Publication Search

73,128 articles from 694 journals · 2,111 citations tracked

Showing 241-258 of 258

Analytics

Reghina Reghina; Selvi Yanti T Universitas; Gita Nur Fitriyani Subagio

The International Conference on Education, Social Sciences and Technology 2022 International Forum of Researchers and Lecturers

The purpose of this study is to determine whether environmental awareness, green product advertising, environmental knowledge, and green buy intention can affect each other as well as whether Makassar residents' environmental knowledge is influenced by their intentions to make green purchases. Descriptive research methodologies are used in this study. Data from samples in Makassar were also gathered by researchers via an online survey method. Makassar population sampling is made easier with the use of the probability sampling technique. The study's findings indicated that while environmental knowledge had a positive and significant impact on green purchase intention, green purchase intention had a positive and significant impact on environmental knowledge, and environmental awareness and green product advertising had a positive but not statistically significant effect on green purchase intention. The restricted sample size of 164 respondents resulting from time constraints during the research process is the research's main weakness.

Budi Hartoyo

Jurnal Agrifoodtech 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kekurangan gizi merupakan permasalahan serius, sekitar 30% penduduk dunia termasuk Indonesia, terutama anak-anak, berisiko menderita kekurangan gizi Zn. Kekurangan gizi Zn juga menjadi salah satu faktor kekerdilan (stunting) yang prevalensinya cukup besar dan merata di Indonesia. Demikian pula masalah anemia karena kekurangan asupan zat gizi mikro terutama zat besi. Beras adalah makanan pokok sebagian besar penduduk di Indonesia. Sebagai pangan utama, beras diketahui memiliki nilai gizi mikro yang tidak memadai sehingga berpotensi menimbulkan kekurangan gizi bagi konsumen. Biofortifikasi merupakan salah satu inovasi dalam meningkatkan mutu gizi beras. Keuntungan biofortifikasi antara lain : (1) dapat dikembangkan pada bahan makanan pokok, (2) lebih murah dan menguntungkan dari aspek budidaya karena benih yang sudah melalui proses fortifikasi akan terikut pada generasi selanjutnya, (3) bermanfaat bagi masyarakat konsumen rawan gizi. Kandungan mineral penting seperti Fe (besi) dan Zn (seng) pada beras dapat ditingkatkan melalui biofortifikasi menjadi beras kaya Fe atau Zn. Beras kaya gizi mineral hasil biofortifikasi dapat dimanfaatkan dan dikembangkan Pemerintah guna menanggulangi masalah gizi pada masyarakat, terutama dari golongan ekonomi lemah.

Agustin, Alvyersa Rosalpina; Widanti, Yannie Asrie; Karyantina, Merkuria

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2022 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Mochi merupakan salah satu kue yang berasal dari Jepang dan terbuat dari tepung ketan dicampur dengan bahan lain, kemudian dikukus hingga matang. Mochi yang sudah matang dibentuk bulat dan ditaburi dengan tepung sagu yang sudah disangrai. Kacang hijau digunakan sebagai substitusi, karena merupakan sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi dan terdapat sumber mineral yang bermanfaat untuk tulang. Bit dapat memberikan warna alami yang diperoleh dari pigmen betalain dan pigmen tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap tingginya aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan formulasi yang tepat untuk menghasilkan kue mochi bit dengan tepung kacang hijau dan tepung ketan yang mempunyai kadar protein dan aktivitas antioksidan tinggi dan menentukan karakteristik sensori untuk formulasi produk mochi bit dengan tepung kacang hijau dan ketan yang paling disukai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mochi bit dengan tepung kacang hijau dan tepung ketan terbaik berdasarkan nilai aktivitas antioksidan dan kadar protein yang tinggi yaitu pada perlakuan tepung kacang hijau 30% : ekstrak bit 20% dengan nilai kadar air sebesar 46,721%, kadar abu 0,531%, kadar gula 0,056%, kadar protein 4,532%, aktivitas antioksidan 11,645 %, warna 3,700 (coklat tua), flavor bit 2,567 (agak terasa), flavor tepung kacang hijau 3,153 (langu), tekstur lembut 2,653 (agak lembut), tekstur kekenyalan 2,693 (agak kenyal), tekstur kelengketan 2,347 (agak lengket) dan kesukaan keseluruhan 2,533 (agak suka). Kata kunci: Bit, tepung kacang hijau, mochiÂ

Nurrohman, Rifai; Karyantina, Merkuria; Widanti, Yannie Asrie

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2022 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Tortilla chips ialah suatu produk olahan jagung dari hasil proses pemasakan dengan larutan alkali, penggilingan, pengeringan dan penggorengan. Penelitian ini menggunakan jagung, serbuk ketapang dan tepung daun kelor sebagai bahan dasar pembuatan tortilla. Serbuk ketapang memiliki kandungan protein dan serat dengan jumlah yang cukup banyak sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan tortilla, sedangkan tepung daun kelor memiliki kandungan serat dan mineral. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi tortilla serbuk ketapang dengan ditambahkan tepung daun kelor yang tinggi protein, serat dan antioksidan.  Penelitian ini dilakukan dengan  metode  Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari  1 faktor yaitu perbandingan jagung, serbuk ketapang dengan dan tepung daun kelor. Dari faktor tersebut didapatkan 9 perlakuan P1 (jagung 72g, sebuk ketapang 18g, kelor 10g) sampai dengan P9 (jagung 48g, serbuk ketapang 32g, kelor 20g). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan dengan kadar serat kasar tertinggi yaitu P8 (jagung 56g, serbuk ketapang 24g, kelor 20g) dengan nilai 3,67%, kadar protein tertinggi pada perlakuan P7(jagung 64g, ketapang 16g, kelor 20g) dengan nilai 10,35%, kadar mineral abu tertinngi pada P6 (jagung 51g, serbuk ketapang 34g, kelor 15g) dengan nilai 4,50%, dan kesukaan keseluruhan terdapat pada perlakuan P1 (jagung 72g, sebuk ketapang 18g, kelor 10g)dengan nilai 3,32 (suka).Â

Efrin A. Dollu; Wiliam M. Sengadji

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Fish is known as a functional food which is important for health. Fish has a fairly high protein content, besides that it contains OMEGA-3 unsaturated fatty acids (in which it contains EPA and DHA) which are quite popular for maintaining and lowering cholesterol, containing vitamins and minerals. Fish meatballs, Shredded Fish, Naga Legs and Nugget are diversified processed fish products. This dedication aims   to increase the knowledge and skills of the community in processing fish into fish meatballs, shredded fish, dragon feet and nuggets. The method used in  dedication is direct counseling and training. The results obtained from this dedication showed that increase knowledge and skills of PKK mothers in diversification process fish product.

Alfi Muklis Kurniawan; Fitrian Prila Warndani; Widji Dias Astuti

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2021 Universitas Muhammadiyah Manado

Pertanian organik adalah teknik budidaya tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia. Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya sayuran organik, cara penanamannya dapat memanfaatkan pupuk kandang, pupuk hijau, endapan minyak, bahan-bahan organg belum tercemar baik didalam maupun diluar lahan, dan kompos yang terdiri dari mineral yang kaya nutrisi. Hal tersebut bertujuan untuk memperbaiki kesuburan tanah dan memenuhi nutrisi yang diperlukan oleh tanaman. Kerusakan tanah bisa dihindari melalu pemeliharaan tanah, kualitas sumber air dan lingkungan lahan pertaniah, serta perlindungan kontinuitas produksi lahan. Sedangkan hasil yang berkualitas, aman dan sehat bisa dilakukan dengan upaya pengendalian pada saat penanaman, pengendalian secara fisik, serta pengendalian secara alamiah baik pada hama maupun gulma yang merugikan.Secara singkat, pertanian organik tidak hanya untuk mempertahankan keseimbangan kondisi alamiah lingkungan dan menghasilkan sayuran yang sehat dan aman, tapi juga untuk mempertahankan kontinuitas penggunaan lahan pertanian.

Pradita, Nanda; Widanti, Yannie Asrie; Wulandari, Yustina Wuri

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2021 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Egg roll merupakan makanan ringan dengan rasa paduan manis, gurih, renyah, berbentuk gulungan panjang berlubang, beraroma khas yang berasal sesuai dengan perpaduan bahan yang digunakan. Produk ini diolah dengan metode pemanggangan. Kacang kedelai digunakan sebagai bahan baku karena cukup ekonomis, memiliki nilai gizi tinggi seperti, protein, vitamin, mineral, dan serat. Ubi jalar mengandung zat gizi yang berpengaruh positif pada kesehatan dan sumber karbohidrat, sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan olahan diversifikasi pangan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan formulasi egg roll yang tepat, antara perbandingan tepung ubi jalar dan kacang kedelai sehingga dihasilkan produk yang tinggi protein dan memiliki nilai kesukaan tinggi; menentukan kandungan gizi serta sifat organoleptic egg roll ubi jalar yang meliputi wama cerah, flavor tampak dan tekstur renyah. Hasil penelitian menunjukan bahwa formulasi egg roll ubi ungu-kuning dan putih dengan substitusi kacang kedelai terbaik adalah perlakuan tepung ubi jalar 60% dengan kacang kedelai 40%, dengan karakteristik produk meliputi nilai kadar air 5,01%, kadar abu 2,62%, kadar protein 11,63%, kadar lemak 14,47%, dengan warna produk cerah dan bertekstur renyah.

Rais, Rais; Arfan Haqiqi; Eko Budihartono; Rivaldo Mersis Brilianto

Jurnal Elektronika dan Komputer 2021 STEKOM PRESS

The waste processing and renewable energy are being the issues in the industrial 4.0 era. Kitchen and organic trash in the rural areas will become a disaster if there is no solutions. On the other hand, kitchen and organic waste have a positive side, that they can be converted into biogas which can be converted into electricity. On the Minister of Energy and Mineral Resources Regulation Number 27 of 2014, supports the development of biogas and will buy electricity from the biogas conversion. The potential for biogas that obtained by the organic trash per 1000 people is 7619.8 liters of biogas, it meas that the energy contained is still abundant and the production can still be increased if processed with a modern digester system. This research produces a tool in the form of a portable digester that named GenBIoT (IoT-based Biogas Generator) which can be used by the public to produce biogas that  used by home industries or general factories. This research used the research method that similar to System Development Life Cycle (SDLC), this tool is built with several stages starting from planning analysis, designing, functional testing, data analysis and reporting of the results or implementing this tool that can be used as an alternative, as a cheap and easy source energy. This tool is based on the Internet of Things so that this tool can be monitored regarding gas pressure in the reactor, biogas volume and it will detect if there is a biogas leak so it will displayed on the system. To produce the maximum biogas composition, 50% of cow dung is required, 40% of kitchen trash and 10% of water with a ratio of 5: 4: 1 so it will produce 40 kg of biogas with a volume of methane gas (VGM) 0.11 m3 of biogas for cow dung. and 0.04 m3. The third experiment becomes the basis of future biogas production with energy produced from biogas per day of 716.39 Wh

Ferdinand Sitinjak; Tonahati Tonahati; Nathan Houn

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2020 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Masalah lingkungan hidup merupakan masalah yang dihadapi oleh dunia saat ini, apakah itu pencemaran air, sampah ataupun udara, semuanya itu sangat mempengaruhi kualitas hidup manusia. Ketika Allah menciptakan langit, bumi dan manusia serta segala isinya, Ia berkata, “sungguh amat baik.” Kemudian Allah berhenti pada hari yang ke-tujuh dan memberkati hari perhentian-Nya tetapi belum ada semak apapun di bumi, sebab Allah belum menurunkan hujan dan belum ada manusia untuk mengusahakan tanah itu. Selanjutnya Allah membuat taman Eden dan menempatkan manusia yaitu Adam yang dibentuk-Nya dari tanah. Kepada Adam Dia memberi perintah untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Dalam perjalanan kehidupan Adam, Allah memberikan kepadanya Hawa, yang diciptakan-Nya untuk menjadi  penolong yang sepadan bagi  Adam dalam tugas memelihara dan mengusahakan taman itu. Tetapi oleh karena dosa, mereka mengabaikan perintah Tuhan ini bahkan mengksplorasi untuk  mengambil manfaat dari bumi diatas maupun isi yang didalamnya untuk perkembangan kehidupan dan kreasi pikiran manusia. Dituliskan didalam kitab Kejadian 4:21-22 tentang keturunan Adam yang mulai mengeksplorasi bumi untuk mengambil mineral dari dalamnya, “Nama adiknya ialah Yubal; dialah yang menjadi bapa semua orang yang memainkan kecapi dan suling. Zila juga melahirkan anak, yakni Tubal Kain, bapa semua tukang tembaga dan tukang besi.”  Dosa telah membuat hati manusia mengeras sehingga muncul sifat egoistik untuk memuaskan dirinya sendiri dengan menjarah bumi dengan segala isinya. Sehingga benar apa yang dituliskan dalam kitab Yesaya 24:4-6 .. “Bumi berkabung dan layu, ya, dunia merana dan layu, langit dan bumi merana bersama. Bumi cemar karena penduduknya, sebab mereka melanggar undang-undang, merubah ketetapan dan mengingkari perjanjian abadi. Sebab itu sumpah serapah akan memakan bumi dan penduduknya akan mendapat hukuman; sebab itu penduduk bumi akan hangus lenyap

Nugroho, Wahyuningtyas Puji; Mustofa, Akhmad; Suhartatik, Nanik

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

ABSTRAK Bakso ikan merupakan salah satu produk diversifikasi pangan yang disukai oleh semua kalangan masyarakat. Salah satu jenis ikan yang dapat digunakan sebagai bahan baku adalah ikan bandeng. Ikan bandeng memiliki rasa yang enak, gurih, harga yang terjangkau, serta mengandung protein tinggi dan rendah kolestrol. Guna menambah nilai gizi bakso ditambahkan suatu bahan tambahan yaitu rumput laut. Rumput laut mengandung mineral dan serat tinggi yang diperlukan oleh tubuh. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan pengaruh penambahan rumput laut terhadap sifat organoleptik dan kimia serta menentukan formulasi terbaik bakso ikan. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan factor pertama yaitu jenis rumput laut E cottoni, E Spinosum dan Spirulina. Faktor kedua yaitu penambahan tepung rumput laut konsentrasi 5, 10, 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung rumput laut berpengaruh nyata, dimana semakin banyak tepung rumput laut yang ditambahkan maka kadar air, abu, protein dan serat semakin tinggi sedangkan semakin banyak tepung rumput laut yang ditambahkan maka kadar lemak dan karbohidra tby different semakin menurun. Formulasi bakso ikan bandeng terpilih secara kimia dan organoleptik adalah penambahan E. cottoni 5%. Dalam penelitian ini masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dalam penentuan presentase penambahan tepung rumput laut serta penelitian tentang penambahan rempah-rempah untuk mereduksi flavor rumput laut khususnya jenis spirulina.Kata Kunci : Bakso, ikan bandeng, rumput laut

Harsoyo Harsoyo

Public Service And Governance Journal 2020 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki beragam potensi bencana, ditinjau dari aspek geografis, klimatologis dan demografis. Negara kita terletak diantara dua samudera (Samudera Indonesia dan Samudera Pasifik) dengan jumlah pulau lebih kurang sebanyak 17.000 pulau yang kaya potensi alam, hutan, laut, bahan tambang- mineral dan sekaligus kerawanan bencana. Dari  aspek geologis,  terletak  pada tiga (3) lempeng utama, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Asutralia dan Lempeng Pasifik yaang menjadikan   kaya   cadangan mineral dan sekaligus memiliki potensi bencana gempa, tsunami dan tanah longsor. Selain itu, terdapat puluhan gunung berapi yang masih aktif dan berpotensi meletus dan menimbulkan bencana gunung berapi tetapi juga memebrikan kesuburan lahan dan potensi alam yang beragam. Sedangkan secara klimatologis memiliki potensi bencana angin ribut/puting beliung, gelombang pasang naik di  wilayah pesisir/rob, perubahan iklim, banjir  dan kekeringan yang berdampak pada berbagai  bidang kehidupan masyarakat. Dengan kondisi tersebutperlu dilakukan kajian analisis resiko bencana sebagai upaya untuk mengantisipasi dan menanggulangi resiki-resiko yang muncul akibat bencana alam. Urusan bencana ada urusan kita semua oleh karena itu partisipasi dan keterlibatan semua unsur baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan stakeholder lainnya perlu ditumbuhkan dan dioptimalkan, Dengan peran serta semua pihak diharapkan Indonesia menjadi negara yang Tangguh dalam menghadapi bencana alam.

Aulia Debby Pelu; Ira P. Ely; Lukman La Bassy

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2020 Universitas Muhamadiyah Manado

Labu kuning (Cucurbita moschata) merupakan sayuran penting karena nilai nutrisinya dan manfaat kesehatannya. Tanaman ini adalah sumber karotenoid yang kaya akan vitamin larut air, fenolat, flavonoid polisakarida, garam mineral, dan vitamin yang semuanya bermanfaat bagi kesehatan. Buah labu kuning mempunyai kulit yang sangat tebal dan keras, sehingga dapat bertindak sebagai penghalang laju respirasi, keluarnya air melalui proses penguapan, maupun masuknya udara penyebab proses oksidasi.. Tujuan dari pada penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak biji labu kuning (curcubita moschata) terhadap daya hambat bakteri staphylococcus aureus dengan metode Difusi sumuran. Jenis penelitian ini adalah True Eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode  difusi sumuran. Sebagai control positif yang di ganakan adalah kloramfenikol. Selanjutnya diinkubasi pada temperatur 37o selama 24 jam yang kemudian zona hambat yang terbentuk selanjutnya diukur. Hasil dari penelitian ini adalah ekstrak biji labu kuning (curcubita moschata) memiliki aktivitas antibakteri dengan adanya daya hambat disekitar sumuran dari masing-masing konsentrasi ekstrak. Pada konsentrasi ekstrak 10% diameter daya hambat 19 mm, konsentrasi 15% diameter daya hambat 20 mm, konsentrasi  20% diameter daya hambat 21 mm dan untuk konsentrasi 15% dengan diameter daya hambat 24 mm, sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak biji labu kuning (curcubita moschata.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri staphylococcus aureus.

Yenni Yenni; Andi Tenri Angka

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2020 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Iron (Fe) tablets are mineral tablets that the body uses to make red blood cells and hemoglobin. For red blood cell production, Fe is the most significant element. Food is a natural source of iron. Nutritional anemia can develop in pregnant women if they don't get enough iron in their diet (blood deficiency). Pregnant women need iron (Fe) tablets, so they must consume at least 90 Fe tablets during pregnancy. The aim of the research was to determine the relationship between consumption of Fe tablets and the incidence of anemia at the Penrang Community Health Center, Wajo Regency. The type of research used was a cross sectional study. The samples were 72 pregnant women who underwent pregnancy checks at the Penrang Community Health Center, Wajo Regency, using a random sampling technique. The research results showed a relationship between consumption of Fe tablets and the incidence of anemia at the Penrang Health Center, Wajo Regency, where the p value = 0.000 < ? = 0.05. The conclusion is that there is a relationship between the consumption of Fe tablets and the incidence of anemia at the Penrang Community Health Center, Wajo Regency.

Permatasari, Oktavia; Suhartatik, Nanik; Mustofa, Akhmad

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Tempe merupakan salah satu produk fermentasi kedelai tradisional yang cukup terkenal, dengan menggunakan jamur Rhizopus oligosporus. Tempe mempunyai berbagai macam manfaat bagi kesehatan tubuh. Demikian juga dengan bekatul beras merah yang memiliki berbagai nutrisi yaitu kandungan antioksidan dan serat yang tinggi, mengandung banyak mineral. Di kalangan masyarakat, bekatul beras merah belum banyak dimanfaatkan terutama sebagai produk olahan yang memiliki nilai fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik kimia dan sensori tempe kedelai yang difortifikasi bekatul beras merah dan lama fermentasi, menentukan formulasi yang tepat dari tempe kedelai yang difortifikasi bekatul beras merah dengan lama fermentasi sehingga diperoleh tempe dengan aktivitas antioksidan dan serat yang tinggi serta disukai konsumen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktorial. Faktor pertama adalah rasio kedelai dan bekatul beras merah (80:20; 70:30; 60;40), sedangkan faktor kedua adalah lama fermentasi (24, 36, 48 jam). Penelitian dimulai dari pembuatan tempe yang difortifikasi bekatul beras merah kemudian dianalisis menggunakan analisis kadar air, kadar abu, kadar protein, aktivitas antioksidan, kadar serat, dan analisis uji organoleptik meliputi warna, rasa, aroma, kekompakan, dan kesukaan keseluruhan. Hasil penelitian yang terbaik adalah pada rasio kedelai dan bekatul beras merah 60:40 dengan lama fermentasi 48 jam didasarkan pada hasil pengujian kimia antioksidan dan serat terbaik. Pada perlakuan ini dihasilkan kadar air 51,34%, kadar abu 8,90%, kadar protein 21,62%, aktivitas antioksidan 72,03%, dan kadar serat 23,44%, sedangkan untuk pengujian organoleptik yang meliputi warna 3,66(merah bata); aroma 3,24 (aroma bekatul beras merah kuat); rasa 3,54 (rasa bekatul beras merah sangat kuat); kekompakan 3,73(kekompakan tempe sangat kuat); dan kesukaan keseluruhan 3,35 (suka). Kata kunci: Tempe, bekatul beras merah, antioksidan, serat, lama fermentasi.ABSTRACTTempeh is one of the well-known traditional soybean fermentation products, using the mushroom Rhizopus oligosporus. Tempeh has a variety of health benefits. Moreover, red rice bran which has a variety of nutrients that contain antioxidants and high fiber, and contain lot of minerals. Among the people, red rice bran has not been widely used, especially as a processed product that has functional value. This study aims to determine the chemical characteristics and sensory of soybean tempeh fortified with red rice bran and fermentation duration, to determine the appropriate formulation of soybean fortified soybean rice bran with fermentation duration so that tempe is obtained with antioxidant activity and high fiber as well as consumer preference. This research was conducted using two factorials Completely Randomized Design (CRD) The first factor was the ratio of soybean and rice bran (80:20; 70:30; 60:40), while the second factor was the duration of fermentation (24, 36, 48 hours). The study began with the making of tempeh fortified with red rice bran and then analyzed for water content analysis, ash content, protein content, antioxidant activity, fiber content, organoleptic test analysis including color, taste, aroma, compactness, and overall preference. The best results was at the ratio of 60:40 soybean and rice bran with fermentation duration 48 hour based on the results of testing the best chemical antioxidants and fiber. At this treatment produced 51,34% water content, 8,90% ash content, 21,62% protein content 72,03% antioxidant activity, and 23,44% fiber content, while for organoleptic testing which includes the color of 3,66 (brick red); aroma 3,24 (strong red rice bran aroma); flavor 3,54(flavor red rice bran very strong); compactness 3,73(compactness of tempeh is very strong); and overall preference 3,35 (likes). Keywords: Tempeh, red rice bran, antioxidant, fiber, long fermentation.

Yustina Wuri Wulandari, Bambang Setyawan, Akhmad Mustofa &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Labu siam mengandung mineral, sedikit gula dan air. Selain itu labu siam juga mengandung zatantioksidan seperti flavanoid dan vitamin C yang baik untuk menangkal radikal bebas dan mencegahkanker. Tekstur permen jelly sangat tergantung pada bahan pembentuk gel serta komponennya. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui formulasi terbaik antara konsentrasi ekstrak labu siam, variasi agar-gelatinyang menghasilkan permen jelly dengan aktivitas antioksidan yang tinggi serta kadar gula yang rendah dandisukai konsumen.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Faktor 1adalah ekstrak labu siam 5, 10, dan 15g serta faktor 2 adalah variasi agar-gelatin 2,5g+37,5g, 5g+35g, 7,5g+32,5g.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah perlakuan ekstrak labu siam 15g dan variasiagar-gelatin 7,5g+32,5g yang menghasilkan permen jelly dengan kadar air 18,6%, kadar abu 2,76% kadargula reduksi 0,55% dan aktivitas antioksidan 8,64%, warna kuning muda (2,06), rasa manis (2,26), tingkatkekenyalan (1,66), dan disukai (2,46).Kata kunci : Labu siam, agar, gelatin, permen jelly.

Yannie Asrie Widanti, Dobby Rohmadianto, Nanik Suhartatik &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Zea mays L. sacharata adalah nama latin dari tanaman jagung yang banyak dibudidayakan oleh petanidi Indonesia. Bagian yang sering dimanfaatkan adalah bagian buah, sedangkan rambut jagung masih banyakdibuang atau menjadi limbah. Rambut jagung mempunyai kandungan vitamin B (niasin, riboflavin dantiamin) dan kaya akan mineral (abu, alumunium, krom, kobalt, zat besi, magnesium, mangan, fosfor, kalium,selenium, natrium, saponin, tanin, dan flavonoid). Selain itu rambut jagung dapat digunakan sebagai obattradisional sebagai peluruh air seni, penurun tekanan darah tinggi dengan senyawa yang diduga berperanadalah saponin.Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan kombinasi perlakuan konsentrasi rambut jagung-roseladan lama pengeringan yang mempunyai aktivitas antioksidan tinggi dan disukai konsumen. Penelitiandilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktorpertama dengan konsentrasi rambut jagung dan rosela (85:15, 70:30, 55:45) sedangkan faktor yang kedua lamapengeringan (1,5; 2; 2,5 jam). Hasil penelitian menunjukan kombinasi perlakuan konsentrasi rambut jagungdan rosela 55:45 dengan lama pengeringan 2,5 jam adalah yang paling optimal, karena kandungan aktivitasantioksidan yang tinggi dan disukai berdasarkan uji organoleptik. Pada perlakuan ini dihasilkan kadar air1,72%, aktivitas antioksidan DPPH 90,63%, aktivitas antioksidan FRAP 97,35%, total fenol 24,24 mg asamgalat/100ml, vitamin C 0,50 mg/100g, pH 2,00 serta uji organoleptik terhadap kesukaan keseluruhan yaitu3,67 (suka). Lama pengeringan berpengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan DPPH, FRAP, vitamin Cdan pH, sedangkan pada kadar air dan total fenol lama pengeringan tidak berpengaruh.Kata kunci: Antioksidan, teh, rambut jagung, rosela, pengeringan.

Akhmad Mustofa, Danang Angga Dwi Tamtomi Nanik Suhartatik

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2018 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Daun singkong adalah jenis sayur yang berasal dari tanaman singkong atau ketela pohon. Daun singkongmengandung vitamin, mineral, serat, serta klorofil. Vitamin yang terkandung di dalamnya adalah A, B, C, danniasin. Mineral terdiri dari besi, kalsium, dan fosfor. Kandungan senyawa fungsional dalam daun singkong,dan keberadaan daun yang melimpah, maka perlu dilakukan suatu inovasi, agar bahan makanan ini dapatlebih bermanfaat. Salah satu cara yaitu membuat daun singkong ini menjadi tempe. Pada fermentasi tempeterjadi proses penguraian zat-zat makro molekul (seperti karbohidrat, protein, dan lemak) dalam kedelaioleh aktivitas enzim protease dan lipase, sehingga menghasilkan senyawa yang lebih sederhana dan lebihmudah dimanfaatkan oleh tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, dan mendapatkanformula yang tepat dari tempe daun singkong. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL)faktorial yang terdiri dari 2 faktor, faktor pertama adalah ratio penambahan ragi (0,5; 1; 1,5%) sedangkanfaktor kedua lama perendaman (6, 12, dan 18 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi palingbaik yaitu penambahan ragi 1,5% dan lama perendaman 18 jam dengan kadar air 81,95 (%b/b), kadar abu1,18(%b/v), kadar protein 6,14 (%b/b), kadar serat tak larut 14,85(%b/b), kadar serat larut 0,86(%b/b), volumepengembangan 0,34(%), selisih berat 1,86(%), kekompakan 3,87(%), dan kepadatan 3,87(%).Kata kunci: Singkong, fermentasi, tempe

Widanti, Yannie Asrie

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Stunting merupakan salah satu kondisi kegagalan pertumbuhan fisik yang diukur berdasarkan tinggi badanmenurut umur. Batasan stunting menurut WHO yaitu tinggi badan menurut umur berdasarkan Z‐score samadengan atau kurang dari ‐2SD di bawah rata‐rata standar. Studi pustaka ini bertujuan untuk mengetahuiprevalensi stunting pada anak usia sekolah di Indonesia, serta faktor risiko stunting dan upaya pencegahannya.Prevalensi stunting di Indonesia masih cukup tinggi yaitu 37,2% pada balita (Riskesdas, 2013), 27,6 sampai 37,7% pada anak laki‐laki usia 5 – 12 tahun dan 25,1 sampai 35,8% untuk anak perempuan. Angka tersebut masihmelebihi batas non public health WHO yaitu 20%. Stunting disebabkan oleh berat bayi lahir rendah (BBLR),defisiensi gizi kronis sejak bayi, kurangnya asupan kalori, protein, vitamin dan mineral, terutama vitamin D.Stunting mengakibatkan kemampuan pertumbuhan yang rendah pada masa berikutnya, baik fisik maupunkognitif, dan akan berpengaruh terhadap produktivitas di masa dewasa.Kata Kunci : Stunting, Faktor Risiko, Anak Usia Sekolah