Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 115

Analytics

Anisa Sahara; Kuswandi Kuswandi

Parlementer : Jurnal Studi Hukum dan Administrasi Publik 2025 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

This study analyzes online fraud as one of the most common forms of cybercrime in Indonesia, which has expanded alongside rapid advances in information and communication technology. These crimes utilize digital platforms such as social media, online marketplaces, and fraudulent websites to deceive victims for unlawful financial gain. The research aims to examine online fraud from a criminological perspective by identifying its causes, patterns, and relevance to routine activity theory and differential association theory. A normative juridical method is employed, using statutory, conceptual, and case-based approaches, with qualitative and descriptive analysis. The findings show that online fraud reflects a shift from conventional fraud to digital-based crimes, driven by low public awareness of cybersecurity, easy access to technology, and weak online supervision. Several fraud schemes were identified, including online investment scams, phishing, and identity impersonation. This study highlights the need for an integrated approach that goes beyond law enforcement by emphasizing digital literacy, public education, and cross-sector collaboration to reduce cybercrime in Indonesia.

Mutiara Yusdhiana; Johan Erwin Isharyanto

Jurnal Akta Notaris 2025 Program Studi Kenotariatan Program Magister

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya persoalan yuridis dalam pelaksanaan mekanisme Agunan yang Diambil Alih (AYDA) oleh perbankan, terutama terkait validasi Pajak Penghasilan atas Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan (PPh TB). Kasus BPR RAY memperlihatkan kebuntuan administratif akibat penolakan validasi pajak oleh DJP, yang menimbulkan ketidakpastian hukum dalam penyelamatan kredit bermasalah. Rumusan masalah mencakup: (1) bentuk pertentangan norma antara POJK 33/2018 dan PMK 261/2016; (2) penyebab disharmonisasi norma; dan (3) akibat hukumnya terhadap pelaksanaan AYDA. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk, penyebab, dan akibat hukum dari disharmonisasi tersebut. Metode yang digunakan ialah yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif-analitis melalui studi pustaka dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bentuk pertentangan antara PMK 261/2016 yang mengedepankan pendekatan formal kepemilikan dan POJK 33/2018 yang menekankan substansi penguasaan aset. Disharmonisasi ini disebabkan oleh pengambilalihan AYDA secara sukarela, penafsiran subjek pajak penghasilan, serta ketiadaan regulasi penghubung antarregulator. Akibat hukum disharmonisasi ini terjadi di sektor perbankan, perpajakan dan pertanahan. Hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan teori sistem hukum, teori hukum responsif dan teori keadilan distributif. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan disharmonisasi norma menimbulkan hambatan dalam praktik AYDA dan menimbulkan akibat hukum di berbagai sektor. Di akhir, peneliti memberikan saran akademik mendorong penelitian AYDA yang multi kasus dengan teori hukum yang lebih variative. Untuk saran praktis penelitian ini menegaskan pentingnya harmonisasi antar regulator sehingga pengaturan AYDA tidak saling bertentangan. Beban pajak sebaiknya disesuaikan dengan prinsip keadilan dan kemampuan membayar. BPR maupun masyarakat dapat menempuh judicial review ke Mahkamah Agung untuk menjamin kepastian hukum dan keseragaman tafsir regulasi

Simanjuntak Simanjuntak; Maylisa Lisdiana

Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The advancement of information technology has increased very rapidly, one of which can be seen from the use of cell phones as the main communication tool. However, this progress also creates a gap, for the emergence of cybercrime such as fraud through short messages or called Short Message Service (SMS). Fraud via SMS by offering prizes is one form of misuse of information technology that is increasingly prevalent in the digital era. This mode of fraud is often carried out because it takes advantage of the lack of public awareness of information security and tends to target individuals who do not understand how communication technology works. This article discusses how the mechanism of fraud carried out via SMS, the impact caused to victims, and how legal regulations in Indonesia handle prize fraud via SMS. This research uses normative research methods conducted through data collection from various references including journals and laws and regulations. This research is expected to provide a more comprehensive understanding of the role of law in tackling SMS-based fraud and offer solutions that can strengthen consumer protection in the digital era.

Lilis Nabila Aisyah; Ilun Mualifah

Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Transformasi Kesejahteraan 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study aims to describe the implementation of ecobrick activities as an environmentally friendly initiative and as a strategy to enhance fine motor development in early childhood aged 4-6 years in Jatirejo Village, Pasuruan Regency. This research employed a descriptive qualitative approach using observation, interviews, documentation, and hands-on ecobrick practice. The findings indicate that the ecobrick process-which includes collecting plastic waste, washing, drying, cutting, inserting plastic pieces into bottles, and compressing the contents-effectively improves children’s fine motor skills, particularly in hand-eye coordination, finger strength, accuracy, and cutting ability. Children demonstrated positive responses, including high enthusiasm, curiosity, and increased awareness of environmental preservation. The activity also strengthened children’s social development through cooperation, communication, and shared responsibility. Overall, ecobrick activities function not only as an innovative waste-management solution but also as an educational medium that holistically supports child development and instills environmental awareness from an early age.

Azzahra, Esi Anindya; Desrina , Rania Adriane; Aurellia , Khaila; Tarina, Dwi Desi Yayi

Notary Law Research 2025 Program Studi Kenotariatan Program Magister Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Penelitian ini membahas secara mendalam mengenai perlindungan hukum bagi nasabah dalam sengketa gadai syariah, khususnya yang berkaitan dengan pengembalian barang jaminan setelah pelunasan utang. Perkembangan industri gadai syariah di Indonesia yang sangat pesat menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan berbasis syariah. Namun, di sisi lain, dinamika ini juga memunculkan tantangan baru dalam aspek perlindungan konsumen, terutama ketika terjadi wanprestasi, kesalahan administrasi, atau kelalaian lembaga gadai dalam menjaga serta mengembalikan barang jaminan milik nasabah. Melalui pendekatan yuridis normatif dan studi kasus terhadap Putusan Pengadilan Agama Banjarmasin Nomor 1112/Pdt.G/2021/PA.Bjm, penelitian ini berupaya menganalisis bentuk tanggung jawab hukum lembaga gadai serta perlindungan yang seharusnya diterima oleh nasabah sebagai pihak yang dirugikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam perspektif hukum syariah, barang gadai (marhun) memiliki kedudukan hukum sebagai amanah yang wajib dijaga dengan penuh tanggung jawab oleh pihak penerima gadai (murtahin). Apabila lembaga gadai lalai dalam menjaga atau gagal mengembalikan barang tersebut, maka tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai wanprestasi sekaligus pelanggaran terhadap prinsip keadilan dan hak-hak konsumen. Perlindungan hukum terhadap nasabah diatur dalam berbagai peraturan, antara lain Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta pengawasan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap lembaga keuangan syariah. Namun demikian, efektivitas implementasi peraturan tersebut masih menghadapi berbagai kendala, seperti lemahnya pengawasan, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai hak-haknya, serta minimnya mekanisme penyelesaian sengketa yang cepat dan transparan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem pengawasan serta edukasi hukum bagi masyarakat agar prinsip keadilan, kepastian hukum, dan kemaslahatan dalam transaksi gadai syariah dapat terwujud secara menyeluruh.

Siska udilawaty; Udilawaty, Siska

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2025 UNIVERSITAS STEKOM

Penelitian ini mengkaji identitas visual merek Pia Saronde—salah satu produk kuliner khas Gorontalo—dengan menggunakan pendekatan semiotika yang berlandaskan teori Roland Barthes. Sebagai salah satu UMKM yang bergerak di sektor pangan, merek ini sangat bergantung pada peran logo untuk membentuk persepsi konsumen, memperkuat posisi merek, serta membedakannya dari produk lain dalam persaingan pasar. Penelitian ini bertujuan menelaah struktur visual yang membentuk logo, menginterpretasikan makna denotatif dan konotatif yang muncul, serta menilai sejauh mana logo tersebut mampu merepresentasikan nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memadukan pengamatan visual terhadap logo dan kajian pustaka yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi warna kuning dan coklat pada logo mampu menimbulkan kesan hangat, manis, dan menggugah selera, sedangkan bentuk tipografi yang melengkung menghadirkan citra tradisional, akrab, dan bernuansa rumahan. Selain itu, penggunaan nama “Saronde” menciptakan hubungan simbolis dengan Pulau Saronde yang terkenal, sehingga memperkuat keterikatan merek terhadap identitas daerah. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa logo tersebut berhasil mengomunikasikan keterkaitan budaya dan citra kuliner yang diusung produk. Meskipun demikian, penelitian ini merekomendasikan adanya pengembangan pada beberapa elemen simbolik dan peningkatan adaptasi visual untuk kebutuhan media digital guna memperkuat daya saing merek.

Intan Zakiah; Muhammad Rafi Salman

Uranus: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro, Sains dan Informatika 2025 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

This research examines the implementation of green building principles in the design of the Multipurpose Building at SMP–SMA Islam Hidayatullah Semarang, focusing on energy-efficient strategies and spatial comfort based on the GREENSHIP GBCI certification criteria. The study employs a qualitative descriptive method through interviews with the architect, analysis of architectural drawings, interpretation of interior design visualizations produced by Falana Studio, and literature review on sustainable building design. The findings indicate that the building consistently applies passive design strategies, including the optimization of natural lighting through large openings and a central void, the application of cross-ventilation on each floor, and the integration of façade vegetation that reduces surface temperature and improves microclimate performance. Material selection such as GRC panels, HPL, and modular plywood supports long-term durability, while the interior design demonstrates strong visual comfort and ergonomic quality through indirect lighting, neutral color schemes, and activity-based furniture layout. According to the GREENSHIP assessment categories, the building fulfills Energy Efficiency and Conservation (EEC), Indoor Health and Comfort (IHC), Material Resources and Cycle (MRC), and Appropriate Site Development (ASD) criteria. In conclusion, the Multipurpose Building successfully integrates green building principles as an effective approach to energy efficiency and the enhancement of the educational environment.

Muhammad Aulia Moeslim; M. Alfito Dwian; Fatma Tresno Ingtyas; Laurena Ginting

Garina 2025 Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang

This study aims to analyze the role of social media in driving innovation in flavor, shape/appearance, and modern perception of Indonesian traditional snacks in the digital era through a literature review from 2020–2025. Social media functions not only as a promotional tool but also as a creative and collaborative space that influences how traditional snacks are created, modified, and perceived. The findings indicate that social media accelerates the spread of new flavor trends and encourages the exploration of modern tastes without abandoning cultural identity. In addition, visual aesthetics on social media inspire innovation in the shape and presentation of snacks to make them more appealing and easily viral. Social media also shapes modern perceptions through cultural storytelling that rebrands traditional snacks as contemporary, relevant, and culturally valuable. However, challenges arise from the limited digital and branding skills among MSME actors. Overall, social media serves as a catalyst for the synergy of flavor, visual, and cultural innovation, bridging tradition and modernity in the development of local culinary products.

Setyowati, Endah; Nasrudin, Muhammad; Subektianto, Rahmad Adi

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2025 Politeknik Negeri FakFak

Penelitian ini membahas mengenai upaya perluasan infrastruktur teknologi informasi di Provinsi Papua kaitannya dengan peningkatan eksistensi ekonomi digital berdasarkan indikator infrastruktur teknologi informasi. Upaya ini didahului dengan melakukan klasterisasi wilayah di Provinsi Papua guna mengetahui kemiripan karakteristik infrastruktur setiap kabupaten/kota. Analisis klaster ini menggunakan pendekatan K-Means dan K-Medoids. Indikator infrastruktur teknologi informasi yang digunakan berupa variabel persentase keberadaan BTS, persentase kekuatan sinyal yang baik, persentase penerimaan sinyal internet, IPM, dan rasio produktivitas informasi dan komunikasi. Hasil analisis klaster menunjukkan terbentuknya dua klaster yaitu klaster 1 dengan infrastruktur teknologi informasi yang baik dan klaster 2 dengan infrastruktur yang kurang baik. Kabupaten/kota yang berada pada klaster 1 memiliki nilai rata-rata keberadaan BTS, kekuatan sinyal baik, penerimaan sinyal internet, IPM, dan rasio produktivitas informasi dan komunikasi yang jauh lebih tinggi daripada kabupaten/kota pada klaster 2.  Dengan adanya perbedaan ini tentu pemerintah di Provinsi Papua tetap harus konsisten untuk melaksanakan pemerataan pembangunan infrastruktur sekaligus sebagai bentuk pemerataan ekonomi dan perluasan ekonomi digital.

Bambang Widodo; Dhony Priyo Suseno; Nicko Fadhil Muhammad; Tigo Mindiastiwi

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi peran serta dosen dan akademisi dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam membantu menyelesaikan permasalahan teknis yang timbul akibat dampak pembangunan. Melalui pendekatan teknik sipil, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat dan terukur mengenai estimasi biaya perbaikan rumah warga yang terdampak dari pembangunan Hotel Sato, serta menjadi dasar pertimbangan bagi berbagai pihak dalam pengambilan keputusan yang adil dan bijaksana. Hasil perhitungan total Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk Rumah sebelah kiri Hotel Sato dan Rumah sebelah belakang Hotel Sato sebesar Rp 662.491.452

Nurul Laili; Ro’isah; Ainul Yaqin Salam

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Permasalahan yang menimpa remaja dikatakan kompleks yang berkaitan dengan pergaulan, perilaku pacaran, prestasi yang bermasalah di sekolah, dan lain-lain. Berdasarkan hasil survei didapatkan data bahwa seperempat remaja menyatakan mulai berpacaran pada usia 15 tahun dan gaya pacaran yang dilakukan seperti berpegangan tangan, ciuman, dan ada beberapa remaja yang pernah meraba bagian tubuh yang sensitif pada pasangannya. Faktor dominan perilaku seksual di pedesaan adalah teman sebaya sedangkan di perkotaan dipengaruhi oleh pengetahuan. Kurangnya bimbingan dan konseling dari orang tua menyebabkan remaja melakukan perilaku seksual yang berakibat pada kehamilan, akibat yang lain seperti remaja tertular peyakit mematikan, dan tingginya kasus kriminalitas. Berdasarkan analisa tersebut maka dukungan keluarga berbasis family centered care yang melibatkan orang tua dalam mengatasi permasalahan remaja. Tujuan dari PKM ini adalah meningkatkan dukungan kelurga berbasis family centered care dalam mencegah perilaku seksual beresiko pada remaja. Metode yang digunakan adalah ceramah dan konseling tentang dukungan keluarga berupa emosional, informasional, penghargaan dan instrumental. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta baru mengetahui bentuk-bentuk dukungan yang harus diberikan kepada anak remaja, selain itu ada beberapa peserta yang membiarkan anaknya pacaran tanpa dibekali pengetahuan yang cukup, selama pelaksanaan peserta antusias sehingga banyak pertanyaan yang muncul tentang perilaku seksual beresiko pada remaja. Hasil kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu strategi dalam mencegah dan menguarangi perilaku seksual beresiko pada remaja.

Motammimah; Qurratul A’yun

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Wanita memiliki banyak masalah  pada  area  vagina.  Kebanyakan  kasus  yang  terjadi  adalah  keputihan.  Keputihan  atau  dalam bahasa  medis  disebut  dengan  flour  albus  merupakan  keluarnya  cairan  yang  berlebihan  dari vagina  yang  bukan  darah  haid. Pengobatan  keputihan  non  farmakologis  dapat  dilakukan  dengan  perubahan  tingkah  laku  personal  hygiene,  psikologis,  serta menggunakan daun sirih. Daun sirih telah terbukti secara ilmiah dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans pada berbagai konsentrasi (20-100%).  Berdasarkan  data  yang  didapat  di  Desa Majungan Kecamatan Pademawu kabupaten Pamekasan  pada  tanggal  18  Juli  2025  terdapat remaja usia reproduktif yang mengalami keputihan sejumlah 8 orang, rata –rata usia 18-22 tahun. Berdasarkan data yang didapat di Desa Majungan Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan pada tanggal 18 Juli 2025 terdapat remaja usia reproduktif yang mengalami keputihan sejumlah 8 orang dari 35 remaja lainnya,  rata –rata  usia  18-22  tahun  wanita  usia  reproduktif  di  Desa Majungan Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan ini belum pernah mengetahui banyak manfaat pada daun sirih hijau, sehingga tim  pengabdian  kepada  Masyarakat  tertarik  untuk  melakukan  Pendidikan  Kesehatan dalam  bentuk  penyuluhan  terkait  manfaat  air  rebusan  daun  sirih  terhadap  fluor  albus pada wanita usia reproduktif di Desa Majungan Kecamatan Pademawu.

Nusantara, Ana Fitria; Achmad Kusyairi

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Diabetes mellitus adalah penyakit gangguan metabolisme yang disebabkan oleh defisiensi sekresi insulin, kerusakan sel Beta pankreas, atau resistensi insulin sebagai akibat insulin yang tidak digunakan. DM secara progresif menyebabkan terjadinya komplikasi makrovaskuler, mikrovaskuler, dan neuropatik kronis yang mengancam jiwa. Selain berdampak pada masalah kesehatan, DM juga memiliki konsekuensi ekonomi yang besar. Biaya pengobatan meningkat khususnya apabila terjadi komplikasi jangka panjang dan pilihan pengobatan modern. Perubahan gaya hidup dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup sehingga penderita tidak mengalami komplikasi. Modifikasi gaya hidup dilakukan dengan mengurangi asupan energi, meningkatkan aktivitas fisik sebagai terapi utama untuk pasien DM yang obesitas. Penurunan berat badan dikombinasikan dengan peningkatan aktivitas dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan kontrol glikemik serta mencegah perkembangan DM tipe 2 terhadap risiko tinggi gangguan toleransi glukosa. Target pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan, dan kemampuan penderita diabetes mellitus tipe 2 dalam melakukan modifikasi gaya hidup guna mencegah komplikasi diabetes. Kegiatan  ini dilakukan di layanan kesehatan praktik mandiri bidan (LKPMB) dengan melibatkan mitra dari lahan yaitu bidan dan tim kesehatan terkait dalam bentuk pemberian edukasi dan pelatihan keterampilan mengenai cara melakukan menejemen gaya hidup. Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman peserta menjadi lebih baik tentang modifikasi gaya hidup dan memiliki motivasi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

Hasanah, Yulia Rachmawati; Widhiyanto, Alwin

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa menuju dewasa dan selama perubahan tersebut akan ada terjadi perubahan baik secara hormonal, fisik, perilaku serta hubungan sosial. Kekerasan verbal dapat terjadi dimana saja, baik di lingkungan kerja, lingkungan rumah, sesama teman, maupun kedua orangtua terhadap anaknya. Kekerasan verbal tentu bukanlah hal yang dapat dinormalisasi dalam kehidupan. Kekerasan verbal merupakan kekerasan yang dilakukan dengan kata-kata kasar, hinaan, umpatan, olok kan, dan perkataan lain yang membuat lawan bicara marah, tersinggung, atau emosi. Studi pendahuluan pada remaja usia 12-15 tahun dari 5 anak (100%) tersebut semuanya sering menggunakan kata tidak baik, seperti anjay, resek, brengsek, kimey. Tujuan: peningkatan pengetahuan dan penerapan komunikasi verbal dan non verbal yang digunakan kelompok remaja usia 12-15 tahun Metode: Pengabdian masayarakt ini menggunakan motode ceramah dengan bentuk penyuluhan kesehatan Hasil: Penyuluhan yang dilakukan pada remaja yang awalnya sekitar 87% mereka kurang faham jenis komunikasi verbal dan non verbal yang baik dan benar untuk komunikasi sehari-hari, selama ini komunikasi yang digunakan dengan teman merupakan kata-kata umum dikalangan remaja sehingga menganggap kata-kata tersebut hal biasa menjadi 95% mengerti, bisa menerapkan komunikasi verbal dan non verbal yang baik, remaja mengerti bahwa kata-kata selama ini yang mereka ucapkan termasuk tindakan bullying. Kesimpulan: Komunikasi merupakan hal yang mempengaruhi tumbuh kembang anak remaja dalam menjalani kehidupan menuju dewasa nanti. Komunikasi yang baik akan memberikan dampak yang baik pula demikian sebaliknya jika komunikasi tidak baik maka akan terbawa hingga dewasa

Renteng, Septriani; Simanjuntak , Susi Roida; Mapaly, Heilbert Armando

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Pendidikan seks kepada anak sejak dini dan pemilihan jenis tontonan yang sesuai dengan usia anak perlu menjadi perhatian orang tua sebagai upaya untuk mencegah kekerasan seksual yang terjadi pada anak. Namun faktanya pendidikan seksual kepada anak usia prasekolah belum dilakukan secara optimal oleh orang tua sehingga pemahaman seksual pada anak masih terbatas selain itu juga anak suka menonton video di aplikasi yang beresiko munculnya video tidak sesuai usia anak. Belum optimalnya orang tua dalam melakukan pendidikan seksual juga ditemukan di TK GMIM Alfa Omega dan TK Pembina, dimana orang tua mengungkapkan tidak mengetahui cara untuk melakukan pendidikan seksual dan anak suka menggunakan youtube untuk menonton. Berdasarkan hal tersebut dibentuk kegiatan pemberdayaan orang tua dalam bentuk kegiatan pelatihan metode story telling.dan pemanfaatan youtube kids. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam melakukan pendidikan seksua dengan metode story telling dan penggunaan youtube kids. Pelaksanaan kegiatan terdiri atas 3 tahapan yaitu sosialisasi, pelatihan serta monitoring dan evaluasi yang diikuti oleh orang tua anak usia prasekolah di Tk GMIM Alfa Omega dan TK Pembina. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan orang tua dan keterampilan orang tua dalam melakukan pendidikan seks kepada anak usia prasekolah dan pemanfaatan aplikasi youtube kids. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini membawa dampak positif terhadap kemampuan orang tua melakukan pendidikan seksual dan pengunaan youtube kids sebagai alternatif tontonan bagi anak.

Jannah, Miftahul; Nur Aini; Neni, Neni

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Transformasi pendidikan pada era Society 5.0 menuntut pembelajaran yang inovatif, termasuk pada Pendidikan Agama Islam (PAI), sehingga diperlukan model yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan ke dalam pembelajaran berbasis digital tanpa mengurangi esensi spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan efektivitas integrasi nilai keagamaan dalam pembelajaran PAI digital sebagai upaya menanamkan karakter Islami pada peserta didik di tengah perkembangan teknologi. Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur dengan menelaah berbagai publikasi ilmiah yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai keagamaan dapat diwujudkan melalui kebiasaan digital keagamaan, cerita moral digital, lab e-fiqh , simulasi ibadah berbasis VR, serta pembelajaran reflektif mengenai etika digital. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran PAI digital tidak hanya meningkatkan partisipasi dan minat belajar, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan kesadaran spiritual dan perilaku etis peserta didik. Implikasi penelitian menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi yang terencana dan berorientasi karakter dapat memperkuat internalisasi nilai-nilai keagamaan, sehingga guru perlu menguasai kompetensi pedagogi keagamaan berbasis teknologi untuk mewujudkan pembelajaran PAI yang berkualitas.

Sahara Lani Lestari; Dinda Syafitri; Kayla Amelia Putri; Farzad Sahnadi Pasaribu; Muhammad Farrel Evan Yuri +1 more

Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini dan Kewarganegaraan 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

The campus is a meeting place for various cultures due to the diverse backgrounds of its students. As a result, social interactions that can foster a sense of togetherness and mutual respect are necessary. This study focuses on the experiences of Papuan students at the State University of Medan (UNIMED), known as the Character Building University, particularly how they adapt and interact in the campus environment. This study uses a descriptive qualitative approach involving in-depth interviews and observations to describe how Papuan students adapt, the initial problems they face, such as differences in dialect, communication style, and academic activity dynamics, as well as the elements that help them build good social relationships. The results of the study show that Papuan students are able to establish positive relationships with their environment, even though the initial adaptation process is rather difficult. They increase their confidence and communicate better with others through academic activities such as discussions, group work, and presentations. Overall, the experience of interaction on campus greatly helps Papuan students become more adaptive, inclusive, and in line with UNIMED's character building objectives.

Zagoto, Alfin Susanto

Jurnal Pengabdian Sosial 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The creative Sunday School teaching program at GKSI Imanuel Teretek was implemented as a community service initiative focused on increasing children’s enthusiasm for participating in spiritual activities. The program was motivated by initial findings showing that many children exhibited declining interest due to monotonous learning methods that lacked creative engagement. Therefore, the service team designed a series of activities based on creative approaches, including the use of visual media, educational games, art activities, and interactive storytelling to align learning with the developmental needs of children. The implementation process was carried out through several stages, including observation, material planning, activity execution, and evaluation. The results showed a significant increase in attendance, active participation, and positive responses from the children. They appeared more engaged, more willing to ask questions, and better able to remember biblical messages through enjoyable and easy-to-understand activities. Additionally, Sunday School teachers gained new insights regarding creative teaching strategies that can be applied sustainably. These findings affirm that innovation in teaching methods has a real impact on children’s learning motivation and strengthens the church’s role in nurturing faith from an early age.

Husnu Amalia; Zaskiya Silfina Khafsah; Adrian Dually Ar Rasyid; Naufal Naufal; Rizka Rizka

Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Komunikasi 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This study aims to identify the forms of code-mixing present in the speech videos of Vice President Gibran Rakabuming, with the KOMPASTV YouTube channel serving as the data source. This phenomenon is interesting to examine because the use of code-mixing by state officials can influence public perceptions of the use of Indonesian in formal contexts, particularly in official speeches. The study employs a descriptive qualitative approach, using the observation and note method as the data collection technique. Data analysis was conducted through several stages, namely observing, noting, and then presenting as well as describing the forms of code-switching in Vice President Gibran Rakabuming’s speech videos. The results show that the type of code-mixing that occurs is outer code-mixing, characterized by the insertion of English vocabulary. The first video contained 9 instances of code-mixing, the second video 5 instances, the third video 4 instances, the fourth video 15 instances, and the fifth video 9 instances. These findings indicate that code-mixing is a phenomenon within the field of sociolinguistics and is commonly found among bilingual and multilingual communities.

Lelangwayan, Petriana Dae; Intansakti Pius X; Tarihoran, Emmeria

Anugerah : Jurnal Pendidikan Kristiani dan Kateketik Katolik 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This article discusses the leva mass in Lamalera as one of the examples of the inculturation of the Catholic faith in local culture on the island of Lembata, East Nusa Tenggara. Inculturation is understood as a process of encounter between faith and culture, so that the proclamation of the gospel can be deeply lived in the context of the life of the local people. Through the leva mass, cultural elements such as sea symbols, boats (tena), traditional dances, traditional clothing, and regional songs are harmoniously integrated into the liturgy of the Catholic Church. For the Lamalera community, the sea is not only a source of livelihood, but a symbol of God's presence and power that blesses and protects human life. The celebration of the Mass emphasizes that God is present not only in the church building, but also in every aspect of human life, including work. The Leva Mass can also strengthen the spirit of brotherhood, solidarity, and the responsibility of the people towards His created nature. The people learn to be grateful for marine products, respect the environment, and work with the spirit of love and sacrifice. Thus, the leva mass is not just a religious ritual, but also a faith and cultural education that helps the people in understanding their call to live in harmony with nature and the will of God. Through the Mass of Leva, the Church in Lamalera portrays the living face of faith, the source of the gospel but rooted in the local culture.