Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-16 of 16

Analytics

M. Syukri Arif; Subagio Subagio; Mara Imam Taufiq Siregar; Sri Yusfinah Masfah Hanum; Zahra Friski Asty

DIAGNOSA: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan 2025 International Forum of Researchers and Lecturers

Dermatophytosis is a superficial fungal infection of the skin, hair, and nails that is often found in tropical climates such as Indonesia, including Jambi City, which has high humidity and community habits that can support fungal growth. This study aims to describe the demographic characteristics of dermatophytosis patients who received treatment at a private dermatologist and venereologist in Jambi City throughout 2023. This study used a descriptive design using secondary data from patient medical records. A total of 399 patients who met the inclusion criteria were analyzed univariately and the results are presented in the form of a frequency distribution table. The results showed that tinea corporis was the most common type of dermatophytosis, followed by tinea cruris and tinea capitis. The majority of patients were male, aged 17–25 years, had a high school education, and worked as students. The most common locations of lesions were on the trunk and groin. These findings suggest that the productive age group is more susceptible to dermatophytosis, possibly related to high physical activity, excessive sweating, and suboptimal personal hygiene. This research is expected to be the basis for planning health education regarding the prevention of fungal infections and improving clean and healthy living behavior in the community.

Sonia Novita Sari; Putri Maharani; Imarina Tarigan

Jurnal Ilmu Kesehatan 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The subcutaneous contraceptive device (AKBK) is an effective and efficient hormonal contraceptive device in the form of a rod that is implanted under the skin, namely the upper arm and the protection period can reach five years. The aim of the research is to study the relationship between side effects and the incidence of dropouts in the use of subcutaneous contraceptives. The research method is a quantitative analytical survey with a cross sectional approach. The population in this study were all family planning acceptors who visited PMB Erna Wati, Lawe Sumur District, Southeast Aceh Regency, both those who used AKBK and those who dropped out, namely 45 acceptors. Chi square data analysis technique. The conclusion of this research is that there is a relationship between side effects and the incidence of dropouts in the use of under-the-skin contraceptives (AKBK). There is a relationship between side effects and the incidence of drop-outs in the use of under-the-skin contraceptives (AKBK) in 2024. It is hoped that this will serve as input for Health Officers to improve the implementation of providing education to mothers regarding use. AKBK

Ifalia Lutfiah; Astari Wulandari; I Wayan Andhika Widiantara

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2023 Universitas 17 Agustus 1945

Alun-Alun Purworejo sebagai ruang terbuka publik merupakan alih fungsi sejak didirikan pada tahun 1830 digunakan sebagai kerperluan latihan militer dan kini sebagai ruang terbuka publik. Selain letaknya yang strategis, kehadirannya berfungsi sebagai pusat pemenuhan kebutuhan sarana interaksi masyarakat. Maka dari itu, dilakukan penelitian dengan metode deskriptif kualitatif dan memanfaatkan teknik observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik aktivitas pengguna ruang terbuka publik di Alun-Alun Purworejo dengan melakukan pembagian zonasi menjadi empat zona. Dengan adanya keragaman aktivitas, fungsi Alun-Alun Purworejo sebagai ruang terbuka publik terpenuhi dengan intensitas aktivitas paling tinggi terdapat pada zona 1. Perubahan fungsi dari Alun Alun Purworejo terjadi sesuai dengan perubahan kebutuhan pengguna ruang publik kawasan perkotaan. Klasifikasi aktivitas yang terdiri dari;  aktivitas proses dominan pada area kulit luar, aktivitas transisi dominan pada kulit dalam, dan aktivitas fisik pada area inti. Meskipun demikian perlu perhatian lebih terhadap aspek filosofi, makna, dan kontekstualitas dalam proses desain dan penataan Alun – Alun Purworejo dimasa yang akan datang.

Salsabillah Fatimah Aulia Zulfikar; Nimasya Firstaditya Az-Zahra; Denny Oktavina Radianto

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Kulit tahu, limbah dari produksi tahu, telah menjadi fokus penelitian dalam industri pangan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi nutrisi, komponen bioaktif, dan aplikasi kulit tahu dalam pengobatan dan suplemen makanan. Tinjauan pustaka dilakukan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi terkini mengenai topik ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit tahu mengandung nutrisi penting seperti protein dengan asam amino esensial, serat pangan, dan lemak sehat. Selain itu, kulit tahu juga mengandung komponen bioaktif seperti isoflavon dan senyawa polifenol yang memiliki efek menguntungkan pada kesehatan manusia, termasuk aktivitas antioksidan, antikanker, antimikroba, dan antiinflamasi. Pemanfaatan kulit tahu dalam pengobatan dan suplemen makanan telah menunjukkan hasil yang menjanjikan. Studi in vitro dan in vivo menunjukkan bahwa ekstrak kulit tahu dapat digunakan dalam formulasi suplemen makanan untuk meningkatkan kesehatan tulang, mengontrol kadar gula darah, dan meningkatkan fungsi kognitif. Namun, penelitian lebih lanjut, terutama uji klinis pada manusia, diperlukan untuk memvalidasi efek ini dan memahami mekanisme kerjanya secara lebih mendalam. Kesimpulannya, pemanfaatan kulit tahu dalam industri pangan dan kesehatan menawarkan potensi yang menarik. Kulit tahu mengandung nutrisi penting dan komponen bioaktif yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan manusia. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami secara menyeluruh efek dan aplikasi kulit tahu dalam pengobatan dan suplemen makanan.

Elvina Nur Dwi Yuliati; Dyah Ayu Widowati

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Krim pemutih merupakan suatu sediaan atau paduan bahan yang mempunyai kegunaan untuk mencerahkan atau merubah warna kulit sehingga kulit menjadi lebih putih, bersih dan bersinar. Hidrokuinon banyak digunakan pada produk kosmetik karena sifatnya sebagai antioksidan, berperan dalam proses penghambatan melanogenesis sehingga mengurangi warna gelap pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kandungan hidrokuinon dalam krim pemutih yang tidak memiliki izin BPOM yang beredar di Kecamatan Ajibarang. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu purprosive sampling. Penentuan kandungan hidrokuinon dilakukan dengan uji reaksi warna FeCl3 dan uji spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian dari uji reaksi warna pada tiga sampel dinyatakan seluruh sampel positif yang ditandai dengan perubahan warna hitam pada ketiga sampel dan hasil dari uji spektrofotometri diperoleh rata-rata yaitu Sampel A sebesar 0,0010144 %, Sampel B sebesar 0,0009537 % dan Sampel C sebesar 0,0008126 %. Dapat disimpulkan bahwa kadar hidrokuinon dari 3 sampel krim pemutih tersebut tidak memenuhi persyaratan yang diperbolehkan oleh BPOM RI Nomor 23 tahun 2019 yaitu sebesar 0%.

Dhea Nur Fadhilah; Suharyanisa Suharyanisa; Dumartina Hutauruk; Siti Nurbaya

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Indonesia merupakan salah satu negara yang berlokasi di wilayah yang rawan terhadap berbagai kejadian bencana alam. Banjir merupakan bencana yang setiap tahun terjadi di Indonesia dan berbagai kejadian banjir terbukti berdampak pada kehidupan manusia dan lingkunganya terutama dampaknya terhadap kesehatan masyarakat yang terkena banjir. Penyakit yang dialami biasanya berupa diare, demam, dan gatal-gatal pada kulit yang disebabkan oleh bakteri, virus maupun patogen lainnya. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan sosialisasi tentang bahaya banjir dan pengenalan tentang antibiotik kepada masyarakat, sehingga penyakit dampak banjir khususnya diare dapat teratasi dengan baik, kegiatan ini dilakukan oleh tim Dosen Universitas Sari Mutiara dengan melakukan edukasi mengenai Dapatkan Gunakan Simpan dan Buang (DAGUSIBU) Antibiotik. Metode kegiatan ini melibatkan masayarakat di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang adalah ceramah, pembagian leaflet, dan tanya jawab. Ceramah yang disajikan dalam bentuk presentasi power point, pembagian leaflet dalam bentuk brosur dilanjutkan dengan sesi diskusi atau tanya jawab tentang DAGUSIBU Antibiotik. Hasil dari kegiatan ini adalah di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang mendapatkan edukasi terkait Sosialisasi Bahaya Banjir dan DAGUSIBU (dapatkan, gunakan, simpan, dan buang) antibiotik.    

Aragibinafika Aragibinafika; Mohamad Mimbar Topik

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Nekrolisis epidermal toksik (NET) adalah peradangan sistemik akut yang melibatkan kulit, membran mukosa, epitel pernafasan dan pencernaan. Dalam banyak kasus, obat-obatan merupakan penyebab utama NET akan tetapi dapat juga disebabkan oleh infeksi dan faktor-faktor resiko lainnya. Membran mukosa (rongga mulut, konjungtiva dan anogenital) adalah bagian tubuh yang paling awal terlibat pada NET. Lebih dari 200 obat dari berbagai golongan berhubungan dengan terjadinya NET. Penggunaan obat-obatan yang memiliki resiko tinggi dan sering menyebabkan terjadinya NET seperti antigout (allopurinol), antiepilepsi (carbamazepine, fenitoin, fenobarbital, lamotrigin), antibiotik (kotrimoksazol dan sulfonamid lain, floroquinolone), anti inflamasi (sulfasalazine), anti-HIV (nevirapine), obat anti inflamasi golongan oxicam(meloxicam), dan analgesik (parasetamol). Pengobatan NET adalah pendekatan multidisiplin dan hingga kini belum ada panduan yang diakui secara internasional untuk terapinya.Tujuan dari studi kasus adalah membahas mengenai Nekrolisis epidermal toksikyang dipicu oleh obat penurun panas serta manajemen terapinya.

Kiki Deliyani; Novi Mubyarto; Ahmad Syukron Prasaja

Transformasi: Journal of Economics and Business Management 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan Bank BRI syariah tahun 2016-2020 melalui CR, DAR, ROA dan TATO. Sample dalam penelitian ini menggunakan sample jenuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kulitatif yang bersumber dari laporan keuangan melalui situs resmi Bank BRI Syariah dan IDX. Data yang digunakan adalah data Time Series tahun 2016-2020. Dianalisi dengan menggunakan Microsoft Exel dan rumus dalam setiap rasio dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kinerja keuangan Bank BRI Syariah diukur melalui analisis Current Ratio, Debt Asset Ratio, Retrun On Asset, dan  Total Asset Trun Over dalam menilai kinerja keuangan Bank BRI Syariah peneliti dapat menyimpulkan bahwa kinerja keuangan perusahaan diukur melalui Retrun On Asset, Total Asset Trun Over memiliki kinerja yang tidak baik, namun tidak dengan Current Ratio dan Debt To Asset Rasio  yang memiliki kinerja keuangan yang baik, karena dapat dilihat dari kinerja keuangan perusahaan diukur melalui Retrun On Asset Ratio, Total Asset Trun Over dimana perusahaan memiliki total aktiva yang cukup besar namun belum mampu memanfaatkannya untuk menghasilkan laba yang besar, sedangkan Current Ratio memiliki aktiva lancar yang cukup besar dan mampu dalam memanfaatkannya untuk menghasilkan nilai yang baik dan Debt To Asset Rasio memiliki nilai Debt To Asset Rasio yang kecil sehingga perusahaan bisa dapat mengembalikan pinjaman juga semakin kecil.

Mona Rian Manik; Tetty Lumbantoruan; Hotma Bugis; Sara Widora Purba; Salda May Tantri +1 more

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2022 Universitas Muhamadiyah Manado

Neonatus adalah Bayi Baru Lahir yang berusia 0 sampai dengan 28 hari WHO (Word Health Organization, 2015).Ciri-ciri bayi baru lahir yang sehat yaitu bayinya bergerak aktif, berat lahir sekitar 2.500 – 4000 gram, memiliki warna kulit yang mencerahkan, segera menangis ketika lahir, memiliki suhu tubuh normal yaitu 36,5-37,5C. Tali pusat merupakan tali penghubung yang memanjang dari umbilicus sampai ke permukaan fetal plasenta. Pada tali pusat terdapat funikulus umbilicalis yang terbentang dari permukaan fetal plasenta sampai daerah umbilikus fetus dan berlanjut sebagai kulit fetus. Dalam sister kerjanya tali pusat berfungsi sebagai penghubung antara plasenta dan bagian tubuh janin supaya mendapatkan asupan oksigen, makanan, dan antibody dari ibu. Pada umumnya umbilicus atau tali pusat saat satu minggu setelah bayi lahir dan luka sembuh dalam lima belas hari (Baety, 2011). Tujuan: penelitian untuk memberikan Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir pada Bayi Ny M Tentang Cara Perawatan Tali Pusat Di Poliklinik Pt Serdang Tengah Kec. galang Kab. Deli Serdang tahun 2020.  Metode: Jenis penelitian merupakan penelitian deskriptif. Pengambilan data dengan cara pengambilan primer menggunakan pedoman wawancara terstruktur dan pemeriksaan langsung kepada Bayi Baru Lahir pada Bayi Ny M Tentang Cara Perawatan Tali Pusat Di Poliklinik Pt Serdang Tengah Kec. galang Kab. Deli Serdang tahun 2020. Data disajikan dalam bentuk management helen varney. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa Bayi Baru Lahir pada Bayi Ny M Tentang Cara Perawatan Tali Pusat Di Poliklinik Pt Serdang Tengah Kec. galang Kab. Deli Serdang tahun 2020. Asuhann yang tepat diberikan pada by Ny M yaitu memberikan asuhan kebidanan dengan Memberikan ibu penkes PerawatanTali Pusat. Saran:  kepada petugas kesehatan harus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan asuhan yang tepat Bayi Baru Lahir tentang Perawatan tali pusat.  

Rika Asmirah

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Lip balm merupakan sediaan yang diaplikasikan pada bibir yang berfungsi sebagai pelembab dan pencerah bibir. Tanaman Mentimun dan jeruk nipis dapat dimanfaatkan untuk mencerahkan kulit, khususnya kulit yang kering dan juga kulit yang menghitam akibat penggunaan kosmetik yang salah. Tujuan penelitian untuk mengetahui kombinasi perasan buah mentimun dan jeruk nipis sebagai pencerah bibir dan mengetahui formulasi dari kombinasi perasan buah mentimun dan jeruk nipis yang memiliki sifat yang baik. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen meliputi formulasi sediaan lip balm dengan konsentrasi perasaan buah mentimun (Cucumis sativus L.) dan buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia) konsentrasi 5%, 6% dan 7%. Dengan bahan dasar oleum cacao dan cera flava. Pemeriksaan mutu fisik sediaan meliputi pemeriksaan organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, stabilitas, suhu lebur, dan iritasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perasan buah mentimun dan buah jeruk nipis dapat diformulasikan kedalam bentuk sediaan lip balm dengan konsentrasi 5% (F1), 6% (F2), 7% (F3) dan telah memenuhi persyaratan uji homogenitas, titik lebur sediaan dan tidak mengiritasi kulit. Karakteristik buah mentimun dan buah jeruk nipis yang dapat membentuk sediaan lip balm yang baik yaitu sediaan ketiga karena dilihat dari hasilnya warna pada bibir lebih banyak menunjukan kecerahan dan juga kelembaban.

Aulia Mutiara Hikmah; Zahara Fadilla

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Masyarakat pada umumnya ingin berpenampilan menarik di hadapan orang lain. Perawatan yang dilakukan diantaranya mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Masyarakat memilih kosmetik biasanya karena harganya murah, iklan kosmetik yang ditampilkan menarik, ataupun melihat efek yang dihasilkan ketika rekan terdekat telah menggunakannya. Padahal, kebutuhan kosmetik tiap orang berbeda-beda bergantung dari jenis kulit orang itu. Masyarakat juga diharuskan jeli dan teliti dalam memilih kosmetik yang aman dan baik untuk dirinya. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan yang cukup dan baik dalam memilih kosmetik yang aman dan baik bagi masyarakat agar pembelian kosmetik itu dapat memberikan hasil semaksimal mungkin sehingga penampilan yang diinginkan dapat terwujud. Sosialisasi dilakukan di lingkungan RT 16 RW 04 Kelurahan Rawa Buaya melibatkan ibu rumah tangga dan bapak-bapak yang berusia dalam rentang 30-60 tahun. Metode yang dilakukan adalah pembagian kuisioner, presentasi materi, dan pembagian flyer yang berisi tips singkat sesuai dengan tema pendidikan. Pengetahuan masyarakat bertambah sebesar 78% setelah dilakukan pemaparan materi.

Agus Wibowo; Eva Arief

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Difteri merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheria pada hidung dan tenggorokan manusia dan pada beberapa kasus menyerang kulit. Difteri tergolong ke dalam penyakit menular mematikan yang dulu pernah hilang dan sekarang muncul kembali, hal ini di sebabkan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai imunisasi lanjutan difteri yang seharusnya dilakukan setiap 10 tahun sekali,untuk menghilangkan penyakit difteri secara keseluruhan. Fakta di lapangan banyak masyarakat yang memahami kegunaan dari imunisasi, namun masyarakat masih enggan untuk melakukan imunisasi mandiri. Ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran terhadap bahaya yang di dapat dari penyakit difteri. Keluarga merupakan sebuah sitem terbuka dimana anggota-anggotanya merupakan subsistem. Dukungan adalah sebuah support dan kekuatan di dalam anak untuk melakukan perilaku pencegahan penyakit difteri. Mendasari asuhan yang berpusat pada keluarga, yaitu fasilitasi keterlibatan orang tua dalam perawatan dan peningkatan kemampuan keluarga (ibu) merawat anaknya.

Hamdana; Amin, Nurlaela; Sudarni Karim, Sri

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penyakit Stroke adalah salah satu penyakit serebiovaskuler yang lebih sering terjadi di berbagai negara baik negara maju maupun negara yang sedang berkembang seperti Indonesia. Di RSUD H. Andi Sultan Daeng Radja, data pasien stroke tahun 2017 sebanyak 103 orang, tahun 2018 sebanyak 140 orang, dan tahun 2019 sebanyak 150 orang, ini artinya terjadi peningkatan pada pasien stroke setiap tahunnya. Akibat dari meningkatnya jumlah pasien stroke di RS ini, banyak dari pasien arus berbaring lama di perawatan. Periode Januari 2019 sampai Januari 2020, tercatat sebanyak 18 resiko dekubitus karena baring lama.Tujuan penelitian ini adalah untuk diketahuinya hubungan penggunaan matras anti dekubitus dengan integritas kulit pada pasien stroke di RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Cara pengambilan sampel yang digunakan yaitu probability sampling dengan tehnik sampling Consecutive Sampling. Penelitian ini telah dilakukan di RSUD H. Andi Sultan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba pada bulan Agustus 2020. Hasil penelitian yaitu jumlah responden yang menggunakan matras antidekubitus sebanyak 13 orang (92,9%) sedangkan tidak menggunakan matras sebanyak 1 orang (7,1%) sedangkan jumlah responden berdasarkan integritas kulit selama kurang waktu tujuh hari perawatan  yaitu membaik sebanyak 13 orang (92,9%) sedangkan memburuk sebanyak 1 orang (7,1%). Uji analisis fisher exact test didapatkan nilai p = 0.041 (< α = 0.05). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan ada hubungan penggunaan matras anti dekubitus dengan perubahan derajat dekubitus pada pasien stroke di RSUD H. Andi Sultan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba. Diharapkan adanya penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih banyak dengan pengkajian yang mendalam serta mengontrol faktor-faktor yang mempengaruhi dekubitus.

Nurrohmah, Karmelia; Sari, Arni Komala; Riziani, Dina; Kusumasari, Septariawulan

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2021 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Durian adalah tumbuhan tropis yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, nama durian diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk lekuk tajam menyerupai duri. Pohon durian merupakan pohon tahunan, yang berarti memiliki musim tertentu untuk berbuah. Pada musim raya durian pohon ini akan menghasilkan buah yang berlimpah, terutama sentra-sentra perkebunan di Indonesia. Pada 3 tahun terakhir tercatat rata-rata permintaan buah durian di Indonesia sebanyak 227,73 juta kg dan semakin meningkat pada tiap tahunnya. Pada umumnya masyarakat hanya memanfaatkan daging dan biji buahnya, dan membuang kulitnya begitu saja. Hal ini menyebabkan penumpukan limbah kulit durian. Dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan limbah kulit durian ini, perlu dibuat inovasi produk pangan berbasis kulit durian yang banyak diminati oleh berbagai kalangan. Kulit durian mengandung banyak lignin, selulosa, dan pati. Dengan adanya kandungan pati di dalam kulit buah durian, kulit buah ini dapat dijadikan tepung. Tepung inilah yang akan dijadikan bahan dasar dalam pengolahan pangan dan diharapkan dapat mendukung program diversifikasi pangan serta penurunan impor terigu. Salah satu inovasi olahan pangan kreatif dari buah durian ini, yaitu Makaroni Kulit Durian yang merupakan makanan ringan dengan berbagai rasa yang unik, membuat Makaroni Kulit Durian menjadi lebih populer dikalangan masyarakat sehingga dapat dijadikan alternatif buah tangan. Makaroni Kulit Durian juga memiliki masa simpan yang baik sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi dari kulit durian serta meminimalkan food waste.

Sirumapea, Renhard; Suhartatik, Nanik; Suhartatik, Nanik; Wulandari, Yustina Wuri; Wulandari, Yustina Wuri

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Diabetes melitus menjadi masalah kesehatan di dunia karena terjadi peningkatan setiap tahun. Oleh karena itu dibutuhkan obat atau agensi terapi yang efektif dan murah untuk menanggulangi diabetes melitus. Ekstrak kulit terong Belanda mempunyai kandungan antosianin dan betakaroten yang memiliki kemampuan menurunkan kadar gula darah, sehingga dapat dijadikan sebagai obat tradisional yang efektif dan murah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak kulit terong Belanda terhadap penurunan kadar gula darah tikus wistar jantan yang diinduksi aloksan. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pre and post test randomized controlled group design. Penelitian ini menggunakan tikus wistar jantan sebanyak 25 ekor  yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu perlakuan dengan aquadest (kontrol negatif), ekstrak kulit terong Belanda (Solanum betaceum) dosis 0,25 ; 0,75 ; 1,25 g/kg BB dan metformin sebagai obat diabetes dengan dosis 18 mg/tikus (kontrol positif). Semua kelompok diinduksi aloksan sampai dengan kadar gula darahnya mencapai ≥ 200 mg/dL lalu diukur kadar gula darah sebagai data pre test. Perlakuan diberikan selama 14 hari dan pada hari ke – 14 diukur kadar gula darah sebagai post test. Ekstrak kulit terong Belanda dosis 0,25; 0,75 dan 1,25 g/kg BB mampu menurunkan kadar gula darah secara signifikan selama 14 hari akan tetapi belum ada dosis yang memiliki efektifitas yang sebanding dengan metformin dalam penurunan kadar gula darah apabila diberikan selama 14 hari.Kata kunci: Ekstrak kulit terong Belanda, diabetes, tikus, aloksanABSTRACT Diabetes melitus is a health problem in the world because the sufferers increase from year to year. So that it is needed an effective and economical drug or therapeutic agency to cope with the disease. Tamarillo peel extract contains anthocyanin and beta-carotene which are capable to reducing blood sugar levels, so that it can be used as an effective and economical traditional medicine. The aim of the study was to analyze the effect of the administration of Tamarillo peel extract on decreasing blood sugar levels in male wistar rats induced by alloxan. The research method used a pre and post test randomized controlled group design. This study used 25 male wistar rats divided into 5 treatment groups namely aquadest treatment (negative control), metformin as a diabetes drug with a dose of 18 mg / rat (positive control), and Tamarillo skin extract (Solanum betaceum) dose 0, 25; 0.75; 1.25 g / kg BB. All treatment groups were induced by alloxan until their blood glucose levels reached ≥ 200 mg / dL then measured blood sugar levels as the pre test data. The treatment was given for 14 days and on the 14th day blood sugar levels were measured as a post test. Tamarillo peel extract dose of 0.25; 0.75 and 1.25 g / kg BB can significantly reduce blood glucose levels for 14 days but there is no dose that has an effectiveness comparable to metformin in reducing blood glucose levels if given for 14 days.Keywords: Tamarillo peel extract, diabetes, rats, alloxan

Merkuria Karyantina, Desi Triwulandari, Akhmad Mustofa &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Cookies merupakan kue kering yang renyah, tipis, datar dan berukuran kecil. Bahan baku cookies adalah tepung terigu. Kulit buah naga dan ampas tahu dapat dimanfaatkan dalam pembuatan cookies, yang merupakan hal baru dalam industri makanan. Kulit buah naga adalah limbah yang belum banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan, padahal memiliki antioksidan yang tinggi. Selain itu ditambahkan tepung ampas tahu hasil samping dari pembuatan tahu, ampas tahu memiliki kandungan protein nabati. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan cookies yang mengandung protein tinggi dan antioksidan serta disukai oleh konsumen.Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama prosentase tepung ampas tahu (0, 10, dan 20%) sedangkan faktor yang kedua konsentrasi tepung kulit buah naga (5, 10, dan 15%).Hasil penelitian yang optimal adalah kombinasi tepung ampas tahu 10% dan tepung kulit buah naga 4% dengan kadar air air 1,69%, kadar gula total 36,23%, kadar protein 6,61%, aktivitas antioksidan 78,16%, volume pengembangan 1,09%, warna (2,40), rasa (2,00), kerenyahan (2,87) dan disukai panelis (2,73).Kata kunci: ampas tahu, cookies, dan kulit buah naga.ABSTRACT