Publication Search

58,296 articles from 461 journals · 1,579 citations tracked

Showing 1-14 of 14

Analytics

Thalita Hunafa Adianty; Rifaldini; Silvi Anugrah Wulandari; Madita Putri Utami

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan karakter menjadi fokus penting dalam dunia pendidikan karena meningkatnya tantangan moral peserta didik di era globalisasi dan digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah menengah, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya, serta menganalisis dampaknya terhadap perkembangan moral peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SMK Plus Al-Ghifari. Subjek penelitian meliputi guru Bimbingan dan Konseling, wali kelas, dan siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi, dan analisis dokumen sekolah, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter telah diintegrasikan dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah, dengan dukungan utama berupa kepedulian guru, kerja sama dengan orang tua, serta inisiatif peserta didik. Namun, implementasi masih menghadapi kendala seperti pengaruh lingkungan sosial, keterlibatan keluarga yang belum optimal, ketidakkonsistenan ketegasan pendidik, dan kesulitan adaptasi peserta didik baru. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan untuk meningkatkan keberlanjutan dan efektivitas pendidikan karakter.

Nur Hidayatul Istiqomah; M. Rizky Fauzi; Dwi Aminatus Sa’adah; Irfa’I Alfian Mubaidilla; Siswoyo Siswoyo +1 more

Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This activity is a workshop that aims to provide insight and skills to the guardians of Kasih Bunda Kindergarten students regarding parenting strategies related to financial management and the importance of children's mental health. This activity discusses how to teach the value of money and financial management to children with educational and fun methods. The workshop was also accompanied by an interactive question and answer session, distribution of Supplementary Food (PMT) for children, and a group photo session as a symbol of togetherness. This activity has a positive impact in the form of increasing parents' knowledge about children's financial management, strengthening the relationship between guardians and schools, and supporting children's physical and mental growth and development.This study aims to determine the effect of price and product quality on purchase intention of Toyota Agya cars in Tuban City.

Aloi Hasugian; Dosta Ernauli Siregar; Sabrina Nur Karimah Nasution; Tessalonika Purba

Jurnal Ilmu Pendidikan 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This research analyzes the strategies and collaboration between guidance and counseling teachers and homeroom teachers in addressing problematic students at SMP Negeri 4 Medan. The background of this study highlights the importance of guidance and counseling services in supporting students’ personal and social development, especially during the critical transition period in junior high school. However, the implementation of these services often encounters obstacles such as negative perceptions, lack of formal guidelines, and professional challenges. Using a qualitative descriptive method through interviews, observations, and documentation, the research reveals that effective strategies include building positive relationships, early detection, preventive and curative interventions, and open communication with parents. The synergy between guidance and counseling teachers and homeroom teachers, through regular information exchange and coordinated intervention planning, significantly improves the management of problematic students. Nevertheless, challenges such as limited time, differences in role perceptions, and lack of structured communication forums still hinder optimal collaboration. The study concludes that comprehensive and coordinated collaboration is essential for effective management of student problems in schools.

Khairun Nisa; Desty Endrawati Subroto; Dwi Nutfiah Damayanti; Eva Saifatul Munawaroh; Tya Adelia

Jurnal Inovasi Pendidikan 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The objective of this study is to design an appropriate strategy in instilling character values ​​in grade 5 students of SDN Walikukun, with an emphasis on strengthening the values ​​of responsibility, discipline, honesty, and cooperation. The study employed literature studies and qualitative data analysis, which resulted in the conclusion that it is very important for character building in elementary schools to be implemented systematically and sustainably. These efforts need to involve the active role of various parties, such as teachers, parents, schools, and the surrounding environment. The implementation strategy includes integrating character values ​​in the teaching and learning process, habituating positive daily actions, role models from teachers, and monitoring student development through behavioral documentation. In addition, democratic and communicative parenting patterns greatly influence children's character formation, especially if adjusted to the child's innate personality type which can be recognized through approaches such as genetic personality. Simple digital technology can also be used as a supporting medium for character education, although there are still obstacles in the form of limited facilities and infrastructure. The results obtained from this study are hoped to be used as a reference in the implementation of relevant and effective character education at SDN Walikukun.

Candra Aditya Kurniawan; Febri Birrul Walidaini; M. Naufal Andika Pahlevi

Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora 2025 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

The correctional system in Indonesia faces challenges with the increasing number of elderly prisoners with special needs, especially in terms of health, psychology, and social aspects. This study aims to identify adaptation strategies used by elderly prisoners in Tangerang Class I Prison using a qualitative approach through interviews, observations, and documentation analysis. The results showed that elderly prisoners adapt by building social relationships, participating in rehabilitation programs, and relying on support from officers. Psychological factors such as self-acceptance and mental resilience play an important role in this process. However, limited health facilities and the lack of special programs for the elderly are major obstacles. This study is expected to be the basis for developing more inclusive correctional policies to improve the welfare of elderly prisoners during their sentence.      

Hulipa Hulipa

Penelitian ini bertujuan untuk memahami  peran  wali  kelas  dalam  peningkatan  kedisiplinan  peserta  didik di MTs Yasrib Batu-Batu Soppeng. Metodologi yang digunakan yakni penelitian kualitatif berbasis  Field  Research dengan menggunakan pendekatan pedagogik, fenomenologi, dan sosiologi dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Peran  wali  kelas  dalam  peningkatan  kedisiplinan  peserta  didik  adalah  sebagai  fasilitator  berupa  mengayomi  peserta  didik  dan  memberikan  kenyamanan  kepada  peserta  didik  selama  proses  pembelajaran,  sebagai  motivator  berupa  memotivasi  peserta  didik  dalam  mengikuti  proses  pembelajaran,  memotivasi  peserta  didik  dalam  berdisiplin  berpakaian,  memotivasi  peserta  didik  untuk  memanfaatkan  waktu  belajar,  memberi  dorongan  kepada  peserta  didik  untuk  memanfaatkan  waktu  luang,  dan  memberi  motivasi  kepada  peserta  didik  untuk  meningkatkan  prestasi  belajar.  Peran  wali  kelas  sebagai  problem  solving  secara  pribadi  ialah  memahami  karakter  masing-masing  peserta  didik,  secara  sosial  ialah  dengan  memahami  kondisi  sosial  peserta  didik,  secara  akademis  ialah  memahami  dan  meningkatkan  kemampuan  akademis  perserta  didik.  

Holisoh, Farhatus; Nur Azizah Maulidyah

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan ­­­menganalisis penerapan model kolaboratif dalam pengelolaan konflik antar siswa di MTs Negeri 1 Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif yang berfokus pada pengamatan secara mendalam. Informan dalam penelitian ini adalah Koordinator Bimbingan Konseling selaku pihak kedua setelah wali kelas dalam hal penanganan konflik yang terjadi antar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan konflik antar siswa di MTs Negeri 1 Jember dengan menggunakan metode kolaborasi telah berjalan dengan baik tanpa menimbulkan dampak negatif satupun. Hal ini dikarenakan adanya pelibatan partisipasi semua pihak dalam penanganan konflik seperti guru, koordinator BK, tatib, kesiswaan, humas, kepala sekolah, hingga orang tua. Cara ini dilakukan supaya memunculkan berbagai pendapat terkait solusi terbaik dalam mengelola konflik yang muncul di sekolah, sehingga mempercepat penyelesaian konflik yang ada. Dari adanya keterlibatan semua pihak, maka tanggung jawab untuk dapat mencari solusi dalam penyelesaian konflik antar siswa tidak hanya ada pada satu pihak saja, melainkan menjadi tanggung jawab bersama sehingga terjalin hubungan yang kuat antara satu sama lain. Hal ini dikarenakan dalam proses pemecahan masalah, terjadi budaya diskusi dan toleransi untuk mencapai tujuan bersama yakni mampu menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan pribadi dan akademik siswa di dalamnya dengan adanya pengelolaan manajemen konflik yang tepat. Adapun hambatan yang bisa muncul dalam pengelolaan konflik antar siswa yaitu ketidakbijakan atau adanya keraguan dari kepala sekolah dalam memutuskan sesuatu, sehingga hal tersebut dapat menimbulkan konflik baru dan harus mencari solusi lain lagi pada akhirnya.

Fitra Adi Kusuma; Haviz Dazaqy; Rifal Martin; Robi Santika; Febrina Dafit

Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Pembentukan Literasi Sekolah merupakan program penting yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan memahami informasi dengan baik dan benar, menulis dengan baik dan benar, berpikir kritis, dan berbicara dengan baik dan benar. Khususnya di SD MIN 3 Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pentingnya keterampilan literasi bagi siswa dan juga membantu sekolah dalam membuat program literasi. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif melalui pengamatan terhadap sumber data berupa hasil lisan atau tulisan. Data penelitian ini langsung di dapatkan langsung untuk mengetahui bagaimana membentuk literasi seluruh siswa dengan membentuk program literasi Di SD MIN 3 Pekanbaru Provinsi Riau. Data penelitian ini melibatkan guru/walikelas dan seluruh tingkatan kelas. Pembentukan literasi di SD juga dapat membantu anak-anak dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka. Oleh karena itu, pembentukan literasi di SD harus dilakukan dengan langkah-langkah yang sistematis dan terencana. Menyediakan bahan bacaan yang berkualitas, melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran, menjalin kerjasama dengan perpustakaan, menggunakan metode pembelajaran yang menarik, dan mengadakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan literasi adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam pembentukan literasi di SD. Dengan pembentukan literasi yang baik, anak-anak dapat memahami informasi dengan baik dan benar, menulis dengan baik dan benar, berpikir kritis, dan berbicara dengan baik dan benar.  

Desri Elvia Yani; Faridatul Hamdiah; Wanda Asizah; Zaki Triadi Putra; Febrina Dafit

Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Pogram literasi yang dilaksanakan oleh sekolah mampu untuk meningkatkan minat literasi belajar siswa. Terutama di Kelas IV SDN 020 Pekanbaru, Riau. Sekolah menetapkan program – program literasi yang harus dilaksanakan oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan meningkatnya minat belajar siswa dari dilaksanakannya program – program yang telah ditetapkan oleh sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan Guru Wali Kelas IV. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitan menunjukkan program yang sudah dilaksanakan mampu meningkatkan minat literasi siswa karena guru wali kelas menggunakan cara – cara yang unik dan sederhana. Upaya untuk mengoptimalisasikan program literasi ini melibatkan orang tua untuk menyokong dan memfasilitasi program literasi ini. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman tentang meningkatkan literasi siswa melalui program yang ditetapkan oleh sekolah dan menjadikan evaluasi bagi sekolah untuk memaksimalkan kekurangan yang terjadi pada program tersebut

Annisa Risky; Dodi Pasila Putra; Deswalantri Deswalantri; Linda Yarni

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This research was conducted in accordance with the phenomena that occurred at SMA N 8 Mandau which showed cases of students behaving aggressively such as fighting teachers, fighting with friends, making fun of friends and damaging school infrastructure. The homeroom teacher is the person closest to the students and has the authority to handle cases like this, because at SMA N 8 Mandau there is a rule that for any problems or inappropriate behavior caused by students, the homeroom teacher is the first to have authority. to deal with them. The purpose of this research is to find out how the role of the homeroom teacher is in overcoming the aggressive behavior of students at SMA N 8 Mandau. The research method that the writer uses is descriptive qualitative research. The informants in this study were the homeroom teacher of class XI IPS 3 as a key informant and two students of class XI IPS 3 who behaved aggressively as supporting informants. Data collection was carried out by interviews and observation, as well as documentation. While the data analysis technique used is to examine all data, data reduction, and data presentation. The results of the study explained that the homeroom teacher of SMA N 8 Mandau overcame aggressive behavior in the first way that was carried out by the homeroom teacher, namely seeking information or seeking the truth whether students were actually carrying out aggressive behavior. information from subject teachers who teach in classes whose students behave aggressively, then the homeroom teacher will reduce points and enter the student's name in the case book, then the homeroom teacher will call students who behave aggressively to be given individual counseling services and finally the homeroom teacher will call parents students who behave aggressively to discuss and find solutions to student problems with parents.

Asrifa Asrifa

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2023 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Permasalahan pokok penelitian ini adalah bagaimana upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kenakalan peserta didik di SMA Negeri 1 Siotapina. Penelitian ini bertujuan: (1). Mengetahui bagaimana upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kenakalan peserta didik SMA Negeri 1 Siotapina, (2). Mengetahui factor-faktor yang mendukung dan penghambat upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kenakalan peserta didik SMA Negeri 1 Siotapina. Penelitian ini adalah penelitian berbentuk deskriptif kualitatif yang menganalisa data secara mendalam tidak berdasarkan angka. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, interview, dan dokumentasi. Sedangkan Teknik Analisa dapat melalui 3 tahap, yaitu: Data Reduction ( reduksi data), Data Display (penyajian data), dan Conclusion Drawing/verification. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1). Upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kenakalan peserta didik di SMA Negeri 1 Siotapina adalah memberikan bimbingan khusus tentang pemaham kehidupan beragama, berkerja sama dengan guru BK untuk mengetahui asal-ususl siswa, memanggil kedua orang tua siswa, serta pemberian sanksi apabila masih melakukan kenakalan tersebut. 2).  Faktor-faktor yang mendukung upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kenakalan peserta didik di SMA Negeri 1 Siotapina adalah adanya kerjasama dengan wali kelas, lingkungan sekolah yang baik, dan adanya kebijakan sekolah. 3). factor-faktor yang menghambat adalah tindak lanjut yang kurang maksimal, latar belakang keluarga yang berbeda, pengaruh teknologi, dan kurangnya pengawasan orang tua terhadap kehidupan anak di masyarakat.

Daud Agripa Lamma; Nofrida Banik; Melki PulingTang

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

penelitian tugas di kecamatan lembur. Menanamkan konsp dasar penjumlahan dan pengurangan pecahandi kelas 4 siswa SD INPRES Alemba dilaksanakan dengan tujun untuk mengetahui sejau mana pengetahuan siswa tentang pecahan, apakah penyebutnya sama atau penyebutnya berbeda. Kegiatan ini menawarkan penanamn konsep dasar perkalian sebgai acuan dalam memahami pecahan. Dalam tugas ini ditemukan adanya peningkatan pemahaman matematika siswa kususnya pecahan pada pecahan sederhana, sedangkan pada pecahan yang penyebutnya tida sama perlu ditekankan pada siswa untuk belajar lebih giat. Faktor penyebap kesulitan dalam menyelesaikan pecahan berdasarkan hasil wawancara dengan walikelas 4 secara umum meliputi minat dan motifasi, faktor guru, faktor lingkungan, sarana prasarana, dan perluhnya kedisiplinan dalam kegiatan belajar mengajar, sebagian siswa 4 SD INPRES Alemba masih kesulitan dalam menghafl perkalian 1-10. Hal ini menyulitkan siswa. Hal ini menyulikan mereka pada bagian menyamakan pecahan dan penyebut berbeda. Peneliti menawarkan guru dalam bidang studi yang mereka butuhkan perkuat dasar-dasar sebelumnya membhas materi pecahan. PKM penanaman konsep dasar penjumlahan dan pengurangan pecahan pada siswa-siswi kelas 4   SD INPRES Alemba dilakukan dengan tujuan mencaritahu sejauh mana pengetahuan  siswa-siswi terhadap materi pecahan baik yang penyebutnya sama atau pun yang penyebutnya berbeda. Kegiatan ini menawarkan penanaman konsep dasar perkalian sebagai acuan dalam memahami pecahan. Dalam tugas ini didapati bahwa ada peningkatan pemahaman siswa-sisw iterhadap materi matematika khususnya pecahan dalam pecahan sederhana sementara dalam pecahan yang penyebutnya tidak  sama  perlu dilakukan penekanan kepada siswa-siswi untuk lebih giat belajar lagi. Faktor penyebab kesulitan dalam menyelesaikan soal pecahan sederhana berdasarkan hasil wawancara dengan guru wali kelas IV secara umum meliputi minat dan motivasi, faktor guru, faktor lingkungan, faktor sarana prasarana,  dan perlu adanya kedisiplinan pada saat kegiatan belajar mengajar. Para siswa-siswi kelas IV SD INPRES Alemba sebagian masih sulit menghafal perkalian dari 1 sampai perkalian 10.Hal ini menyulitkan siswa-siswi. Hal ini membuat merekasulit pada bagian menyamakan ‘ pecahan yang penyebutnya berbeda’ Peneliti menawarkan ke guru bidang studi agar perlu adanya penguatan  dasar perkalian sebelum membahas materi pecahan.

Dewita Sandri; Isnaniah; Tati Tisnawati

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab rendahnya minat belajar siswa kelas IX pada mata pelajaran matematika di SMPN 1 Enam Lingkung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Narasumber wawancara terdiri atas 9 orang dengan 3 orang siswa kelas IX yang nilai matematikanya rendah sekaligus bertindak sebagai objek penelitian, 3 orang tua siswa, 2 guru wali kelas dan 1 orang guru BK. Dalam pengambilan data peneliti melakukan observasi langsung dan wawancara. Setelah mendapatkan hasil dari wawancara, peneliti mendapatkan bahwa faktor rendahnya minat belajar siswa kelas IX pada mata pelajaran matematika, diantaranya: (1) tidak cukupnya waktu istirahat siswa, (2) kurangnya motivasi belajar siswa, (3) siswa tidak tertarik terhadap matematika, (4) adanya 2 kegiatan sekaligus yaitu sekolah dan pesantren, (5) adanya pengaruh dari efek pasca covid-19 atau pembelajaran daring.

Asiyah, Asiyah; Walid, Ahmad; Topano, Adrian

JOURNAL OF BIOLOGY LEARNING 2020 Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

This study aimed to determine whether the science learning outcomes of grade V students who are taught using the NHT Model in SD Negeri 58 Bengkulu City. This study used two groups, namely class 5A with 31 people as the experimental group and class 5B with 31 people as the control group. The research variable consisted of independent variables, namely the Inquiry learning model and the NHT model, while the dependent variable was the science learning outcome. Based on the results of the study, it was found that the posttest results of class 5A students who used the Inquiry Learning Model, namely in the medium and high categories of 93% got a score of 60 to 100 while the learning outcomes of class 5B using the NHT Model were 81% getting a score of 50 to 90. shows that the science learning outcomes of grade V students who are taught using the Inquiry Learning Model are better than those using the NHT model in SD Negeri 58 Bengkulu City.