Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Januarti, Luluk; Suryaningsih, Merlyna; Aini, Qurrotu

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background: Children with disabilities, especially mentally retarded, have difficulty distinguishing between appropriate and inappropriate touches, which will make it difficult for disabled children to identify actions that lead to sexual harassment directed at them. Intellectual disability or mental disability is a condition where a person's intelligence development experiences obstacles so that they do not reach the optimal stage of development. Digital pop up books are very easy to understand in the learning process and are an effective medium in providing sexual education for mentally retarded children. Purpose: The aim of this community service is to increase awareness of mentally retarded teenagers about preventing sexual violence through digital pop up book media. Method: The stages include planning and preparation, implementation of service activities with workshops, Popi Dita fungame, barcode story corner hut and evaluation. The activity was held on Wednesday 7 June 2023 at SLB Samudra Lavender Bangkalan. Measuring the success of this digital pop up book media uses a pre-test and post-test with a questionnaire containing 16 short questions. Result: The results showed an increase in student knowledge scores from 4.95 to 7.36. The paired t-test obtained a p- value of 0.019 which shows that sexual violence prevention interventions can increase the knowledge or awareness of mentally retarded children regarding the prevention of sexual violence.    Conclusion: This activity was successfully carried out with high participation and enthusiasm from students in taking part in this activity. It is hoped that this pop up book can be a useful educational tool for schools in an effort to minimize the number of victims of sexual violence.

Yogi Yunus Siahaan; Fransiska Simangunsong; Turnip, Helena

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2023 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang sangat mulia, manusia dibentuk menjadi individu yang mempunyai jiwa dan roh yang sama atau setara dengan manusia yang lainnya sayangnya tidak semua manusia mendapatkan  hal yang sama karena adanya faktor yang mempengaruhi baik dari segi fisik dan kejiwaan. Itulah mengapa kami menulis jurnal ini untuk menjelaskan apakah yang dimaksud dengan Tunagrahita dan apa saja tantangan dalam mendidik anak Tunagrahita. Semoga dengan artikel ini kami dapat membantu Anda sebagai pembaca dalam memahami dan mengerti tentang Tunagrahita.

Betisuri Hulu; Sanny Hornovalyta Sinaga; Turnip, Helena

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2023 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang dilahirkan dengan kebutuhan khusus  yang berbeda dengan masyarakat pada umumnya sehingga memerlukan perawatan khusus. Orang Keterbelakangan mental adalah anak dengan disabilitas intelektual cenderung kurang tertarik pada orang-orang disekitarnya, baik dalam  keluarga maupun masyarakat sekitar. Masyarakat pada umumnya mempersepsikan disabilitas intelektual sebagai keterbelakangan mental atau kebodohan. Menurut Kustawan D (2016) adalah anak-anak yang kecerdasannya jauh di bawah rata-rata dan berhubungan dengan kurangnya kemampuan beradaptasi terhadap perilaku yang terjadi selama perkembangan. Hal tersebut tidak menghalangi mereka untuk memperoleh pendidikan yang layak dan memadai di rumah, terutama di sekolah. Sehingga anak-anak penyandang disabilitas intelektual dapat memiliki masa depan cerah yang  sama dengan anak-anak lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan tentang mengajari anak berkebutuhan khusus pada anak tunagrahita untuk membuat kerajinan kotak pensil di SLB siborong-borong.

Graces Maranata; Dina Rotua Sitanggang; Stefani Hagelara Pakpahan; Emmi Silvia Herlina

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2023 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Anak berkebutuhan khusus merupakan anak yang dilahirkan dengan kebutuhan-kebutuhan khusus yang berbeda dari manusia pada umumnya sehingga membutuhkan pelayanan khusus. Seseorang dengan memiliki hambatan kecerdasan sudah dipastikan bahwa ia adalah penyandang tunagrahita. Anak dengan tunagrahita memiliki kecenderungan kurang peduli terhadap lingkungannya, baik dalam keluarga ataupun lingkungan sekitarnya. Masyarakat pada umumnya mengenal tunagrahita sebagai retardasi mental atau terbelakang mental atau idiot. Menurut Kustawan, D. (2016) merupakan anak yang memiliki inteligensi yang signifkan berada dibawah rata-rata dan disertai dengan ketidakmampuan dalam adaptasi perilaku yang muncul dalam masa perkembangan. Ia juga mengatakan bahwa anak dengan tunagrahita mempunyai hambatan akademik yang sedemikian rupa sehingga dalam layanan pembelajarannya memerlukan modifikasi kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan khususnya. Selaras dengan pendapat Kustawan bahwa anak dengan tunagrahita mempunyai hambatan dalam memproses pembelajaran bagi anak pada umumnya. Meskipun anak tunagrahita memiliki hambatan tersebut, tidak menutup kesempatan untuk menerima pendidikan yang layak dan tepat baik di rumah dan khususnya di sekolah. Agar anak dengan tunagrahita memiliki masa depan yang cerah, sama seperti anak pada umumnya.

Misnawati Misnawati; Albertus Purwaka; Patrisia Cuesdeyeni; Linggua Sanjaya Usop; Kharisma Devi +5 more

SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia 2023 BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Mitra menghadapi tantangan untuk menciptakan kemandirian berwirausaha pada peserta didik berkebutuhan khusus mereka, khususnya tunarungu dan tuna grahita, yang kekurangan keterampilan dalam pengembangan diri. Semangat kewirausahaan menjadi energi penting bagi kesuksesan peserta didik tersebut. Program pelatihan di SLBN 1 Palangka Raya, yang fokus pada pengembangan usaha donat dengan bahan dasar labu kuning, akan mengajarkan peserta didik berkebutuhan khusus cara mengolah, mendistribusikan, dan memasarkan produk mereka dengan menggunakan pantun nasihat pada label kemasan sebagai upaya unik untuk mempromosikan usaha mereka. Target dari program ini adalah untuk mencapai buku panduan, artikel jurnal terakreditasi nasional, serta sertifikat hak kekayaan intelektual (HaKI) sebagai bentuk pengakuan atas karya peserta didik berkebutuhan khusus tersebut. Metode yang digunakan oleh tim pelaksana adalah melalui proses pelatihan yang terdiri dari tiga keterampilan berwirausaha, yaitu mengolah, mendistribusikan, dan memasarkan produk, dengan prinsip bahwa setiap pelatihan berwirausaha harus melewati proses yang tepat.