SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

26,367 articles from 385 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-20 of 80

Analytics

Rohmani, Rohmani; Maryorita, Blestina; Nasrah, Nasrah; Sulistiyani, Sulistiyani; Situmeang, Lamria +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Malaria menjadi target dunia untuk mencapai status eliminasi terutama bagi negara yang memiliki kasus tinggi. Pemerintah meluncurkan berbagai program dan peta jalan untuk mencapai target eliminasi malaria pada tahun 2030. Papua merupakan salah satu provinsi yang mempunyai endemis malaria tinggi dan menuju program eliminasi yang dilakukan oleh pemerintah. Agar eliminasi malaria tercapai harus dilakukan peningakatan pengetahuan pada Masyarakat melalui edukasi Kesehatan Tujuan Meningkatkan pengetahuan anak panti asuhan tentang penyakit malaria. Metode: Metode yang digunakan adalah Pendidikan Kesehatan tentang penyakit malaria yang disampaikan dengan teknik tanya jawab, diskusi serta memanfaatkan komik malaria Hasil: Hasil menunjukkan Tingkat pengetahuan peserta tentang malaria sebelum diberikan penyuluhan yaitu pengetahuan kurang berjumlah 20 orang (45,5%), pengetahuan cukup berjumlah 20 orang  (45,5%) dan pengetahuan baik berjumlah 4 orang (9%). Sedangkan pengetahuan peserta setelah diberikan intervensi edukasi malaria melalui komik malaria menjadi pengetahuan kurang berjumlah 5 orang (11,4%), pengetahuan cukup berjumlah 10 orang (22,7%) dan pengetahuan baik berjumlah 29 orang (65,9). Kesimpulan: Sebagian besar anak panti asuhan berpengetahuan baik setelah diberikan edukasi tentang penyakit malaria melalui media komik Malaria di Panti Asuhan Komba Sentani Jayapura.

Nalal Muna; Nuha Qurrotunida; Maftuhin Maftuhin; Haniatul Mufidah; Widya Uji Rakhmawati

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2025 Universitas Maritim AMNI Semarang

Waste management is an urgent environmental issue that requires active community participation. This study aims to analyze the speaking skills of members of the Sapu Lidi Community in Pekalongan during waste management discussions, a community that actively processes organic waste into valuable products such as eco-enzyme. Using a qualitative approach and an ethnographic case study design, this research explores speaking skills within its natural social context. Data were collected through in-depth interviews and non-participatory observation of community discussions, then analyzed using thematic analysis techniques. The findings show that the community members' speaking skills are characterized by fluent delivery, appropriate and credible word choice, and a persuasive, egalitarian, and humorous speaking style. Community members utilize rhetorical strategies such as humor, calls to action, and concrete evidence such as harvest results to build participation and environmental awareness among residents. The application of dialogic communication and the integration of verbal delivery with hands-on practice demonstrations proved effective in achieving the community's goals. Academically, this research contributes to environmental communication studies within grassroots communities. Practically, the findings can serve as a foundation for developing speaking skills training for volunteers in similar communities in other areas.

Eliska, Eliska; Talitha Jasmine, Savina; Suryani Siregar, Jelita; Selvia Ramadani; Suci Ramadiah, Putri

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2025 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) adalah cara hidup yang bersih dan sehat yang efektif dalam mencegah penyakit menular, khususnya pada anak usia sekolah. Studi ini menyelidiki bagaimana media video edukasi berdampak pada peningkatan pengetahuan siswa SDN 05 Pancur Batu mengenai CTPS. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 31 responden yang diberikan pretest, intervensi berupa video edukasi CTPS, dan posttest. Hasil analisis menunjukkan terdapat peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 8,13 pada pretest menjadi 8,71 pada posttest. Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan (p-value = 0,001). Analisis N-Gain memperlihatkan sebagian besar siswa berada pada kategori sedang, dengan satu siswa mencapai kategori tinggi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa media video edukasi cukup berhasil untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai CTPS, meskipun diperlukan strategi pendukung lain seperti diskusi dan praktik langsung agar peningkatan lebih merata.

Endah Pujiastuti; Suwandi, Dedy; Tamba, Tumanda; Muryati, Dewi Tuti

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2025 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Bendera dan lambang Negara, Bahasa Indonesia, serta Lagu Kebangsaan merupakan cerminan kedaulatan, kemandirian, dan eksistensi negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, sekaligus sebagai jati diri bangsa dan identitas negara. Pada umumnya masyarakat mengetahui tentang bendera, bahasa, lambang negara, dan juga lagu kebangsaan serta menggunakannya dalam aktivitas bermasyarakat namun kurang memahami aspek yuridisnya secara baik dan benar. Hal ini dialami pula oleh para siswa di SMA Kesatrian 2 Semarang. Kegiatan PkM ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman para siswa SMA Kesatrian 2 Semarang tentang aspek yuridis penggunaan bendera, bahasa, lambang negara, dan lagu kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari berdasar UU Nomor 24 Tahun 2009. Kegiatan dilaksanakan melalui teknis penyuluhan hukum dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan bantuan hukum. Evaluasi kegiatan penyuluhan dilakukan dengan metode tanya jawab langsung serta kuesioner. Hasil pelaksanaan kegiatan PkM, para siswa menjadi lebih memahami aspek yuridis penggunaan bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Demikian pula dengan sanksi administratif dan pidananya. Ada peningkatan pemahaman siswa saat sebelum dan setelah dilaksanakan kegiatan.

Probohudono, Agung Nur; Suhardjanto, Djoko; Bandi, Bandi; Winarna, Jaka; Cahya Nusantara, Aji +1 more

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2025 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan keterampilan perencanaan keuangan bagi pelaku industri rumahan, khususnya penjahit perempuan dan ibu rumah tangga di sentra konveksi Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Klaten. Permasalahan rendahnya literasi keuangan, tidak adanya pencatatan keuangan, serta tumpang tindih antara keuangan pribadi dan usaha menjadi hambatan utama dalam pengambilan keputusan finansial dan keberlanjutan usaha. Program ini dilaksanakan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif yang meliputi penyuluhan interaktif, pelatihan pencatatan keuangan, simulasi perencanaan anggaran, diskusi kelompok, serta pendampingan individual. Materi disampaikan secara kontekstual menggunakan bahasa sehari-hari dan narasi kehidupan nyata, serta mengintegrasikan nilai kearifan lokal seperti prinsip “kembali ke akar”. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya pencatatan pemasukan-pengeluaran, penyusunan anggaran rumah tangga, serta perubahan sikap terhadap konsumsi dan manajemen keuangan keluarga. Kegiatan ini terbukti efektif dalam mendorong transformasi perilaku keuangan yang lebih bijak dan dapat direplikasi dalam pemberdayaan ekonomi rumah tangga berbasis komunitas

saragih, wismaroh; Awaludin, Awaludin; Wagino, Wagino; Agusnu Putra, Irwan; Kurniawan, Dedi +1 more

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2025 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Program pengabdian kepada masyarakat bertujuan meningkatkan pendapatan petani sawit rakyat selama masa replanting dengan metode tumpang sari, untuk mengoptimalkan lahan perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan penyuluhan, diskusi, dan kunjungan ke kelompok tani di Desa Jaharun, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Program ini mengedukasi petani mengenai tanaman hortikultura, rempah, dan tanaman bernilai ekonomis lain yang dapat ditanam di sela kelapa sawit. Hasilnya menunjukkan bahwa tumpang sari memberikan pendapatan tambahan. Petani memilih ubi kayu dan pisang barangan karena cocok dengan kondisi agroklimat lokal dan memiliki pasar yang stabil. Simpulan pengabdian ini meningkatkan kesadaran dan keterampilan petani dalam memanfaatkan lahan secara produktif dan berkelanjutan. Kontribusi keilmuan kegiatan ini adalah membuktikan efektivitas tumpang sari dalam mendukung ketahanan pangan lokal dan kesejahteraan petani selama replanting kelapa sawit.

Risti Puspita Sari Hunowu; Risti Puspita Sari Hunowu; Apsari Dj. hasan; Muhamad Alit Pratama Imran

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2025 UNIVERSITAS STEKOM

Kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi merupakan masalah serius yang memerlukan perhatian khusus. Universitas Ichsan Gorontalo melalui program Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) berupaya untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kampanye komunikasi visual yang efektif untuk mendukung program Satgas PPKS. Kampanye dirancang dengan menggunakan pendekatan Design Thinking yang berfokus pada pemahaman kebutuhan target audiens dan menghasilkan solusi visual yang inovatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, diskusi kelompok terfokus (FGD), observasi, dan studi dokumentasi. Media yang dirancang meliputi konten media sosial, poster, dan infografis. Proses penelitian meliputi lima tahap utama, yaitu empati, definisi masalah, ide, prototipe, dan pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa poster dan infografis efektif dalam meningkatkan kesadaran civitas akademika terhadap isu kekerasan seksual.

Fasya Aqila Abiyyanada; Puspitojati, Endah; Munambar, Siwitri

Jurnal Agrifoodtech 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Persaingan yang semakin kompetitif dalam industri wedang uwuh di Imogiri mendorong UMKM Taruna Agro Nusantara untuk berinovasi melalui produk wedang uwuh siap saji dalam kemasan paper cup yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap atribut kemasan wedang uwuh. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui diskusi dengan pemilik UMKM dan pakar desain untuk merumuskan atribut kemasan. Selanjutnya, pendekatan kuantitatif dilakukan melalui analisis konjoin untuk mengetahui kombinasi atribut yang paling disukai konsumen. Atribut kemasan yang dipilih yaitu slogan, warna, informasi produk, dan ukuran kemasan yang kemudian ditentukan level atributnya. Dari 9 level atribut menghasilkan 54 stimuli yang kemudian direduksi menjadi 9 stimuli menggunakan  orthogonal array. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa Persentase tingkat penerimaan responden terhadap stimuli tertinggi yaitu pada stimuli 4 sebesar 78%  kategori tinggi dengan kombinasi slogan “manfaat terasa, tradisi terjaga”, berwarna merah, menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta berukuran 240 ml. Nilai kepentingan tertinggi terdapat pada atribut ukuran dengan nilai 47,147. Nilai kegunaan tertinggi untuk atribut slogan adalah “kehangatan dalam tiap genggaman”, atribut warna terdapat pada warna merah, atribut informasi terdapat pada informasi yang menggunakan bahasa Indonesia dan Inggris, sedangkan nilai kegunaan tertinggi dalam atribut ukuran yaitu pada ukuran 240 ml. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan produk wedang uwuh siap saji yang lebih inovatif dan sesuai dengan selera pasar.

Eko Nursanty; Au Yong Hui Nee; Gita Sugiyarti; Aris Mardiyono; Tri Widayati +1 more

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pasar tradisional memainkan peran penting dalam memperkuat identitas budaya dan meningkatkan daya tarik pariwisata internasional. Pasar Seni di Kuala Lumpur adalah contoh utama dari keberhasilan transformasi pasar tradisional menjadi tujuan wisata budaya. Inisiatif community engagement ini merupakan kolaborasi antara Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang dan Universiti Tunku Abdul Rahman (UTAR) Malaysia, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pemangku kepentingan tentang strategi branding untuk Pasar Seni sebagai destinasi pariwisata internasional. Metode yang digunakan antara lain lokakarya partisipatif, diskusi dengan pemilik bisnis lokal, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pelestarian budaya, pemasaran digital, dan keterlibatan masyarakat lokal menjadi faktor kunci dalam memperkuat citra Pasar Seni sebagai destinasi wisata global. Rekomendasi diberikan untuk pengembangan strategi branding untuk pasar tradisional di Asia Tenggara.

Silalahi, Immanuel Rahep; Faozi, Safik

DINAMIKA HUKUM 2025 Universitas Stikubank

Berdasarkan Nota Kesepahaman Bersama Nomor 131/KMA/SKB/X/2012 antara Mahkamah Agung, Kepolisian Republik Indonesia, Kejaksaan Republik Indonesia beserta Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia tentang Penetapan Ulang Kriteria Pelanggaran Ringan dan Besaran Denda, Prosedur Pemeriksaan Cepat dan Penerapan Sistem Keadilan Restoratif serta Aturan yang ditetapkan oleh Kepolisian Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Pelanggaran Pidana Dengan Pendekatan Keadilan Restoratif. Perihal mengenai beberapa tindak pidana tertentu, dapat diselesaikan melalui keadilan restoratif. Pelaksanaan keadilan restoratif telah diupayakan dalam kasus pembuangan bayi di Polsek Ngaliyan Kota Semarang. Topik yang diperhatikan dalam riset ini adalah bagaimana penerapan keadilan restoratif terhadap pelaku tindak pidana pembuangan bayi dan bagaimana tinjauan yuridis terhadap penerapan keadilan restoratif di Polsek Ngaliyan Kota Semarang. Pendekatan yuridis normatif diterapkan dalam penelitian ini. Kumpulan data sekunder akan digunakan untuk mendukung temuan-temuan yang ditunjang dengan wawancara oleh Polisi Polsek Ngaliyan yang berpengalaman dalam melaksanakan keadilan restoratif. Temuan penelitian yang didapat, menunjukkan bahwa pelaksanaan keadilan restoratif terhadap pelaku tindak pidana pembuangan bayi telah direalisasikan selaras dengan Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Pelanggaran Pidana Dengan Pendekatan Keadilan Restoratif. Namun, Peraturan Kepolisian tersebut tidak sejalan dengan implementasi Nota Kesepahaman antara Mahkamah Agung, Kepolisian Republik Indonesia, Kejaksaan Republik Indonesia beserta Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia yang telah turut menandatangani. Polisi Polsek Ngaliyan telah berupaya menegakkan keadilan dengan mengikutsertakan keluarga pelaku untuk mengupayakan pemulihan yang baik dan damai dengan tujuan agar kelangsungan hidup bayi pada akhirnya dapat dipastikan dan pelaku tindak pidana pembuangan bayi ini mendapatkan arahan yang tepat untuk mengembangkan perilaku dan karakter yang baik secara berkesinambungan. Pelaksanaan keadilan restoratif ini turut mengundang perwakilan dari masyarakat Kecamatan Ngaliyan dengan mengutamakan diskusi secara kekeluargaan untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil melalui perdamaian terhadap perkara tindak pidana pembuangan bayi tersebut.Kata kunci : Keadilan Restoratif, Tindak Pidana Pembuangan Bayi, Peraturan Kepolisian Nomor 8 Tahun 2021.

Afda'u, Faisal

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya sertifikasi tanah di Kelurahan Karangmojo, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, berpotensi meningkatkan sengketa agraria. Meski PTSL digulirkan, hambatan administratif dan minimnya edukasi hukum menghambat implementasi. Program pengabdian masyarakat bertujuan meningkatkan kesadaran hukum warga, mendukung Reforma Agraria, dan mendorong pengelolaan tanah berkeadilan. Kegiatan meliputi survei lokasi, sosialisasi hukum pertanahan melalui presentasi interaktif, dan diskusi dengan masyarakat Karangmojo Kidul. Kesadaran hukum masyarakat Kelurahan Karangmojo terkait pengelolaan dan sertifikasi tanah masih rendah, ditunjukkan oleh banyaknya tanah yang belum bersertifikat, berisiko menimbulkan konflik agraria. Faktor penyebabnya meliputi kurangnya pemahaman akan pentingnya sertifikat tanah sebagai bukti hukum, kendala ekonomi, rendahnya pendidikan, dan budaya pengelolaan tanah tradisional. Kurangnya informasi dan tenaga ahli di bidang pertanahan juga menjadi hambatan. Program pemerintah seperti PTSL, yang bertujuan mempermudah sertifikasi, kurang dimanfaatkan karena minimnya sosialisasi. Langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran mencakup edukasi intensif melalui sosialisasi, pendampingan teknis bagi masyarakat dalam melengkapi dokumen sertifikasi, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk menyebarkan panduan terkait. Selain itu, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penyediaan layanan publik yang efektif. Peningkatan kesadaran hukum ini penting untuk menjamin kepastian hukum, mencegah konflik, dan mendukung pembangunan ekonomi masyarakat.

Eka Ratna Amelia; Didik Bagus Setiawan; Eduwin Eduwin; Uni W. Sagena; Jauchar B

Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi 2024 Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Abstrak Studi ini bertujuan untuk mendeksripsikan ironi dari keterlibatan Organisasi Masyarakat Keagamaan dalam sektor pertambangan energi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dan mengkaji dampak Peraturan Pemerintah (PP) No. 25 Tahun 2024, seperti yang diubah oleh PP No. 96 Tahun 2021, tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun izin tambang yang diberikan kepada Ormas dapat berdampak besar pada tata kelola pertambangan, kebijakan ini menimbulkan kontroversi karena kemungkinan melanggar Undang-Undang Minerba. Ironisnya, dampak pertambangan yang dihasilkan oleh Ormas justru diperburuk. Fokus utama diskusi ini adalah konsekuensi hukum, ekonomi, dan lingkungan dari kebijakan ini. Penelitian ini menemukan bahwa keterlibatan Ormas dalam industri pertambangan berpotensi meningkatkan risiko kerusakan lingkungan yang signifikan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan publik harus dievaluasi secara menyeluruh untuk memastikan bahwa pengelolaan sumber daya mineral tetap berkelanjutan secara ekologis.

Ru’ya Shaputri; Susmiarti Susmiarti

Imajinasi : Jurnal Ilmu Pengetahuan, Seni, dan Teknologi 2024 Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

This research is motivated by the low learning outcomes of cultural arts. The reason is that the use of the learning model and students' understanding of learning is not optimal. The purpose of this study is to describe the improvement of cultural arts learning outcomes by using the Discussion-Demonstration method in class XI.1 of SMA Negeri 1 Kuantan Mudik. This research is a Class Action Research (PTK) that uses qualitative and quantitative approaches. It is carried out in two cycles, namely cycle I consists of 2 meetings and cycle II consists of 1 meeting. Each cycle includes four stages, namely planning, implementation, observation and reflection. The subjects of this study are teachers and students of class XI.1 of SMA Negeri 1 Kuantan Mudik with a total of 36 people. The results of the study showed an increase in: a) the implementation in the aspect of teachers in the first cycle of meeting 1 with an average of 3.06 with good criteria, the first cycle of meeting 2 with an average of 3.41 with good criteria and the second cycle of 3.93 (very good), while in the aspect of students in the first cycle of meeting 1 with an average of 1.87 (not good), the first cycle of meeting 2 with an average of 3.31 (good) and the second cycle of 3.87 (very good),  b) Assessment of student learning outcomes in cycle I with an average score of 66 and cycle II with an average score of 90. Based on these results, it can be concluded that using the Discussion-Demonstration Method can improve the learning outcomes of cultural arts in class XI.1 students of SMA Negeri 1 Kuantan Mudik.

Mellisa Pita Butarbutar; Alfredo Batubara; Vania Rodearni Sihombing; Yusfi Laili Pasaribu; Khairunnisa Khairunnisa

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2024 Universitas Maritim AMNI Semarang

The aim of this research is to describe the reading interest of fifth-grade students at SD 101776 Sampali, identify the contributing factors, and seek solutions to improve it. The subjects of this study are the fifth-grade students of SD Negeri 101776 Sampali. The research employs a descriptive qualitative method. Data collection techniques include interviews and questionnaires to ensure objective data gathering. Based on observations and interviews with the fifth-grade teacher at SD Negeri 101776 Sampali, supported by distributing questionnaires to the students, it was found that students show little enthusiasm for reading and seldom seek out answers on their own. Instead, they often ask for answers that are already available in the reading materials. Students tend to read only when instructed by the teacher. Even reading textbooks is often done only when there are exams or tests. The low interest in reading among students is also influenced by the type of reading materials available. Typically, students are required to read materials related to their school subjects and are pressured by upcoming exams. This leads to a situation where students view reading as a means to achieve grades rather than for enjoyment.

Trismanto

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman anggota Karang Taruna RW 04 Kelurahan Krobokan, Semarang Barat, mengenai etika berbahasa di media sosial sebagai upaya pencegahan ujaran kebencian. Pelatihan yang berlangsung selama dua hari pada tanggal 22 dan 23 Maret 2024 ini melibatkan berbagai metode seperti ceramah, diskusi interaktif, workshop, simulasi, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan literasi digital, kampanye media sosial, role-playing, dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta dalam berkomunikasi secara bijak dan sopan di media sosial. Evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta merasa pelatihan ini sangat bermanfaat dan mengubah cara mereka berinteraksi di media sosial. Pelatihan ini berhasil menciptakan lingkungan media sosial yang lebih positif dan konstruktif, serta mengurangi potensi penyebaran ujaran kebencian.

Sari, Indah Purnama; Susanti Sundari; Suwarni, Putri Endah

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan K3 dalam bentuk edukasi agar dapat membantu siswa mengidentifikasi bahaya di lingkungan sekolah, mengembangkan kebiasaan yang baik tentang keselamatan dan kesehatan, membantu anak-anak memahami pentingnya menjaga keselamatan dan kesehatan diri sendiri dan orang lain, membantu untuk meningkatkan kualitas hidup siswa dengan mengurangi risiko kecelakaan dan cedera, serta meningkatkan kesehatan, dan juga meningkatkan kesejahteraan. Metode pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian meliputi sosialisasi, diskusi dan tanya-jawab, dilanjutkan dengan pemasangan display. Dari hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa sebesar 92% setelah kegiatan, juga terdapat display tentang K3 di lokasi sekolah sebagai pengingat dan pemberi petunjuk. Kegiatan berlangsung lancar dan sesuai dengan target dan tujuan.

Istikomah, Qodar; Utami, Kinanti Dyah

DINAMIKA HUKUM 2024 Universitas Stikubank

Artikel ini mendiskusikan tentang Pengabaian Kewajiban Pembayaran Gaji PNS sebagai Pelanggaran Terhadap Hak dan Prinsip Keadilan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum kualitatif, menggunakan pendekatan yuridis normatif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder, yaitu bahan hukum primer, seperti peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan. Data sekunder yang digunakan juga meliputi bahan hukum sekunder, seperti literatur-literatur yang berkaitan objek penelitian. Metode yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa hak konstitusional Pegawai Negeri Sipil terutama hak untuk mendapatkan gaji telah diatur didalam Pasal 21 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014. Namun, masih banyak Pegawai Negeri Sipil yang tidak mendapatkan gajinya, hal ini melanggar konstitusi dan keadilan. Salah satu contohnya gugatan yang akan dibahas didalam artikel ini yaitu, Putusan No. 18/G/TF/2022/PTUN.BNA.

Kurniawan, Aziz

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2024 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan realitas, ekpetasi dan solusi pada pembelajaran abad 21. Deskripsi yang diuraikan pada penelitian ini meliputi keterampilan yang diharapkan pada abad 21 yaitu 4C yang terdiri dari (Critical Thinking, Communiaction, Collaboration, Creativity). Data yang ditemukan pada lapangan berdasarkan kajian penelitian yang dilakukan peneliti lain menyebutkan bahwa belum seutuhnya keterampian 4C dikembangkan sesuai dengan harapan pada pembelajaran abad 21. Untuk dapat menjawab permasalah yang terjadi peneliti menyimpulkan yaitu 1) berpikir kritis dapat ditumbuhkan melalui pemberian instrument yang melatih siswa dalam berpikir kritis, 2) keterampilan kreativitas dapat dilatih dengan memberikan ruang gerak kepada siswa agar dapat berpikir secara bebas tanpa tekanan serta penerapan strategi pembelajaran yang inovatif, 3) keterampilan kolaborasi dan komunikasi dapat dimunculkan dengan mengembangkan media, bahan ajar, LKS atau modul yang menekankan pada kegitan diskusi siswa dengan teman sekelas, atau dengan mengembangkan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa.

Retno Mawarini Sukmariningsih; Hadi Karyono; Jady Zaidi Hassim

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Batik tulis merupakan batik yang teknik pembuatan paling tertua dan paling tradisional yang ada di Indonesia. Hal ini karena teknik pembuatan batik tulis khususnya dilakukan secara manual dengan menggunakan canting dan malam.  Eksistensi batik sudah dikenal luas baik lokal maupun mancanegara. Bahkan, pada tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO menetapkan batik sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) atau Warisan Budaya Takbenda. Pengabdian masyarakat ini focus dalam upaya menumbuh kembangkan eksistensi UMKM batik tulis tradisional di Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang bersama Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi Fakultas Hukum UNTAG Semarang serta Fakultas Hukum Universiti Kebangsaan Malaysia. Metode pengabdian masyarakat dengan penyuluhan hukum dan diskusi. Hasil penyuluhan hukum didapat kesadaran bagaimana pelaku pengrajin batik tradisional semakin lebih paham tentang keamanan transaksi bisnis batik baik secara Nasional maupun Internasional serta pentingnya peran sinergis Pemerintahn Daerah, Perguruan Tinggi serta Perbank kan dalam upaya menumbuh kembangkan pelaku pembatik tulis tradisional lebih eksis dan mendunia.

Sari, Indah Purnama; Susanti Sundari

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Digitalisasi siswa Sekolah Dasar penting untuk memberikan pelatihan membuat poster dengan menggunakan aplikasi dalam pemanfaatan teknologi di pembelajaran. Kegiatan pengabdian pada siswa SD Negeri 5 Talang, Kelas 6 di Bandar Lampung bertujuan mengajarkan siswa melalui menggunakan PixelLab dalam bereksperimen di pelajaran Matematika pada praktik Market Day yang diadakan sekolah. Hal ini bertujuan untuk mendekatkan dunia pembelajaran kepada anak-anak melalui pemanfaatan aplikasi PixelLab dengan cara yang menarik dan interaktif, dapat mengakses bantuan teknologi dan mengembangkan kreativitas siswa. Metode yang digunakan melalui pendekatan partisipatif dan komunikasi   individual, dengan tahapan sosialisasi berupa ceramah, demonstrasi, pelatihan, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan sosialisasi dan pelatihan secara umum menghasilkan keberhasilan berupa ouput bagi peserta pelatihan; keberhasilan    dalam    partisipasi    peserta dengan   keaktifan    siswa    dalam   diskusi, sangat responsif dan bersemangat, tersampaikannya materi  sesuai dengan rencana  dan    target, dan terjadi peningkatan  pengetahuan  jumlah siswa yang sebelumnya mengetahui aplikasi PixelLab hanya 5%, dan setelah sosialisasi meningkat menjadi 95%. Dan hasil pelatihan penggunaan disimpulkan bahwa tujuan pelatihan tercapai dengan baik dimana jumlah siswa yang awalnya bisa menggunakan aplikasi hanya sebesar 2%,  dan setelah pelatihan meningkat menjadi 98% mampu menggunakan aplikasi untuk menghasilkan poster. Hasil akhir adalah siswa mampu membuat poster-poster yang menarik dengan menggunakan aplikasi PixelLab.