Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-15 of 15

Analytics

Durrotus Shoimah; Qurrotul Azizah; Muhammad Fikri Abdillah; Mu’alimin Mu’alimin

Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi. 2026 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

One of the most important factors influencing how well students learn is their motivation to learn. Teachers must actively manage students' psychological well-being, as low motivation to learn can lead to less-than-ideal learning outcomes. In addition to imparting knowledge, teachers can also act as motivators and facilitators, fostering an emotionally and psychologically supportive learning environment. Therefore, particularly in madrasah environments that prioritize spiritual values, teachers' psychological management techniques are crucial for enhancing students' motivation to learn. The purpose of this study was to examine various psychological management techniques used by madrasah instructors to enhance students' willingness to learn. A qualitative research approach with a literature review approach was used as the methodology. Information was gathered from various sources, including books, academic journals, and related documents on learning motivation and educational psychology management. The findings revealed a number of useful tactics that educators can employ, such as developing strong emotional bonds with students, fostering a relaxed and supportive learning environment, expressing gratitude and positive reinforcement, recognizing each student's unique needs and characteristics, and incorporating spiritual values ​​into the educational process. As demonstrated by increased active engagement, learning interest, and learning outcomes, the implementation of these methods has been shown to enhance students' motivation to learn. Therefore, effective and meaningful learning is greatly influenced by the teacher's psychological management.

Fitriah Fitriah; M. Syukri Nawir; Sudirman Sudirman

Akhlak : Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to describe the role of parents in increasing the motivation to learn to read and write the Qur'an (BTA) at TPQ Babul Khair Abepura and analyze its impact on the children's abilities. The research uses a qualitative approach with a case study design, involving teachers/ustadz, parents, and students as data sources. Data was collected through observations, interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model, with its validity tested through source triangulation. The results show that the role of parents is crucial in enhancing children's learning motivation, both as educators, motivators, facilitators, and role models. Active parental involvement has proven to improve discipline, enthusiasm for learning, and children's achievements in reading and writing the Qur'an. On the other hand, a lack of parental involvement negatively affects children's motivation and abilities. The motivation provided by parents helps in the smooth reading of the Qur'an, understanding tajwid, and writing hijaiyah letters. In conclusion, the success of BTA learning is not only dependent on the process at TPQ but is also influenced by parental involvement at home. The synergy between the family and educational institutions is crucial in improving the quality of Qur'an learning and shaping a morally upright generation.

Ahmad Nurfauzan, ahmad; Zia Achmalia Adela, Zia; Ananda Siti Nurpadilah, Ananda; Sifa Aminatu Jahro, Sifa; Nur Aini Farida, Nur

Nexus: Journal of Cross-Disciplinary Insights 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Pendidikan merupakan proses yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan potensi, karakter, serta kemampuan sosial peserta didik. Dalam praktiknya, setiap siswa memiliki latar belakang, kemampuan intelektual, kondisi emosional, dan lingkungan sosial yang berbeda, sehingga berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, baik akademik, pribadi, maupun sosial. Permasalahan tersebut apabila tidak ditangani secara tepat dapat berdampak pada menurunnya motivasi belajar, rendahnya prestasi, hingga terganggunya proses penyesuaian diri siswa di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, layanan Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran strategis dalam membantu siswa memahami diri, mengembangkan potensi, serta menyelesaikan permasalahan yang dihadapi secara efektif dan terarah. Guru BK sebagai tenaga profesional di sekolah tidak hanya berfungsi sebagai pemberi layanan konseling, tetapi juga sebagai motivator, mediator, fasilitator, dan pembimbing dalam mendukung perkembangan optimal siswa. Melalui layanan pribadi, sosial, dan akademik, guru BK berupaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung pertumbuhan karakter siswa secara menyeluruh. Di SMPIT ‘Abdan Syakuro Lampu Iman, pelaksanaan layanan BK dilakukan secara sistematis melalui program rutin, konseling individu, psikotes, serta kolaborasi dengan wali kelas dan pihak sekolah. Meskipun demikian, masih terdapat kendala seperti rendahnya kesadaran siswa untuk berkonsultasi secara mandiri. Berdasarkan kondisi tersebut, penting untuk mengkaji efektivitas peran guru BK dalam menyelesaikan permasalahan siswa guna meningkatkan kualitas layanan konseling di sekolah.

Rini Selviani; Rima Nurhavsyakh; Nazua Fatia Harahap; Dwi Herliani; Miftahul Rizqa

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2025 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Guru ngaji memegang peran penting dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa, baik dari segi teknis maupun spiritual. Kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan kompetensi multidimensional yang meliputi penguasaan makhraj, tajwid, kefasihan, konsistensi latihan, dan adab membaca. Semua aspek ini membutuhkan bimbingan langsung dan berkelanjutan yang paling efektif diberikan oleh guru ngaji. Selain sebagai pengajar, guru ngaji berperan sebagai pembimbing spiritual, motivator, teladan, evaluator, dan manajer pembelajaran. Metode seperti sorogan, talaqqi-musyafahah, Iqra’/Ummi, Tilawati, drilling, dan muroja’ah rutin membantu menyampaikan intervensi pembelajaran yang sistematis dan sesuai kebutuhan siswa. Strategi individualisasi, pembiasaan, penguatan motivasi, serta kolaborasi dengan orang tua turut memperkuat hasil belajar. Kajian literatur menunjukkan bahwa pembelajaran di sekolah formal belum sepenuhnya cukup, sehingga kehadiran guru ngaji menjadi sangat penting dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an dan membangun budaya literasi Qur’ani di masyarakat.

Nadhifa, Dina; Sri Nurhayati Selian

Jurnal Nakula : Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Learning motivation is a crucial factor influencing student success in the learning process at school. However, in reality, many students still suffer from low learning motivation, characterized by a lack of interest in lessons, passive behavior, and a tendency to engage in negative behavior in the school environment. This study aims to explore in-depth the strategies used by teachers to improve student learning motivation in junior high schools (SMP). This study used a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation with 3 teachers experienced in teaching students with diverse backgrounds and characteristics. The results show that teachers employ various strategies to improve learning motivation, including building positive emotional relationships between teachers and students, creating a pleasant classroom atmosphere, implementing active learning methods, and providing positive reinforcement such as praise and rewards. These strategies have proven effective in increasing student engagement, self-confidence, and responsibility for the learning process. This study confirms that the role of teachers is not only as instructors but also as motivators and mentors, significantly influencing the development of students' enthusiasm for learning. The implications of this research demonstrate the importance of training and professional development for teachers to design learning strategies that adapt to the needs and characteristics of students in the modern education era.

Hulipa Hulipa

Penelitian ini bertujuan untuk memahami  peran  wali  kelas  dalam  peningkatan  kedisiplinan  peserta  didik di MTs Yasrib Batu-Batu Soppeng. Metodologi yang digunakan yakni penelitian kualitatif berbasis  Field  Research dengan menggunakan pendekatan pedagogik, fenomenologi, dan sosiologi dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Peran  wali  kelas  dalam  peningkatan  kedisiplinan  peserta  didik  adalah  sebagai  fasilitator  berupa  mengayomi  peserta  didik  dan  memberikan  kenyamanan  kepada  peserta  didik  selama  proses  pembelajaran,  sebagai  motivator  berupa  memotivasi  peserta  didik  dalam  mengikuti  proses  pembelajaran,  memotivasi  peserta  didik  dalam  berdisiplin  berpakaian,  memotivasi  peserta  didik  untuk  memanfaatkan  waktu  belajar,  memberi  dorongan  kepada  peserta  didik  untuk  memanfaatkan  waktu  luang,  dan  memberi  motivasi  kepada  peserta  didik  untuk  meningkatkan  prestasi  belajar.  Peran  wali  kelas  sebagai  problem  solving  secara  pribadi  ialah  memahami  karakter  masing-masing  peserta  didik,  secara  sosial  ialah  dengan  memahami  kondisi  sosial  peserta  didik,  secara  akademis  ialah  memahami  dan  meningkatkan  kemampuan  akademis  perserta  didik.  

Nurlailatul Fadhilah; Chusnul Chotimah

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2024 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Gaya kepemimpinan kepala madrasah sangat berpengaruh dalam upaya peningkatan profesionalisme guru dalam mengajar. Maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana gaya kepemimpinan kepala madrasah dalam upaya meningkatkan profesionalisme mengajar guru di MTsN 16 Jombang. Aspek yang diteliti meliputi gaya kepemimpinan kepala madrasah dan upaya peningkatan profesionalisme mengajar guru di MTsN 16 Jombang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang melibatkan subjek penelitian yaitu kepala madarasah. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang di gunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1.  Gaya kepemimpinan kepala madrasah yang demokratis dan kharismatik meningkatkan partisipasi guru dan menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif. 2. Sebagai seorang leader, supervisor, administrator,manajer, dan motivator, kepala sekolah mampu menjalankan peran dan fungsinya sehingga mampu meningkatkan profesionalisme mengajar guru. 3. Faktor pendukung kepala sekolah dalam upaya meningkatkan profesionalisme mengajar guru di MTsN 16 Jombang yaitu adanya motivasi internal guru, dukungan institusi dari lembaga, dan kesediaan sumber daya 4. Faktor penghambat yang di hadapi kepala madrasah dalam meningkatkan profesionalisme mengajar guru yaitu waktu dan kurangnya motivasi, beban kerja yang tinggi, dan keterbatasan sumber daya.

Wahyudi; Ibnu Saat; Mohammad Muchsin Hidayat

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2024 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana strategi guru Pendidikan Gama Islam dalam memmotivasi sisawa dalam belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian pada SMP Islam Al Madinah Tambakrejo, dapat disimpulkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam (PAI) telah berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menerapkan strategi pengajaran yang efektif. Guru menggunakan kombinasi Strategi Ekspositori dan Inquiry, dengan metode ceramah dan hafalan sebagai pendukung utama. Selain itu, peran guru sebagai pembimbing, mediator, inspirator, evaluator, informator, fasilitator, korektor, dan motivator juga memberikan kontribusi signifikan dalam membangun semangat belajar siswa

Yemima Meidina Rista Br Sembiring; Dorlan Naibaho

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2023 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Guru merupakan ujung tombak dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Terutama dalam memberikan motivasi kepada siswa sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan demi mencerdarkan kehidupan bangsa. Peranan guru menjadi motif daya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu guru perlu menumbuhkan motivasi belajar peserta didik untuk memperoleh hasil belajar yang optimal demi tercapainya suatu tujuan tertentu Tanggung jawab guru adalah membantu peserta didik agar dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secara maksimal. Potensi peserta didik yang harus dikembangkan bukan hanya menyangkut masalah kecerdasan dan keterampilan, melainkan menyangkut seluruh aspek kepribadian. Gurutidak hanya dituntut untuk memiliki pemahaman atau kemampuan dalam bidang belajar dan pembelajaran tetapi juga dalam memotivasi peserta didik.Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) berperan dalam mengajarkan nilai‑nilai spritual dan memotivasi peserta didiknya. Guru PAK harus memahami konsep-konsep motivasi sehingga mampu berfungsi sebagai fasilitator perkembagan peserta didik, baik yang menyangkut aspek intelektual, emosional, sosial,maupun mental spiritual

Efristin Estherika; Dorlan Naibaho

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2023 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Dalam artikel ini, penulis menguraikan tentang pengaruh kompetensi sosial guru PAK dalam  memotivasi peserta didik untuk belajar PAK. Kompetensi sosial guru untuk memotivasi para anak didik nya agar belajar pendidikan agama kristen, membawa pengaruh dalam memberikan mereka kesadaran untuk meningkatkan minat belajarnya,  hal ini terlihat melalui kecakapan mengajar dan kedekatan hubungan guru dengan anak didik nya demi menciptakan relasi yang harmonis dan akrab. Oleh karena itu, sebagai seorang motivator maka guru harus dilengkapi dengan kompetensi sosial, untuk memaksimalkan kemampuannya agar dapat berperan bukan hanya sekedar memberikan pengajaran, melainkan mendorong anak didik nya menerapkan setiap ajaran kristiani yang dipelajari dalam PAK agar diterapkan dalam kepribadiannya masing-masing. Dalam penulisan kajian ini yang digunakan ialah Metode Kualitatif, yang bertujuan untuk mengkaji lagi tentang kompetensi sosial guru PAK dapat memotivasi para peserta didik dalam belajar PAK. Dengan demikian, penelitian ini urgen untuk dilakukan karena dalam kegiatan pembelajaran, minat belajar siswa adalah hal yang mendasari keberhasilan belajar tersebut. Dan agar selanjutnya penerapan kompetensi sosial guru dapat lebih dimaksimalkan lagi untuk memotivasi anak didik supaya lebih tertarik lagi untuk mempelajari PAK.

Marianus Rago Kristeno; Intansakti Pius X

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Motivation to learn for a student is important. With motivation, students are able to participate in the learning process enthusiastically and are able to improve learning achievement and achieve learning goals. However, since the Covid-19 pandemic until now, students' learning motivation has begun to decline, which also affects their learning achievement, achievement of learning goals, and enthusiasm during the learning process. Catholic religious teachers, as educators and motivators, take a role in increasing students' learning motivation. In this effort, teachers experience challenges and obstacles. This article contains an understanding of student motivation, efforts that a Catholic religious teacher can make to increase student learning motivation, and the challenges experienced in these efforts. Writing this article will use the literature review method. This method is carried out by collecting various valid and reliable sources, whether in the form of books, articles, journals, etc. as reference material in writing and collecting information that is appropriate to the material discussed in this article.

Seventina Sibagariang; Andar Gunawan Pasaribu

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2023 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Guru agama Kristen bukan hanya sebagai pengajar yang memberikan pengetahuan saja, namun sebagai motivator bagi siswanya. Dalam era milenial ini, banyak sekali kita temui siswa tidak mampu mengendalikan dirinya baik dalam pemikiran serta perbuatannya dikarenakan pengaruh perkembangan zaman. Selain dampak positif, perkembangan zaman juga dibarengi dengan dampak negatif bagi manusia bila tidak dapat mengontrol diri. Melalui model Pendidikan Agama Kristen, motivasi belajar siswa dapat dikembangkan oleh guru agama Kristen. Pada proses pembelajaran penggunaan model yang tepat akan menggairahkan siswa dalam belajar. Selain sebagai motivator, guru agama Kristen juga harus mampu sebagai pendamping bagi siswa, sebagai penginjil, juga sebagai sahabat yang menerima kelebihan serta kekurangan siswa.

Ester Viona Sihotang; Inneh Siera Nainggolan; Emmi Silvia Herlina

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Apart from being a teacher, the teacher also plays an important role as a motivator (motivator or generates motivation for students). In almost every school we will encounter cases of children who are unable to achieve achievements. The achievements referred to in this case do not always have to be in terms of being class champions, but can be defined in other words, children are able to follow the lessons given by the teacher during the learning process. Children with special needs or what we often know as ABK are children who really need help in the form of special treatment from educators who have more experience and understanding of children with special needs.ABK is also the same as other normal humans who need proper educational services. Where through these educational services it is hoped that those with special needs have an environment to be able to establish interactions with other friends, besides that they are also expected to be able to develop the abilities and potential that exist within them. As for the types of children with special needs, they include: 1) cleft (speech impaired) 2) blind (blind) 3) hearing (deaf) 4) paralyzed (damaged) 5) emotional disorders (handicapped) 6) down syndrome 7) Children with Learning Difficulties.

Elvina Sianipar; Destiana Marbun; Dorlan Naibaho

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2023 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Di Indonesia ini guru memiliki peran yang sangat penting didalam dunia pendidikan. Bisa dikatakan seorang guru itu merupakan Figure yang bisa dicontoh oleh peserta didik dan ia mempunyai kepribadian yang sangat matang atau seorang guru yang baik yang mampu menumbuhkan motivasi peserta didik. Guru yang mengajar dengan mental seorang pembimbing sekaligus sebagai motivator terhadap naradidiknya yang diajarinya untuk menumbuhkan jiwa-jiwa yang mau semangat belajar terkhusus nya belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen. Jika guru tersebut memiliki wawasan yang luas serta memiliki kemampuan dalam menguasai kelas bahkan ia sangat professional dalam mengajar maka siswa yang akan diajarinya dapat menyerap semua materi yang telah diajarkan oleh Guru tersebut. Dan jika guru tersebut tidak memiliki kepribadian yang jelas dalam mengajar naradidik maka alhasil akan mendapatkan naradidik yang malas belajar dan tidak mau tau terhadap mata pelajaran PAK.

Masyan Lelis Manao; Mega Oktavia Simamora; Melani Octaviani Malau; Naomi Juliana Simanjuntak; Dorlan Naibaho

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2023 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Penelitian yang membahas perang guru Pendidikan agama Kristen sebagai motivator siswa dalam pembelajaran. Mengenai kegiatan pembelajaran, sehubungan dengan kuatnya hubungan antara motivasi belajar dengan kegiatan pembelajaran, yaitu bahwa peserta didik memiliki motivasi dalam belajar maka kegiatan pembelajaran berjalan dengan baik dan efektif. Perlunya ada rangsangan eksternal dari Guru Pendidikan Agama Kristen agar peserta didik dapat terus termotivasi dalam belajar. Penulisan artikel jurnal ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yaitu memaparkan secara mendalam denga napa adanya secara obejektif sesuai dengan studi Pustaka dengan menelaah teori-teori yang berhubungan dengan pembelajaran siswa.