Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 2721-2740 of 2,830

Analytics

Putra Rian Hermawan

Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Palan

The novel has several genres based on the storyline, one of which is the romance genre novel which is more in demand, this is inseparable from the storyline which is more relevant or in accordance with the love stories of the readers, as well as the storyline which is interesting and not boring to read. read, the last reason is that there are also many words or quotes that can be quoted related to life. But apart from that reading novels must also have a positive impact on readers, not just reading for pleasure. By inserting good things such as friendship or moral values ​​that must be contained in the novel will make the reader get good things after reading the novel, avoid things that make the reader do something out of line because he has read the novel.

Ulpa Sadiyah

Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Palan

Analysis of narrative structure as an intermediary in understanding stories as well as conveying messages and meanings through moral values, religious teachings and educative culture. The problem being studied is whether the script writer is able to reflect the elements of nature in the film series Avatar The Legend of Aang: The Last Airbender in the characters. Natural elements which include water, earth, fire, air in the Avatar series The Legend of Aang: The Last Airbender, are the basis for the formation of the character's characters, these elements have a close relationship with natural elements that exist in Javanese human life and the embodiment of energy in human life. Java. The purpose of this study is to make it easy for readers to understand the symbolic character and understand the narrative structure, by using qualitative methods and as a theoretical basis that is considered appropriate to discuss it, understanding the narrative and natural elements reflected in the character of the characters is used a narrative structure approach, this approach its orientation is to study the systematic stages of script writing to get the essence of a story. In the narrative structure there are substances that relate to each other to form a series of stories including: 1. The structure of the first three acts contains set-up or introduction, the second act contains turning points and the third act describes the resolution or resolution. The interesting thing about this series is the discovery of story problems and conflicts that usually occur in the adult category but are translated into teenage figures and then packaged in a narrative structure that is easy for the audience to understand.

Durratus Sa’diyah

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Lingkungan sekolah memiliki peranan penting dalam pembentukan moral pelajar terlebih lagi pada masa sekarang di mana kemajuan teknologi dan arus globalisasi memicu degradasi moral penerus bangsa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pendidikan moral melalui permainan tradisional. Kajian ini bertujuan untuk menemukenali nilai-nilai dalam permainan tradisional yang dapat mengembangkan moral anak. Hasil kajian mengungkap dalam permainan tradisional terkandung nilai-nilai karakter yang teramat strategis bagi penanaman, pembentukan, atau penguatan jati diri anak. Maka dari itu, perkembangan moral diharapkan dapat lebih optimal melalui permainan tradisional yang dipantau oleh guru.

Kurnia Fauza Sepriana; Fadhilla Yusri

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2023 Universitas Muhammadiyah Manado

Pengasuh merupakan orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus untuk mendidik, membimbing, membina, mengarahkan, menilai, dan mengevaluasi anak asuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh panti asuhan aisyiyah dalam membina moral anak asuh, untuk mengetahui hambatan yang di hadapi dalam pembinaan di panti asuhan aisyiyah dan cara mengatasi hambatan yang terjadi dalam membina moral anak asuh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Responden berjumlah enam orang, diantaranya pimpinan panti asuhan aisyiyah, satu pengasuh, dan empat anak asuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara khusus pengasuh serta pimpinan telah berperan dalam proses memberikan pembinaannya melalui membimbing dan membina anak asuh dengan metode ceramah, nasehat serta reward dan sanksi. Hambatan yang di alami yaitu anak asuh tidak mengikuti peraturan, pengasuh kesulitan menghadapi anak asuh yang berbeda sifatnya dan lama dalam beradaptasi dengan lingkungan panti. Cara mengatasi hambatan yang terjadi yaitu bersikap tegas dan sabar dalam menghadapi anak asuh kemudian memberikan konseling dengan cara menanamkan nilai keagamaan kepada anak asuh.      

Abdul Gani Jamora Nasution; Annida Azhari Ritonga; Annisa Rahmadani; Friska Widya; Miftahul Jannah

The purpose of this study is how the history of the Al-Mashun Grand Mosque, the Al-Mashun Grand Mosque in the city of Medan in general has a mixed architectural form. It is divided into three: the main room, used as a place of prayer, the shape of the octagon is not equilateral. The left side (south-east) and the right side (north-east) of the main prayer room are surrounded by alleys (corridors). The shape of the dome follows the shape of Turkish architecture with a broken octagonal shape and an octagonal shaped plan with cylindrical columns at each of the corners of the marble. Research on MASJID RAYA AL- MASHUN MEDAN: A Study of socio-Religious History is relevant by using qualitative research because it meets the characteristics of qualitative research, especially in terms of in-depth data disclosure through interviews, observations and document studies of what informants do, how they carry out activities, what activities are carried out for and why they practice virtue or goodness (good morals) in the real reality.

normilah; Mahmud MY; Musli

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2023 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Metode pembiasaan adalah kegiatan yang dilakukan secara terus menerus sehingga menjadi kebiasaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana upaya guru dalam mengembangkan nilai-nilai agama dan moral anak usia dini melalui penerapan metode pembiasaan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan uji kepercayaan menggunakan tringgulasi data.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dalam mengembangkan perkembangan nilai-nilai agama dan moral anak melalui metode pembiasaan adalah sebagai berikut: rutin memandu kegiatan berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatansehari-hari,  Ibadah shalat dhuha, sopan dalam bertutur kata untuk membiasakan prialaku mulia, keteladanan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, dan secara terprogram mengahafal surat-surat pendek dan do’a sehari-hari. kesimpulan bahwa kegiatan tersebut adalah bentuk pembiasaan dapat diterapkan pada anak usia dini dalam mengembangkan nilai-nilai agama dan moral.

Nila Indrika Anggi Finanda

The International Conference on Education, Social Sciences and Technology 2022 International Forum of Researchers and Lecturers

Legal protection of children refers to all actions that ensure and safeguard children and their rights so that they can live, grow, develop, and engage maximally in line with human dignity and honour, as well as get protection from violence and discrimination within legal laws. In Indonesia, the proportion ranges from 22 to 100%, indicating that the aforementioned conditions occur often. As a result, researchers are interested in performing this study utilising normative research methodologies. Legal protection for minors who distribute pornographic videos on social media, choosing to release minors, is regulated by Law No. 23 of 2002 concerning Child Protection, Article 16 (1) Every child has the right to receive protection from being the target of abuse, torture, or inhumane punishment, (2) Every child has the right to obtain freedom in accordance with the law, and (3) Arrest, detention, or incarceration of a child must be carried out in accordance with relevant legislation and only as a last option. And advocate LPKA in the form of independence coaching, which includes instruction for foster children in skills that may be developed after the foster time ends, such as sewing. Meanwhile, personality development is moral development, with the goal of providing foster children with an understanding of social norms as well as an understanding of themselves so that they can accept responsibility for all actions they take and refrain from repeating illegal actions. Suggestions in this protection are expected to be safeguarded by anybody, regardless of circumstance, and the local government needs to get to the field to inspect the status of special child development institutions so that any deficiencies may be corrected quickly, allowing development to proceed correctly.

Mutaqin Saufi; Musyorofah Musyorofah; Ali Sibram Malisi

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

This study aims to examine how strategies strengthen student morale through school programs. In analyzing the problem, this research uses descriptive method with observation, interview and documentation techniques. Some of the findings obtained from research that the strategy of strengthening students' morale is implemented in several aspects; firstly on the school's vision and mission where the school compiles the school's vision-mission and goals which imply faith, piety and religious values ​​to strengthen student morale, second on activities both habituation activities within the school environment or activities outside the school environment related to religious activities to increase religious values, third on school facilities and infrastructure, fourth on school rules which are arranged based on the school's vision-mission and goals. The research results show that the strategy is quite successful in strengthening student morale. There are several findings that can hinder the success of applying student moral values, such as: the number of students that is not balanced with the number of classes, the lack of optimal use of facilities, the lack of commitment from school members, especially the lack of parental cooperation in efforts to strengthen student morale.

Suryani Suryani

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

The purpose of this research article is to find out the concept of Governance / Corporate social responsibility (CRS) and ethics in strategic management in the field of education. Corporate governance is a set of rules that govern the relationship between shareholders, managers, creditors, employees, and other stakeholders to balance their rights and obligations. Corporate social responsibility (CRS) is an activity carried out by companies as a form of supporting sustainable economic development through community or global empowerment. Management ethics is a process and effort in order to examine the truth about managerial practices that are used as guidelines for a person in carrying out and determining decisions in the organization. Ethics is not only necessary in social life, but in the world of management and business, ethics is also necessary in order for organizations to organize moral systems prepared to limit the actions of people. 

Nisa Pangesti Br Tarigan, Giva; Limbong, Rezxi; Wiryanti Siregar, Wika; Hanum OK, Azizah

Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Educating is the duty, mandate, and responsibility of parents, teachers, or authorized educators. in any environment and situation, an educator must make students able to absorb and understand the material and teaching that is directed and conveyed. In addition, the totality of teaching staff is also a capital in achieving the expected educational goals. Educational work is not only a family obligation, but also an obligation for educators in schools. school as a formal educational institution in the sense that it is carried out on the basis of strong regulations and with certain conditions and a certain basis.

Tazkya Nayla Kuntadi; Fakhri Dhiya Hidayat

Education is defined as a form of mentoring and developing the potential of students who are directed and embedded in personality, then can be applied in everyday life. Character literally comes from the Latin character, which means, among other things: character, character, psychological traits, character, personality or morals. Someone who behaves dishonestly, is cruel, likes to steal, is said to be a person with bad character. Meanwhile, someone who likes to be honest, helpful, polite, can be said to be someone who has good character. So, the term character is more reflected in a person's personality. Lickona states that character education is a deliberate effort to help someone so that he can understand, pay attention to and carry out core ethical values.

Nanang qosim; Mu’tasim billah; Siti rohmah; Sulis putri dewi

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Kreatif 2022 Universitas Kristen Indonesia Toraja

Tantangan didalam dunia pesantren merupakan Globalisasi dalam realita sosial, serta harus bertindak secara konsisten dalam melintasi batas-batas suatu negara (trans-nasional), dan mendorong perubahan-perubahan di berbagai tingkatan . Dalam keadaan seperti itu, tantangannya menuntut kesiapan pesantren di segala bidang, tanpa harus meninggalkan nilai-nilai tradisional yang dibangun  pada berabad-abad yang lalu dan menjadi sistem pendidikan khas Indonesia (pribumi). Dan  sekolah dituntut untuk berpartisipasi aktif dalam merespon  berbagai perubahan, serta mengharuskan sekolah tampil dalam persaingan pasar bebas. Kondisi ini merupakan deretan dan masalah yang panjang di mana benteng moral telah mencapai titik kritis dan terjadinya kekhawatiran, pergeseran nilai, secara signifikan. Dan merespon pesantren Zainul Hasan Genggong untuk memainkan perannya dalam dinamika yang ada, tanpa meninggalkan tradisi nilai-nilai tersebut. Dalam perspektif teori Pierre Bourdieu peran sekolah dalam menghadapi proses masuknya ke ruang lingkup dunia secara konseptual, peneliti  juga mendeskripsikannya melalui teori yaitu habitus [bentuk pesantren] x modal [kiai di pesantren] + domain [nilai Satlogi Murid] = praktik [peran kiai dalam menghadapi tantangan globalisasi]. Internalisasi nilai-nilai diatas menjadi tradisi besar di sepanjang sejarah dan dapat memberikan kemuliaan.

Siti Aisyah Hanim

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Pendidikan karakter merupakan penanaman nilai karakter terhadap peserta didik yang meliputi kemauan atau kesadaran, dan tindakan dalam mengimplementasikan nilai, budi pekerti, karakter, serta akhlak yang baik ke dalam diri peserta didik, yang bertujuan untuk membentuk kepribadian yang baik pada peserta didik seperti jujur, menghormati orang lain, maupun berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan karakter merupakan hal yang harus diperhaikan terutama bagi guru sebagai orang tua kedua bagi siswa dalam memberikan keteladanan sehingga menjadi contoh konkrit bagi siswa dalam bersikap, saat ini permasalahan karakter menjadi kajian yang penting karena saat ini bayak didapati  permasalahan-permasalahan yang menyimpang dari nilai, norma dan moral dalam masyarakat,  kebanyakan dari pelaku penyimpangan ini terjadi pada generasi muda terutama pada anak usia sekolah. Dengan melihat fenomena permasalahan krisis nilai, moral dan karakter pada generasi sekarang, maka kegiatan pengabdian masyarakat ini penting  dilaksanakan dengan tujuan  memberikan informasi terkait data dan fakta yang sedang terjadi yang berkaitan tentang permasalahan karakter remaja pada masa sekolah dan diperlukan pendekatan secara psikologis bagi guru untuk mengedukasi dan memberikan keteladanan kepada siswa sebagai peserta didik khususnya guru Madrasah Ibtidaiyah Swasta Baitul Muslimin Kecamatan Percut sei Tuan, kabupaten Deli serdang sumatera Utara agar menjadi solusi permasalahan karakter di sekolah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan sosialisasi dengan sasarannya adalah guru MIS Baitul Muslimin Kecamatan Percut sei Tuan, kabupaten Deli serdang sumatera Utara yang berjumlah 12 orang. Hasil kegiatan ini untuk memberikan informasi terkait data dan fakta permasalahan karakter pada siswa   dan memberikan edukasi pentingnya keteladanan guru dalam memberikan solusi terkait masalah pendidikan karakter khususnya di  sekolah MIS Baitul Muslimin Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang sumatera Utara

Nasution, Annisa; Siregar, Nurfadillah; Winanda, Putri; Hanum OK, Azizah

Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

This study is to find out the understanding of students; knowing the nature of students; Know the characteristics and characteristics of students; and know the elements of students. This study is a literature review in which data is taken from literary sources from experts in the field of Islamic education. The author concludes that students consist of physical/fiscal elements, and spiritual/mental elements. The essence of all learning is to direct students both physically/fiscally and spiritually/mentally to become better and perfect in accordance with the specified learning objectives.

Robingun Suyud El Syam; Nanang Sudiyono; Syabana Angga Zulfikar

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Sinetron merupakan salah satu acara televisi yang paling banyak memberikan pengaruh terhadap penontonnya. Sinetron merupakan tayangan yang dapat menjadi media penyampaian sebuah pesan moral. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap nilai-nilai tuntunan yang terkandung dalam sinteron Dunia Terbalik. Melalui pendekatan kualitatif, disimpulkan : bahwa nilai-nilai tuntunan etika sosial dalam sinteron Dunia Terbalik, setidaknya empat aspek; pertama, menghormati orang yang lebih tua; kedua, selalu mengucapkan salam di setiap aktivitas pembuka maupun penutup komunikasi; ketiga, belajar hidup rukun; keempat, saling tolong-menolong terhadap sesama. Etika sosial tersebut elok dipraktekkan dalam kehidupan masyarakat, maka penelitian merekomendasi empat nilai etika sosial ini menjadi pedoman hidup dalam kerangka pendidikan Islam.    

Laury M. Ch. Huwae; Stela Salamor; Sri J. A. Bandu; Karan Silaratubun; Hubert A. Mainake +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Drugs are one of society's diseases that are growing very rapidly and are difficult to eradicate. The main target of the largest distribution and use is dominated by the younger generation while the younger generation is the backbone and driver of change for the Indonesian nation. Formation of morals and ethics from an early age is the first step as an effort to prevent drug use, so that in real work lectures in Amahusu Village students run a program namely socialization of the dangers of drug use for the millennial generation. The purpose of this program is to shape the character of students by introducing caused by drug use. This activity was carried out on November 15 2022 located at SMP Negeri 11 Ambon. The implementation method uses lecture and sharing methods. With this activity, it is hoped that students will not only know the dangers but can fight drugs for the sake of creating a healthy life, a harmonious family and a bright future.

Irwan Irwan

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2022 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Intervensi kemanusiaan adalah topik yang banyak diperdebatkan dalam perang dan perdamaian di bidang moral, hukum, politik, filsafat di dunia internasional. Memasuki milenium ketiga, dalam konteks perjuangan untuk perdamaian universal, Paus Yohanes Paulus II mengajarkan moralitas intervensi kemanusiaan dalam dokumen Message for the Celebration of the World Day of Peace: “Peace on Earth to Those Whom God Loves” tanggal 1 Januari 2000. Artikel sederhana ini mencoba untuk membahas, untuk memahami lebih lanjut, tiga kriteria moral yang dituntut dalam intervensi kemanusiaan pada dokumen ini, yaitu: otoritas yang sah, niat yang benar, dan upaya terakhir. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi pustaka.

Rif’atul husnah; Tharikah Naqsyabandiyah

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Jurnal ini mengulas tentang Ahlu As-Sunnah Wal Jama’ah Sebagai Doktrin Dan Faham Pesantren Zainul Hasan Genggong bertujuan untuk menggambarkan ahlu sunnah  wal jama’ah sebagai doktring faham dalam pondok pesantren zainul hasan genggong. Pesantren Zainul Hasan Genggong adalah salah satu lembaga pendidikan islam tertua di Indonesia. Berdirinya lembaga ini sebelum Indonesia merdeka,yaitu tepatnya pada tahun 1839,yang didirikan oleh kyai zainal abidin. Pesantren zainul hasan dikenal barokahnya dan kewaliannya. Pondok pesantren Zainul Hasan berkembang dengan begitu cepat, tidak sekedar ilmu agama yang diajarkan. Pesantren Zainul Hasan Genggong  dikenal sebagai suatu  lembaga pendidikan yang dibangun dan dikembangkan dengan lanndasan pandangan filosofis tentang berbagai aspek agama, moralitas, ilmu pengetahuan, lingkungan dan lain sebagainya, berkembang secara  continue  dalam pertumbuhan, kesinambungan, perubahan dan pembaharuan. Ciri khas pesantren yang menjadi sasaran berkembangnya dari sebuah pesantren yang dilakukan puslitbang pendidikan agama dan keagamaan yang dilakukan secara individu ataupun dilakukan lembaga lain. Dengan dikuatkan oleh SATLOGI SANTRI yang berarti Sopan santun, Ajeg Istiqomah, Nasehat, Taqwallah, Ridollah,Ikhlas lillahi ta'ala. Pesantren Zainul Hasan Genggong menganut faham Ahlu As- sunnah wal jama’ah yang mana mengikuti jejak sang maha guru KH. Hasan Sepoh Genggong.  

Sarah Silalahi; Segen Pasaribu; Angelina Pasaribu; Ramayanti Pangaribuan; Maria Widiastuti

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2022 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Older people tend to stay at home, a condition that poses new problems for older people. They are alienated from their environment and forgotten by people, resulting in rejection and loss of self-esteem. Therefore, church ministry to the elderly must be viewed as a specific ministry and taken seriously by special workers and servants of God who truly understand the problems of the elderly. These categorical services morally oblige the church to treat its congregation members, the elderly, seriously and responsibly. Ultimately it means striking a balance between being careful and acting responsibly. A church is an institution with an organization. But more than that, the church is a community of believers. According to God's command in Matthew 28: 18-20, After becoming a disciple of Christ and being baptized, a disciple of Christ must be taught the doctrine of the Christian faith, how to live the Christian life.

Simplesius Sandur

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2022 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Kebebasan manusia terungkap dalam suatu pilihan dan pilihan adalah elemen fundamental hidup manusia. Konsep kebebasan memiliki sejarah yang panjang. Hal itu telah ditafsir oleh para pemikir dalam sejarah filsafat dan agama. Para pemikir religius-filosofis tidak memiliki kesatuan pandangan tentang hal ini. Variasi penafasiran tentang kebebasan telah melahirkan cara pandang yang berbeda tentang kebebasan. Ada yang melihatnya sebagai hal yang tidak dapat dipisahkan dari intelek dan kehendak karena kebebasan mengalir dari kedua fakultas ini. Sementara yang lain melihatnya sebagai fakultas dari mana akal budi dan kehendak mengalir. Dalam hal ini kebebasan adalah suatu ekspresi yang paling esensial martabat manusia sehingga melahirkan suatu kebebasan mutlak. Variasi penafsiran ini membawa akibat pada cara pandang tentang hidup dan bagaimana hidup ini dijalankan. Pandangan tentang kebebasan melahirkan pertarungan yang tiada henti antara dua gerakan di dunia modern yaitu pro-life dan pro-choice. Artikel ini menghadirkan suatu penafsiran polemik mengenai kebebasan dari perspektif filsafat moral.