Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 64

Analytics

Dwi Anggun Lestari

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2026 Universitas Muhamadiyah Manado

Cognitive development is an important aspect of early childhood growth because it forms the foundation for children’s abilities to think, remember, understand concepts, solve problems, and make decisions. Early childhood is often referred to as the golden age since development occurs very rapidly during this period, requiring appropriate stimulation from the surrounding environment, particularly the family. In this context, parents play a crucial role through the parenting styles they apply in daily life. This study aims to examine the relationship between parenting styles and early childhood cognitive development based on findings from previous research. The method used is a narrative review by analyzing relevant scholarly articles published between 2020 and 2026. Articles that met the inclusion criteria were then analyzed descriptively to identify the relationship between parenting styles and children’s cognitive development. The results of the review of 15 selected articles indicate that there is a significant relationship between parenting styles and early childhood cognitive development. Authoritative parenting emerged as the most consistently positive style, characterized by effective communication, emotional support, balanced supervision, and opportunities for children to develop independent thinking skills. Other factors, such as parents’ educational level, involvement in children’s learning activities, and a supportive learning environment, also contribute to cognitive development. In conclusion, authoritative parenting is considered the most effective approach in supporting optimal cognitive development in early childhood.

Siska Febiana; Hanny Setyawati; Indah Yulianti

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Artikel ini membahas hubungan antara pikiran dan realitas melalui kajian filsafat kognitif, serta implikasinya terhadap pemahaman manusia. Filsafat kognitif, yang mengintegrasikan elemen-elemen filsafat, psikologi, dan ilmu kognitif, memberikan perspektif baru dalam memahami bagaimana manusia berinteraksi dengan dunia nyata. Artikel ini mengulas berbagai teori kognitif yang mempengaruhi pemahaman kita terhadap realitas, serta bagaimana persepsi, interpretasi, dan pengalaman membentuk cara kita mengerti dunia. Selain itu, implikasi dari kajian ini terhadap bidang-bidang seperti etika, pendidikan, dan perkembangan teknologi juga dibahas, dengan fokus pada dampak terhadap kesadaran dan pengambilan keputusan manusia.

Gulo, Didi Kristina; Olis Olis

Jurnal Silih Asah 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

 Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan pendidikan dasar anak usia dini antara 3-6 tahun berlandaskan pada Ulangan 6:6-9 di PAUD Kristen Agape Sentani.  Pendidikan anak usia dini merupakan tahap pendidikan yang sangat fundamental dalam membentuk dasar perkembangan kognitif, sosial-emosional, moral, dan spiritual anak. Penelitian menunjukkan bahwa kurangnya pengasuhan positif dan minimnya pembentukan nilai moral sejak usia dini dapat meningkatkan risiko munculnya perilaku menyimpang, kesulitan pengendalian emosi, serta masalah penyesuaian sosial pada masa remaja dan dewasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan pengumpulan data melalui penelusuran pustaka yang relevan. Penerapan prinsip nilai Ulangan 6:6-9 dalam pendidikan anak usia dini dilakukan dengan mengintegrasikan Firman Tuhan yang harus diajarkan berulang-ulang secara konsisten dalam seluruh aktivitas pembelajaran. Prinsip ulangan 6:6-9 menunjukkan bahwa pendidikan iman harus hadir dalam setiap rutinitas sehingga anak dapat mencerminkan iman dalam lingkungan sekolah yang menciptakan suasana kelas penuh kasih, aman, dan menyenangkan. Ketika prinsip-prinsip ini diimplementasikan secara konsisten melalui kurikulum, metode pembelajaran, lingkungan belajar, dan kemitraan dengan orang tua, PAUD Kristen Kasih Agape Sentani akan mampu mewujudkan visinya dalam membentuk generasi yang mengenal dan mengasihi Tuhan sejak usia dini.

Ulina, Febriani; Setiawan, Yusak Agus

Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dalam menerjemahkan konsep-konsep teologis yang abstrak agar sesuai dengan perkembangan kognitif peserta didik usia sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya penanaman iman sejak dini dalam keluarga sebagai ecclesia domestica, yang kemudian dilanjutkan secara sistematis dalam pendidikan formal. Namun, pada jenjang sekolah dasar, pembelajaran Pendidikan Agama Kristen menghadapi tantangan karena materi teologis yang bersifat abstrak tidak selalu selaras dengan kemampuan berpikir anak. Berdasarkan teori perkembangan kognitif Jean Piaget, anak usia 7–12 tahun berada pada tahap operasional konkret, sehingga membutuhkan pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis pengalaman nyata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan hermeneutika-pedagogis untuk menganalisis strategi pengajaran Yesus dalam Injil Markus 4:1–33. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yesus menerapkan strategi pembelajaran yang efektif melalui pengelolaan ruang belajar (spasial), penggunaan perumpamaan sebagai media naratif, serta pendekatan dialogis-partisipatif. Strategi ini memungkinkan terjadinya jembatan antara konsep abstrak Kerajaan Allah dengan realitas konkret kehidupan pendengar. Dengan demikian, integrasi antara pemahaman teks Alkitab dan pendekatan pedagogis yang sesuai dengan perkembangan kognitif menjadi kunci dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang efektif. Penelitian ini menegaskan bahwa guru Pendidikan Agama Kristen perlu mengembangkan strategi kreatif dan kontekstual agar nilai-nilai iman tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.

Romdah Romansyah

Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa 2026 Universitas Palan

This study aims to analyze the factors that influence cognitive development and the role of learning motivation in the learning process of teacher training students. Using a quantitative approach with a descriptive correlational design, this study involved 120 students from four study programs at the Faculty of Teacher Training and Education (FKIP) Galuh University, selected by purposive sampling from active students who regularly participate in lectures. The instruments used were a cognitive development questionnaire based on Piaget's theory and Bloom's taxonomy, and a learning motivation questionnaire with a Likert scale of 1–5. Data were analyzed using descriptive statistics, Pearson correlation, and simple and multiple linear regression. The results showed that cognitive development (β = 0.43, p < 0.01) and learning motivation (β = 0.37, p < 0.05) each had a significant influence on student achievement. A strong positive correlation between the two variables indicates a mutually supportive relationship. Academic environmental factors, independent learning strategies, and lecturer support were identified as the main drivers of cognitive development. These findings emphasize the need for higher education to integrate learning approaches that address students' cognitive development while simultaneously fostering intrinsic motivation to improve learning quality and future professional readiness.

Tri Seprianto; Viata Viriezky; Puan Jati Megawati; Ahmad Baqir Adrian

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Perkembangan kota-kota berkembang di Indonesia ditandai oleh dinamika pertumbuhan fisik, peningkatan mobilitas, serta intensifikasi aktivitas sosial dan ekonomi yang sering kali berdampak pada perubahan citra dan keterbacaan ruang kota. Kota Bandar Lampung, sebagai ibu kota Provinsi Lampung dan gerbang utama Pulau Sumatera, mengalami kondisi tersebut seiring pesatnya perkembangan kawasan pusat kota dan perluasan wilayah permukiman ke arah pinggiran. Ketimpangan penguatan elemen visual dan ruang publik antar kawasan berpotensi menimbulkan fragmentasi citra kota, sehingga persepsi masyarakat terhadap struktur dan identitas ruang cenderung terpusat pada area tertentu saja. Dalam konteks ini, pemahaman mengenai bagaimana pengguna kota memaknai, mengingat, dan merepresentasikan ruang perkotaan menjadi penting untuk mengungkap pembentukan citra Kota Bandar Lampung secara menyeluruh. Pendekatan cognitive mapping dipandang relevan karena mampu menangkap persepsi spasial, pengalaman visual, serta makna simbolik yang terbentuk melalui interaksisehari-hari masyarakat dengan lingkungannya. Melalui pendekatan tersebut, penelitian ini mengkaji citra Kota Bandar Lampung berdasarkan persepsi pengamat untuk mengidentifikasi elemen-elemen ruang yang dominan, sekaligus memahami hubungan antara struktur fisik kota, pengalaman sosial, dan pembentukan identitas perkotaan.

Elyza Riana; Maskurotul Aini; Fidela Sava Zerlina; Muhammad Fauzul Adzim; Arep Kurniawan +1 more

Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to determine how the implementation of the cooperative learning model can contribute to students' cognitive development in Islamic Religious Education (PAI) at SMA Negeri 1 Kasihan. The background of this study is based on the low level of active student involvement in the PAI learning process, which is still dominated by conventional lecture methods. The study used a qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation of PAI teachers and grade 11 students. The results showed that the implementation of cooperative learning encouraged students to be more active in discussions, think critically, and understand religious concepts in depth. This model also improved social skills, responsibility, and collaboration among students. Thus, cooperative learning not only strengthens the cognitive domain but also develops students' affective and psychomotor aspects in a balanced manner. These findings demonstrate that cooperative learning is effectively used in PAI learning as an effort to create an interactive, collaborative, and meaningful learning process.

Nuri Alfitriyani; Zaura Izzati Siagian; Khairina Habib Rangkuti; Elvira Zahratunnisa; Ramadan Lubis

Jurnal Inovasi Pendidikan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study aims to analyze the development of elementary school students (ages 8–9) in terms of physical, cognitive, emotional, social, moral, and spiritual aspects. The research subjects were two third-grade students named Dinul Mumtaz (8 years old) and Alfatir Ramadhan Hendri (9 years old). This study used a qualitative approach, with observation and interviews as the main data collection techniques. The results indicate that both students show physical development appropriate for their age, with well-developed fine and gross motor skills. In the cognitive aspect, both have reached the concrete operational stage, characterized by logical thinking, understanding of cause-and-effect relationships, and the ability to solve tasks using concrete objects. In terms of emotional and social development, Dinul and Alfatir demonstrate the ability to recognize and manage emotions, as well as build positive social relationships with peers and teachers. Moral development shows that both students are in the heteronomous and early conventional stages, where they obey rules due to authority and a desire to gain social approval. Meanwhile, in the spiritual aspect, both students demonstrate good religious habits and an understanding of spiritual values reflected in their daily behavior. Therefore, it can be concluded that the development of both students is in a good category and in accordance with child development theories, supported by positive influences from family and school environments.

Lathiffah Khoirunnisa; Muh Fatahillah Suparman

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Perkembangan anak merupakan aspek fundamental dalam pendidikan Islam yang memandang anak sebagai makhluk biologis, psikologis, dan spiritual yang membawa fitrah sejak lahir. Fitrah dipahami sebagai potensi bawaan yang mengarah pada tauhid dan nilai-nilai kebaikan, sehingga pemahaman terhadap fitrah dan tahapan perkembangan anak menjadi dasar penting dalam perancangan pembelajaran yang efektif dan bermakna. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep fitrah anak serta relevansinya dengan proses perkembangan dan pembelajaran dalam perspektif Islam, sekaligus mengidentifikasi pandangan psikologi pendidikan Islam terhadap tahapan perkembangan anak. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah buku ilmiah dan artikel jurnal akademik dari basis data terpercaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa fitrah anak menjadi landasan utama perkembangan dan pembelajaran yang mencakup dimensi spiritual, moral, intelektual, emosional, dan sosial. Psikologi pendidikan Islam memandang perkembangan anak sebagai proses bertahap dan holistik melalui integrasi aspek jasmani, akal, dan rohani dengan prinsip tarbiyah yang gradual dan kontekstual. Pembelajaran menempatkan anak sebagai subjek aktif, berorientasi pada pembentukan karakter dan kesadaran spiritual selain capaian kognitif. Dengan demikian, psikologi pendidikan Islam menawarkan paradigma pendidikan holistik yang relevan dalam mengembangkan potensi anak menuju insan kamil.

Nita Apriyatin; Andhika Nanda Perdhana

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Orang tua memainkan peran penting dalam perkembangan anak, baik dari segi kognitif, afektif, dan psikomotor. Tindakan bullying sering kali dialami oleh anak-anak di lingkungan sekolah, tidak terkecuali dengan peserta didik penghayat yang mengakibatkan kurangnya rasa percaya diri. Maka dari itu, peserta didik penghayat yang mendapatkan bullying sudah pasti membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat, yaitu orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran orang tua dalam meningkatkan kepercayaan diri peserta didik penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Kabupaten Tegal melalui pendekatan kognitif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari empat orang tua dan empat peserta didik penghayat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memainkan peran penting sebagai pendidik, motivator, fasilitator, dan pembimbing dalam meningkatkan kepercayaan diri anak. Pendekatan kognitif yang diterapkan, seperti komunikasi terbuka, pembentukan pola pikir positif, dan pemberian pujian, terbukti efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri anak. Namun, orang tua menghadapi kendala seperti stigma sosial, kurangnya pemahaman tentang pendekatan kognitif, dan keterbatasan pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan orang tua yang konsisten dan lingkungan yang inklusif sangat penting dalam meningkatkan kepercayaan diri peserta didik penghayat.

Elva M. Sumirat; Safira Darmayanti; Juwita Moodumbi; Fitriyawati Ladiku

Inovasi Pendidikan dan Anak Usia Dini 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

This study aims to analyze the influence of parenting styles on the cognitive development of early childhood children at KB AN-Nisa, South City District, Gorontalo City. The background of the study highlights that some children face difficulties in recognizing shapes, colors, and numbers, which are critical components of early cognitive development. A quantitative research approach was employed, utilizing observation and documentation techniques, involving a sample of 5 children out of a total of 35 students. The study explores how different parenting styles, including authoritarian, permissive, and democratic, impact the cognitive development of young children. The results demonstrate significant variations in cognitive abilities among children, influenced by the type of parenting they receive. Specifically, children raised in a responsive and supportive environment tend to show better cognitive development, particularly in areas such as shape and color recognition. These findings emphasize the crucial role of parenting style in providing cognitive stimulation for early childhood. They also highlight the importance of collaboration between parents and schools to optimize the cognitive development of young children, suggesting that a balanced, supportive approach to parenting can positively influence children’s learning outcomes. Therefore, this research contributes to understanding the connection between parenting and cognitive development in early childhood.

Nunsio Handrian Meylano; Erwin Cahya Saputra; Elisabeth Lusitania Lino Kromen; Eufrasia Reinelda Laju; Marlina Meme +2 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nian Tana 2025 Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Nusa Nipa

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia, khususnya di wilayah pedesaan. Upaya pencegahan stunting memerlukan pendekatan berbasis masyarakat yang mudah diakses dan berkelanjutan, salah satunya melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pencegahan stunting berbasis Posyandu melalui kegiatan sosialisasi gizi dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Desa Parumaan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), meliputi sosialisasi gizi kepada ibu balita dan keluarga, distribusi PMT kepada balita sasaran, pemantauan pertumbuhan melalui pengukuran berat dan tinggi badan, serta pencatatan hasil kegiatan oleh kader Posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman ibu balita mengenai pentingnya gizi seimbang, terlaksananya distribusi PMT secara terstruktur, serta meningkatnya partisipasi kader dan masyarakat dalam kegiatan Posyandu. Pemantauan pertumbuhan balita menunjukkan adanya perbaikan perilaku kesehatan keluarga dan peningkatan kesadaran untuk melakukan pemantauan rutin. Program ini terbukti efektif sebagai upaya pencegahan stunting berbasis masyarakat, memberikan manfaat nyata bagi keluarga balita, serta berpotensi untuk direplikasi dan dikembangkan sebagai model intervensi kesehatan berbasis Posyandu di desa lain.

Tambing, Nabila Yusril Ihza Lestari Sallu; Syaharani Altrisnisa, Anindya; Nuraini, Farah Hanifah; Atikasari, Dewi Ayu; Abidah Aristawati, Salwa +1 more

jurnal ABDIMAS Indonesia 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Anak dengan Down Syndrome (DS) menghadapi berbagai hambatan perkembangan, baik secara fisik, kognitif, sosial, maupun emosional, sehingga memerlukan layanan khusus. Salah satu masalah utama yang dialami adalah rendahnya keseimbangan akibat hipotonia, kelemahan otot, gangguan postural, serta keterbatasan sistem sensorimotor, yang berimplikasi pada risiko jatuh dan keterlambatan motorik. Selain itu, anak DS juga cenderung mengalami hambatan dalam sosialisasi yang berdampak pada rendahnya rasa percaya diri. Penelitian dan kegiatan pengabdian masyarakat di SLB D1 Surakarta ini dirancang untuk meningkatkan keseimbangan dan rasa percaya diri melalui intervensi menari di atas landasan dengan berbagai tekstur permukaan serta pemberian buku cerita interaktif. Metode yang digunakan meliputi baseline assessment, sosialisasi, latihan motorik, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test terhadap pengetahuan guru pendamping dan orang tua. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman orang tua dan guru mengenai pentingnya keseimbangan dan rasa percaya diri, dengan capaian pengetahuan baik meningkat dari 57,9% menjadi 89,5%. Selain itu, anak menunjukkan keterlibatan aktif dalam latihan yang menyenangkan, yang diyakini dapat memperbaiki kontrol postural sekaligus memupuk rasa percaya diri melalui pengalaman positif. Dengan demikian, kegiatan menari dan membaca buku cerita bergambar dapat menjadi strategi komplementer yang efektif untuk mendukung tumbuh kembang anak DS secara holistik.

Rizka Yuliza Sabrina, Rizka Yuliza Sabrina

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2025 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Dysmenorrhea atau dismenore didefinisikan sebagai menstruasi yang menyakitkan serta keluhan ginekologi paling umum terjadi pada wanita usia muda yaitu usia remaja. Keluhan yang dirasakan yaitu nyeri atau kram di perut bagian bawah yang muncul sebelum atau saat menstruasi. Dismenore berpengaruh terhadap gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan dan somatisati yang dapat menghambat perkembangan pada remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kejadian dysmenorrhea terhadap perkembangan remaja putri. Jenis penelitian ini survei analitik observasional melalui pendekatan cross seictional stuidy. Populasi adalah seluruh siswi sebanyak 42 orang serta teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisis data yaitu analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian terdapat pengaruh kejadian dysmenorrhea terhadap perkembangan sosial remaja putri dengan nilai p = 0,032, terdapat pengaruh kejadian dysmenorrhea terhadap perkembangan emosional remaja putri dengan nilai p = 0,014, terdapat pengaruh kejadian dysmenorrhea terhadap perkembangan kognitif remaja putri dengan nilai p = 0,047, terdapat pengaruh kejadian dysmenorrhea terhadap perkembangan moral remaja putri dengan nilai p = 0,029. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada pengaruh kejadian dysmenorrhea terhadap perkembangan remaja putri.

Rayimas Priti Aisyapuri; Hafizhah Khairana; Dela Amelia Damayanti; Reni Reni; Ikmawati Ikmawati +1 more

Intellektika : Jurnal Ilmiah Mahasiswa 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

This study explores the alignment between science learning practices and children’s cognitive development stages based on Jean Piaget’s theory. Ten academic publications were systematically reviewed to examine how Piaget’s framework can be applied in science education. The findings highlight that integrating cognitive development theory is highly relevant for improving the quality of teaching and learning in schools. At the concrete operational stage (approximately 7–11 years), children learn best through direct experiences, manipulation of real objects, contextual media, and experiments that connect concepts with daily life. These methods help foster curiosity and reinforce conceptual understanding. As learners progress to the formal operational stage (around 11 years and above), they begin to think abstractly, reason logically, and analyze critically. At this level, student-centered approaches, inquiry-based methods, and constructivist learning become more effective in enhancing problem-solving, creativity, and higher-order thinking skills. The review also indicates that adapting instruction to developmental stages supports more meaningful and sustainable learning outcomes. In the Indonesian educational context, this approach can address challenges such as limited classroom facilities, diverse student learning styles, and a curriculum that is often overloaded. By applying Piaget’s insights, teachers can design learning strategies that bridge abstract concepts with concrete understanding, thus increasing student motivation and engagement. In conclusion, aligning science education with Piaget’s cognitive stages is an effective way to improve student performance and ensure long-term academic growth. The study provides valuable input for teachers, researchers, and policymakers in developing innovative, student-centered science and mathematics education.

Sri Ramla Wati Monoarfa; Rabiatul Adawiya Lapasu; Tri Hastri Bumulo; Prahara M.Marjuni; Fiola Indah Putri Pratama

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2025 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

This research explores self-confidence in early childhood, focusing on children aged 5–6 years at TK Pembina Ki Hajar Dewantara. Self-confidence is recognized as an essential part of affective development, influencing personality formation, social-emotional competence, and readiness to face life’s challenges. The study applied a descriptive quantitative design with five children from group B as participants. Data collection was carried out through observation using structured assessment instruments to identify indicators of self-confidence, such as performing in front of others, leading simple tasks, expressing opinions, and engaging in role-play activities. Findings showed that all subjects obtained an average score of 4, categorized as Very Well Developed (BSB). These results indicate that the children displayed strong belief in themselves, decision-making ability, and emotional stability when interacting with others. The study further highlights the significant contribution of teachers and parents in nurturing children’s confidence by providing guidance, encouragement, recognition, and creative learning strategies, including role-play and artistic activities. Consequently, building self-confidence from an early stage is a critical foundation for ensuring children’s success academically and socially.

Satriansyah Akhlaqul Karima; Firman Hawari; Susy Budi Astuti

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Perkembangan anak usia dini merupakan fase penting dalam pembentukan dasar kemampuan kognitif, sosial, dan emosional manusia, terutama pada usia 3-4 tahun yang dikenal sebagai masa golden age. Lingkungan belajar yang mendukung menjadi elemen penting dalam membantu anak mengembangkan potensi secara optimal. Banyak lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memanfaatkan bangunan publik sebagai tempat pembelajaran, yang sering kali juga digunakan untuk berbagai fungsi lainnya. Bangunan publik yang bersifat multifungsi ini menghadirkan tantangan, terutama dalam hal adaptasi fungsi untuk memenuhi kebutuhan pendidikan tanpa mengganggu fungsi lainnya. Konsep fleksibilitas ruang menjadi solusi utama dalam menghadapi tantangan tersebut, melalui desain yang adaptif dan mampu mengakomodasi beragam aktivitas secara harmonis. Pendekatan literature review penelitian ini akan menganalisis berbagai studi kasus pemanfaatan bangunan publik untuk pendidikan PAUD. Temuan menunjukkan bahwa fleksibilitas ruang tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan ruang, tetapi juga berkontribusi pada kolaborasi sosial dan pengembangan desain ruang publik yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kajian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan konsep ruang multifungsi untuk mendukung pendidikan dan kebutuhan masyarakat secara bersamaan.

Yusuf, Nurlathifah N.; Siswari, Baiq Disnalia; Supiani

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Komunikasi antara orang tua dan remaja mengenai kesehatan seksual dan reproduksi masih menghadapi berbagai hambatan, mulai dari norma budaya hingga keterbatasan pengetahuan orang tua. Ketidakterbukaan dalam komunikasi keluarga dapat berdampak negatif terhadap perkembangan kognitif dan perilaku seksual remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis temuan-temuan empiris terbaru terkait pengaruh komunikasi orang tua–remaja terhadap keterampilan berpikir kritis, sikap terhadap seksualitas, pengambilan keputusan, dan akses informasi remaja. Metode yang digunakan adalah kajian literatur integratif terhadap 14 artikel jurnal internasional bereputasi yang diterbitkan pada rentang tahun 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi yang terbuka, empatik, dan berbasis nilai dalam keluarga berkontribusi positif terhadap kemampuan reflektif remaja serta sikap dan perilaku seksual yang sehat. Sebaliknya, komunikasi yang normatif dan satu arah cenderung memperkuat stigma dan membatasi kapasitas remaja dalam mengambil keputusan yang tepat. Kajian ini merekomendasikan pentingnya intervensi berbasis keluarga yang memperkuat kapasitas komunikasi orang tua, dengan dukungan pendekatan digital yang adaptif dan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan reproduksi remaja.

Deswina Putri Setiawan; Jafrantri Indra Utomo; Ati Kusmawati

Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora 2025 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

This research aims to analyze the influence and impact of the use of digital technology on cognitive development in underage children. This research also explains how important the role of parents is in supervising and accompanying children's growth and development. With research conducted regarding the influence and impact of the use of digital technology on cognitive development in children, it highlights the role of parents which greatly influences the impact on children, and the result is that children master technology better than their parents, the information obtained by the child is faster, but the habit of excessive use of technology actually has a negative impact on children's social skills and emotional control. the importance of well-structured use of technology and parental supervision of children's cognitive development.

Maria Fatima Saga Wea; Johana Art Cindy Peny; Oklan B.T Liunokas

Jurnal Ilmu Kesehatan 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Children are the precious successors of the nation, so parents are expected to educate, protect and nurture their children to have a creative, intelligent, healthy and productive future. Aspects of development that can be affected by stunting can be clearly seen in aspects of children's cognitive and socio-emotional development. In this study, sampling of early childhood aged 24-59 months in the Alak Health Centre Area, Kupang City. Quantitative Research Method with cross sectional method research design with the results there is a significant effect of stunting on socio-emotional development because the sig value. Fisher's Exact Test 0.000 <0.05 and there is a significant effect of stunting on children's cognitive development because the sig value. Fisher's Exact Test 0.000 <0.05. In this study there is a significant influence on socio-emotional and cognitive development in children who experience stunting conditions.