Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 39

Analytics

Wijaya, Reza Henning

Abstract Zakat is one of obligation of muslim also in social side and have strategic function. Purpose of this research is to explain and goves konkrit stategy to zakat organization in Indonesia to optimalize productive zakat moreover in social function. Method of this research is qualitative with library literature. Result of this research are zakat organization could be sinergy with sociey especially muslim society and government to create well elaboration to optimalize economy ummah. With new formula in their focus programs that is wish amilin can contribute as well to reach zakat potency in Indonesia.   Keywords: Zakat, Zakat Organization, Strategys.   Abstrak Zakat merupakan suatu bentuk ibadah wajib dan sosial yang memiliki fungsi strategis. Tujuan dari penelitian ini ialah memberikan strategi konkrit kepada amil zakat di Indonesia dalam mengoptimalkan zakat produktif dalam fungsi strategisnya. Metode penelitianini ialah kualitatif dengan studi literatur. Hasil dari penelitian ini ialah amil zakat harus terus mengoptimalkan perannya sebagai lembaga zakat dengan bersinergi dengan masyarakat khususnya umat Islam dan pemerintah sehingga akan menciptakan singergisitas yang baik dalam mengoptimalkan zakat sebagai rencana strategis pembangunan ekonomi umat. Dengan merumuskan dan memformulasikan program-program yang terfokus diharapkan amilin dapat berkontribusi lebih jauh dalam pencapaian potensi zakat di Indonesia.   Kata Kunci: Zakat, Amil Zakat,Strategis.

Ismail, Syarof Nursyah

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapanpembelajaran kontekstual tematik untuk meningkatkan partisipasidan hasil belajar peserta didik kelas X IPS MA Raudlotul Huffadz Kediri Tabanan Semester II Tahun Pelajaran 2015/2016. Metode penelitian yang digunakan yakni metode penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode pembelajaran kontekstual tematik pada siswa XIPS MA Raudlotul Huffadz Kediri Tabanan. Bentuk penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroomaction research).Penelitian tindakan yang dilaksanakan dalam penelitianini sebagai strategi pemecahan masalah untuk meningkatkan partisipasi dan hasil belajar siswa dengan memanfaatkan tindakan melalui pembelajaran kontekstual tematikkemudian melakukan refleksi terhadap hasil tindakan. Manfaat yang dirasakan siswa dengan pembelajaran kontekstualtematik yakni mengaitkan materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa ke dalam kelas.

Roy Try Putra; Dimas Kurniawan

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar belakang: Kualitas prestasi setiap atlet harus didukung dari semua aspek mulai dari aspek ilmu keolahragaan, teknologi, pendanaan dan sarana prasarana. Ilmu keolahragaan dan teknologi tidak akan pernah lepas dari peningkatan atlet. Mulai dari peningkatan sport science dan ilmu teknologi yang perlu ditingkatkan dalam setiap cabang olahraga demi tercapainya prestasi atlet. Pemahamn yang terbaharu bagi para pengurus KONI bentuk kepedulian yang tinggi. Memiliki pandangan literasi olahraga dan prestasi dalam merencanakan strategi untuk mencapai target prestasi yang telah di sepakati bersama. Tujuan: meningkatkan literasi yang berkaitan dengan IPTEK dan sport science agar seluruh penguru KONI, cabang olahraga dan pelatih melek akan literasi olahraga dalam meningkatkan prestasi. Metode: sasaran dan target ialah KONI yang beralamat Jalan Borobudur No.48 Kelurahan Pandean, Mejayan, Caruban, Kabupaten Madiun. Teknik pengumpulan data memakai pendekatan observasi langsung dan wawancara menggunakan quisener pre test dan post tes. Hasil: berdasarkan hasil analisi data ada peningkatan pengetahuan para mitra pasca dilaksankan sosialisai. Simpulan: perlu adanya tindak lanjut dan diskusi yang kontinue kepada pengurus KONI yang beralamat alamat jalan Borobudur No.48 Kelurahan Pandean, Mejayan, Caruban, Kabupaten Madiun tentang IPTEK dan sport science agar menunjang literasi yang baik.  

Nur Aisyah, Shabilla

DINAMIKA HUKUM 2020 Universitas Stikubank

Karya Cipta Fotografi dalam Istagram diatur dalam Pasal 40 ayat (1) huruf k UU nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta. Latar belakang penelitian ini adalah masyarakat kurang memahami akan adanya unsur perlindungan hak cipta dalam setiap karya fotografi yang diunggah dalam media sosial instagram. Ketika seseorang melakukan pengunduhan karya fotografi tanpa ijin dari pemilik karya, walaupun hal ini sudah sering dilakukan, akan tetapi dari sisi hukum akan ada akibat hukumnya dan bahkan menimbulkan sanksi. Permasalahannya adalah adakah negara memberikan perlindungan terhadap kaarya cipta fotografi dan apa akibat hukumnya apabila pengunduhan dilakukan tanpa ada ijin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, yaitu penelitian yang didasarkan pada data – data sekunder, yang kemudian dianalisa secara kualitatif dan disajikan dalam bentuk kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara telah melindungi karya cipta fotografi, melalui Pasal 1365 jo 1367 KIHPer, Pasal 25 UU No 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 40 ayat (1) huruf k dan Pasal 59 UU No 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta dan Peraturan Bersama Menteri Hukum dan HAM dan Menteri Komunikasi dan Informatika No 14 Tahun 2015 dan No 26 Tahun 2015. Akibat hukum apabila seseorang melakukan pengunduhan tanpa ijin maka berdasarkan  Pasal 113 UU Hak Cipta, dapat dipidana maksimal 4 tahun penjara dan /atau denda maksimal 1 Milyar, berdasarkan Pasal 48 UU ITE pidana penjara 8 – 9 tahun dan/atau denga 2 M.   Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Hak Cipta, Fotografi,Media Sosial

nugroho, sarwo; Sarwo Nugroho; Fa’iqah Salsabil Qadiriyyah

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2020 UNIVERSITAS STEKOM

Kemajuan teknologi berkembang dengan cepat dan semakin marak di seluruh dunia demikian juga pada masa wabah Covid-19, sehingga memaksa masyarakat dunia untuk menikmati berbagai kemudahan yang telah dihasilkan teknologi tersebut, hampir semua aspek di segala bidang mulai menggunakan komputer untuk memudahkan dalam proses pengerjaan, karena komputer sangat fleksibel dan efisien untuk di terapkan dalam suatu bidang pekerjaan. Dengan berkembangnya teknologi dan informasi berkembang juga sistem 3 Dimensi, yang mulai di pergunakan pada bidang arsitektur, interior dan furniture. Perusahaan Anavil.Co.Ltd memiliki kendala dalam hal melakukan media presentasi untuk memperkenalkan produk baru karena anggaran yang di perlukan untuk membuat media presentasi terbilang cukup besar untuk daerah Semarang. Biaya yang di keluarkan yaitu meliputi pembuatan produk, menyewa rumah contoh dan jasa fotografer. Berdasarkan keterangan di atas maka perlu untuk memperkenalkan sistem baru yaitu sistem final rendering sehingga produk tidak harus di produksi terlebih dahulu melainkan membuat produk dari bentuk 3 Dimensi yang terkesan nyata. Dengan adanya media presentasi berbasis 3 dimensi maka perusahaan Anavil.Co.Ltd akan dapat menghemat anggaran yang di keluarkan untuk membuat media presentasi sekaligus meningkatkan citra perusahaan Anavil.Co.Ltd.

Rosedevio T, Siti; Faozi, Safik

DINAMIKA HUKUM 2020 Universitas Stikubank

Penyalahgunaan narkoba yang dilakukan remaja merupakan suatu permasalahan yang sangat serius. Karena remaja merupakan calon generasi penerus bangsa. Remaja merupakan pilar dari kekuatan sosial yang sangat berperan dalam pembangunan suatu bangsa dan negara. Dalam kurun waktu dekade terakhir permaslahan ini menjadi marak. Terbukti dengan bertambahnya jumlah penyalahgunaan atau pecandu narkoba secara signifikan, hal ini membuat penulis ingin mengetahui Faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penyalahgunaan narkoba oleh remaja di Kabupaten Rembang dan upaya yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Resor Rembang dalam menanggulangi terjadinya tindak pidana penyalahgunaan narkoba oleh remaja di Kabupaten Rembang. Hal tersebut menarik bagi penulis untuk membuat karya ilmiah mengenai tinjauan kriminologi terhadap penyalahgunaan narkoba bagi remaja di wilayah kabupaten rembang. Metode yang digunakan oleh penulis adalah yuridis sosiologis yaitu dengan cara wawancara maupun pengumpulan data baik dari data primer maupun sekunder. Menurut hasil penelitian bahwa Faktor yang paling utama mempengaruhi penyalahgunaan adalah faktor lingkungan dan didikan orang tua. Dalam kehidupan sehari-hari masih banyak dijumpai remaja yang melakukan penyalahgunaan dan polres Rembang dalam menanggulanginya melakukan beberapa hal, yaitu Upaya Represif dalam Bentuk Koodinasi Terbuka dan Upaya Represif dalam Bentuk Koodinasi Tertutup.   Kata kunci : Penyalahgunaan, Remaja, Narkoba

Euis Kusumarini; Marton Musa

Jurnal DIKMAS 2020 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Dalam rangka juga memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan mengikuti aturan kebaikan dari pemerintah pembelajaran daring sebagai solusi tetap berjalannya pelaksanaan pembelajaran.Pembelajaran daring dikatakan efektif untuk mengatasi pembelajaran yang memungkinan pengganti guru dan siswa berinteraksi dalam kelas dengan bentukkan online seperti WA, Google Meet, Zoom, Jitsu atau apapun  yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja. Pembelajaran daring dituntut siswa belajar mandiri dan motivasi diri sendiri untuk dapat mampu menyelesaikan tugas tanggung jawabnya pada sekolah untuk pelajaran.Maka perlu adanya tambahan dorongan lebih secara bertahapan guna menyelesaikan, mengurangi, dan tercapainya apa yang diharapkan oleh pihak bersama dalam menuntaskan program Wajib Belajar 12 Tahun. Tambahan dorongan itu adalah perlu dengan layanan tambahan berupa Bimbingan Belajar Daring pada Siswa tersebut yang dikelola secara terprogram sistematis, teratur, tertib aman dan lancar di keadaan pandemi Covid-19 ini. Terprogramya adalah dimana pengabdi pada pengabdian masyarakat kami dari anggota Panitia Pengabdian Masyarakat LPPM Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda Berkeinginan telah melaksanakan  kegiatan tersebut. Laporan Pengabdian Pengabdian Kepada Masyarakat ini tercapainya tujuan adanya solusi pemecahan masalah: Bagaimana caranya untuk dapat cukup mampu meningkatkan kualitas pendidikan di masa Pandemi Covid 19 pada sekolah dasar terutama khususnya di SDN 010 Samarinda Utara.Dengan Bimbingan Belajar Daring ini  membantu siswa dan guru untuk dapat bekerjasama dalam tugas hak tanggung jawabnya  tercapai sesuai yang akan diinginkan dan diharapkan. Dalam telah mensolusikan pemecahan permasalahan serta menimbulkan semangat untuk upaya cukup besar masih tetap termotivasi minat belajar pembelajaran daring dengan segala kekurangan dan kelebihan pembelajaran daring yang telah diberlakukan selama masa pandemi Covid-19 ini terutama sekolah dasar terkhusus di SDN 010 Samarinda.

Nanggala, Agil; Suryadi, Karim

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2020 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep kampus merdeka dalam perspektif pendidikan kewarganegaraan, khususnya pada dimensi kurikuler dan sosio-kultural. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Proses analisis data dalam penelitian ini meliputi reduksi data, display data, verifikasi serta penarikan kesimpulan. Hasil peneltian yang didapatkan, adalah: 1) bentuk pembelajaran dalam konsep kampus merdeka, yang berfokus pada pertukaran pelajar, asistensi mengajar pada satuan pendidikan, dan penelitian memiliki relevansi dengan kajian dan tujuan Pendidikan Kewarganegaraan, dimensi kurikuler, kecuali program magang perlu dianalisis dan direfleksikan secara komprehensif relevansinya dengan tujuan filosofis pendidikan nasional, atau diberikan indikator yang jelas, agar tidak menjadi bentuk liberalisasi pendidikan di Indonesia, secara praktik, 2) bentuk pembelajaran dalam konsep kampus merdeka, yang berfokus pada kegiatan wirausaha, proyek kemanusiaan, proyek independen, dan KKN tematik atau membangun desa, memiliki relevansi dengan kajian dan tujuan Pendidikan Kewarganegaraan dimensi sosio-kultural.

Supeni, Siti; Mialiawati, Inggis

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengembangan kompetensi profesi guru dalam menunjang kualitas pembelajaran, salah satunya adalah melalui penulisan karya ilmiah yang inovatif dan kreatif, namun masih ada sebagian guru yang belum bisa melakukannya dengan optimal untuk memenuhi standar kompetensinya. Permasalahan tersebut dikarenakan belum terbiasanya guru melakukan kewajiban yang harus dilakukan secara rutin tentang peningkatan kualitas pembelajarannya serta belum adanya tuntutan yang harus dilakukannya, selain terpaksa karena memenuhi kewajiban dalam kenaikan pangkat. Tujuan dalam penulisan ini adalah peningkatan pemahaman guru SMP dan SD dalam melakukan penulisan karya ilmiah, yang berkaitan dengan pengembangan kualitas pembelajarannya melalui gagasan informatif dan kreatif dalam memenuhi kompetensi profesi guru. Metode dalam penulisan jurnal pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan, pendampingan, dan diskusi dilakukan oleh semua guru untuk menyusun karya ilmiah dalam bentuk artikel, makalah, laporan, dan pembuatan proposal PTK. Hasil yang dicapai adalah kemajuan (progress) pengabdian ini diukur dari: (1) peningkatan ketrampilan guru dalam memahami penulisan karya ilmiah, (2) manajemen tata cara penulisan, (3) project yang berupa praktif penulisan proposal dan karya ilmiah di akhir pelatihan dengan menerapkan nilai pre-test dan post test yang dilaksanakan pada pertemuan, (4) peningkatan kesadaran menulis, (5) peningkatan peran serta guru, (6) terwujudnya karya ilmiah yang siap dipublikasikan.

Rossi Maria; Fransiskus Janu Hamu; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2020 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari penggunaan media video terhadap minat siswa kelas V dalam proses pembelajaran pendidikan agama Katolik. Media video adalah salah satu alat bantu guru, yang dapat menjembatani guru dan siswa dalam proses belajar mengajar dengan menampilkan materi pembelajaran PAK yang dikemas kedalam bentuk video dan video yang sudah ada kaitannnya dengan materi pembelajaran PAK. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode observasi dan metode tes.  Populasi  pada  penelitian  ini  adalah  siswa-siswi  kelas  V  Katolik  Santo Yohanes Don Bosco Palangkaraya dan siswa-siswi kelas V.A V.B dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi, angket dan hasil belajar siswa kelas V.A dan V.B. Setelah data diperoleh,  kemudian  data  diuji  dengan  uji  t  atau  uji  beda  untuk  mengetahui apakah hasil observasi dan hasil belajar siswa yang sudah diperoleh benar-benar valid dan reliable sehingga dapat digunakan untuk analisis selanjutnya. Dari hasil uji hipotesis observasi dan hasil belajar siswa dibuktikan bahwa ada terdapat pengaruh dari penerapan media video terhadap minat belajar siswa SD Katolik Santo Don Bosco Palangka Raya. Hasil penelitian dengan analisis data observasi menunjukan bahwa dari data yang telah dianalisis pada tahap sebelumnya menggunakan rumus uji t atau uji beda, hasil observasi adalah sebesar 4,438. Hasil tersebut lebih besar dari 2,919. Maka Ha diterima dan dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh dari penerapan media video terhadap minat belajar siswa SD Katolik St Don Bosco Palangka Raya. Dari data yang telah dianalisis pada tahap sebelumnya menggunakan rumus uji t atau uji beda, hasil tes adalah sebesar 3,214. Hasil tersebut lebih besar dari 2,919. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Ha diterima dan dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh dari penerapan media video terhadap minat belajar siswa SD Katolik St Don Bosco Palangka Raya.  

Elia Katarina; Silvester Adinuhgra; P. Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2020 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relevansi budaya Dayak Siang manugal dalam hidup menggereja. Manugal merupakan salah satu tradisi kebudayaan masyarakat Suku Dayak Siang yang sampai sekarang masih tetap dilaksanakan tanpa terkecuali termasuk yang beragama Katolik dan umat Katolik di stasi Santo Petrus Cangkang lebih tertarik mengikuti kegiatan manugal jika dibandingkan dengan hidup menggereja. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengkaji tema skripsi relevansi budaya Dayak Siang manugal dalam kehidupan menggereja. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data model Miles dan Huberman yang terbagi atas 4 tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian membuktikan bahwa adanya relevansi nilai-nilai positif budaya  manugal  dalam  kehidupan  menggereja,  yang  pertama  nilai  teologis terdapat dalam bentuk doa, yang kedua nilai sosiologis terdapat dalam kebersamaan, yang ketiga nilai estetika terdapat dalam bentuk barisan dan kangkurung. Melalui studi ini di harapkan adanya keseimbangan antara kegiatan manugal dengan hidup menggereja.

Fitria Fitria; Silvester Adinuhgra; Paulina Maria Ekasari Wahyuningrum

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2020 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Skripsi ini ditulis berdasarkan pengalaman penulis yang melihat bahwa masih banyak umat Katolik yang belum memahami dan menerapkan tata gerak liturgi dengan tepat. Hal ini nampak ketika umat masih ada yang tidak tahu kapan harus berdiri, duduk, membungkuk, berlutut. Penyebab ketidaktahuan dan ketidakpahaman  ini  berkaitan  dengan  kurangnya  katekese  tentang  tata  gerak liturgi. Maka, dengan tulisan ini, pemahaman umat Katolik mengenai tata gerak liturgi semakin meningkat. Skripsi ini ditulis dengan menggunakan metode kepustakaan. Penulis mengkaji  tema  ini  dengan  bersumber  pada  buku-buku,  jurnal,  skripsi  dan dokumen-dokumen resmi Gereja. Sebagai hasil kajian penulis, dapat disimpulkan bahwa salah satu bagian liturgi  yang perlu  diperhatikan  adalah  tata  gerak  liturgi.  Maka dari  itu,  umat diharapkan agar mampu memahami dan menerapkannya dengan baik dalam berliturgi. Salah satu cara untuk meningkatkan pemahaman umat mengenai tata gerak  liturgi,  penulis  mengusulkan  penggunaan  model  katekese praktis  dalam penulisan  skripsi  ini.  selain  itu  penulis  juga  mengusulkan  tema  dan  program khusus untuk melaksanakan katekese tentang tata gerak liturgi. Melalui program dan tema model katekese praktis ini, umat diajak untuk memahami dan menerapkan tata gerak liturgi dengan baik dan tepat sebagaimana mestinya. Selain itu, model katekese bentuk praktis ini sangat cocok diterapkan bagi umat di stasi- stasi, mengingat bahwa pelaksanaan katekese praktis ini tidak memakan waktu yang  lama,  dan  langsung  mengajak  umat  tidak  hanya  terbatas  pada  teori melainkan pada tindakan. Dengan demikian, umat dapat memahami dan menerapkan tata gerak liturgi dengan mudah.

Dyan Triana Putra

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Pengembangan Wisata Alam lebih efektif dalam pengembangan, jika mengetahui karakteristik infrastruktur pendukung potensi daya tarik berdasarkan segmen wisatawan. Ambarawa Kabupaten Semarang memiliki potensi wisata yang perlu didukung, sehingga dapat memberikan pengaruh eksternal dalam kegiatan daya tarik wisata di kawasan Eling Bening. Salah satu bentuk dukungan yaitu penyediaan infrastruktur yang masih perlu untuk dilakukan pengembangan maupun peningkatan dalam mencapai tujuan, yaitu memberikan dukungan terhadap kegiatan wisata. Maka, di perlukan pengembangan infrastruktur pendukung wisata, dan segmen wisatawan. Penelitian ini menggunkan metode analisis deskriptif untuk mencari potensi daya tarik wisata, karakteristik infrastruktur pendukung dan segmen wisatawan. Peneliti ini menghasilkan potensi daya tarik wisata, karakteristik infrastruktur yang ada, Kondisi infrastrukur bermacam macam mulai dari kondisi tidak ada sampai ada, seperti infrastruktur yang sudah ada adalah kondisi jalan yang baik, namun belum adanya pengamanan di area jalan pendukung daya tarik wisata, tempat makan yang sudah baik, namun dalam kondisi tertentu tidak bisa memberikan pelayanan secara maksimal, tempat parkir yang luas, namun masih dijadikan satu dengan sarana parkir berkuda, rambu rambu petunjuk jalan dan arah sudah tersedia yang ada di pintu masuk Ambarawa, yang terakhir yaitu fasilitas amenitas yang berupa gazebo. tempat bermain, spot selfie dan wahana bkolam renang. Sedangkam untuk yang belum ada seperti pusat souvenir, kantor pusat informasi dan pelayanan, pos keamanan.

Ikhwanto , Ikhwanto

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, 1) Bagaimanakah latar belakang terbentuknya desa wisata? 2) Bagaimanakah bentuk-bentuk kegiatan pengelolaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata dan dampaknya terhadap masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan 1)Terbentuknya desa wisata di Desa Tlogoweru berawal dari gagasan pemerintah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta bantuan Program PNPM Mandiri Pariwisata, kemudian dikelola masyarakat setempat dengan tantangan dari pihak-pihak yang kurang mendukung adanya desa wisata. Justru hal tersebut menjadi tantangan bukan penghalang. Dengan kata lain, pemerintah membangunkan tidur panjang masyarakat dengan mendorong dan memfasilitasi adanya Desa Wisata Tlogoweru yang dikenal dengan ikon Penangkaran burung hantu. Pengelolaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata yang dilakukan oleh pengelola dalam hal ini Pokdarwis Tlogoweru diterapkan dalam bidang atraksi dan akomodasi wisata. Pengelolaan masyarakat dalam bidang tersebut adalah dengan menyelenggarakan, a) pertemuan, b) pendampingan, c) bantuan modal sebagai stimulan, d) pembangunan sarana prasarana, e) pembentukan klompok sadarwisata (Pokdarwis), f) kerja bakti, g) Pemasaran. Hal ini relevan dengan teori benntuk-bentuk kegiatan pengelolaan masyarakat menurut Hutomo, namun terdapat bebarapa tambahan poin penting yang belum diungkapkan pada teori tersebut, misalnya pemasaran dan kerja bakti seperti yang terjadi pada Desa Wisata Tlogoweru. Sedangkan, Pengimplementasian bentuk-bentuk kegiatan pengelolaan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dalam rangka mempercepat terwujudnya keberdayaan dan kesejahteraan masyarakat Desa Wisata Tlogoweru. Pengembangan Desa Wisata Tlogoweru berdampak pada bidang ekonomi yang meliputi peningkatan pendapatan masyarakat serta penciptaan lapangan pekerjaan baru. Desa Wisata Tlogoweru dengan ikonnya Penangkaran burung hantu yang menyimpan mitos ternyata membawa berkah kesejahteraan bagi warga sekitar setelah adanya upaya pengelolaan wisata.Pengembangan Desa Wisata Tlogoweru memiliki dampak sosial-budaya mencakup peningkatan kualitas SDM, perubahan perilaku masyarakat agraris ke masyarakat pariwisata, pelestarian kebudayaan lokal berupa pelestarian seni wayang beber yang sudah langka ditemukan di Jawa, namun di sisi lain menimbulkan konflik perebutan kepengelolaan.

Armiati, Armiati; Kusjuniati, Kusjuniati; Kurniawati, Kurniawati

Jurnal Maisyatuna 2020 STAI Denpasar Bali

Dalam pengelolaan zakat profesi mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan terutama dalam menghimpun dan menyalurkan zakat profesi tentu yang menjadi tujuan utama adalah terciptanya pemerataan dan kemaslahatan umat. Meningkatkan kepuasan serta komitmen muzakki dapat mempertahankan kepercayaan dan loyalitas muzakki berzakat sehingga terciptanya kesadaran untuk senantiasa menyisihkan sebagian harta untuk memberdayakan golongan tidak mampu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: 1) Pengelolaan zakat profesi dalam meningkatkan loyalitas muzakki di Baznas Kota Denpasar. 2) Tingkat loyalitas muzakki di Baznas kota Denpasar. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan terdiri dari 12 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive. Pengumpulan data yang diperoleh berdasarkan fakta dan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh: (1) Analisis pengelolaan zakat profesi Baznas Kota Denpasar dalam hal ini menggunakan langkah-langkah yaitu perencanaan, berkaitan dalam menetapkan, merumuskan, mengidentifikasi, dan mengembangkan. Pengorganisasian, dalam hal ini menggunakan persepsi dan sikap yang diharapkan dapat memaksimalkan tujuan pengelolaan. Pelaksanaan, berkaitan dengan kinerja pengelola zakat yang selama ini menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP). Pengawasan, berkaitan dengan kondisi pengelolaan zakat profesi yang masih stabil. (2) Tingkat loyalitas muzakki ditinjau dari kepuasan, komitmen, serta kesukaan produk muzakki dapat dinilai dari besarnya pernyataan rasa puas dan bentuk kepedulian muzakki terhadap sesama dalam berzakat di Baznas Kota Denpasar   ABSTRACTIn the management of professional zakat starting from planning, organizing, implementing, and supervising, especially in collecting and distributing professional zakat, of course the main goal is the creation of equality and the benefit of the people. Increasing the satisfaction and commitment of muzakki can maintain the trust and loyalty of muzakki to tithe so as to create awareness to always set aside some of the assets to empower the poor. The research objectives were to determine: 1) Management of professional zakat in increasing muzakki loyalty at Baznas Denpasar City. 2) The level of muzakki loyalty at Baznas Denpasar city. This research method uses a descriptive method with a qualitative approach. The informants consisted of 12 people who were selected using a purposive technique. Collecting data obtained based on facts and data through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results obtained: (1) Analysis of the professional zakat management of Baznas Denpasar City in this case uses the steps, namely planning, related to determining, formulating, identifying, and developing. Organizing, in this case using perceptions and attitudes which are expected to maximize management objectives. Implementation, related to the performance of zakat managers who have been using Standard Operating Procedures (SOP). Supervision, related to the condition of professional zakat management which is still stable. (2) The level of muzakki loyalty in terms of satisfaction, commitment, and liking of muzakki products can be assessed from the magnitude of the statement of satisfaction and the form of muzakki's concern for others in tithing at Baznas Denpasar City.

Hakim, Luqman Al; Handayani, Sri; Santika, Ria; Melati, Nimas Ayu

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Perkembangan desa Plesungan dalam hal kepariwisataan, seni, dan budaya mendorong peningkatan sarana prasarana, pemberdayaan sumber daya manusia, dan explorasi sumber daya alam. Bidang kepariwisataan berupa sendang plesungan berkembang dengan baik seiring dengan peningkatan jumlah pengunjung sehingga meningkatkan income bagi desa plesungan. Dalam bidang seni dan budaya, beragamnya pertunjukan seni, berupa festifal sendang plesungan, padepokan lemah putih, reog, dan studio plesungan merupakan bentuk pelestarian dan pengembangan seni dan budaya lokal dan wujud regenerasi bagi generasi muda setempat. Peningkatan sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan, seni dan budaya desa Plesungan bermanfaat untuk melestarikan eksistensi potensi lokal dan meningkatkan kunjungan wisatawan lokal dan meluas ke wisatawan mancanegara. Eksplorasi sumber daya alam untuk memperluas area kepariwisataan merupakan hal yang penting untuk mengembangkan potensi desa yang bermuara pada pemanfaatan secara optimal sumber daya alam untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa Plesungan.Peranan sumber daya manusia dalam pengembangan potensi desa Plesungan tidak terlepas dari kegiatan yang bersifat kreatif, inovatif, dan memiliki nilai promotif. Penggunaan bahasa yang santun, sopan, dan menggunakan tata nilai yang baik merupakan aktifitas yang bernilai promotif untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung di desa Plesungan. Kecakapan berbahasa daerah dan bahasa Indonesia menunjukkan sikap cinta tanah air dan melestarikan budaya lokal, namun ketrampilan berbahasa mancanegara, khususnya bahasa Inggris juga merupakan hal yang perlu diwujudkan untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara. Mewujudkan sumber daya manusia yang cakap dan terampil dalam berbahasa Inggris memerlukan langkah-langkah konkret, diantaranya adalah analisa kebutuhan bahasa Inggris untuk mengidentifikasi ragam bahasa Inggris yang diperlukan untuk menunjang kepariwisataan desa Plesungan. Respon positif dari masyarakat tentang kebutuhan bahasa Inggris wisatawan mancanegara perlu ditingkatkan sebagai upaya memfasilitasi kunjungan mereka.Hasil pengabdian ini adalah (1) diperolehnya ragam bahasa Inggris yang diperlukan bagi pelaku usaha wisata desa Plesungan, yaitu Pengenalan diri (Introducing myself); bertanya dan memberikan informasi (asking and giving information); menawarkan produk/cinderamata khas desa (offering local souvenirs), memberikan saran (giving suggestion); dan mengundang (invitation); (2) profil warga Plesungan bahwa 75% warga termasuk kategori usia produktif sehingga diharapkan dapat mengembangkan potensi kepariwisataan dan seni budaya lokal; dan (3) optimalisasi promosi desa berbasis digital melalui media sosial diperlukan baik dalam bentuk bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

mustofa, mukhlis

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan pembelajaran yang dilakukan dalam pengelolaan kelas menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Pelatihan Penyusunan Modul Pembelajaran IPS Berbasis Spasial Bagi Guru Kelas Sekolah Dasar Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di SD Djama’atul Ichwan menjadi sebuah bagian untuk mendukung keberhasilan pembelajaran. Optimalisasi Pembelajaran berbasis spasial menuju peningkatan kualitas pembelajaran ini akan berlangsung efektif didukung dengan Modul Pelatihan penyusunan bahan ajar. Penerbitan modul pembelajaran perlu disusun untuk mengetahui seberapa optimal pembelajaran dilakukan. Melalui Modul Pembelajaran berbasis spasial tentunya akan didapatkan panduan pelatihan  yang akurat yang membantu guru untuk pengelolaan pembelajaran dan sebagai panduan dalam pengambilan keputusan dan mengikuti perkembangan yang telah dicapai oleh siswanya. Berdasarkan survei di lapangan terdapat fenomena rendahnya pemahaman spasial guru. Oleh karena itu, pada pengabdian kepada masyarakat kali ini tim mengadakan pelatihan untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Tujuan yang hendak dicapai dari program pengabdian ini adalah memberikan Pelatihan Penyusunan modul  IPS Berbasis Spasial Bagi Guru Kelas dalam manajemen pembelajaran kepada guru SD Jama’atul Ichwan Surakarta  sehingga peserta dapat menerapkan pola manajemen sekolah dalam efektif dan efisien dalam pengelolan lembaga pendidikan.Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini  ditujukan untuk Guru Kelas guru SD Jama’atul Ichwan Surakarta sebagai salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan pembelajaran berkaitan ketimpangan yang ada di era modern ini. Pelatihan ini akan membantu para Guru kelas dalam meningkatkan kemampuan penyusunan bahan ajar.Pengabdian masyarakat ini dilakukan di guru SD Jama’atul Ichwan Surakarta. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: 1) persiapan, 2) pelaksanaan pelatihan meliputi penyajian materi, penugasan membuat pembelajaran berbasis spasial. Target luaran yang diharapkan adalah Guru kelas yang mengikuti pelatihan pembelajaran berbasis spasial dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan  mengaplikasikannya sendiri pada proses kesehariannya, sekaligus mendokumentasikannya dalam bentuk modul pembelajaran yang dapat digunakan bersama bagi guru kelas. Diharapkan modul ini dapat didesiminasikan kepada guru kelas di wilayah lain. guru kelas yang mengikuti pelatihan pun dapat menyesuaikan sesuai dengan perkembangan pengetahuan terkini.katakunci : Pembelajaran IPS BerbasisSpasial, kualitaspembelajaran

Ihsan Al Muzzammil; Djatmiko Waloejono; Hetyorini

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Kabupaten Batang memiliki panjang pesisir pantai ± 38,75 km yang membentang pada enam wilayah administrasi kecamatan (Kecamatan Batang, Kandeman, Tulis, Subah, Limpung, dan Gringsing). Pantai yang dimiliki Kabupaten Batang diantaranya adalah Pantai Buntu, Pantai Kuripan, Pantai Pelabuhan Perikanan, Pantai Jodo, Pantai Celong, Pantai Depok, Pantai Sigandu, dan Pantai Ujung Negoro dan lain-lain. Kegiatan perekonomian di Kabupaten Batang telah berkembang pesat seiring dengan tuntutan pemenuhan kebutuhan hidup masyarakatnya. Kondisi tersebut dapat dilihat dari banyaknya jenis sarana perbelanjaan yang ada baik dalam skala kecil maupun menengah seperti pertokoan, minimarket, pasar tradisional, pasar hewan. Pusat perbelanjaan dengan konsep Beachwalk adalah pusat perbelanjaan yang menerapkan konsep semi terbuka dengan memiliki bentuk berupa pedestrian mall, yaitu sebuah pusat perbelanjaan yang retail-retail dan fasilitas pendukungnya dihubungkan oleh pedestrian berupa koridor terbuka ataupun semi terbuka dan bebas dari kendaraan sehingga penataan bangunannya direncanakan mengelilingi area pedestrian, ditambah dengan pengolahan lansekap yang turut memanfaatkan panorama pantai dan lautan sebagai point utama sehingga menghasilkan suasana baru dalam hal berbelanja dan rekreasi bagi masyarakat. Penekanan desain Pusat Perbelanjaan dengan Konsep Beachwalk di Kabupaten Batang adalah dengan menerapkan konsep arsitektur tropis modern dengan olahan bentuk yang tidak monoton sebagai salah satu upaya untuk menciptakan citra bangunan yang rekreatif, entertaint, dan terbuka.

Nurin Aji Permana; Astari Wulandari; Choirul Amin

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Pemadam kebakaran (BRANDWEER) adalah orang atau pasukan yang bertugas memadamkan kebakaran, melakukan penyelamatan, dan menanggulangi musibah atau bencana alam lainya. Dinas Pemadam Kebakaran dalam sejarah Kota Semarang sama tuanya dengan sejarah Pemerintahan Kota Semarang. Dengan perkembangan masyarakat dan pertumbuhan pembangunan menuntut adanya peran pemerintah dalam mengelola Unit Pemadam Kebakaran ini. Tapi banyak juga masyarakat yang meremehkan petugas damkar ini dibuktikan dengan masih banyaknya masyarakat yang ikut campur saat petugas sedang bertugas. Mulai dari perebutan selang penyemprot dan pemukulan terhadap petugas yang dikira melarikan diri saat bertugas. Markas Besar Pemadam Kebakaran Di Semarang merupakan tempat akomodasi pelatihan pasukan pemadam yang mewadahi pelatihan anggota yang memiliki penempatan wilayah dinas di Jawa Tengah. Tujuan bangunan ini adalah sebagai contoh standarisasi keamanan bencana kebakaran yang harus di terapkan di semua bangunan selain itu, Markas besar juga sebagai tempat pelatihan anggota pemadam se Jawa Tengah. Dikarenakan bangunan markas besar pemadam kebakaran sangat di pentingkan di segi sirkulasi aktivitas maka langgam arsitektur yang digunakan adalah arsitektur modern, arsitektur modern merupakan gaya arsitektur statis yang berkembang pada masa pra-industrial sebagai bentuk dari revolusi dari gaya arsitektur tradisional. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.

Ema Hidayati; Sumarwanto; Djoko Darmawan

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Tingkat kesibukan yang tinggi dan problematika kehidupan sehari-hari membuat wanita menjadi merasa tertekan yang berujung menjadi stress. Keadaan yang seperti itu yang membuat mereka perlu melakukan kegiatan yang dapat membuat santai, segar dan siap untuk kembali melakukan kegiatan sehari-hari. Hal yang umumnya dilakukan antara lain beristirahat, berolahraga, mencari hiburan seperti berkumpul dengan teman-teman terdekat, dan melakukan perawatan diri, sehingga hasil akhirnya mereka menjadi prima, cantik, dan bugar serta siap kembali pada kesibukan aktifitasnya sehari-hari. Perancangan Pusat Kecantikan dan Kebugaran Wanita di Semarang yang dapat mewadahi kebutuhan sebagai gaya hidup wanita zaman modern menyediakan pelayanan berupa perawatan tubuh, kecantikan dan kebugaran untuk mendapatkan kesehatan yang menyeluruh bagi tubuh, pikiran, dan jiwa dengan memperhatikan tingkat privasi yang tinggi. Konsep arsitektur yang dipergunakan Perancangan Pusat Kecantikan dan Kebugaran Wanita adalah bangunan yang direncanakan menggunakan konsep arsitektur modern dengan menampilkan bentuk bangunan yang sederhana sesuai dengan fungsi bangunan Pusat Kecantikan dan Kebugaran Wanita. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.