Publication Search

95,212 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 101-120 of 445

Analytics

Halim Betta Sugiri; Hermawati Hermawati; Waluyo Waluyo

Inovasi Kesehatan Global 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Background: Urinary catheter insertion is an invasive medical procedure that often causes pain due to friction between the catheter and the urethra. This pain can lead to discomfort and stress for the patient. Based on initial observations in the Emergency Department (ED) over a period of three days, it was found that all patients undergoing urinary catheter insertion complained of pain. As an alternative pain management approach, one non-pharmacological method that can be used is a combination of Quranic murotal therapy and deep breathing relaxation techniques. This therapy is chosen because it is believed to have a calming effect and can reduce the perception of pain without the need for medication. Objective: This study aims to determine the difference in pain levels before and after the application of the combination of Quranic murotal therapy with deep breathing relaxation techniques during urinary catheter insertion in the ED. Method: This research uses a descriptive case study design involving two respondents. Both patients received an intervention consisting of Quranic murotal therapy played during the procedure, accompanied by instructions to practice deep breathing relaxation techniques. The therapy was applied during the urinary catheter insertion to assess changes in pain levels experienced by the patients. Results: The results showed that the pain level of the first respondent decreased from moderate pain to mild pain after the intervention. The second respondent experienced a reduction in pain from severe to moderate after the combined therapy was applied. Both respondents reported improved comfort after the therapy. Conclusion: The combination of Quranic murotal therapy with deep breathing relaxation techniques was proven effective in reducing pain levels in patients undergoing urinary catheter insertion in the ED. This therapy can serve as a beneficial non-pharmacological alternative for reducing pain during invasive medical procedures.

Firda Vinanda; Rinda Intan Sari; Anis Ardiyanti

Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan 2025 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

The Caesarean Section (C-Section) procedure is one of the most common surgical methods for childbirth, performed through an incision in the abdominal wall (laparotomy) and the uterine wall (hysterotomy). Despite its effectiveness in ensuring maternal and fetal safety, one of the major postoperative complaints reported by patients is pain. Pain itself is defined as an unpleasant sensory and emotional experience associated with actual or potential tissue damage, which is subjective and can only be described by the person experiencing it. Unmanaged pain may negatively affect postoperative recovery, emotional well-being, mobility, and breastfeeding initiation. Therefore, appropriate nursing care interventions are essential to help patients achieve comfort and recovery. This scientific paper explores the implementation of sacral plexus therapy as part of nursing interventions to address pain problems in post-C-section patients. The study employed a case study approach that applied the nursing care process, which includes comprehensive assessment, formulation of nursing diagnoses, planning, implementation of interventions, and evaluation. Nursing care was carried out over a period of 72 hours (3x24 hours), with pain intensity and patient comfort levels monitored throughout the process. The evaluation results showed that all nursing diagnoses related to pain were successfully resolved within the given timeframe. Specifically, the application of sacral plexus therapy proved effective in reducing the intensity of postoperative pain and improving overall comfort, enabling patients to gradually regain mobility and adapt to their postpartum condition. In conclusion, sacral plexus therapy can serve as a complementary and non-pharmacological intervention within nursing care to effectively manage pain in post-C-section patients. These findings highlight the importance of innovative and holistic approaches in nursing practice to improve patient recovery and quality of care after surgical childbirth.

Rosalia Gressi Meilinda Sari; Kuswardani

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Pneumonia ialah penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Bawah yang bersifat akut pada parenkim paru meliputi alveolus dan jaringan interential yang dikarenakan mikroorganisme seperti jamur, virus dan bakteri. Mikroorganisme yang masuk ke saluran pernafasan bagian bawah dapat mengganggu proses pernapasan serta membuat saluran pernapasan tidak berfungsi secara optimal, sehingga proses keluar masuk oksigen juga terhambat dan mengakibatkan gangguan pada pola napas. Beberapa permasalahan lain yang ditimbulkan dari pneumonia seperti adanya penumpukan sputum, otot bantu pernapasan, penurunan ekspansi thoraks dan juga nyeri dada. Dalam perawatanya, tenaga medis berperan dalam pemberian antibiotik selama 8 jam setelah pasien mengalami perawatan serta fisioterapi berperan dalam pemberian intervensi penyinaran Infrared, Chest physiotherapy, dan Myofascial release. Penelitian ini bersifat studi kasus yang mengangkat satu kasus pasien serta mengumpulkan data melalui proses fisioterapi. Intervensi fisioterapi dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan di Rumah Sakit dr. Ario Wirawan, Salatiga dengan menggunakan Infrared, Chest physiotherapy yang meliputi Postural Drainage, Clapping, Vibrasi, Latihan Batuk Efektif, Pursed Lip Breathing dan Myofascial release. Setelah menjalani 4 kali terapi, diperoleh hasil kondisi pasien yang mengalami penurunan nyeri dada, penurunan tingkat sesak napas, peningkatan ekspansi thoraks, berkurangnya spasme otot bantu pernapasan dan retensi sputum.

Cut Mah Bengi Aminesta; Syukriadi Syukriadi; Mansuriza Mansuriza; Maidayani Maidayani; Muhammad Rizki

Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan 2025 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Gastritis usually occurs in people with irregular eating patterns and consuming foods that stimulate stomach acid production. Inflammation of the gastric mucosa or lining can be caused by various factors. The purpose of this study was to determine the effect of soursop leaf decoction on reducing gastritis pain. This research used a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample size was 15 people, using accidental sampling. This study was conducted from June 12 to 18, 2025. Data were obtained through observation sheets using the Numeric Rating Scale (NRS). Normality was tested using the Shapiro-Wilk test, and data analysis used the paired t-test. The results showed that before the soursop leaf decoction, the average pain score for respondents was 0.074, while after the decoction, the pain score decreased to 0.151, a decrease of 0.007 with a P-value of 0.001 (<0.05). Conclusion: The soursop leaf decoction is effective in reducing gastritis pain. Respondents are encouraged to regularly consume the soursop leaf decoction when experiencing pain, and it can serve as a reference for future research using different variables.

Solehudin; Nur Eni Lestari; Irma Herliana

Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Penyakit asam urat (gout) adalah gangguan metabolik yang sering dialami oleh lansia, yang dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat, keterbatasan gerakan, serta penurunan kualitas hidup. Penyakit ini terjadi akibat penumpukan kristal asam urat di persendian, yang dapat menyebabkan peradangan dan nyeri yang parah. Faktor risiko utama termasuk pola makan yang kaya purin, obesitas, gangguan ginjal, serta penggunaan obat-obatan tertentu. Namun, banyak lansia yang kurang memahami penyebab, gejala, dan penanganan penyakit ini dengan baik, sehingga kondisi mereka seringkali memburuk. Untuk itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam merawat penyakit asam urat secara mandiri. Program ini diselenggarakan melalui penyuluhan kesehatan yang interaktif, dengan materi yang mencakup etiologi penyakit asam urat, manifestasi klinis, komplikasi yang dapat ditimbulkan, serta berbagai strategi pengelolaan yang efektif. Salah satu aspek penting yang dibahas adalah modifikasi gaya hidup, yang meliputi diet rendah purin, hidrasi yang cukup, serta pentingnya aktivitas fisik. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kepatuhan terhadap terapi medis yang direkomendasikan oleh tenaga kesehatan. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi ceramah yang interaktif, sesi tanya jawab, dan distribusi leaflet informatif untuk memperkuat pemahaman peserta. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah RW 05 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang diikuti oleh sejumlah lansia yang aktif berpartisipasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang penyakit asam urat dan bagaimana cara merawatnya. Lansia menunjukkan antusiasme yang tinggi dan mampu mengidentifikasi langkah-langkah praktis yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengelola kondisi mereka. Melalui kegiatan ini, diharapkan lansia dapat lebih mandiri dalam mengelola asam urat, mengurangi frekuensi serangan, dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.

Riani baiduri siregar; Heri Saputra; Rudi Purwana; Ani Ramahdhani

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Low back pain, also known as low back pain, is a common condition characterized by pain or discomfort in the lower back area, which is between the lower ribs and the buttock folds. This condition can be mild to severe, and can be temporary or chronic. One of the nonpharmacological methods that is often used to reduce the intensity of pain is ice packs. Ice packs are able to provide an analgesic effect by lowering local blood flow and reducing inflammation in the area experiencing pain. This study aims to determine the effectiveness of ice packs in reducing low back pain in office administration employees. The research design uses an experimental method with a one group pre-test–post-test design approach. The research sample consisted of 25 respondents who were administrative employees at the Helvetia Health Institute. Pain intensity measurements were taken before and after the administration of ice packs to determine the effect of this therapy on low back pain. The results showed a decrease in the intensity of low back pain with an average value before treatment of 51.63 and after treatment decreasing to 38.8. Statistical analysis yielded a significance value (p) of 0.004 < 0.05, which showed that ice packs had a significant effect on reducing low back pain in administrative employees. Regular application of ice packs can be a simple, safe, and effective intervention that can be done independently at home by employees to reduce pain. This study provides recommendations for health workers to promote ice pack therapy as a non-pharmacological pain relief method, especially for office workers who often experience low back pain due to static work positions.

Azibi, Ahmad Izzu; Hutabarat, Emy Priyanka; Tarigan, Juan Kevin Timothi; Sitorus, Zeremia Armando; HS, Christnatalis

Dinamik 2025 Universitas Stikubank

Deteksi nyeri objektif merupakan tantangan dalam dunia medis, terutama bagi pasien yang tidak mampu mengungkapkan rasa sakit secara verbal. Dengan kemajuan teknologi sensor dan kecerdasan buatan, sistem otomatis untuk mendeteksi nyeri berbasis sinyal fisiologis dan ekspresi wajah mulai dikembangkan. Studi ini bertujuan mengidentifikasi tren, metode, dan kualitas metodologis dari penelitian yang menggunakan database publik seperti BioVid Heat Pain, UNBC-McMaster, dan SenseEmotion dalam pengembangan sistem deteksi nyeri berbasis sensor. Penelitian dilakukan dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan protokol PRISMA 2020 melalui pencarian artikel di Google Scholar dalam rentang tahun 2015–2024. Setelah seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, 26 studi dimasukkan ke dalam sintesis naratif. Data dianalisis berdasarkan jenis sensor, metode algoritma, akurasi, dan ukuran sampel, serta dievaluasi menggunakan pendekatan GRADE. Hasil menunjukkan bahwa BioVid dan UNBC-McMaster adalah database paling sering digunakan, dengan sensor EDA, EMG, dan ekspresi wajah sebagai modalitas dominan. Metode klasifikasi umum mencakup CNN, SVM, dan Random Forest. Studi menyimpulkan bahwa pendekatan multimodal dan deep learning meningkatkan akurasi deteksi nyeri, namun validasi klinis dan perhatian terhadap keragaman demografis masih dibutuhkan.

Akbar P, Tracesyawan; Nirmala Jona, Resa

Proceeding Konferensi Nasional 2025 Mianti Nurrizky Sutejo,S.Fis.,M.P.H

Latar Belakang: Gagal jantung kongestif atau yang disebut Congestive Heart Failure (CHF) merupakan kondisi dimana jantung tidak mampu memompa darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi ke seluruh sel tubuh. Gejala yang sering muncul pada pasien CHF adalah nyeri pada dada dan sesak nafas. Sesak nafas dan menurunnya kadar oksigen menyebabkan gangguan struktur dan fungsi jantung sehingga kerusakan peran ventrikel untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh. Penatalaksanaan pasien CHF dengan terapi non-farmakologis yang diberikan yaitu dengan memberikan intervensi Positioning. Posisi Semi Fowler seringkali diberikan kepada pasien CHF yang mengalami sesak nafas Tujuan: studi kasus ini bertujuan guna mengetahui pengaruh pemberian posisi semi fowler terhadap perbedaan saturasi oksigen pada pasien CHF Metode: Jenis studi kasus ini yaitu deskriptif dengan menggunakan metode penerapan studi kasus Hasil : Hasil studi kasus ini menunjukan bahwa pemberian posisi semi fowler dapat meningkatkan saturasi oksigen dari SpO2 93% menjadi SpO2 100% pada pasien CHF dengan berkolaborasi pemberian obat-obatan dari dokter. Simpulan: Penerapan semi fowler terbukti efektif dalam meningkatkan saturasi oksigen pada pasien CHF  

Ismonah; Kusuma, Abigail Sharon

Proceeding Konferensi Nasional 2025 Mianti Nurrizky Sutejo,S.Fis.,M.P.H

DM Tipe I adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat proses autoimun yang menyebabkan kerusakan sel beta pankreas sehingga tidak dapat memproduksi insulin yang adekuat. Dalam jangka waktu yang lama, komplikasi gastropati diabetik dapat terjadi, yaitu kondisi dimana lambung mengalami penundaan dalam mengosongkan diri yang disebut dengan gastroparesis yang ditandai dengan mual, muntah, nyeri perut, nyeri ulu hati, dan rasa cepat kenyang setelah makan. Tujuan karya ilmiah akhir ners ini adalah untuk menganalisis asuhan keperawatan pada pasien gastropati diabetes melitus tipe I dengan penerapan evidence based practice terapi akupresur pada titik nei guan (P6) untuk mengatasi nausea. Pada kasus ini diagnosa keperawatan yang utama adalah nausea berhubungan dengan iritasi lambung. Rencana dan tindakan keperawatan utama pada kasus ini berdasarkan SIKI adalah manajemen muntah dengan pendekatan evidence based practice terapi akupresur pada titik nei guan yang dilakukan selama 2x dalam sehari selama 2 hari dengan harapan skor Gastroparesis Cardinal Symptom Index (GCSI) menurun. Setelah 3 hari perawatan, masalah nausea teratasi dengan skor GCSI 35 (gastroparesis sangat berat) menjadi 0 (tidak ada gastroparesis). Penulis berharap hasil penerapan terapi akupresur pada titik nei guan untuk mengatasi nausea ini dapat bermanfaat bagi pelayanan kesehatan, institusi pendidikan, dan perkembangan ilmu keperawatan.

Dewi, Masita Sari; Marselina, Marselina; Anwar, La Ode Muhammad

Proceeding Konferensi Nasional 2025 Mianti Nurrizky Sutejo,S.Fis.,M.P.H

Upaya preventif merupakan langkah awal dalam mencegah, mengendalikan dan mengurangi resiko terjadinya penyakit pada tubuh, salah satu penyakit yang sering mengganggu aktivitas sehingga menyebabkan penurunan produktivitas yaitu Musculoskeletal disorder. Musculoskeletal disorder yaitu gangguan yang terjadi pada tubuh umumnya di bagian otot, tulang, sendi, tendon, ligamen dan tulang rawan. Permasalahan yang banyak dikeluhkan wali murid adalah nyeri sendi, nyeri pada ruas jari tangan, lutut, pergelangan kaki dan jari kaki sehingga menggangu aktivitas sehari-hari. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengedukasi orang tua wali murid guna peningkatan pengatahuan terhadap upaya preventif pada kejadian Musculoskeletal Disorder (MDs) yang sering dikeluhkan yaitu penyakit asam urat. Metode pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan terhadap 20 orang peserta yaitu ibu-ibu wali murid SDN 01 Pasir Gombong dengan metode presentasi, ceramah, diskusi dan pengecekan kesehatan. Media penyampaian pada kegiatan pengabdian ini menggunakan leaflet dan teks powerpoint. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan pada ibu-ibu wali murid tentang musculoskeletal disorder (MSDs) dimulai dari penyebab penyakit, akibat penyakit serta pencegahan penyakit dibuktikan dengan penyebaran kuesioner evaluasi setelah kegiatan. 

Adhin Al Kasanah; Mega Arianti Putri; Binar Wahyuning Widhi

Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat 2025 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Gout arthritis is an inflammatory joint condition that causes severe pain and impacts the patient's quality of life. Joint pain management involves more than just pharmacological therapy using medications; it also requires non-pharmacological approaches. The goal of this community service activity is to improve the knowledge and skills of gout arthritis sufferers in managing joint pain using various non-pharmacological therapy modalities. The results of the community service program indicate an increase in knowledge about non-pharmacological management of joint pain in gout arthritis patients. Non-pharmacological therapy education is an effective way to help people with gouty arthritis manage their joint pain. The significant increase in knowledge following the intervention demonstrates the importance of ongoing education and hands-on demonstrations. The next step is to increase the scope of education and support for the implementation of non-pharmacological therapies in various communities to ensure sustainability.

Eka Ristin Tarigan; Adelina Fitri Tanjung

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Childbirth is a natural physiological process, but it is often accompanied by intense pain, especially during the first stage, the cervical dilation phase. This pain arises from uterine contractions, cervical dilation, and fetal pressure on the pelvic structures. For primiparous mothers, this experience of childbirth is a first-time experience that can cause anxiety, tension, and even trauma if not managed properly. The research design used in this study was a quasi-experimental study with a two-group pretest-posttest. The sample size in this study was 38 participants: 19 in the intervention group and 19 in the control group, using a simple random sampling technique. The data analysis used was the t-dependent and t-independent tests. The results of the study obtained the characteristics of the intervention group respondents, most of the respondents were aged 30-35 years as many as 8 people (40.1%), parity of 2 children as many as 8 people (38.5%), and education level was high school as many as 14 people (73.7%). While in the control group most of the respondents were aged 30-35 years as many as 7 people (32.8%), parity of 2 children) as many as 9 people (40.5%), and education level was high school as many as 18 people (94.7%). The intensity of pain in the intervention group before effleurage massage was an average of 6.26 and after an average of 5.74 while in the control group before massage was an average of 6.97 and after an average of 5.83. The results of the dependent t-test of pain intensity before and after effleurage massage in the intervention group obtained a P value of 0.000 and in the control group before and after massage obtained a P value of 0.006. The results of the independent t-test can be concluded that there is a significant difference after the effleurage massage method was carried out in the intervention group, namely a P value of 0.001. From the results of this study, it is known that there is an effect of the effleurage massage method on reducing the intensity of labor pain in the active phase of the first stage of labor in mothers inpartu. Therefore, it is recommended that midwives apply the effleurage massage method as an intervention to reduce pain in the care of mothers in normal labor.   Keywords: ,   

Suharti Suharti; Maulani Maulani; Ani Astuti

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Background: Postoperative pain is a common physiological response that can negatively affect the patient’s healing process. Deep breathing relaxation is a non-pharmacological method proven effective in reducing pain. Objective: To determine the effect of deep breathing relaxation technique on postoperative pain intensity in the Surgical Room of RSUD Hamba Muara Bulian. Methods: This study used a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest design involving 28 respondents. Data were analyzed using paired t-test to assess pain intensity differences before and after the intervention. Results: The mean pain intensity before the intervention was 5.36 (moderate category), which decreased to 2.89 (mild category) after the intervention. Statistical analysis showed a significant result with a p-value of 0.000. Conclusion: Deep breathing relaxation is effective in reducing postoperative pain intensity. It is recommended for implementation as a non-pharmacological intervention in surgical care settings.

Aulia Dini Ayuningtias; Rian Federico Ginting; Muhammad Arif; Novi Angelica; Fanisa Dwi Cahyani

VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2025 STIKES Columbia Asia Medan

Nyeri punggung bawah (low back pain) merupakan salah satu masalah kesehatan muskuloskeletal yang sering terjadi di masyarakat, terutama pada kelompok usia produktif dan lanjut usia. Di Desa Tanjung Anom, kasus nyeri punggung bawah cukup tinggi akibat gaya hidup tidak aktif, posisi kerja yang salah, serta kurangnya pengetahuan mengenai pencegahan dan penanganan mandiri. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengelola nyeri punggung bawah melalui pendekatan self-care management. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi interaktif, demonstrasi latihan peregangan dan penguatan otot, serta pembagian leaflet sebagai media informasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 85% dan kemampuan praktik mandiri sebesar 75% dalam melakukan teknik self-care, seperti senam punggung, teknik relaksasi, dan ergonomi sederhana dalam aktivitas sehari-hari. Edukasi self-care management terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Tanjung Anom untuk mencegah dan mengatasi nyeri punggung bawah secara mandiri dan berkelanjutan. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi model intervensi promotif-preventif yang dapat direplikasi di desa lain dengan masalah serupa.

Hasbi Ikhsanuddin; Niken Anggraini Sri Saputri; Vita Purnamasari

Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan 2025 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Sectio caesarea is one of the surgical delivery methods performed when normal delivery is not possible. Although this procedure is considered safe, prospective patients often experience high stress due to fear of surgery, interventions such as religious music therapy that have spiritual value can calm emotions. This study aims to determine the effect of religious music therapy on stress levels in pre-section caesarean patients at RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo. This study used a quasi-experimental design with a non-randomized control group pretest-posttest design approach. The study sample was 30 patients who were divided into two groups, namely 15 people as the intervention group and 15 people as the control group. The research instruments were music therapy and stress level questionnaires. To analyze the data, the Wilcoxon Signed Rank Test and the Mann-Whitney Test were used.. The results showed a significant decrease in patient stress levels after listening to religious music. The average stress score before the intervention was higher than after the intervention, and the statistical test showed a p value <0.05, which means that religious music therapy has a significant effect on reducing stress. Religious music therapy can reduce stress levels in pre-cesarean section patients. This intervention can be used as part of anesthesia maintenance to improve patient comfort and mental readiness before surgery.

Opie Yunia Widiati; Eska Dwi Prajayanti; Isti Wulandari

Jurnal Kesehatan dan Kedokteran 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Fracture is a condition in which the bone structure is severed or damaged due to external pressure on the bone. Fractures can be caused by direct impact, sudden twisting movements, or even by extreme muscle contractions. The WHO states that the prevalence rate of fractures increased from 2020 by approximately 13 million (2.7%). The Ministry of Health in 2023 stated that in Indonesia around 8 million people had fractures. To determine the results of the application of religious music therapy on pain in fracture patients in Flamboyant Ward 5 of Dr Moewardi Surakarta Hospital. The application uses a case study method with a research sample of 2 respondents, the research instrument uses NRS. The intervention group reduced pain from a scale of 6 to 4, and in the control group reduced pain from a scale of 5 to 4. From this study it can be concluded that religious music therapy is more effective to reduce pain.

Madalena Gomes, Ni Luh Putu Silvi; Tedjasulaksana, Regina; Astiti, Komang Erny

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2025 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background: Normal delivery is a significant moment in a mother's life, marked by the expulsion of the fetus after a full-term pregnancy, typically between 37 to 40 weeks, accompanied by intense uterine contractions. During the active phase of labor, mothers often experience peak pain due to increased frequency and strength of these contractions. One effective method to alleviate this pain is through counter pressure massage. This study aims to explore the differences in pain intensity among mothers in the active phase of labor before and after the application of counter pressure massage at RSU Permata Hati Klungkung. Method: This study used a pre-experimental design and purposive sampling technique. The population in this study were all mothers who underwent normal delivery in September to November 2024 with a total of 80 people, until a sample of 39 participants was determined. Data were collected through observations using a rating scale based on the Numerical Rating Score. Result: Data analysis was performed using the Wilcoxon test, revealing that the average pain score before the massage was 6.92, which decreased to 3.20 afterward. The Wilcoxon test yielded a p-value of 0.001, indicating a significant difference in labor pain intensity. Conclusion: This study shows that there is a difference in pain intensity before and after counter pressure massage is performed on mothers giving birth in the first active phase at Permata Hati Hospital, Klungkung with a p-value of 0.001.

Ginting, Ade Krisna; Atikah, Euis; Anggraeni, Rina Dwi; Kedaton, Anisa Sekar; Putri, Delcy Regiana

Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin (JAMMU) 2025 Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar, konsentrasi, serta kualitas hidup. Kurangnya pengetahuan mengenai penanganan nonfarmakologis menyebabkan banyak remaja memilih menggunakan obat pereda nyeri atau membiarkan keluhan berlangsung tanpa penanganan yang tepat. Edukasi kesehatan menjadi strategi penting untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai cara mengatasi nyeri menstruasi secara aman dan efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai manfaat kompres hangat sebagai terapi nonfarmakologis dismenore. Kegiatan dilaksanakan di SMA Sehati Karawang pada Juni 2025 dengan melibatkan 30 remaja putri. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi penggunaan kompres hangat, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Paired t-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah edukasi. Sebelum intervensi, sebanyak 26,7% peserta memiliki pengetahuan kurang dan 73,3% memiliki pengetahuan cukup. Setelah edukasi, sebanyak 93,3% peserta memiliki pengetahuan baik. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi mengenai manfaat kompres hangat efektif meningkatkan pengetahuan remaja mengenai penanganan dismenore secara nonfarmakologis. Program ini berkontribusi dalam promosi kesehatan reproduksi dan mendorong penerapan perawatan mandiri yang aman selama menstruasi.

Anggraeni, Rina Dwi; Fitriani, Dewi Rubi; Rahma, Marliana; H, Mutiara Balqis Ronika; Istari, Indah

Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin (JAMMU) 2025 Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Nyeri persalinan merupakan keluhan utama yang sering dialami ibu bersalin dan dapat meningkatkan kecemasan, ketegangan, serta ketidaknyamanan apabila tidak ditangani secara tepat. Aromaterapi minyak atsiri menjadi salah satu metode nonfarmakologis yang aman, sederhana, murah, dan mudah diterapkan dalam pelayanan kebidanan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan bidan mengenai pemanfaatan aromaterapi minyak atsiri sebagai terapi komplementer untuk membantu mengurangi nyeri persalinan. Kegiatan dilaksanakan di Klinik Zhafira Zharifa Karawang pada April 2025 dengan sasaran bidan yang bekerja di klinik tersebut. Metode kegiatan meliputi tahap persiapan, penyuluhan, diskusi interaktif, pemberian media edukasi, demonstrasi penggunaan aromaterapi, evaluasi, dan tindak lanjut. Materi edukasi mencakup konsep nyeri persalinan, dampak nyeri terhadap ibu dan janin, mekanisme kerja aromaterapi, jenis minyak atsiri yang aman, serta prosedur penggunaan yang tepat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta aktif mengikuti kegiatan dan mengalami peningkatan pemahaman mengenai manfaat, keamanan, serta tata cara penggunaan aromaterapi dalam asuhan persalinan. Aromaterapi bekerja melalui stimulasi sistem penciuman dan, pada penggunaan tertentu, melalui penyerapan kulit yang dapat memberikan efek relaksasi serta membantu menurunkan persepsi nyeri. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan kapasitas bidan untuk mengembangkan pelayanan persalinan yang lebih holistik, humanis, dan berorientasi pada kenyamanan ibu bersalin.

Nafi’ Ika Salsabella; Taufik Eko Susilo; Ririt Ika Lestari

DIAGNOSA: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan 2025 International Forum of Researchers and Lecturers

Pulmonary contusion is a common complication of blunt chest trauma that leads to parenchymal damage, edema, and bleeding, resulting in impaired respiratory function. Thoracotomy procedures to manage rib fractures are often accompanied by complaints of chest pain and dyspnea. This study aimed to evaluate the effect of physiotherapy interventions, specifically breathing exercises and early mobilization, in reducing pain and shortness of breath in a patient diagnosed with pulmonary contusion post-thoracotomy. A case report method was employed with six sessions of breathing exercises and assisted active mobilization over a seven-day period. Assessment was conducted using pain scores, Borg dyspnea scale, and thoracic expansion measurements. Results indicated a reduction in pain and dyspnea scores as well as improved thoracic expansion in the fracture area. Physiotherapy interventions were shown to be effective in promoting respiratory recovery and reducing postoperative complications.