Jaringan Syaraf Tiruan

Abstract
Keterbatasan kemampuan komputer berupa tidak dapat berfikir, bernalar dan belajar dari pengalaman yang pernah dilakukannya menimbulkan cabang baru dari teknologi inforrnasi. Bidang baru ini muncul untuk mengurangi keterbatasan yang ada pada komputer dengan istilah Artificial Intelligent. Ada 2 hal yang membedakan domain intelligent yang dapat diterapkan dalam bidang ini, yakni : berdasasrkan pada kemampuan seorsng ahli (expert system) atau berdasarkan pada proses belajar dari saraf otak manusia (artificial neural network). Pada jaringan saraf tiruan ada 2 paradigma yong seringkali digunahan/diterapkan dalam operasionalnya yaitu : hebian learning dan persepton
How to Cite

Sudarto & Singgih (2002). Jaringan Syaraf Tiruan. Dinamik, 7(2). https://doi.org/10.35315/dinamik.v7i2.502

Sudarto, Singgih, "Jaringan Syaraf Tiruan," Dinamik, vol. 7, no. 2, 2002.

Sudarto, Singgih. "Jaringan Syaraf Tiruan." Dinamik, vol. 7, no. 2, 2002.

Sudarto, Singgih. "Jaringan Syaraf Tiruan." Dinamik 7, no. 2 (2002).

Sudarto & Singgih (2002) 'Jaringan Syaraf Tiruan', Dinamik, 7(2). doi: 10.35315/dinamik.v7i2.502.

Sudarto, Singgih. Jaringan Syaraf Tiruan. Dinamik. 2002;7(2).

Artikel Terkait
Tren Sitasi Jurnal