Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 261-280 of 448

Analytics

Zahra, Tutie Azzahra; Pujianto, Wahyu Eko

JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI (JPMA), 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Sampah rumah tangga merupakan salah satu sumber yang mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat maupun anak-anak remaja pada zaman sekarang. Masyarakat seharusnya paham bahwa sampah botol plastik seperti kaleng susu, botol mineral, dan kardus bekas tersebut dapat mendatangkan manfaat apabila dikelola dengan baik. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat terutama dalam hal kesehatan dan ekonomi. Pada pengabdian ini metode yang digunakan yaitu, dengan metode melakukan diaolog interaktif membahas bagaimana sampah botol plastik dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah untuk kepentingan masyarakat atau bahkan kepentingan anak-anak ranting dalam melakukan kegiatan di desa magersari. pengabdian terhadap botol plastik ini diharapkan dapat mengurangi peredaran sampah plastik dilingkungan masyarakat warga desa sekarang. Ketika limbah ditangani dengan baik, kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat juga meningkat. Daur ulang sampah plastik sendiri dapat membantu pemerintah dalam mengendalikan sampah sehingga menjadi industri yang menggiurkan bagi kita. Kata kunci: Pemanfaatan sampah daur ulang

Ronnald Christanto Admanegara; Ira Wikartika

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2023 Universitas Muhammadiyah Manado

Potensi UMKM yang ada di kelurahan Rembang, kota Blitar sangatlah besar dan beragam. Berdasarkan beragam potensi yang ada, ketahanan dan pengembangan usaha menjadi salah satu hal yang dapat dilaksanakan untuk kegiatan pengabdian. Mempertahankan usaha berdasarkan aspek keuangan menjadi salah satu permasalahan UMKM, dengan para pelaku yang susah untuk mengelola asset keuangan, menentukan harga produk, yang kemungkinan mengalami kerugian. Begitupun juga dengan pengembangan usaha dengan pemasaran yang belum menggunakan digital sedangkan pada era yang telah disrupsi menggunakan media sosial. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan sosialisasi pemasaran digital dan pembukuan keuangan terhadap pelaku UMKM serta warga. Hasil pengabdian ini adalah para warga serta pelaku UMKM dapat melakukan pengembangan usaha serta mengurangi kemungkinan kerugian.  

Achmad Nazarudin; Aan widiyono

Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Keprihatinan atas lunturnya budaya kearifan lokal jepara dilatar belakangi oleh rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kelestarian budaya lokal. Salah satu penyebab lunturnya budaya kearifan lokal jepara adalah generasi muda yang tidak mau meneruskan atau melestarikan kearifan lokal. Seperti halnya didesa kendeng sidialit desa yang terkenal sebagai salah satu desa budaya yang mayoritas warganya berkecimpung didunia hiburan wayang kulit, kekhawatiran para pengrawit yang ada di desa kendeng sidialit atas kelestarian budaya wayang kulit menjadi salah satu gejala akan lunturnya citra desa kendeng sidialit sebagai desa budaya. Hadirnya kurikulum merdeka di tingkat sekolah dasar membuka peluang agar budaya kearifan lokal jepara dapat di lestarikan sekaligus ajang untuk membentuk profil pelajar Pancasila(P5). Melalui budaya kearifan lokal, profil pelajar Pancasila dapat kita temukan, setiap nilai-nilai yang terkandung di profil pelajar pancasila dapat kita temukan melalui kearifan lokal jepara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kurikulum merdeka mampu menjadi ajang untuk melestarikan budaya kearifan lokal guna membentuk profil pelajar Pancasila (P5) yang berlangsung di SD N 01 Kendeng Sidialit. Metode yang digunakan dalam penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeksripsikan bagaimana trasformasi kurikulum merdeka sebagai upaya untuk melestarikan budaya kearifan lokal guna membentuk profil pelajar Pancasila yang terkandung di dalam budaya kearifan lokal   Kata kunci: Kearifan Lokal, Kurikulum Merdeka, Profil Pelajar Pancasila, Kota Jepara.

Xena, Anala Ilfi Xena Andini; Wahyu Eko Pujianto

JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI (JPMA), 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Tujuan dari kegiatan komunitas ini adalah untuk membantu dan menjadi rekan kerja yang jujur yang mengeluh tentang magersari. Dengan menggunakan pendekatan lapangan langsung dan teknik praktek, pelayanan diberikan dalam tiga tahap yaitu kelengkapan, pengumpulan minyak jelantah, dan penjualan minyak jelantah. Minyak goreng yang sudah digunakan sebelumnya, seperti minyak jagung, ghee, atau minyak sayur, dianggap limbah. Kesehatan tubuh akan terpengaruh oleh penggunaan minyak jelantah yang berulang kali, dan lingkungan akan tercemar oleh pembuangan minyak jelantah yang sembarangan, yang dapat menyebabkan banjir dengan menutup pori-pori tanah dan membuatnya tidak dapat digunakan untuk aktivitas manusia. Dengan sendirinya, pengumpulan minyak jelantah akan membantu pertumbuhan ekonomi warga Magersari, serta perayaan kota, dan tidak lagi mencemari lingkungan.  

Hartadi, Agung; Nurhadi Nugroho

JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI (JPMA), 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Di masa pandemi saat ini perekonomian masyarakat bawah lebih khusus rumah tangga mendapat dampak yang cukup signifikan. Daya jual maupun daya beli menurun, karena rumah tangga pendapatan berkurang atau justru tidak ada pendapatan sama sekali. Maka hal ini butuh perhatian dari berbagai pihak. Salah satu kegiatan yang membantu membangkitan perekonomian keluarga yakni dengan berwirausaha. Ibu-ibu yang merupakan anggota dari kelompok Jamaah Masjid Nurul Huda diharapkan mampu mendorong kegiatan ini. Dengan melalui kegiatan pelatihan kewirausahaan ini, para jamaah ibu-ibu dapat menghidupkan kembali kegiatan wirausaha yang pasif karena dampak pandemi. Meski kegiatan wirausaha  ini masih sebatas jual beli produk lebih tepatnya resseller, namun diharapkan setelah mendapat penyuluhan ini dapat menjadikan anggotanya memproduksi produk sendiri dan dijual sesama jamaah maupun dengan warga sekitar. Sehingga kegiatan wirausaha dapat menyelamatkan perekonomian keluarga.

Andriani, Dewi

KOMPAK : Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi 2023 Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Pejuang UMKM harus bisa melihat barang apa saja yang laris di pasar lapangan. Hal ini bertujuan untuk menyesuaikan kebutuhan warga agar kami sebagai penggiat UMKM dapat menyediakannya. Penelitian ini menggunakan kuesioner online. Fokus penelitian ini adalah kualitas produk dan persepsi harga kerupuk Hudi Jaya. Lokasi penelitian terletak di Simo Mojoruntut, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh kualitas layanan, kualitas produk, dan persepsi harga dapat disimpulkan, 1) terdapat pengaruh positif dan signifikan kualitas layanan terhadap loyalitas pelanggan, 2) terdapat pengaruh positif dan signifikan produk. kualitas terhadap loyalitas pelanggan, 3) terdapat pengaruh positif dan signifikan persepsi harga terhadap loyalitas pelanggan, 4) pengaruh kualitas layanan, kualitas produk, dan persepsi harga terhadap loyalitas pelanggan secara simultan.

Setyowati, Eka; Yuwono, Joko; Pane, M. Alwiadi

Penelitian tentang manajemen inovasi ini dilaksanakan  di Kampung Wisata Jodipan Malang yang awal berdirinya menjadi pusat perhatian masyarakat baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Kampung Wisata Jodipan menjadi salah satu wisata pemberdayaan masyarakat yang merubah kampung kumuh menjadi kampung yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.  Namun, dewasa ini menjadi salah satu destinasi pariwisata yang mengalami penurunan jumlah pengunjung.  fasilitas wisata yang sudah mulai kusam dan rusak, kurangnya perhatian pemerintah dan warga untuk mengelola. Sehingga, kondisi yang dialami kini berdampak pada perekonomian masyarakat. Untuk itu, tujuan penelitian ini adalah dengan adanya kondisi sekarang ini perlu untuk dilakukan kajian manajemen inovasi yang menjadikan Kampung Wisata Jodipan lebih maju dari sebelumnya. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Temuan hasil penelitian menjelaskan bahwa belum adanya strategi khusus dalam meningkatkan jumlah pengunjung wisata. Maka, melalui analisis ilmu manajemen inovasi dapat dicari alternatif pemecahan masalah dengan menerapkan 4 fungsi tahapan manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian.  Implikasi dari hasil penelitian jika dapat berjalan dengan baik maka dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Wahyudi, Nur

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi Pondok Pesantren Syafa’ah Darussalam Denpasar yang lingkungan heterogen. Dengan agama mayoritas di tengah umat beragama rawan terjadi gesekan yang menimbulkan suasana tidak kondusif di lingkungan tersebut. Peran kiai sangatlah menentukan. Kiai terjun langsung dalam memberikan dorongan kepada siswa dalam meningkatkan kerukunan hidup umat beragama. Adapun fokus masalah dalam penelitian ini ada dua fokus: 1. Bagaimana peranan kiai dalam meningkatkan kerukunan hidup umat beragama di lingkungan pondok pesantren syafa’ah darussalam denpasar tahun pelajaran 2023/2024, 2. Bagaimana hambatan dan solusi dalam meningkatkan kerukunan hidup umat beragama tahun pelajaran 2023/2024. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kiai dalam memimpin masyarakat terdapat tiga strategi utama yakni: memahami kondisi masyarakat, memberikan bantuan, fokus membangun kerukunan. Kiai berperan sebagai suri teladan yang dipercaya untuk membimbing masyarakat sekitar. Kiai juga dipercaya sebagai guru dalam mentransfer pengetahuan tentang  kerukunan di lingkungan masyarakat. Pondok Pesantren Syafa’ah Darussalam ini berhasil menjalankan prinsip-prinsip kerukunan dengan baik. Adapun hambatan, yakni: pengelolaan parkir, kurangnya komunikasi, dan beberapa warga berprasangka negatif. Hambatan-hambatan kecil tersebut dapat diatasi dengan solusi, yakni: memberikan pengertian kepada santri agar tidak menyimpang, pendekatan intensif dengan masyarakat, berpartisipasi aktif kegiatan sosial di masyarakat, berdialog secara langsung dengan masyarakat sekitar.

Atika Nandini; Mu’tasim Billah; Revita Arendri Vashti

Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Desa tutur merupakan salah satu desa dari Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan yang memiliki potensi alam yang melimpah seperti susu sapi, kopi dan bunga krisan. Dalam pembudidayaan bunga krisan diperlukan pupuk yang tepat untuk tanaman agar dapat berkembang dengan baik. Pupuk organik kerap dikenal sebagai pupuk yang berasal dari segala proses sisa makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan, dan manusia. Kotoran sapi dari produk susu sapi yang dihasilkan desa Tutur dapat dijadikan pupuk organik karena kaya akan nutrien. Namun pada desa Tutur, belum memanfaatkan limbah kotoran sapi tersebut secara maksimal. Pelatihan pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi ini dapat menjadikan peluang baik bagi warga desa Tutur agar membantu pembudidayaan pada bunga krisan dan tanaman lainnya untuk peningkatan produktivitas tanah. Dalam pelatihan ini, warga dijelaskan terkait pupuk organik serta metodologi pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi. Hasil pelatihan menunjukan peningkatan pemahaman serta pengetahuan akan pengolahan limbah kotoran sapi sebesar 99%. Hasil tersebut dapat diterapkan oleh warga Tutur kedepannya untuk memanfaatkan kotoran sapi menjadi pupuk organik.  

Rezha Marlina; Rani Oktaviani; Septia Kamala; Seri Winda Ningsih; Febrina Dafit

Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Hal yang paling mendasar dalam praktik literasi adalah kegiatan membaca. Keterampilan membaca merupakan fondasi untuk mempelajari berbagai hal lainnya. Kemampuan ini penting bagi pertumbuhan intelektual peserta didik. Melalui membaca peserta didik dapat menyerap pengetahuan dan mengeksplorasi dunia yang bermanfaat bagi kehidupannya. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Islam Terpadu Abu Bakar Ash-Shiddiq. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) bertujuan untuk Menumbuhkembangkan budaya literasi membaca dan menulis siswa di sekolah, Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat. Pelaksanaan GLS berupa tahap pembiasaan, tahap pengembangan dan tahap pembelajaran.  

Latifatul Qulub

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Pengembangan sektor pertanian di pedesaan seringkali menghadapi berbagai kendala dan tantangan. Kendala dalam pembangunan pertanian ini dapat berupa berbagai factor seperti factor manusia maupun lingkungan yang dapat terjadi di Desa Cupak, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang. Desa Cupak memiliki potensi bidang pertanian dan peternakan yang cukup baik. Potensi yang ada di desa ini antara lain ketersediaan lahan pertanian, adanya sektor perkebunan, dan tanaman pangan, ketersediaan SDM pertanian, dan adanya kegiatan kelompok tani yang cukup aktif. Sayangnya, potensi ini tidak diimbangi dengan pengembangan kemampuan petani dalam meningkatkan kemampuan Bertani sehingga hanya terbatas pada pengelolaan umbi porang yang seharusnya bisa dijadikan produk tertentu. Dengan masalah tersebut perlu diadakan serangkaian pelatihan bagi petani porang desa cupak.  

Nur Cahyani, Arinda; Febia Citraeni Rusdaita; Elsa Nurmala

jurnal ABDIMAS Indonesia 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Food safety and product halalness are important matters and must be fulfilled for both micro industry and macro scale industry producers. One area that has many MSMEs is Besuki Village, Lumbir Banyumas District. The purpose of this community service is to strengthen and increase understanding and knowledge in determining safe and halal food. The method of implementing this activity is the provision of material and discussions which are conducted offline at the Besuki Village Hall. This activity took place on March 18 2023. The evaluation was carried out by giving a pre-test and post-test. The average value between experiencing an increase and after giving the material

Alfika Safitri; Mardiana pratiwi; Veronnicka Shintya Dewi; Nurul Fadhilah; Astuti Astuti +8 more

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Hypertension is a conditional in which blood pressure increases beyond normal limits. Normal blood pressure varies according to age. All hypertension is a sport, one of which aims to incrase blood flow and oxygen supply to the active muscles and skeleton, especially to the heart muscle. The purpose of this hypertension exercise is to increase the knowledge of the elderly at the Tresna Werdha Budi Mulia 2. Social institution regarding hypertension exercise to reduce blood pressure. The method used is by socializing and providing counseling and displaying posters containing the steps in hypertension gymnastics. Health counseling was held on Thursday, june 8 2023. The population in this counseling were the elderly in Tresna Werdha Budi Mulia 2 Social institutions. After conducting health education about hypertension exercise, the results (100%) were that the elderly in Tresna Werdha Budi Mulia 2 Social institutions understood, understand and be able to give an example of how hypertension exercise to lower blood pressure.

Ayu Puspitasari, Davita Dyah; Novita, Anggie; Faristiana, Andhita Risko

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id   ABSTRAK Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.   ABSTRACT In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.   PENDAHULUAN Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:   وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ  ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ   (Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah  [2]:83 Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab. Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan. Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan. Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991). Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan.  Pendekatan  bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata). Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002) Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif. Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini. Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam. Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal. Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia. Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.   HASIL DAN PEMBAHASAN Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)? Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara. Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain. Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo. Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri,  serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri. Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar. Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini. Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.             Sumber : foto dari panitia                         Sumber: foto dari panitia Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023). Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023). Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang  ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023) Metode Dakwah Bil Hal Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah". Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016). Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya. Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.   Kesimpulan Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023. Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah. Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.       Daftar Pustaka   Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.   Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).   Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.   A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5   Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).   Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.   Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).   Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.   Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press   Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.   Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5  No 2   Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.      

Basyirotul Hilmi; Hildhan Reicky Saputra; Sulis Safaatin Hidayah; Romy Trizki Suwardana; Yosafat Prayoga Purba W

SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa 2023 CV. Alim's Publishing

The use of Indonesian can affect the distribution of power among local residents, either through the choice of words or phrases used, the style of communication, or access to information. The use of Indonesian by local residents also has implications for community empowerment and involvement. When people have broad access and a good understanding of Indonesian, they can participate actively in life. The use of Indonesian by local residents can also have an impact on cultural sustainability and create social harmony. Indonesian is stipulated in the 1945 Constitution and Indonesian has been studied in several countries. But that does not mean, the existence of the Indonesian language does not experience problems. Slang appears because of the dynamics in people's lives. The diversity of local cultures and languages ​​has a role and influence on the Indonesian language. It cannot be denied that cultural and linguistic diversity is the uniqueness of the Indonesian nation and a wealth that must be preserved. But this diversity affects Indonesian as the language of unity.

A.T. Hendrawijaya; Lutfi Ariefianto; Fuad Hasan

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2023 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

It is necessary to build awareness to foster entrepreneurial motivation among the community at large, especially in the Study Group of Packages C citizens in the Technical Implementation Unit of the Education Office of the Bondowoso Regency Learning Activity Studio (SKB). Given that motivation is one of the drivers of the growth and development of a person's entrepreneurial spirit, one of the most needed motivations is the desire to continue learning and adding skills. Therefore, in order for the learning community to improve their welfare, insight into entrepreneurship is needed, so that through counseling on entrepreneurial motivation, it is hoped that the learning community can foster an entrepreneurial spirit and develop creativity and innovation in entrepreneurship so that it can be used as a provision in their lives. This service activity was carried out at the Technical Implementation Unit of the Bondowoso Regency Learning Activity Center education office, which was located in the SKB Hall. The objectives of this community service are (1) to provide insight and knowledge about the importance of fostering entrepreneurial motivation; (2) to provide insight and knowledge about the importance of developing an entrepreneurial spirit; (3) to develop creativity and innovation in entrepreneurship. The methods used are lecture, question and answer and discussion methods. the results achieved by the service activities are the provision of insights and knowledge about the importance of entrepreneurship for learning citizens pursuing package C in the Technical Implementation Unit of the Education Office of the Bondowoso Regency Learning Activity Center. Thus, through counseling, the learning community of pursuing package C is motivated to become entrepreneurs. Seeing the responses given by participants who are so positive and enthusiastic, shows that this activity is quite high and needs to be followed up with further activities, for that, it needs to be carried out periodically and continuously.

Alika, Putri; Permata Sari, Ira; Adnawi, Iqbal

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pada sebuah lembaga pendidikan, manajemen pembelajaran sangatlah penting. Maka dari itu manajemen suatu program pendidikan harus dikelola dengan baik. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana proses penerapan manajemen program pendidikan kesetaraan paket A di PKBM Melati Cibeber Kota Cilegon dalam rangka meningkatkan mutu Pendidikan. Penelitian ini dilakukan karena ditemukan beberapa masalah yang dapat mempengaruhi manajemen pendidikan diantaranya akteditasi yang belum diperbarui, kekurangan peserta didik hingga keterbatasan waktu warga belajar dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu penyelesaian masalah yang didapatkan dengan mendeskripsikan keadaan objek berdasarkan fakta dilapangan dan dituliskan dalam bentuk kata-kata. Sumber data yang digunakan adalah data primer yaitu ketua PKBM Melati dan data sekunder yaitu kepustakaan dan kajian literatur. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk teknik analisis data menggunakan teknik Miles yaitu pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, kesimpulan dan verifikasi serta kesimpulan akhir. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program Pendidikan kesetaraan paket A meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada masing-masing aspek manajemen tersebut dikatakan cukup baik dalam meningkatkan mutu manajemen Pendidikan dan manajemen pembelajaran.

Muhammad Syukur; Murlia irmayanti

Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Kemampuan membaca dan menulis yang baik sangat diperlukan untuk memahami dan mengevaluasi informasi yang diperoleh dari sumber-sumber tersebut. Selain itu, kemampuan membaca dan menulis yang baik juga sangat penting dalam dunia akademis dan profesional. Dengan adanya Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bertujuan untuk meningkatkan budaya membaca dan menulis di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Pelaksanaan Gerakan literasi sekolah di UPTD SD Negeri 152 Barru bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya membaca dan membawa wawasan yang lebih luas. Melalui program gerakan literasi, siswa dapat mengembangkan kemampuan membaca dan menulis, memperoleh pengetahuan baru, dan mengembangkan budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari. penguatan literasi bertujuan untuk menghasilkan generasi yang memiliki kemampuan literasi yang baik, sehingga dapat menjadi warga negara yang kritis, cerdas, dan mampu berpartisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat

Fitra Nadhilla Siregar

Jurnal Ventilator: Jurnal riset ilmu kesehatan dan Keperawatan 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Perilaku hidup bersih sehat (PHBS) di rumah adalah kegiatan berbasis pengetahuan diri yang dilakukan oleh setiap anggota keluarga dengan tujuan untuk berpartisipasi aktif dalam pencegahan penyakit dan meningkatkan kesehatan keluarga. Salah satu indikator PHBS dalam rumah tangga adalah penggunaan jamban sehat oleh keluarga. Tujuan pengabdian ini adalah mengidentifikasi pemberdayaan masyarakat melalui gerakan PHBS serentak pada rumah tangga di Dusun Cung Belut, Desa Semen, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Metode yang digunakan adalah penyuluhan jamban, stimulasi sederhana jamban dan pembentukan kerangka STBM. Populasi sasaran adalah warga Dusun Cung Belut sebanyak 142 Somah. Setelah dilakukan penyuluhan tentang jamban sehat, pengetahuan masyarakat tentang jamban sehat meningkat 75%, jumlah warga yang siap membuat jamban sehat sebanyak 6 orang dengan konsep stimulasi, terbentuklah kabinet STBM muda yang beranggotakan 15 orang anak. Kesimpulan gerakan PHBS serentak dalam rumah tangga efektif mengatasi permasalahan PHBS di Dusun Cung Belut, Desa Semen, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi.

Nugrah Gables Manery; Johan Pieter Elia Rumangun; Dita Ayudia Pratiwi; Harly Clifford Jonas Salmon; Armelia Febryanty Waas

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

The low level of understanding of the community members in general regarding the provisions regarding fundamental rights attached to community members when involved in legal issues, the purpose of this legal counseling is to provide knowledge and understanding of the law, especially the provisions concerning the rights of community members when involved in legal issues. The method used in this legal counseling is the lecture and discussion method. The result of this legal counseling is to increase legal knowledge and awareness, legal counseling must be carried out periodically with additional material on law enforcement, both preventive and repressive.