Lovebysisdaisy is a micro, small, and medium enterprise (MSME) producing handmade phone charm accessories and operating as a home-based business with limited digital marketing capabilities. This community service program aimed to strengthen digital marketing through Instagram optimization and the utilization of Shopee as an e-commerce platform. A participatory approach was applied, involving the business owner from problem identification to evaluation. Methods included observation, interviews, and digital documentation, followed by assistance in content development and Shopee store management. The results show that structured Instagram content improved visual consistency and audience engagement, while the establishment of a Shopee store enabled organized product catalogs and initial customer interactions. These outcomes indicate increased digital awareness and readiness of the MSME to implement sustainable online marketing strategies and expand market access.
The mentoring program was implemented to address issues related to the low practice of financial recordkeeping and the suboptimal utilization of digital marketing among Aisyah Laundry MSMEs in Dusun Gatak. The objective of this activity was to implement a simple financial recording system, build a basic understanding of the separation between personal and business finances, and introduce digital marketing strategies aimed at enhancing business management effectiveness. The methods employed included a participatory approach through initial condition observation, socialization of the benefits of recordkeeping, training in the use of simple bookkeeping formats, digital content training, and outcome evaluation. The results demonstrated a significant improvement in the regularity of daily transaction recording, administrative skills, and the establishment of a more systematic financial management pattern. In the marketing aspect, activation of the business’s Instagram account contributed to expanded service information outreach, increased customer interest, and a shift in the business owner's perspective regarding the importance of digital media. These findings affirm that hands-on mentoring is effective in improving financial and digital literacy among MSMEs and in encouraging sustainable changes in business behavior.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi digital marketing terhadap peningkatan penjualan pada UMKM Zalfa Sablon Plastik di Kabupaten Sidenreng Rappang. Strategi digital marketing yang ditinjau meliputi enam indikator utama: accessibility, interactivity, entertainment, credibility, irritation, dan informativeness. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, studi pustaka, dan penyebaran kuesioner kepada 51 responden, yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator accessibility memiliki skor tertinggi, menandakan kemudahan akses digital sudah terpenuhi. Namun, indikator seperti interactivity, credibility, dan informativeness masih tergolong rendah. Uji regresi menghasilkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,026, yang berarti hanya 2,6% peningkatan penjualan dapat dijelaskan oleh strategi digital marketing, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Meskipun uji t menunjukkan adanya pengaruh signifikan secara statistik, dampak praktis strategi digital marketing masih terbatas.
Penelitian ini menegaskan bahwa kehadiran di media sosial seperti Instagram belum cukup untuk mendorong peningkatan penjualan secara signifikan tanpa strategi konten yang konsisten, interaktif, dan terpercaya. Oleh karena itu, UMKM perlu melakukan optimalisasi strategi digital secara kontekstual dan adaptif agar mampu menghasilkan konversi yang lebih maksimal dalam pemasaran digital.
his community service activity was carried out in Sukajaya Village, Pulau Besar District, Bangka Selatan Regency on August 15, 2025, aiming to enhance the capacity of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to level up through strengthening business legality and marketing strategies. The main problems faced by local MSMEs are the lack of understanding regarding the importance of Business Identification Numbers (NIB), limited awareness of trademark protection, and insufficient knowledge of modern marketing strategies. The activity was implemented using a participatory approach through counseling, group discussions, and hands-on practices, including NIB registration, introduction to trademark protection procedures, and digital marketing training. The results show an increased understanding and awareness among MSME actors regarding the importance of business legality for accessing financing and cooperation, better legal awareness of trademark protection as a product identity, and basic skills in utilizing social media and digital platforms as marketing tools. These outcomes demonstrate that the activity significantly contributes to strengthening MSME capacity in Sukajaya Village to become more competitive and contribute to local economic development.
Penelitian ini mengeksplorasi dinamika integrasi strategis antara pemasaran digital dan manajemen keuangan pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia dalam konteks transformasi digital. Melalui pendekatan library research dengan orientasi eksploratori-deskriptif, studi ini menganalisis secara komprehensif berbagai sumber primer terkini yang membahas fenomena adopsi teknologi digital dan implementasi manajemen keuangan pada UMKM Indonesia periode 2019-2024. Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa meskipun terdapat kesadaran substansial terhadap urgensi transformasi digital di kalangan pelaku UMKM, variasi signifikan teridentifikasi dalam tingkat adopsi dan optimalisasi teknologi digital—dengan platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook menjadi instrumen dominan dalam strategi pemasaran. Dalam dimensi manajemen keuangan, literasi finansial dan implementasi sistem pencatatan terdigitalisasi terungkap sebagai determinan fundamental bagi keberlanjutan operasional. Interelasi antara pemasaran digital dan manajemen keuangan termanifestasi dalam adopsi sistem pembayaran digital, pengelolaan konten strategis berbasis efisiensi finansial, dan standardisasi proses bisnis terintegrasi. Model pengembangan kapasitas yang direkomendasikan mencakup pelatihan komprehensif, pendampingan berkelanjutan, kolaborasi ekosistemik, standardisasi proses, dan integrasi strategi mitigasi risiko. Implikasi strategis dari integrasi ini meliputi optimalisasi alokasi sumber daya, penguatan kapasitas pengambilan keputusan berbasis data integratif, konstruksi model bisnis responsif, peningkatan keberlanjutan finansial, dan akselerasi skalabilitas bisnis. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan kerangka konseptual tentang transformasi digital UMKM dalam konteks negara berkembang dan menyediakan landasan empiris bagi formulasi kebijakan dan strategi bisnis yang memperkuat daya saing UMKM Indonesia di era digital.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran digital dalam meningkatkan penjualan pada Usaha Buraq Telur di Terminal Pangkajenne, Kabupaten Sidenreng Rappang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya tingkat persaingan antar pelaku usaha telur di pasar lokal yang menuntut strategi pemasaran yang lebih adaptif, khususnya melalui pemanfaatan media digital sederhana seperti WhatsApp dan Facebook. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak NVivo 12 Plus untuk mengorganisasi dan mengidentifikasi tema-tema strategis dalam praktik komunikasi pemasaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran digital terbukti efektif dalam mendukung peningkatan penjualan. Personal selling menjadi strategi dominan dengan proporsi 29,38%, diikuti oleh promosi penjualan (25,28%) dan pemasaran langsung (20,94%). Aspek ini menunjukkan bahwa interaksi personal, penawaran khusus, dan komunikasi digital sederhana mampu membangun kedekatan dengan konsumen sekaligus meningkatkan loyalitas. Dari perspektif bauran pemasaran, indikator harga menempati posisi tertinggi sebesar 27,86%, disusul produk (26,24%) dan tempat (25,30%), sedangkan promosi berada di posisi terendah yaitu 20,60%. Temuan ini menegaskan bahwa strategi penetapan harga yang kompetitif, kualitas produk yang terjaga, serta distribusi yang tepat memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan penjualan, meskipun promosi digital masih sederhana.
Kesimpulannya, keberhasilan strategi komunikasi pemasaran digital pada Usaha Buraq Telur dipengaruhi oleh kombinasi antara komunikasi interpersonal, bauran pemasaran yang seimbang, serta pemanfaatan media digital yang konsisten. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi UMKM dalam mengoptimalkan strategi digital untuk meningkatkan daya saing di pasar lokal.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran digital melalui Instagram dalam meningkatkan penjualan pada UMKM Kedai 2 Putri di Desa Sipodeceng, Kabupaten Sidenreng Rappang. Latar belakang penelitian didasari oleh fenomena meningkatnya penggunaan media sosial sebagai sarana promosi bisnis, khususnya di kalangan UMKM yang membutuhkan strategi efektif untuk menjangkau konsumen lebih luas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pemilik, karyawan, serta pelanggan Kedai 2 Putri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital yang diterapkan melalui Instagram meliputi empat indikator utama, yaitu pembuatan konten (content creation), berbagi konten (content sharing), membangun interaksi (connecting), dan pembangunan komunitas (community building). Dari keempat indikator tersebut, pembuatan konten menjadi faktor paling dominan dalam menarik minat konsumen dan memperkuat citra merek, karena visual produk yang menarik dan konsistensi unggahan terbukti mampu meningkatkan interaksi serta mendorong keputusan pembelian. Selain itu, strategi pemasaran digital juga diperkuat oleh elemen bauran pemasaran (7P) yang mencakup produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bukti fisik. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan Instagram secara optimal dapat meningkatkan visibilitas, keterlibatan pelanggan, serta penjualan UMKM.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi penjualan yang diterapkan oleh BMA (Baju Murah Anak) pada marketplace Shopee. Meskipun telah melakukan berbagai upaya promosi, penjualan BMA cenderung fluktuatif dan belum mencapai target yang diharapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian terfokus pada empat strategi promosi utama yaitu pemberian, paket harga, pengembalian dana, dan premi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian sampel kepada afiliasi efektif meningkatkan eksposur merek namun berdampak terbatas pada penjualan langsung. Strategi paket harga dan premi mampu mendorong pembelian dalam jumlah lebih besar serta meningkatkan loyalitas konsumen. Sementara itu, strategi pengembalian dana memberikan rasa aman bagi pelanggan namun menahan tantangan dalam kecepatan pelayanan. Keseluruhan strategi yang diterapkan memberikan dampak positif terhadap citra merek, namun perlu dilakukan evaluasi berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas promosi. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pelaku UMKM dalam merancang strategi promosi yang adaptif terhadap dinamika pasar digital, khususnya di platform e-commerce seperti Shopee
MSMEs play a vital role in Indonesia's economy, society, and culture. However, some MSMEs, such as "Madu Sumbawa" in Sumbawa Regency, still face challenges in marketing, packaging, and product labeling. Therefore, mentoring activities are conducted to improve the quality and competitiveness of these MSMEs. The approach implemented includes focus group discussions and interviews with MSME owners, as well as mentoring in marketing strategies, packaging, and product labeling. Results achieved include the establishment of a structured marketing system, both online and offline, the use of packaging with digital printing technology, and attractive product labeling that complies with applicable regulations. This mentoring aims to provide added value to MSMEs, so they can be more competitive in local and global markets with more attractive and standard-compliant products. In addition, with this mentoring, MSMEs can improve their ability to utilize digital media, expand market reach, and enhance product image, which will increase competitiveness in an increasingly competitive market.
This community service program aims to improve the capacity and sustainability of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Paku Village, Payung District, South Bangka, through an integrated intervention approach. The program's primary focus is education on legal protection, digital financial literacy, and product marketing, which can strengthen the competitiveness of rural MSMEs. Rural MSMEs often face various challenges, such as difficulties in complying with legal regulations, limited access to financing, and limited market reach, which hinder their growth. Therefore, this program adopts a participatory approach involving workshops, training, and direct mentoring to provide MSMEs with the knowledge and skills necessary to overcome these challenges. Expected outcomes of this program include increased understanding of business legality, adoption of digital financial transactions, and the implementation of effective digital marketing strategies. Through the integration of these three aspects, this program aims to increase MSME income, expand their competitiveness, and create new jobs at the local level. With long-term impacts that include village economic development and community empowerment, this program is expected to become a sustainable model for MSMEs in other villages in the area.
This community service program aims to improve the capacity and sustainability of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Paku Village, Payung District, South Bangka, through an integrated intervention approach. The program's primary focus is education on legal protection, digital financial literacy, and product marketing, which can strengthen the competitiveness of rural MSMEs. Rural MSMEs often face various challenges, such as difficulties in complying with legal regulations, limited access to financing, and limited market reach, which hinder their growth. Therefore, this program adopts a participatory approach involving workshops, training, and direct mentoring to provide MSMEs with the knowledge and skills necessary to overcome these challenges. Expected outcomes of this program include increased understanding of business legality, adoption of digital financial transactions, and the implementation of effective digital marketing strategies. Through the integration of these three aspects, this program aims to increase MSME income, expand their competitiveness, and create new jobs at the local level. With long-term impacts that include village economic development and community empowerment, this program is expected to become a sustainable model for MSMEs in other villages in the area.
Optimizing Branding and Digital Marketing as an urgent solution for local MSMEs, particularly Rengginang producer Ibu Saliem in Dolok Kahean Village. This MSME was previously limited to traditional marketing, which hampered market expansion and competitiveness. This community service aims to transform this local business to be competitive in the digital era. The method used is descriptive qualitative with stages of observation, socialization, and program implementation. The main intervention includes the creation of the Rengginang Huta brand identity with a professional logo design. This new logo combines elements of the business's heritage since 1989 and integrated contact information, which strategically increases the selling value and credibility of the product. The second pillar is the implementation of Digital Marketing through the creation of the Instagram account @rengginanghuta_ibusaliem. This account serves as a virtual storefront to overcome geographical limitations and increase reach to a wider consumer base. Intensive training was also provided on content strategies that focus on credibility, sales (Call to Action), and interaction. The results of this community service confirm that the integration of strong and authentic branding with digital marketing strategies is a key catalyst for MSMEs to transform and increase sales turnover. The next challenge lies in the sustainability of content strategies and independent account management by MSMEs to achieve optimal economic potential for Dolok Kahean Village.
The purpose of the research is to analyze the influence of technology readiness and entrepreneurial motivation on the success of digital marketing through management support in MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises) of footwear craftsmen in East Java. The research method uses a quantitative approach with a survey method. The population includes all MSME footwear craftsmen in East Java. A sample of 69 MSME footwear craftsmen in East Java was obtained through accidental sampling. Data were processed using SEM PLS 4. The results of the study show that Technology Readiness does not affect Management Support, Entrepreneurial Motivation affects Management Support, Management Support affects the success of Digital Marketing, Technology Readiness does not affect the success of Digital Marketing, Entrepreneurial Motivation affects the success of Digital Marketing, and Technology Readiness does not affect the success of Digital Marketing and Entrepreneurial motivation affects the success of digital marketing through management support in small and medium enterprises (SMEs) of shoe craftsmen in East Java. This finding is expected to provide strategic recommendations for shoe craftsman SMEs to enhance the effectiveness of their digital marketing.
UMKM pada industri kreatif berkembang begitu pesat, tingkat literasi sangat berpengaruh terhadap tingkat pemahaman dan wawasan seseorang sehingga dapat berdampak positif dalam perkembangan ekonomi dan lingkungan tidak terkecuali pada UMKM D&R Snack. Permasalahan utama pada usaha UMKM D&R Snack adalah kurangnya pemahaman tentang digitalisasi pemasaran serta minimnya kemampuan dalam membuat packaging yang menarik calon konsumen sehingga barang yang di jual cenderung memiliki tampilan yang sama sehingga membuat diferensiasi produk sangat minim sehingga sulit mendapatkan konsumen yang loyal. Solusi yang di tawarkan kepada mitra adalah melakukan sosialsiasi digital marketing, pelatihan packaging dan pendampingan secara berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini yaitu meningkatnya pengetahuan UMKM D&R Snack untuk mengaplikasikan penggunaan digital marketing serta memperbaiki packaging yang di jual ke konsumen sehingga dapat memiliki identitas produk serta memiliki pangsa pasar yang lebih luas.
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran krusial dalam perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi kendala dalam aspek pemasaran dan branding produk. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh UMKM di Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Welahan, adalah minimnya inovasi dalam desain kemasan serta kurangnya pemanfaatan strategi pemasaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik produk UMKM, khususnya Kerupuk Lala 73, dengan mengembangkan desain kemasan yang lebih menarik serta menerapkan strategi digital marketing. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini mencakup observasi, pendampingan, pelatihan, dan evaluasi terhadap pelaku UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaruan pada desain label dan kemasan mampu meningkatkan daya tarik produk, sedangkan pemanfaatan platform digital seperti TikTok, Facebook, dan marketplace lainnya berhasil memperluas jangkauan pasar. Dengan strategi pemasaran digital yang tepat, produk UMKM berpotensi lebih dikenal luas dan memiliki peluang yang lebih besar dalam meningkatkan penjualan.
Grobbak Korea merupakan salah satu UMKM yang ada di Kota Salatiga yang membutuhkan pendampingan dalam pemanfaatan media sosial dan platform online untuk meningkatkan pemasaran digitalnya. Permasalahan utama adalah kurangnya pemanfaatan media digital secara optimal, serta tidak adanya strategi konten yang konsisten dan terarah. Kegiatan pendampingan dilakukan pada tanggal 27 April 2025 - 9 Juni 2025. Media sosial yang dikembangkan antara lain melalui Instagram dan TikTok. UMKM Grobbak Korea juga melakukan promosi produk Grobbak Korea melalui Website dan Linktree. Dari kegiatan yang dilakukan terbukti dapat membantu memberikan dampak positif dalam pemasaran UMKM. Aktivitas seperti pengaktifan kembali akun media sosial, pembuatan konten terjadwal, pengunggahan foto produk serta pembuatan Website dan Linktree tersebut mampu meningkatkan interaksi dengan pelanggan. Peningkatan jumlah pengikut Instagram dan video konten di platform TikTok telah menunjukkan bahwa media sosial menjadi solusi efektif pemasaran digital bagi UMKM.
Afrianto, A., Parjito, P., Rahma, E. A., & ... (2023). Rintisan desa cerdas: Penguatan literasi digital bagi Karang Taruna Neba. Prosiding Seminar.... https://e-journal.unmas.ac.id/index.php/senadiba/article/view/8417
Akbarinasasi, A., & Panduwinata, L. F. (2023). Pengaruh pengetahuan kewirausahaan, social skill, dan peluang usaha terhadap keberhasilan usaha angkringan. Nomicpedia: Journal of .... https://journal.inspirasi.or.id/nomicpedia/article/view/232
Anisti, A., Sidara, S., Veranus, V., & Imran, M. S. (2024). Tantangan literasi digital generasi Z: Kajian systematic literature review. Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Bahana, 30(2), 152–161. https://doi.org/10.33751/wahana.v30i2.11870
Aribawa, D. (2016). Pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja dan keberlangsungan UMKM di Jawa Tengah. Jurnal Siasat Bisnis, 20(1), 1–13. https://doi.org/10.20885/jsb.vol20.iss1.art1
Erstiawan, M. (2021a). Good corporate governance penyelenggara pendidikan dalam perspektif agency theory. Majalah Ekonomi, 26(1), 40–51. https://doi.org/10.36456/majeko.vol26.no1.a3952
Erstiawan, M. (2021b). Kepatuhan emiten dalam taksonomi extensible business reporting (XBRL). CAPITAL: Jurnal Ekonomi dan Manajemen, 5(1), 71–85. https://doi.org/10.25273/capital.v5i1.10308
Erstiawan, M. S. (2024). Menggali potensi diri bisnis santripreneur berbasis bimbingan teknis. ADIMA Jurnal Awatara Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(4), 11–18. https://doi.org/10.61434/adima.v2i4.238
Erstiawan, M. S., & Y. R. (2022). Implikasi corporate social responsibility dalam perspektif akuntansi pada subsektor telekomunikasi. Jurnal Sosial Sains, 2(2), 385–396. https://doi.org/10.36418/sosains.v2i2.343
Erstiawan, M. S., et al. (2021). Efektivitas strategi pemasaran dan manajemen keuangan pada UMKM roti. Dikemas, 5(1), 57–61. https://doi.org/10.32486/jd.v5i1.574
Hodsay, Z. (2021). Pengaruh manajemen keuangan keluarga dan hasil belajar kewirausahaan pada era pandemi Covid-19 terhadap motivasi berwirausaha. Jurnal Neraca: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Ekonomi Akuntansi, 5(1), 91–103. https://doi.org/10.31851/neraca.v5i1.5890
Kartini, T. M., Suhendra, S., Tan, E., & ... (2024). Pelatihan pengelolaan SDM di era digital pada Karang Taruna dan usaha kecil di Provinsi Jawa Barat. SABAJAYA Jurnal .... https://journal.sabajayapublisher.com/index.php/jpkm/article/view/346
Mendari, A. S., & F. S. (2019). Hubungan tingkat literasi dan perencanaan keuangan. Jurnal Moduk, 31(2), 227–240.
Naufal, H. A. (2021). Literasi digital. Perspektif, 1(2), 195–202. https://doi.org/10.53947/perspekt.v1i2.32
Nurcahyawati, V., Wulandari, S. H. E., & Sutomo, E. (2020). Penerapan urun daya berbasis internet untuk pemenuhan bahan baku pada usaha kecil menengah (UKM) batik Sidoarjo dan UKM Mekar Sari Surabaya. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 26(2), 84. https://doi.org/10.24114/jpkm.v26i2.16829
Oetama, S. (2022). Orientasi kewirausahaan terhadap keunggulan dalam bersaing. Google Books. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=L1h-EAAAQBAJ
Poerna Wardhanie, A., Naufal, A. Z., & Eko Wulandari, S. H. (2021). Perancangan strategi digital marketing dengan metode RACE pada layanan online food delivery berdasarkan perilaku pelanggan generasi Z. Journal of Technology and Informatics (JoTI), 3(1), 1–11. https://doi.org/10.37802/joti.v3i1.187
Rahmawati, E., Wardhanie, A. P., Wulandari, S. H. E., & Effendi, P. M. (2023). Pelatihan perancangan prototype aplikasi pemasaran untuk mendukung keikutsertaan Gen Z pada festival inovasi dan kewirausahaan siswa Indonesia (FIKSI). Jurnal Abdi Insani, 10(2), 1002–1011. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v10i2.939
Rinaldi, M., & Ramadhani, M. A. (2024). Peningkatan literasi perpajakan dalam kalangan UMKM: Langkah menuju kemandirian finansial. Eastasouth Journal of Effective Community Services, 2(03), 158–169. https://doi.org/10.58812/ejecs.v2i03.240
Sagirani, T., Effendi, P. M., Erstiawan, M. S., Eko Wulandari, S. H., & Rahmawati, E. (2025). AI untuk siswa: Pendekatan experimental learning dalam pengenalan artificial intelligence di tingkat SMA. Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA), 5(3), 1014–1025. https://doi.org/10.31004/abdira.v5i3.846
Sagirani, T., Nugroho, L. E., Santosa, P. I., & Kumara, A. (2015). User experience model in the interaction between children with special educational needs and learning media. 2015 2nd International Conference on Information Technology, Computer, and Electrical Engineering (ICITACEE), 72–75. https://doi.org/10.1109/ICITACEE.2015.7437773
Septiani, R. N., & W. E. (2020). Pengaruh literasi keuangan dan inklusi keuangan terhadap kinerja UMKM di Sidoarjo (Doctoral dissertation, Udayana University). https://doi.org/10.24843/EJMUNUD.2020.v09.i08.p16
Slamet, S., & Sagirani, T. (2024). Peningkatan kesiapan kerja siswa SMK melalui pengembangan soft skills di SMKN 1 Sambeng Lamongan. Tekmulogi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 79–90.
Soebijono, T., & E. M. (2020). Peranan revolusi industri 4.0 terhadap mutu pendidikan sekolah menengah kejuruan jurusan akuntansi. Jurnal Bisnis Perspektif, 12(2), 115–122. https://doi.org/10.37477/bip.v12i2.97
Wardhanie, A. P., Kartikasari, P., & Wulandari, S. H. E. (2019). Analisis penggunaan media internet pada usaha mikro kecil menengah (UMKM) Jawa Timur untuk menembus pasar global dengan metode O2O. Jurnal Bisnis Terapan, 3(02), 179–188. https://doi.org/10.24123/jbt.v3i02.2513
Wulandari, S., & Rahmah, M. (2020). A survey on crowdsourcing awareness in Indonesia micro small medium enterprises. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 769, 012016. https://doi.org/10.1088/1757-899X/769/1/012016
This Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) assistance program aims to improve business capacity, strengthen branding, expand marketing reach, and provide formal legal status to MSMEs. Activities carried out include digital marketing training, assistance in creating e-commerce accounts, designing and delivering MSME logos, providing grants for sealing equipment, and assisting in obtaining a Business Identification Number (NIB) through the OSS system. The implementation methods include initial observation, activity planning, interactive training, direct mentoring, and post-activity monitoring and evaluation. These methods are designed to ensure that MSMEs are not only equipped with technical knowledge but also empowered with the practical tools necessary for success in a competitive market. The results of the activities show an improvement in the digital marketing skills of MSMEs, allowing them to reach a wider audience through social media platforms and online advertising. The creation of logos as brand identities has significantly boosted the recognition of these businesses, helping them establish a stronger presence in their respective markets. Additionally, the enhanced product packaging quality with the provision of sealing tools has led to better product presentation, which is essential in attracting customers and increasing sales. Furthermore, the acquisition of NIBs as business legal status has provided MSMEs with greater legitimacy, enabling them to access more formal business opportunities and funding options. This program has had a positive impact on the professionalism and competitiveness of MSMEs, which has been reflected in their increased ability to market their products effectively and efficiently. However, further assistance is needed in optimizing digital promotion, such as improving online advertising strategies, and fully utilizing NIBs for better business expansion. Moreover, it is crucial to offer ongoing support and guidance to ensure that MSMEs can continue to thrive and adapt to the rapidly changing digital landscape
The purpose of this community service is to provide assistance to MSMEs producing traditional cakes and tampah craftsmen in Karijawa Village, Dompu District, Dompu Regency. The assistance provided includes flavor innovations in traditional Dompu cakes and innovations in bamboo crafts other than tampah. These innovations aim to increase the competitiveness of local products in the wider market. This assistance also focuses on improving the quality of product packaging, considering that the still minimal packaging quality is one of the obstacles faced by partners. As part of this community service, we hope to provide solutions to the problems faced by MSME partners related to unattractive products and less than optimal packaging quality. The method used in this activity includes three main stages: planning, implementation, and evaluation. The planning stage is carried out by identifying the problems faced by partners and selecting appropriate solutions. In the implementation stage, the selected solutions are implemented by providing training and direct assistance related to flavor innovations in traditional biruas beras cakes and bamboo woven product designs. The evaluation stage aims to assess the extent to which the implemented solutions have been effective and have a positive impact on MSME partners. The results of this community service activity indicate that MSME partners now have products with new flavors for their rice bran and a wider variety of woven bamboo products, in addition to winnowing baskets. Furthermore, product packaging has undergone significant improvements, increasing product appeal and meeting higher market standards.
Karang Jahe Beach is one of the leading tourism destinations located in Rembang Regency. This area provides a great opportunity for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to develop and reach a wider market. One of the MSMEs in this area is Warung "Mbak Raisha" owned by Mrs. Inayah which has been operating since 2015. This stall is engaged in providing food and beverages for tourists. However, these MSMEs face various challenges in managing their business, including the lack of digital financial records, the lack of social media accounts as a means of digital promotion, the lack of a business logo, and the management of orders and product packaging that is not optimal. This condition causes limitations in terms of competitiveness, management efficiency, and marketing reach which has an impact on overall business growth and hinders the potential for future business development. Community service activities are carried out to help overcome these problems through strategies to strengthen branding and digital marketing. Some of the concrete steps taken are the creation of a logo as a brand identity, the installation of banners as a visual identity of the business, training on the use of social media (Instagram) as a means of promotion, the preparation of price lists, and digital financial recording using simple applications. In addition, education was also provided regarding the importance of attractive packaging to increase the selling value of products. The results of the mentoring show that Warung "Mbak Raisha" now has a stronger business identity, a more targeted promotion system, and more efficient management. This effort is expected to be able to encourage business growth and make MSMEs better prepared to face business challenges in the digital era.