Publication Search

65,449 articles from 545 journals · 1,699 citations tracked

Showing 201-220 of 856

Analytics

Fransiskus Ganeza Sutomo; Mifda Rasida Quratul Aini

Penelitian ini mendalami pentingnya memahami karakteristik individu peserta didik dalam merancang proses pembelajaran yang efektif agar pembelajaran dapat mencapai tujuan secara menyeluruh untuk peserta didik. Karakteristik peserta didik adalah faktor-faktor yang ada pada diri peserta didik yang tiap individunya memiliki ciri berbeda dengan individu yang lain. Dengan mengkaji berbagai teori dan penelitian, studi ini menyoroti peran krusial perbedaan individu dalam menentukan keberhasilan belajar. Artikel ini menekankan pentingnya menyesuaikan strategi pembelajaran dengan karakteristik kognitif, afektif, psikomotor, dan sosial peserta didik. Penelitian ini juga membahas berbagai metode untuk menilai karakteristik peserta didik melalui assesmen diagnostik kognitif maupun assesmen diagnostik nonkognitif seperti melalui observasi, tes, dan wawancara. Selain itu, dibahas pula penerapan penilaian ini dalam merancang pembelajaran yang berdiferensiasi dan berbasis proyek. Dengan menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan individu, pendidik dapat meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan prestasi peserta didik sehingga apa yang menjadi tujuan dari suatu pembelajaran dapat secara maksimal. Pemahaman yang mendalam tentang karakteristik peserta didik sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan efektif. Dengan mempertimbangkan faktor seperti gaya belajar, minat, dan pengetahuan awal, pendidik dapat memupuk pendekatan pembelajaran yang lebih berpusat pada peserta didik sehingga pembelajaran akan lebih bermakna dan dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

Jumayyeh Jumayyeh; Kaswadi Kaswadi

Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2024 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This research is a Classroom Action Research (PTK) which is an action to improve the learning system involving researchers, observers, and the subjects under study. The main purpose of this study is to improve the ability to write observation report text (lho) using the cooperative learning method for class X TITL 1 SMKN 5 Surabaya 2024/2025. Data collection was done by observation, test, interview. The results showed an increase in the percentage of students who reached the KKM score from the initial condition of 20% to 51.42% in cycle I, and increased again to 85.71% in cycle II. The application of this method also succeeded in increasing students' motivation and enthusiasm in the learning process, especially when differentiation was carried out according to each student's learning style in cycle II.  

Muh Fajlin

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2024 CV. Aksara Global Akademia

Area landside memiliki berbagai risiko kecelakaan, sehingga petugas di area tersebut diwajibkan untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai dengan peraturan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pelanggaran penggunaan APD oleh petugas Ramp handling dan faktor-faktor yang menghambat pemakaian APD tersebut. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui sanksi yang diterima petugas jika melanggar ketentuan penggunaan APD. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif, yang meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan petugas Ramp handling di PT. Gapura Angkasa yang beroperasi di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya, serta dari dokumen-dokumen pendukung perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pelanggaran dalam penggunaan APD oleh petugas saat bertugas di area apron. Selain itu, ditemukan faktor-faktor yang menghambat pemakaian APD oleh petugas di lapangan. Perusahaan juga berperan dalam menegakkan disiplin dengan melakukan pengawasan dan memberikan sanksi kepada petugas yang melanggar, baik terkait penggunaan APD maupun pelanggaran lainnya.

Nuril Huda; Mahdi Hidayatullah; Iskandar zulkarnain; Norma Tiara

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2024 CV. Aksara Global Akademia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pemikiran divergen dan konvergen dalam pengambilan keputusan manajerial di areal perkebunan plasma PT. Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Pelaihari. Pemikiran divergen digunakan untuk mengeksplorasi berbagai alternatif solusi, sedangkan pemikiran konvergen membantu mempersempit pilihan menuju keputusan terbaik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari lima orang manajer di PTPN IV Pelaihari yang terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan strategis dan operasional. Objek penelitian adalah proses pengambilan keputusan dalam konteks pengelolaan tenaga kerja dan produktivitas perkebunan plasma. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajer di PTPN IV Pelaihari secara fleksibel menggunakan pemikiran divergen untuk menemukan solusi kreatif dalam menghadapi tantangan yang kompleks, sementara pemikiran konvergen lebih banyak digunakan dalam situasi yang membutuhkan keputusan cepat dan pasti. Faktor-faktor seperti pengalaman manajerial, tekanan waktu, dan ketersediaan informasi memengaruhi cara manajer menggabungkan kedua pendekatan tersebut. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan bagi manajer di PTPN IV Pelaihari, dengan fokus pada pengembangan kemampuan beralih antara pemikiran divergen dan konvergen untuk meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan dan produktivitas perkebunan plasma.

Salman Salman

Akhlak : Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat 2024 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dan Student Teams Achievement Divisions (STAD) terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas V di SDIT Al Hidayah Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan pendekatan pretest-posttest control group design, melibatkan dua kelompok eksperimen yang masing-masing diberikan perlakuan berbeda: NHT dan STAD. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai post-test siswa yang diajar dengan model NHT berbasis masalah kontekstual cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan model STAD. Uji statistik menunjukkan bahwa data kelas NHT berdistribusi normal, sementara data kelas STAD tidak berdistribusi normal pada uji Kolmogorov-Smirnov, tetapi berdistribusi normal pada uji Shapiro-Wilk. Analisis uji t menunjukkan bahwa model NHT memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa, sedangkan model STAD tidak. Uji ANOVA juga menegaskan bahwa model NHT secara signifikan mempengaruhi hasil belajar siswa. Kesimpulannya, model pembelajaran NHT berbasis masalah kontekstual lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa dibandingkan dengan model STAD.

Lily Cahyanti; Heni Fatmawati; Dhea Agnes Monika; Virza Ika Annastasya; Jumbo Feri Fernando +3 more

Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan ruang terbuka hijau yang berpasir menjadi taman mini yang asri. Ruang terbuka hijau merupakan sebuah tempat terbuka di alam bebas yang berisi dengan tatanan tanaman hias, tanaman peneduh yang dapat memberikan kesejukan pagi pengunjung. Pengabdian ini menggunakan metode observasi dan wawancara ke beberapa aparatur desa dan masyarakat. Berkaitan dengan pengabdian ini memberikan hasil yang efektif terhadap estetika lingkungan dan kenyamanan masyarakat. Namun dalam konteks menciptakan udara yang sejuk, pengabdian ini belum memberikan hasil yang maksimal sehingga perlu adanya tindak lanjut untuk kedepannya.  

Arsya Ramadhani; Dini Sustiani; Ikhwatika Putri Hardiansah; Kalista Fitri Maharani; Nazhifa Destrianti Farradina +2 more

Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya 2024 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

The Indonesian language learning module for high school X-grade students, created by Indri Anatya Permatasari, M.Pd, contains several writing errors. These errors include inconsistencies in punctuation marks, diction, conjunctions, and inappropriate meaning, which do not align with the norms of good and correct language usage. Effective sentence structure is crucial for conveying information clearly to readers. The discovery of these errors in the observation report text within the module prompted further research. The research aims to identify and address these writing errors to improve the module and enhance students' comprehension of the text. By analyzing these errors, the learning module can be tailored to better meet the needs of the students. The research adopts a qualitative descriptive approach, with the observation report text within the Indonesian language learning module as the primary data source. The method involves thorough reading of the text, error identification, analysis, categorization, and correction. The observation report text contains facts gathered from observation activities. The research revealed four writing errors: inconsistencies in the use of punctuation marks, diction, conjunctions, and inappropriate meaning. These errors are attributed to the author's limited knowledge and skills in report writing.

Arsya Ramadhani; Dini Sustiani; Ikhwatika Putri Hardiansah; Kalista Fitri Maharani; Nazhifa Destrianti Farradina +2 more

Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya 2024 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

The Indonesian language learning module for high school X-grade students, created by Indri Anatya Permatasari, M.Pd, contains several writing errors. These errors include inconsistencies in punctuation marks, diction, conjunctions, and inappropriate meaning, which do not align with the norms of good and correct language usage. Effective sentence structure is crucial for conveying information clearly to readers. The discovery of these errors in the observation report text within the module prompted further research. The research aims to identify and address these writing errors to improve the module and enhance students' comprehension of the text. By analyzing these errors, the learning module can be tailored to better meet the needs of the students. The research adopts a qualitative descriptive approach, with the observation report text within the Indonesian language learning module as the primary data source. The method involves thorough reading of the text, error identification, analysis, categorization, and correction. The observation report text contains facts gathered from observation activities. The research revealed four writing errors: inconsistencies in the use of punctuation marks, diction, conjunctions, and inappropriate meaning. These errors are attributed to the author's limited knowledge and skills in report writing.

Alhadi Alhadi; Sunarto Sunarto; Alamsyah Alamsyah

Parlementer : Jurnal Studi Hukum dan Administrasi Publik 2024 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Alhadi, Peran Bagian Kesejahteraan Rakyat Dalam Mendukung Kinerja Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Bagian Kesejahteraan Rakyat Dalam Mendukung Kinerja Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara penyajian data, reduksi data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Bagian Kesejahteraan Rakyat Dalam Mendukung Kinerja Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin belum berjalan secara optimal hal ini dikarenakan kurangnya koordinasi dengan instansi lain yang masih terkait dengan program dari Kesejahteraan, seperti Baznas dan lain-lain. Faktor pendukung peran bagian Kesejahteraan Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin sendiri adalah pegawai yang bekerja sesuai aturan, dalam hal ini tugas pokok dan fungsi masing-masing bagian yang telah ditetapkan. Sedangkan faktor penghambat dalam penelitian ini adalah belum terjalinnya koordinasi yang kuat antara bagian Kesejahteraan Rakyat dengan instansi yang terkait langsung dengan kesejahteraan rakyat, misalnya yang terkait dengan Baznas, Haji dan Umrah serta Tahfidz dan lain sebagainya. Kedepannya perlu ditingkatkan lagi.

Davy Anggreana; Alamsyah Alamsyah; Ignasius Hendrasmo

Parlementer : Jurnal Studi Hukum dan Administrasi Publik 2024 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Davy Angreana. Analisis Kinerja Pegawai pada Kantor Kelurahan Plaju Ulu Kota Palembang di Tengah Pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Analisis Kinerja Pegawai pada Kantor Kelurahan Plaju Ulu Kota Palembang di Tengah Pandemi Covid-19. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara penyajian data, reduksi data, dan pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah hasil kerja pegawai kecamatan Plaju Ulu belum maksimal dikarenakan jumlah pegawai yang masih kurang, belum didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai serta situasi corona yang juga menjadi faktor penghambat. Kualitas kerja pegawai di Plaju Ulu tidak hanya didukung oleh kualitas individu dengan semangat kerja yang baik, tetapi juga kualitas pendidikan dan pengalaman pegawai menjadi nilai tambah bagi pegawai untuk meningkatkan kinerjanya secara optimal. Dalam melaksanakan tugas pegawai sesuai dengan aturan dan SOP, tugas pokok dan fungsi masing-masing pegawai ditujukan untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam bekerja, kemudian disisi lain akan lebih memaksimalkan kinerja. Pegawai memiliki tanggung jawab yang baik terhadap pekerjaannya, pegawai menyadari bahwa ketika sudah dilantik menjadi pegawai memiliki beban dan tanggung jawab yang lebih banyak, dan tentunya yang memberikan gaji adalah rakyat, dari itu mereka akan bekerja secara maksimal. Faktor pendukung kinerja pegawai yang ada di Desa Plaju Ulu adalah kualitas sumber daya pegawai yang sudah berpengalaman, terlatih dan didukung dengan pendidikan yang memadai, sudah sarjana dan menengah maupun yang belum pada tahap pendidikan. Kemudian didukung dengan kemampuan kerja sama tim yang sudah terjalin dengan baik. Sedangkan faktor penghambat kondisi pandemi corona, membuat kinerja pegawai tidak maksimal, maka pengurangan jumlah pegawai menjadi masalah yang menghambat kinerja di Desa Plaju Ulu.

Arimby Palera; Alamsyah Alamsyah; Sunarto Sunarto

Parlementer : Jurnal Studi Hukum dan Administrasi Publik 2024 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Arimby Palera. Efektivitas Pasal Pemberantasan Tindak Pidana Gratifikasi di Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Pasal Pemberantasan Tindak Pidana Gratifikasi di Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Pasal Pemberantasan Tindak Pidana Gratifikasi di Sumatera Selatan belum efektif dalam kasus ini dikarenakan beberapa hal yaitu keterbatasan jumlah personil sehingga masih menghambat dalam penanganan perkara. Faktor dari efektivitas kebijakan gratifikasi adalah kerjasama antar departemen dan personil yang terjalin dengan baik, kemudian Subdirektorat III memiliki sumber daya personil yang mumpuni, dengan kedua hal tersebut kebijakan gratifikasi dapat berjalan dengan efektif. Faktor penghambatnya adalah kurangnya pemahaman masyarakat umum dan ASN mengenai kebijakan gratifikasi beserta kategorinya sehingga membuat banyak ASN yang terjebak dalam kasus suap. Kemudian keterbatasan jumlah personil dengan kualitas yang mumpuni akan menghambat dan memperlambat kinerja Subdirektorat III khususnya. Seharusnya satu orang petugas mampu menangani satu berkas perkara karena jumlah petugas tidak mencukupi sehingga harus menangani dua sampai tiga perkara.

Bilqisti Bilqisti; Alamsyah Alamsyah; Sunarto Sunarto

Parlementer : Jurnal Studi Hukum dan Administrasi Publik 2024 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Kinerja pegawai akan menentukan kinerja instansi secara keseluruhan. Masalah kinerja sangat perlu diperhatikan karena kinerja merupakan kontribusi terbesar yang diharapkan instansi dari aparaturnya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hasil penilaian kinerja pegawai Badan Ketenagakerjaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data meliputi: observasi, wawancara, dan studi pustaka, sedangkan teknik analisis data adalah analisis interaktif miles dan huberman. Hasil penelitian ; (1) Penilaian kinerja pegawai pada Kantor BKPSDM Kota Palembang cukup baik. Hal ini terlihat dari sikap dan ketegasan kepala BKPSDM dalam memantau perkembangan atau pencapaian target kinerja pegawai dan instansi, dimana secara keseluruhan target indikator kinerja terealisasi. Adapun pencapaian indikator kinerja yang melampaui target yaitu presentase indikator penanganan pelanggaran disiplin pegawai ASN, (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi penilaian kinerja pegawai pada Kantor BKPSDM Kota Palembang adalah sebagai berikut: (a) faktor pendukung meliputi dimensi konteks, input, produk, dan (a) faktor penghambat yaitu dimensi proses.

Dian Brori; Ignasius Hendrasmo; Mega Nugraha

Parlementer : Jurnal Studi Hukum dan Administrasi Publik 2024 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Dian Brori. Evaluasi Sekretariat DPRD Kota Prabumulih. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan evaluasi kinerja Sekretariat DPRD Kota Prabumulih. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara penyajian data, reduksi data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek konteks kelembagaan sekretariat DPRD Kota Prabumulih secara organisasi menunjukkan kinerjanya belum optimal, hal ini dapat dilihat dari sisi kinerja organisasi juga ditentukan oleh kinerja masing-masing bagian dan tentunya sangat penting bagi kinerja pegawai yang menjadi titik tolak atau ujung tombak. Selanjutnya dari aspek input, saling berkoordinasi dan bekerja sama menjadikan sisi kekuatan kinerja organisasi sekretariat DPRD Kota Prabumulih. Kemudian dari segi kinerja organisasi pada lembaga sekretariat diawali dengan melakukan evaluasi pada level individu pegawai, kemudian melakukan evaluasi pada sub bidang dan bidang baru secara keseluruhan, evaluasi terhadap berbagai proses sangat penting dilakukan karena dinilai berguna untuk meningkatkan kinerja di masa mendatang dan mencari atau menemukan alternatif-alternatif strategi yang tepat. Terakhir dari aspek produk yaitu mendapatkan informasi tentang kekuatan dan kelemahan Lembaga dalam hal ini sekretariat DPRD Kota Prabumulih, maka hasilnya seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa organisasi ini banyak sekali sisi-sisi lemahnya mulai dari unsur yang terkecil yaitu individu pegawai sampai pada bidang dan keseluruhan Lembaga. Faktor pendukung dari penelitian ini yaitu kerjasama tim serta koordinasi dan komunikasi yang baik yang tertanam dalam hati setiap pegawai serta rasa kekeluargaan yang kuat dan saling membutuhkan satu sama lain menjadi faktor pendukung dalam menunjang kinerja pada Sekretariat DPRD Kota Prabumulih. Kemudian didukung oleh kualitas pegawai yang mumpuni, sedangkan faktor penghambatnya adalah kelemahan atau faktor penghambat kinerja organisasi atau lembaga sekretariat DPRD Kota Palembang yaitu belum semua pegawai menguasai sarana berbasis IT, hal ini memang menjadi kendala, namun kedepannya akan dilakukan perbaikan untuk mengatasi kendala tersebut.

Djoko Listyano; Ignasius Hendrasmo; Mega Nugraha

Parlementer : Jurnal Studi Hukum dan Administrasi Publik 2024 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Evaluasi Pemanfaatan Jampersal di Kota Prabumulih Tahun 2020. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara penyajian data, reduksi data, dan pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fokus utama program ini adalah memberikan pelayanan ekstra dan jaminan khusus bagi ibu dan bayi sejak hamil sampai setelah melahirkan, adalah untuk menyelamatkan nyawa manusia, menghindari kematian ibu dan anak serta membantu kesehatan dalam artian memastikan dalam kondisi baik dan aman. Pemanfaatan Jampersal kurang diminati oleh masyarakat, hal ini dikarenakan adanya pola pikir dari masyarakat bahwa program pemerintah tidak memberikan pelayanan yang bermutu seperti yang diluar program pemerintah atau secara umum baik di rumah sakit maupun di tempat praktik bidan atau rumah bersalin. Program Jampersal merupakan salah satu terobosan dan solusi dari pemerintah bagi masyarakat kurang mampu, meskipun kondisi pelayanannya belum sesuai dengan yang diharapkan, artinya program dari pemerintah tanpa biaya ini jangan sampai kualitasnya jelek dan tidak layak, karena tentu saja hal tersebut bertentangan dengan keadilan sosial. Kendala dalam pelaksanaan kebijakan program Jampersal terletak pada sarana dan prasarana sekolah yang masih belum dapat dipenuhi oleh Pemerintah melalui Dinas Kesehatan dalam rangka memberikan pelayanan bagi ibu hamil. Faktor pendukung. Kualitas dan adanya sumpah profesi dan kemanusiaan membuat tenaga medis memberikan pelayanan yang prima dan ekstra kepada masyarakat, khususnya kepada ibu yang akan melahirkan. Sedangkan faktor penghambat. Belum semua sarana yang dimiliki oleh Puskesmas di Kota Prabumulih memenuhi syarat dan kriteria yang cukup untuk mendorong terlaksananya program Jampersal, sehingga kedepannya harus banyak dilakukan pembenahan.

Iin Triyanti; Mega Nugraha; Sunarto Sunarto

Parlementer : Jurnal Studi Hukum dan Administrasi Publik 2024 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Iin Triyanti. Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pelayanan Pada Kantor Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya kepemimpinan terhadap kinerja pelayanan pada Kantor Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara penyajian data, reduksi data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Camat Rambutan bersifat partisipatif, dimana Camat Rambutan tidak mengambil keputusan secara sepihak melainkan melakukan koordinasi atau sharing kepada bawahan, mulai dari sekretaris, camat, camat dan staf, sehingga gaya kepemimpinan seperti itu dapat meningkatkan kinerja pegawai, karena pegawai merasa dilibatkan dan dihargai. Bukan hanya sebagai suruhan. Camat mempunyai tugas melaksanakan sebagian kewenangan Pemerintah Kabupaten di wilayah kerjanya, yaitu meliputi bidang pemerintahan, perekonomian, pembangunan, kesejahteraan rakyat dan pembinaan kehidupan bermasyarakat serta urusan pelayanan umum lainnya yang diserahkan oleh Bupati. Dan peran Camat dalam hal ini sebagai pemimpin adalah memastikan segala sesuatunya berjalan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang telah ditetapkan. Faktor pendukung dalam peningkatan kinerja pegawai adalah adanya sistem koordinasi yang baik antara atasan kepada staf dan sesama staf, sehingga tidak terjadi salah pengertian. Faktor penghambat adalah kualitas pegawai dilihat dari jenjang pendidikan yang masih belum strata satu (S1).

Totok Trisaputro; Mega Nugraha; Sunarto Sunarto

Parlementer : Jurnal Studi Hukum dan Administrasi Publik 2024 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Badan Usaha Milik Desa dalam Mengembangkan Usaha Kecil Menengah di Kelurahan Kemang Tanduk Kecamatan Rambang Kapak Tengah Kota Prabumulih. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu peran BUMDes adalah menjadikan kebijakan-kebijakan yang terkait dengan BUMDes sebagai pedoman dalam menjalankan setiap kegiatan dan program yang terkait dengan tujuan dari BUMDes itu sendiri, sehingga tanpa adanya kebijakan maka BUMDes itu sendiri tidak dapat berjalan dengan baik. BUMDes Kemang Tanduk dalam menyusun strateginya untuk memaksimalkan setiap program BUMDes yang akan dijalankan yaitu melihat dan memastikan apa saja yang menjadi kebutuhan masyarakat, kemudian melihat potensi apa saja yang dapat digali dan disesuaikan dengan sumber daya yang ada. Tentunya harapan untuk membangun lapangan pekerjaan yang dibutuhkan akan terwujud dan tentunya komunikasi serta koordinasi yang dilakukan oleh BUMDes dengan Lembaga Desa dan masyarakat. Dalam pelaksanaan program Badan Usaha Milik Desa ini juga melibatkan pihak lain yaitu lembaga masyarakat lainnya khususnya yang ada di Desa Kemang Tanduk dan organisasi-organisasi yang tergabung dalam kegiatan Badan Usaha Milik Desa serta masyarakat pada umumnya sebagai solusi dan pemecah masalah bagi perekonomian Desa Kemang Tanduk. Masyarakat selalu mendukung setiap program yang dibuat oleh pemerintah desa, namun mereka menyayangkan apabila program tersebut tidak terlaksana dengan baik dan tersosialisasi dengan baik, sehingga masyarakat terkadang tidak mengetahui program apa saja yang telah dibuat oleh pemerintah desa. Faktor penghambatnya yaitu masyarakat Desa Kemang Tanduk masih kurang pengetahuannya mengenai program BUMDes dan belum mampu berinovasi serta lebih kreatif dalam memanfaatkan program BUMDes itu sendiri.

Bristian Firdaus; Achmad Muftizar; Aris Munandar

Parlementer : Jurnal Studi Hukum dan Administrasi Publik 2024 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mendeskripsikan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Implementasi Perwako No. 42 Tahun 2016 Bagian 3 Pasal 5 Tentang Tugas Dinas PUPR (Studi Kasus Dinas Pekerjaan Umum Kota Prabumulih). Penelitian Ini Dilakukan Selama Tiga Bulan Dengan Menggunakan Pendekatan Kualitatif Deskriptif. Pengumpulan Data Dilakukan Melalui Wawancara, Observasi, Dan Dokumentasi. Teknik Analisis Data Dilakukan Dengan Cara Penyajian Data, Reduksi Data, Dan Penarikan Simpulan. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Salah Satu Permasalahan Yang Dihadapi Pegawai PUPR Adalah Pada Kondisi Tertentu Tidak Selalu Dapat Mengikuti Aturan Atau Tugas Pokok Dan Fungsi Yang Ada, Terkadang Pegawai Harus Lebih Fleksibel Dalam Menyesuaikan Diri Dengan Kondisi Di Lapangan Dan Terkadang Tidak Mengikuti Tugas Pokok Dan Fungsi Yang Telah Dibuat. Perwako No. 42 Tahun 2016 Bagian 3 Pasal 5 Tentang Tugas Dinas PUPR Yang Kemudian Diubah Menjadi Peraturan Wali Kota (PERWALI) Kota Prabumulih No. 10 Tahun 2017 Merupakan Suatu Kebijakan Yang Baik, Hanya Saja Bagaimana Dalam Pelaksanaanya Sangat Tergantung Pada Pegawai PUPR, Karena Kebijakan Tersebut Hanyalah Sebuah Aturan Yang Dibuat Berdasarkan Kesepakatan Bersama Untuk Dipatuhi. Lingkungan Kerja Pada Kantor PUPR Sudah Cukup Baik, Hal Ini Dapat Dilihat Dari Sikap Kerja Para Pegawai Yang Ada Di Kantor Tersebut, Kemudian Didukung Dengan Sarana Dan Prasarana Yang Memadai, Hal Ini Mengindikasikan Secara Empiris, Lingkungan Kerja Kantor PUPR Sangat Mendukung Untuk Membentuk Dan Meningkatkan Kinerja Pegawai. Ruang Kerja Pegawai Cukup Luas, Bersih Dan Dilengkapi Dengan Fasilitas Lainnya, Dengan Adanya Dukungan Tersebut, Sudah Pasti Akan Memberikan Kenyamanan Bagi Pegawai Dalam Menyelesaikan Segala Pekerjaan Dan Tugas Kantor. Kemudian Didukung Dengan Kemampuan Pegawai Dalam Bekerja Sama Dalam Tim, Pegawai Mampu Memahami Karakter Masing-Masing Dengan Setiap Kekurangan Dan Kelebihannya Sehingga Pegawai Mampu Bekerja Sama Dalam Menyelesaikan Suatu Pekerjaan Yang Menjadi Tujuan Atau Sasaran Organisasi. Situasi Di Lapangan Yang Terkadang Berbeda Dengan Apa Yang Direncanakan Dan Ditargetkan Sejak Awal Membuat Pelaksanaan Tugas Pokok Dan Fungsi Pegawai PUPR Tidak Dapat Terlaksana Dengan Baik.

Ana Laksana Wati

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepercayaan diri siswa kelas IX di SMP Negeri 48 tahun pelajaran 2024/2025 setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan media truth or Dare. Jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan bimbingan konseling dengan subyek penelitian kelas IX yang berjumlah 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kepercayaan diri siswa tersebut dibuktikan dari hasil post-test siklus I rata ratanya sebesar 95,69 dengan kategori sedang. Pada siklus II rata-rata 106,33 dengan kategori tinggi. Adapun peningkatan skor kepercayaan diri rata- rata dari siklus I ke Siklus II sebesar 10,86. Melalui observasi pada saat kegiatan layanan, peningkatan kepercayaan diri dari siswa menunjukkan aktif mengeluarkan pendapat antusias melakukan kegiatan layanan, berani mengemukan pendapat, berani bertanya dan menjawab pertanyaan, lebih percaya diri dengan kemampuannya.

Marya Ulfa; Muslimah; Sony Junaedi

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Potensi masalah pada mitra terdapat pada fasilitas sekolah terutama perpustakaan di SMP ISLAM DARURROHMAN memiliki perpustakaan tetapi tidak terawat dan berdebu sehingga, mahasiswa diawal kegiatan melakukan revitalisasi serta merapikan buku-buku. Selain itu, ketersediaan buku-buku yang tidak memadai antara buku fiksi dan non fiksi mengarahkan mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan donasi buku tetapi tidak berjalan lancar. Rendahnya minat dan motivasi literasi dan numerasi siswa yang rendah, dibuktikan dengan hasil Pre Test AKM yang rendah di numerasi disebabkan karena beberapa hal, sehingga meminta mahasiswa untuk mendekati siswa dan menanyakan sesuai dengan kebutuhan siswa seperti pelaksanaan private class agar siswa tidak malu dan semangat untuk belajar dan terbiasa beradaptasi dengan hadirnya kakak mahsiswa. Kekurangan tenaga pendidik guru, salah satunya di SMP ISLAM DARURROHMAN, membuat mahasiswa masuk ke kelas tanpa pengawasan dan pembimbingan. Dalam hal ini mahasiswa dipercaya langsung untuk melakukan pengajaran di sekolah. Sehingga sebagai DPL meminta siswa untuk berkoordinasi dengan guru pamong untuk membimbing mahasiswa dalam proses mengajar tersebut. Hal tersebut biasanya terjadi di hari Minggu karena sekolah penugasan 2 liburnya hari Jumat. Berdasarkan permasalahan yang dialami mitra, maka solusi yang telah ditawarkan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini meliputi: (1) Observasi lapangan untuk memperoleh data awal tentang permasalahan yang dihadapi oleh mitra, (2) Analisis kebutuhan mitra dan menawarkan solusi penyelesaian, (3) Membuat perancangan pelatihan dan pendampingan, (4) Membuat materi yang berkenaan dengan Literasi, Numerasi, dan Adaptasi Teknologi (5) Melakukan pelatihan pengenalan Literasi, Numerasi, dan Adaptasi Teknologi, (6), Melakukan workshop tentang Literasi, Numerasi, dan Adaptasi Teknologi, (7) Melakukan pendampingan pada mitra dalam Literasi, Numerasi, dan Adaptasi Teknologi. Berdasarkan hasil dan pembahasan dari kegiatan pengabdian ini maka dapat diperoleh simpulan bahwa Kegiatan kampus mengajar angkatan 6 ini merupakan program yang baik untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kampus dan belajar sambil berdampak serta program-program yang sudah disusun mahasiswa dapat diimplementasi dengan dukungan pihak sekolah penugasan. Pengalaman kampus mengajar 6 ini, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh siswa sekolah penugasan tetapi juga pihak sekolah serta mahasiswa.

Uswatun Hasanah

Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan 2024 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This Classroom Action Research (PTK) aims to describe the improvement of learning outcomes and social emotional skills through differentiated learning process applied to the material of observation report text at SMA Negeri 21 Surabaya. This research uses a cycle design consisting of planning, observation, implementation and reflection. Data was collected through student worksheets, observation sheets, and questionnaires. The results showed an increase in learning outcomes by 17% in the first cycle, and 27% percent in the second cycle stage. Student learning outcomes are shown through the percentage of students who reach the minimum completeness criteria (KKM) which was initially 60% in the pre-cycle then increased to 77% in the second cycle, and increased to 100% in the second cycle. The results of students' socio-emotional skills are shown through observation sheets and questionnaires. This observation stage is carried out in two stages and the results are in the form of a comparison of social emotional skills before the differentiated learning approach and afterwards.