SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

50,562 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-9 of 9

Analytics

Zebua, Friderikus; Octafian, Ray

KOMPAK : Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi 2025 Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Fenomena meningkatnya penggunaan layanan pinjaman online di kalangan mahasiswa menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi risiko finansial yang dapat mengganggu kesejahteraan dan performa akademik mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis perilaku manajemen risiko mahasiswa STIEPARI Semarang dalam penggunaan layanan pinjaman online, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan perilaku tersebut, serta memahami implikasinya terhadap kesejahteraan finansial mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologi, melibatkan 14 mahasiswa sebagai informan utama. Temuan menunjukkan adanya kesenjangan substansial antara pemahaman konseptual mahasiswa tentang risiko dengan praktik aktual dalam pengambilan keputusan finansial, di mana mahasiswa dengan latar belakang pendidikan ekonomi tidak selalu menunjukkan perilaku manajemen risiko yang lebih baik. Rekomendasi penelitian mencakup pengembangan program edukasi berbasis experiential learning, implementasi sistem mentoring oleh mahasiswa senior, dan pembentukan early warning system untuk mendeteksi mahasiswa berisiko mengalami masalah kredit.

Novi Agatha; Sigit Irianto

Notary Law Research 2025 Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Perjanjian kredit antara lembaga perbankan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan instrumen penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, dalam praktiknya, tidak jarang terjadi wanprestasi dari pihak debitur  yang  berdampak  pada  hubungan  hukum  dan keberlangsungan  usaha.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengkaji: 1) bagaimana proses pengajuan dan pelaksanaan perjanjian kredit antara Bank BRI dan UMKM Konveksi Parasit di Daerah Istimewa Yogyakarta; 2) apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya wanprestasi oleh debitur; dan 3) bagaimana mekanisme penyelesaian wanprestasi yang dilakukan oleh pihak bank. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif yang didukung oleh data primer. Spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analitis dengan jenis dan sumber data berupa data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka, serta data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan pihak terkait. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif untuk menginterpretasikan norma hukum dan fakta empiris secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) proses pengajuan kredit dilakukan melalui prosedur formal dengan dokumen pendukung yang sah, dan dituangkan dalam Surat Pengakuan Hutang; 2) wanprestasi terjadi karena kombinasi faktor internal seperti pengelolaan usaha yang kurang optimal dan faktor eksternal seperti penurunan permintaan pasar; dan 3) penyelesaian wanprestasi dilakukan melalui eksekusi agunan, pelaporan ke otoritas keuangan, serta pendekatan persuasif seperti restrukturisasi kredit. Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi hukum bagi pelaku UMKM dan penerapan prinsip keadilan dalam penyelesaian sengketa kredit.

M. Mas Agussyah

Notary Law Research 2024 Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Nasabah yang ingin mengajukan kredit kepada bank harus membuat perjanjian kredit dengan bank melalui suatu kesepakatan formal. Perjanjian kredit ini dibuat oleh seorang Notaris dalam bentuk Akta Perjanjian Kredit. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan analisis deskriptif analitis untuk mengeksplorasi Peran Notaris dalam Pembuatan Akta Perjanjian Kredit antara Bank dan Nasabah. Bahan hukum dikumpulkan melalui studi kepustakaan serta penelusuran internet, termasuk artikel dan jurnal ilmiah terkait. Analisis dilakukan secara deskriptif analitis dan kritis terhadap peran Notaris dalam proses penyusunan Akta Perjanjian Kredit. Notaris bertanggung jawab untuk memberikan penjelasan dan panduan mengenai prosedur yang harus diikuti, serta memastikan bahwa akta yang dibuat sesuai dengan norma hukum dan etika. Selain itu, notaris juga terlibat dalam proses penyelesaian wanprestasi, yang dapat dilakukan melalui eksekusi di bawah tangan atau melalui lelang yang diatur oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

Fitria Dewi Navisa

Notary Law Research 2024 Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Notaris mempunyai peranan yang sangat penting dalam dunia perbankan, terutama hal yang berkaitan dengan pemberian kredit. Pemberian kredit yang disalurkan oleh perbankan mempunyai berbagai macam jenis. Yakni kredit konsumtif dan Produktif. Kredit konsumtif merupakan jenis kredit yang diperuntukkan bagi masyarakat yang tujuan nya adalah bersifat konsumtif seperti, Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Multi Guna, Kredit Renovasi Rumah. Sedangkan, kredit produktif adalah jenis kredit yang ditujukan kepada masyarakat luas untuk digunakan sebagai menambah modal usaha, memperkuat pondasi jenis usaha atau menambah jenis usaha yang sedang dijalankan. Dari dua hal tersebut twntu mempunyai fungsi dan tujuan yang berbeda beda. Akan tetapi apapun jenis kredit yang disalurkan, perbankan membutuhkan peran seorang Notaris dalam menjalankan bisnis nya. Notaris mempuyai tertori untuk membuat suatu akta perjanjian kredit sepanjang pihak kreditur dalam hal ini perbankan meminta kepada notaris untuk membuat akta perjanjian kredit secara notariil. Selain itu, dalam hal contoh  perjanjian kredit pemilikan rumah yang memiliki agunan berupa  sertifikat tanah, disinilah peran dan tugas notarisuntuk membuat perjanjian assesoir dimana perjanjian tersebut harus dibuat dengan akta otentik. Peran notaris dalam perjanjian kredit ini juga sangat penting karena notaris dapat dinyatakan sebagai pihak yang dapat menjamin kepastian hukum bagi para pihak dimana akta tersebut memiliki kekuatan eksekutorial apabila ada pihak yang melakukan cidera janji.

Jan Melvin Ayu Soraya Dachi; Pardomuan Sitompul

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Pemberian kredit selalu memiliki risiko seperti kredit macet, sehingga pihak kreditur (bank) dituntut untuk lebih objektif dan akurat dalam mengevaluasi setiap permohonan kredit. Penelitian ini dilakukan guna menemukan algoritma mana yang paling akurat dalam memberikan suatu keputusan kredit, dengan melakukan perbandingan terhadap algoritma XGBoost dan algoritma Random Forest. Pada kedua algoritma digunakan data berukuran 10.000 dan 100.000 dengan 19 variabel yang relevan dalam pengambilan keputusan kartu kredit. Proses penelitian ini melibatkan pre-processing data, splitting data, training data, parameter tuning dengan Random Search, testing data, serta evaluasi model dengan confusion matrix. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa kedua algoritma menghasilkan kinerja model yang cukup kompetitif, dimana XGBoost mampu mencapai 1.0 untuk semua metrik evaluasi baik pada data berukuran 10.000 maupun data berukuran 100.000. Random Forest sendiri berakurasi 0.998 untuk data berukuran 10.000 dan 0.999 untuk data berukuran 100.000. Akan tetapi, Random Forest hanya mampu mencapai F1-score sebesar 0.700 untuk data berukuran 10.000. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kedua algoritma memiliki performa yang sangat baik dan akurat dalam mengklasifikasikan keputusan pada data kartu kredit. Namun, Random Forest kurang akurat bila digunakan pada data berukuran kecil yang tidak seimbang.

Sari, Intan Putri Ananda

Deposisi: Jurnal Publikasi Ilmu Hukum 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

In the development of massive activities, transportation is needed to carry out mobility so as to facilitate each individual in carrying out his daily work and activities. The vehicle used by most people is a motorized vehicle, this vehicle is a vehicle that is used and obtained by purchasing it through cash or credit. In the case of buying on credit itself, there are many problems, namely the debtor who pays the installments is not necessarily smooth in making payments, this certainly creates losses for the creditor who provides the motorbike on credit. In an effort to minimize these losses and risks, the creditor cooperates and hires a third party, namely a debt collector to collect or withdraw the motor vehicle that is the object of the pre-credit agreement, now this research discusses the problems that arise in the community regarding withdrawal by debt collectors whether this action has criminal elements or not.    

Kurniasih; Liliana Tedjosaputro

Jurnal Akta Notaris 2022 Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Salah satu produk bank yang berupa kredit tanpa agunan adalah kartu kredit. Kartu kredit merupakan alat pembayaran pengganti uang tunai yang dapat digunakan oleh konsumen untuk ditukarkan dengan barang dan jasa yang diinginkannya di tempat-tempat yang dapat menerima pembayaran dengan menggunakan kartu kredit (merchant). Pemakaian kartu kredit dengan tidak bijak dapat menimbulkan kredit macet. Apabila terjadi kemacetan kartu kredit, maka bank biasanya menggunakan jasa penagihan hutang yang dikenal dengan debt collector. Seringkali debt collector dalam melakukan jasa penagihan hutang bekerja secara tidak profesional bahkan kadang cenderung melakukan perbuatan melawan hukum, sehingga akan menimbulkan kerugian bagi nasabah maupun bank penerbit kartu kredit, karena tidak sesuai dengan yang diharapkannya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yang bersifat yuridis empiris dengan spesifikasi penelitian secara deskriptif analitis karena penelitian ini menganalisis kesesuaian praktek penagihan kartu kredit dengan peraturan perundang-undangan.  Bank  dalam  melakukan  penagihan kartu  kredit  terhadap nasabah yang wanprestasi seringkali menggunakan jasa penagihan hutang atau yang  dikenal  dengan  debt  collector.  Permasalahan  dalam  sistem  penagihan nasabah pada pokoknya yaitu petugas penagihan tidak mematuhi pokok-pokok etika penagihan. Hal tersebut menyebabkan nasabah terganggu sehingga mengajukan  gugatan  ke  Pengadilan  guna memperoleh  kepastian  penyelesaian. Bank seharusnya membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) mengenai apa yang harus dilakukan oleh debt collector di dalam menjalankan tugasnya dalam menagih hutang nasabah kartu kredit. Selain itu peraturan mengenai debt collector diperlukan untuk mengatur kewenangan debt collector di dalam melakukan pekerjaannya.

Sunarji Harahap; Supriadi Siagian

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Ratu Motor merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang jual-beli sepeda motor baru/bekas yang telah lama berkecimpung di bisnis ini dan seperti perusahaan lainnya, perusahaan ini juga menginginkan pertumbuhan laba yang signifikan untuk bisnis tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah tingkat suku bunga berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan ini. Penelitian ini penting untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari kebijakan perusahaan yang ada sekarang untuk diperbaiki.Dalam melaksanakan penelitian, metode yang digunakan meliputi wawancara langsung dengan karyawan di sana dan observasi di lapangan.Dari hasil penelitian ditemukan bahwa selama ini tingkat suku bunga yang diterapkan belum cukup meningkatkan profit pada perusahaan dan oleh karena itu diperlukan suatu perencanaan untuk memperbaiki masalah tersebut. Maka dari itu perusahaan perlu melakukan perencanaan dan pengawasan lebih terhadap tingkat suku bunga yang akan diberikan terhadap konsumen yang hendak membeli sepeda motor secara kredit.        

Alwi Suddin, Y. Djoko Suseno

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Penataan tempat UKM khususnya terus diupayakan oleh pemda berkaitan dengan pengelolaan yang semakin profesional. Pada kondisi saat ini tempat UKM mengalami perkembangan yang cukup signifikan dilihat dari jumlah pengunjung yang datang setiap tahunnya mengalami kenaikan. Dampak dari perkembangan UKM tersebut mengakibatkan semakin banyaknya kelompok Pedagang kecil yang ada di Terminal Ngabeyan Kartasura Sukoharjo. Metode pendekatan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan di kelompok Pedagang Kaki Lima di Lingkungan terminal Ngabeyan Kartasura Sukoharjo adalah dengan memberikan solusi alternatif meliputi: (1) Penyuluhan sistem pengelolaan manajemen usaha kecil. (2) Penyuluhan sistem pemasaran dan promosi produk. (3) Penyuluhan sistem pengelolaan keuangan. Hasil yang dicapai : (1) Dengan adanya optimalisasi peran dan lembaga perbankan, persyaratan dan prosedur yang ditetapkan oleh lembaga penyalur kredit. (2) Keberhasilan penerapan dan pengelolaan usah kecil (pedaang tahu asongan), Nampak meningkatkan jumlah usaha kecil lain semakin bertambah menjadi usaha yang lebih baik. (3) Dengan keberhasilan dari pendekatan akan meningkatkan jumlah usaha kecil yang memperoleh kepercayaan mengelola kredit modal usaha dan mampu beroperasi secara bisnis (saling menguntungkan). (4) Usaha kecil sebagai kelompok pedagang dengan skala usaha dan berperan usaha kecil dalam penyerapan tenaga kerja selatif besar, sehingga pengembangan usaha tersebut merupakan langkah yang strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional. (5) Dalam rangka lebih mengembangkan usaha kecil, maka strategi yang dapat dilakukan usaha kecil adalah mengoptimalkan peran penyuluhan dan pendampingan dalam membina dan melakukan pendampingan para usaha kecil