THE TRUTH IS SYNTHETIC: DOGMATICS AS SYNTHESIS

Abstract
Pemahaman ajaran Gereja Universal mengenai keabadian jiwa, api penyucian, surga, dan neraka bukan hanya berkaitan tentang hal-hal yang terjadi pada akhir jaman. Bukan pula upaya mengelaborasi cabang teologi sistematika terakhir yang disebut eskatologi. Melainkan, upaya memahami ajaran iman Kristiani sejak permulaannya hingga keselamatan yang definitif pada hidup yang akan datang. Itu berarti melihat kesatuan teologi dalam  misteri  keselamatan  Allah  melalui  peristiwa  Yesus  Kristus  dan kuasa Roh Kudus yang hadir dalam Gereja kepada seluruh umat manusia. Itulah sebabnya, ajaran iman Gereja universal mengenai misteri hidup yang   kekal   bukanlah   suatu   utopia,   khayalan,   atau   impian   belaka, melainkan suatu realitas hidup yang bersumber dari misteri Allah Tritunggal, Yesus Kristus, dan Gereja universal.
How to Cite

Angelo Luciani Moa Dosi WODA (2018). THE TRUTH IS SYNTHETIC: DOGMATICS AS SYNTHESIS. Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik, 2(1). https://doi.org/10.58919/juftek.v2i1.12

Angelo Luciani Moa Dosi WODA, "THE TRUTH IS SYNTHETIC: DOGMATICS AS SYNTHESIS," Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik, vol. 2, no. 1, 2018.

Angelo Luciani Moa Dosi WODA. "THE TRUTH IS SYNTHETIC: DOGMATICS AS SYNTHESIS." Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik, vol. 2, no. 1, 2018.

Angelo Luciani Moa Dosi WODA. "THE TRUTH IS SYNTHETIC: DOGMATICS AS SYNTHESIS." Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2, no. 1 (2018).

Angelo Luciani Moa Dosi WODA (2018) 'THE TRUTH IS SYNTHETIC: DOGMATICS AS SYNTHESIS', Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik, 2(1). doi: 10.58919/juftek.v2i1.12.

Angelo Luciani Moa Dosi WODA. THE TRUTH IS SYNTHETIC: DOGMATICS AS SYNTHESIS. Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik. 2018;2(1).

Artikel Terkait
Tren Sitasi Jurnal