Publication Search

79,575 articles from 739 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 2,573

Analytics

Anggraini, Rini; Junaidi; Amanda, Meilani Rizki; Ketrin, Nabila Apriliya; Talia, Ela +1 more

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pelanggaran jam operasional kendaraan bertonase besar di kawasan Simpang Patal Kota Palembang masih sering terjadi dan menyebabkan kemacetan, risiko kecelakaan, serta kerusakan jalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis alternatif kebijakan yang paling tepat untuk penertiban mobil barang di kawasan tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, sedangkan evaluasi kebijakan menggunakan pendekatan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) berdasarkan kriteria William N. Dunn. Terdapat tiga alternatif kebijakan yang dianalisis, yaitu mempertahankan kebijakan yang berlaku (status quo), revisi Perwali Nomor 26 Tahun 2019 dan implementasi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), serta penyediaan kantong parkir (holding area) di kawasan Pelabuhan Sungai Lais. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif penyediaan kantong parkir (holding area) memperoleh skor tertinggi sebesar 91 dengan rata-rata 4,55 sehingga dinilai paling optimal dalam mengurangi pelanggaran, kemacetan, dan risiko kecelakaan serta mendukung transportasi perkotaan yang lebih tertib dan berkelanjutan.

Haryanto, Tiara Julianti; Titania, Rahma; Widiyatmoko, Faris

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pelayanan publik merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas penyelenggaraan pemerintahan. Dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengembangkan Sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sebagai inovasi pelayanan yang terintegrasi dan berbasis digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip good governance yang meliputi transparansi, akuntabilitas, responsivitas, efektivitas dan efisiensi, serta partisipasi pada Sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) DKI Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui penelusuran jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, laporan kinerja instansi pemerintah, dokumen resmi DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, serta berbagai sumber literatur yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip transparansi telah diterapkan melalui penyediaan berbagai kanal informasi dan pengaduan yang mudah diakses masyarakat. Prinsip akuntabilitas tercermin dari capaian kinerja organisasi yang seluruh indikatornya mencapai target dengan predikat sangat berhasil. Responsivitas diwujudkan melalui sistem pengelolaan pengaduan berbasis quick response. Efektivitas dan efisiensi terlihat dari tingginya indeks kepuasan masyarakat serta optimalisasi pelayanan berbasis digital. Sementara itu, prinsip partisipasi diwujudkan melalui pelibatan masyarakat dalam evaluasi pelayanan melalui Survei Kepuasan Masyarakat. Dengan demikian, penerapan prinsip-prinsip good governance pada PTSP DKI Jakarta secara umum telah berjalan dengan baik dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.

Stefani, Greciela Yolanda; Aji Fajar Ramadhani; Nugrahani Astuti; Annisa Nur’aini

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Mie basah bebas gluten umumnya memiliki kandungan protein yang relatif rendah karena didominasi oleh bahan berpati, sehingga diperlukan upaya peningkatan nilai gizi tanpa menurunkan tingkat penerimaan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung ikan teri medan (Stolephorus sp.) terhadap tingkat kesukaan mie basah bebas gluten serta mengetahui karakteristik kimia pada perlakuan terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat taraf penambahan tepung ikan teri medan, yaitu P0 (0 g), P1 (5 g), P2 (10 g), dan P3 (15 g). Tingkat kesukaan dinilai oleh 40 panelis pada parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur menggunakan uji hedonik. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Perlakuan terbaik ditentukan menggunakan metode indeks efektivitas dan selanjutnya dianalisis secara proksimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung ikan teri medan berpengaruh terhadap tingkat kesukaan mie basah bebas gluten. Perlakuan terbaik diperoleh pada P1 (5 g) berdasarkan nilai indeks efektivitas tertinggi. Hasil analisis kimia pada P1 menunjukkan kadar air 37,33%, kadar abu 1,71%, kadar lemak 3,34%, kadar protein 9,76%, dan kadar karbohidrat 47,86%. Kadar protein telah memenuhi persyaratan mutu mie basah berdasarkan SNI 2987:2015, meskipun kadar air masih melebihi standar. Penambahan tepung ikan teri medan berpotensi meningkatkan nilai gizi mie basah bebas gluten dengan tetap mempertahankan tingkat penerimaan konsumen.

Dimas Aji Pratama; Dwiki Fitri; Aidatul Mufidah; Amalia Agamasi

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2026 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Stunting is a chronic nutritional problem that remains a major public health challenge in Indonesia, including in Ngombakan Village, Polokarto District, Sukoharjo Regency. Moringa leaves (Moringa oleifera Lam.) are known as a superfood plant with nutritional content far exceeding conventional food ingredients, including protein, vitamin A, calcium, potassium, iron, and vitamin C, making them highly potential as a functional food for stunting prevention. This community service activity aims to improve the knowledge of mothers at the Posyandu of Ngombakan Village about stunting and the benefits of moringa leaves, while also introducing the innovation of moringa leaf pudding as a nutritious supplementary food for toddlers. The activity was carried out from August 13 to September 6, 2024 through 6 meetings at the posyandu using lecture methods, leaflet distribution, and pudding-making demonstrations. The results showed a significant increase in mothers' knowledge about stunting and the nutritional content of moringa leaves, as well as positive enthusiasm from participants in accepting moringa leaf pudding as an affordable and nutritious supplementary food alternative for toddlers.

Muhamad Arif Aulia Ardana; Aris Sarwo Nugroho; Muhamad Arif Aulia Ardana

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2026 UNIVERSITAS STEKOM

The development of digital technology has encouraged the use of social media as an efficient promotional tool for businesses, particularly micro, small, and medium enterprises (MSMEs). One type of content frequently used is video, as it can convey messages visually and engage audiences. However, inadequate content design can lead to low engagement rates on social media. This study aims to design social media-based video content to increase engagement at the Jilbab Ansania Semarang business. The method used in this research is Research and Development (R&D) with a Design and Development (D&D) approach, which includes the stages of needs analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data collection techniques include observation, interviews, documentation, and literature review. The research results show that videos tailored to the target audience and social media platform can increase engagement. This is evident in the increase in likes, comments, shares, and views. Therefore, creating video content focused on social media has proven effective as a digital promotional tool to increase engagement for the Jilbab Ansania Semarang business.

Yosef Keladu; Fransiskus Bhoga; Fidelis Boli Uran; Gregorius Huin Taen Oes; Bertolomeus Ape Lerek +3 more

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2026 CV. Aksara Global Akademia

Kebijakan kesejahteraan sosial merupakan instrumen strategis pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat serta mengurangi kesenjangan sosial melalui distribusi bantuan publik. Namun demikian, dalam praktik implementasinya di tingkat lokal, kebijakan ini kerap menghadapi berbagai persoalan, terutama terkait ketepatan sasaran, transparansi, dan keadilan distribusi bantuan. Fenomena tersebut juga terlihat di Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, di mana masih ditemukan indikasi ketimpangan dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan kesejahteraan sosial dan ketimpangan distribusi bantuan publik dengan menggunakan tinjauan teori keadilan, khususnya keadilan distributif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan aparat desa dan masyarakat penerima bantuan, serta dokumentasi terkait kebijakan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan kesejahteraan sosial di Desa Ladogahar belum sepenuhnya berjalan secara optimal, ditandai oleh lemahnya validitas data penerima, adanya pengaruh kedekatan sosial dalam penentuan penerima manfaat, serta kurangnya transparansi dalam proses distribusi. Dalam perspektif teori keadilan, kondisi ini mencerminkan belum terpenuhinya prinsip keadilan distributif yang menekankan pemerataan dan keberpihakan kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan melalui peningkatan akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat guna mewujudkan distribusi bantuan publik yang lebih adil dan merata.

Nur Fadila, Aisyah; Ellya Roziana, Norma; Chauliya Nadina Putri, Rayshya; Muharwati, Marini; Naufarezi, Rayhan +2 more

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

The Rumah Padat Karya Program in Surabaya City is one of the local government policies to reduce poverty through job creation and empowerment of low-income communities (MBR). This study aims to evaluate the effectiveness of the Rumah Padat Karya Program in reducing poverty rates in Surabaya and to assess its alignment with the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 1 (No Poverty), Goal 8 (Decent Work and Economic Growth), and Goal 11 (Sustainable Cities and Communities). The study employs a formal evaluation approach with a formative evaluation type, given that the program is still ongoing. Data were collected through interviews, observation, and documentation, and analyzed qualitatively. The evaluation was conducted using William N. Dunn’s (2003) criteria, comprising effectiveness, efficiency, adequacy, equity, responsiveness, and appropriateness. The results indicate that the program is fairly effective in reducing poverty and unemployment through local workforce absorption and the productive utilization of previously idle government assets. However, limitations remain, including budget constraints, inter-district facility disparities, weak inter-agency coordination, and suboptimal business mentoring and market access. Therefore, it is necessary to strengthen the mentoring system, equalize facilities, and enhance cross-sector collaboration so that the program can run more optimally and sustainably.  

Nugroho, Santoso Tri; Winarsih, Hesti; Kurniasari, Putri; Nikmah, Nurul; Rizki, Nayla Kharismatul +4 more

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background:Tuberculosis remains a serious public health challenge in Indonesia, including in Pekalongan City, which sees an annual increase in cases. The still high number of TB cases and deaths each year indicates that the program being implemented is not yet fully effective, therefore requiring active community involvement, increased capacity of health workers, and closer cross-sector integration. Aims: This activity aims to provide comprehensive community nursing care through a promotive and preventive approach, with an emphasis on identifying risky behaviors, knowledge deficits, and non-adherence to TB treatment. Method: The methods used included community assessment, establishing a community nursing diagnosis, planning education-based interventions, implementing outreach and simulation activities, and evaluating outcomes. Results: The results of the activity indicated that most people have limited knowledge about TB prevention, and that risky behaviors and non-adherence to therapy persist. Interventions, including group outreach, interactive discussions, and education on the importance of medication adherence, demonstrated increased knowledge and healthier behavior changes. Conclution: The conclusion of this activity emphasized the importance of the active role of community nurses in reducing TB transmission rates through educational approaches, active surveillance, and cross-sector collaboration. Recommendations focused on strengthening ongoing education and the involvement of families and community health workers in early detection and monitoring of TB patient therapy.

Ningsih, Ayu; Mubaroq, Husni; Rahmadi, Andhi Nur

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

This study examines the effectiveness of the GOOL (Dukcapil Go Online) service in accelerating the issuance of birth certificates at the Population and Civil Registration Office of Probolinggo City. GOOL is a digital-based civil administration service innovation that allows residents to process civil documents without visiting the office in person. This study employed a descriptive qualitative method, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation. Effectiveness indicators were based on Campbell's (2014) theory, covering: program success, goal achievement, community satisfaction, and overall objective attainment. The findings indicate that the GOOL service is generally effective in expediting birth certificate issuance. Supporting factors include collaboration with healthcare facilities (Indonesian Midwives Association and hospitals), an integrated 3-in-1 service program, and adequate technological infrastructure. Inhibiting factors include technical difficulties during document uploads, unstable internet connections, and limited digital literacy among some residents.

Rusmana, Rian; Elisa; Riyadi, Hendi; Novianah; Rohmatullah

Synergy: Journal of Collaborative Sciences 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Meningkatnya transaksi e-commerce di Indonesia turut diiringi oleh lonjakan kasus penipuan dalam transaksi jual beli online yang secara tidak proporsional menyasar konsumen muda dengan literasi hukum yang minim. Penelitian hukum normatif-empiris ini mengkaji efektivitas intervensi pendidikan hukum terstruktur dalam meningkatkan pemahaman siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terhadap kerangka hukum yang mengatur transaksi jual beli online di Indonesia. Dengan menggunakan desain kuasi-eksperimental pre-test dan post-test, data dikumpulkan dari 40 siswa SMKN 6 Kota Serang, Kecamatan Kasemen, Provinsi Banten. Program intervensi terdiri dari empat sesi terstruktur yang mencakup UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah dengan UU No. 19 Tahun 2016, hak perlindungan konsumen berdasarkan UU No. 8 Tahun 1999, serta identifikasi tipologi penipuan yang lazim terjadi di platform jual beli digital. Analisis kuantitatif menggunakan uji t berpasangan (paired sample t-test) menunjukkan peningkatan skor pengetahuan hukum yang signifikan secara statistik (p < 0,001), dengan skor rata-rata naik dari 48,3 menjadi 76,9 (skala 100), menghasilkan effect size Cohen's d sebesar 2,37. Temuan kualitatif memperlihatkan meningkatnya kemampuan peserta dalam mengidentifikasi pola transaksi berindikasi penipuan serta menyebutkan upaya hukum yang tersedia berdasarkan hukum positif Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program pendidikan hukum terstruktur di tingkat sekolah menengah merupakan strategi efektif untuk mengurangi kerentanan remaja terhadap penipuan komersial digital, dan merekomendasikan pengintegrasian literasi hukum konsumen digital ke dalam kurikulum SMK nasional.

Suswianti, Dwi; Kurniyanti, Mizam Ari; Apryanto, Frengky

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Asam urat merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah, yaitu >7,0 mg/dL pada laki-laki dan >6,0 mg/dL pada perempuan. Kondisi ini sering dialami lansia akibat penumpukan kristal urat yang dapat menimbulkan nyeri dan gangguan mobilitas. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah senam ergonomik berbasis budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas inovasi senam ergonomik berbasis budaya terhadap kadar asam urat pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Pakis, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan two-group pretest-posttest control group design. Sampel berjumlah 20 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (10 responden) dan kelompok kontrol (10 responden). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui perubahan sebelum dan sesudah intervensi pada masing-masing kelompok serta uji Mann–Whitney untuk membandingkan hasil antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar asam urat yang signifikan pada kelompok intervensi (p=0,046; p<0,05), sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami perubahan bermakna (p=0,317; p>0,05). Perbandingan kadar asam urat pascaintervensi antara kedua kelompok juga menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,001; p<0,05). Dengan demikian, inovasi senam ergonomik berbasis budaya yang dilakukan sebanyak empat kali selama dua minggu terbukti efektif dalam menurunkan kadar asam urat pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Pakis, Kabupaten Malang.

Devita Anugrah Anggraini; Didit Damayanti; Kartika Kartika; Tinuk Ervariawati

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2026 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Joint pain is one of the most common health problems among older adults and may reduce mobility and quality of life. Community self-survey data in Cepoko Village indicated that 55% of residents, particularly older adults, experienced joint pain complaints. One non-pharmacological intervention that can be applied is warm lemongrass foot soaking therapy known as SEHATI (Serai Hangat untuk Kaki). This community service activity aimed to improve elderly knowledge regarding self-management of joint pain and demonstrate warm lemongrass foot soaking therapy as a complementary treatment. The methods included health education, demonstration of warm lemongrass preparation, direct practice by participants, and evaluation through discussion and question-answer sessions. The participants were elderly individuals experiencing joint pain in Cepoko Village, Panekan District, Magetan Regency. The results showed that participants actively engaged in all activities, were able to explain the preparation steps of SEHATI, and understood the benefits of warm lemongrass foot soaking therapy for reducing joint pain. This program provides an easy, affordable, safe, and home-based complementary therapy alternative for elderly people.

Lestari, Mustika Ayu; Rosita; Herawati, Meitia

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Perawatan tali pusat merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah infeksi pada bayi baru lahir. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai perawatan tali pusat yang benar dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi, omfalitis, bahkan tetanus neonatorum. Oleh karena itu, asuhan kebidanan komunitas berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga melalui edukasi dan pendampingan secara langsung. Memberikan asuhan kebidanan komunitas pada keluarga Tn. S dengan fokus pada perawatan tali pusat bayi usia 2 hari untuk meningkatkan pengetahuan ibu serta mencegah terjadinya infeksi tali pusat. Penulisan ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan manajemen kebidanan yang meliputi pengkajian, interpretasi data, diagnosis potensial, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi pada keluarga Tn. S di Dusun Pegading Luar, Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah. Hasil pengkajian menunjukkan bayi laki-laki usia 2 hari dalam keadaan umum baik dengan tanda vital normal, namun tali pusat masih basah sehingga berisiko mengalami infeksi. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi mengenai tujuan dan manfaat perawatan tali pusat, tanda-tanda infeksi, demonstrasi cara perawatan tali pusat yang benar menggunakan prinsip bersih dan kering, anjuran pemberian ASI eksklusif, serta kunjungan ulang. Pada evaluasi dan kunjungan lanjutan, ibu telah memahami cara perawatan tali pusat, mampu mengenali tanda bahaya, dan tali pusat bayi telah puput tanpa tanda infeksi. Asuhan kebidanan komunitas melalui edukasi dan pendampingan mengenai perawatan tali pusat mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam merawat tali pusat bayi baru lahir sehingga dapat mencegah terjadinya infeksi serta mendukung tumbuh kembang bayi yang optimal. Edukasi berkelanjutan dan kunjungan neonatal perlu terus dilakukan untuk mempertahankan praktik perawatan tali pusat yang sesuai standar

Indasari, Susi; Lestari, Hariati; Rusliafa, Jusniar

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global dan terus meningkat setiap tahunnya. Penyakit ini tersebar luas dan menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat infeksi. Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) merupakan salah satu strategi penting dalam upaya penanggulangan TB, khususnya pada kelompok berisiko seperti kontak serumah pasien TB, pelaksanaan program TPT di Kota Kendari masih belum optimal dan tergolong rendah dan Puskesmas Poasia merupakan puskesmas dengan jumlah kasus TB tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan Terapi Pencegahan Tuberkulosis pada kontak serumah pasien TB dengan pendekatan teori Health Belief Model (HBM) di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari tahun 2025. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan pada Maret 2026. Jumlah sampel sebanyak 80 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan persentase setiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak menerima TPT yaitu sebanyak 71 responden (88,8%), sedangkan yang menerima hanya 9 responden (11,2%). Mayoritas responden memiliki persepsi kerentanan dan keseriusan yang rendah, persepsi hambatan yang tinggi, serta efikasi diri yang rendah, sedangkan persepsi manfaat menunjukkan hasil yang cukup berimbang. Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor dalam Health Belief Model berperan dalam memengaruhi penerimaan TPT. Diperlukan peningkatan edukasi dan dukungan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesadaran serta penerimaan TPT.

Muama, Nur Kholif; Suprapto, Agus; Permana, Iwan

Amphibious Journal 2026 Akademi Angkatan Laut

The rapid development of information technology has created new challenges for military organizations, including the increasing accessibility of online gambling among military personnel. This study aims to analyze the optimization of mental development programs for Indonesian Navy personnel at the Naval Academy as an effort to prevent online gambling behavior. The study employed a descriptive qualitative approach using interviews, observations, documentation, and questionnaires. Data were collected from military leaders, military police personnel, mental development officers, and Naval Academy personnel. The findings indicate that mental development programs have been implemented through religious guidance, counseling, lectures, and character-building activities, which generally receive positive responses from personnel. However, several obstacles remain, including limited participation due to operational activities, rapid technological advancement, easy internet access, and the absence of specific educational materials concerning online gambling. Factors influencing personnel involvement in online gambling include low self-control, unproductive use of leisure time, environmental influences, and personal economic problems. The study concludes that mental development can effectively prevent online gambling when implemented continuously, supported by leadership involvement, digital literacy enhancement, supervision of technology use, and specific educational materials addressing the dangers of online gambling.

Arifqi, Hasmil; Lanita, usi; Kasyani; Sari, Puspita

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan status gizi anak sekolah dasar melalui penyediaan makanan sehat dan bergizi. Namun, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan makanan, tetapi juga dipengaruhi oleh perilaku konsumsi siswa. Perilaku konsumsi makanan pada anak sekolah dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengetahuan gizi, pengaruh teman sebaya, peran guru, rasa makanan, dan kebiasaan makan di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada siswa Sekolah Dasar Negeri 66 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV dan V SDN 66 Kota Jambi sebanyak 231 siswa. Sampel penelitian berjumlah 96 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki pengetahuan gizi yang baik. Analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi (p=0,868) dan pengaruh teman sebaya (p=0,229) dengan perilaku konsumsi MBG. Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara peran guru (p=0,005), rasa makanan (p=0,045), dan kebiasaan makan di rumah (p=0,005) dengan perilaku konsumsi MBG. Faktor yang paling memengaruhi perilaku konsumsi siswa adalah rasa makanan dan dukungan lingkungan sekitar

Ramadani, Rahma; Effendy, Devi Savitri; Nurfadillah, Siti

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan sekumpulan gangguan pada mata dan penglihatan yang terjadi akibat penggunaan komputer atau perangkat digital dalam waktu yang lama. Pekerja yang menggunakan komputer sebagai sarana utama dalam bekerja memiliki risiko tinggi mengalami CVS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan komputer, durasi penggunaan komputer, dan waktu istirahat dengan kejadian Computer Vision Syndrome (CVS) pada pekerja kantoran Bank Sultra Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja bidang Teknologi Informasi (IT) Bank Sultra yang menggunakan komputer sebagai alat utama dalam bekerja sebanyak 52 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 44 responden (84,6%) mengalami Computer Vision Syndrome (CVS). Sebagian besar responden memiliki intensitas penggunaan komputer kategori rendah (63,5%), durasi penggunaan komputer kategori tinggi (67,3%), dan waktu istirahat kategori kurang baik (75,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara intensitas penggunaan komputer dengan kejadian CVS (p=0,694) dan tidak terdapat hubungan antara durasi penggunaan komputer dengan kejadian CVS (p=0,248). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara waktu istirahat dengan kejadian CVS (p=0,002). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa waktu istirahat berhubungan dengan kejadian Computer Vision Syndrome (CVS), sedangkan intensitas dan durasi penggunaan komputer tidak berhubungan dengan kejadian CVS pada pekerja bidang Teknologi Informasi (IT) Bank Sultra. Penerapan waktu istirahat yang cukup selama bekerja perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan CVS.

Mahardany, Beauty Octavia; Supriadi, Rizky Febriyanti; Amin, Erna

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Pertumbuhan anak usia 24–59 bulan merupakan periode penting yang dipengaruhi oleh kecukupan asupan zat gizi, salah satunya protein. Kekurangan protein dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan linier berupa stunting yang berdampak terhadap kualitas tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan protein dengan status pertumbuhan anak usia 24–59 bulan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Bambu Kabupaten Mamuju. Sampel penelitian berjumlah 30 anak usia 24–59 bulan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data asupan protein diperoleh melalui food record, sedangkan status pertumbuhan diukur menggunakan indikator antropometri berat badan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U), dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). Analisis data menggunakan uji Spearman’s Rho dan Fisher’s Exact dengan tingkat kemaknaan ?=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% anak mengalami stunting berdasarkan indikator TB/U, terdiri dari kategori stunted sebesar 50% dan severely stunted sebesar 20%. Terdapat hubungan antara asupan protein dengan BB/U (p=0,05; r=0,593) dan TB/U (p=0,000; r=0,601), sedangkan tidak terdapat hubungan antara asupan protein dengan BB/TB (p=1,000; r=0,023). Kesimpulan penelitian ini adalah asupan protein berhubungan dengan status pertumbuhan anak terutama pada indikator TB/U. Pemenuhan protein yang cukup dan berkualitas, terutama protein hewani, perlu menjadi perhatian dalam upaya mendukung pertumbuhan dan mencegah gangguan pertumbuhan pada balita

Pertiwi, Aditiyani Nugraha; Irawansyah; Hasanah, Uswatun

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Hipertensi atau silent killer menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Faktor yang berperan dalam peningkatan tekanan darah adalah kualitas tidur. Kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan aktivasi sistem saraf simpatis dan gangguan regulasi tekanan darah sehingga berkontribusi terhadap peningkatan derajat hipertensi. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan kualitas tidur dengan derajat hipertensi pada pasien dewasa di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Karang. Metode Penelitian yakni desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien dewasa yang terdiagnosis hipertensi. Teknik pengammbilan sampel menggunakan purposive sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner Pitssburgh Sleep Quality Index (PSQI). Derajat Hipertensi ditentukan berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah sesuai klasifikasi hipertensi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikan 0,05. Hasil penelitian adalah terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan dderajat hipertensi pada penderita hipertensi. Implikasi pada penelitian ini menunjukkan pentingnya pemantauan dan peningkatan kualitas tidur sebagai bagian dari upaya pengendalian hipertensi. Edukasi mengenai pola tidur yang baik dapat menjadi salah satu strategi untuk membantu menurunkan risiko peningkatan derajat hipertensi pada pasien dewasa.

Panjaitan, Dirga Azhar; Siregar, Zekwin; Syaputra, M. Rizky; Zalindri, Diani; Khalijah, Siti +2 more

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background:Flooding is one of the most common environmental problems in residential areas and is closely related to poor community awareness of waste management. Improper waste disposal can clog drainage systems, increase the risk of flooding, and lead to various environmental health problems. Objective: This community service activity aimed to improve community knowledge and awareness regarding waste management and environmental health as an effort to prevent flooding in Panompuan Jae Village. Methods: The activity was conducted on May 22, 2026, at the Panompuan Jae Village Prayer House involving 15 women from a local religious study group. The educational methods included lectures, discussions, and interactive question-and-answer sessions. The materials covered waste classification, household waste management, environmental health, and the relationship between environmental cleanliness and flooding. Results: The activity improved participants’ understanding of proper waste management. Participants were able to distinguish between organic and inorganic waste and understood appropriate waste handling practices. They actively participated in the discussion and showed an initial commitment to disposing of waste properly and maintaining environmental cleanliness. Conclusion: The community education program successfully improved public knowledge and awareness regarding waste management and environmental health, supporting flood prevention efforts in Panompuan Jae Village.