Publication Search

70,860 articles from 625 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-20 of 35

Analytics

Monika Handayani Br Ginting; Diah Ayu Suryani Sitanggang; Ermina Waruwu

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

This study aims to implement the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) learning model to improve collaboration skills and learning outcomes among phase E students in class X-3 at SMA Katolik 2 Kabanjahe in Catholic Religious Education. This research employed Classroom Action Research conducted in two cycles, consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. Data were collected through observation sheets, learning outcome tests, and documentation, then analyzed using descriptive qualitative analysis supported by process and learning achievement indicators. The findings showed that the implementation of the CIRC learning model improved across learning stages, including orientation from 87% to 95%, organization from 90% to 97%, concept introduction from 87% to 92%, publication from 93% to 98%, and reflection and reinforcement from 87% to 98%. Students’ collaboration skills also increased in each indicator, namely working productively from 75% to 88%, actively participating in problem solving from 82% to 88%, maintaining a balance between listening and speaking from 76% to 86%, appreciating group members’ contributions from 73% to 87%, and demonstrating responsibility as group members from 77% to 93%. Learning outcomes also improved, as shown by the increase in the proficient category from 27% to 77%, while the basic and developing categories decreased to 0% in cycle II. These results indicate that CIRC effectively enhances students’ active participation, collaboration, responsibility, and learning achievement. Therefore, CIRC is recommended as an alternative collaborative learning model for Catholic Religious Education, particularly in strengthening cooperative interaction and meaningful understanding of religious learning materials in classroom practice.

Nurfadilla Azzahra Plara

Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Collaboration between classroom teachers and Islamic Religious Education (PAI) teachers constitutes an essential strategy for instilling religious moderation values in elementary schools. This study aims to: (1) describe the forms of collaboration developed between classroom teachers and PAI teachers; (2) assess the effectiveness of such collaboration in inculcating religious moderation values; (3) identify changes in students' attitudes as tangible outcomes of collaboration; and (4) analyze supporting and inhibiting factors of collaboration at SDN 3 Wanamekar. A descriptive qualitative approach was applied using field study methods. Data were gathered through in-depth interviews, participatory observation, and document review. Data analysis followed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, encompassing data condensation, data display, and conclusion drawing. Data credibility was ensured through source triangulation and technique triangulation. Findings indicate that collaboration occurs in two primary forms: reactive collaboration as a spontaneous response to students' intolerant behavior, and planned collaboration involving curriculum coordination, partial co-teaching, and joint evaluation. Collaboration was assessed as sufficiently effective yet suboptimal due to time constraints and excessive administrative burdens. Positive changes in students' tolerance and inclusive attitudes were identified as concrete outcomes. Supporting factors include favorable interpersonal communication, principal support, and moderation value integration in the Merdeka Curriculum. Main inhibiting factors are time limitations, administrative burdens, shallow conceptual understanding of religious moderation, and the absence of a standardized collaboration model. The study recommends establishing structured collaboration schedules and religious moderation training programs for all teachers.

Mohamad Hisyam; Aynun Naim

Penelitian ini mengkaji strategi Kepala Madrasah MA Bali Bina Insani Tabanan dalam membentuk toleransi siswa melalui penguatan moderasi beragama di tengah masyarakat Hindu dengan guru lintas agama. Tujuannya: (1) mendeskripsikan strategi kepala madrasah, (2) menganalisis pengaruh moderasi beragama terhadap toleransi siswa di lingkungan multikultural, dan (3) mengidentifikasi faktor pendukung serta hambatan.Metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan triangulasi untuk uji keabsahan data.Hasil penelitian menunjukkan: (1) Strategi kepala madrasah mencakup pembelajaran, pengembangan karakter, kemitraan, lingkungan inklusif, dan evaluasi partisipatif. (2) Moderasi beragama tercermin pada komitmen kebangsaan, sikap anti kekerasan, serta penghormatan tradisi lokal yang membentuk toleransi siswa. (3) Faktor pendukung meliputi keterlibatan guru Hindu, praktik toleransi sehari-hari, dan dukungan masyarakat. Hambatan muncul dari perbedaan latar siswa, keterbatasan fasilitas, serta keraguan orang tua terhadap guru non-Muslim, namun diatasi dengan komunikasi persuasif, keteladanan, dan kolaborasi pasca Bali Democracy Forum 2016.

Sijabat, Desi; Sijabat, Osco P; Tinambunan, Herlina; Simanjuntak, Sondang

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah membantu guru menguasai teknologi dan media pembelajaran berbasis digital, khususnya Canva, untuk menciptakan media animasi yang menarik, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan siswa; mendorong integrasi teknologi dalam pembelajaran, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih inovatif dan sesuai dengan perkembangan zaman. Pelaksanaan sosialisasi ini mendukung implementasi program MBKM dan IKU terutama pada aspek Kolaborasi Perguruan Tinggi dengan Masyarakat artinya mempertemukan mahasiswa, dosen, dan masyarakat (guru) dalam kegiatan yang saling memberdayakan, seperti sosialisasi pembuatan media animasi, serta Mahasiswa dapat terlibat aktif dalam pengembangan pendidikan di SD Negeri 096140 Parhundalian. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan sosialisasi pembuatan media animasi menggunakan Canva adalah metode partisipatif, yang melibatkan guru secara aktif melalui pelatihan. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan sosialisasi ini yaitu peserta mendapatkan tambahan pengetahuan dan keterampilan tentang Media Pembelajaran animasi menggunakan canva dalam meningkatkan kompetensi pedagogik, peserta juga antusias selama kegiatan dan langsung menerapkan media pembelajaran simulasi untuk mata pelajaran yang diampu.

Sihombing, Lisbet N.; Thesalonika, Emelda

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pembelajaran di Sekolah Dasar saat ini masih didominasi metode konvensional berpusat pada guru yang kurang mengaitkan materi dengan kehidupan nyata. Kondisi ini menyebabkan rendahnya keterlibatan aktif dan kemampuan berpikir kreatif siswa sebagai kompetensi abad ke-21. Selain itu, mitra guru menghadapi kendala berupa keterbatasan pemahaman terhadap konsep Contextual Teaching and Learning (CTL), kurangnya variasi strategi, serta ketiadaan perangkat pembelajaran sistematis. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan mensosialisasikan model CTL guna meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dan kompetensi guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi analisis kebutuhan, sosialisasi konsep, pendampingan penyusunan Modul Ajar, praktik simulasi kelas, serta evaluasi bersama pihak sekolah. Target luaran meliputi peningkatan pemahaman guru, tersedianya Modul Ajar berbasis CTL yang aplikatif, dan publikasi artikel ilmiah pada jurnal pengabdian masyarakat. Sosialisasi model CTL menjadi solusi strategis dalam meningkatkan kapasitas profesional guru untuk menciptakan suasana belajar yang bermakna. Implementasi CTL diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menstimulasi potensi berpikir kreatif siswa secara optimal guna menghadapi tantangan perkembangan zaman. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan dampak positif signifikan bagi pengembangan kompetensi pendidik dan peserta didik di sekolah dasar mitra secara luas serta berkelanjutan melalui integrasi kolaborasi akademik yang kuat.

Rohmatin, Alfa; Jannah Salsabila; Ajeng Zahra Haroki; Amelani Putri

Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi sekolah dalam mencegah dekadensi moral siswa di SMK Al–Azami Cianjur. Fenomena kemerosotan moral di kalangan pelajar menjadi tantangan serius di era modern, sehingga lembaga pendidikan Islam dituntut untuk berperan aktif dalam pembinaan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilaksanakan di SMK Al–Azami Cianjur selama Oktober–November 2025. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan kepala sekolah, guru, serta peserta didik, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan dekadensi moral dilakukan melalui lima strategi utama: (1) pembiasaan religius melalui kegiatan shalat berjamaah, shalat dhuha, puasa sunnah, dan budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun); (2) penguatan pendidikan moral dan etika di setiap mata pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler; (3) pendampingan psikologis melalui layanan Bimbingan dan Konseling (BK) serta kerja sama dengan lembaga STIFIn untuk mengenali potensi siswa; (4) kolaborasi aktif antara sekolah, orang tua, dan masyarakat; serta (5) penerapan disiplin yang tegas namun mendidik. Strategi tersebut membentuk ekosistem pendidikan yang harmonis dan berakar pada nilai-nilai Islam. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan karakter berbasis pembiasaan dan keteladanan efektif dalam membentuk generasi berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab di tengah tantangan moral abad ke-21.

Four Dofi Sidabutar; Sony Junaedi

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini menganalisis implementasi pendidikan karakter oleh Penyuluh dalam mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti di SMP Negeri 2 Sumowono. Fokus penelitian meliputi strategi pengajaran, metode penyampaian nilai karakter, tantangan, serta faktor pendukung dan penghambat. Metode kualitatif digunakan dengan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan pendidikan karakter diterapkan melalui lima elemen utama yaitu Sejarah, Keagungan Tuhan, Budi Pekerti, Martabat Spiritual, Larangan dan Kewajiban dengan metode interaktif seperti diskusi kelompok, ceramah inspiratif, dan praktik langsung (role-play) untuk menanamkan nilai-nilai karakter dan keteladanan Penyuluh. Faktor pendukung berupa kepemimpinan kepala sekolah, keterlibatan orang tua, dan lingkungan sekolah yang kondusif, sedangkan penghambat meliputi keterbatasan sarana, waktu, dan pengaruh negatif pergaulan. Dampak positif terlihat pada peningkatan kejujuran, kedisiplinan, kesantunan, dan toleransi siswa. Kesimpulannya, pendidikan karakter berhasil membentuk peserta didik penghayat kepercayaan berakhlak mulia, namun perlu upaya berkelanjutan untuk mengatasi hambatan dan memperkuat kolaborasi sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Eny Latifah; Nur Rofiq; Heni Nur Rohim; Tsaniyah Rahmah Halizah; Indi Shofiyah

Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Quality education is the key to improving skills and knowledge for students. However, there are still many challenges faced in improving the quality of education, especially at the primary level. Collaborative Madrasah Ibtidaiyah Lecturers and Teachers in book writing can be one of the strategies to improve the quality of Education. This research aims to be active through collaboration in writing Madrasah Science Competition books between Tarbiyatut Tholabah Islamic Institute Lecturers and Madrasah Ibtidaiyah 02 Mazro'atul Ulum teachers. The results of the service showed an increase in the quality of lecturers and teachers in presenting learning and academic materials in order to provide excellent service for students, especially Madrasah Science Competition participants. And the most important thing is the creation of a collaborative book masterpiece entitled Madrasah Science Competition which contains a summary of material from science, social studies, mathematics, Arabic English and religious sciences such as Fiqh, Aqidah, Islamic Culture History and the presentation of sample questions and discussions. Moreover, the project has had a positive impact on the educators involved. It has allowed them to deepen their understanding of the subjects and improve their ability to present complex concepts in an accessible way. The collaborative nature of the project has fostered a supportive learning community, where educators learn from one another's expertise and experiences. The resulting Madrasah Science Competition book is not only a valuable educational resource but also a testament to the power of collaboration in enhancing the quality of education.

Turege, Lini Widia Astrid; Zasa, Elia Umbu; Rezeki, Sri

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Project Based Learning (PjBL) merupakan model pembelajaran inovatif yang menekankan keterlibatan aktif peserta didik melalui pengerjaan proyek nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Model ini diyakini mampu memadukan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna sekaligus meningkatkan keterampilan kolaboratif siswa. Sejumlah penelitian terdahulu menegaskan efektivitas PjBL, antara lain dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi, komunikasi, berpikir kritis, serta motivasi belajar siswa. Dalam konteks pendidikan Kristen, nilai-nilai kerja sama, kerendahan hati, dan kebersamaan yang diajarkan Rasul Paulus dalam Filipi 2:1–11 memiliki relevansi kuat dengan prinsip PjBL. Nilai sehati sepikir, rendah hati, dan menanggung bersama menjadi fondasi penting dalam membangun kerja sama kelompok yang sehat.Namun, realitas di SMA Bhakti Insani menunjukkan bahwa implementasi PjBL belum optimal. Siswa masih menunjukkan sikap pasif, kurang fokus, serta minim kerja sama baik dengan guru maupun teman sebaya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji lebih jauh implementasi PjBL yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Alkitabiah dalam meningkatkan kerja sama siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik observasi, kuesioner, dan wawancara terhadap 80 responden. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh signifikan PjBL terhadap peningkatan kerja sama siswa, dengan korelasi sebesar 0,940 dan kontribusi pengaruh mencapai 94%.Temuan ini menegaskan bahwa PjBL dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kerja sama siswa apabila dijalankan sejalan dengan nilai-nilai Kristiani. Dengan demikian, PjBL tidak hanya melatih keterampilan akademik dan kolaborasi, tetapi juga membentuk karakter siswa yang berlandaskan kasih, kerendahan hati, dan kebersamaan

Aulia, Asa Safia; Yuliana, Lia

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini menganalisis manajemen program pertukaran pelajar di SD Muhammadiyah Wirobrajan 3 dan SD Muhammadiyah Sokonandi Yogyakarta yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan dasar melalui pertukaran budaya dan pembelajaran global. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, pengelola program, guru pendamping, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program dilaksanakan melalui empat fungsi utama: (1) perencanaan, termasuk seleksi peserta dan pelatihan pra-keberangkatan; (2) pengorganisasian melalui tim kerja berbasis struktur manajemen sekolah; (3) pelaksanaan melalui interaksi langsung dengan mitra sekolah luar negeri; dan (4) evaluasi berkala melalui laporan dan jurnal peserta. Tantangan utama meliputi keterbatasan pendanaan, komunikasi lintas budaya, dan akses teknologi. Keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah, kolaborasi antar pemangku kepentingan, dan manajemen hubungan publik yang efektif. Rekomendasi mencakup perluasan kemitraan, penguatan dukungan orang tua, dan inovasi dalam pelatihan siswa.

Muhammad Arie Zulfan; Dien Nurmarina Malik Fadjar

Jurnal Pendidikan Dirgantara 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

This study aims to evaluate the effectiveness of the use of Canva and Nearpod digital platforms in supporting the strengthening of students' character at the elementary school level. Character education is a fundamental aspect in the formation of students' personalities who have integrity, toughness, and adaptability to the development of the times. In the digital era, interactive learning media is an important means to instill character values in a more interesting and contextual way. The method used is Classroom Action Research (PTK) which is carried out in two cycles, with the research subjects consisting of teachers, class V students, and students' parents. The learning process is designed to blend character education content with the use of Canva as a creative visual medium, as well as Nearpod as an interactive presentation tool that allows students to be active through online quizzes, assignments, and reflections. The results of the study showed a marked increase in students' learning motivation, attitude of responsibility, discipline, cooperation in groups, and the ability to make decisions independently. Parental involvement in digital learning also supports the consistency of character strengthening at home. However, the study also noted several challenges, such as the limitations of technological devices, unstable internet networks, and variations in students' and parents' digital literacy abilities. Recommended solutions include intensive training for teachers in the use of digital media, improved support facilities in schools, as well as a collaborative approach between teachers and parents. Thus, the integrated use of Canva and Nearpod not only supports mastery of academic materials, but also significantly strengthens students' character values holistically. This study is expected to be a reference in the development of digital learning innovations oriented towards character education at the elementary level.

Ni Luh Andri Antari; I Wayan Suyanta; Ni Nyoman Yunike Kurniarini

Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora 2025 International Forum of Researchers and Lecturers

This study aims to describe the application of the Project-Based Learning (PjBL) model in IPAS learning on economic activities and to examine its effect on the collaboration skills of fourth-grade students at Saraswati 1 Elementary School in Denpasar. This study employs a descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results indicate that the implementation of PjBL through six stages of implementation significantly enhances collaborative aspects such as role distribution, open communication, cooperation, and shared responsibility. Teachers and students responded positively to this method, as learning became more meaningful and enjoyable. The projects created by students reflected active engagement and solid teamwork. In conclusion, the PjBL model is effective in enhancing students' collaboration skills and is relevant for implementation within the context of the Merdeka Curriculum to support the strengthening of the Pancasila learner profile.

Yusuf, Nurlathifah N.; Siswari, Baiq Disnalia; Supiani

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Komunikasi antara orang tua dan remaja mengenai kesehatan seksual dan reproduksi masih menghadapi berbagai hambatan, mulai dari norma budaya hingga keterbatasan pengetahuan orang tua. Ketidakterbukaan dalam komunikasi keluarga dapat berdampak negatif terhadap perkembangan kognitif dan perilaku seksual remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis temuan-temuan empiris terbaru terkait pengaruh komunikasi orang tua–remaja terhadap keterampilan berpikir kritis, sikap terhadap seksualitas, pengambilan keputusan, dan akses informasi remaja. Metode yang digunakan adalah kajian literatur integratif terhadap 14 artikel jurnal internasional bereputasi yang diterbitkan pada rentang tahun 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi yang terbuka, empatik, dan berbasis nilai dalam keluarga berkontribusi positif terhadap kemampuan reflektif remaja serta sikap dan perilaku seksual yang sehat. Sebaliknya, komunikasi yang normatif dan satu arah cenderung memperkuat stigma dan membatasi kapasitas remaja dalam mengambil keputusan yang tepat. Kajian ini merekomendasikan pentingnya intervensi berbasis keluarga yang memperkuat kapasitas komunikasi orang tua, dengan dukungan pendekatan digital yang adaptif dan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan reproduksi remaja.

Rusdianti, Dian; Lukman Hakim; Naila Amanyya Muhibin

Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital abad ke-21 menghadapi tantangan adaptasi teknologi, keterbatasan infrastruktur, dan metode konvensional. Diperlukan inovasi media pembelajaran interaktif untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 (berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi) dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadits, sembari mempertahankan nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan studi literatur (library research) dengan menganalisis referensi dari Al-Qur'an, Hadits, jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, dan buku. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan diolah melalui empat tahapan: pengumpulan, penyaringan, penyajian, dan verifikasi. Hasil dan Pembahasan ini menunjukkan Inovasi media pembelajaran Al-Qur'an Hadits di era digital mencakup e-book, aplikasi mobile (misalnya Learn Quran Tajwid, Muslim Pro), dan platform e-learning (seperti Lumio by Smart). Media efektif untuk keterampilan abad ke-21 meliputi animasi papan tulis, aplikasi literasi digital keislaman, dan model pembelajaran saintifik berbasis teknologi. Tantangan utama adalah keterbatasan infrastruktur dan pengembangan kurikulum yang relevan. Strategi yang diperlukan meliputi motivasi siswa, integrasi teknologi, penekanan nilai universal di sekolah; peran aktif orang tua di rumah; serta kemitraan masyarakat, kurikulum relevan, metode interaktif, pemanfaatan teknologi, dan pelatihan guru.

Manase Halitopo; Napius Kogoya; Laura Sansa Maitimu; Andinus Yanengga; Barton Wenda +4 more

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

LKP YHSUA Training Institute Self-Development is one of the course places for the Papuan people, which is located in the Pikhe, Wamena. This course provides places for Papuan people to develop their potential by offering courses and direct practices in the field. In contrast, one of the problems LKP YHSUA Training Institute Self-Development students face is a lack of understanding and motivation in learning English. As a solution to this problem, a Community Service socialization is designed for the collaboration of four basic English skills. The purpose of this socialization is to improve the students’ four English skills at LKP YHSUA Training Institute Self-Development. The method used in this socialization is the drill method. As a result of using the drill method, students of LKP YHSUA Training Institute Self-Development could develop their basic skills in English such as be able to listen, to speak, to read, and to write, even though they are not so passive in improving their skills, the drill method has encouraged their interest in using the four English skills.

Fusvita Sari

Tujuan dari artikel ini adalah untuk menjelaskan evolusi paradigma pembelajaran, sebuah konsep. Penerapan Pembelajaran Berbasis Teknologi dan Blended Learning sebagai Model Pembelajaran untuk Abad 21. Proses pembelajaran tidak terlepas dari interaksi dengan teknologi, khususnya teknologi berbasis internet. Pelajar saat ini adalah generasi milenial dan generasi Z yang sangat akrab dengan teknologi. Informasi dan komunikasi. Oleh karena itu, guru perlu mampu beradaptasi dengan situasi yang ada. Blended learning adalah pendekatan inovatif yang mengkombinasikan metode pembelajaran tatap muka dan daring, yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran di era digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan perkembangan paradigma pembelajaran, sebuah konsep. Penerapan Pembelajaran Berbasis Teknologi dan Blended Learning sebagai Model Pembelajaran di Abad 21. Proses pembelajaran tidak terlepas dari hubungan dengan teknologi, khususnya teknologi yang berbasis internet. Pelajar pada masa kini adalah generasi milenial dan generasi Z yang sangat akrab dengan teknologi. Informasi dan komunikasi. Oleh karena itu, pendidik  perlu mampu beradaptasi dengan situasi-situasi tertentu. Blended learning adalah pendekatan inovatif yang menggabungkan metode pembelajaran tatap muka dan daring, yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran di era digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami penerapan model blended learning di STAI Al-Azhary Mamuju dan dampaknya terhadap efektivitas pembelajaran serta pengembangan kompetensi siswa di abad 21. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang menganalisis data dengan menggunakan kuesioner dan wawancara.Studi ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran campuran secara signifikan meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa, sehingga berujung pada peningkatan hasil belajar. Di samping itu, model ini berkontribusi pada pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran blended learning tidak hanya mendukung peningkatan prestasi akademik tetapi juga mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan pekerjaan yang semakin yang kompetitif atau komplek.

Ismail, Syarof Nursyah; Arifin, Haris Nursyah

Abstract. This study specifically examines efforts to integrate Balinese culture and madrasah through digitalization, as well as the challenges and opportunities faced in this integration. There are issues in integrating Balinese culture and madrasahs, such as the influence of global culture that may reduce the interest of the younger generation in local traditions, as well as the digital divide that hinders the spread of information. Additionally, inaccurate information and reduced face-to-face interactions obstruct a deeper understanding of both cultures. The method used in this study is a descriptive qualitative approach with a case study design. The results of this study show that this interactive learning not only deepens students' understanding of intercultural tolerance but also connects local values with religious principles, such as helping one another in Islam. Despite facing challenges like limited digital skills and the technology access gap, digitalization also opens up opportunities for closer intercultural collaboration and wider, more effective information dissemination. Abstrak. Penelitian ini secara khusus menelaah upaya dalam mengintegrasikan budaya Bali dan madrasah melalui digitalisasi serta tantangan dan peluang yang dihadapi dalam mengintegrasikannya. Terdapat problematika dalam mengintegrasikan budaya Bali dan madrasah seperti pengaruh budaya global yang dapat mengurangi minat generasi muda terhadap tradisi lokal, serta kesenjangan akses teknologi yang menghambat penyebaran informasi. Selain itu, informasi yang tidak akurat dan berkurangnya interaksi tatap muka menghalangi pemahaman yang lebih dalam tentang kedua budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran interaktif ini tidak hanya memperdalam pemahaman siswa tentang toleransi antarbudaya, tetapi juga menghubungkan nilai-nilai lokal dengan prinsip-prinsip agama, seperti tolong-menolong dalam Islam. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterampilan digital yang terbatas dan kesenjangan akses teknologi, digitalisasi juga membuka peluang untuk kolaborasi antarbudaya yang lebih erat serta penyebaran informasi yang lebih luas dan efektif.

Dinil Arifah; Kholidah Nur; Amaliah Amaliah

Jurnal Ilmu Pendidikan 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Education in the era of globalization demands the development of students' social skills, including collaboration, to prepare them for the challenges of the 21st century. One effective method to train these skills is small group discussions, which encourage students to share ideas, listen to other perspectives, and reach consensus. This study aims to identify effective strategies in guiding small group discussions to improve student collaboration, focusing on the implementation of the Merdeka Curriculum. The research method used is qualitative descriptive with a case study design in one of the high schools that implements the Merdeka Curriculum. Data were collected through observation, interviews, documentation, and student collaboration questionnaires. The results of the study indicate that effective strategies include the use of open-ended questions, providing constructive feedback, and dividing roles in groups. In addition, the dynamics of small group discussions can be improved with good conflict management by teachers. This study also found that small group discussions can improve students' collaboration skills, which are reflected in communication, individual responsibility, and group decision making. Implications for the implementation of the Merdeka Curriculum show the importance of teacher training to improve the ability to guide small group discussions effectively. This study provides practical and theoretical contributions to the development of collaboration-based learning in Indonesia.

Musaddad, Ahmad

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi oleh pemimpin wanita dalam pendidikan Islam, khususnya di Madrasah Aliyah, yang sering dihadapkan pada stereotip gender dan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kepemimpinan transformasional dan partisipatif oleh Dwi Lisa Yudhistira, S.Pd., di Madrasah Aliyah Al-Falah dan memahami dampaknya terhadap kualitas pendidikan di madrasah tersebut. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional Dwi Lisa, yang berfokus pada visi, inspirasi, dan motivasi, berhasil menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan kolaboratif. Pendekatan partisipatifnya meningkatkan kolaborasi dan rasa memiliki di antara guru, staf, dan siswa. Meskipun menghadapi stereotip gender, Dwi Lisa mampu mengatasinya melalui konsistensi kinerja dan inovasi, termasuk integrasi teknologi dan diversifikasi program ekstrakurikuler. Penelitian ini memberikan wawasan praktis tentang peran kepemimpinan wanita dalam pendidikan Islam dan dapat menjadi referensi bagi institusi lain dalam mengembangkan kepemimpinan yang efektif dan inklusif.

Jingga Pramesti Pujianingsih; Raditya Bagus Jati Wibowo; Rizqan Rusnamba Prandika; Endrise Septina Rawanoko

Upacara bendera di sekolah dasar memiliki peranan penting dalam menanamkan sikap nasionalisme pada siswa. Penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan upacara bendera secara rutin dapat membantu peserta didik memahami dan tanah air dan penghargaan terhadap keragaman budaya. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pengalaman langsung dalam menaati aturan, seperti berpakaian rapi dan berperilaku disiplin, yang merupakan bagian dari pembentukan karakter yang bertanggung jawab dan disiplin. Namun, tantangan yang dihadapi adalah penurunan semangat nasionalisme dikalangan generasi muda, termasuk siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, kolaborasi antara guru, keluarga, dan pihak sekolah sangat diperlukan untuk mengembangkan program yang dapat menguatkan jiwa nasionalisme secara berkelanjutan. Guru berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai ini melalui pendekatan pembelajaran yang relevan, baik di dalam maupun di luar kelas. Saran untuk kepala sekolah dan pengajar adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang penanaman sikap nasionalisme, serta memberikan motivasi kepada siswa mengenai pentingnya pelaksanaan upacara bendera. Dengan demikian, diharapkan siswa dapat menunjukkan sikap dan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari, yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan karakter yang bermoral.