Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 181-187 of 187

Analytics

Maria, Sonya Kristiani

Tujuan penelitian ini Untuk mendeskripsikan peran dan kesulitan orang tua dalam menerapkan pembelajaran luring di rumah saat pandemik covid- 19 pada siswa kelas IV SDI Waioti. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. penelitian kualitatif dimana peneliti sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan dengan triangulasi (gabungan), analisis bersifat induktif/kualitatif. Penelitian ini mendeskripsikan peran orang tua siswa kelas IV SDI Waioti dalam menerapkan pembelajaran luring selama masa pandemi. Hasil penelitian menunjukkan Peran orang tua sebagai pendidik, motivator, fasilitator dan pembimbing sangat penting bagi putra-putrinya di tengah kondisi seperti saat ini adanya covid-19. Mulai dari berkomunikasi dengan guru mengenai pembelajaran jarak jauh dari materi dan tugas yang diberikan untuk anak dirumah, membagi waktu untuk mengurus rumah dan mendampingi anak ketika sedang belajar.

Angelo Luciani Moa Dosi Woda

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2020 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Patut diakui, pembahasan mengenai ajaran iman Gereja tentang Roh Kudus, masih kurang dalam Gereja Katolik. Karena itu, berdasarkan pembaruan hidup dan karya misi Gereja dalam Konsili Vatikan II, segenap umat beriman Kristiani merefleksikan kembali teologi tentang Roh Kudus. Dalam konteks ini, Joseph Kardinal Ratzinger (Paus Benediktus XVI) memberikan kontribusi penting mengenai ajaran iman Gereja universal tentang Roh Kudus. Suatu refleksi pneumatologis yang mengalir dari sumber-sumber iman Gereja sesuai dengan situasi zaman modern ini. Itu berarti karya Roh Kudus dalam sejarah keselamatan yang berpuncak pada misteri Kristus dan Gereja mengungkapkan misteri Allah Tritunggal yang Mahakudus, yaitu Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Kristiani Waruwu; Eliantri Putralin; Marthen Mau

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2020 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Penelitian ini membahas tentang makna ungkapan “Jangan banyak orang diantara kamu mau menjadi Guru”, menurut Yakobus 3:1-2. Guru ialah seorang pengajar, baik di sekolah, di gereja, dan di masyarakat. Tugas guru ialah mendidik, mengajar, membimbing, membina peserta didik. Namun guru yang dimaksud Yakobus dalam teks ialah para guru Kristen yang meliputi: gembala, pendeta, misionaris dan para pengerja gereja lainnya, yang mengajar tentang kebenaran firman Tuhan.

Krisdiana Krisdiana; Timotius Tote Jelahu; Paulina Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2019 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan umat Katolikdalam Budaya Dayak Ngaju tentang Ritual Sangiang, bagaimana penghayatan dari masyarakat Dayak Ngaju beragama Katolik  terhadap sakramen pengurapan orang sakit, dan bagaimana perbandingan pelaksanaan sakramen pengurapan orang sakit dan ritual sangiang dalam budaya Dayak Ngaju. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif.  Data diperoleh dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh  dianalisis menggunakanMiles dan Huberman langkah-langkah yang digunakan melalui,  reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umat bersuku Dayak Ngaju mengetahui tentang ritual sangiang sebagai ritual penyembuhan yang ada dalam budaya. Dan umat mengetahui tentang sakramen pengurapan orang sakit yang ada dalam Gereja Katolik sebagai salah satu sakramen yang memohon agar orang yang sedang mengalami sakit dikuatkan agar mampu melewati segala penyakitnya berkat pertolongan Tuhan. Kesimpulan  ini adalah ritual sangiang memiliki dimensi sosial yang mengarahkan, dan  membawa orang untuk menyadari bahwa hidup bersama sangat diperlukan rasa kepedulian anatara satu dengan yang lain. Nilai yang terdapat dalam ritual sangiang adalah nilai kebersamaan dan persaudaraan. Kehadiran Gereja dalam budaya tersebut merupakan pintu masuk untuk mewartakan tentang kerajaan Allah terutama memberikan katekse berkaitan dengan sakramen pengurapan orang sakit karena Allah sendirilah yang bekerja yang menyembuhkan terutama dalam ritual sangiang tersebut.

Angelo Luciani Moa Dosi WODA

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2018 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Tidak  dapat  disangkal  bahwa  Didache  yang  dikenal  sebagai  “ajaran Tuhan  kita  Yesus  Kristus  melalui  tradisi  para  rasul”  menunjukkan kesaksian otentik Gereja universal sejak pertengahan abad pertama hingga saat ini. Kendati, dijumpai pelbagai macam pertanyaan berkaitan dengan ajaran iman dan moral Kristiani, sesungguhnya Didache menunjukkan intisari iman Kristiani yang bersumber dari misteri Yesus Kristus dan Tradisi Apostolik. Itulah sebabnya, betapa pentingnya memahami perkembangan  ajaran  iman  Kristiani  dalam  Tradisi  Gereja  perdana hingga saat ini. Refleksi iman Kristiani menunjukkan bahwa tak ada berubah dalam iman Kristiani, hanya cara kita mengungkapkannya yang berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Penghayatan liturgi Gereja,  terutama  Sakramen  Inisiasi  sejak  era  Didache  hingga  saat ini tetap, konsisten, dan dinamis, namun Tradisi mencatat adanya perkembangan yang signifikan dan kekayaan ritus liturgi Gereja sepanjang zaman.

Paulinus Seso

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2018 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Pencarian dan penemuan arti keheningan dalam pengalaman hidup orang Kristiani sangat mendesak untuk melahirkan komunikasi yang otentik. Komunikasi yang otentik bermula, lahir, dan ditemukan dalam keheningan. Temuan arti hening yang akurat membebaskan penafsir/komunikator dari interpretasi superfisial, sempit dan ambigu.

Angelo Luciani Moa Dosi WODA

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2018 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Pemahaman ajaran Gereja Universal mengenai keabadian jiwa, api penyucian, surga, dan neraka bukan hanya berkaitan tentang hal-hal yang terjadi pada akhir jaman. Bukan pula upaya mengelaborasi cabang teologi sistematika terakhir yang disebut eskatologi. Melainkan, upaya memahami ajaran iman Kristiani sejak permulaannya hingga keselamatan yang definitif pada hidup yang akan datang. Itu berarti melihat kesatuan teologi dalam  misteri  keselamatan  Allah  melalui  peristiwa  Yesus  Kristus  dan kuasa Roh Kudus yang hadir dalam Gereja kepada seluruh umat manusia. Itulah sebabnya, ajaran iman Gereja universal mengenai misteri hidup yang   kekal   bukanlah   suatu   utopia,   khayalan,   atau   impian   belaka, melainkan suatu realitas hidup yang bersumber dari misteri Allah Tritunggal, Yesus Kristus, dan Gereja universal.