Publication Search

58,296 articles from 461 journals · 1,579 citations tracked

Showing 1-12 of 12

Analytics

Ma’rufatur Rodhiyah; Irma Indira; Evi Dwi Kartikasari

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Survei literasi keuangan OJK tahun 2020 menunjukkan indeks literasi keuangan Wanita lebih rendah dibandingkan dengan pria, ditambah dengan rendahnya indeks literasi keuangan masyarakat pedesaan dibandingkan masyarakat perkotaan. Literasi keuangan merupakan kecakapan hidup abad 21 yang harus dikuasai agar tercapai taraf hidup yang baik, Kegiatan PKM dilakukan di dsn balong torong, Ds. Balong Wangi, Kec.Tikung, Kab.Lamongan. Persoalan yang dihadapi masyarakat balong torong adalah pendapatan yang tidak menentu dari hasil bertani serta rendahnya tingkat Pendidikan, ditambah dengan minimnya pengetahuan mengenai literasi keuangan membuat mereka kesulitan dalam mengelola keuangan keluarga. Sasaran dari kegiatan ini adalah ibu-ibu rumah tangga yang bertugas mengalola keuangan keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membekali ibu rumah tangga mengenai literasi keuangan supaya terwujud ketahanan keuangan keluarga. Metode pelaksanaan dengan penyuluhan dan diskusi interaktif dengan peserta 23 orang, Materi pelatihan yang diberikan mengenai skala proiritas dari kebutuhan dan keinginan, pencatatan kas harian, pentingnya menabung dan bijak dalam meminjam. Kegiatan pengabdian ini mendapatkan respon yang positif dari masyarakat. Implikasi dari kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran ibu rumah tangga dusun balong torong mengenai pentingnya menentukan skala prioritas, menabung, serta dapat mengatur pengeluaran dengan baik setiap harinya sehingga dapat memperkuat ketahanan keuangan keluarga.

Robingun Suyud El Syam; Salis Irvan Fuadi

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Sepakbola sangat digandurungi seantero dunia, terlebih saat ada Piala Dunia, jutaan pasang mata siap menikmatinya. Melalui kajian filosofis, penelitian menyimpulkan : turnamen Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar merupakan ekspresi ruang bagi tuan rumah untuk mempresentasikan wajah Islam yang penuh kesejukan. Posisi tawar sebagai penyelenggara dimanfaantkan untuk mengklarifikasi bahwa Islam yang selama ini dipersepsikan dunia Barat melekat dengan berbagai aksi kekerasan dan terorisme, dibantah dengan realitas melalui wajah sejuk Islam, meliputi : Opening Ceremony nuansa Islami, standart kesopanan suporter, mural hadis wajah sejuk Islam, area shalat dekat stadion, Quick response Code Islam di hotel, layanan informasi Islam, pameran benuansa Islam, muazin bersuara merdu, berbagi makanan gratis, memakaikan jilbab turis wanita, larangan minuman beralkohol, larangan simbol LGBT, dan larangan aktifitas perjudian. Lewat Piala Dunia, Qatar memperjuangkan posisi tawar dihadapan FIFA, membuktikan keindahan agama Islam dan sekaligus meruntuhkan stigma Barat. Implikasi penelitian, bahwa umat Islam mesti mempunyai posisi tawar didepan dunia Barat, agar tidak disalah pahami tentang ajarannya yang menentramkan dan damai. Promosi kesejukan Islam bisa melalui banyak pintu seperti telah dilakukan oleh Qatar.      

Alma Nur Atika; Rista Syahrida; Hasnah Faizah

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Arab Melayu merupakan aksara yang dimodifikasi dari aksara Arab yang disesuaikan dengan bahasa Melayu. Pada penulisannya terdapat kaidah penulisan Arab Melayu Klasik dan Arab Melayu Modern atau penulisan Arab Melayu Riau saat ini. Pada kaidah penulisan Arab Melayu Klasik, kosa-kata yang berasal dari bahasa Arab ditulis sesuai tulisan bahasa Arab. Namun, pada kaidah penulisan Arab Melayu Modern atau Arab Melayu saat ini semua kosa-kata ditulis sesuai dengan konsonannya tanpa membedakan kosa kata tersebut berasal dari bahasa Arab atau bukan bahasa Arab. Implikasi dari perbedaan penulisan ini, banyak kosa-kata yang berasal dari serapan bahasa Arab penulisannya berbeda dari bentuk aslinya. Perbedaan penulisan ini menyebabkan banyak kesalahan dalam menulis, nama sendiri, nama jalan, nama instansi, nama gedung, dan kosa-kata lainnya yang berasal dari bahasa Arab. Akibat dari kesalahan tersebut tidak hanya salah dalam penulisan kaidah, namun juga dapat merubah makna ketika dibaca. Jika hal ini tidak dikaji ulang, maka akan menyulitkan dalam pengajaran, pemahaman, dan penulisan Arab Melayu.

Ninda Alfani; Tina Rahmawati; Shofiah Alifah P; Difa Zahra Dwinta

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu teknologi yang cukup besar pengaruhnya adalah dunia internet. Internet memperkenalkan masyarakat pada dunia digital. Tentunya perkembangan ini juga berimplikasi pada hukum, khususnya hak cipta. Karya kreatif dalam format tradisional kini dapat dikonversi ke bentuk digital, dan karya yang dilindungi oleh hak digital kini dapat dibuat. Dalam hal ini, undang-undang hak cipta yang digunakan untuk melindungi karya berhak cipta yang harus berkembang. Rumusan masalah yang diangkat ialah bagaimana perlindungan hukum terhadap ciptaan dalam era digital dan  bagaimana implikasi pengaruh teknologi pengaman terhadap perlindungan hukum karya cipta digital. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi literatur. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mencari informasi dari buku, artikel dan jurnal yang dapat dijadikan bahan referensi untuk memperkuat argumentasi yang ada. Analisis data yang kami gunakan meliputi pengumpulan data kepustakaan, penelusuran dan pencatatan, serta pengelolaan bahan penelitian.

Hasnah Faizah; Nuraini Nuraini; Sandra Julia; Ennida Sari Panggabean

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kaedah penulisan Arab Melayu itu sendiri berkosa-kata yang berasal dari Arab Melayu harus di tulis sesuai dengan tulisan bahasa Arab. Implikasi dari pergeseran kaedah penulisannya,  banyak kosa kata yang diadobsi dari bahasa Arab berbeda penulisan dari bentuk asalnya. Penelitian ini berfokus pada kesalahan bentuk penulisan Arab Melayu yang ditemukan dalam buku panduan baca tulis Arab Melayu untuk MDTA dan kesalahan-kesalahan bentuk penulisan Arab Melayu juga sering terjadi di sekitar kita kita. Contohnya pada nama jalan, bangunan, buku, bahan ajar dan masih banyak lagi. Akan tetapi peneliti akan memfokuskan penelitian pada bahan ajar atau buku panduan yang bersumber dari web online http://online.anyflip.com/yyyfv/nkwt/mobile/. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesalahan penggunaan huruf ڨ، ي، و dalam buku panduan baca tulis Arab Melayu untuk MDTA yang bersumber dari web online. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang analisis datanya menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, simak dan catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kesalahan dalam bentuk penulisan Arab melayu, seperti penggunaan huruf ڨ، ي، و yang tidak tepat sehingga akan mempengaruhi fungsi huruf dan arti dalam penulisan Arab Melayu itu sendiri.

Sakhat Maulidah; Nurul Qomariyah; Siti Antika Ririn Pratiwi

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

This article reviews the Implications of Multicultural Education on the Religious Mindset of the Millennial Generation. This article aims to explain the impact of implementing multicultural education on the religious mindset of the millennial generation. The writing of this article uses a type of qualitative research with library research methods. The results of this study are to determine the impact of the implementation of multicultural education on the religious mindset of the millennial generation, namely: (1) improving self understanding and self-concept well. (2) increase sensitivity in understanding other people. (3) respecting religious and cultural differences between groups regarding an event, values, and behavior. (4) open our minds in responding to various issues. (5) Stay away from stereotypical views and try to respect others. With multicultural education, a person will become a good human being and more tolerant of diversity, and not passionate about the religion he adheres to. Therefore, a religious mindset based on multicultural education needs to be instilled as early as possible. This includes an appreciation of the existence of cultural plurality, recognition of human dignity and rights, and development of human responsibility towards the inhabited earth.

A’thi Fauzani Wisudawati; Muhammad Isa

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Para mahasiswa dituntut untuk menyusun sebuah artikel ilmiah yang mereka refleksikan dalam sebuah publikasi. Keterampilan menulis dimunculkan melalui teori, dan fakta, serta mengkolaborasikan aspek-aspek tersebut mejadi sebuah gagasan ilmiah yang baik. Tantangan untuk meyusun artikel ilmiah membawa peluang bagi konsepsi pembelajaran secara mandiri (PLE). Penelitian ini membahas bagaimana keterlibatan mahasiswa dengan lingkungan belajarnya ketika mereka menyusun artikel ilmiah. Terdapat sembilan belas mahasiswa pascasarjana jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Indonesia sebagai peserta penelitian. Metode penelitian yang digunakan berupa observasi, kuesioner, dan wawancara mendalam untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik memiliki keterlibatan yang kuat dalam penggunaan teknologi atau perangkat digital untuk mendukung pembelajaran penulisan artikel ilmiah. Namun, kebutuhan untuk memanfaatkan perangkat atau sumber offline juga menunjukkan angka yang signifikan. Implikasi dari penelitian ini ditujukan kepada dosen mata kuliah penulisan akademik sebagai refleksi pengajaran 2.0 dan peserta didik sebagai referensi dan pembelajaran di masa depan.

Junedi, Junedi; Suprihatin, Suprihatin; Mukh Nursikin

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Tujuan..penelitian..ini..adalah..untuk..mengetahui..proses..pelaksanaan Inovasi kurikulum muatan lokal tahfidzul qur’an dalam meningkatkan hasil pembelajaran qur’an hadits. untuk mengetahui dampak penerapan kurikulum muatan lokal tahfidzul qur’an dalam meningkatkan hasil pembelajaran qur’an hadits. untuk mengetahui dan mengungkapkan faktor pendukung dan penghambat serta solusi Inovasi kurikulum muatan lokal tahfidzul qur’an dalam meningkatkan hasil pembelajaran qur’an hadits. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif artinya peneliti mendeskripsikan kenyataan di lapangan secara benar. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sebagai human instrumen dengan menggunakan pedoman wawancara dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses Inovasi kurikulum muatan lokal dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu tahap persiapan kegiatan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan menutup kegiatan pembelajaran namun belum maksimal. Faktor pendukung yang melandasi dan menyemangati Inovasi kurikulum muatan lokal adalah landasan Yuridis Formal, sarana dan prasarana dan pendanaan. Implikasi dalam penelitian ini adalah, jika pengInovasian kurikulum muatan lokal tahfidzul qur’an dapat meningkatkan hasil pembelajaran qur’an hadits di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1Boyolali, maka diharapkan kepada semua guru dan stakeholder dapat bekerja sama dalam memberikan semangat serta motivasi dan ruang gerak yang luas kepada guru muatan lokal tahfidzul qur’an dalam menerapkan aturan-aturan yang relevan.

Sarwo Nugroho; Sarwo Nugroho; Agus Waryanto

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2022 UNIVERSITAS STEKOM

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana masyarakat terlibat dengan seni di era selfie, perangkat digital, dan media sosial. Ini mengkaji pengalaman penonton pameran seni, di mana pengunjung didorong untuk menggunakan media sosial untuk berbagi pengalaman seni mereka, untuk memahami bagaimana pendekatan semacam itu dapat mengubah sifat keterlibatan pengunjung dengan seni. Bisa dibilang, selfie yang diambil di ruang seni memperkaya pengalaman dan keterlibatan pengunjung dengan seni dan berfungsi sebagai alat pemasaran bersama, memberdayakan, dan otentik untuk museum. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui observasi non partisipan (etnografi) dan netnografi di Museum Lawang Sewu Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih-alih mempromosikan pelepasan dari karya seni, selfie di ruang seni menjadi "keterikatan materi - diskursif jaringan" yang memberdayakan konsumen seni untuk bersama-sama menciptakan nilai dan organisasi seni untuk mengurangi jarak antar konsumen dan mereproduksi keaslian ikonik dari karya seni. karya seni di ruang maya. Artikel ini berkontribusi pada teori selfie dengan mengatasi pandangan tradisional tentang selfie sebagai manifestasi ekspresi diri narsistik. Sebaliknya, dalam mempromosikan interpretasi selfie sebagai sarana pemberdayaan dan demokratisasi yang digunakan oleh konsumen seni untuk mengembangkan narasi dan proyek identitas dalam konteks seperti museum di mana secara tradisional pengembangan narasi adalah karakter elit. Kontribusi lebih lanjut yang diberikan oleh penelitian ini berasal dari identifikasi kelompok pengunjung (yaitu, pelari realitas, pecinta seni, photoholics, dan pecinta selfie), ditempatkan pada kontinum nilai co-creation, yang perlu disadari oleh administrator seni sebagai memasuki era konsumsi seni yang lebih dinamis. Dengan menguraikan implikasi manajerial, penelitian ini memberikan refleksi awal tentang bagaimana manajer seni dapat menavigasi era yang muncul dari selfie .   Keywords: Selfie, Media Sosial, Interpretas

Fathorrahman Fathorrahman; Dairani Dairani; Ahmad Yunus

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pengadaan barang dan jasa di pemerintahan desa menjadi kegiatan yang rutin dalam setiap tahun anggaran. Kegitan rutinan yang diselenggrakan untuk segala kegiata pemerintahan di pemerintahan desa menjadi sangat urgen karena berbagai faktor. Salah satunya karena pagu anggaran dari APBN 2022 sangatlah besar. Pagu anggaran tersebut sebesar enam puluh delapan triluin (Rp 68 triliun). Dari pagu tersebut, terdapat porsi besar untuk kegiatan pengadaan barang dan jasa di pemerintahan desa. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini hendak mengkaji bagaimana konsep atau aspek hukum pengadaan barang dan jasa di pemerintahan desa. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif. Dari penelitian ini, dapat diperoleh kesimpulan bahwa pengadaan barang dan jasa di pemerintahan desa berbeda dengan pengadaan barang dan jasa di pemerintahan seca umum. Dikecualikannnya pengadaan tersebut tentu meiliki implikasi hukum yang berbeda pula sehingga perlu dilakukan penelitian yang mendalam supaya para pemangku kebijakan di tingkat pemerintahan desa, tidak terjebak pada kasus-kasus hukum di kemudian hari.    

Dyah Silvana Amalia

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Ketentuan Pasal 24C ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 memberikan wewenang pada Mahkamah Konstitusi untuk mengadili sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD. Sedangkan sengketa kewenangan antarlembaga negara yang tidak diatur dalam UUD NRI Tahun 1945 mengalami vacuum of norm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, perlunya diatur  sengketa kewenangan antarlembaga negara yang tidak diatur dalam UUD NRI Tahun 1945 karena Indonesia adalah negara hukum, karena belum tuntasnya pembahasan dalam Perubahan UUD NRI Tahun 1945, karena adanya potensi sengketa kewenangan antarlembaga negara. Kedua, implikasi hukum  penyelesaian kewenangan antarlembaga negara yang tidak diatur dalam UUD NRI Tahun 1945 yang dilakukan oleh Presiden melalui instruksi-instruksi terselesaikannya sengketa. Ketiga, dalam perspektif kehidupan kenegaraan, formulasi pengaturan penyelesaian sengketa kewenangan antarlembaga negara dapat dilakukan melalui tiga opsi : (1) memperluas kewenangan Mahkamah Konstitusi (2) memperluas kewenangan Mahkamah Agung (3) memberikan kewenangan pada lembaga negara lain.    

Michael Romaneda Sugiyono

Jurnal Akta Notaris 2022 Program Studi Kenotariatan Program Magister

Perjanjian jual beli hak atas tanah dibuat berdasarkan pada kesepakatan antara para pihak. Adanya keterlibatan pihak ketiga pada transaksi jual beli tanah dalam bentuk pemberian janji untuk pembayaran kompensasi atas jual beli dapat menyebabkan kesepakatan berdasarkan kesadaran tidak mutlak yang dapat menimbulkan permasalahan terutama bila janji demikian tidak terpenuhi. Dengan menggunakan metode pengumpulan data wawancara dengan Notaris maka dalam penulisan ini membahas mengenai kekuatan perjanjian di bawah tangan terhadap akta jual beli secara notariil, implikasi pembatalan akta jual beli tanah setelah adanya wanprestasi bagi para pihak, dan pertimbangan hakim dalam mengadili Putusan Pengadilan Negeri Bantul No. 73/Pdt.G/2013/PN.Btl. Kekuatan perjanjian di bawah tangan pada dasarnya berkekuatan hukum apabila kedua belah pihak menandatangani isi perjanjian tersebut dan terdapat saksi yang menyaksikan adanya perjanjian tersebut seperti yang telah diatur dalam Pasal 1865 – 1912 KUHPerdata. Implikasi pada putusan secara hukum ada unsur penipuan dari AM sebagai pihak kedua kepada K selaku penjual dalam bentuk perbedaan harga jual yang sudah disepakati dalam akta di bawah tangan dengan akta jual beli PPAT. Pertimbangan hakim dalam memutus perkara pada putusan Nomor 73/Pdt.G/2013.PN.Btl didasarkan pada adanya tindakan wanprestasi yang dilakukan oleh Tergugat I, sehingga hakim memutuskan sesuai dengan isi perjanjian di bawah tangan dan akta jual beli otentik bahwa apabila Tergugat I melakukan wanprestasi, maka harus menanggung konsekuensi bahwa objek tanah tersebut kembali kepada Penggugat.