Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-20 of 1,038

Analytics

Farah Destyana Nurainy; Easter Kaniada Kristanti; Danang Apriyanto; Afriska Mila Puspita; Farendi Ahmad Sofyansyah +5 more

Proceeding Konferensi Nasional 2026 Mianti Nurrizky Sutejo,S.Fis.,M.P.H

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan sumber daya lokal yang berpotensi mendukung kesehatan masyarakat, tetapi pemanfaatannya masih belum optimal karena pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dan pengolahannya masih terbatas. Permasalahan ini ditemukan pada masyarakat RW 01 RT 06 dan RT 07 Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, khususnya dalam pemanfaatan lidah buaya (Aloe vera) sebagai bahan pembuatan hand sanitizer dan pemahaman mengenai penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan TOGA melalui edukasi dan pelatihan pembuatan hand sanitizer berbahan lidah buaya. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2026 dengan subjek warga RW 01 RT 06 dan RT 07 Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil analisis data menunjukkan bahwa edukasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat. Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata jawaban benar dari 62,8% pada pretest menjadi 86,1% pada posttest, serta hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test yang menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Oleh karena itu, kegiatan edukasi dan pelatihan serupa disarankan untuk dilakukan secara berkelanjutan guna mengoptimalkan pemanfaatan TOGA dan mendukung perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat.

aisyah, putri sarah

Innovation, Theory & Practice Management Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Work Life Balance (WLB) dan Kualitas Sumber Daya Manusia (KSDM), baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kepuasan kerja, terhadap kinerja karyawan pada pegawai ASN Sekretariat Daerah Kabupaten Pemalang. Populasi penelitian berjumlah 127 pegawai ASN dengan teknik sampling jenuh. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Square (PLS) dengan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Work Life Balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (t=3,812; p=0,000), dan Kualitas SDM juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (t=4,836; p=0,000). Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (t=2,061; p=0,039). Work Life Balance berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja (t=4,927; p=0,000), dan Kualitas SDM berpengaruh sangat besar terhadap kepuasan kerja (t=11,666; p=0,000). Terkait mediasi, kepuasan kerja tidak memediasi hubungan antara WLB dan kinerja karyawan (t=1,796; p=0,073), sedangkan kepuasan kerja memediasi secara parsial hubungan antara Kualitas SDM dan kinerja karyawan (t=2,059; p=0,040). R-Square menunjukkan model mampu menjelaskan 89,2% variansi kepuasan kerja dan 87,6% variansi kinerja karyawan.

winarko, didi

Innovation, Theory & Practice Management Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompetensi dan kepemimpinan terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN), serta menganalisis peran pengembangan sumber daya manusia sebagai variabel intervening. Populasi penelitian adalah seluruh 36 ASN Kantor Kecamatan Warungpring Kabupaten Pemalang dengan menggunakan teknik sampling jenuh (sensus). Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert 1-5 dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN; (2) kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN; (3) pengembangan sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN; (4) kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan sumber daya manusia; (5) kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan sumber daya manusia; (6) pengembangan sumber daya manusia memediasi pengaruh kompetensi terhadap kinerja ASN; serta (7) pengembangan sumber daya manusia memediasi pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja ASN. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kompetensi dan kepemimpinan akan lebih efektif dalam meningkatkan kinerja ASN apabila didukung dengan program pengembangan sumber daya manusia yang terencana dan berkelanjutan.

Prasintia, Ni Kadek Dela Nopita; Fakhrurozi, Rifqi Nur

Jurnal Akuntansi dan Manajemen Bisnis 2026 Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Praktik keberlanjutan pada industri perhotelan membutuhkan keterlibatan karyawan karena kegiatan operasional sehari-hari berpengaruh langsung terhadap penggunaan energi, konsumsi air, produksi limbah, dan kinerja lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh green training dan environmental knowledge terhadap employee green behavior pada karyawan Renaissance Bali Nusa Dua Resort. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan melibatkan 97 karyawan tetap yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari populasi 128 karyawan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis dengan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling melalui SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green training berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee green behavior dengan koefisien jalur sebesar 0,474. Environmental knowledge juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien jalur sebesar 0,364. Kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 57,1% variasi employee green behavior. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan lingkungan yang terstruktur dan pengetahuan lingkungan yang memadai berperan penting dalam memperkuat perilaku kerja berkelanjutan. Manajemen hotel perlu melaksanakan pelatihan lingkungan secara berkala, interaktif, dan relevan dengan kegiatan operasional serta meningkatkan pemahaman karyawan mengenai efisiensi sumber daya, pengelolaan limbah, dan praktik kerja yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Siti Nurrahmatin Ni’mah; Mashfiyatus Shidqiyah; Khofifah Indar Parawansa

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Akreditasi sekolah merupakan salah satu bentuk penjaminan mutu pendidikan yang bertujuan memastikan bahwa penyelenggaraan pendidikan telah memenuhi standar yang ditetapkan. Permasalahan yang sering muncul dalam pelaksanaan akreditasi adalah masih adanya anggapan bahwa akreditasi hanya bertujuan memperoleh peringkat, sehingga belum dimanfaatkan secara optimal sebagai instrumen peningkatan mutu pendidikan. Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan konsep dasar akreditasi, peran akreditasi sebagai sistem penjaminan mutu eksternal dalam meningkatkan mutu pendidikan, mekanisme pelaksanaan akreditasi sekolah, serta kendala yang dihadapi beserta upaya untuk mengatasinya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai peraturan perundang-undangan, buku, dan literatur ilmiah yang berkaitan dengan akreditasi sekolah dan sistem penjaminan mutu pendidikan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa akreditasi memiliki peran penting sebagai instrumen evaluasi, pembinaan, dan pengendalian mutu pendidikan melalui proses penilaian yang sistematis, objektif, dan berkelanjutan. Pelaksanaan akreditasi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari perencanaan, evaluasi dokumen, visitasi, validasi, hingga penetapan hasil akreditasi. Dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai kendala, seperti keterbatasan pemahaman, administrasi, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, anggaran, serta budaya mutu. Kendala tersebut dapat diatasi melalui peningkatan kompetensi, penguatan administrasi, penyediaan fasilitas, serta penumbuhan budaya mutu secara berkelanjutan. Dengan demikian, akreditasi menjadi instrumen penting dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara berkesinambungan.

Karnigsih Karningsih

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan triangulasi. Hasil penelitian ini dapat ditemukan bahwa implementasi Program Keluarga Harapan di Desa Tamanrejo Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora masih ada kendala dalam aspek komunikasi dan sumber daya, yaitu pendamping PKH dari Kementerian Sosial yang ahli di bidangnya, dan faktor penghambat adalah kurangnya sosialisasi tentang PKH kepada masyarakat. Rekomendasi yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah Tim Pelaksana Program Keluarga Harapan harus membangun komunikasi yang baik dengan warga masyarakat agar pemahaman tentang adanya Program Keluarga Harapan dapat tersampaikan dengan baik, tidak hanya kepada Keluarga Penerima Manfaat PKH tetapi juga masyarakat lainnya, sehingga tidak menimbulkan kecemburuan dan masyarakat dapat berpartisipasi aktif mensukseskan program keluarga harapan, serta perlu adanya pembaharuan aplikasi SIKS-NG agar data lebih akurat.

Otius Kogoya; Ajeng Dewi Rani; Arief Fath Atiya; Leary Pakiding; Dominggus Bakarbessy

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Industri konstruksi gedung kerap menghadapi keterlambatan, pembengkakan biaya, dan cacat mutu akibat lemahnya koordinasi antarpemangku kepentingan dan minimnya integrasi data. Building Information Modeling (BIM) hadir sebagai metodologi berbasis representasi digital tiga dimensi yang sarat informasi untuk mengatasi persoalan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi BIM terhadap efisiensi waktu, biaya, dan mutu proyek konstruksi gedung, serta mengidentifikasi tantangan dan faktor keberhasilan implementasinya. Metode yang digunakan adalah kajian deskriptif-analitis melalui studi literatur sistematis dan sintesis temuan empiris dari berbagai studi kasus proyek gedung bertingkat. Hasil kajian menunjukkan bahwa BIM pada dimensi 3D–5D mampu menekan durasi pelaksanaan melalui penjadwalan terintegrasi dan deteksi benturan (clash detection) sejak dini, menurunkan pemborosan biaya akibat pekerjaan ulang, serta meningkatkan akurasi estimasi volume pekerjaan. Dari sisi mutu, model informasi yang konsisten meningkatkan ketertelusuran spesifikasi dan kualitas dokumen perencanaan. BIM berperan signifikan sebagai instrumen pengendalian proyek terpadu, meskipun keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia, dukungan kebijakan, kematangan kolaborasi tim, serta kesiapan organisasi dalam mengelola perubahan. Kata Kunci: Building Information Modeling, Efisiensi Biaya, Konstruksi Gedung, Manajemen Proyek, Mutu Konstruksi

Ikliluddin, Muhammad Fildzayatan; Dwikiprastya, Hanif Daffa; Nugraha, Davin Setya

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan retribusi Tempat Khusus Parkir (TKP) di kawasan Taman Apsari Kota Surabaya berdasarkan teori implementasi kebijakan George Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan Dinas Perhubungan Kota Surabaya, juru parkir, dan pengguna jasa parkir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan retribusi parkir di kawasan Taman Apsari belum berjalan secara optimal. Pada aspek komunikasi, pemahaman masyarakat terhadap sistem pembayaran non-tunai masih terbatas. Pada aspek sumber daya, keterbatasan pengawasan, sumber daya manusia, dan kendala jaringan masih menjadi hambatan implementasi. Pada aspek disposisi, masih terdapat juru parkir yang lebih mengutamakan pembayaran tunai meskipun sistem pembayaran digital telah diterapkan. Sementara itu, pada aspek struktur birokrasi, koordinasi dan pengawasan antar pelaksana kebijakan masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengawasan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta optimalisasi sistem parkir digital guna meningkatkan efektivitas implementasi kebijakan retribusi parkir di Kota Surabaya.

Nurmalasari, Siti; Durrotun Nasikha, Novita; Devian Lumban Gaol, Indra

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pengelolaan keuangan desa yang bersifat transparan dan akuntabel adalah salah satu prinsip utama untuk mewujudkan pemerintahan desa yang baik. Perkembangan teknologi digital mendorong pemerintah desa agar menggunakan teknologi informasi dalam mengelola dan mempublikasikan keuangan desa dengan menerapkan Sistem Keuangan Desa atau SISKEUDES. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji seberapa efektif implementasi SISKEUDES dalam mendukung transparansi APBDes melalui media digital di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi wawancara semi terstruktur, observasi, dokumentasi, serta analisis isi terhadap media informasi digital desa. Narasumber dalam penelitian ini adalah Sekretaris Desa dan operator SISKEUDES di Desa Rahayu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi SISKEUDES di Desa Rahayu telah berkontribusi pada peningkatan efisiensi pengelolaan keuangan desa, mempercepat proses administrasi dan pelaporan, serta mendukung transparansi informasi publik melalui website desa, media sosial, banner APBDes, dan papan informasi pembangunan desa. Dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa digitalisasi pengelolaan keuangan desa tidak hanya berfungsi untuk alat administrasi, tetapi juga bagian dari transformasi digital dalam pemerintahan di tingkat desa. Namun, implementasi transparansi digital masih menghadapi beberapa tantangan seperti keterbatasan kemampuan sumber daya manusia dan partisipasi masyarakat yang rendah dalam komunikasi publik secara digital di desa. Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas implementasi SISKEUDES dipengaruhi oleh kemampuan pemerintahan desa dalam menggabungkan sistem administrasi keuangan dengan media komunikasi publik yang berbasis digital.

Kurniawan, Rafi; Mulyawan, Budy; Widayat, Wisnu

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pelayanan paspor bagi pemohon disabilitas di Indonesia, khususnya di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang, masih menghadapi kesenjangan signifikan dalam implementasi prinsip pelayanan publik ramah Hak Asasi Manusia (HAM), termasuk hambatan fisik dan prosedural. Meskipun ada kebijakan afirmatif, realitas di lapangan menunjukkan bahwa banyak pemohon disabilitas masih mengalami kesulitan. Kendala ini mencakup aspek normatif, kelembagaan, sumber daya, infrastruktur, dan budaya pelayanan yang belum sepenuhnya menjadikan HAM sebagai inti orientasi pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan penerapan prinsip ramah HAM dalam pelayanan paspor bagi pemohon disabilitas di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang, serta mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) untuk menggali dan menganalisis urgensi implementasi prinsip pelayanan publik ramah HAM, didukung oleh studi kasus kontekstual dari analisis kebijakan, laporan lembaga, dan publikasi daring. Penerapan prinsip keselamatan, kemudahan, kegunaan, dan kemandirian di Kantor Imigrasi Semarang menunjukkan arah positif dalam pelayanan paspor yang selaras dengan semangat pelayanan publik ramah HAM. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala seperti keterbatasan standar teknis, kurangnya petugas terlatih, fasilitas fisik yang belum universal, dan orientasi kinerja yang fokus pada efisiensi administratif. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang telah berada pada jalur pelayanan publik yang inklusif dan berdimensi HAM, namun memerlukan penguatan melalui standar operasional eksplisit, pelatihan SDM berkelanjutan, penataan fasilitas universal, dan reformasi budaya pelayanan untuk mewujudkan pelayanan yang manusiawi dan nondiskriminatif.

Stradivary Maulida Firdaus; Hendrastuti Ikasari; Hanum Masyitalia; Wiwin Sulistyowati

Sinov : Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang 2026 Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Semarang

One of the key sectors driving regional economic growth which boosts local revenue, creates jobs, and fosters regional development is tourism. This study aims to analyze the state of human resources (HR) in the management of tourist attractions in Semarang Regency and to formulate strategies for their improvement. The method used is qualitative descriptive research through observation, interviews, and documentation, with analysis employing the Human Capital Index (HCI) and SWOT analysis. The results indicate that destination facilities are generally adequate, but service quality and the availability of information remain suboptimal. An HCI score of 2.84 (moderate category) indicates that HR capacity, competence, and development still need to be improved. Therefore, HR strengthening strategies are needed through capacity building, competency-based training, and performance management enhancement to improve service quality and destination competitiveness.

Gan Gan Galih Gandara

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tata kelola sanggar seni dalam mengelola Tari Jaipong sebagai bagian dari ekosistem seni daerah, dengan studi kasus di Sanggar Galura Kencana Kabupaten Garut. Sanggar seni memiliki peran penting sebagai ruang produksi, distribusi, dan keberlanjutan seni tari tradisional yang berhadapan langsung dengan dinamika sosial, budaya, dan ekonomi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui studi literatur, analisis dokumen sanggar, serta penelaahan praktik tata kelola seni yang meliputi aspek organisasi, pengelolaan sumber daya manusia, pendanaan, fasilitas, dan jejaring kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola Sanggar Galura Kencana dibangun melalui sistem manajemen berbasis komunitas yang terintegrasi antara kegiatan pelatihan tari, pengelolaan kostum dan sarana pendukung, serta keterlibatan aktif dalam jaringan seni dan budaya lokal. Meskipun menghadapi keterbatasan dukungan pendanaan dan meningkatnya persaingan antar sanggar, Sanggar Galura Kencana mampu mempertahankan eksistensi dan keberlanjutan Tari Jaipong melalui kualitas artistik, pengalaman pengelolaan, serta strategi adaptif terhadap perkembangan ekosistem seni. Penelitian ini menegaskan bahwa tata kelola sanggar seni yang berkelanjutan menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlangsungan seni tari tradisional di tengah perubahan budaya kontemporer.  

Adrian Hartanto Darma Sanputra; Apriana Rahmawati; Evi Fitriana; Ervina Dwi Aprilia; Ghina Mufidatus Salma

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2026 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Gatot, a fermented-cassava food, is the culinary icon of Gatot Tourism Village in Sumberpucung Subdistrict, Malang Regency. Cafe Koka, the pioneering gatot business in the area, faces two problems that hold back its growth. Its drying process still relies on sunlight, so production stops during the rainy season and the failure rate reaches 30–40%, while product presentation lacks adequate display facilities, lowering its appeal and selling value. This community-service program installed a 5 kg-per-batch cabinet dryer and two display refrigerators, accompanied by dried-gatot packaging development and staff training. The work followed a Plan-Do-Check-Act cycle combined with participatory mentoring over eight months, evaluating production and marketing indicators. After the program, drying time dropped from 2–4 days to about 4–5 hours, the product failure rate fell to 8–10%, and drying uniformity rose to about 90%. On the marketing side, impulse purchases increased by more than 40%, customer satisfaction with product display reached 4.5 of 5 (n=50), and monthly revenue grew about 175% owing to the new packaged-gatot line. Combining production and marketing technology strengthened the self-reliance of this local-food micro-enterprise.

Bagas ardiyantoro; Triana Triana; Septian Maulid Wicahyo

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2026 CV. Aksara Global Akademia

Limbah kulit Jeruk peras , yang sering dibuang dan menimbulkan masalah lingkungan, sebenarnya memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali. Kulit Jeruk peras  mengandung minyak atsiri yang dapat diolah menjadi reed diffuser, pengharum ruangan alami yang ramah lingkungan. Namun, pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan kulit Jeruk peras  masih terbatas. Siswa SMA, sebagai generasi muda yang sedang mempersiapkan diri untuk dunia kerja atau wirausaha, dapat memainkan peran penting dalam mengembangkan inovasi ini. Melalui pendidikan dan pelatihan, siswa SMA dapat mempelajari proses pembuatan reed diffuser dari kulit Jeruk peras , mulai dari ekstraksi minyak atsiri hingga pengemasan produk. Hal ini tidak hanya melatih keterampilan teknis dan kreativitas, tetapi juga membuka peluang kewirausahaan. Pemanfaatan kulit Jeruk peras  untuk reed diffuser sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan, yang menekankan pemanfaatan sumber daya secara efisien. Dengan menguasai keterampilan ini, siswa SMA dapat berkontribusi dalam mengurangi limbah organik sekaligus menciptakan produk bernilai ekonomi tinggi. Ini juga mendukung visi pendidikan SMA untuk menciptakan lulusan yang kompeten, kreatif, dan siap bersaing di dunia kerja. Pengabdian masyarakat kali ini dilaksanakan di SMA Islam 1 Surakarta, Kota Surakarta.

Abdul Tahir; Duddy Arisandi

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2026 CV. Aksara Global Akademia

Penilaian kinerja merupakan elemen krusial dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) untuk memastikan efektivitas organisasi dan pengembangan karyawan. Namun, banyak sistem penilaian tradisional masih bergulat dengan masalah subjektivitas, kurangnya transparansi, dan minimnya fokus pada pengembangan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sistem penilaian kinerja yang berlaku di Politeknik XXX dan mengusulkan kerangka model yang mengintegrasikan 360-Degree Feedback dan Critical Incident Technique (CIT) untuk mengatasi kelemahan tersebut. Menggunakan analisis survei deskriptif dan analisis kesenjangan (gap analysis) pada data Politeknik XXX , ditemukan bahwa sistem saat ini bersifat top-down, minim umpan balik multi-sumber (rekan sejawat dan mahasiswa 0%), lemah dalam pencatatan kejadian kritis (18.5% untuk prestasi, 29.6% untuk pelanggaran), serta memiliki skor komunikasi hasil penilaian (2.07/5.00), kepuasan, dan keadilan yang moderat (2.96/5.00). Kesenjangan signifikan teridentifikasi pada aspek transparansi (gap 2.29), orientasi perbaikan (gap 2.08), dan rekam kejadian kritis/CIT (gap 2.07). Implikasi dari temuan ini menunjukkan urgensi transformasi menuju sistem manajemen kinerja modern yang mengedepankan objektivitas, transparansi, dan pengembangan profesional berbasis data. Integrasi 360-Degree Feedback dan CIT diyakini mampu menyediakan perspektif holistik dan bukti perilaku faktual yang diperlukan untuk penilaian yang lebih adil dan formatif.

Sicillia, Mita; Abu Yazid; Fery Citra Febriyanto; Sicillia, Mita; Abu Yazid +1 more

Opportunity Research and Community Service Journal 2026 Faculty of Economics and Islamic Business, Sunan Drajat University, Lamongan

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap strategi pemasaran dan kinerja Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Literasi keuangan merupakan kemampuan pelaku usaha dalam memahami, mengelola, dan memanfaatkan informasi keuangan untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis yang efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 20 pelaku UMKM yang bergerak di sektor kuliner, perdagangan, kerajinan, dan jasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM yang memiliki tingkat literasi keuangan yang baik cenderung mampu merencanakan anggaran pemasaran, menentukan harga produk secara tepat, mengelola biaya promosi, serta memanfaatkan pemasaran digital secara lebih efektif. Kondisi tersebut berdampak positif terhadap peningkatan penjualan, profitabilitas, kepuasan pelanggan, dan keberlanjutan usaha. Sebaliknya, rendahnya literasi keuangan menyebabkan lemahnya perencanaan pemasaran dan kurang optimalnya pengelolaan sumber daya usaha. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi keuangan memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan strategi pemasaran dan peningkatan kinerja UMKM. Oleh karena itu, diperlukan program edukasi dan pelatihan literasi keuangan yang berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing UMKM di Kabupaten Pamekasan.

Ahmad Afan Zaini; Siswadi; Abdullah Zawawi; M. Habibi Alaudin Al- Falih; Ahmad Afan Zaini +3 more

Opportunity Research and Community Service Journal 2026 Faculty of Economics and Islamic Business, Sunan Drajat University, Lamongan

Abstrak. Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu strategi pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat. Desa Kranji kecamatan Paciran kabupaten Lamongan memiliki potensi sumber daya alam berupa bambu yang dapat dimanfaatkan sebagai reyengan (wadah atau tempat ikan) untuk mendukung aktivitas perikanan dan perdagangan hasil laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan bambu sebagai reyengan tempat ikan, mengidentifikasi dampak ekonomi yang dihasilkan, serta menjelaskan faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan bambu sebagai reyengan tempat ikan mampu meningkatkan nilai ekonomis bambu, membuka peluang usaha bagi masyarakat, serta memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi desa. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pelestarian kearifan lokal dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Faktor pendukung meliputi ketersediaan bahan baku, keterampilan masyarakat, dan tingginya kebutuhan reyengan dalam aktivitas perikanan. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan inovasi produk, akses pemasaran, dan persaingan dengan produk berbahan plastik. Penelitian ini merekomendasikan adanya pendampingan, pelatihan kewirausahaan, dan dukungan pemerintah untuk meningkatkan daya saing produk reyengan bambu

Nilam Sari, Putti; Kian, Lia

Synergy: Journal of Collaborative Sciences 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan implementasi manajemen sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia, dengan fokus pada proses perizinan, pengelola SDM dan Knowledge transfer. Peningkatan jumlah TKA di Indonesia menunjukan kebutuhan Perusahaan terhadap kompetensi global yang tidak sepenuhnya tersedia dipasar tenaga kerja lokal. Menurut data Kementerian ketenagakerjaan jumlah TKA meningkat dari 102.902 orang (2021) menjadi 183.964 orang (2024), menunjukan tren peningkatan signifikan yang membutuhkan sistem manajemen SDM  yang efektif dan adaptif. Metode penelitian menggunakan pendekatan  metode kualitatif deskriptif melalui studi Pustaka dengan menggunakan sumber primer berupa peraturan perundang-undangan serta sumber sekunder dari jurnal ilmiah dan dan laporan penelitian terdahulu. Analisis menggunakan perspektif Manajemen sumber daya manusia (HRM) dan Resource-Based View (RBV) untuk memahami bagaimana Perusahaan memanfaatkan tenaga kerja asing sebagai sumber daya strategis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen SDM dalam proses perizinan dan pengelolaan tenaga kerja asing telah dilakukan  melalui proses administrasi perizinan, perekrutan, penempatan kerja, pelatihan, pengawasan, serta evaluasi kinerja tenaga kerja asing. Namun, perusahaan masih menghadapi beberapa kendala seperti perubahan peraturan ketenagakerjaan, hambatan administrasi terkait otorisasi, perbedaan budaya ditempat kerja, dan proses knowledge transfer kepada tenaga kerja lokal. Oleh karena itu, perlu ditingkatkan koordinasi antara perusahaan dan pemerintah serta memperkuat sistem manajemen SDM agar pengelolaan tenaga kerja asing dapat beroperasi dengan cara yang lebih efisien dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.

Ivander, Davin Danny; Khiroh, Siti Muhimatul

JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Ketidaksesuaian kualitas pada proses assembly sepatu kulit kerap memicu siklus rework berulang yang menguras sumber daya waktu maupun biaya produksi secara signifikan. Penelitian ini mengkaji mekanisme pengendalian cacat yang diterapkan pada Product D-01 di Lini C PT XYZ, dengan menggunakan DMAIC sebagai kerangka perbaikan utama serta Pareto, P-Chart, Fishbone Diagram, 5 Whys, Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), dan Cost of Quality (COQ) sebagai alat pendukung. Data primer bersumber dari catatan produksi internal perusahaan, pengamatan lapangan, dan wawancara terstruktur bersama pengawas produksi dan staf quality control. Pengukuran baseline menunjukkan bahwa Lini C menyumbang volume cacat paling tinggi di antara seluruh lini yang ada, dengan Product D-01 mencatat 10.487 pair cacat dari total output 80.387 pair, sehingga menghasilkan defect rate sebesar 13,05%. Distribusi Pareto mengidentifikasi wrinkle, incorrect colour, dan not straight sebagai tiga kategori cacat paling kritis. Penilaian FMEA menetapkan Risk Priority Number tertinggi sebesar 245 pada perilaku operator yang terburu-buru selama proses lasting dan brushing. Tindakan korektif mencakup pemasangan SOP visual, implementasi checklist QC pra-shift, verifikasi kondisi mesin secara rutin, dan penyediaan sampel referensi warna serta bentuk yang terstandar. Pemantauan selama dua periode berikutnya mengkonfirmasi penurunan defect rate secara bertahap menjadi 12,80% dan kemudian 11,65%, disertai penurunan estimasi biaya kegagalan internal dari Rp 2,36 juta menjadi Rp 1,86 juta per periode.

Siswadi; Wilda 'Ainun Najihah; Siswadi; Wilda 'Ainun Najihah

Opportunity Research and Community Service Journal 2026 Faculty of Economics and Islamic Business, Sunan Drajat University, Lamongan

Produksi merupakan salah satu aktivitas fundamental dalam sistem ekonomi yang berperan dalam memenuhi kebutuhan manusia melalui penciptaan barang dan jasa. Dalam perspektif ekonomi Islam, kegiatan produksi tidak hanya berorientasi pada pencapaian keuntungan, tetapi juga diarahkan untuk mewujudkan kemaslahatan (maslahah), keadilan, serta keberkahan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor produksi, prinsip-prinsip produksi, tujuan produksi, serta mengkaji perbedaan konsep produksi dalam ekonomi Islam dan ekonomi konvensional. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah, seperti buku, artikel jurnal, hasil penelitian, dan dokumen yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor produksi dalam ekonomi Islam meliputi sumber daya alam, tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan yang seluruhnya dipandang sebagai amanah dari Allah Swt. Aktivitas produksi dilaksanakan berdasarkan nilai-nilai tauhid, keadilan (al-'adl), kenabian (nubuwwah), kekhalifahan (khilafah), dan orientasi akhirat (ma'ad). Berbeda dengan ekonomi konvensional yang lebih menitikberatkan pada maksimalisasi keuntungan, ekonomi Islam menempatkan kemaslahatan, pemerataan kesejahteraan, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan sebagai tujuan utama produksi. Dengan demikian, sistem produksi dalam ekonomi Islam menawarkan paradigma pembangunan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengintegrasikan dimensi moral, sosial, dan spiritual dalam setiap aktivitas produksi.