SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

35,802 articles from 393 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-20 of 96

Analytics

Udin, Dwi Alfin; Ikerismawati, Senja

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Mutu dalam pengolahan pangan menjadi hal penting untuk menjamin produk yang aman, higienis, dan berkualitas. Suatu produk dikatakan bermutu apabila mampu memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh pihak terkait dalam hal ini adalah Standar Nasional Indonesia (SNI). Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kualitas kimia dari produk kupang krispi yang dihasilkan oleh UD. Bunda Foods, dengan menitikberatkan pada tiga parameter utama yaitu kadar air, kadar abu, dan kadar protein. Kupang krispi dipilih sebagai bahan uji karena merupakan inovasi olahan hasil laut yang memiliki nilai gizi tinggi serta daya simpan yang baik, sehingga potensial dijadikan produk camilan unggulan. Metodologi penelitian mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 8272:2016 tentang kerupuk ikan, mengingat belum tersedia standar khusus untuk kupang krispi. Pengujian kadar air menggunakan metode gravimetri, analisis kadar abu dilakukan melalui proses pembakaran pada suhu 550°C, dan pengukuran kadar protein menggunakan metode Kjeldahl. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar air berada pada rata-rata 6,75%, kadar protein mencapai 19,20%, dan kadar abu sebesar 2,5%. Jika dibandingkan dengan ketentuan dalam SNI, kadar air dan protein telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan, namun kadar abu jauh melebihi batas maksimal yang diperbolehkan sebesar 0,2%. Kupang krispi memiliki mutu kimia yang baik dari sisi nutrisi dan ketahanan produk, namun masih diperlukan perbaikan terutama dalam mengendalikan kadar abu yang tinggi. Oleh karena itu, peningkatan sanitasi dalam proses produksi dan pemilihan bahan baku yang lebih bersih menjadi penting agar produk dapat memenuhi standar nasional secara menyeluruh dan mampu bersaing secara optimal di pasar.

Yosian Bagas Mahendra Febriansyah; Arif Rahman Saleh; Sigit Mujiarto

Mars: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer 2025 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Salah satu bentuk pengolahan limbah menjadi energi yang berasal dari limbah padat perkotaan adalah sampah bahan bakar turunan atau Refuse Derived Fuel (RDF). Terdapat berbagai teknologi pengeringan yang biasanya digunakan untuk pengeringan RDF. Contoh penerapannya adalah oil tube rotary dryer sebagai alternatif dari steam tube rotary dryer karena sejumlah alasan utama. Pertama, penggunaan oil engine sebagai material penghantar panas tidak membutuhkan tekanan tinggi seperti pada steam tube rotary dryer sehingga komposisi desain yang tidak serumit steam tube rotary dryer. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perancangan dan analisis kekuatan struktur mesin oil tube rotary dryer yang dilakukan melalui software Solidworks. Cara kerja mesin dimulai dari pemanasan thermal oil di unit pemanas hingga mencapai suhu operasi yang diinginkan. Oil panas kemudian disirkulasikan secara tertutup ke dalam tube di dalam drum pengering. Pada saat yang sama, RDF dengan kadar air awal 55% dimasukkan melalui inlet housing ke dalam shell. Suhu yang bekerja pada oil untuk memanaskan sekitar 150°C, jumlah total tube 65 buah berdiameter 1,25 inch, dan panjang pipa 10 m yang tersusun di dalam shell. Hasil analisis struktur mesin oil tube rotary dryer berdasarkan simulasi didapatkan stress (von mises) dengan nilai tertinggi 9,371 × 108 N/m^2. Sedangkan nilai terendah 9,628 × 103 N/m^2. Nilai tertinggi dari hasil simulasi tersebut terjadi pada sudut tajam bagian support roller yang tidak terdapat kontak, sehingga hal ini dapat diabaikan karena merupakan stress singularity. Hasil simulasi displacement  dengan  nilai tertinggi 1,026 × 101 N/m^2. Sedangkan nilai terendah 1,000 × 10-30 N/m^2. Nilai tertinggi dari hasil simulasi tersebut merupakan penerapan dari gaya centrifugal yang terjadi pada drum/shell rotary. Hasil simulasi Safety factor yaitu mengacu pada rata-rata probe result adalah 2,3. Sehingga dari hasil simula

Al Firdaus, Nazarian Azmi

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Tanah ekspansif merupakan jenis tanah bermasalah yang memiliki potensi mengembang dan menyusut secara signifikan akibat perubahan kadar air, sehingga dapat menimbulkan kerusakan pada struktur perkerasan jalan, pondasi bangunan, maupun infrastruktur lainnya. Upaya stabilisasi kimia merupakan metode yang umum digunakan untuk meningkatkan sifat teknis tanah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas campuran semen dan magnesium carbonate (MgCO₃) dalam meningkatkan karakteristik fisik dan mekanis tanah ekspansif. Metodologi penelitian mencakup pengambilan sampel tanah ekspansif dari lapangan, pengujian sifat fisik serta pengujian mekanis meliputi uji pemadatan dan uji CBR. Variasi campuran semen sebesar 5% dan MgCO₃ sebesar 5-15% dari berat kering tanah. Hasil penelitian menunjukkan penambahan semen dan MgCO₃ mampu menurunkan plastisita, meningkatkan kepadatan dan nilai CBR secara signifikan dibandingkan kondisi tanah asli. Variasi paling efektif diperoleh pada 5% semen dan 15% MgCO₃ dengan nilai CBR unsoaked sebesar 16,35% dan CBR soaked sebesar 7,13%. Hasil ini menunjukkan MgCO₃ berperan sebagai aktivator mineral yang mempercepat reaksi pozzolanik dan meningkatkan pembentukan matriks pengikat pada butiran tanah. Campuran semen dan MgCO₃ dapat menjadi alternatif bahan stabilisasi yang efektif untuk perbaikan tanah ekspansif.

Ilminingtyas WH, Dyah Ilminingtyas WH; Artiningsih, Ni Komang Ayu; Sandy, Addin Kurnia

Jurnal Agrifoodtech 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Formalin adalah zat kimia berbahaya yang sering digunakan secara ilegal untuk mengawetkan ikan dan mencegah pembusukan. Kehadiran formalin dalam makanan dapat berdampak negatif pada kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji berapa banyak kadar air dan keberadaan formalin pada ikan teri yang dijual di Pasar Boja Kabupaten Kendal. Bahan penelitian yang digunakan adalah ikan teri dengan  jenis ikan teri asin, ikan teri cop, dan ikan teri tawar. Analisis kadar air dilakukan dengan metode gravimetri, dan analisis kandungan formalin dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan tes kit formalin yang menghasilkan perubahan warna, sehingga dapat diketahui kandungan formalin apakah positif atau negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel ikan teri yang diuji menunjukkan nilai rata-rata kadar air berkisar antara 19,031%-31,358%. sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) Ikan Teri Asin Kering (SNI 8273-2016) dengan kadar air maksimal 40%. Hasil uji formalin menunjukkan bahwa sampel ikan teri yang dijual di Pasar Boja Kabupaten Kendal tidak mengandung formalin, karena tidak adanya perubahan warna setelah dilakukan pengujian menggunakan tes kit formalin yang mengindikasikan bahwa ikan teri yang dijual di Pasar Boja Kabupaten Kendal sangat aman untuk dikonsumsi.

Stephen, Stephen Davtaniel Brenario; Tahara, Talitha Azmi; Boangmanalu, Tania Roitona; Safitri, Tyara Dewi

Jurnal Agrifoodtech 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Frozen food merupakan salah satu jenis produk pangan yang digemari masyarakat modern karena daya simpan yang lama dan kemudahan dalam penyajian. Namun, proses pembekuan konvensional dengan suhu tinggi dapat menurunkan kandungan nutrisi dan kualitas sensorik produk. Oleh karena itu, teknologi non-termal seperti High Pressure Processing (HPP) menjadi solusi inovatif untuk mempertahankan kualitas nutrisi dan sensorik makanan beku tanpa perlu pemanasan tinggi. Artikel ini bertujuan mengkaji potensi penerapan teknologi HPP pada Frozen food untuk meningkatkan kualitas dan keamanan produk. Metode kajian dilakukan melalui telaah pustaka dari berbagai penelitian terkini yang membahas prinsip kerja, efektivitas, serta dampak HPP terhadap karakteristik fisik, kimia, dan mikrobiologis bahan pangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa HPP mampu menonaktifkan mikroorganisme patogen dan pembusuk pada tekanan 200–600 MPa tanpa merusak komponen sensitif seperti vitamin, protein, dan pigmen alami. Namun, dampak HPP sangat bergantung pada karakteristik bahan pangan, seperti kadar air, jenis protein, dan kandungan lemak. Beberapa bahan seperti daging menunjukkan perubahan warna dan tekstur akibat denaturasi protein, sementara bahan rendah lemak lebih rentan terhadap oksidasi pigmen. Simpulan dari kajian ini adalah bahwa HPP merupakan teknologi non-termal yang efektif dan fleksibel untuk aplikasi pada frozen food , dengan catatan perlunya penyesuaian parameter proses sesuai karakteristik produk untuk mengoptimalkan hasil akhir.

Muhammad Rahul Shidiq; Tommy Trides; Albertus Juvensius Pontus; Revia Oktaviani; Ardhan Ismail +1 more

Globe: Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan 2025 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

In the Kutai Basin area, seasonal changes such as high rainfall can significantly increase groundwater content, so that the effect of water content on the shear strength of claystone, increasing water content in rocks tends to decrease shear strength. Water in the pores or fractures can increase pore water pressure and reduce effective normal stress. Shear strength is one of the most important mechanical parameters used to assess soil and rock stability, this parameter is very important in slope stability analysis, foundation planning, and various civil engineering and mining applications. Therefore, this study was conducted to determine whether the water content in rocks can affect the strength of rocks in receiving shear forces. The method used in this study is more quantitative and specific to the effect of water content on the shear strength of claystone in this area. Increasing water content in rocks tends to reduce shear strength. This study was conducted by taking claystone samples from several locations in the Kutai Basin. Data collection in the form of primary data and secondary data for testing physical properties and testing mechanical properties, in testing physical properties, the water content value will be taken as supporting data which is one of the factors that affect rock strength, in testing mechanical properties, claystone shear strength data will be taken. From the results of the physical properties test calculations, the air content in each Formation is obtained, namely, in the Kampungbaru Formation the minimum air content value is 15.54% and the maximum is 20.17%, in the Balikpapan Formation the minimum air content value is 10.21% and the maximum is 12,88%, in the Palaubalang Formation the minimum air content value is 10.49% and the maximum is 22.87%. The results of the strength of the claystone in receiving shear forces in the Kutai Basin are the Muara Jawa location 0.486MPa, Tanah Datar location 0.500 MPa, Sanga-sanga location 0.333 MPa, Muara Badak location 0.269, Air Putih location 0.711MPa, Mugirejo location 0.021 MPa and Lempake location 0.092 MPa.

Dzaky Mirza Pradana; Widjanarko Widjanarko

Mars: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer 2025 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

This study aims to evaluate and optimize the effects of vacuum pressure and drying time on moisture content in the freeze drying process. Freeze drying was selected due to its ability to preserve the quality of food products by removing moisture through sublimation under low vacuum conditions. The vacuum pressure variables applied in this study were -62.8 cmHg, -64 cmHg, -67 cmHg, -70 cmHg, and -71.2 cmHg, while the drying times were varied at 8.2 hours, 9 hours, 11 hours, 13 hours, and 13.8 hours. Response Surface Methodology (RSM) with a Central Composite Design (CCD) was employed to analyze the individual effects and interactions of the two factors on final product moisture content. The results showed that both vacuum pressure and drying time significantly influenced moisture reduction, while their interaction effect was statistically insignificant. The optimum conditions were achieved at a vacuum pressure of -70.5 cmHg and a drying time of 12.6 hours, meeting the moisture content requirements based on SNI 8273:2023 standards. These findings are expected to serve as a practical reference for determining optimal operating parameters in freeze drying processes to improve efficiency and product quality.

Taufik Dwi Putra; Widjanarko

Mars: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer 2025 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Many fishery products come from fishing and cultivation, saltwater and freshwater fisheries, so a preservation process is needed to maintain the condition of the fish so that it remains good when marketed. In addition, it can increase the economic value of fish. In the Indonesian fisheries industry, various types of preservation, including freeze drying, are drying processes using vacuum pressure and cold temperatures. The freeze-drying process utilizes the phased nature of water to convert solid (frozen) forms into water vapor (gas) at a certain pressure and temperature. The vacuum pressure used ranges from -60.3 cmHg to -71.6 cmHg, and the mass of the fish ranges from 94 grams to 136 grams. The type of research is quantitative and uses experimental methods. The result is in the form of a remaining moisture content percentage of 40% in dried fish according to SNI standard No. 827300:2023. The Respone Surface Methodology (RSM) was used to process the data in this study. From the study, the best value of vacuum pressure was -66 cmHg and mass 102.5417 with a final result of 40%.

Dian Fitriarni; Maichael Effendi

Jurnal Agrifoodtech 2024 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Development of products based on ingredients rich in nutrients and bioactive compounds needs to be developed. High sources of antioxidants can be found from various fruits and their waste. Dragon fruit peels is known to contain various antioxidant compounds that are useful for body health. Instant dragon fruit peels drink is an instant food product processed from dragon fruit waste. The instant drink processing technique in this study uses conventional methods.The purpose of this study was to determine the effect of heating time on the chemical quality of instant drink powder in terms of water content and ash content and organoleptic tests were also carried out to determine the effect of the process on the sensory characteristics of color, taste, and aroma. Based on the results obtained, the water content of instant dragon fruit peels powder ranged from 1.97-1.98%, KND 3 samples with a heating treatment of 30 minutes had the highest water content (1.98%). The ash content value of the product ranged from 0.17-0.83% where the KDN3 treatment (heating time 30 minutes) showed the highest ash content (0.83%). The results of the analysis of this study showed a solubility of 97.6-99.15%. The results of the organoleptic test (hedonic test) on the color attribute showed a significant difference (P>0.05) between the 10 and 20 minute heating treatments with the product from the heating results with a heating time of 30 minutes where the panelists liked the color and aroma of the product from the 10 and 20 minute heating time treatments.

Wirayoga, Septriandi

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sebagian besar Panti Asuhan di Indonesia memiliki kebun pribadi untuk dimanfaatkan sebagai bahan masakan internal Panti Asuhan dan masih melakukan perawatan dan pemeliharaan tanaman secara konvensional. Mikrokontroler arduino UNO dan sensor kelembaban tanah dinilai mampu membantu pekerjaan perawatan kebun dalam mengatur kadar air tanah. Oleh karena itu akan dilakukan pengabdian pada Panti Asuhan Al-Husna Kabupaten malang yang memiliki kebun sayur yang lumayan luas sehingga pengabdian ini bisa membantu perawatan. Pengabdian ini ditujukan untuk Mengetahui cara pemanfaatan mikrokontroler arduino dalam meningkatkan pertumbuhan kebun cabai. Mengetahui pengaruh beberapa level kadar air yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman cabai yang diatur secara presisi menggunakan mikrokontroler Arduino. Menentukan kadar air yang optimal pada pertumbuhan cabai. Diharapkan dari pengabdian ini bisa membantu kelayakan dan kualitas makanan pada Panti Asuhan Al-Husna Malang Kabupaten Malang.

Linda Yulianti W; Edwin Destra; Farell Christian Gunaidi; Gracienne Gracienne; Kanaya Fide Kusuma

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The largest organ in the human body, the epidermis, serves as the primary barrier against environmental factors that may arise from the outside. Xerosis cutis is a skin condition that causes dry skin. It's caused by a number of things, including the activity of sebaceous and sweat glands decreasing with age, which lowers the amount of water in the stratum corneum and causes moisture loss. This can lead to disturbances in daily activities and a decline in sleep quality. In France, mild to moderate-severe dry skin is prevalent at a rate of 55.65%, while its prevalence is 9%. At Hana Nursing Home, sixty people attended the geriatric population screening activity, with a mean age of 78 years. During this activity, the left hand demonstrated an average water and oil content of 36.6% and 16.4%, respectively. In contrast, the right hand displayed an average water and oil content of 33.7% and 15.1%, respectively. The aim of this activity is to enhance participants' understanding of the significance of maintaining an optimal level of hydration in their epidermis.

Purnomo, Sigit; Kartikawati, Diah; Hermanu, Bambang

Jurnal Agrifoodtech 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kue semprit adalah salah satu jenis kue kering jenis biskuit berlemak (rich biscuit) karena menggunakan lemak setengah dari berat tepung yang berbahan tepung, lemak, telur, dan gula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik  fisik (nilai warna L*,a*,b*) dan sensoris (warna, aroma, tekstur dan rasa) kue semprit dari tepung pati garut dan tepung ubi jalar ungu. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, yaitu S1 = (tepung pati garut 100% : 0% tepung ubi jalar ungu), S2 = (tepung pati garut 87,5% : 12,5% tepung ubi jalar ungu), S3= (tepung pati garut 75% : 25% tepung ubi jalar ungu), S4 = (tepung pati garut 62,5% : 37,5% tepung ubi jalar ungu), S5 = (tepung pati garut 50% : 50% tepung ubi jalar ungu). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Anova dan uji lanjut menggunakan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan nilai warna kecerahan L* kue semprit berkisar antara 35,690-55,594. Warna a* kue semprit berkisar antara 11,213-18,181. Warna b* kue semprit berkisar antara 1,632-7,900. Adanya tanpa penambahan tepung ubi jalar ungu meningkatkan nilai warna L* (hitam-putih) dan b* (biru-kuning) kue semprit. Kadar abu kue semprit berkisar antara 1,000-1,750%, kadar air kue semprit pada kisaran 3,16 – 4,83 % dan berbeda nyata antar formulasi. Panelis menyukai warna dan aroma kue semprit pada formulasi tepung pati garut dan tepung ubi jalar ungu 50% dengan nilai skor berturut-turut 4,300 dan 3,600. Panelis menyukai tekstur dan rasa kue semprit pada formulasi tepung pati garut 75% dan tepung ubi jalar ungu 25% dengan nilai skor 3,800 dan 3,867.

Chandra Pustika, Dara; Mustofa, Akhmad; Suhartatik, Nanik

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2023 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Mi basah merupakan jenis mi yang proses pembuatannya dilakukan dengan perebusan sehingga kadar air cenderung lebih tinggi dan memiliki daya simpan relatif singkat. Bengkuang merupakan salah satu buah yang memiliki kadar serat tinggi sehingga baik untuk pencernaan. Bayam merah merupakan jenis bayam yang memiliki kandungan betalain tinggi dan cocok diaplikasikan sebagai pewarna makanan alami. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik kimia dan organoleptik mi dengan penambahan bengkuang dan bayam merah serta menentukan formulasi penambahan bengkuang dan bayam merah yang tepat sehingga diperoleh mi yang berkualitas dan disukai konsumen. Rancangan percobaan yang digunakan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktorial yaitu perbandingan tepung tapioka dan tepung terigu serta perbandingan bubur bengkuang dengan bubur bayam merah. Formulasi mi basah terpilih baik dari segi kimia dan organoleptik adalah mi basah dengan penambahan bengkuang:bayam sebanyak 10:90 dan perbandingan tepung terigu:tepung tapioka sebanyak 50:50, dengan kadar air 32,73%, kadar abu 2,55%, kadar lemak 0,81%, kadar protein 9,07%, kadar karbohidrat 54,84%, kadar serat 5,54%, tekstur 2,53 (cukup kenyal), warna 2,99 (cukup suka), flavor bengkuang 2,32 (cukup kuat), flavor bayam 2,81 (cukup kuat), dan kesukaan keseluruhan 2,57 (cukup suka). Mi dengan bahan tapioka, bengkuang dan bayam menghasilkan mi yang kaya gizi dan juga serat serta protein

Eko Permatasari, Heny; Widanti, Yannie Asrie; Karyantina, Merkuria

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2023 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Kue pukis merupakan kue tradisional Indonesia. Tepung tiwul memiliki potensi untuk dijadikan bahan dalam pembuatan kue yang aman dikonsumsi penderita celiac dan autisme. Bahan baku lokal seperti tepung kacang hijau dan wortel yang kaya akan serat dapat memenuhi kebutuhan serat dalam tubuh. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan karakteristik fisikokimia dan sensori pukis bebas gluten dari tepung tiwul dan tepung kacang hijau dengan penambahan puree wortel serta menentukan formulasi pukis bebas gluten yang paling disukai konsumen. Rancanganlpercobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor penambahan puree wortel serta  perbandingan tepung tiwul dan tepung kacang hijau. Hasil penelitian formulasi pukis bebas gluten terbaik berdasarkan kandungan tinggi serat pangan adalah formulasi puree wortel 25% : tepung tiwul 18,75% : tepung kacang hijau 56,25% dengan kadar air 26,75%, kadar abu 1,20%, kadar lemak 15,37%, kadar protein 10,45%, kadar serat pangan 7,94%, kadar karbohidrat by different 46,23% dan kadar β-karoten 10,88 µg/g. Nilai sensoris perlakuan ini yaitu warna 3,33 (warna semakin coklat), flavor tepung tiwul 2,53 (flavor tepung tiwul semakin terasa), flavor tepung kacang hijau 3,10 (flavor tepung kacang hijau semakin terasa), flavor wortel 2,70 (flavor wortel semakin terasa), tekstur empuk 3,63 (tekstur semakin empuk), dan kesukaan keseluruhan 3,73 (pukis disukai secara keseluruhan). Pukis dengan bahan baku tiwul, kacang hijau dan wortel dapat menjadi alternatif makanan tradisional yang memiliki tinggi serat dan beta karoten.

kiswanto, yulius; Sugiarto, Raden; Sari, Era Ema

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2023 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Sweet corn (Zea mays saccharate) di Indonesia dikenal dengan nama jagung manis semakin popular dan banyak dikonsumsi karena memiliki rasa yang manis serta umurnya yang lebih singkat (genjah). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kandungan gula jagung manis (kadar air, kadar gula reduksi, kadar gula total, dan kadar pati) setelah lepas panen dalam penyimpanan suhu ruang 32°C, 16°C, 6°C pada 1,2,3,5,7,12 dan 48 jam penyimpanan. Penelitian ini menggunakan data series data hasil pengamatan kemudian akan dianalisis dengan regresi non linier yang dianalisis dengan software Microsoft Excel dan Sigmaplot versi 12.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpanan suhu 6°C memberikan hasil kadar gula yang tinggi mendekati kadar gula pada kondisi awal dengan persentase penurunan sebesar 6,98 % dari kadar gula 6,6409 % menjadi 6,1773 % dan dengan  konstanta laju penurunan KG sebesar 0,049753/jam. Demikian pula untuk kadar pati pada penyimpanan suhu 6°C mengalami persentase penurunan sebesar 16,72 % dari kadar pati 12,4506 % menjadi 10,3693 % dengan konstanta laju penurunan sebesar 0,061697/jam. Semakin rendah suhu penyimpanan, maka laju penurunan kadar gula dan kadar pati makin rendah.

sarofa, ulya

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2023 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Tepung sorgum termodifikasi dengan fermentasi menggunakan bakteri Lactobacillus plantarum FNCC 0027 dapat meningkatkan kadar amilosa, swelling power dan solubility serta menurunkan kadar tanin dan asam fitat. Flakes merupakan produk olahan yang dapat dibuat dari tepung sorgum termodifikasi. Tapioka ditambahkan pada pembuatan flakes untuk memperkuat daya rekat. Pengukusan dilakukan sebagai perlakuan untuk meningkatkan kualitas tekstur flakes. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan proporsi tepung sorgum termodifikasi dan  tapioka serta lama pengukusan terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik flakes. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 9 kombinasi perlakuan, yaitu proporsi tepung sorgum termodifikasi dan  tapioka (70:30, 80:20, 90:10) serta lama pengukusan (10, 15, 20 menit). Analisis data dengan menggunakan ANOVA dan selanjutnya diuji  DMRT pada taraf 5% jika terdapat perbedaan nyata antara perlakuan. Hasil  terbaik diperoleh pada produk flakes dengan perlakuan proporsi tepung sorgum termodifikasi dan  tapioka (80:20) serta lama pengukusan 20 menit dengan karakterisyik sebagai berikut : kadar air 2,852%, kadar  abu 0,85%, kadar  protein 5,614%, kadar  lemak 4,079%, kadar  karbohidrat 86,6%, kadar  pati 66,765%, daya patah 3,651 N dan daya rehidrasi 110,536% serta uji sensoris yang menunjukkan nilai  warna 3,88  (suka), aroma  4,04 (suka), rasa  3,84  (suka) dan tekstur  3,6  (suka). Produk flakes berbahan dasar tepung sorgum termodifikasi dan tapioka berpotensi dikembangkan sebagai produk pangan alternatif.

Nurhidayanti, Nurhidayanti; Suhartatik, Nanik; Mustofa, Akhmad

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2023 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

  Mi kering tepung umbi talas cenderung memiliki tekstur kurang bagus dan mudah putus. Hal ini dikarenakan talas tidak mengandung gluten meskipun mengandung pati yang cukup tinggi yaitu sekitar 70-80%. Talas kimpul juga memiliki harga yang murah dan mudah dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kimia dan organoleptik mi dengan penambahan tepung talas dan ekstrak daun katuk sebagai pewarna alami. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor yaitu perbandingan tepung talas dan tepung terigu (90:10, 80:20, 70:30 g) serta konsentrasi ekstra daun katuk (10/100, 20/100, 30/100 ml). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah pada perlakuan perbandingan tepung talas: terigu 70:30g dengan ekstrak daun katuk 20/100ml. Perlakuan ini menghasilkan mi dengan karakteristik kadar air 8,73%, protein 7,67%, abu 2,56%, serat 4,49% dan 13,11% untuk aktivitas antioksidan.  Hasil uji organoleptik pada perlakuan ini menghasilkan warna setelah pengeringan 3,31 (hijau gelap), warna setelah perebusan 3,29 (hijau agak gelap), cukup kenyal (2,65), aroma talas nampak (2,73) dan cukup disukai (2,17). Mi kering talas dengan penambahan daun katuk dapat menjadi alternatif mi kering yang memenuhi standar yang ada dan memiliki nilai lebih yaitu memiliki aktivitas antioksidan.

pratama, Melati Pratama; Sonjaya, Arief Marna

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2023 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Lemang Tanjung Sirih mudah mengalami kerusakan akibat mikroba sehingga hanya mampu bertahan selama satu hari pada suhu ruang. Penggunaan kemasan aktif adalah salah satu upaya untuk menambah waktu simpan Lemang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemakaian kemasan aktif silika gel terhadap kadar air dan jumlah bakteri pada Lemang. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan merekatkan silika gel pada ujung bambu lemang dengan berat 1 gram, 3 gram dan 5 gram, kemudian disimpan pada suhu ruang selama 3, 5 dan 7 hari. Lemang yang disimpan kemudian dihitung kadar air dan jumlah mikroba. Data kemudian dianalisis dengan RAFL ( Rancangan Acak Lengkap Faktorial ) dan dilakukan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil penelitian menunjukkan penggunaan silika gel selama penyimpanan, berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air dan jumlah bakteri. Kadar air perlakuan silika gel 0 gram mengalami peningkatan, sedangkan perlakuan silka gel 1,3 dan 5 gram mengalami penurunan. Jumlah bakteri yang melebihi batas maksimum adalah pada perlakuan silika gel 0 gram adalah pada hari ke-3, sedangkan perlakuan silika gel 1, 3 dan 5 gram pada hari ke-5 penyimpanan. Sehingga berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan silika gel dapat menurunkan kadar air dan memperpanjang waktu simpan Lemang.

Taju Ulya, Alfinda; Mustofa, Akhmad; Suhartatik, Nanik

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2023 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Flakes merupakan makanan sarapan siap saji berbentuk pipih yang biasa dicampur dengan susu. Flakes biasa dibuat dengan bahan dasar bahan berpati. Penelitian ini menggunakan bahan dasar tepung mocaf dan tepung biji nangka dengan penambahan puree buah naga merah. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan formulasi yang tepat untuk menghasilkan flakes tepung mocaf dan tepung biji nangka dengan penambahan puree buah naga merah sebagai sumber serat. Rancangan percobaan yang dilakukan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor pertama yaitu perbandingan rasio tepung mocaf dan tepung biji nangka (60:40, 50:50, 60:40). Faktor kedua yaitu penambahan puree buah naga merah 10, 15 dan 20%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio tepung mocaf, tepung biji nangka dan puree buah naga merah berpengaruh nyata terhadap kadar protein dan kadar serat pangan. Formulasi flakes dengan kandungan serat dan protein paling optimal serta disukai panelis terdapat pada rasio tepung mocaf 40%, tepung biji nangka 60% dengan penambahan puree buah naga merah sebanyak 20% yang memiliki kadar air 9,69%, kadar abu 2,28%, kadar lemak 11,41%, kadar serat pangan 11,17%, kadar protein 8,26% kadar karbohidrat 76,62%. Hasil uji organoleptik terhadap warna 3,77 (oranye sedikit gelap), kekerasan 3,96 (agak keras), kerenyahan 2,43 (cukup renyah), flavor biji nangka 2,80 (flavor biji nangka cukup berasa), kesan halus/kasar 3,45 (agak kasar), dan kesukaan keseluruhan 2,95 (cukup suka). Flakes berbahan baku tepung mocaf, biji nangka dan buah naga merah memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk pangan baru.

Putri, Findi Listiyono; Kartikawati, Diah

Jurnal Agrifoodtech 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kacang tunggak termasuk salah satu jenis leguminosae yang dapat diolah menjadi produk tempe dan dapat menjadi bahan baku alternatif pengganti kedelai. Tujuan penelitian adalah mengkaji proses pembuatan tempe kacang tunggak melalui optimasi konsentrasi ragi dan jenis bahan pembungkus dalam pembuatan tempe kacang tunggak. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap  yang terdiri dari 2 faktor, yaitu konsentrasi ragi (K) (0,15%; 0,25%; 0,35%) dan jenis pembungkus (P) (plastik dan daun pisang), dengan tiga kali pengulangan. Parameter yang diukur meliputi berat tempe, kadar proksimat, total asam, nilai pH dan nilai formol serta skor kesukaan panelis pada warna, rasa, aroma dan tekstur tempe. Selanjutnya dilakukan analisis pengaruh kedua faktor tersebut terhadap nilai gizi, berat tempe, nilai formol, pH dan sensoris tempe kacang tunggak.  Data dianalisis dengan Uji Sidik Ragam dan uji lanjut DMRT untuk mengetahui beda nyata antar perlakuan pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi ragi 0,25%-0,35% dan jenis pembungkus plastik dan daun pisang dapat menghasilkan tempe kacang tunggak dengan pertumbuhan kapang yang baik, sedangkan nilai gizinya adalah kadar air 27,95-28,65% , abu 0,96-1,16%, lemak 1,73-3,94%, protein 25.03-26.01%, karbohidrat 42,61-43,84%, serat 0,31-0,38% dengan nilai pH 4,33-5,00, nilai formol 0,46-0,70% dan total asam tertitrasi 0,21-0,53%. Tidak terdapat interaksi antara konsentrasi ragi dan jenis pembungkus terhadap kandungan gizi, berat tempe, nilai formol, dan nilai pH tempe kacang tunggak.