Publication Search

80,083 articles from 753 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 118

Analytics

Lusi Anastasya; Nur Qudus

Jurnal Teknik Sipil 2026 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Bendung Ranggah merupakan bendung yang terletak di DAS Sungai Ngeluk, Desa Materaman, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah yang mengairi daerah irigasi seluas 1,163,20 Ha. Bendung Ranggah  memiliki kerusakan pada komponen struktural yang dapat menurunkan kinerja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Bendung Ranggah berdasarkan kondisi fisik komponen utama bendung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui observasi lapangan, pengumpulan data primer dan sekunder, serta analisis pembobotan Analytic Hierarchy Process (AHP) guna menentukan tingkat kepentingan per komponen terhadap kinerja bendung secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bobot komponen pada mercu sebesar 56,81%, bangunan pengambilan 24,10%, bangunan penguras 13,33%, dan sayap 5,76%. Berdasarkan analisis kondisi, Bendung Ranggah mengalami kerusakan sebesar 26,56% dan masuk dalam tingkat kerusakan sedang. Secara keseluruhan bendung masih berfungsi, namun memerlukan rehabilitasi struktural secara terencana dan berkelanjutan agar kinerja bendung mampu mendukung sistem irigasi secara optimal.

Hardianta, Rbg Widhi Nugraha Agus Gembong; Wijaya, Michelle

Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini mengkaji kisah perjumpaan Yesus dengan pemuda kaya dalam Injil Matius 19:16–30, Injil Markus 10:17–31, dan Injil Lukas 18:18–30 dalam perspektif teologi perdamaian dan keadilan sosial. Latar belakang penelitian ini bertolak dari realitas ketimpangan sosial-ekonomi yang semakin meningkat di era modern, yang ditandai oleh kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin serta kemiskinan struktural yang terus berlangsung. Dalam konteks tersebut, kisah Yesus dan pemuda kaya dipahami tidak hanya sebagai ajaran moral mengenai keterikatan terhadap harta, tetapi juga sebagai kritik profetis terhadap struktur sosial-ekonomi yang tidak adil. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan hermeneutika kontekstual. Data primer diperoleh dari teks Alkitab dalam ketiga Injil Sinoptik, sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal ilmiah, dan literatur teologi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep shalom dalam teologi perdamaian mencakup keadilan relasional, kesejahteraan sosial, dan solidaritas terhadap kaum marginal. Perintah Yesus kepada pemuda kaya untuk menjual hartanya dan membagikannya kepada orang miskin menunjukkan bahwa iman Kristen tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab sosial. Kekayaan dipahami sebagai stewardship yang harus digunakan demi kesejahteraan bersama. Penelitian ini menegaskan bahwa gereja dipanggil untuk menjadi agen transformasi sosial melalui praksis keadilan, pemberdayaan ekonomi, pendidikan perdamaian, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat Indonesia yang plural dan masih menghadapi ketimpangan sosial-ekonomi.

Yelvita Pratama Candra; Abdurahman Abdurahman

Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan dan bahasa 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study aims to analyze the short story “Siapakah Keluarga dari Tubuh yang Kacau Itu?” by Radja Sinaga using structural and moral approaches in order to obtain a comprehensive understanding of its content and meaning. The structural approach is employed to examine intrinsic elements, including theme, characters and characterization, plot, setting, point of view, language style, and message. Meanwhile, the moral approach is used to reveal the ethical values and life lessons contained in the short story. This study applies a descriptive qualitative method, with data collected through library research by means of intensive reading and systematic note-taking of the text. The results show that the short story demonstrates a strong structural unity, with the main theme focusing on human suffering caused by war and the loss of family. In addition, several moral values are identified, such as humanity, familial love, criticism of violence, loss of identity, and resilience in facing suffering. The use of the second-person point of view also strengthens the reader’s emotional engagement with the story. Therefore, the combination of structural and moral approaches provides a deeper understanding of the meaning of the short story and its relevance to real-life contexts. This study is expected to enrich literary studies and enhance readers’ appreciation of literary works.

Rohmah, Alifa Rizqi Kaila Ainur; Azwa Qonitatun; Sahra Naura Luwistiana; Zulfasa Kaila Yuniasih

Al Madjid : jurnal Pendidikan Islam 2026 Prodi PAI Fakultas Tarbiyah STIT Sunan Giri Trenggalek

Abstract: This study aims to deeply analyze the gap in basic education in Weleri District, Kendal Regency, Central Java Province, Indonesia, specifically Weleri Village, correcting the initial focus that was directed at the UIN campus environment. Using a qualitative approach with a case study design, data were collected through unstructured interviews, participant observation, and document analysis, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model with source triangulation techniques to ensure data validity involving eight key informants. The most important findings reveal that the educational gap in Kendal is a manifestation of significant multidimensional structural injustice, encompassing spatial disparities, educational attainment, and the distribution of human resources. Spatially, there is a concentration of quality schools in the center of Weleri District, while coastal areas experience limited access due to the "urban bias" of regional budgets. This phenomenon creates educational segregation from an early age. Only 35-40% of coastal youth successfully continue to high school due to economic barriers, distance, and a lack of scholarship information. The unequal distribution of certified teachers worsens the quality of learning and has the potential to trigger socio-religious fragmentation due to limited moderate Islamic insight in marginalized areas and reproduces intergenerational poverty. This confirms that the low quality of education is not an individual choice, but rather a systemic consequence of inequitable planning. Therefore, an urgent, holistic affirmative policy intervention is needed, encompassing equitable infrastructure and teacher distribution reform to ensure equal educational rights for every child in Kendal, in order to realize sustainable social justice that is responsive to the geographic context. This research provides a critical contribution in the form of a concrete empirical foundation for the formulation of affirmative policies that profoundly break the cycle of poverty and educational injustice in the coastal areas of Central Java, while also enriching the scientific literature on the sociology of education on the reproduction of injustice in marginalized areas in a comprehensive and sustainable manner. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam kesenjangan pendidikan dasar di Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah Indonesia khususnya Desa Weleri, mengoreksi fokus awal yang sempat mengarah pada lingkungan kampus UIN. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara tidak terstruktur, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan teknik triangulasi sumber untuk memastikan validitas data melibatkan delapan informan kunci. Temuan terpenting mengungkap bahwa kesenjangan pendidikan di Kendal merupakan manifestasi ketidakadilan struktural multidimensi signifikan, mencakup disparitas spasial, capaian pendidikan, dan distribusi sumber daya manusia. Secara spasial, terdapat konsentrasi sekolah berkualitas di pusat Kecamatan Weleri, sementara wilayah pesisir mengalami keterbatasan akses akibat "urban bias" anggaran daerah, fenomena ini menciptakan segregasi pendidikan sejak dini. Hanya 35-40% remaja pesisir berhasil melanjutkan ke SMA karena hambatan ekonomi, jarak, dan minimnya informasi beasiswa. Distribusi guru bersertifikat yang timpang memperburuk kualitas pembelajaran dan berpotensi memicu fragmentasi sosial-keagamaan akibat terbatasnya wawasan keislaman moderat di wilayah marginal serta mereproduksi kemiskinan antargenerasi. Hal ini menegaskan bahwa rendahnya kualitas pendidikan bukan pilihan individu, melainkan konsekuensi sistemik dari perencanaan yang belum berkeadilan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi kebijakan afirmatif holistik mendesak mencakup pemerataan infrastruktur dan reformasi distribusi guru untuk memastikan hak pendidikan setara bagi setiap anak Kendal demi mewujudkan keadilan sosial berkelanjutan yang responsif terhadap konteks geografis. Penelitian ini memberikan kontribusi kritis berupa landasan empiris konkret bagi formulasi kebijakan afirmatif yang memutus siklus kemiskinan dan ketidakadilan pendidikan di wilayah pesisir Jawa Tengah secara mendalam, sekaligus turut memperkaya literatur ilmiah sosiologi pendidikan tentang reproduksi ketidakadilan di wilayah marginal secara komprehensif dan berkelanjutan.

Chris Sorongan; Yosep Heristyo; Yoshoa Hartanto

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The phenomenon of megachurches represents one of the most significant developments in contemporary Christianity, reflecting shifts in church organizational structures, leadership patterns, and engagement with modern culture. Despite their rapid growth, megachurches have drawn criticism, particularly regarding reliance on charismatic leadership, the prominence of prosperity theology narratives, and the potential weakening of communal dimensions in church life. This study aims to analyze the megachurch phenomenon through an interdisciplinary approach that integrates the sociology of religion and ecclesiological reflection. Employing a qualitative method, this research utilizes literature analysis and a phenomenological approach to understand leadership dynamics and religious practices within large church contexts. The findings indicate that megachurch growth is driven by a combination of charismatic leadership, complex organizational systems, and adaptation to contemporary culture, including digitalization and religious consumerism. However, this model also generates tension with New Testament ecclesiological principles that emphasize participatory community and servant leadership. This study contributes to practical theology by offering an integrative analysis and provides a reflective basis for churches to evaluate their organizational forms and leadership practices in light of foundational theological principles.  

Sasikirana, Tiara Danti; Raharja, Danang Setiya

Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 2026 Institut Teknologi Indonesia

Dinding penahan tanah (DPT) merupakan struktur yang dirancang untuk menahan tekanan tanahlateral guna mencegah pergerakan atau keruntuhan tanah, terutama pada lokasi dengan perbedaanelevasi permukaan tanah yang signifikan, termasuk pada pekerjaan galian dalam. Salah satu jenis DPTyang umum digunakan untuk galian dalam adalah Contiguous Bored Pile (CBP), yaitu dindingpenahan tanah yang tersusun atas deretan tiang beton yang dibor secara berurutan dengan jarak antartiang yang saling berdekatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas galian dalamdengan kedalaman 12 m yang distabilkan menggunakan dinding CBP dan perkuatan angkur. Analisisdilakukan dengan bantuan perangkat lunak Geo5, menggunakan modul Sheeting Check untukmengevaluasi stabilitas internal dan modul Slope Stability untuk menilai stabilitas global. CBP yangdianalisis memiliki diameter 1 m dan panjang 24 m. Parameter yang divariasikan dalam penelitian inimeliputi diameter tulangan CBP, yaitu 25 mm dan 32 mm, serta posisi pemasangan angkur. Hasilanalisis menunjukkan bahwa CBP dengan tulangan berdiameter 25 mm tidak memenuhi persyaratanstruktural, sedangkan penggunaan tulangan berdiameter 32 mm memenuhi kebutuhan kapasitasstruktur, khususnya terhadap momen lentur (bending moment). Variasi posisi angkur, baik pada barispertama di kedalaman 0,2 m atau 1 m maupun pada baris kedua di kedalaman 2,7 m atau 3 m, tidakmenunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat stabilitas dinding CBP. Dengan demikian,diameter tulangan merupakan parameter yang paling berpengaruh dalam mencapai stabilitas strukturaldinding CBP pada galian dalam.

Abdalah Fahd Basysyar Al Anwar; Jauharul Ulum

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Education is a conscious and planned effort to develop individual potential in order to create qualified human resources. Therefore, to achieve this goal effectively, strong management, good coordination, and solid solidarity among all educational elements are necessary. Solidarity among educators plays an important role in supporting the implementation of educational programs and achieving institutional goals. This study aims to determine the principal's methods and strategies for increasing solidarity among educators in the school environment. This study employed a qualitative research method, with data obtained through observation, in-depth interviews, and documentation related to school activities. The validity of the data was ensured using triangulation techniques to maintain accuracy and credibility. The results show that educator solidarity at SMPIQu Al-Bahjah is implemented through routine deliberations, structured morning briefings, and regular weekly evaluations involving all educators. These activities are consistently carried out as a collective effort to achieve the school’s vision and mission. The implications of this research are expected to provide practical benefits for educational institutions in strengthening educator solidarity. In addition, this research can serve as a reference for other academics in developing and applying Emile Durkheim's structural-functional theory within educational management contexts.

Reny Rachmawati

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Taman burung di kawasan perkotaan merupakan salah satu strategi integrasi lanskap ekosistem yang mampu mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas ruang hijau kota. Penelitian ini mengkaji Taman 3 Generasi Balikpapan sebagai studi kasus untuk mengevaluasi sejauh mana elemen desain lanskapnya memenuhi kriteria taman burung yang ramah ekosistem. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui observasi langsung dan analisis, penelitian menilai aspek struktural (jalur, kontur, elemen air, tempat berlindung, dan fasilitas pendukung) serta aspek vegetatif (jenis dan fungsi vegetasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar elemen fisik Taman 3 Generasi telah sesuai dengan prinsip desain taman burung, terutama pada keberadaan elemen air, rumah burung, serta vegetasi yang menyediakan sumber makanan dan tempat berlindung. Namun, keterbatasan variasi kontur dan spesies tanaman tertentu masih menjadi faktor yang perlu ditingkatkan untuk memperkuat fungsi ekologisnya. Penelitian ini menegaskan bahwa Taman 3 Generasi memiliki potensi sebagai model integrasi desain lanskap ekosistem pada taman burung perkotaan, sekaligus memberikan kontribusi bagi konservasi biodiversitas dan peningkatan kualitas lingkungan hidup di kawasan urban.

Elisa Bomba; Yanto Sandy Tjang; Felisitas Yuswanto

Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik 2026 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to evaluate the effectiveness of the Structural Analytic Synthetic (SAS) method in enhancing the early reading skills of first-grade students in Catholic Religious Education at SD YPPK Yohanes Paulus II Obaa, Mappi Regency, South Papua Province. The study employed a Classroom Action Research approach using a cyclical model comprising the stages of planning, implementation, observation, and reflection, conducted over two cycles. The research subjects consisted of 25 students, and data were collected through reading tests, classroom observations, and documentation. The results indicated a significant improvement in students’ early reading skills, with learning mastery increasing from 61% in the first cycle to 100% in the second cycle. This success was associated with the implementation of the SAS method through structured learning stages, progressing from sentences to words, syllables, and letters, accompanied by the use of varied media and intensive teacher guidance. In addition to improving reading skills, the SAS method was also found to enhance students’ interest, participation, and learning motivation. Therefore, the SAS method is recommended as an effective strategy for teaching early reading to young elementary school students, particularly within the context of Catholic Religious Education.

Martha Amanda Sari; Aini Fitri Rohmatul Ilmi; Wawan Hermawan

Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan 2026 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Oral literature is a form of storytelling from one individual to another in a concise manner as a representation of a society's culture. One type that is interesting to study in this field is legends. This study examines the Keong Mas legend using Burhan Nurgiyantoro's structuralism approach theory, which focuses on analyzing the relationship between intrinsic and extrinsic elements in literary works. This study uses a qualitative descriptive method that aims to reveal the narrative structure and social and cultural meanings contained in the legend as a reflection of the moral values and local wisdom of the people of East Java. The information collection method used observation and note-taking. The results of the analysis show that the Keong Mas legend has a cohesive story structure, including theme, characters, plot, setting, and point of view, which simultaneously reflect the values of loyalty, justice, and family conflict in a socio-cultural context. These findings confirm the relevance of oral literature as a medium for the inheritance of living and evolving cultural values, and contribute to the understanding of cultural identity and literary aesthetics in Indonesia, especially in the East Java region.

Putri Novitasari; Nori Anggraini

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study examines the short story "Click that Kills" by Taufiqurohman to reveal the position of humans in the increasingly dominating digital algorithm environment. Using a descriptive qualitative approach that focuses on structural analysis and literary psychology based on Freud's psychoanalytic theory, this study thoroughly analyzes the intrinsic elements as well as the inner conflicts of the characters. The findings of this study show that the AIDA system poses a profound existential crisis, where individual freedom is threatened due to systemic information manipulation. The characters of Dito and Genta experience a serious conflict between id, ego, and superego when dealing with the figure of "Shadow User" who is a real symbol of the shift in human dignity through raw data. In terms of structure, the storyline conveys a deep social critique of the loss of human self-control in cyberspace. This research shows that this short story is a premonious criticism of the importance of maintaining the essence of humanity in the midst of the prevalence of mechanical algorithms. The phenomenon emphasizes that digital technology can potentially alienate the moral consciousness of individuals in modern society.

Bintang, Bagus; Iqbal, Muhammad; Kusumaningsih, Dewi

Dinamik 2026 Universitas Stikubank

Meningkatnya ketergantungan pada sistem komunikasi digital telah memperkuat kebutuhan akan metode yang andal untuk melindungi data sensitif dari akses tidak sah. Studi ini memperkenalkan mekanisme keamanan terintegrasi yang menggabungkan enkripsi ChaCha20 dengan steganografi citra Least Significant Bit (LSB), yang menargetkan perlindungan data berbasis citra digital. ChaCha20, sebuah cipher aliran modern yang dikenal akan kecepatan dan keamanannya, digunakan untuk mengenkripsi pesan teks biasa (plaintext), menghasilkan ciphertext yang sangat aman. Data terenkripsi kemudian disematkan ke dalam citra sampul — khususnya, logo universitas — menggunakan teknik LSB, yang mengubah bit paling tidak signifikan dari nilai piksel untuk menyembunyikan informasi tanpa memengaruhi kualitas citra secara signifikan. Pendekatan dua lapis ini memastikan kerahasiaan dan penyembunyian informasi sensitif. Sistem ini dievaluasi menggunakan metrik objektif seperti Rasio Sinyal terhadap Derau Puncak (PSNR) dan Indeks Kesamaan Struktural (SSIM) untuk menilai fidelitas citra setelah penyisipan data. Hasil menunjukkan bahwa metode ini mempertahankan integritas visual (PSNR > 50 dB) sekaligus memungkinkan ekstraksi data yang akurat. Integrasi ChaCha20 dan steganografi LSB menawarkan solusi yang ringan, aman, dan efektif untuk perlindungan informasi digital, khususnya cocok untuk komunikasi akademis atau kelembagaan di mana gambar logo berfungsi sebagai pembawa konten terenkripsi yang tersembunyi.

Pohagi, Deki; Sutrisno, Rheinhard David

Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen 2025 Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar Grimenawa J

Perkembangan media sosial telah melahirkan gereja virtual sebagai ruang baru bagi praktik keberimanan dan pembentukan komunitas iman. Fenomena ini menimbulkan persoalan mengenai bagaimana iman dijalani, komunitas dibangun, serta otoritas rohani dimaknai dalam ekosistem digital yang dikendalikan oleh logika algoritma. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi iman dalam gereja virtual serta implikasinya terhadap relasi komunitas, otoritas rohani, dan ketahanan sosial umat beriman di era media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, melalui analisis kritis terhadap literatur teologi, sosiologi agama, dan kajian media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gereja virtual tidak sekadar menjadi sarana ibadah daring, melainkan membentuk komunitas digital yang bersifat cair, terdesentralisasi, dan lintas batas. Algoritma media sosial berperan signifikan dalam membentuk pengalaman iman, distribusi otoritas rohani, serta pola interaksi jemaat. Selain itu, komunitas digital terbukti berfungsi sebagai ruang ketahanan sosial yang memungkinkan umat beradaptasi di tengah disrupsi teknologi. Novelty penelitian ini terletak pada pemahaman gereja virtual sebagai komunitas iman yang hidup dalam logika algoritmik media sosial, sehingga transformasi iman dipahami sebagai perubahan struktural dalam relasi, otoritas, dan kehidupan beriman di era digital.

Wotur, Angel; Tulangouw, Maria

Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen 2025 Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar Grimenawa J

Penelitian ini berlatarbelakangi gereja sering terjebak dalam pemisahan antara aspek spiritual (liturgi) dan tindakan sosial (diakonia). Di satu sisi, liturgi sering kali dianggap sebagai seremonial formal yang hanya berlangsung di ruang ibadah, sementara di sisi yang lain, diakonia sering kali diterapkan sebagai tindakan amal yang kurang memiliki dasar teologis yang kuat. Fenomena kemiskinan yang terstruktur dan ketidakadilan sosial mendesak gereja untuk merevisi pemahaman identitasnya. Pemikiran Ronald J. Sider memberikan sudut pandang “belas kasih” yang tidak hanya emosional tetapi juga bersifat struktural dan menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep belas kasih dalam pandangan teologi Ronald J. Sider. Mengembangkan konsep belas kasih tersebut sebagai jembatan teologis yang menghubungkan liturgi dan diakonia. Merumuskan penerapan praktis bagi gereja dalam menjalankan misi yang komprehensif di tengah tantangan sosial dan ekonomi. Metode penelitian ini memanfaatkan pendekatan kualitatif melalui studi literatur. Analisis dilakukan pada karya-karya utama Ronald J. Sider, khususnya yang berkaitan dengan keadilan sosial dan gaya hidup sebagai orang Kristen. Data dianalisis secara deskriptif dan analitis serta diinterpretasikan melalui sudut pandang teologi praktis untuk menemukan relevansinya dengan praktik liturgi dan diakonia saat ini. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pengintegrasian pemikiran etika sosial Sider ke dalam konteks liturgis. Sementara pemikiran Sider umumnya dibahas dalam konteks sosiologi agama atau etika ekonomi, penelitian ini secara khusus menjadikan “belas kasih” sebagai fondasi liturgi. Ini mengubah cara pandang liturgi dari hanya “ibadah vertikal” menjadi “perayaan keadilan” yang mendorong tindakan diakonia yang transformatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa belas kasih menurut Ronald J. Sider adalah bentuk ketaatan yang radikal kepada Kristus yang perlu termanifestasi dalam dua arah: Dalam Liturgi: Belas kasih berfungsi sebagai jiwa yang menghidupkan sakramen dan pemberitaan firman, sehingga ibadah bukanlah penghindaran dari dunia, melainkan pengutusan untuk menjangkau dunia. Dalam Diakonia: Belas kasih mengangkat diakonia dari sekadar bantuan sementara menjadi perjuangan untuk keadilan bagi orang-orang miskin. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa liturgi yang sejati harus menghasilkan diakonia, dan diakonia yang hakiki merupakan wujud dari liturgi yang hidup. Keduanya dihubungkan oleh satu.

Hilmi Satria Himawan; Verra Rizki Amelia; Anggun Permata Husda; Rahayu Alkam

Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

The interval between 2018 and 2025 represents a defining epoch in financial assurance, characterized by a systemic collision between traditional audit methodologies and the exponential sophistication of fraudulent actors. This research employs a comprehensive library research methodology, utilizing Systematic Literature Review (SLR) to evaluate the evolving landscape of audit and fraud. The study traces the theoretical migration from Cressey’s Fraud Triangle to multidimensional frameworks like the Fraud Pentagon, which emphasizes the roles of arrogance and competence. Through a forensic examination of catastrophic audit failures including Wirecard, FTX, and the emerging risks of crypto-assets, the research identifies recurring patterns of auditor failure in assessing operational risks and internal controls. Furthermore, the report analyzes the dual-edged impact of Artificial Intelligence (AI); while machine learning algorithms offer enhanced detection capabilities, the rise of Generative AI (GenAI) and deepfake technology has empowered perpetrators to execute sophisticated "synthetic reality" frauds. The study critically evaluates regulatory responses, particularly the revision of International Standard on Auditing (ISA) 240, which mandates a more proactive "fraud lens." The findings suggest that the auditing profession faces an existential crisis of relevance, necessitating a fundamental shift toward a forensic mindset supported by advanced technological integration.

Sofyan, Uswatun Hasanah; Muhamad Ridwan Effendi

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran simbol keagamaan dalam merefleksikan maupun menutupi kesenjangan kelas sosial di masyarakat perkotaan, dengan menggunakan perspektif teori Karl Marx mengenai agama sebagai ideologi dan alat legitimasi kekuasaan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara semi-struktural terhadap warga kota dari kelas sosial menengah ke atas dan kelas menengah ke bawah, serta tokoh agama setempat. Data dianalisis dengan teknik analisis tematik untuk melihat pola relasi antara simbol agama, posisi kelas, dan akses terhadap kekuasaan sosial-ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol agama kerap digunakan oleh kelas atas sebagai sarana pembentukan citra, legitimasi status, dan penguatan struktur sosial, sedangkan bagi kelas bawah agama berfungsi sebagai sumber harapan dan solidaritas sosial, namun tidak selalu membuka akses terhadap mobilitas ekonomi. Secara umum, agama dapat berfungsi ganda: menjadi media pemersatu sosial sekaligus cermin ketimpangan kelas yang tersembunyi dalam praktik keagamaan sehari-hari. Penelitian ini menegaskan pentingnya membaca agama tidak hanya secara teologis, tetapi juga sebagai fenomena sosial yang berkaitan dengan produksi makna, kekuasaan, dan distribusi sumber daya.

Faradilla Zahratun Nisa; Arbaiyah Yusuf; Fika Hawi Lestari; Fauzi Novandiansyah

This study aims to analyze the reflection table in the book Wonderful Insight English class VII published by Erlangga in 2023 based on the perspective of Wilhelm Wundt's structuralism psychology. The reflection table contains five main statements, namely Now I know about, I wonder about, It is confirmed that, My misconception so far was that, and I have learnt about, which are designed to help students evaluate their learning experiences. The research uses a descriptive qualitative method with a document analysis approach, and utilizes the concept of introspection and elements of consciousness in Wundt's theory of structuralism. The results of the analysis showed that each statement of reflection represented a different stage of consciousness. Now I know about marking the emergence of new knowledge, I wonder about reflecting curiosity and further thinking process, It is confirmed that it shows the strengthening of the understanding that has been had, My misconception so far was that it reveals awareness of misconceptions, while I have learnt about affirming the final result of learning. These findings confirm that the reflection table in the book has facilitated the process of student introspection, while strengthening learning awareness in line with the principles of structuralism psychology Wilhelm Wundt. Thus, reflection is an important instrument in building students' cognitive awareness in 21st century learning.

Khairunnisa, Riska; Abdurahman, Abdurahman

Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan dan bahasa 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This research aims to analyze religious and structural values in Dede Soepriatna's short story "Titah yang Berkuasa" through an integrated religious and structural approach. Employing a qualitative descriptive method with content and structural analysis techniques, this study reveals various spiritual values implicit within the narrative of this contemporary Indonesian literary work. The analysis results demonstrate fundamental religious values such as destiny (qada and qadar), tawakkal (submission to God's will), sacrifice, betrayal, and divine justice. The character Roro Oyi represents spiritual steadfastness and surrender to the Creator amidst life's trials, while King Amangkurat's character critiques the abuse of power that contradicts moral-religious principles. Structurally, the short story presents a complex plot with effectively developed central conflict, multidimensional characterization, and rich symbolism that deepens the spiritual meaning of the narrative. The research findings confirm that literature can function as an effective medium for moral and religious education without sacrificing narrative integrity. The integration of religious and structural approaches provides a holistic perspective in understanding how spiritual messages are conveyed through formal beauty, offering a literary appreciation model that harmoniously combines ethical and aesthetic dimensions.

Aisyah Sukmaayu Jatiningsih; Ayu Hapsari, Rahma Nindya

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Bangunan yang berada di daerah rawan gempa dengan tanah lunak cenderung memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi. Dalam merancang struktur bangunan bertingkat, beban gempa menjadi salah satu parameter utama yang sangat berpengaruh. Kekuatan sebuah bangunan ditentukan oleh elemen-elemen struktur yang menopangnya dan kolom merupakan elemen struktur yang memiliki peran penting dalam konstruksi. Jika kolom mengalami kegagalan, bangunan yang ditopangnya berpotensi runtuh. Oleh karena itu, rendahnya ketahanan konstruksi di wilayah ini tetap menjadi permasalahan yang sedang diteliti saat ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh variasi dimensi kolom terhadap struktur bangunan terhadap gempa, sehingga diperoleh ukuran dimensi kolom yang paling optimal. Pada penelitian ini, objek yang digunakan adalah bangunan 8 lantai yang terdiri dari lantai 1-3 merupakan kantor dan lantai 4-8 merupakan hunian. Pada perencanaan ulang bangunan ini berpedoman pada persyaratan beton struktural (SNI 2847:2019), perencanaan ketahanan gempa (SNI 1726:2019), dan beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lain (SNI 1727:2020), dengan pemodelan menggunakan software ETABS V.22. Redesain bangunan ini untuk mengetahui ukuran dimensi kolom yang paling optimal. Hasil penelitian perubahan dimensi kolom terhadap kekuatan struktur bangunan yakni dengan memperbesar dimensi kolom, kapasitas penampang bertambah yang dapat meningkatkan ketahanan kolom terhadap beban gempa. Selain itu, dimensi yang lebih besar juga membantu mengurangi tegangan aksial pada kolom, sehingga menurunkan risiko kegagalan akibat tegangan berlebih atau kelelahan material. Semakin besar dimensi kolom yang digunakan maka semakin kecil nilai simpangan yang dihasilkan. Artinya dengan dimensi kolom yang lebih kecil memiliki resiko yang lebih tinggi, sebab nilai simpangan lebih dekat dengan batas yang diijinkan. Akan tetapi hasil analisis menunjukkan bahwa dimensi kolom dengan berbagai variasi masih aman dari pengaruh delta izin.

Ajiningrat, Wahyu; Setiawan, Joko

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Personal Branding, Media Sosial, dan Kepercayaan Konsumen terhadap Keputusan Pembelian, dengan Kepuasan Konsumen sebagai variabel mediasi, pada pengguna layanan treatment di Klinik Eva Mulia Cabang Galaxy, Kota Bekasi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik analisis model persamaan struktural (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil pengujian model struktural (inner model) menunjukkan bahwa nilai R Square pada variabel Kepuasan Konsumen sebesar 0,515 dan Keputusan Pembelian sebesar 0,519, yang berarti model mampu menjelaskan sekitar 51% variasi pada masing-masing variabel dependen. Pengujian path coefficients menunjukkan bahwa variabel Kepercayaan Konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian (T = 7,263; p < 0,05) dan Kepuasan Konsumen (T = 5,591; p < 0,05). Sementara itu, Media Sosial juga berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Konsumen (T = 6,244; p < 0,05), namun tidak signifikan terhadap Keputusan Pembelian secara langsung (T = 1,814; p = 0,070). Variabel Personal Branding tidak memiliki pengaruh signifikan baik terhadap Kepuasan Konsumen maupun Keputusan Pembelian secara langsung. Uji pengaruh tidak langsung menunjukkan bahwa Kepuasan Konsumen memediasi secara signifikan hubungan antara Kepercayaan Konsumen dan Keputusan Pembelian, serta antara Media Sosial dan Keputusan Pembelian. Namun, tidak ditemukan efek mediasi signifikan antara Personal Branding dan Keputusan Pembelian. Hasil ini menekankan pentingnya peran Kepercayaan Konsumen dan Media Sosial dalam membentuk Kepuasan Konsumen yang pada akhirnya meningkatkan Keputusan Pembelian, sementara Personal Branding tidak memiliki peran yang kuat dalam model ini. Penelitian ini memberikan implikasi strategis dalam pengelolaan pemasaran dan layanan konsumen di industri klinik kecantikan.