Publication Search

80,260 articles from 776 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 61

Analytics

M Rizky Ananda Hasibuan; Nurul Aini Harahap; Syarifah Khairatun Hisan

Jurnal Pendidikan dan Kewarganegara Indonesia 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Examining how well college students grasp the concept of gender equality is the primary goal of this research. In order to achieve social justice and provide equal opportunity for all people, regardless of their gender, gender equality must be upheld. But there are still attitudes and actions that show gender disparity in the classroom. Students from different academic programs filled out questionnaires that were part of a descriptive quantitative research. The majority of pupils had a solid grasp of gender equality or its significance in the classroom, according to the data. Nevertheless, several respondents did not provide very detailed assessments of campus initiatives promoting gender equality.

Idham Soamole; Windarti Rumaolat; Sahrir Sillehu; Zulfikar Lating; Siti Rochmaedah

Kegiatan Positif : Jurnal Hasil Karya Pengabdian Masyarakat 2025 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Smoking behavior among adolescents remains a major public health issue due to its high prevalence and potential long-term effects on physical, psychological, and social health. One key factor influencing adolescent behavior is the family environment. A family approach that incorporates effective communication, parental supervision, role modeling, emotional support, and consistent enforcement of rules is believed to significantly impact the prevention and reduction of smoking behavior in adolescents. This study aims to analyze the effect of a family approach on smoking behavior in adolescents. Adolescents who experience open communication, good supervision, and emotional support from their families tend to exhibit stronger self-control and are more likely to resist peer pressure to smoke. The findings suggest that an optimal family approach is crucial in shaping healthy behavior in adolescents and serves as an effective strategy in smoking prevention efforts. This approach not only helps in reducing smoking behavior but also fosters overall well-being by creating a supportive family environment. In conclusion, family involvement plays an essential role in promoting healthier behaviors in adolescents and preventing smoking, contributing significantly to public health improvement

Siahaan, Daniel Bienfield Manahan; Bagre, Estevina Carolina; Wanda, Jered Imanuel; Silahooy, Grisye; Sutejo, Heru +5 more

JUISI : Jurnal Ilmiah Sistem Informasi 2025 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Program KIP Kuliah bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi yang adil, namun seleksi manual di tingkat kampus kerap subjektif dan sukar diaudit. Penelitian ini menawarkan dukungan seleksi berbasis data menggunakan klasifikator Naive Bayes untuk membantu pengambilan keputusan di Universitas Sepuluh Nopember Papua. Tujuan penelitian adalah: (1) merancang dan mengimplementasikan model yang transparan dan replikabel untuk memprediksi kelayakan beasiswa, serta (2) mengevaluasi kinerjanya dengan metrik klasifikasi standar. Metode yang digunakan mengikuti alur KDD di RapidMiner, mencakup impor data, kendali mutu, imputasi nilai hilang, penetapan peran atribut, dan penyandian fitur; pelatihan model menggunakan smoothing Laplace. Dataset berisi 543 pendaftar periode 2024–2025 dengan atribut sosioekonomi (pekerjaan dan penghasilan orang tua, jumlah tanggungan, status DTKS, desil P3KE), sementara label target berupa kelayakan historis. Evaluasi dilakukan pada himpunan uji berukuran 50. Hasil menunjukkan akurasi 94% dengan matriks kebingungan TP=45, FP=2, FN=1, TN=2; untuk kelas Layak, presisi 95,74% dan recall 97,83%; AUC 0,891 mengindikasikan pemisahan kelas yang kuat. Temuan ini membuktikan pendekatan mampu mengenali kandidat layak secara andal, seraya menyoroti keterbatasan sensitivitas pada kelas Tidak Layak yang minoritas. Kontribusi penelitian adalah rancangan pipa analitik yang ringan dan dapat diaudit, yang mempercepat penyaringan, mengurangi subjektivitas, serta memperkuat akuntabilitas melalui keluaran terukur. Implikasinya, model dapat berperan sebagai filter tahap awal untuk memfokuskan telaah komite; peningkatan ke depan mencakup penyeimbangan kelas, penyetelan ambang, dan pelatihan ulang berkala demi menjaga keadilan dan efisiensi.

Cantikawanti, Aninda Putri; Widanti, Yannie Asrie; Suhartatik, Nanik

Agrobioteknologi 2025 Fakultas Teknologi dan Industri Pangan Unisri Surakarta

Nutritional problems during the growth phase of adolescent are mostly caused by consumption patterns. The most commonly used eating patterns during adolescent are foods that are high in calories, fat, sugar and salt. The habits of an unhealthy eating pattern can affect nutritional status. The foods most consumed by adolescent are often junk food and caffeinated beverages. All kinds of food and drinks are easily found around campuses surrounded by student. The purpose of this study was to determine the relationship between junk food consumption and caffeinated beverages to the nutritional status of students of the Faculty of Technology and Food Industry at Slamet Riyadi University, Surakarta. The respondents involved were students aged 18-24 years. Data was collected using a questionnaire and interview to the student. Data were analyzed using Chi-Square test. The results showed that factor affecting the nutritional status of student was mother’s education (p=0,000) and father’s education (p=0.000). Factors that do not affect nutritional status were energy intake (p=0.545), protein (p=0.085), fat (p=0.204) and carbohydrate (p=0.112), the amount of pocket money (p=0.310), the consumption level of junk food (p=0.671) and caffeinated drinks (p=0.535). The results showed that there was no significant relationship between the consumption patterns of junk food and caffeinated drinks on the nutritional status of students of the Faculty of Food Technology and Industry at Slamet Riyadi University, Surakarta. Permasalahan gizi yang terjadi saat pertumbuhan fase remaja lebih banyak disebabkan karena pola konsumsi.  Pola makan yang sering diterapkan pada masa remaja adalah makanan tinggi kalori, lemak, gula, dan garam. Pola makan yang tidak sehat dapat mempengaruhi status gizi seseorang. Makanan yang paling banyak dikonsumsi oleh kalangan remaja masuk dalam kategori junk food dan juga minuman berkafein. Makanan dan minuman kategori ini mudah ditemukan di sekitar kampus yang dikelilingi mahasiswa. Tujuan pada penelitian ini ialah menentukan hubungan pola konsumsi junk food dan minuman berkafein terhadap status gizi mahasiswa Fakultas Teknologi dan Industri Pangan di Universitas Slamet Riyadi, Surakarta. Responden yang terlibat ialah mahasiswa berusia 18-24 tahun. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara kepada mahasiswa. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi status gizi mahasiswa adalah pendidikan ibu (p=0.000) dan pendidikan ayah (p=0.000). faktor yang tidak mempengaruhi status gizi ialah asupan energi (p=0.545), protein (p=0.085), lemak (p=0.204) and karbohidrat (p=0.112), jumlah uang saku (p=0.310), tingkat konsumsi junk food (p=0.671) dan minuman berkafein (p=0.535). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pola konsumsi junk food dan minuman berkafein terhadap status gizi mahasiswa Fakultas Teknologi dan Industri Pangan Universitas Slamet Riyadi, Surakarta.

Rohmani, Rohmani; Maryorita, Blestina; Nasrah, Nasrah; Sulistiyani, Sulistiyani; Situmeang, Lamria +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Malaria menjadi target dunia untuk mencapai status eliminasi terutama bagi negara yang memiliki kasus tinggi. Pemerintah meluncurkan berbagai program dan peta jalan untuk mencapai target eliminasi malaria pada tahun 2030. Papua merupakan salah satu provinsi yang mempunyai endemis malaria tinggi dan menuju program eliminasi yang dilakukan oleh pemerintah. Agar eliminasi malaria tercapai harus dilakukan peningakatan pengetahuan pada Masyarakat melalui edukasi Kesehatan Tujuan Meningkatkan pengetahuan anak panti asuhan tentang penyakit malaria. Metode: Metode yang digunakan adalah Pendidikan Kesehatan tentang penyakit malaria yang disampaikan dengan teknik tanya jawab, diskusi serta memanfaatkan komik malaria Hasil: Hasil menunjukkan Tingkat pengetahuan peserta tentang malaria sebelum diberikan penyuluhan yaitu pengetahuan kurang berjumlah 20 orang (45,5%), pengetahuan cukup berjumlah 20 orang  (45,5%) dan pengetahuan baik berjumlah 4 orang (9%). Sedangkan pengetahuan peserta setelah diberikan intervensi edukasi malaria melalui komik malaria menjadi pengetahuan kurang berjumlah 5 orang (11,4%), pengetahuan cukup berjumlah 10 orang (22,7%) dan pengetahuan baik berjumlah 29 orang (65,9). Kesimpulan: Sebagian besar anak panti asuhan berpengetahuan baik setelah diberikan edukasi tentang penyakit malaria melalui media komik Malaria di Panti Asuhan Komba Sentani Jayapura.

Hasib, Mochamad Naufal; Wijianto, Wijianto; Winarno, Winarno

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

ABSTRAK Penelitian ini memiliki tujuan untuk (1) Mengembangkan bahan ajar Pendidikan Pancasila terintegrasi media pembelajaran komik studi pada fase F di SMA Batik 2 Surakarta; (2) Menguji kelayakan produk bahan ajar Pendidikan Pancasila terintegrasi media pembelajaran komik studi pada fase F di SMA Batik 2 Surakarta. Metode yang digunakan adalah metode penelitian RnD (Research and Development) dengan pendekatan model Sukmadinata melalui tiga tahapan, yaitu studi pendahuluan, Pengembangan produk, dan pengujian produk. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, tes, dan studi dokumen. Uji validitas data kualitatif dengan triangulasi sumber dan metode, sedangkan data kuantitatif menggunakan uji validasi para ahli yaitu validator ahli materi, dan validator ahli media. Teknik analisis data meliputi analisis kualitatif dari hasil pengumpulan data dan analisis data kuantitatif dari uji N-Gain. Hasil penelitian Pengembangan ini yaitu (1) Pengembangan bahan ajar Pendidikan Pancasila terintegrasi media pembelajaran komik Dilakukan dengan tiga tahap yaitu studi pendahuluan untuk mengethaui bahan ajar yang digunakan, kemudian tahap pengembangan produk dimulai dengan Menyusun modul, Menyusun instrument, mengembangkan produk, dan dilakukan validasi kepada validator ahli, tahap terakhir pengujian produk dilakukan di kelas XI di SMA Batik 2 Surakarta; (2) Produk Pengembangan diuji validasi oleh para ahli dengan hasil validator materi sebesar 87% (Sangat layak), dan validator ahli media sebesar 98,33% (Sangat layak). Dari hasil validator materi maupun validator media dapat disimpulkan sangat layak sebagai bahan pembelajaran di dalam kelas. Setelah produk dinyatakan valid, kemudian dilakukan uji coba terbatas dan uji lapangan. Dari hasil uji N-Gain di kelas XI.1 didapatkan nilai sebesar 0,58 yang termasuk kategori efektif tingkat sedang. Kemudian di kelas XI.2 didapatkan nilai sebesar 0,63 yang termasuk kategori efektif tingkat sedang. Dari hasil Uji N-Gain uji lapangan maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan ajar Pendidikan Pancasila terintegrasi media pembelajaran komik masuk dalam kategori efektif sedang. Kata kunci: Bahan ajar, Pendidikan Pancasila, Media pembelajaran, Komik

Erina Widyastuti Fatimah; Muh Fatahillah Suparman

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini menganalisis peran motivasi spiritual dalam meningkatkan ketahanan belajar siswa muslim di SD IT Ar Risalah Miri dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen terhadap siswa kelas IV-VI, guru, dan manajemen sekolah. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa motivasi spiritual berkontribusi fundamental terhadap pembentukan resiliensi akademik melalui empat dimensi utama: kesadaran menuntut ilmu sebagai ibadah, penerapan nilai kesabaran dalam menghadapi kesulitan pembelajaran, manifestasi ketekunan dalam konsistensi belajar, dan sikap tawakal yang mengurangi kecemasan akademik. Program pembiasaan keagamaan yang sistematis meliputi shalat dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur'an, hafalan berjenjang, dan mentoring spiritual personal terbukti efektif menginternalisasi nilai-nilai spiritual dalam perilaku belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi dimensi spiritual tidak hanya meningkatkan motivasi intrinsik tetapi juga membangun fondasi psikologis untuk menghadapi tekanan akademik. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan model pendidikan Islam terpadu holistik dan implikasi praktis bagi stakeholder pendidikan dalam merancang kebijakan berbasis spiritual untuk penguatan resiliensi akademik siswa muslim tingkat sekolah dasar.

Tegar Purnama Nurul Hakim; Susy Olivia Lontoh

Jurnal Siti Rufaidah 2025 PPNI UNIMMAN

This study aims to describe the relationship between age, education, and occupation with the participation of Couples of Reproductive Age (PUS) in the Family Planning (KB) program in Desa Gandu, Majalengka. The study design used is a descriptive observational design with a cross-sectional approach. The sample of this study consisted of 440 PUS recorded in the village administration and Puskesmas between January and June 2025. The results of the study showed that older age (25-34 years), lower education, and the occupation of housewives (IRT) were associated with higher participation in the KB program. Most respondents with low education (SD and SMP) showed high participation in the KB program, while those with higher education showed lower participation. These findings indicate the importance of a community-based approach that involves housewives (IRT), as well as the need to improve KB counseling programs for higher-educated groups and formal workers. This study suggests that KB programs in Desa Gandu should focus more on the younger age group, formal workers, and those with higher education who still have lower participation rates.

Marthen Mau

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2025 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Christian religious education (Christian Religious Education) teaching still lacks the capacity to facilitate students' development of LOTS and HOTS. Therefore, students need to be actively involved in the learning process. Students are unable to complete difficult-level questions due to their low-level thinking skills, but they still tend to complete lower-level questions. This study aims to integrate low-level and high-level thinking skills into the Christian Religious Education (Christian Religious Education) learning process. Using qualitative research with a library approach, the results revealed students' ability to understand Christian Religious Education material through the integration of low-level (LOTS) and high-level (HOTS) thinking skills. The study concluded that LOTS and HOTS can be integrated into Christian Religious Education (Christian Religious Education) learning, enabling students to answer both easy and difficult questions when given by educators in classroom assessments and solve problems encountered in real life. Therefore, Christian religious education needs to focus on developing these two thinking skills in order to improve the overall quality of learning.

Putri Maharani; Sofia Nida’ul Laili; Nadia Regita Cahyani; Ika Putri Lestari; Setiawaty, Rani

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan telaah pustaka mengenai pemanfaatan media film dalam membentuk karakter peserta didik di tingkat Sekolah Dasar. Pendekatan yang digunakan adalah literature review dengan langkah-langkah berupa identifikasi, analisis, evaluasi, dan interpretasi terhadap sejumlah artikel ilmiah yang relevan. Sumber data diperoleh dari berbagai jurnal yang terindeks dalam Google Scholar, dengan kata kunci "film pendidikan", "pembentukan karakter", dan "Sekolah Dasar". Dari proses pencarian, ditemukan 15 artikel yang dijadikan dasar analisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan film sebagai media pembelajaran berkontribusi positif terhadap penguatan karakter siswa, seperti tanggung jawab, kejujuran, toleransi, dan kerja sama. Media film yang sesuai dengan usia anak dan konteks pembelajaran mampu meningkatkan keterlibatan siswa serta mempermudah guru dalam menyampaikan nilai-nilai karakter. Dengan demikian, media film layak dijadikan sebagai alternatif pendukung dalam pembelajaran karakter di Sekolah Dasar.

Maharani, Melinda; Indrati, Menik

Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi 2025 Universitas Sains dan Teknologi Komputer

The study aims to analyze the influence of Self-esteem, narcissism, Knowledge Sharing, professional skepticism, and Educational Level on Auditor Performance. The research was conducted with auditors at the Public Accounting Firm Jojo Sunarjo & Partners to understand how psychological characteristics, professional behaviour, and educational background contribute to optimal auditor performance. The study included 202 active auditors. Data analysis was carried out using the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) approach with SmartPLS version 4.0. The results show that Self-esteem, Knowledge Sharing, Professional Skepticism, and Educational Level positively influence Auditor Performance. Meanwhile, Narcissism has an adverse effect on Auditor Performance. These findings highlight the importance of personality traits and professional conduct in supporting the quality of auditor performance.

Sabam Isay Sianipar; Putri Isnaini; Nazwa Azzahra; Cintya Agatha Rumahombar; Chelsea Natalia Panjaitan

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

This study aims to analyze the improvement of Higher Order Thinking Skills (HOTS) through mathematics learning on the Three-Dimensional Geometry topic in Grade XII of Yayasan Pendidikan Al-Fattah Medan. HOTS is a crucial aspect of 21st-century education because it helps students develop critical, creative, logical, and reflective thinking skills in addressing complex problems. In the context of mathematics learning, particularly in spatial geometry, mastering HOTS not only supports students in understanding abstract concepts but also in applying them to real-life situations. This study employed a descriptive qualitative method with instruments consisting of a pre-test, post-test, and an open-ended questionnaire to explore students’ understanding and learning experiences. The findings revealed a significant improvement, where the average pre-test score of 7 increased to 52.21 in the post-test. This result highlights that the implementation of HOTS-based learning strategies is effective in enhancing students’ comprehension of distance, angles, and point positions in space, while simultaneously strengthening their analytical, evaluative, and creative abilities. The study implies the importance of adopting innovative learning strategies oriented toward HOTS development to improve the quality of mathematics education and prepare students for global challenges.

Cismawati, Maria Mensiana; Herdi, Henrikus; Yuneti, Katharina

Jurnal Projemen UNIPA 2025 Universitas Nusa Nipa Maumere

This research aimed to examine and analyze how business capital and education level affect the income level of MSMEs in East Alok Sub-district, Sikka Regency. The data collection techniques used in this study were observation, questionnaire, interview, and documentation methods. This research employed a quantitative method. The results of the analysis showed that (1) business capital has a positive effect on increasing the income of MSMEs in East Alok Sub-district, Sikka Regency, (2) education level has a positive effect on increasing the income of MSMEs in East Alok Sub-district, Sikka Regency, and (3) business capital and education level together have a positive effect on increasing the income of MSMEs.

Mihit, Yohanes

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji muatan pedagogi Laudato Si’ dalam kurikulum Pendidikan Agama Katolik (PAK) tingkat SMP sebagai strategi pembentukan karakter ekologis peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, serta analisis isi terhadap tiga buku ajar resmi PAK kelas VII, VIII, dan IX yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai-nilai ekologis hadir secara bertahap dan kontekstual. Pada kelas VII dan VIII, nilai-nilai ekologi lebih banyak muncul secara implisit melalui refleksi iman atas ciptaan dan relasi sosial, sedangkan buku kelas IX memuat secara eksplisit ajakan untuk membangun persahabatan dengan alam. Integrasi nilai Laudato Si’ tercermin dalam pendekatan naratif, reflektif, dan praksis iman yang menekankan kesatuan antara spiritualitas dan tanggung jawab ekologis. Temuan ini memperkuat pentingnya pendidikan agama sebagai sarana pembentukan karakter ekologis dalam konteks krisis lingkungan global. Pendidikan iman yang diintegrasikan dengan kesadaran ekologis tidak hanya membentuk pengetahuan, tetapi juga membangun gaya hidup ekologis sebagai wujud konkret pertobatan ekologis dan iman yang bertanggung jawab terhadap ciptaan.

Queen Aisyah Annastasya; Yunia Rahma Fatika; Muhammad Raihan Alsyahbana; Adib Zanuar Atmadji; Rohan Bagus Hendryan +5 more

Intellektika : Jurnal Ilmiah Mahasiswa 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

The Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata / KKN) of Universitas Tidar Group 23 in Giriwetan Village, Grabag District, Magelang Regency, was conducted for one month (July 3–August 3, 2025) with the aim of strengthening students’ interest in pursuing higher education at SD Negeri Giriwetan. This topic is important due to the low motivation of students in rural areas, influenced by economic limitations, lack of information, and insufficient environmental support. The study employed a qualitative method through observation, interviews, and documentation to describe the process and impact of the program. Activities included coloring and creating environmental-themed posters, song creation training using Artificial Intelligence (AI), and developing a “Tree of Hopes” containing students’ aspirations. The results indicate an increase in learning motivation, awareness of the importance of education, and interest in technology. The program proved effective through its creative and participatory approach, despite limitations in time and scope. These findings highlight the importance of sustaining similar structured programs to achieve broader and long-term impacts. Furthermore, the program was not only beneficial for students but also had a positive effect on teachers and the surrounding community. Teachers gained exposure to innovative teaching methods and technology-based learning media that can be adapted in future classes. Parents and community leaders became more aware of the role of family and environment in supporting children’s education. The collaboration between university students and local stakeholders created a sense of collective responsibility in shaping the younger generation. In addition, the integration of Artificial Intelligence as a learning tool sparked curiosity among students and introduced them to the relevance of technology in daily life. Although challenges such as limited facilities and short implementation time persisted, the program successfully demonstrated that creativity and participatory engagement could overcome such barriers.

Wulandari, Sri Hariani Eko; Erstiawan, Martinus Sony

Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat 2025 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Afrianto, A., Parjito, P., Rahma, E. A., & ... (2023). Rintisan desa cerdas: Penguatan literasi digital bagi Karang Taruna Neba. Prosiding Seminar.... https://e-journal.unmas.ac.id/index.php/senadiba/article/view/8417 Akbarinasasi, A., & Panduwinata, L. F. (2023). Pengaruh pengetahuan kewirausahaan, social skill, dan peluang usaha terhadap keberhasilan usaha angkringan. Nomicpedia: Journal of .... https://journal.inspirasi.or.id/nomicpedia/article/view/232 Anisti, A., Sidara, S., Veranus, V., & Imran, M. S. (2024). Tantangan literasi digital generasi Z: Kajian systematic literature review. Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Bahana, 30(2), 152–161. https://doi.org/10.33751/wahana.v30i2.11870 Aribawa, D. (2016). Pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja dan keberlangsungan UMKM di Jawa Tengah. Jurnal Siasat Bisnis, 20(1), 1–13. https://doi.org/10.20885/jsb.vol20.iss1.art1 Erstiawan, M. (2021a). Good corporate governance penyelenggara pendidikan dalam perspektif agency theory. Majalah Ekonomi, 26(1), 40–51. https://doi.org/10.36456/majeko.vol26.no1.a3952 Erstiawan, M. (2021b). Kepatuhan emiten dalam taksonomi extensible business reporting (XBRL). CAPITAL: Jurnal Ekonomi dan Manajemen, 5(1), 71–85. https://doi.org/10.25273/capital.v5i1.10308 Erstiawan, M. S. (2024). Menggali potensi diri bisnis santripreneur berbasis bimbingan teknis. ADIMA Jurnal Awatara Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(4), 11–18. https://doi.org/10.61434/adima.v2i4.238 Erstiawan, M. S., & Y. R. (2022). Implikasi corporate social responsibility dalam perspektif akuntansi pada subsektor telekomunikasi. Jurnal Sosial Sains, 2(2), 385–396. https://doi.org/10.36418/sosains.v2i2.343 Erstiawan, M. S., et al. (2021). Efektivitas strategi pemasaran dan manajemen keuangan pada UMKM roti. Dikemas, 5(1), 57–61. https://doi.org/10.32486/jd.v5i1.574 Hodsay, Z. (2021). Pengaruh manajemen keuangan keluarga dan hasil belajar kewirausahaan pada era pandemi Covid-19 terhadap motivasi berwirausaha. Jurnal Neraca: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Ekonomi Akuntansi, 5(1), 91–103. https://doi.org/10.31851/neraca.v5i1.5890 Kartini, T. M., Suhendra, S., Tan, E., & ... (2024). Pelatihan pengelolaan SDM di era digital pada Karang Taruna dan usaha kecil di Provinsi Jawa Barat. SABAJAYA Jurnal .... https://journal.sabajayapublisher.com/index.php/jpkm/article/view/346 Mendari, A. S., & F. S. (2019). Hubungan tingkat literasi dan perencanaan keuangan. Jurnal Moduk, 31(2), 227–240. Naufal, H. A. (2021). Literasi digital. Perspektif, 1(2), 195–202. https://doi.org/10.53947/perspekt.v1i2.32 Nurcahyawati, V., Wulandari, S. H. E., & Sutomo, E. (2020). Penerapan urun daya berbasis internet untuk pemenuhan bahan baku pada usaha kecil menengah (UKM) batik Sidoarjo dan UKM Mekar Sari Surabaya. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 26(2), 84. https://doi.org/10.24114/jpkm.v26i2.16829 Oetama, S. (2022). Orientasi kewirausahaan terhadap keunggulan dalam bersaing. Google Books. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=L1h-EAAAQBAJ Poerna Wardhanie, A., Naufal, A. Z., & Eko Wulandari, S. H. (2021). Perancangan strategi digital marketing dengan metode RACE pada layanan online food delivery berdasarkan perilaku pelanggan generasi Z. Journal of Technology and Informatics (JoTI), 3(1), 1–11. https://doi.org/10.37802/joti.v3i1.187 Rahmawati, E., Wardhanie, A. P., Wulandari, S. H. E., & Effendi, P. M. (2023). Pelatihan perancangan prototype aplikasi pemasaran untuk mendukung keikutsertaan Gen Z pada festival inovasi dan kewirausahaan siswa Indonesia (FIKSI). Jurnal Abdi Insani, 10(2), 1002–1011. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v10i2.939 Rinaldi, M., & Ramadhani, M. A. (2024). Peningkatan literasi perpajakan dalam kalangan UMKM: Langkah menuju kemandirian finansial. Eastasouth Journal of Effective Community Services, 2(03), 158–169. https://doi.org/10.58812/ejecs.v2i03.240 Sagirani, T., Effendi, P. M., Erstiawan, M. S., Eko Wulandari, S. H., & Rahmawati, E. (2025). AI untuk siswa: Pendekatan experimental learning dalam pengenalan artificial intelligence di tingkat SMA. Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA), 5(3), 1014–1025. https://doi.org/10.31004/abdira.v5i3.846 Sagirani, T., Nugroho, L. E., Santosa, P. I., & Kumara, A. (2015). User experience model in the interaction between children with special educational needs and learning media. 2015 2nd International Conference on Information Technology, Computer, and Electrical Engineering (ICITACEE), 72–75. https://doi.org/10.1109/ICITACEE.2015.7437773 Septiani, R. N., & W. E. (2020). Pengaruh literasi keuangan dan inklusi keuangan terhadap kinerja UMKM di Sidoarjo (Doctoral dissertation, Udayana University). https://doi.org/10.24843/EJMUNUD.2020.v09.i08.p16 Slamet, S., & Sagirani, T. (2024). Peningkatan kesiapan kerja siswa SMK melalui pengembangan soft skills di SMKN 1 Sambeng Lamongan. Tekmulogi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 79–90. Soebijono, T., & E. M. (2020). Peranan revolusi industri 4.0 terhadap mutu pendidikan sekolah menengah kejuruan jurusan akuntansi. Jurnal Bisnis Perspektif, 12(2), 115–122. https://doi.org/10.37477/bip.v12i2.97 Wardhanie, A. P., Kartikasari, P., & Wulandari, S. H. E. (2019). Analisis penggunaan media internet pada usaha mikro kecil menengah (UMKM) Jawa Timur untuk menembus pasar global dengan metode O2O. Jurnal Bisnis Terapan, 3(02), 179–188. https://doi.org/10.24123/jbt.v3i02.2513 Wulandari, S., & Rahmah, M. (2020). A survey on crowdsourcing awareness in Indonesia micro small medium enterprises. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 769, 012016. https://doi.org/10.1088/1757-899X/769/1/012016

Purwasih, Intan

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2025 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Instalasi gawat darurat merupakan unit pelayanan di rumah sakit yang menangani pasien dalam kondisi darurat, kritis, dan membutuhkan tindakan segera. Pelayanan yang berkualitas sangat penting dalam kondisi ini karena berkaitan dengan nyawa seseorang. Dalam kondisi yang menuntut pelayanan cepat dan tepat, kepuasan pasien menjadi penilaian utama terhadap keberhasilan layanan gawat darurat. Kepuasan pasien adalah respon emosional yang muncul karena terpenuhinya ekspetasi pasien terhadap pelayanan. Kepuasan pasien IGD dapat memengaruhi citra rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien di IGD RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional yang bertujuan untuk mengkaji apakah terdapat hubungan antara faktor usia, tingkat pendidikan, dan fasilitas pelayanan terhadap kepuasan pasien. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 109 pasien. Analisa data menggunakan uji chi-square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menyimpulkan faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien di IGD RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah fasilitas pelayanan (p=0,018). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah usia (p=0,475) dan tingkat pendidikan (p=0,340). Saran dari penelitian ini adalah diharapkan institusi kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan di IGD, terutama pada aspek kenyamanan ruang tunggu.

Siti Maulida Rahmah; Muhsinin Muhsinin; Sukarlan Sukarlan; Suci Fitri Rahayu

Jurnal Siti Rufaidah 2025 PPNI UNIMMAN

Stunting is a growth failure condition in toddlers caused by chronic malnutrition, particularly during the critical first 1,000 days of life. This condition is influenced by various factors, including maternal education and feeding practices. This study aims to analyze the relationship between maternal education level and feeding patterns with the incidence of stunting among toddlers in the working area of the Pekauman Community Health Center, Banjarmasin City. The research employed a quantitative design with a cross-sectional approach. The population consisted of mothers with toddlers, with 66 respondents selected through accidental sampling. Data collection was carried out using structured questionnaires and documentation studies related to children’s nutritional status. Data analysis was performed using univariate and bivariate methods, with the Spearman Rho test applied at a 0.05 significance level. The findings revealed a significant relationship between maternal education level and stunting incidence (p = 0.009), suggesting that lower levels of maternal education were associated with higher stunting rates. Conversely, feeding patterns did not show a statistically significant relationship with stunting (p = 0.081), although descriptive data indicated that inappropriate feeding practices were common among respondents. The majority of mothers in this study had basic education (elementary to junior high school), and a considerable number of toddlers were found to be stunted. Based on these results, it can be concluded that maternal education level plays an essential role in influencing stunting, while feeding patterns require further investigation with larger samples. The study recommends strengthening nutrition education and counseling programs for mothers, particularly those with low educational backgrounds, alongside regular monitoring of child growth and development by health professionals. Additionally, government efforts to expand access to health and nutrition information through easily accessible media are expected to contribute to stunting prevention and reduction strategies.

Renita Kusuma Wardani; Novita Al Ihyak Dieni

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini menggunakan penerapan Model Pembelajaran Berbasis Project dalam Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti menggunakan media pembuatan taman mini di lingkungan Sekolah Dasar (SD). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis penggunaan media taman mini di SD Negeri Bandungan 01. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami penggunaan media taman mini dalam mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti di lingkungan SD Negeri Bandungan 01. Pendidik dapat memanfaatkan media taman mini dengan baik untuk proses pembelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi pekerti, secara efektif dalam meningkatkan pembelajaran peserta didik, dengan fokus pada pengembangan konsep dari elemen Keagungan Tuhan, dengan keterlibatan peserta didik untuk meningkatan nilai spiritual. Melalui pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui observasi kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen kurikulum. Pada penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran yang berorientasi pada proyek untuk mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti di tingkat SD. Hasil yang di dapatkan pada penelitian ini adalah penerapan media taman mini dalam pembelajaran project based learning, juga mengajarkan nilai-nilai yang ada pada elemen keagungan tuhan salah satunya nilai memayu hayuning bawana pada peserta didik, yang sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka.

Novianti, Delpi

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripisikan bagaimana kontribusi psikologi pendidikan bagi guru pendidikan agama Kristen. Guru adalah bagian terpenting dan menjadi salah satu faktor penentu untuk kesuksesan pendidikan. Namun, guru diperhadapakan pada berbagai masalah yang sangat kompleks seperti sikap, karakter, tindakan, tingkat kecerdasan, dan emosional dari  naradidik. Masalah tersebut menjadi tantangan dalam mencapai tujuan pendidikan. Salah satu pendekatan kunci pemecahan masalah dalam pendidikan adalah lewat ilmu psikologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisis data dari berbagai sumber buku, literatur dan jurnal kemudian diinterpretasikan dalam bentuk naratif atau deskriptif. Hasil penelitian ditemukan bahwa seorang guru pendidikan agama Kristen yang memanfaatkan ilmu psikologi dapat mengoptimalkan peran dan tugasnya sebagai guru sebab: Mampu mengembangkan tujuan pembelajaran; Penerapan metode belajar yang relevan; Mampu menciptakan lingkungan kelas yang kondusif; Penemuan potensi dan bakat peserta didik; Mampu memecahkan masalah; serta Menciptakan relasi yang baik lewat kemampuan komunikasi. Penelitian ini sangat relevan dengan urgensi pengetahuan psikologi bagi guru sehingga masalah-masalah dalam dunia pendidikan dapat diatasi secara tepat. Selain itu guru akan lebih peka pada kebutuhan peserta didik, lebih sistematis, serta mampu mewujudkan sistem pembelajaran yang lebih berkualitas, efektif dan relavan.