Publication Search

80,260 articles from 776 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 29

Analytics

Yulia Febriyati

Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak 2024 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Education is a learning process both through formal and informal activities whose aim is none other than individual self-development. As an effort to master various aspects, both cognitive, affective and psychomotor. Sharia economics in the current modernization context, especially in the concept of the Indonesian state, does not only focus on Muslims. Indonesia's multicultural society with various cultures, languages and religions is a very important market in the development of sharia economics. Likewise in educational institutions.  This research was conducted with the aim of observing the extent of the role of education in increasing Sharia Economic Awareness. The research methods used are observation and interviews. Observing and distributing questionnaires to be filled out by STAI Nurul Falah Airmolek students, especially the Sharia Economics Study Program and several other study program students.The results of this research show that students have a strong interest in sharia economics. They realize the importance of the understanding of Sharia Economics that they obtain to convey to society. However, it is a challenge for students because there are still many students who are not yet literate or aware of the presence of Sharia Banking. Social life and the environment are one of the factors that they consider that they don't really need banking services. Even though times have changed digitally. However, this is the reality that is happening today in the regional environment and is an effort for educators, practitioners and Sharia Banking itself to more aggressively build the interest of the academic community and academics in Sharia Banking.

Mhd. Rofi Febrian; Muhammad Anwar; Aflah Muhajir; Ahmad Wahyudi Zein

Jurnal Manajemen Riset Inovasi 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Through a literature review, this research investigates how Islamic economic theory has contributed to the rationalisation of education in Indonesia. An integrative education system that harmonises material and spiritual aspects is built on the principles of justice, balance and benefit. Therefore, Islamic economic philosophy provides a framework for moral and spiritual education that produces morally and intellectually strong people. In order to deal with globalisation and create a generation that is grounded in moral principles and thinks logically, this application is essential. To incorporate Islamic economic philosophy into national education policy and create a globally competitive education system that preserves regional spiritual and cultural values, curriculum design, teacher training and stakeholder participation are necessary.

Ahmad Wahyudi Zein; Maura Faradita; Mhd Khairul Anhar Nasution; Yeni Yolanda Simatupang

Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam 2024 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Experts say that human fundamentals, including the role of the economy, must form the foundation of educational philosophy and practice. Education is both a human need and a symptom. In the sense that without education, a person cannot be considered a true human being and cannot carry out their role as a valuable human being in their daily life. Creating a flawless Muslim human being in the sense of al-insan al-kamil—that is, a person who is constantly istiqomah and continuously proficient in using their bodily and spiritual abilities to always submit to and obey Allah SWT—is the ultimate goal of the Essence of Humanity program in Islamic education.

Rika Pertiwi; Asnidar Asnidar; Nurlaila Hanum; Puti Andiny; Safuridar Safuridar

Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia 2024 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

This study aims to determine and analyze the Level of Education, Economic Growth, and Population Density on Quality of Life in Aceh, using a descriptive-quantitative approach in the form of time series data, for 5 years in the form of secondary data selected from the total of Aceh Province. The model used in this study is a multiple linear regression analysis model (Multiple Linear Regression) based on the OLS (Ordinary Least Square) method. Simultaneously, the F test shows that the three independent variables together have a significant effect on quality of life, with a calculated F value = 85.495, sig. = 0.000, and F table = 2.70. The coefficient of determination shows a value of R Square = 0.728, which means that 72.8% of the variation in quality of life can be explained by education level, economic growth and population density, while the rest is influenced by other variables outside the model.

Citra Pratiwi, Pande Komang Ayu; Purwanti, Putu Ayu Pramitha

Abstrak. Di Provinsi Bali sektor pariwisata merupakan salah satu penopang kehidupan sosial ekonomi sehingga dinilai sebagai faktor utama yang menjadi pendorong kesejahteraan masyarakat Bali. Kesejahteraan masyarakat adalah salah satu tujuan sustainable development goals (SDGs) dan merupakan cerminan dari keberhasilan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah, diukur dengan menggunakan indeks pembangunan manusia (IPM). Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung tingkat pendidikan, investasi, dan angkatan kerja terhadap PDRB pada kabupaten/kota di Privinsi Bali danterhadap kesejahteraan masyarakat pada kabupaten/kota di Provinsi Bali, serta menganalisis pengaruh tidak langsung tingkat pendidikan, investasi, dan angkatan kerja terhadap kesejahteraan melalui PDRB pada kabupaten/kota di Provinsi Bali. Jenis data yang digunakan yaitu data kuantitatif dengan sumber data sekunder Tahun 2018-2023 yang diperoleh dari BPS Provinsi Bali. Teknik analisis data yang digunakan adalah path analysis dan analisis deskriptif. Adapun hasil penelitian tingkat pendidikan, investasi, dan jumlah penduduk yang bekerja berpengaruh positif signifikan terhadap PDRB kabupaten/kota di Provinsi Bali. Tingkat pendidikan, angkatan kerja dan PDRB berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat kabupaten/kota di Provinsi Bali, sedangkan investasi berpengaruh negatif dan signifikan serta tingkat pendidikan, investasi, dan jumlah penduduk yang bekerja berpengaruh secara tidak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat melalui PDRB kabupaten/kota di Provinsi Bali.

Jannatul Firdausiyah; Ainur Rofiq Sofa

Jurnal Budi Pekerti Agama Islam 2024 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to explore the relevance of the Qur'an and Hadith in shaping social values, political ethics, and decision-making in the contemporary era, highlighting their influence on various aspects of life, such as society, public policy, democracy, leadership, law, economics, education, and technology. In the modern context marked by global challenges, the values of the Qur'an and Hadith, such as justice, consultation (shura), honesty, and responsibility, provide a strong moral framework for creating a harmonious and civilized society. The findings indicate that the social values taught by Islam promote solidarity and respect for human rights, while the principles of political ethics emphasize trustworthiness and honesty in governance. In decision-making, consultation and justice are important, as they enable the creation of inclusive and democratic public policies. Moreover, the Islamic perspective on law emphasizes the protection of individual rights and social justice, while in economics, the teachings of the Qur'an and Hadith advocate for equitable wealth distribution and the elimination of usury. In the field of education, Islamic values integrate worldly and spiritual knowledge to shape a virtuous young generation, whereas, in technology, Islamic teachings offer ethical guidance for utilizing technological advancements for the betterment of humanity. This study concludes that the Qur'an and Hadith are not only relevant but also provide practical solutions to address modern challenges in various life sectors.

My Ismail; Nurkholis Syukron; Adi Maulana Rachman

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2024 CV. ALIM'SPUBLISHING

Abstrak. Maraknya kasus penipuan berkedok investasi bodong menjadi permasalahan serius yang menimbulkan kerugian ekonomi signifikan bagi masyarakat. Salah satu penyebab utama kerentanan masyarakat terhadap praktik ini adalah rendahnya literasi finansial, terutama pemahaman tentang ciri-ciri investasi legal dan pengelolaan risiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya advokasi kebijakan literasi finansial sebagai langkah strategis dalam memberantas praktik penipuan investasi bodong. Pendekatan yang digunakan adalah studi literatur dan analisis kebijakan, dengan meninjau program literasi finansial yang telah ada, tantangan implementasinya, serta peran sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi finansial yang baik tidak hanya membekali masyarakat dengan pengetahuan dasar keuangan, tetapi juga meningkatkan kemampuan kritis dalam mengevaluasi penawaran investasi. Selain itu, advokasi kebijakan yang efektif membutuhkan integrasi program literasi finansial ke dalam kurikulum pendidikan, kampanye kesadaran publik, dan penguatan regulasi untuk mencegah praktik investasi ilegal. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa advokasi kebijakan literasi finansial memiliki peran penting dalam melindungi masyarakat dari dampak negatif investasi bodong. Rekomendasi yang diajukan meliputi penguatan kerjasama antar pemangku kepentingan, peningkatan akses informasi, serta pengawasan ketat terhadap aktivitas investasi. Dengan demikian, upaya ini diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang lebih tanggap dan terlindungi dari risiko penipuan investasi.

Muamar Rinaldi; Harrington B. Silaban; Laura Magdalena Tambunan; 4Maria Audina Rumapea; Regina Laurensia Br. Ginting +2 more

Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi 2024 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Students who understand entrepreneurship courses will develop an attitude to achieve achievements, which arises from confidence in themselves. Positive self-confidence is an important element in achieving success and creating satisfaction in line with the knowledge gained. Realizing the importance of students' personal factors, the researcher is interested in exploring the level of students' self-efficacy towards entrepreneurship courses. This study uses a quantitative research method with a causal associative approach, which aims to determine the causal relationship between independent variables (entrepreneurial knowledge and self-efficacy) and dependent variables (entrepreneurial interest). The population in this study is 80 students of the 2021 Stambuk Economic Education at the State University of Medan. The sampling technique used the stratified random sampling method, using the Slovin formula with a significance level of 5%, then the number of samples obtained was 67 people. The results of the study show that entrepreneurial knowledge has a positive and significant influence on students' interest in entrepreneurship. The regression coefficient was 0.527 with a significance value of p = 0.000 (p < 0.05) shows that students who have a better understanding of entrepreneurship tend to have a higher interest in starting a business. Self efficacy, or students' confidence in their ability to achieve goals, does not have a significant influence on entrepreneurial interest. This can be seen from the regression coefficient value of 0.063 and the significance value of p = 0.491 (p > 0.05). This means that even though there is a The positive relationship between self-efficacy and interest, the level of student confidence is not strong enough to directly increase the interest in entrepreneurship. Simultaneously, entrepreneurial knowledge and self-efficacy contribute to students' interest in entrepreneurship. Based on the multiple linear regression test, the model shows that these two variables together can explain the variation in entrepreneurial interest. However, the dominant contribution comes from entrepreneurial knowledge, because this variable has a more significant influence than self-efficacy.

Supriyadi; Budi Prasetyo

Jurnal Akta Notaris 2024 Program Studi Kenotariatan Program Magister

Pernikahan di bawah umur masih menjadi fenomena yang memerlukan perhatian khusus di Indonesia. Meskipun Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 menetapkan usia minimal pernikahan 19 tahun, masih terdapat permohonan dispensasi nikah yang diajukan ke pengadilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penyebab pengajuan dispensasi nikah, pertimbangan hakim dalam memutuskan permohonan tersebut, serta akibat hukum yang ditimbulkan. Menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif analitis, penelitian ini mengandalkan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab pengajuan dispensasi nikah meliputi kehamilan di luar nikah, kondisi ekonomi dan sosial, budaya, kurangnya pendidikan, serta keinginan calon mempelai. Pertimbangan hakim mencakup kematangan fisik dan mental calon mempelai, serta aspek keadilan, kepastian, dan kemanfaatan hukum. Akibat hukum dari dikabulkannya permohonan dispensasi nikah meliputi pengakuan legalitas pernikahan, pencatatan perkawinan, serta munculnya hak dan kewajiban hukum bagi pasangan. Sebaliknya, penolakan permohonan mengakibatkan tidak diizinkannya pernikahan sesuai ketentuan undang-undang. Penelitian ini menyoroti pentingnya pertimbangan yang cermat dalam pemberian dispensasi nikah untuk melindungi kepentingan anak dan menjaga keseimbangan antara hukum dan realitas sosial.

Ula, Sintia Lukluk Atul; Pratama, Mita Widya; Astuti, Diah Febri; Safitri, Yuni

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Stunting adalah masalah kesehatan global yang memengaruhi perkembangan fisik dan kognitif anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan. Di Indonesia, angka stunting pada tahun 2021 mencapai 24,4%, dengan target menurunkannya menjadi 14% pada tahun 2024. Di Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pendurungan, Kota Semarang,  stunting masih menjadi masalah akibat faktor ekonomi, pendidikan, dan lingkungan. Untuk mengatasi hal ini, KKN UIN Walisongo Semarang Posko 52 tahun 2024 melaksanakan program yang berfokus pada edukasi gizi dan pemberian makanan tambahan (PMT). Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi yang baik serta memberikan dukungan langsung kepada keluarga yang membutuhkan, dengan pendekatan partisipatif melalui pengumpulan data, penyuluhan, dan bantuan gizi, dengan harapan dapat menurunkan angka stunting serta meningkatkan kesejahteraan jangka panjang masyarakat.

Farah Aliyah Nafiza Sembiring; Uswah Hasanah

Jurnal Inovasi Sosial dan Pengabdian 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The Community Service Program (KKN) is a form of community service carried out by students as part of the Tri Dharma of Higher Education. The KKN activity carried out in Telaga Jernih Village, Langkat Regency, aims to improve financial literacy among early childhood. This program focuses on introducing basic economic concepts and money management through interactive activities involving children and the local community. One of the main activities in this program is making piggy banks from recycled materials, which not only aims to instill the habit of saving, but also increase environmental awareness. The method used in this activity is a qualitative approach with direct observation, interviews, and documentation. The results of this activity show a significant increase in children's understanding of the importance of saving and managing money wisely. Children who were previously not used to saving, began to show changes in behavior by setting aside their pocket money regularly. In addition, this program also has a positive impact on parents and the local community, who are beginning to realize the importance of financial education from an early age. However, the challenges faced in implementing this program are limited time and resources, which can affect the sustainability of saving habits among children after the program ends. Therefore, support from schools and parents is needed to ensure that the savings habits that have been taught can continue to develop. Overall, this program has made a significant contribution in forming awareness of the importance of financial literacy and money management among early childhood and the Telaga Jernih Village community.

Ahmad Fauzi; Eko Harli; Tria Hadi Kusmanto

Neptunus: Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi 2024 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Pentingnya IPM sebagai indikator utama keberhasilan pembangunan yang mencakup dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup menjadi salah satu hal yang penting dalam pertumbuhan ekonomi. Propinsi Jawa Barat sebagai salah satu propinsi dengan nilai IPM tinggi tetap perlu untuk mengetahui karakteristik Kota/Kabupaten berdasarkan komponen pembentuk IPM sehingga dapat diidentifikasi untuk perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran. Algoritma SOM mampu dalam melakukan klasterisasi data dengan baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Propinsi Jawa Barat memiliki 2 cluster berdasarkan komponen-komponen IPM.

Yulies Tiena Masriani; Ridho Pakina; Mieke Anggraeni Dewi; Agnes Maria Janni Widyawati

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Peningkatan angka penyelenggaraan perkawinan anak, khususnya pada pedesaan merupakan salah satu dasar utama melakukan pengabdian masyarakat, dalam hal ini dengan bentuk sosialisasi dan edukasi terkait dampak perkawinan anak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang turun langsung ke lapangan untuk secara aktif melakukan sosialisasi dan edukasi dengan warga dan perangkat desa Kelurahan Wonopolo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang sebagai upaya preventif peningkatan perkawinan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Perguruan tinggi melakukan pengabdian kepada masyarakat, termasuk menyediakan sosialisasi dan penyuluhan untuk mencegah pernikahan anak. Perkawinan anak dianggap melanggar hak anak dan merupakan bentuk kekerasan terhadap anak. Praktik ini sering kali disebabkan oleh kemiskinan, ketidaksetaraan gender, dan ketidakadilan sosial. Dampaknya sangat signifikan, dengan sebagian besar partisipan penelitian harus putus sekolah dan menghadapi kekerasan fisik dan psikologis. Di Indonesia, faktor-faktor yang menyebabkan pernikahan anak antara lain kondisi ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, keinginan pribadi, pergaulan bebas, dan tradisi adat. Pada daerah pedesaan, pernikahan anak masih sering dianggap wajar, terutama jika didukung oleh adat istiadat atau budaya. Kurangnya akses terhadap pendidikan dan informasi tentang kesehatan reproduksi juga menjadi faktor utama, serta masalah ekonomi dan perasaan malu akan pandangan dan stigma dari lingkungan sekitar.

Lubis, Rico Tempati; Siringoringo, Ripaldo; R. Mandalahi, Agustin; Lumbantoruan, Domu Firmansyah; Nukadri, Nukadri

Sepak takraw telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan identitas di Asia Tenggara, dan juga menjadi bagian penting dari kurikulum pendidikan jasmani di sekolah. Namun, ada kesenjangan dalam partisipasi dan pengembangan bakat dalam olahraga ini, yang dipengaruhi oleh faktor sosial-ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan review literature untuk mengeksplorasi pengaruh faktor sosial-ekonomi terhadap partisipasi dan pengembangan bakat dalam sepak takraw. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor seperti pendapatan, aksesibilitas fasilitas olahraga, dan dukungan sosial memainkan peran penting dalam memengaruhi partisipasi dan pengembangan bakat dalam olahraga ini. Implikasi penelitian ini adalah penting bagi pembuat kebijakan dan praktisi olahraga untuk merancang program-program yang inklusif dan berkelanjutan untuk meningkatkan partisipasi dan pengembangan bakat dalam sepak takraw, terutama di komunitas yang beragam secara sosial dan ekonomi.

Hendra Candra; Joned C. Saksana; M. Arief Noor; Haria Saputri; Cinta Rahmi +10 more

Riset Ilmu Manajemen Bisnis dan Akuntansi 2024 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

The sharia economy offers a different approach from conventional economics, prioritizing the principles of justice, transparency, and sustainability. In the sharia economic system, there are various instruments that must be understood in depth by the actors. One of these instruments is sharia tax or known as Al-Kharaj. Al-Kharaj is a type of tax levied on land conquered by Muslims and administered by the government. This concept not only contains financial aspects but also has high social values and justice. This community service activity uses a lecture and discussion method aimed at STIE Ganesha Semester 4 Regular A. Management S1 students A. This activity is prepared for approximately 3 (three) months which includes the preparation, planning and implementation stages. The implementation of the activity was carried out for 1 (one) day, where the PKM team consisted of 4 (four) STIE Ganesha dsen and 8 (eight) students, where the lecturer was responsible for compiling the material and giving lectures, while students assisted in logistics and documentation to ensure that the activity ran smoothly and effectively. With a clear and interactive presentation, the lecture session succeeded in providing participants with a deep understanding of Al-Kharaj sharia tax  and with an interactive and collaborative atmosphere, the discussion session succeeded in deepening the participants' understanding and giving them the opportunity to apply the concepts they have learned in practical situations.

Purba, Shofiyyah Salma; Wasir, Riswandy; Rahmadanti, Mutia Devani

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2024 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Bonus demografi adalah kondisi di mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan dengan penduduk yang sudah tidak produktif (kurang dari 14 tahun dan di atas 64 tahun). Bonus demografi memberikan kesempatan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Namun, pemanfaatan bonus demografi memerlukan kualitas pendidikan dan kesehatan yang baik, ketersediaan lapangan kerja, serta konsistensi. Tujuannya peneloitian ini, dapat melihat bagaimana bonus demografi pada sistem kesehatan dan bagaiamana pengoptimalan peluang serta tantangannya. Dengan  metode Literature review dengan melakukan penelusuran artikel dengan kata kunci yang telah di tetapkan. Optimalisasi bonus demografi penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan SDM berkualitas dan lapangan kerja yang layak. Meskipun memberi peluang ekonomi, tidak dioptimalkan bisa jadi ancaman. Program seperti penanaman karakter hidup bersih dan posyandu remaja mendukung upaya pengoptimalkan bonus demografi. Tantangan sistem kesehatan termasuk lapangan kerja terbatas, tingginya pengangguran, dan IPM rendah yang berkontribusi pada stunting. Strategi yang dibutuhkan meliputi kebijakan kesehatan untuk bayi, wanita, anak, dan pekerja serta perluasan akses layanan kesehatan dan kontrasepsi.

Nurmeini; Dasuki, Djaswadi; Wahab, Abdul

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2024 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Indonesia termasuk negara dengan prevalensi Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) tertinggi di dunia, dengan angka kejadian mencapai 10,2% pada tahun 2012, dan di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar 12,2%. BBLR merupakan masalah kesehatan serius karena berdampak pada peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas bayi, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Berbagai faktor dapat memengaruhi kejadian BBLR, di antaranya adalah kurang energi kronis (KEK) selama kehamilan, anemia, usia ibu saat hamil, pemeriksaan antenatal care (ANC), jarak kelahiran, tinggi badan ibu, serta faktor sosial ekonomi seperti pendidikan dan status pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status KEK pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di RSUD Bima. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan case control. Data diperoleh dari catatan rekam medis bayi yang lahir tahun 2018, dengan jumlah sampel sebanyak 162 bayi (54 kasus BBLR dan 108 kontrol BBLN), yang dipilih menggunakan simple random sampling. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Chi Square, dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil dengan KEK memiliki risiko 5,4 kali lebih besar melahirkan bayi BBLR. Faktor risiko signifikan lainnya adalah usia kehamilan (OR=10,2), tinggi badan ibu (OR=2,6), anemia, dan tingkat pendidikan ibu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah status KEK merupakan faktor risiko utama kejadian BBLR.

Ramadani, Nur; Siburian, Marshanda; Nababan, Stevani; Sitanggang, Twin Lizu; Angin, Emia Perangin +2 more

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak uang saku terhadap tingkat konsumsi mahasiswa jurusan Pendidikan Ekonomi angkatan 2023 di Universitas Negeri Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan penerapan kuesioner dan survei deskriptif. Jumlah sampel penelitian adalah 70 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan perangkat lunak SPSS 25. Tim peneliti mengumpulkan informasi melalui skala kesadaran diri dan kuesioner untuk menilai jumlah uang saku serta tingkat konsumsi mahasiswa Pendidikan Ekonomi. Teknik analisis yang diterapkan adalah regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Konstanta positif (B0) menunjukkan pengaruh positif dari variabel independen (X), dan (2) koefisien regresi variabel sebesar 0,362 atau 36,2%.  

Fathu Rohma; Fikri Muh Latif Al Haqqi; Khusnul Khotimah; Muhammad Kurniawan

Maslahah : Jurnal Manajemen dan Ekonomi Syariah 2024 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Human development is a development process with the aim of being able to have more choices, through a Human Development Index it can be used as a benchmark, especially in income, health and education. The aim of this research is to find out how the Human Development Index (HDI) has developed in South Sumatra in 2012-2022 and to analyze how big the influence of education, poverty and economic growth has been on the Human Development Index (HDI) in case studies in the province of South Sumatra. The table shows that the development of HDI has increased with the medium or medium HDI category during the 2018-2022 period until it was able to achieve the HDI target set by the government. Economic growth has a positive and significant effect on HDI, while education and poverty have a significant negative effect on HDI. The conclusion is that HDI development has increased during 2012-2022, poverty and education have a negative effect, while economic growth has a positive effect on the Human Development Index. Through this research, it is recommended that in government planning policies not only look at achieving the target of increasing economic growth but also the target of increasing human development because economic growth alone is not sufficient to improve the quality of human resources, especially in the aspects of education, health and people's income.

Nadya Soraya; Muhammad Azkia Nurfikri; Ariq Rafi; Muhammad Kurniawan

Jurnal Nuansa : Publikasi Ilmu Manajemen dan Ekonomi Syariah 2024 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Crime cases are a common problem for many countries around the world. It doesn't matter whether the country is a developed country, a developing country or a poor country. In Indonesia itself, there are still many cases of crime, many of which are caused by economic problems such as income inequality, poverty, high levels of poverty, and low levels of education which can influence crime itself. By knowing whether these economic problem variables influence crime or not, the crime problem in Indonesia can be addressed better. This type of research is included in quantitative research. In this research, we will examine economic inequality, poverty levels, education levels and poverty levels on crime in Indonesia in 2013-2023. The data used in this research is secondary data, namely data obtained from a second source during the period 2013 to 2023. The type of data used in this research is time series data. The data in this research were obtained from publications from the Indonesian Central Statistics Agency. The data collection method uses the documentation method, namely the method of collecting data on economic inequality, poverty levels, education levels, unemployment and crime rates which is carried out by taking data from various documentation or publications from the Central Statistics Agency (BPS). The research results obtained are that economic inequality has an insignificant positive effect on the crime rate, while education level, poverty level and open poverty rate have an insignificant negative effect on the crime rate.