembelajaran idealnya telah dikuasai guru, tetapi pada kenyataannya masih banyak guru yang belum menguasai kompetensi tersebut dengan baik. Guru pada umumnya lebih mengandalkan media pembelajaran yang sudah ada, tetapi belum membuat atau mengembangkan media secara mandiri. Salah satu cara menyampaikan materi pembelajaran dapat menggunakan media pembelajaran dengan Software Program R. Program R juga dapat membantu guru dalam menyelesaikan permasalahan matematika dengan cepat . Seorang guru harus selalu membekali diri dengan kemampuan yang sesuai dengan perkembangan jaman. Perkembangan dalam dunia teknologi adalah salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang guru. Jika seorang guru mampu mengikuti perkembangan teknologi dan memanfaatkan teknologi tersebut dalam pembelajaran maka kompetensi guru tersebut akan meningkat dan berakibat meningkatnya kemampuan siswa

Lasmawan, Wayan; Hidayat, Tauhid; Natajaya, Nyoman

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn Siswa kelas V semester II SD Muhammadiyah 2 Denpasar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Muhamadiyah sebanyak 30 orang. Data yang dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif untuk menunjukan rata–rata skor aktivitas, hasil belajar, dan kriteria ketuntasan yang digambarkan dalam bentuk grafik poligon. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD efektif untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn. Hal ini ditunjukan dengan peningkatan skor nilai dalam aktivitas dan hasil belajar yang dicapai oleh siswa pada tiap–tiap siklus, pada siklus I rata-rata hasil belajar PKn sebesar 67 dan aktivitas sebesar 46,3 serta ketuntasan belajar siswa sebesar 37% meningkat pada siklus II dimana hasil belajar PKn mencapai 76,3 dan aktivitas sebesar 61 serta ketuntasan belajar siswa sebesar 70%. Pada siklus III terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar PKn sebesar 83 dan aktivitas sebesar 82 termasuk kategori sangat tinggi serta ketuntasan belajar siswa mencapai 100%.   The purpose of this study: Implementation Cooperative Instruction Model, STAD Type to Improve (1)The Activity and (2)Learning Achievement on Civilization Study  for the fifth Grade Students at Second Semester in Muhammadiyah 2nd Primary School, Denpasar. The population of this study was 30 students . The data was analyzed by using descriptive statistic by finding the mean scores of activity, learning achievement, and students passing grade criteria which was continued by drawing those all into a polygon graphic. The result was Implementation Cooperative Instruction Model, STAD Type is effective to improve the activity and learning achievement of civilization study. This was shown by the improvement of the student mean scores on activity and learning achievement achieved by the students in each cycle where in cycle I it was rate of Learning Achievement on Civilization Study is 67,  the activity is 46,3, and result of learning achievement is 37%. On cycle II, it increased into 76,3 of learning Achievement, the activity is 61 and the result of learning achievement is 70%.However, in cycle III, it increased into 83 of learning Achievement, the activity is 82 and the result of learning achievement is 100%.

Mansur, Ely

Sistem ekonomi konvensional saat ini telah mengakar kuat pada masyarakat Indonesia. seluruh tingkah laku ekonomi selalu dijiwai oleh pemikiran-pemikiran konvensional, yaitu praktik ribawi yang telah memasukan jurang kehancuran ekonomi di semua negara di dunia. Krisis ekonomi dunia berkepanjangan, seperti subprime mortgage di Amerika Serikat, Krisis ekonomi di Jepang, Yunani. Hanya satu sistem ekonomi yang mampu bertahan dari deraan krisis berkepanjangan itu, yaitu sistem ekonomi Islam atau syariah. Oleh karena itu, pengembangan ekonomi Islam harus terus digelorakan menggunakan cara-cara yang lebih strategis untuk  merubah praktik-praktik riba yang kasat mata menjanjikan tetapi mengalungkan kehancuran itu. Salah satu bentuk pengembangannya adalah dengan memodifikasi conten (isi) materi mata pelajaran IPS/Ekonomi dengan menyisipkan ekonomi Islam ketika  proses belajar mengajar di madrasah pada kurikulum 2013. Paradigma landasan fiosofis kurikulum 2013 sangat mendukung proses tersebut, intinya:konten pendidikan dari kehidupan bangsa masa kini memberi landasan bagi pendidikan untuk selalu terkait dengan kehidupan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan kemampuan berpartisipasi dalam membangun kehidupan bangsa yang lebih baik, dan memposisikan pendidikan yang tidak terlepas dari lingkungan sosial, budaya dan alam. Pendidikan ekonomi Islam seharusnya menjadi trend mark pada mata pelajaran IPS/Ekonomi, apalagi dalam praktik berekonominya. Praktik ekonomi Islam mengatur kegiatannya untuk selalu mengedepankan sifat saling menguntungkan, kejujuran, dan saling menolong satu sama lain serta menjauhkan sifat dzolim atau merugikan pihak tertentu dalam berbisnis karena muaranya adalah kemaslahatan masyarakat umum. Ekonomi Islam bukan hanya sekedar ilmu pengetahuan pasti yang terjebak hanya dalam hal analisis antar variabel-variabel ekonomi belaka, akan tetapi merupakan way of life akan ketetapan pasti batasan-batasan yang tidak boleh dilakukan dalam bertindak ekonomi manusia. Memperkenalkan dengan menyisipkan ekonomi Islam kepada siswa/siswi pendidikan dasar dan menengah di madrasah adalah sebuah keharusan yang sudah tidak dapat ditawar lagi sebagai bagian integral pengejawentahan kurikulum nasional terhadap KI 1 yaitu karakter spiritual. Dengan demikian ekonomi Islam tidak hanya di kenal oleh siswa madrasah yang telah menempuh studi di perguruan tinggi Islam saja, yakni STAIN, IAIN, dan UIN. Selain itu, karakter ekonomi Islam harus sudah terbentuk sejak dini yaitu sejak dibangku sekolah dasar atau menengah baik di jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), maupin Madrasah Aliyah (MA).

Nursyah Arifin, Haris

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil peningkatan  pemahaman tajwid hukum bacaan nun sukun tanwin siswa kelas VII  SMP Bintang Persada melalui teknik BBM Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan metode BBM (Bermain, Berdiskusi dan Melantunkan) dengan cara bermain menggunakan alat permainan berbentuk “beberan” yang berisi pertanyaan-pertanyaan. Setelah menjawab pertanyaan dilanjutkan dengan berdiskusi dalam kelompok. Dalam akhir proses siswa melantunkan potongan ayat Al-Qur’an sesuai dengan teori tajwid yang sudah diperoleh sehingga proses penerimaan siswa terhadap pelajaran akan lebih menyenangkan. Penelitian ini merupakan PTK dengan 2 siklus melalui 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Penelitian dilakukan di SMP Bintang Persada. Subyek penelitian ini sebanyak 22 siswa. Hipotesis yang diajukan adalah jika metode BBM dapat digunakan dengan baik untuk meningkatkan pemahan siswa materi tajwid hukum bacaan nun sukun tanwin.Indikator keberhasilan 75% dengan KKM sebesar 70. Teknik pengumpulan data dengan observasi. teknik analisis data dengan rumus untuk mengetahui nilai rata-rata dan tingkat ketercapaian KKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata prestasi belajar pada siklus I sebesar 69,09 dan siklus II sebesar  77,72.

Sugiaryo, Deni Kristiyanto &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2017 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui ada tidaknya Pengaruh “PenerapanMetode Debat Aktif Berbasis Pendidikan Karakter Terhadap Prestasi BelajarPPKn Kelas VIII di SMP N 23 Surakarta 2016/2017. Jenis penelitian yangdigunakan adalah Penelitian kuantitatif eksperimen dengan desain pretest postesgroup design. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII G sebagai kelaskontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional dan H sebagai kelaseksperimen, yang menggunakan pembelajaran metode debat aktif berbasispendidikan karakter. yang masing masing kelas berjumlah 34 siswa. Penelitian inidilakukan dua kali pertemuan setiap kelas, dan diberikan pretest dan postest untukmengukurnya. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi,dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji t test.Hasilpenelitian menunjukan bahwa penerapan metode debat aktif pada hasil belajarsiswa pada kelompok eksperimen rata-rata 63,53, pada kelompok kontrol rata-rata64,56. Nilai p =0,651 (p>0,05 Data posttest hasil belajar siswa pada kelompokeksperimen rata-rata 87.79,. Pada kelompok kontrol rata-rata 74.56. Nilai p=0,000 (p<0,05). Data selisih pretest-posttest hasil belajar siswa pada kelompokeksperimen rata-rata 24.26, pada kelompok kontrol rata-rata 10.00. Nilai p =0,000(p<0,05), yang berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajarsiswa sesudah perlakuan, dimana diketahui bahwa kelompok eksperimen (metodedebat aktif berbasis pendidikan karakter) mendapatkan peningkatan hasil belajaryang lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol. Dengan demikian ada“Pengaruh Metode Debat Aktif Berbasis Pendidikan Karakter EfektifMeningkatkan Prestasi Belajar PPKn Kelas VIII di SMP N 23”.Kata Kunci : Metode Debat Aktif, Pendidikan Karakter, Prestasi Belajar, PPKn.

Anita Trisiana, Vivit Dwi Puspitasari &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2017 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah: Untuk memperoleh gambaran pelaksanaan modelpembelajaran Project Citizen pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 3. Penelitian inidilaksanakan pada siswa Kelas VIII A di SMP Negeri 3 Kebakkramat Tahun 2016/2017.Data dalam penelitian ini berupa karakter kreatif dan disiplin dalam PPKn sebelum dansetelah menggunakan model pembelajaran Project Citizen. Sumber data dalam penelitianini di peroleh dari guru, siswa, interaksi antara siswa dengan guru tempat dan peristiwasedang berlangsung. Prosedur penlitian menggunakan dua siklus yaitu, sikuls I dan siklusII, dan setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, observasi danrefleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan, dokumentasi, wawancara, tes, danmetode observasi. Validitas data menggunakan validitas isi dan validitas kontruksi.Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan kritis kooperatif.Berdasarkan hasil penelitian Tindakan Kelas yang telah dilaksanakan pada siswaKelas VIII A SMP Negeri 3 Kebakkramat dengan model pembelajaran Project Citizendalam PPkn maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ditunjukan dari kondisi awal ke siklusI dari 6 siswa menjadi 23 siswa peningkatan 17 siswa sebesar 53,13 jadi ketuntasanbelajar pada siklus I sebesar 71,88%. Pada siklus I ke siklus II dsari 23 siswa meningkatmenjadi 25 dengan prosentase sebesar 6,25% ketuntasan belajar pada siklus II sebesar78,13%.Kata Kunci : Karakter Kreatif, Disiplin, Model Project Citizen, PendidikanPancasila dan Kewarganegaraan

Soedjiwo, Novena Ade Fredyarini

Mempelajari bahasa kedua memerlukan pemahaman khusus dan kemauan untuk mengikuti. Sebagian besar siswa menengah mengalami kendala dalam mengikuti pelajaran bahasa Inggris. Mereka dipengaruhi oleh faktor pendidik, orangtua, dan lingkungan. Perlunya peran seorang pendidik dalam memotivasi siswa dalam pelajaran bahasa Inggris. Diharapkan dapat meningkatkan minat belajar dan keinginan untuk mempelajaran bahasa asing dalam era globalisasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan deskritif. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode interaktif.

Rusmayani, Rusmayani

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) profesionalisme guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran, (2) kendala guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran, (3). Upaya kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran, dan (4) upaya guru PAI dalam meningkatkan profesionalismenya dalam pemanfaatan media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah guru-guru PAI di MA Al Ma’ruf Denpasar. Objek penelitian ini adalah profesionalisme guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran. Metode pengumpulan data yang digunakan, ialah metode observasi, dokumentasi, wawancara, dan kuesioner/angket. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, wawancara tidak terstruktur, dan lembar kuesioner/angket. Data dianalisis dengan menggunakan model analisis deskriptif kuantitatif melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan: 1) profesionalisme guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran di MA Al Ma’ruf Denpasar dapat disimpulkan cukup profesional hal ini dapat dilihat dari sekitar 66,67% guru sudah cukup menguasai definisi, jenis dan manfaat media pembelajaran sedangkan sisanya sekitar 33,33% memiliki pengetahuan yang kurang terhadap definisi, jenis dan manfaat media pembelajaran, dalam pemanfaatan media pembelajaran, guru-guru MA Al Maruf memiliki keberagaman dalam hal intensitas penggunaan sumber belajar, 2) kendala yang dialami guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran adalah kurangnya tersedianya media pembelajaran yang dapat digunakan guru PAI di sekolah, kurangnya alokasi waktu untuk mata pelajaran PAI, guru kurang kreatif dalam menyajikan materi pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran elektronik, kurangnya pemahaman guru PAI mengenai keanekaragaman media pembelajaran yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran, dan tidak tersedianya tempat khusus untuk menyimpan dan merawat media pembelajaran, 3) upaya yang dilakukan Kepala Sekolah MA Al Ma’ruf dalam meningkatkan profesionalisme guru-guru PAI dalam hal pemanfaatan media pembelajaran adalah mengikutsertakan guru-guru PAI dalam penataran yang diselenggarakan nantinya oleh lembaga-lembaga pendidikan khususnya LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) Provinsi Bali, mendorong guru-guru PAI untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran, serta berupaya meningkatkan ketersediaan media pembelajaran baik dari pendanaan khusus dari sekolah maupun bantuan dari Kementerian Agama, dan 4) upaya yang dilakukan guru PAI untuk meningkatkan profesionalismenya dalam hal pemanfaatan media pembelajaran termasuk kategori cukup bagus, hal ini di lihat dari indikator prosentase membaca, diskusi, mengikuti kegiatan MGMP, mengikuti seminar. Hanya saja kurang dalam melakukan penelitian secara mandiri.

Sari, Widi Rahmah

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2017 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui peran media sosial sebagai media pembelajaran dalam prestasi belajar PPKn di MAN 1 Surkarta tahun ajaran 2016/2017. 2) Untuk menanggulangi dampak yang terjadi terhadap perubahan prestasi belajar siswa dalam penggunaan media sosial di lingkungan MAN 1 Surakarta tahun ajaran 2016/2017. 3) Untuk mengetahui dampak yang terjadi terhadap perubahan civic virtue dalam membentuk prestasi belajar PPKn di MAN 1 Surakarta tahun ajaran 2016/2017 yang beralamat Jl. Sumpah Pemuda No. 25 kode pos 57136 Surakarta dalam waktu 3 bulan mulai Desember 2016 – Februari 2017.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif ini adalah Wakil Kepala Sekolah bgagian kesiswaan, Guru PPKn dan siswa. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini berupa data primer dan skunder tentang efektifitas pengintegrasian pengaruh media sosial dan civic virtue terhadap prestasi belajar PPKn. Teknik pengumpulan data melalui cara Observasi, Wawancara, Dokumentasi. Teknik analisis data dimulai dengan menetapkan seseorang informan kunci “Key Informant” yang merupakan informan yang berwibawa dan dipercaya mampu “membukakan Pintu” kepada peneliti dalam melakukan wawancara. Setelah itu, perhatian peneliti pada obyek penelitian dan memulai mengajukan pertanyaan deskritif. Jadi proses penelitian ini berangkat dari luas kemudian memfokuskan, dan meluas lagi dan di ambil sehinga dapat diambil kesimpulan kemudian disajikan dalam bentuk narasi. Sebelum melakukan penelitian terhadap narasumber, peneliti melakukan penelitian terhadap siswa kelas X IPA 1, X IPA 2 dan X IPA 3 dengan jumlah siswa 74 orang.Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Media Sosial dapat digunakan sebagai media dalam proses belajar mengajar dan membawa dampak yang dominan terhadap perubahan prestasi belajar siswa. 2) pengaruh Media Sosial terhadap peningkatan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran PPKn dengan menggabungkan civic virtue di sekolah, masyarakat, berbangsa dan bernegara dalam upaya menjadikan siswa yang berprestasi yang bisa membanggakan orang tua dan sebagai penerus bangsa saat ini.Kata Kunci : Media Sosial, Civic Vircue, Mata Pelajaran PPKn.Â

Hati Puspitasri, Ajeng Sukma

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2017 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui ada tidaknya korelasi kompetensi profesional guru PPKn dalam mengembangkan bahan ajar dengan prestasi belajar siswa kelas XII di SMA Kristen 1 Surakarta tahun 2015/2016.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Dalam penelitian ini, populasinya adalah siswa kelas XII di SMA Kristen 1 Surakarta yang berjumlah 79 siswa. Sampel diambil dengan sampel jenuh yang berjumlah 79 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah menggunakan metode angket dan dokumentasi untuk memperoleh data-data siswa kelas XII SMA Kristen 1 Surakarta. Menggunakan teknik angket untuk mengetahui korelasi kompetensi profesional guru PPKn dan kemampuan mengembangkan bahan ajar dengan prestasi belajar siswa kelas XII di SMA Kristen 1 Suarakarta. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis hubungan dengan rumus product moment.Teknik analisis data menggunakan rumus korelasi ganda. Hasil analisis menunjukan bahwa rxy = 0,467 > r tabel 5% = 0,220 dan 1% = 0,286, dengan memiliki hipotesis yang menyatakan “Ada hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru PPKn dengan prestasi belajar siswa kelas XII SMA Kristen 1 Surakarta”, terbukti kebenarannya. Sedangkan hipotesis yang menyatakan “Ada hubungan yang positif dan signifikan antara bahan ajar dengan prestasi belajar siswa kelas XII SMA Krsiten 1 Surakarta” menunjukan hasil analisis bahwa rxy = 0,5056 > r tabel 5% = 0,220 dan 1% = 0,286.Kata Kunci : Kompetensi Profesional, Bahan Ajar, Prestasi Belajar Siswa.

Leki, Aplonia

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2016 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan lingkungan belajar dengan pengamalan nilai–nilai pancasila pada Siswa Kelas XI, Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan keharmonisan di dalam keluarga dengan pengamalan nilai–nilai pancasila pada Siswa Kelas XI, untuk mengatahui ada tidaknya hubungan lingkungan belajar dan keharmonisan di dalam keluarga dengan pengamalan nilai–nilai pancasila pada Siswa Kelas XI. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengunakan metode kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas Kelas XI yang berjumlah 300. Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel bertujuan atau purposive sampel yaitu sampel bertujuan dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan atas strata, random atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu. Sampel sejumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket. Metode angket digunakan untuk mengumpulkan data mengenai Hubungan lingkungan belajar, kehermonisan di dalam keluarga dan pengamalan nilai-nilai pancasila.Peneliti menguji coba instrumen dengan mengunakan uji validitas dan uji reliabilitas dengan rumus product moment dinyatakan valid untuk angket tentang lingkungan belajar (X1), keharmunisan di dalam keluarga (X2), dan pengamalan nilai–nilai pancasila (Y). Teknik analisis data dengan mengunakan rumus korelasi ganda dan diperoleh kesimpulan sebagai berikut : Ada hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan belajar dengan pengamalan nilai–nilai pancasila pada siswa kelas XI. Dilihat dari nilai diperoleh rxy = 0,934. selanjutnya nilai rxy dibandingkan dengan r tabel N = 30 signifikan 5% = 0,361. Dan signifikan 1% = 0,463. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara keharmonisan di dalam keluarga dengan pengamalan nilai–nilai pancasila pada siswa kelas XI” dilihat dari nilai diperoleh rxy = 0,795 selanjutnya nilai rxy dibandingkan dengan r tabel N = 30 signifikan 5% = 0,361. Dan signifikan 1% = 0,463. ada hubungan lingkungan belajar dan keharmonisan di dalam keluarga dengan pengamalan nilai–nilai pancasila pada siswa kelas XI, dibiktikan nilai F hitung F = 7,86. Selanjutnya nilai F hitung dibandikan dengan nilai F tabel signifikan 5% yaitu 3,33.Kata Kunci : Lingkungan Belajar, Keharmonisan Di dalam Keluaraga Dan Pengamalan Nilai-NilaiPancasila.

Puka Puka, Jacksone Christiawan

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2016 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah Mengetahui pengaruh media pembelajaran berbasis TIK dalam menunjang pembelajaran terhadap prestasi belajar pada siswa kelas XI SMA N Colamdu Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini, populasinya adalah siswa kelas XI SMA Negeri Colomadu yang berjumlah 319 siswa. Sampel diambil dengan teknik random dengan cara Quota random sampling dengan mengambil sampel sebanyak 15-20 % dari populasi, dengan hasil perhitungan yang berjumlah 67 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Metode tes. Metode tes digunakan untuk mengumpulkan data mengenai pengaruh media pembelajaran berbasis TIK dengan prestasi belajar. Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pertama triangulasi sumber dengan membandingkan apa yang dikatakan siswa dan guru. Triangulasi metode yaitu pembuktian dengan observasi mengenai pelaksanaan penerapan media pembelajaran berbasis TIK. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kritis komparatif. Pelaksanaan ini dilakukan dalam satu siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Berdasarkan penelitian dan pembahasan maka diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis TIK dapat meningkatkan pemahaman materi tentang penegakan hak asasi manusia di Indonesia siswa kelas XI SMA Negeri Colomadu Karanganyar tahun ajaran 2016, pada kondisi awal menunjukan bahwa dari 33 siswa, yang dinyatakan tidak tuntas atau mempunyai nilai dibawah 70 yaitu sebanyak 33 siswa (100%) dengan rata-rata nilai 63,03. Pada siklus I siswa yang dinyatakan tuntas atau mempunyai nilai diatas 70 sebanyak 7 siswa (21,21%) sedangkan siswa yang belum tuntas dinyatakan 26 siswa (78,79%) dengan rata-rata 56,06. Pada siklus II siswa tuntas sebanyak 32 siswa (100%) dengan rata-rata 83,12. Dengan demikian dapat peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis TIK dapat meningkatkan pemahaman materi tentang penegakan hak asasi manusia di Indonesia pada siswa kelas XI SMA Negeri Colomadu Karanganyar tahun ajaran 2016/2017.Kata Kunci : Media Pembelajaran Berbasis TIK, Prestasi Belajar

Rusmayani, Rusmayani

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar TIK siswa yang mengikuti pembelajaran asesmen projek dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan asesmen konvensional dengan kovariabel kemampuan numerik dan ekspektasi karir. Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas XI SMA Dharma Praja Badung tahun pelajaran 2013/2014. Sampel diambil dengan cara random sampling. Rancangan dalam penelitian ini adalah Post test only control group design dengan analisis statistik anakova satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan (1) Hasil belajar TIK siswa yang mengikuti pembelajaran asesmen projek menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran asesmen konvensional (2) Hasil belajar TIK siswa yang mengikuti pembelajaran asesmen projek menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran asesmen konvensional setelah dikendalikan oleh kovariabel kemampuan numerik dan kovariabel ekspektasi karir (3) Hasil belajar TIK siswa yang mengikuti pembelajaran asesmen projek menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran asesmen konvensional setelah dikendalikan secara simultan oleh kovariabel kemampuan numerik dan ekspektasi karir (4) Kemampuan numerik dan ekspektasi karir berkontribusi terhadap hasil belajar TIK dan (5) Terdapat kontribusi secara simultan antara kemampuan numerik dan ekspektasi karir terhadap hasil belajar TIK.

Santi, Rina Candra Noor; Supriyanto, Edy

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Perkembangan komputer pada saat ini sangat pesat, sehingga banyak sekali menawarkanfasilitas-fasilitas yang makin menarik dan beraneka ragam fungsinya. Salah satu fasilitas yang digemarioleh anak-anak maupun orang dewasa dalam mempelajari dan memahami suatu pelajaran adalah aplikasiperangkat ajar ini berguna jika digunakan guru atau pengajar dalam menjelaskan suatu pelajaran.Aspek multimedia juga mendukung suatu aplikasi dalam pembuatan aplikasi perangkat ajar. Hal inidikarenakan multimedia merupakan integrasi antara audio, video, teks, animasi dan grafis dalam suatulingkungan digital yang interktif. Sehingga untuk menarik minat siswa belajar Fisika maka dibuatkanrancang bangun model pembelajaran model Fisika dengan flash.

Jananto, Arief

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Data akademik perguruan tinggi bertambah setiap tahunnya sejalan dengan bertambahnya jumlah mahasiswa. Data yang berlimpah menyimpan informasi yang berlimpah juga.. Teknologi data mining merupakan alat bantu untuk penambangan informasi pada basis data berukuran besar dan telah banyak digunakan pada banyak domain. Memprediksi kinerja (evaluasi belajar) mahasiswa adalah suatu kegiatan untuk menentukan suatu kondisi dimasa depan berdasarkan data yang telah ada. SLIQ merupakan algoritma yang dikembangkan oleh tim proyek IBM’s Quest pada tahun 1996 dapat digunakan untuk dataset yang besar. Penggunaan algoritma SLIQ untuk mengklasifikasikan dan memprediksi kinerja mahasiswa sudah digunakan pada penelitian sebelumnya dengan hasil tingkat akurasi yang masih rendah dikarenakan banyaknya pembatasan. Selanjutnya dilakukan implementasi algoritma Nearest Neighbor yang menggunakan pendekatan untuk mencari kasus dengan menghitung kedekatan antara kasus baru dengan kasus lama, yaitu berdasarkan pada pencocokan bobot dari sejumlah fitur yang ada. Dari hasil penelitian ini kemudian dibandingkan tingkat akurasi dari hasil prediksi tersebut. Dari sistem yang dihasilkan dapat disimpulkan bahwa algoritma SLIQ dengan teknik pohon keputusan mempunyai tingkat akurasi prediksi yang lebih rendah dibandingkan dengan tingkat akurasi dari penggunaan algoritma nearest neighbor. Kata kunci : SLIQ, Nearest Neighbor, prediksi kinerja, akurasi

Diartono, Dwi Agus

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Keuntungan belajar menggunakan media pembelajaran menggunakan multimedia yaitu orangbisa melihat langsung bagaimana dan dengan cara apa objek-objek tersebut dibuat? Dan hasil dari carapembuatannya tersebut langsung bisa dilihat. Bandingkan dengan buku yang memang sudah dibuatkanpanduannya step by step tetapi orang akan merasa binggung juga karena tidak sedikit buku yangmemberikan hasil yang tidak sesuai dengan inputannya.

Utomo, Mardi Siswo

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Media komputer sebagai alat bantu penyampaian informasi juga diharapkan siswa, khususnya siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama agar mereka tidak merasa bosan dengan mata pelajaranyang disampaikan oleh tenaga pengajar khususnya mata pelajaran Elektronika, dimana selama ini mata pelajaran Elektronika dianggap sebagai mata pelajaran yang membosankan karena hanya berisi materi teori yang sangat banyak sehingga membuat siswa kurang tertarik untuk mempelajari dan mendalami mata pelajaran Elektronika. Dengan adanya kendala - kendala tersebut diatas maka diperlukan suatu alat bantu yang akan mempermudah dalam proses belajar komponen dasar elektronika yang mampu merangsang siswa untuk belajar mandiri yang juga dilengkapi oleh soal-soal evaluasi sehingga kemampuan dari siswa dapat diketahui atau dipantau. Oleh karena itu perlu dibuat adanya suatu visualisasi yang ditampilkan lebih menarik sehingga siswa tidak merasa jenuh terhadap mata pelajaran elektronika. Aplikasi yang dibangun meggunakan aplikasi Borland delphi 6.0 sebagai bahasa pemrograman. Aplikasi akan memuat tampilan visual yang informatif tentang materi komponen elektronika dasar berdasarkan kurikulum yang ada. Menggunakan metode prototype, pembuatan model dari perangkat lunak yang memberikan ide bagi pembuat maupun pemakai potensial tentang cara sistem akan berfungsi dalam bentuk lengkapnya. Dihasilkan aplikasi visual yang interaktif tentang komponen elektronika. Mudah pemakaiannya tetapi adakelemahan dengan ketergantungan atas komponen BDE delphi. Komponen BDE harus terinstall terlebih dahulu sebelum aplikasi di jalankan

Sudarto, Singgih

Dinamik 2002 Universitas Stikubank

Keterbatasan kemampuan komputer berupa tidak dapat berfikir, bernalar dan belajar dari pengalaman yang pernah dilakukannya menimbulkan cabang baru dari teknologi inforrnasi. Bidang baru ini muncul untuk mengurangi keterbatasan yang ada pada komputer dengan istilah Artificial Intelligent. Ada 2 hal yang membedakan domain intelligent yang dapat diterapkan dalam bidang ini, yakni : berdasasrkan pada kemampuan seorsng ahli (expert system) atau berdasarkan pada proses belajar dari saraf otak manusia (artificial neural network). Pada jaringan saraf tiruan ada 2 paradigma yong seringkali digunahan/diterapkan dalam operasionalnya yaitu : hebian learning dan persepton