Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-20 of 144

Analytics

Lupita Dwi Ayu Khoirunnisyak; Durinda Puspasari; Ady Pratama Sanjaya

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

  Manajemen perbekalan bahan baku menentukan kontinuitas produksi, mutu produk, dan efisiensi biaya pada industri pangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik perencanaan kebutuhan, pengadaan, penerimaan, pengendalian mutu, pemakaian, dan evaluasi bahan baku pada Bakpia Java Yogyakarta serta merumuskan perbaikan sistem yang dapat diterapkan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, diskusi dengan perwakilan perusahaan, observasi proses produksi, dan dokumentasi transkrip kegiatan lapangan. Data dianalisis melalui reduksi, pengodean tematik, penyajian pola, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan beberapa praktik yang mendukung ketahanan pasokan, yaitu penggunaan lebih dari satu pemasok, pemeriksaan sampel, penyortiran bahan baku, mekanisme penggantian bahan yang tidak sesuai, serta substitusi terbatas antara kacang hijau lokal dan impor ketika terjadi gangguan pasokan. Pembagian kerja produksi dan pengawasan oleh pemimpin setiap bagian juga membantu menjaga kesesuaian proses dengan standar perusahaan. Namun, perencanaan kebutuhan masih dominan berbasis pengalaman, dokumentasi penilaian pemasok belum terstandardisasi, dan belum ditemukan penerapan pencatatan stok digital, titik pemesanan kembali, persediaan pengaman, serta pengukuran akurasi stok secara periodik. Penelitian merekomendasikan penerapan kartu spesifikasi bahan, scorecard pemasok, pencatatan stok digital, prinsip FEFO, peramalan sederhana, serta penetapan safety stock dan reorder point setelah data pemakaian dan lead time tersedia. Temuan menegaskan bahwa ketahanan pasokan yang telah terbentuk perlu diperkuat dengan sistem informasi dan indikator pengendalian yang terukur. Kata Kunci: Manajemen Perbekalan,  Persediaan Bahan Baku, Pemasok, Kontinuitas Produksi, Industri Pangan

Mochammad Hatta Setianto; Siti Fitriah; Eka Rizqi Amelia; Nio Julung Sadewa; Moh. Yoga Khoirul Izzam +2 more

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Perubahan iklim menjadi ancaman serius bagi sistem pangan global, terutama produksi padi sebagai sumber pangan utama bagi lebih dari tiga miliar penduduk dunia. Banjir, kekeringan, dan suhu ekstrem menyebabkan penurunan produktivitas serta meningkatkan kerentanan petani kecil. Meskipun berbagai inovasi pemuliaan padi telah dikembangkan, kajian sebelumnya masih bersifat lokal dan fragmentaris sehingga belum memberikan gambaran menyeluruh mengenai kontribusinya terhadap produktivitas, ketahanan pangan, dan kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan menelaah secara sistematis bukti empiris mengenai peran pemuliaan padi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan keberhasilan adopsi varietas unggul dalam menghadapi perubahan iklim. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan protokol PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus, Web of Science, PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, dan Google Scholar untuk periode 2015–2025. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dievaluasi menggunakan MMAT 2018 dan dianalisis melalui thematic analysis berbantuan NVivo 14. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pemuliaan padi mampu meningkatkan produktivitas melalui hibridisasi, marker-assisted breeding, dan gene pyramiding, serta memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan varietas toleran cekaman abiotik dan biofortifikasi gizi. Selain itu, pemuliaan partisipatif terbukti mempercepat adopsi varietas dan eningkatkan kesejahteraan rumah tangga petani. Literatur juga menunjukkan pergeseran paradigma menuju resilience breeding yang mengintegrasikan aspek agronomis, molekuler, sosial, dan ekonomi. Kata Kunci : Pemuliaan padi, Ketahanan pangan, Perubahan iklim, Kesejahteraan petani, Systematic Literature Review

Ismayanti; Agus Sjafari

Jurnal Ilmu Administrasi Negara 2026 Universitas Mbojo Bima

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan pengelolaan pengembangan cadangan pangan daerah di Kota Serang dengan menggunakan model evaluasi kebijakan menurut Badjuri dan Yuwono (2002) dalam Nurcholis (2007) yang terdiri atas empat dimensi yaitu: (1) Input; (2) Process; (3) Outputs; (4) Outcomes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif Pengumpulan data dilakukan dengan observasi non partisipasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis data interaktif dari Miles, Huberman, dan Saldana (2014) yaitu Pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan Kebijakan Pengelolaan Pengembangan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah di Kota Serang dievaluasi belum mencapai hasil yang optimal, Pada dimensi input, yaitu lemahnya perencanaan anggaran pelaksanaan kebijakan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) Kota Serang, lemahnya fragmentasi pada tim pelaksanaan kebijakan CPPD Kota Serang serta lemahnya pengaturan kebijakan CPPD Kota Serang. Pada dimensi process, yaitu lemahnya aspek perencanaan anggaran dan pengelolaan sumber daya. Pada dimensi Outputs, yaitu adanya tidaktepatan sasaran serta terdapat kelompok sasaran yang belum menerima bantuan CPPD Kota Serang. Pada dimensi Outcomes, yaitu belum terlihatnya perubahan jangka panjang terhadap Bantuan CPPD Kota Serang karena bantuan beras CPPD lebih berperan sebagai intervensi sementara dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan rumah tangga akibat terdampak bencana.

Abul A’la Al-Maududi; Andi Muhammad Rizky; Daffa Magodang Pandjaitan; Sri Maziyyah; Naufa Nuraniyyah Ayudina

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Pertanian adalah sebuah sektor yang memiliki peran yang penting dalam kehidupan manusia, karena berfungsi sebagai penyedia pangan, sumber mata pencaharian, serta penunjang kesejahteraan masyarakat. Dalam perspektif Islam, pertanian tidak hanya dipandang sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai bentuk ibadah dan amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pertanian dalam Islam, ruang lingkupnya, serta urgensinya dalam mendukung kesejahteraan dan keberlanjutan lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif melalui studi berbagai literatur ilmiah, buku, jurnal, dam sumber-sumber terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam mengatur berbagai aspek pertanian, meliputi budidaya dan produksi pertanian, pengelolaan sumber daya alam, aspek sosial ekonomi melalui zakat dan muamalah, serta penyediaan pangan dan obat-obatan. Islam menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana, adil, dan berkelanjutan, serta mendorong praktik pertanian yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Selain itu, zakat pertanian dan sistem muamalah seperti muzara’ah, mukhabarah, dan musaqah berperan dalam meningkatkan kesejahteraan petani serta mengurangi kesenjangan sosial. Dengan demikian, prinsip-prinsip Islam dibidang pertanian dapat mendorong pengembangan ketahanan pangan, keberlangsungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Nisfuh; Syahla Ghaziyah Salsabila; Akhmad Dasuki

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Artikel ini mengkaji fenomena biologis dan ekologis yang terkandung dalam QS. Al-A'raf [7]:133 dan QS. Yusuf [12]:43 melalui pendekatan tafsir sains (tafsir 'ilmi). Kedua ayat tersebut menyebutkan makhluk-makhluk berupa belalang (jarad), kutu/hama kecil (qummal), katak (dhafadi'), dan sapi (baqarat) yang memiliki dimensi saintifik mendalam. Dengan menggunakan metode deskriptif-analitis dan pendekatan integratif antara teks Al-Qur'an dan ilmu pengetahuan modern, kajian ini menemukan bahwa keempat organisme tersebut tidak sekadar simbol azab ilahi, melainkan representasi nyata dari bencana biologis yang berdampak serius terhadap ekosistem, ketahanan pangan, dan kesehatan manusia. Penelitian ini juga mengintegrasikan data empiris tentang hama pertanian di Indonesia sebagai konteks kekinian. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur'an secara implisit mengandung wawasan ekologis yang relevan untuk memahami krisis lingkungan dan ketahanan pangan kontemporer

Susilawati Cicilia Laurentia; Appolinaris Didien Trimartinni; Kemmala Dewi; Aris Krisdiyanto; Pipit Skriptianata Putra Pranida +2 more

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi petani di Desa Sawit, Kabupaten Magelang, seperti meningkatnya biaya produksi, kesulitan pengendalian hama, dan degradasi lingkungan akibat penggunaan bahan kimia sintetis yang berlebihan. Program ini memperkenalkan Biosaka, sebuah teknologi pertanian inovatif yang memanfaatkan rumput dan dedaunan lokal untuk menghasilkan larutan elisitor yang mampu meningkatkan ketahanan dan pertumbuhan tanaman. Melalui pelatihan partisipatif dan praktik langsung, para petani diajarkan prinsip, proses pembuatan, dan metode aplikasi Biosaka. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan petani, dengan 85% peserta berhasil memproduksi dan mengaplikasikan Biosaka secara mandiri. Inisiatif ini berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan pada input sintetis, menurunkan biaya produksi, mendorong keberlanjutan lingkungan, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam di kalangan petani.

Purwoko, Herman; Tumanggor, Benelekser; Supriatna, Dahlan; Purwoko Putro, Herman; Tumanggor, Benelekser +1 more

JUISI : Jurnal Ilmiah Sistem Informasi 2026 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Tanaman padi merupakan salah satu komoditas pangan utama di dunia yang memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan global. Namun, produktivitas tanaman padi seringkali terganggu oleh berbagai penyakit daun yang dapat menurunkan kualitas dan hasil panen secara signifikan. Deteksi penyakit secara dini menjadi langkah penting untuk mengendalikan penyebaran penyakit tersebut. Metode konvensional yang mengandalkan pengamatan manual memiliki keterbatasan dalam hal kecepatan, akurasi, serta ketergantungan terhadap keahlian manusia. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem deteksi otomatis yang mampu mengidentifikasi penyakit secara cepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model deteksi penyakit daun padi menggunakan metode YOLO (You Only Look Once) berbasis Deep Learning. Dataset yang digunakan diperoleh dari Kaggle yang terdiri dari citra daun padi dengan anotasi bounding box. Proses penelitian meliputi tahap pengumpulan data, preprocessing, pelatihan model, serta evaluasi performa. Model dilatih menggunakan optimizer Stochastic Gradient Descent (SGD) dengan parameter tertentu untuk memperoleh hasil yang optimal. Evaluasi kinerja model dilakukan menggunakan metrik mean Average Precision (mAP), precision, dan recall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model YOLO mampu mendeteksi penyakit daun padi dengan tingkat akurasi yang tinggi serta waktu deteksi yang relatif cepat. Hal ini menunjukkan bahwa metode YOLO efektif untuk diterapkan dalam sistem pertanian cerdas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan teknologi deteksi penyakit tanaman berbasis kecerdasan buatan.

iswanto, dais

Jurnal Tifa Medika 2026 Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih Jayapura

Household food security and nutrition are crucial determinants of public health, especially in regions with limited access to high-quality animal protein. This study aims to analyze the impact of organic chicken farming and maggot utilization on household food security and family nutrition in Jayapura, Papua. An exploratory case study with a mixed-method approach was used, involving observation, in-depth interviews, and documentation. The findings revealed that maggot-based feed significantly improved chicken growth, health, and egg production while reducing feed costs. Families experienced improved protein intake, reduced food expenditure, and additional income from the sale of eggs, maggots, and compost. Furthermore, the integration of maggot farming into organic poultry systems supported waste management and environmental sustainability through a circular economy model. This research implies that maggot-based organic farming can be replicated as a sustainable community food security strategy in similar regions across Papua and Indonesia.

Derta Nur Anita; Ni Kadek Intan Rospita Yanti; Nanda Putri Aminati; Fatimah Azzahra; Ade Liya Retno Wulandari +21 more

Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat 2026 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

The high dependence of national food on imported commodities, especially wheat, creates vulnerabilities in the aspect of National Food Security. This study examines the position and role of Modified Cassava Flour (Mocaf) Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Padi Village as a pillar of local food diversification and its implications from the perspective of Constitutional Law (HTN) on the internal sector (community, MSMEs, and Village Government). Mocaf, as a gluten-free cassava derivative product, has the potential to be a substitute for wheat flour. The research method used is Empirical Normative Law with a conceptual and legislative approach, reinforced by primary data regarding the operational model of MSMEs in Padi Village. The results of the study indicate that Mocaf MSMEs at the village level act as strategic legal subjects in realizing Article 33 paragraph (3) of the 1945 Constitution (UUD 1945) and Law Number 18 of 2012 concerning Food. The implications of HTN are seen in the need for regulatory harmonization and strengthening village autonomy through budget policies and assistance that ensure the sustainability of production and marketing. The position of MSMEs demands stronger recognition of the internal role of villages in the national food governance structure.

Ulya, Iza Nikmatul; Nugroho, Sigit Sapto; Subadi, Subadi

DINAMIKA HUKUM 2026 Universitas Stikubank

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Ngawi Nomor 13 Tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani serta mengidentifikasi faktor penghambat pelaksanaannya dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris yang mengkaji hukum tidak hanya sebagai norma tertulis, tetapi juga sebagai praktik pelaksanaannya dalam masyarakat. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan aparatur Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi, penyuluh pertanian, serta petani. Selain itu, penelitian juga menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan berupa peraturan perundang-undangan, buku, jurnal ilmiah, serta dokumen resmi pemerintah daerah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan membandingkan ketentuan hukum dengan kondisi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan telah dilaksanakan melalui beberapa program perlindungan dan pemberdayaan petani, seperti bantuan sarana produksi berupa benih unggul, pupuk bersubsidi, alat dan mesin pertanian, pelaksanaan program Asuransi Usaha Tani Padi, perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan, penyediaan sarana dan prasarana pertanian, serta kegiatan pelatihan dan penyuluhan bagi petani. Namun pelaksanaan kebijakan tersebut masih menghadapi beberapa hambatan, antara lain belum diterbitkannya Peraturan Bupati sebagai regulasi turunan, keterbatasan anggaran daerah, rendahnya partisipasi petani, serta koordinasi antarinstansi yang belum optimal sehingga pelaksanaan kebijakan belum berjalan secara maksimal dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

Ayyi Afifah; Devi Novita Sari; Siti Nurlaila; Dilla Erlianti

Jurnal Media Administrasi 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Food security is a complex issue closely related to various aspects such as agriculture, nutrition, health, and the environment. In the context of global development, food security is an integral part of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 2: Zero Hunger. This study aims to analyze the implementation of food security policies in supporting the achievement of the SDGs and to identify the factors that hinder the successful implementation of these policies. This research uses a qualitative approach with a literature study method, examining various secondary data sources including books, journal articles, laws and regulations, official government reports, mass media, and relevant online publications. The results show that the Indonesian government has undertaken various efforts to achieve food security through strengthening regulations, starting from Law Number 18 of 2012, Government Regulation Number 17 of 2015, and Presidential Regulation Number 125 of 2022. These efforts are supported by increased budget allocation, local wisdom-based food diversification programs, food estate programs, and strengthening national food reserves through cross-sectoral coordination. However, the implementation of these policies still faces four structural constraints, namely high population growth, the conversion of agricultural land, the impact of climate change on agricultural productivity, and low interest among the younger generation, which threatens farmer regeneration. The implications of this study indicate that the successful implementation of food security policies in supporting the achievement of the SDGs requires comprehensive, sustainable strategies and effective cross-sector collaboration.

Sarwo Sikam

RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan 2026 Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

The increasing demands of global trade, the risk of transboundary diseases, and the stringency of sanitary and phytosanitary (SPS) standards require a more integrated, transparent, and risk-based national quarantine system. The partial readiness of digital systems and traceability mechanisms has the potential to weaken Indonesia’s food security and export competitiveness toward the vision of Golden Indonesia 2045. This study aims to analyze the strategic role of the quarantine system in national development, identify institutional and technical root problems, and formulate the most concrete and feasible policy alternatives. The method used is policy analysis with a multi-criteria analysis (MCA) approach to compare several solution alternatives based on effectiveness, efficiency, technical aspects, and political feasibility. The results indicate that the digital transformation of the national quarantine system based on traceability and risk-based intelligence is the most superior policy option, as it can simultaneously address data fragmentation, improve service efficiency, and strengthen biosecurity surveillance. This study recommends the development of a Quarantine Super App, full implementation of e-certification, integration with the National Logistics Ecosystem and Customs, and the strengthening of an artificial intelligence-based risk profiling system. Gradual implementation accompanied by performance indicator-based evaluation is key to the success of the policy in enhancing national food security and export competitiveness.

Rifda Nur Azkiyah

RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan 2026 Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Women Farmer Groups play an important role in strengthening household food security, yet limited food diversity remains a challenge in rural communities. This study analyzes the empowerment process of the Melati Women Farmer Group (KWT Melati) through an integrated farming program in improving household food security in Sarengkol Hamlet, Sukagalih Village, Sukaratu District, Tasikmalaya Regency. The research employed a qualitative descriptive method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The findings show that the empowerment process was participatory, gradual, and sustainable, implemented through five stages. The enabling stage expanded women’s access and participation through social support and extension facilitation. The empowering stage strengthened technical and organizational capacities as well as women’s roles in decision-making. The protecting stage was reflected in social solidarity and mutual cooperation as informal protection. The supporting stage appeared through continuous assistance and community support. The maintaining stage indicated organizational independence despite reduced external aid. The study concludes that empowerment through integrated farming strengthens household food security based on social capital and women’s autonomy.

Abas, Mamat; Frans Mitran Ajami; Risti Ristianingsih Badu; Ukhti Nurfajriah Sasmita Ijonu

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Desa Suka Makmur di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo merupakan wilayah beriklim panas dengan kondisi permukiman yang cenderung gersang akibat minimnya pemanfaatan pekarangan rumah. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai teknologi budidaya sederhana menyebabkan pekarangan dibiarkan kosong dan tidak memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan melalui penerapan teknologi hidroponik Nutrient Film Technique (NFT) sebagai upaya penghijauan lingkungan dan penguatan ketahanan pangan lokal. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan perakitan instalasi hidroponik, serta praktik budidaya langsung. Pelaksanaan program menghasilkan peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat secara signifikan, ditandai dengan kemampuan warga merakit sistem NFT, mengelola nutrisi, serta memelihara tanaman hingga masa panen. Selain itu, pekarangan warga mulai mengalami perubahan menjadi ruang hijau produktif yang mampu menurunkan kesan gersang pada lingkungan permukiman. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi hidroponik dan pendekatan pemberdayaan masyarakat efektif dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau, meningkatkan kemandirian pangan, serta mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pemanfaatan pekarangan secara berkelanjutan.

Prisca Ayu Nabila Ramadhanty; Dini Ririn Andrias

Inovasi Kesehatan Global 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Background: The postpartum period is a critical phase requiring optimal nutritional intake for maternal recovery and ensuring the quality of breast milk. In densely populated urban areas such as Semampir District, dietary quality is often influenced by the level of nutrition knowledge and household economic conditions. Objective: This study aims to analyze the relationship between nutrition knowledge and household food security with dietary quality among postpartum mothers in Semampir District, Surabaya. Methods: This was an observational analytical study with a cross-sectional design. A total of 340 postpartum mothers were selected using simple random sampling. Nutrition knowledge was measured through a structured questionnaire, food security was assessed using the Household Food Insecurity Access Scale (HFIAS), and dietary quality was measured using the 3-level Balanced Diet Index derived from 24-hour food recall data. Data were analyzed descriptively and through the Chi-Square correlation test. Results: The findings indicated that the majority of respondents possessed a good level of nutrition knowledge (average correct answers >75%), with the highest score in anemia prevention (81.2%) and the lowest in the functional role of Vitamin A (75.9%). Dietary quality assessment revealed that most respondents were in the [Select: Moderate/Poor] category based on IGS scores. Bivariate analysis showed a significant relationship (p < 0.05) between both nutrition knowledge and household food security with the dietary quality of postpartum mothers. Conclusion: Good nutrition knowledge and stable food security contribute positively to the dietary quality of postpartum mothers. Targeted nutritional education regarding micronutrients and strengthening food access at the household level are essential to optimize maternal health during the postpartum period in urban settings.

Hubertus Noventino Manis; Nunsio Handrian Meylano; Viktor Eko Transilvanus

Jurnal Projemen UNIPA 2026 Universitas Nusa Nipa Maumere

The State Logistics Agency (Bulog) plays a strategic role in maintaining national food security by stabilizing the prices and availability of staple food commodities. Amidst increasingly fierce market competition and changing consumer behavior, the Maumere branch of Bulog faces challenges in increasing commercial commodity sales without neglecting its public function. This study aims to analyze the marketing strategy implemented by Bulog Maumere to increase food commodity sales, as well as identify obstacles and improvement efforts. Using a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and documentation, the findings indicate that Bulog Maumere's marketing strategy integrates the 4Ps of the marketing mix—product, price, place, and promotion—through expanded distribution channels (RPK, traditional markets, government agencies), market operations (SPHP, the Affordable Food Movement), and collaboration with local partners. This strategy is effective in increasing sales volume and accelerating stock turnover, although it remains hampered by reliance on government assignments, lengthy bureaucratic procedures, and distribution delays. Key recommendations include strengthening commercial sales, optimizing digital marketing, and improving operational efficiency. The results of this study provide a practical contribution to the development of marketing strategies for public food institutions in the archipelago.

Indira Oktavianti; Lailatus Sa’adah; Ibrahim Ibrahim

Ekspresi : Publikasi Kegiatan Pengabdian Indonesia 2026 Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Almost all formal workers dedicate all their time and energy to their companies during their productive years. As a result, it is very difficult for workers to start other businesses besides their formal jobs. Without the skills and strategies for entrepreneurship, many workers find it difficult to survive when they reach retirement age. From a sustainable human resource management perspective, the retirement preparation period (MPP) is a strategic phase for maintaining the social welfare of employees and taking preventive measures to address post-retirement social issues such as decreased productivity, economic dependence, and individual social roles. For employees who will enter retirement age in the next two years, PT. Sindopex Perotama regularly conducts MPP training. This year, the MPP training was themed “food security to achieve food self-sufficiency in retirement.” PT. Sindopex Perotama collaborated with LS Farm, Trawas Eduwisata Center (TEC), and a team from KH. A. Wahab Hasbullah University (UNWAHA) Jombang as part of the Tridharma community service program. This activity was achieved by applying the results of evaluations from observations of previous activities so that it was on target through proper planning (identifying needs in collaboration with partners), implementing activities, and providing direct assistance at the activity location. This program is expected to bring about social change, such as greater social welfare for employees approaching retirement age, greater economic independence in terms of food, and greater awareness of the role of retirees in maintaining food availability and social harmony in their neighborhoods. In addition, this program demonstrates sustainable human resource management practices in companies that care about the welfare of their employees until they retire.

Udin, Dwi Alfin; Ikerismawati, Senja

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Mutu dalam pengolahan pangan menjadi hal penting untuk menjamin produk yang aman, higienis, dan berkualitas. Suatu produk dikatakan bermutu apabila mampu memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh pihak terkait dalam hal ini adalah Standar Nasional Indonesia (SNI). Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kualitas kimia dari produk kupang krispi yang dihasilkan oleh UD. Bunda Foods, dengan menitikberatkan pada tiga parameter utama yaitu kadar air, kadar abu, dan kadar protein. Kupang krispi dipilih sebagai bahan uji karena merupakan inovasi olahan hasil laut yang memiliki nilai gizi tinggi serta daya simpan yang baik, sehingga potensial dijadikan produk camilan unggulan. Metodologi penelitian mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 8272:2016 tentang kerupuk ikan, mengingat belum tersedia standar khusus untuk kupang krispi. Pengujian kadar air menggunakan metode gravimetri, analisis kadar abu dilakukan melalui proses pembakaran pada suhu 550°C, dan pengukuran kadar protein menggunakan metode Kjeldahl. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar air berada pada rata-rata 6,75%, kadar protein mencapai 19,20%, dan kadar abu sebesar 2,5%. Jika dibandingkan dengan ketentuan dalam SNI, kadar air dan protein telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan, namun kadar abu jauh melebihi batas maksimal yang diperbolehkan sebesar 0,2%. Kupang krispi memiliki mutu kimia yang baik dari sisi nutrisi dan ketahanan produk, namun masih diperlukan perbaikan terutama dalam mengendalikan kadar abu yang tinggi. Oleh karena itu, peningkatan sanitasi dalam proses produksi dan pemilihan bahan baku yang lebih bersih menjadi penting agar produk dapat memenuhi standar nasional secara menyeluruh dan mampu bersaing secara optimal di pasar.

Samsu Nurfalah; M Irfan Fahmi Hukmi; Indra Purwana; Ahdan Ahdan

Jurnal Pengabdian Sosial 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This community service program was carried out in Karangharja Village with the aim of strengthening environmental awareness, promoting tree-planting initiatives, and establishing the foundation for household-level food security. The program employed the Asset Based Community Development (ABCD) approach through the stages of discovery, dream, design, define, and destiny, ensuring that all activities were rooted in local potential and community participation. The results indicate an increase in residents’ involvement in reforestation, productive home-garden utilization, and stronger collaboration between village authorities, farmer groups, Islamic educational institutions, and local community organizations. Furthermore, the community began forming self-help groups to ensure sustainability, while Islamic-value-based environmental education successfully encouraged behavioral changes and early ecological awareness among children. These findings confirm that the ABCD approach is effective in enhancing community-based food security and environmental awareness.

Deviana Putri Alamanda; Nurizzatil Ramadhani; Emilianti Dewi Ponidi; Marva Dosi Januarta; Ziyad Hibatullah

Jurnal Inovasi Ekonomi Syariah dan Akuntansi 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

This study investigates the implementation of the food security program and the establishment of independent economic pillars in Patempuran Village, Kalisat, Jember, by focusing on the central role of the Patempuran Sejahtera Village-Owned Enterprise (BUMDes). Using a qualitative approach with a case study design, this study explores the strategies, achievements, and challenges of program implementation in integrating two of the village's main agricultural potentials: soybean cultivation and livestock. The core finding is the formation of an Integrative Management Model in which the BUMDes acts as the primary institutional driver, synergizing the soybean and livestock sectors. The BUMDes successfully fulfills its dual function: as an economic institution (generating a net profit of approximately IDR 9 million from 1.8 hectares of soybean cultivation) and as a social institution empowering the community through job creation and additional income. This success is closely linked to the high level of active community participation, in line with Stakeholder Theory in strengthening legitimacy and a sense of shared ownership. However, implementation faces significant challenges, including irrigation constraints in hilly areas, livestock health risks, and a manual financial recording system (based on a simple Excel spreadsheet), which limits managerial capacity and full accountability. This study recommends immediate modernization of the accounting system, strategic investment in irrigation infrastructure, and strengthening intensive technical assistance to ensure long-term sustainability and equitable partner productivity.