Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-20 of 282

Analytics

Sharon Sheilla Shane; Wilmaya Firmandatiyas; Gabriella Paulita Morong; Febrina Lusianna Manik; Afifah Trista Ayunda

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2026 Politeknik Negeri FakFak

Perkembangan teknologi informasi saat ini mendorong organisasi, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), untuk meningkatkan efisiensi operasional melalui penerapan sistem yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Enterprise Architecture (EA) pada UMKM Golden Spice menggunakan pendekatan The Open Group Architecture Framework (TOGAF) melalui metode Architecture Development Method (ADM). Permasalahan utama yang dihadapi adalah sistem penjualan dan manajemen stok yang masih dilakukan secara manual dan tidak terintegrasi, sehingga menyebabkan inefisiensi operasional, ketidaksesuaian data, serta keterbatasan dalam pengambilan keputusan. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan studi literatur dengan referensi terbaru pada rentang tahun 2021-2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan Arsitektur Perusahaan yang diusulkan mampu mengintegrasikan sistem penjualan dan manajemen stok secara terstruktur, sehingga meningkatkan efisiensi operasional dan akurasi data. Selain itu, sistem yang diusulkan juga mampu menyediakan informasi secara real-time untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi praktis bagi UMKM dalam mendukung transformasi digital serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.

Ernawati, Sri; Yaningsyah, Yaningsyah; Anisah, Nur; Hairunisa, Hairunisa; Wiwin, Wiwin

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Logo merupakan identitas visual yang memiliki peran penting dalam membangun citra dan meningkatkan daya saing suatu usaha, termasuk pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, masih banyak pelaku UMKM yang belum memiliki logo yang menarik dan representatif, seperti yang terjadi pada UMKM Maira Produksi di Kota Bima. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam merancang logo usaha sebagai bagian dari strategi branding dan pemasaran produk. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pelatihan dengan pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi dan praktik langsung pembuatan desain logo. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari di rumah pelaku usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep dasar desain logo serta berhasil membuat logo yang sesuai dengan karakteristik produk masing-masing. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kreativitas dan inovasi pelaku usaha dalam mengembangkan identitas produk. Dengan demikian, pelatihan pembuatan logo ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas branding, daya tarik produk, dan daya saing UMKM di pasar.

Nabiel Muhammad Al Ghazali

Bridge : Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Telekomunikasi 2026 Asosiasi Profesi Telekomunikasi Dan Informatika Indonesia

The rapid advancement of artificial intelligence (AI) has significantly altered the landscape of business decision-making, particularly for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia. Despite their critical role in economic growth and employment generation, MSMEs frequently encounter substantial barriers related to technological adoption, digital literacy, and resource allocation. This research systematically investigates the utilization of artificial intelligence as a responsive innovation mechanism designed to optimize decision-making processes within the MSME sector. By employing a comprehensive systematic literature review methodology, analyzing peer-reviewed publications from globally recognized academic databases between 2018 and 2024, this study delineates the multifaceted benefits, complex challenges, and contextualized adoption strategies associated with AI integration. The findings reveal that artificial intelligence holds transformative potential for enhancing operational efficiency, refining predictive analytics, and sustaining long-term competitiveness. Conversely, critical challenges, including inadequate digital infrastructure, financial constraints, and organizational resistance, remain pervasive obstacles. Consequently, the study advocates for a gradual, responsive innovation approach that aligns technological adoption with specific business needs and environmental pressures. The insights derived from this research offer substantial theoretical and practical implications, providing a strategic framework for policymakers and MSME owners to accelerate digital transformation inclusively.

Muh. Reynaldi F. Mozin; Ismet Sulila; Sri Yulianty Mozin

Jurnal Ilmu Komunikasi, Administrasi Publik dan Kebijakan Negara 2026 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

This study aims to analyze the service quality of the issuance of the Job Seeker Card (AK-1) at the Department of Manpower, Cooperatives, and Small and Medium Enterprises of Gorontalo City This study focuses on the five dimensions of service quality based on the SERVQUAL model Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy The study is conducted based on the decline in the number of job seeker card service users year over year, indicating issues with service quality This study employs a qualitative, descriptive approach Data collection techniques include observation, interview, and documentation Data analysis uses the Miles and Huberman model, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that the service quality at the Department of Manpower. Cooperatives, and Small and Medium Enterprises of Gorontalo City is generally not yet optimal In terms of tangibles, service facilities still need improvement, particularly in the comfort of service rooms In terms of empathy officers have shown concern for the community, but it is not yet consistent across all service situations Responsiveness is considered fairly good, although delays in the service process still occur In terms of reliability, services are not yet fully consistent in providing accurate, precise results Meanwhile, in terms of assurance, officers provide polite and fairly convincing services, although their competence still needs Improvement The conclusion of this study indicates that the service quality of the issuance of the Job Seeker Card at the Department of Manpower Cooperatives, Small and Medium Enterprises of Gorontalo City Still requires improvement, particularly in enhancing facilities, human resource competence and service consistency to increase public satisfaction.

Ratu Sofyatus Solehah; Uu Mutafakkiroh; Egi Abdul Aziz; Muhamad Raefi; Surya Alam

JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (JISE) 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Baros District has the potential for creative economy-based Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) products that need to be strengthened, including products from the agricultural, livestock, crafts, food, and various other types of trade sectors. This study aims to analyze and assess the steps for developing creative economy-based MSMEs in Baros District, located in Serang Regency, Banten. The method applied is a qualitative approach through observation, interviews, document collection, and using a SWOT Matrix analysis to identify the strengths, weaknesses, opportunities, and challenges faced in developing creative economy-based MSMEs in Baros District, Serang Regency, Banten. Data sources used include the Head of Baros District, local village heads, academics, MSME actors, employees from the Serang Regency MSME Office, and MSME observers. This study lasted for one year. The appropriate strategy for developing MSMEs in Baros District is the SO (Growth) strategy, which utilizes existing strengths to increase competitiveness. The research revealed that MSMEs operating in the creative economy sector in Baros District still face various challenges in developing their businesses, such as limited capital, the use of simple production equipment, suboptimal marketing, a shortage of skilled labor, and limited use of technology and copyright registration for their products.

Fiky Maulana Rohman; Putri Dwi Aprilia Nur Khasanah

JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (JISE) 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Abstrak. Perkembangan teknologi informasi telah mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memanfaatkan sistem penjualan berbasis online. Meskipun memberi kemudahan, sistem ini juga menimbulkan tantangan baru, khususnya dalam hal pengendalian internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana UMKM di Kota Malang menerapkan pengendalian internal dalam aktivitas penjualan online, dengan fokus pada aspek seperti pengendalian lingkungan, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, komunikasi, dan pemantauan. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara dan observasi, hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM belum menerapkan sistem pengendalian internal secara optimal, terutama dalam dokumentasi transaksi, pemisahan tugas, dan otorisasi pembayaran. Oleh karena itu, disarankan agar UMKM mulai menerapkan prinsip-prinsip dasar pengendalian internal sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan usaha untuk menunjang kelangsungan dan kepercayaan pelanggan dalam kegiatan bisnis online.

Banafsyah Imanda Safa; Vidinia Nuansa Citra; Nicho Candra Hariyanto Putra; Titiek Rachmawati

Journal of Management and Social Sciences 2026 CV. Aksara Global Akademia

Penelitian ini menganalisis praktik akuntansi keberlanjutan pada Arif Barbershop, sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jombang, Jawa Timur, Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana barbershop menerapkan prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG) dalam operasional sehari-hari. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik usaha dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Temuan menunjukkan bahwa Arif Barbershop telah menerapkan praktik lingkungan dasar seperti pengelolaan limbah rambut melalui kantong plastik ke tempat pembuangan sampah, serta efisiensi energi dengan mematikan peralatan listrik setelah jam operasional. Dari aspek sosial, barbershop menjaga kepuasan pelanggan melalui konsistensi kualitas layanan dan sistem bagi hasil (60:40) kepada karyawan. Praktik tata kelola, meskipun bersifat informal, mencakup pencatatan keuangan sederhana menggunakan buku biasa. Namun demikian, barbershop belum memiliki izin usaha formal dan belum menerapkan kerangka akuntansi keberlanjutan yang terstandar. Penelitian ini menyoroti bahwa UMKM dapat mempraktikkan akuntansi keberlanjutan secara intuitif, dan menyarankan perlunya program pelatihan serta alat pelaporan yang disederhanakan.

Fransiska Jeslina Vianey Jisen; Hasim As’ari

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2026 CV. Aksara Global Akademia

Perkembangan teknologi mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mulai menerapkan pencatatan keuangan berbasis digital. Namun, masih terdapat pelaku UMKM yang mengalami kesulitan dalam melakukan pengelolaan keuangan usaha secara terstruktur. Permasalahan tersebut ditemukan pada UMKM Ubi Cilembu Madu Oven Lumintu dan Warung Madura Sembako Amanda di wilayah Condongcatur yang masih menggunakan pencatatan manual dalam kegiatan usahanya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam melakukan pencatatan keuangan berbasis digital menggunakan Microsoft Excel dan aplikasi BukuWarung. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2026, 5 Mei 2026, dan 20 Mei 2026. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaku UMKM mulai memahami pentingnya pencatatan keuangan usaha secara teratur serta mampu mencatat pemasukan dan pengeluaran usaha menggunakan Microsoft Excel dan aplikasi BukuWarung. Penggunaan Microsoft Excel membantu UMKM Ubi Cilembu dalam melakukan pencatatan keuangan sederhana secara lebih rapi, sedangkan aplikasi BukuWarung membantu Warung Madura dalam mengelola transaksi usaha dan pencatatan hutang pelanggan secara lebih praktis. Kegiatan ini membantu pelaku UMKM dalam melakukan pencatatan keuangan usaha secara lebih teratur dan mudah dipahami.

Floren Sartika Ayu Humendru; Palupiningtyas, Dyah

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Transformasi digital dalam sistem pembayaran telah mengubah lanskap pengelolaan keuangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengaruh penggunaan pembayaran digital terhadap praktik pengelolaan arus kas dan transparansi keuangan UMKM. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multipel diterapkan, melibatkan 14 pemilik/manajer UMKM di Kota Semarang yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipan, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan kerangka Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pembayaran digital mentransformasi pengelolaan arus kas melalui percepatan settlement (85,7%), otomatisasi pencatatan (92,8%), dan peningkatan efisiensi biaya (78,6%). Transparansi keuangan meningkat melalui ketersediaan audit trail digital (100%), pemisahan keuangan pribadi-usaha (71,4%), dan akurasi pencatatan (85,7%). Permintaan pelanggan dan kemudahan penggunaan menjadi pendorong utama, sementara gangguan konektivitas dan keterbatasan literasi digital menjadi penghambat. Penelitian ini memperkaya literatur adopsi fintech dengan perspektif kualitatif mengenai dampak pasca-adopsi pembayaran digital terhadap pengelolaan keuangan UMKM.

mugiyanto; Lutfiyah

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Transformasi digital menuntut pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memiliki kesiapan pemasaran digital agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Namun, kesiapan tersebut pada UMKM binaan Kelurahan Bangetayu Wetan masih bervariasi terutama pada aspek literasi digital, pemanfaatan infrastruktur, strategi pemasaran, sikap dan motivasi digital, serta dukungan kelembagaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kesiapan pemasaran digital dengan daya saing usaha lokal UMKM binaan Kelurahan Bangetayu Wetan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner kepada seluruh anggota UMKM binaan kelurahan sebanyak 34 responden menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji korelasi Spearman untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur digital, strategi pemasaran digital, sikap dan motivasi digital, serta dukungan kelembagaan memiliki hubungan positif dengan daya saing usaha lokal UMKM, sedangkan literasi digital pemasaran tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Dukungan kelembagaan melalui pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi pemasaran digital terbukti memperkuat kapasitas pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi untuk promosi dan perluasan pasar. Kesiapan pemasaran digital yang lebih baik berkontribusi terhadap peningkatan visibilitas produk, akses pasar, dan keberlanjutan usaha lokal. Disimpulkan bahwa kesiapan pemasaran digital merupakan faktor penting dalam meningkatkan daya saing usaha lokal UMKM binaan Kelurahan Bangetayu Wetan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan program pemberdayaan UMKM berbasis digital melalui pelatihan berkelanjutan, peningkatan infrastruktur digital, serta pendampingan kelembagaan yang terintegrasi di tingkat kelurahan

Sri Ayadilah Akhdzulhijah; Anti Wulan Agustini

Kegiatan Positif : Jurnal Hasil Karya Pengabdian Masyarakat 2026 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Community service is one of the implementations of the Tri Dharma of Higher Education which aims to provide real contributions to society through the application of science and technology. This activity aims to improve the understanding of small and medium enterprise (SME) actors regarding the preparation of Investment Activity Reports (LKPM) at the Investment and One-Stop Integrated Service Office (DPMPTSP) of Serang City. The problem found in the field indicates that many business actors still do not fully understand the procedures for preparing and submitting investment activity reports. The method used in this activity is a descriptive method with a mentoring approach carried out through observation, socialization, and direct assistance to business actors. The results show an increase in the understanding of business actors regarding the importance of investment activity reports and their ability to prepare reports more systematically. This activity is expected to increase business actors' awareness of their reporting obligations and support the creation of more orderly and transparent investment management.

Sukma, Hawa Rani; Setiadi, Elly Malihah; Wilodati, Wilodati

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

This study investigates the evolutionary and research trends on social capital and economic resilience within the small and medium enterprises sector through bibliometric analysis. Data were obtained from the google scholar through Publish or Perish software, covering the period from 2020 to 2025, then organized using Mendeley and analyzed through VOSviewer. The results indicate that topic of social capital is a central link between trust, innovation, and business sustainability. Research trends have shifted from theoretical approaches to practical applications, particularly during times of crisis or challenges. Overall, social capital is proven to be instrumental in strengthening the resilience and sustainability of SMEs, while also serving as the foundation for developing sustainable economic policies based on social capital.

Ican Kumala; Furqan Khalidy

Jurnal Manajemen Bisnis Digital Terkini 2026 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

This study aims to analyze the effect of e-commerce adoption on the sales performance of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia. E- commerce adoption factors are measured through the dimensions of platform usage, technology integration, and digital marketing activities. Sales performance is assessed based on sales growth, market expansion, and increase in customer numbers. The research method uses a quantitative approach by distributing online questionnaires to 250 MSME owners in five major cities (Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Makassar) who have used at least one e-commerce platform (such as Tokopedia, Shopee, Bukalapak, or a standalone website) for at least one year. Data were analyzed using multiple regression analysis techniques with the help of SPSS 25 software. The results show that e-commerce adoption has a significant positive effect on the sales performance of MSMEs. Specifically, technology integration (such as the use of inventory management and digital payment tools) and digital marketing activities (advertising and promotions on social media) are the most dominant factors. These findings provide practical implications for MSME owners and policymakers to further encourage digitalization by providing training and supporting infrastructure.

Wisnu Wisnu; Fatkhuri Fatkhuri

Jurnal Kendali Akuntansi 2026 International Forum of Researchers and Lecturers

This study examines the dynamics of public service delivery at the Office of Cooperatives, Small and Medium Enterprises, and Trade in Tegal Regency, focusing on its role in supporting local economic development. The background of this research is rooted in the increasing demand for effective, transparent, and responsive public services, particularly for cooperatives, micro, small, and medium enterprises (MSMEs), and the trade sector, which are key drivers of regional economic growth. The objective of this study is to analyze the quality and dynamics of services provided by the office, identify supporting and inhibiting factors, and assess their implications for service improvement. This research employs a qualitative descriptive method, using data collected through interviews, observations, and document analysis involving government officials and service users. The findings indicate that service delivery has shown positive developments through procedural improvements and service innovations; however, challenges remain in terms of human resource capacity, infrastructure limitations, and coordination mechanisms. These dynamics significantly influence the effectiveness of policy implementation and stakeholder satisfaction. The study implies that strengthening institutional capacity, enhancing digital-based services, and improving service professionalism are essential to achieving more optimal public service performance. The results of this research are expected to contribute to policy evaluation and serve as a reference for improving public service management in local government institutions, particularly in the cooperative, MSME, and trade sectors.

Halawa, Pastiani Putri; Octafian, Ray

KOMPAK : Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi 2026 Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan arus kas dalam mendukung keberlanjutan usaha kue tradisional dengan mengambil studi kasus pada Toko Roti Ganjel Rel Ambarawa. Pengelolaan arus kas yang efektif merupakan faktor krusial dalam menjaga keberlangsungan usaha kecil dan menengah, khususnya pada industri makanan tradisional yang menghadapi tantangan fluktuasi permintaan musiman dan persaingan dengan produk modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pemilik usaha, serta analisis dokumen keuangan selama periode enam bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Toko Roti Ganjel Rel Ambarawa menerapkan beberapa strategi kunci dalam pengelolaan arus kas, meliputi sistem pencatatan keuangan harian yang terstruktur, pengelolaan persediaan berbasis permintaan historis, diversifikasi produk untuk menstabilkan pendapatan, serta penerapan kebijakan kredit yang ketat kepada pelanggan. Strategi-strategi tersebut terbukti efektif dalam menjaga likuiditas usaha dengan rasio kas rata-rata sebesar 1,8 dan periode perputaran kas selama 15 hari. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pelaku usaha kue tradisional dalam merancang sistem pengelolaan arus kas yang berkelanjutan serta kontribusi teoretis dalam pengembangan model manajemen keuangan untuk usaha mikro kecil dan menengah sektor kuliner tradisional.

Yasmir Yasmir; Mela Sari; Tarjo Tarjo

Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) play a strategic role in Indonesia’s economy, serving as key drivers of inclusive economic growth and major contributors to employment creation. Despite their importance, many UMKM operators continue to face significant challenges in financial management, particularly due to the absence of structured and systematic financial record-keeping practices. This condition is also evident among UMKM in Kuning Gading Village, Unit XVIII Kuamang Kuning, where most businesses are still managed in a traditional manner with inadequate bookkeeping systems. This community service program aims to enhance financial literacy and strengthen the capacity of UMKM actors to implement simple bookkeeping as a foundation for effective business financial management. The methods employed include needs assessment through field observation, educational and practical training sessions, hands-on mentoring, and evaluation using pre-test and post-test instruments. The results indicate a significant improvement in participants’ understanding and skills related to transaction recording, separation of business and personal finances, and preparation of simple cash flow statements. Evaluation outcomes show an increase in competency scores from an initial range of 20%–40% to 75%–85% after the training. Furthermore, the program fostered a positive shift in participants’ mindset toward more professional and accountable business management practices. Therefore, the implementation of simple bookkeeping is proven to be an effective initial strategy for strengthening MSME financial governance and supporting sustainable business development at the local level.

Nurasia Natsir; Syafaruddin Syafaruddin; M Natsir Mallawi; Muh. Fadli Faisal Rasyid; Aminullah Alam +1 more

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2025 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

This Community Service Program (PKM) aims to provide direct socialization and mentoring to Micro, Small, and Medium Enterprise (MSME) actors in Biring Ere Village to enhance the quality and sustainability of their businesses. MSMEs play a vital role in the village economy as drivers of local economic growth and employment. However, various obstacles such as limited access to capital, low quality of human resources, restricted market access, lack of product innovation, and weak business management remain major barriers. This community service activity was conducted through interactive socialization methods, skills training, direct mentoring, and focused group discussions involving MSME actors, village heads, village officials, and the general community. The materials presented included business development strategies, basic financial management, product marketing techniques, product innovation and diversification, and access to capital. The results demonstrated increased understanding among MSME actors regarding business development strategies, heightened motivation to innovate, formation of collaborative business groups, and enhanced awareness of the importance of sound business management. This program has had a significant impact on empowering the community's economy and strengthening the capacity of MSME actors in Biring Ere Village to face global economic challenges.

Anju Andini; Eka Kristina Waruwu; Yusuf Adzka Tarigan

Jurnal Bisnis Kreatif dan Inovatif 2025 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen dan Bisnis Indonesia

This study aims to analyze the role of innovation in enhancing the competitiveness of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Medan City. The research employs a qualitative approach through direct interviews with several MSME owners from various business sectors. The results reveal that innovation plays a significant role in strengthening business competitiveness through product development, digital marketing strategies, and improvements in production processes. Product innovation among MSMEs includes changes in design, quality enhancement, and product diversification based on market demand. Meanwhile, marketing innovation is achieved through the utilization of social media and digital platforms to expand market reach and improve customer engagement. However, MSME actors still face challenges such as limited capital, low digital literacy, and lack of access to training and mentorship. Therefore, collaboration between business actors, government, and supporting institutions is essential to build a sustainable innovation ecosystem that strengthens the competitiveness of MSMEs in the digital era.

Novi Agatha; Sigit Irianto

Notary Law Research 2025 Program Studi Kenotariatan Program Magister Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Perjanjian kredit antara lembaga perbankan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan instrumen penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, dalam praktiknya, tidak jarang terjadi wanprestasi dari pihak debitur  yang  berdampak  pada  hubungan  hukum  dan keberlangsungan  usaha.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengkaji: 1) bagaimana proses pengajuan dan pelaksanaan perjanjian kredit antara Bank BRI dan UMKM Konveksi Parasit di Daerah Istimewa Yogyakarta; 2) apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya wanprestasi oleh debitur; dan 3) bagaimana mekanisme penyelesaian wanprestasi yang dilakukan oleh pihak bank. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif yang didukung oleh data primer. Spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analitis dengan jenis dan sumber data berupa data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka, serta data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan pihak terkait. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif untuk menginterpretasikan norma hukum dan fakta empiris secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) proses pengajuan kredit dilakukan melalui prosedur formal dengan dokumen pendukung yang sah, dan dituangkan dalam Surat Pengakuan Hutang; 2) wanprestasi terjadi karena kombinasi faktor internal seperti pengelolaan usaha yang kurang optimal dan faktor eksternal seperti penurunan permintaan pasar; dan 3) penyelesaian wanprestasi dilakukan melalui eksekusi agunan, pelaporan ke otoritas keuangan, serta pendekatan persuasif seperti restrukturisasi kredit. Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi hukum bagi pelaku UMKM dan penerapan prinsip keadilan dalam penyelesaian sengketa kredit.

Yemima Tandibua; Grace Siriati Mengga; Yohanis L Tadung

Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Ekonomi 2025 Universitas Kristen Indonesia Toraja

This study aims to analyze the effect of using the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) on improving financial inclusion among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in North Toraja Regency. The research is motivated by the rapid development of digital payment systems, which have not been optimally adopted by MSMEs in tourism areas. QRIS, as a non-cash payment innovation, is expected to expand access tofinancial services, enhance transaction efficiency, and encourage MSMEs’ participation in the formal financial system. This study employs a quantitative approach using a survey method involving 35 handicraft MSMEs in the Ke’te Kesu’ tourism area, selected through a saturated sampling technique. Data were collected using a five-point Likert scale questionnaire and analyzed with SPSS version 25 through validity and reliability tests, descriptive analysis, classical assumption tests, and simple linear regression. The results indicate that QRIS usage has a positive and significant effect on financial inclusion, with a correlation coefficient (R) of 0.758 and a coefficient of determination (R²) of 0.575. The t-test shows a significance value of < 0.05. These findings support the Financial Deepening theory and the financial inclusion concept, which emphasize access, affordability, and usage of financial services. Thus, QRIS serves as an important instrument in promoting digital transformation and enhancing financial inclusion among MSMEs in North Toraja Regency.