Publication Search

59,950 articles from 482 journals · 1,579 citations tracked

Showing 1-13 of 13

Analytics

Siti Rabbani Karimuna; Khafizah Valerina Akhmadi; Zaskia Amalia Putri; Irmayanti Irmayanti; Shabilla Ananta Putri Baso +1 more

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Waste is an environmental problem that can cause air pollution and health problems if not managed properly. The presence of Temporary Waste Disposal Sites (TPS) close to residential areas often produces unpleasant odors due to the decomposition of organic waste, thus disturbing the comfort of the community. This study aims to determine the relationship between the distance of homes from TPS and odor disturbances in the community in Andounuhu Village, Kendari City. The study used a quantitative method with a cross-sectional design on 58 respondents selected by purposive sampling. Data collection was carried out through questionnaires and observations, then analyzed univariately and bivariately. The results showed that residents living less than 100 meters from the TPS experienced odor disturbances more often than those living further away. The further the distance of the house from the TPS, the level of odor disturbance tended to decrease. This study shows that the proximity of residential areas to TPS affects environmental comfort, so that more optimal TPS management is needed through routine waste transportation and arranging TPS locations that are not too close to residential areas.

Siti Rabbani Karimuna; Khafizah Valerina Akhmadi; Zaskia Amalia Putri; Irmayanti Irmayanti; Shabilla Ananta Putri Baso +1 more

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Waste is an environmental problem that can cause air pollution and health problems if not managed properly. The presence of Temporary Waste Disposal Sites (TPS) close to residential areas often produces unpleasant odors due to the decomposition of organic waste, thus disturbing the comfort of the community. This study aims to determine the relationship between the distance of homes from TPS and odor disturbances in the community in Andounuhu Village, Kendari City. The study used a quantitative method with a cross-sectional design on 58 respondents selected by purposive sampling. Data collection was carried out through questionnaires and observations, then analyzed univariately and bivariately. The results showed that residents living less than 100 meters from the TPS experienced odor disturbances more often than those living further away. The further the distance of the house from the TPS, the level of odor disturbance tended to decrease. This study shows that the proximity of residential areas to TPS affects environmental comfort, so that more optimal TPS management is needed through routine waste transportation and arranging TPS locations that are not too close to residential areas.

Tri Kurniati; Panisean Nasoetion; Sulastri Sulastri

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Proyek konstruksi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas X menghasilkan berbagai jenis Limbah B3 dari aktivitas pembangunan, operasional lapangan, dan perawatan peralatan. Limbah tersebut memiliki sifat berbahaya sehingga memerlukan pengelolaan sesuai regulasi untuk mencegah pencemaran dan risiko kesehatan. Studi ini bertujuan mengidentifikasi jenis Limbah B3 yang timbul serta menilai kesesuaian pengelolaannya di Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) dengan PP No. 22 Tahun 2021, Permen LH No. 14 Tahun 2013, dan Permen LHK No. 20 Tahun 2020. Limbah yang dihasilkan meliputi oli bekas, cat beserta wadahnya, solar bekas, bahan pelapis kedap air, dan thinner. Pengemasan dan pelabelan sudah sesuai ketentuan, namun fasilitas TPS masih perlu ditingkatkan seperti penutupan bangunan, ketahanan lantai, fasilitas keselamatan, dan kerapian penyimpanan. Pemindahan limbah dilakukan melalui pihak berizin seperti DLH. Secara umum, pengelolaan Limbah B3 cukup baik, tetapi masih diperlukan peningkatan sarana TPS agar lebih aman dan sesuai persyaratan.

Tri Kurniati; Panisean Nasoetion; Sulastri Sulastri

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Proyek konstruksi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas X menghasilkan berbagai jenis Limbah B3 dari aktivitas pembangunan, operasional lapangan, dan perawatan peralatan. Limbah tersebut memiliki sifat berbahaya sehingga memerlukan pengelolaan sesuai regulasi untuk mencegah pencemaran dan risiko kesehatan. Studi ini bertujuan mengidentifikasi jenis Limbah B3 yang timbul serta menilai kesesuaian pengelolaannya di Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) dengan PP No. 22 Tahun 2021, Permen LH No. 14 Tahun 2013, dan Permen LHK No. 20 Tahun 2020. Limbah yang dihasilkan meliputi oli bekas, cat beserta wadahnya, solar bekas, bahan pelapis kedap air, dan thinner. Pengemasan dan pelabelan sudah sesuai ketentuan, namun fasilitas TPS masih perlu ditingkatkan seperti penutupan bangunan, ketahanan lantai, fasilitas keselamatan, dan kerapian penyimpanan. Pemindahan limbah dilakukan melalui pihak berizin seperti DLH. Secara umum, pengelolaan Limbah B3 cukup baik, tetapi masih diperlukan peningkatan sarana TPS agar lebih aman dan sesuai persyaratan.

Banafsyah Imanda Safa; Vidinia Nuansa Citra; Nicho Candra Hariyanto Putra; Titiek Rachmawati

Journal of Management and Social Sciences 2026 CV. Aksara Global Akademia

Penelitian ini menganalisis praktik akuntansi keberlanjutan pada Arif Barbershop, sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jombang, Jawa Timur, Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana barbershop menerapkan prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG) dalam operasional sehari-hari. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik usaha dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Temuan menunjukkan bahwa Arif Barbershop telah menerapkan praktik lingkungan dasar seperti pengelolaan limbah rambut melalui kantong plastik ke tempat pembuangan sampah, serta efisiensi energi dengan mematikan peralatan listrik setelah jam operasional. Dari aspek sosial, barbershop menjaga kepuasan pelanggan melalui konsistensi kualitas layanan dan sistem bagi hasil (60:40) kepada karyawan. Praktik tata kelola, meskipun bersifat informal, mencakup pencatatan keuangan sederhana menggunakan buku biasa. Namun demikian, barbershop belum memiliki izin usaha formal dan belum menerapkan kerangka akuntansi keberlanjutan yang terstandar. Penelitian ini menyoroti bahwa UMKM dapat mempraktikkan akuntansi keberlanjutan secara intuitif, dan menyarankan perlunya program pelatihan serta alat pelaporan yang disederhanakan.

Sri Purwanti; Adam Teguh Ramadhani; Lennyta Eka Rindi Agustin; Freddy Parsaulian Situmorang; Angga Kristandiyo +21 more

Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Household waste management in Gondang Village remains a major problem because waste is not sorted from the source and supporting facilities are still limited, resulting in mixed organic, inorganic, and residual waste, potentially polluting the environment. To support the planned development of a 3R Waste Management Site (TPS 3R) in 2026, a community service activity was conducted aimed at increasing community knowledge, awareness, and readiness regarding waste sorting and the application of the Reduce, Reuse, and Recycle concept. This activity used a participatory approach through outreach, waste sorting demonstrations, installation of educational boards on waste decomposition times, and the provision of separate trash bins in four hamlets. The results of the activity showed an increase in community understanding of waste types, 3R principles, and long-term environmental impacts, accompanied by positive responses and high enthusiasm. The educational boards and facilities provided served as visual reminders that encouraged behavioral change, making this activity an important first step in preparing the Gondang Village community towards sustainable waste management through the 3R Waste Management Site (TPS 3R).

Nyethrea Baby; Yesita Ragil Kusuma Ningrum; Dela Tri Mulyani; Anandika Cahaya Putra Juliawan; Silvia Sindi Mareta +5 more

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Lingkungan rumah yang memiliki tempat penampungan air tanpa pengelolaan yang baik berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk vektor Demam Berdarah Dengue (DBD). Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui penerapan perilaku 3M serta penggunaan larvasida abate pada wadah air yang sulit untuk dikuras. Kegiatan ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan Program GEMA (Gerakan Bersama Hapus Jentik) yang mengintegrasikan edukasi 3M dan pemberian abate sebagai langkah pengendalian jentik nyamuk di Desa Sambung. Program dilaksanakan pada tanggal 19–21 Januari dengan metode edukatif partisipatif melalui kunjungan rumah ke rumah. Tahapan kegiatan meliputi pemeriksaan keberadaan jentik, pemberian abate pada tempat penampungan air tertentu, serta edukasi mengenai penggunaan abate dan penerapan 3M. Evaluasi observasional dilakukan pada 22 Januari. Kegiatan ini menjangkau 1.360 rumah di empat dusun. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan lebih dari separuh rumah masih ditemukan jentik nyamuk. Setelah intervensi, persentase rumah yang berpotensi terdapat jentik mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa Program GEMA efektif dalam menekan potensi keberadaan jentik nyamuk serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan DBD.

Satria Efandi; Wiwik Indrayeni

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Workplace microaggressions represent subtle and ambiguous forms of interpersonal mistreatment that are frequently normalized in organizational interactions, yet may generate significant psychological consequences for employees. While research in industrial and organizational psychology has extensively examined related constructs such as workplace incivility and ostracism, the linguistic mechanisms through which microaggressions operate remain underexplored. This study aims to systematically review Indonesian-language journal articles published between 2015 and 2025 that address workplace microaggressions and related phenomena, by conceptualizing microaggressions as speech acts. Using a systematic literature review approach guided by the PRISMA 2020 framework, relevant peer-reviewed articles were identified, screened, and analyzed through thematic synthesis. The review focuses on three main aspects: linguistic forms of microaggressions, contexts in which they emerge, and their psychological consequences in formal organizational settings, including companies and educational institutions. The findings indicate that workplace microaggressions are predominantly realized through indirect and ambiguous communicative practices, such as dismissive remarks, stereotypical humor, and interactional exclusion, often occurring within hierarchical relationships and formal work situations. These communicative acts are consistently associated with negative psychological outcomes, including stress, emotional exhaustion, reduced wellbeing, and withdrawal-related work attitudes. By integrating industrial-organizational psychology with linguistic-pragmatic perspectives, this review highlights language as a central mechanism through which microaggressions produce psychological harm at work. The study contributes a conceptual synthesis that underscores the importance of addressing everyday communicative practices in organizational interventions aimed at fostering psychological safety and employee wellbeing.

Reny Rachmawati

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Taman burung di kawasan perkotaan merupakan salah satu strategi integrasi lanskap ekosistem yang mampu mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas ruang hijau kota. Penelitian ini mengkaji Taman 3 Generasi Balikpapan sebagai studi kasus untuk mengevaluasi sejauh mana elemen desain lanskapnya memenuhi kriteria taman burung yang ramah ekosistem. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui observasi langsung dan analisis, penelitian menilai aspek struktural (jalur, kontur, elemen air, tempat berlindung, dan fasilitas pendukung) serta aspek vegetatif (jenis dan fungsi vegetasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar elemen fisik Taman 3 Generasi telah sesuai dengan prinsip desain taman burung, terutama pada keberadaan elemen air, rumah burung, serta vegetasi yang menyediakan sumber makanan dan tempat berlindung. Namun, keterbatasan variasi kontur dan spesies tanaman tertentu masih menjadi faktor yang perlu ditingkatkan untuk memperkuat fungsi ekologisnya. Penelitian ini menegaskan bahwa Taman 3 Generasi memiliki potensi sebagai model integrasi desain lanskap ekosistem pada taman burung perkotaan, sekaligus memberikan kontribusi bagi konservasi biodiversitas dan peningkatan kualitas lingkungan hidup di kawasan urban.

Adelliya Sabila Putri Purbaya; A. M. Akbar; Andas Budy

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Budaya Noken memiliki arti kehidupan yang baik bagi masyarakat Papua dan telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) yang merupakan cinderamata kerajinan tangan dan diminati oleh wisatawan yang berkunjung ke Papua. Sebagai Ibu Kota Provinsi, Jayapura memiliki banyak pengrajin noken yang memasarkan karyanya di trotoar dan hal tersebut mengakibatkan fungsinya tidak efisien karena belum adanya fasilitas yang dapat mewadahi kegiatan tersebut. Desain kawasan mengedepankan kenyamanan pengrajin dengan menonjolkan suasana tempat awal mula lahirnya budaya noken yaitu Arsitektur Tradisional Honai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif sehingga menghasilkan desain Kawasan Wisata Budaya Noken yang dapat mewadahi kegiatan berbudaya yang sesuai dengan suasana tradisional daerah Papua dan nyaman bagi pengguna.

Ayu Zahrani; Tishya Fadiliafasha; Alif Rachman Chresandiputra; Najwa Chindykia Yuliasta; Moch Althof Naufal Ardhi +1 more

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) is the most common cause of peripheral vertigo, characterized by brief episodes of vertigo due to otoconia displacement. Although most previous studies have focused on intrinsic factors such as age, gender, osteoporosis, and metabolic disorders, evidence regarding the role of environmental factors, particularly occupational noise exposure, is limited. Chronic noise has the potential to affect vestibular function through both sensory and vascular mechanisms. This study aims to narratively review the effect of occupational noise exposure on the risk of BPPV by integrating clinical, epidemiological, and experimental findings. The method used is a literature-based narrative review of the PubMed, Scopus, Web of Science, and Google Scholar databases without year restrictions, using the keywords "BPPV", "occupational noise exposure", "vestibular dysfunction", "VEMP", and "otoconia displacement". The search results obtained 25 relevant articles linking BPPV to otolith, hormonal, vascular, lifestyle factors, and occupational noise exposure. The results indicate that chronic noise can cause sensory damage (otoconia and vestibular hair cells), vascular disorders (hypertension, cardiovascular disorders, and inner ear microvascular circulation disorders), and exacerbate lifestyle comorbidities (sedentary lifestyle, osteoporosis, hypertension, diabetes). The discussion confirms that these multifactorial mechanisms explain the susceptibility of industrial workers to BPPV despite normal hearing function. The conclusion of this study is that workplace noise exposure has been shown to play a significant role as a risk factor for BPPV, therefore, prevention strategies, vestibular health monitoring, and healthy lifestyle interventions need to be optimized in occupational health programs.

Ilpa Hasanah

Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam 2026 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Social media has become an alternative space for emotional expression among university students, particularly as a medium for sharing personal problems or emotional distress. This study aims to examine the effect of social media use as a venting platform on the mental health of students at STAIN Mandailing Natal. A quantitative associative research design was employed, involving 25 fifth-semester students as respondents. Data were collected using a Likert-scale questionnaire measuring the intensity of social media venting behavior and mental health indicators, including stress, anxiety, mood, and self-confidence. The data were analyzed using descriptive statistics and inferential tests, including correlation and simple linear regression. The findings indicate that social media use as a place for venting has a significant relationship with students’ mental health. Positive responses received through social media tend to improve emotional well-being, while negative responses may increase stress and anxiety levels. These findings suggest that social media can function both as a supportive and risky environment for students’ mental health, depending on how it is used. Therefore, students are encouraged to use social media wisely, and educational institutions are advised to provide mental health literacy and guidance related to healthy social media use.

Sekar Ayu Maharani; Ahmad Dwi Nurdiyanto; Delta Lexi Arbawa

Prosiding Seminar Nasional Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis 2026 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh lokasi, biaya kuliah, dan promosi terhadap minat mahasiswa untuk melanjutkan studi di Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang. Fokus penelitian diarahkan pada faktor-faktor eksternal yang diduga memiliki peran penting dalam menentukan minat mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner berbasis Google Form. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa ITB Semarang, sedangkan sampel penelitian adalah mahasiswa tahun ajaran 2024/2025 yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 65 orang. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda untuk menguji pengaruh dari  masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi, biaya kuliah, dan promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat mahasiswa memilih ITB Semarang sebagai tempat melanjutkan pendidikan tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa semakin strategis lokasi kampus, semakin terjangkau biaya kuliah, dan semakin efektif promosi yang dilakukan, maka semakin tinggi minat mahasiswa untuk mendaftar.