Publication Search

67,742 articles from 584 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

Nur Hidayanti; Pamungkas Handy

Jurnal Ilmu Kesehatan 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Hipodontia adalah kondisi medis yang dapat mempengaruhi gigi desidui dan/atau gigi permanen, dan sering kali menimbulkan berbagai tantangan yang memerlukan perencanaan multidisiplin. Kondisi ini dapat berdampak negatif pada aspek estetika, bicara, fungsi oklusal, serta kesejahteraan psikologis pasien. Salah satu bentuk perawatan yang umum diberikan untuk pasien dengan hipodontia adalah penggunaan gigi tiruan cekat (GTC). Tujuan laporan kasus ini adalah untuk mengetahui bagaimana perawatan gigi tiruan cekat dapat diterapkan pada pasien dengan hipodontia. Metode yang digunakan dalam laporan kasus ini adalah memberikan perawatan dengan GTC pada pasien hipodontia, kemudian dievaluasi hasilnya setelah diberikan perawatan. Dalam merawat hipodontia, penggunaan gigi tiruan cekat sangat bergantung pada sejumlah faktor, antara lain ukuran, bentuk, dan warna gigi yang hilang, lokasi hipodontia, serta profil wajah pasien. Selain itu, aspek estetika seperti garis senyum, perbedaan panjang lengkung gigi, ukuran gigi, ketebalan tulang rahang, dan ekspektasi estetika pasien juga turut mempengaruhi keputusan perawatan yang dilakukan. Dengan pendekatan yang tepat, perawatan hipodontia dapat memperbaiki fungsi oklusal dan estetika, memberikan hasil yang optimal untuk pasien.

Nur Azka Wahida; Berliana Setyaningrum; Ahmad Lutfi Abdillah

Hidayah : Cendekia Pendidikan Islam dan Hukum Syariah 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The development of modern sharia law requires a multidisciplinary approach to education. This article examines how Islamic education can utilize various disciplines, such as technology, economics, and social sciences, to support a contextual understanding of sharia law. This study also highlights the challenges and opportunities in developing an Islamic education model that is able to face the changing times.

Wagiman Manik; Ahmad Sulaiman Siregar; Saiful Islam Abizar; Yudi Rahayu; Muhammad Iqbal +1 more

Reflection : Islamic Education Journal 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The 21st century is marked by the advancement of science and technology, driving increasingly complex changes in life. In the context of education, a multidisciplinary learning approach has become relevant in enhancing students' complex thinking abilities. This approach allows students to integrate various disciplines in solving existing problems, thereby improving their critical, analytical, and creative thinking skills. This study explores the relationship between multidisciplinary learning and students' complex thinking abilities, the factors influencing its implementation effectiveness, and effective multidisciplinary learning strategies. Based on previous research, multidisciplinary learning has been proven to enhance complex thinking skills by up to 35% compared to conventional learning methods. However, its implementation faces several challenges, including a lack of teacher readiness, limited resources, and a learning culture that still emphasizes rote memorization. Therefore, problem-based learning strategies, cross-disciplinary collaboration, and the use of technology are recommended to improve the effectiveness of this approach.