Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-20 of 87

Analytics

Zainal Efendi Hasibuan; Afriyanti Cantikiya; Maryeni Ezy Pardilla; Welly Fadhlan Faiz

Marsialapari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2026 Yayasan Baitul Hikmah al-Zain

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan profesionalisme guru melalui pelatihan pengajaran kreatif. Permasalahan yang dihadapi adalah masih rendahnya kemampuan sebagian tenaga pendidik dalam menerapkan metode pembelajaran yang inovatif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik abad 21. Banyak guru masih bergantung pada pola pengajaran tradisional yang berpusat pada guru, sehingga interaksi kelas kurang dinamis dan kemampuan berpikir kritis siswa tidak berkembang optimal. Metode pengabdian dilakukan melalui pendekatan partisipatif, dengan tahapan identifikasi kebutuhan, penyusunan materi, pelaksanaan pelatihan, dan pendampingan lanjutan. Materi pelatihan meliputi strategi pembelajaran aktif, pemanfaatan media kreatif, teknik ice breaking, serta integrasi teknologi sederhana dalam proses belajar mengajar. Kegiatan dilaksanakan melalui workshop, diskusi kelompok, simulasi mengajar, dan praktik langsung di kelas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan guru merancang RPP kreatif, mengelola kelas, serta mengembangkan media pembelajaran inovatif. Guru juga lebih percaya diri menerapkan variasi metode pengajaran yang berpusat pada siswa. Selain itu, program ini memperkuat jejaring kolaborasi antar-guru untuk saling berbagi praktik baik. Dengan demikian, pelatihan pengajaran kreatif terbukti mampu meningkatkan profesionalisme guru sekaligus mendukung pencapaian mutu pendidikan di sekolah.

Vandariani Keisya; Anggita Happy Santoso; Yunita Andriani Rahayu

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Pendidikan Kristen memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter individu berdasarkan nilai-nilai Alkitabiah. Dalam konteks ini, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan moral, spiritual, dan etika yang sesuai dengan prinsip-prinsip Kristen. Artikel ini membahas bagaimana pendidikan Kristen dapat menjadi sarana utama dalam menanamkan nilai-nilai seperti kasih, kejujuran, integritas, disiplin, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan holistik yang mencakup pengajaran, keteladanan, dan pembiasaan, pendidikan Kristen mampu membentuk individu yang memiliki karakter kuat dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Kajian ini juga menyoroti tantangan serta strategi dalam mengintegrasikan nilai-nilai Alkitabiah dalam sistem pendidikan modern.

Timotius Ferry Setiawan; Petra Kania Patrecia Putri; Intan Anissa Fitri

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Artikel ini mengkaji konsep teologi pembelajaran dari perspektif Alkitabiah dalam upaya mengembangkan metode pengajaran yang relevan dan efektif di sekolah Kristen. Melalui penelaahan teks-teks Alkitab, artikel ini menyelidiki prinsip-prinsip dasar yang dapat diterapkan dalam pendidikan Kristen untuk menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya mendidik secara akademis, tetapi juga membentuk karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Kristiani. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pendidik dalam merancang strategi pengajaran yang sejalan dengan ajaran iman dan membangun hubungan yang lebih erat antara pengajaran dan spiritualitas. Selain itu, artikel ini juga menyarankan berbagai model dan metode yang dapat digunakan dalam konteks sekolah Kristen untuk memaksimalkan pengalaman pembelajaran secara holistik.

Arta Tiarasi Purba; Desta Saputra Hulu; Sri Pasaribu; Nova Simanungkalit

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Supervisi klinis merupakan pendekatan pembinaan profesional guru yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui hubungan kolaboratif, reflektif, dan berkelanjutan antara supervisor dan guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMA Negeri 1 Pangururan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Supervisi klinis dilakukan untuk membantu guru memperbaiki perencanaan pembelajaran, meningkatkan penguasaan metode dan media, serta memperkuat kompetensi pedagogis dan profesional guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi klinis dilaksanakan secara sistematis melalui tahap pra-observasi, observasi kelas, dan konferensi pasca-observasi dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing guru. Supervisi dilakukan secara berkelanjutan dan ditindaklanjuti melalui diskusi, refleksi, serta evaluasi bersama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa supervisi klinis mampu meningkatkan kualitas pengajaran, membangun komunikasi yang lebih terbuka antara kepala sekolah dan guru, serta memberikan dampak positif terhadap kenyamanan dan prestasi belajar siswa. Dengan demikian, supervisi klinis menjadi strategi pembinaan yang efektif dalam meningkatkan keterampilan mengajar guru dan mutu pembelajaran di sekolah.

Susanto, Heri; Supriadi, Dedi; Wulandari, Hikmayanti

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Guru di sekolah dasar Tahfidz sering kali menghadapi tantangan besar dalam mengintegrasikan pengajaran Al-Qur’an dengan kemampuan pedagogik modern yang mendukung pembelajaran aktif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional para guru di SD Tahfidz Ibnu Umar Karawang melalui pelatihan metode pengajaran yang bermakna dan inovatif. Permasalahan utama yang ditemukan di mitra sasaran adalah keterbatasan guru dalam menerapkan pendekatan PAIKEM serta kesulitan dalam menyusun perangkat ajar yang adaptif terhadap prinsip Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kombinasi ceramah interaktif, workshop penyusunan modul/RPP, dan praktik langsung melalui sesi microteaching. Pelatihan dilaksanakan dalam tiga sesi utama: (1) pemahaman karakteristik peserta didik usia 7–12 tahun berdasarkan aspek kognitif, sosial-emosional, dan psikomotorik; (2) desain pembelajaran bermakna (meaningful learning); serta (3) strategi pembelajaran aktif seperti Problem-Based Learning (PBL), Discovery Learning, dan pembelajaran kooperatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman 15 guru peserta dalam menciptakan lingkungan belajar yang berpusat pada siswa (student-centered) serta kemampuan mengintegrasikan teknologi pembelajaran modern (IPTEKS) seperti Canva dan media interaktif dalam proses KBM. Luaran dari program ini mencakup modul pelatihan pedagogik, publikasi artikel ilmiah, dan video diseminasi hasil implementasi metode pembelajaran.

Senda, Siprianus Soleman; Undad, Rikardus; Ergon, Isfilus; Sipho Sewa Uma, Pietro Yustiniano; Kuki, Irene Sunirma +3 more

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2026 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Artikel ini bertolak dari kenyataan bahwa banyak umat telah mendengar sabda Allah dalam Liturgi dan pengajaran Gereja, namun belum sepenuhnya menghidupinya dalam kehidupan sehari-hari. Situasi ini menegaskan pentingnya katekese sebagai proses pembinaan iman yang berkelanjutan, yang tidak hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga penghayatan dan perwujutan iman dalam tindakan nyata. Tulisan ini bertujuan merefleksikan katekese sebagai jalan pembinaan iman umat yang menuntun dari sabda menuju kehidupan. Fokus kajian artikel ini adalah peran katekese dalam membantu umat dewasa mengintegrasikan sabda Allah kedalam realitas hidup sehari-hari, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun kehidupan sosial. Metode yang digunakan adalah refleksi teologis pastoral dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur gereja dan pengalaman hidup umat. Pendekatan ini menekankan ketertarikan antara pewartaan sabda, pendampingan iman, serta partisiasi aktif umat dalam proses pembinaan. Hasil refleksi menunjukkan bahwa katekese yang kontekstual, dialogis, dan berpusat pada sabda Allah, mampu menumbuhkan iman yang lebih dewasa, sadar, dan tanggung jawab. Melalui katekese, umat tidak hanya memahami ajran iman secara intelektual, tetapi juga didorong untuk menghidupinya dalam sikap kasih, pelayanan, dan kesaksian di tengah masyarakat. Pembinaan iman yang berkelanjutan menjadi sarana penting untuk membentuk umat yang tangguh dalam menghadapi tantangan zaman dan tetap berakar pada nilai-nilai injil. Dengan demikian, katekese sebagai jalan pembinaan iman memiliki peran strategis dalam menjembatani sabda Allah dengan kehidupan konkrit umat. Pembaharuan metode dan pendekatan katekese yang relevan dengan konteks umat masa kini sangat diperlukan agar proses dari sabda menuju kehidupan dapat berlangsung secara nyata, mendalam, dan berkelanjutan dalam kehidupan Gereja. Kata kunci: katekese, sabda Allah, pembinaan iman, umat dewasa, kehidupan kristen

Liza, Liza Anggraini; Mohamad Muspawi; K.A. Rahman; Rd. M. Ali

Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan 2026 Islamic Education Management Study Program, Faculty of Tarbiyah, Sunan Drajat Islamic Boarding School Institute, Lamongan, East Java, Indonesia.

Urgensi inovasi dan pembaharuan dalam sistem pendidikan dalam menjawab tantangan globalisasi, digitalisasi, dan perubahan sosial yang terus berlangsung. Melalui pendekatan studi pustaka, artikel ini mengkaji berbagai teori dan temuan terdahulu terkait transformasi pendidikan, dengan fokus pada digitalisasi, inovasi kurikulum, dan adopsi teknologi sebagai elemen kunci dalam peningkatan mutu pendidikan. Inovasi pendidikan dipandang sebagai proses berkelanjutan yang tidak hanya menyasar aspek teknologi, tetapi juga strategi pembelajaran, metode pengajaran, dan manajemen pendidikan. Adopsi inovasi yang efektif memerlukan perencanaan dan kesiapan yang sistematis dari para pelaku pendidikan, termasuk guru dan lembaga, agar sejalan dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman. Artikel ini juga menyoroti pentingnya fleksibilitas dalam sistem pendidikan dalam menghadapi era disrupsi dan ekonomi berbasis pengetahuan, serta menekankan peran guru sebagai agen perubahan utama. Dengan demikian, transformasi pendidikan harus dilakukan secara komprehensif dan terpadu guna menciptakan generasi yang adaptif, kreatif, dan kompetitif.

Ulina, Febriani; Setiawan, Yusak Agus

Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dalam menerjemahkan konsep-konsep teologis yang abstrak agar sesuai dengan perkembangan kognitif peserta didik usia sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya penanaman iman sejak dini dalam keluarga sebagai ecclesia domestica, yang kemudian dilanjutkan secara sistematis dalam pendidikan formal. Namun, pada jenjang sekolah dasar, pembelajaran Pendidikan Agama Kristen menghadapi tantangan karena materi teologis yang bersifat abstrak tidak selalu selaras dengan kemampuan berpikir anak. Berdasarkan teori perkembangan kognitif Jean Piaget, anak usia 7–12 tahun berada pada tahap operasional konkret, sehingga membutuhkan pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis pengalaman nyata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan hermeneutika-pedagogis untuk menganalisis strategi pengajaran Yesus dalam Injil Markus 4:1–33. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yesus menerapkan strategi pembelajaran yang efektif melalui pengelolaan ruang belajar (spasial), penggunaan perumpamaan sebagai media naratif, serta pendekatan dialogis-partisipatif. Strategi ini memungkinkan terjadinya jembatan antara konsep abstrak Kerajaan Allah dengan realitas konkret kehidupan pendengar. Dengan demikian, integrasi antara pemahaman teks Alkitab dan pendekatan pedagogis yang sesuai dengan perkembangan kognitif menjadi kunci dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang efektif. Penelitian ini menegaskan bahwa guru Pendidikan Agama Kristen perlu mengembangkan strategi kreatif dan kontekstual agar nilai-nilai iman tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.

Rusliyani, Dewi; Murdiono, Murdiono

KILMATUNA: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 2026 Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan komunikatif dalam membentuk lingkungan berbahasa Arab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan komunikatif diimplementasikan melalui penggunaan metode langsung, integrasi materi Islami dan linguistik dari sumber Arab, penekanan pada pengucapan dan ketepatan tata bahasa, dan penggunaan bahasa Arab secara konsisten sebagai media pengajaran. Selain itu, kegiatan linguistik di kelas dan ekstrakurikuler dioptimalkan untuk mendukung penggunaan bahasa Arab secara aktif oleh siswa, sementara guru memainkan peran penting dalam memotivasi siswa dan menumbuhkan kebiasaan berbahasa. Temuan ini menyiratkan bahwa pengembangan lingkungan berbahasa Arab membutuhkan strategi sistematis, paparan bahasa yang konsisten, dan partisipasi aktif dari semua elemen di lembaga tersebut. Secara praktis, studi ini memberikan model referensi untuk mengimplementasikan pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa Arab. Secara teoritis, studi ini berkontribusi pada pengembangan pengajaran bahasa komunikatif dalam pendidikan bahasa Arab, khususnya dalam mengintegrasikan pembelajaran formal dengan lingkungan bahasa yang imersif.

riya, Riyadian; war, Ummi Wardah

Al Madjid : jurnal Pendidikan Islam 2026 Prodi PAI Fakultas Tarbiyah STIT Sunan Giri Trenggalek

Pendidikan berbasis akhlak merupakan salah satu pilar utama dalam tradisi keilmuan Islam yang menempatkan pembentukan karakter sebagai tujuan esensial dari proses pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran para tokoh Islam klasik dan modern terkait konsep pendidikan berbasis akhlak serta mengevaluasi relevansinya dalam konteks pendidikan masa kini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, melalui analisis terhadap karya-karya Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Ibnu Sina, dan Syed Muhammad Naquib al-Attas, yang dikenal sebagai pemikir penting dalam perkembangan gagasan pendidikan akhlak. Hasil kajian menunjukkan adanya keselarasan pandangan di antara keempat tokoh tersebut mengenai pentingnya sinergi antara aspek spiritual, intelektual, dan moral sebagai inti dalam pembentukan karakter peserta didik. Al-Ghazali menitikberatkan pada proses tazkiyatun nafs sebagai landasan pengembangan akhlak, sementara Ibn Miskawaih menyumbang gagasan melalui teori keseimbangan jiwa. Ibnu Sina menyoroti peranan lingkungan dan keteladanan pendidik dalam membangun karakter anak didik, sedangkan al-Attas menggarisbawahi pentingnya konsep adab sebagai elemen fundamental dalam struktur pendidikan Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep pendidikan berbasis akhlak yang digagas para pemikir tersebut tetap memiliki daya relevansi untuk menghadapi tantangan pendidikan modern, khususnya dalam upaya memperkuat pendidikan karakter, mencegah kemerosotan moral, dan membangun pendekatan pembelajaran yang holistik. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kurikulum dan strategi pengajaran yang menjadikan akhlak sebagai pusat dari proses pendidikan secara menyeluruh.

Andini Kurnia Fitriana; Mochamad Whilky Rizkyanfi; Arie Sugiyartati

Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan (JUSHPEN) 2026 Asosiasi Dosen Muda Indonesia

BIPA (Indonesian for Speakers of Other Languages) is one of Indonesia's strategic approaches to introducing the nation's identity, character, and cultural heritage to the global community. It serves as the primary gateway for foreign learners to become familiar with Indonesia, its language, and its diverse cultural values. Consequently, BIPA instruction is inseparable from the teaching of Indonesian culture. Cultural elements are integrated into language learning through the four fundamental language skills that characterize BIPA instruction: reading, writing, speaking, and listening. Through this integrated approach, learners not only develop Indonesian language proficiency but also gain a deeper understanding of the cultural context in which the language is used.

Adila Benu; Yakobus Adi Saingo

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Peran Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) sangat penting dalam pembentukan karakter peserta didik di sekolah, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai iman, moral, dan etika Kristiani. Guru PAK tidak hanya berperan sebagai pengajar pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai pendidik spiritual, teladan hidup, pembimbing, dan fasilitator yang membantu peserta didik menginternalisasi nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Guru Pendidikan Agama Kristen terhadap pembentukan karakter peserta didik di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, artikel, dan hasil penelitian yang relevan dengan pendidikan karakter dan Pendidikan Agama Kristen. Hasil kajian menunjukkan bahwa Guru PAK memiliki kontribusi strategis dalam membentuk karakter peserta didik melalui keteladanan hidup, pembelajaran iman yang kontekstual, serta pendampingan yang bersifat humanis dan berkelanjutan. Guru PAK berperan menanamkan nilai-nilai Kristiani seperti kasih, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan integritas, baik melalui proses pembelajaran di kelas maupun melalui interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah. Keteladanan guru terbukti menjadi metode yang paling efektif dalam pendidikan karakter, karena peserta didik lebih mudah meniru perilaku nyata dibandingkan menerima pengajaran secara teoritis. Dengan demikian, peran Guru Pendidikan Agama Kristen sangat menentukan terwujudnya peserta didik yang beriman, berkarakter Kristiani, dan mampu hidup secara bertanggung jawab dalam masyarakat.

Muhammad Hibban Ataridan Hambal Arifin; Muhammad Rifhad Avicenna; Sarah Azizah Agustin; Andriyani

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Pendidikan Agama Islam di sekolah memegang peranan penting dalam membangun iman, ketakwaan, dan karakter siswa. Salah satu komponen krusial dalam kurikulum PAI adalah fiqh ibadah yang menyusun langkah-langkah pelaksanaan ibadah mahdhah, termasuk shalat, puasa, zakat, dan haji. Namun, dalam praktiknya, pengajaran fiqh ibadah di sekolah cenderung mengandalkan pendekatan teoritis dan kognisi, yang berakibat pada pemahaman yang tidak sepenuhnya diikuti dengan praktik ibadah yang sadar dan berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami secara menyeluruh definisi fiqh ibadah serta mengevaluasi strategi dan metode pengintegrasian fiqh ibadah dalam pembelajaran PAI di sekolah agar proses belajar menjadi lebih relevan, berarti, dan mudah diterapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Informasi diperoleh melalui analisis berbagai sumber fiqh, buku pendidikan Islam, artikel dari jurnal nasional dan internasional yang relevan, serta dokumen kurikulum PAI. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengintegrasian fiqh ibadah melalui pendekatan kontekstual, pembelajaran yang berfokus pada praktik, dan contoh baik dari guru dapat meningkatkan baik pemahaman maupun praktik ibadah siswa. Oleh karena itu, pengintegrasian fiqh ibadah menjadi aspek yang sangat penting dalam menciptakan pembelajaran PAI yang komprehensif dan berfokus pada pengembangan karakter religius.

Nayla Zahra Basyalwi; Dwi Astuti Wulandari; Qiara Kaila Ayynda; Shella Mitha Adelia; Kamil Ghiffary Abdurrahman

Jurnal Pengabdian dan Perubahan Sosial 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Educational inequality in Indonesia remains a significant challenge, as reflected in the low proportion of citizens with higher education degrees and the predominance of high school graduates as the highest educational attainment. University students, as part of the educated minority, hold a moral responsibility to redistribute the academic privilege they possess to the broader community. This article presents a report on a Community Service Program (PKM) titled It’s English Buddy, an online English-teaching initiative launched by students of the International Relations Study Program at UPN Veteran Jakarta. The program offers individual and group English conversation sessions at affordable prices, adopting a non-distributing profit approach to ensure operational sustainability. Supported by literature on the effectiveness of online learning in enhancing academic performance through flexibility and accessibility, the program has successfully reached participants of various ages and backgrounds. The results show that most participants are women and were recruited primarily through personal networks, highlighting the importance of public communication strategies and trust-building. Overall, It’s English Buddy demonstrates the potential of student-led grassroots educational initiatives as a meaningful contribution to expanding learning opportunities within society.

Zagoto, Alfin Susanto

Jurnal Pengabdian Sosial 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The creative Sunday School teaching program at GKSI Imanuel Teretek was implemented as a community service initiative focused on increasing children’s enthusiasm for participating in spiritual activities. The program was motivated by initial findings showing that many children exhibited declining interest due to monotonous learning methods that lacked creative engagement. Therefore, the service team designed a series of activities based on creative approaches, including the use of visual media, educational games, art activities, and interactive storytelling to align learning with the developmental needs of children. The implementation process was carried out through several stages, including observation, material planning, activity execution, and evaluation. The results showed a significant increase in attendance, active participation, and positive responses from the children. They appeared more engaged, more willing to ask questions, and better able to remember biblical messages through enjoyable and easy-to-understand activities. Additionally, Sunday School teachers gained new insights regarding creative teaching strategies that can be applied sustainably. These findings affirm that innovation in teaching methods has a real impact on children’s learning motivation and strengthens the church’s role in nurturing faith from an early age.

Four Dofi Sidabutar; Sony Junaedi

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini menganalisis implementasi pendidikan karakter oleh Penyuluh dalam mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti di SMP Negeri 2 Sumowono. Fokus penelitian meliputi strategi pengajaran, metode penyampaian nilai karakter, tantangan, serta faktor pendukung dan penghambat. Metode kualitatif digunakan dengan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan pendidikan karakter diterapkan melalui lima elemen utama yaitu Sejarah, Keagungan Tuhan, Budi Pekerti, Martabat Spiritual, Larangan dan Kewajiban dengan metode interaktif seperti diskusi kelompok, ceramah inspiratif, dan praktik langsung (role-play) untuk menanamkan nilai-nilai karakter dan keteladanan Penyuluh. Faktor pendukung berupa kepemimpinan kepala sekolah, keterlibatan orang tua, dan lingkungan sekolah yang kondusif, sedangkan penghambat meliputi keterbatasan sarana, waktu, dan pengaruh negatif pergaulan. Dampak positif terlihat pada peningkatan kejujuran, kedisiplinan, kesantunan, dan toleransi siswa. Kesimpulannya, pendidikan karakter berhasil membentuk peserta didik penghayat kepercayaan berakhlak mulia, namun perlu upaya berkelanjutan untuk mengatasi hambatan dan memperkuat kolaborasi sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Kudus, Ruhul; Hasanov, Islombek

KILMATUNA: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 2025 Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Kamus tradisional menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan pembelajar non-penutur bahasa Arab, karena terlalu bergantung pada terjemahan literal yang sering kali menyebabkan kesalahpahaman dan membatasi kemampuan pembelajar untuk berpikir langsung dalam bahasa Arab. Inti permasalahannya terletak pada kurangnya penyajian kata-kata dalam konteks budaya dan praktis yang sesuai, serta kurangnya elemen interaktif dan visual yang dapat meningkatkan pengalaman belajar. Artikel ini bertujuan untuk menyajikan model inovatif dalam merancang kamus yang berfokus pada penggabungan konteks nyata, elemen visual, dan teknologi digital untuk meningkatkan pembelajaran kosakata. Untuk mencapai tujuan ini, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, di mana data dikumpulkan dari studi literatur dan wawancara mendalam dengan guru, ahli, dan pembelajar, lalu dianalisis menggunakan metode analisis konten untuk mengidentifikasi pola dan kebutuhan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi seperti pengelompokan kosakata berdasarkan tema (seperti keluarga dan pendidikan) dan fungsi gramatikal (seperti kata kerja dan kata benda), serta penyajian contoh kontekstual dan ilustrasi, meningkatkan kemampuan pembelajar dalam memahami dan menggunakan kata-kata. Selain itu, integrasi pengucapan audio dan latihan interaktif dalam kamus digital membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kamus modern yang mengadopsi strategi ini merupakan alat pembelajaran yang efektif untuk membantu pembelajar mengembangkan kemampuan bahasa dan kemandirian mereka. Disarankan agar pendekatan ini diterapkan dalam desain kamus masa depan untuk memenuhi kebutuhan pembelajar dan menciptakan pengalaman belajar yang komprehensif dan istimewa.

Nurhayati; Mardia Hayati; Ratna Amalia; Dian Nugraha

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2025 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Teori pembelajaran bermakna yang dikemukakan oleh David Ausubel menekankan pentingnya keterkaitan antara pengetahuan baru dengan struktur kognitif yang telah dimiliki peserta didik. Berbeda dengan pembelajaran hafalan, pembelajaran bermakna memungkinkan siswa mengintegrasikan informasi baru ke dalam konsep yang sudah ada, sehingga pengetahuan menjadi lebih tahan lama, mudah diingat, dan dapat diterapkan dalam berbagai konteks. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan prinsip-prinsip utama teori pembelajaran bermakna, syarat-syarat terjadinya pembelajaran bermakna, serta relevansinya dengan praktik pendidikan masa kini. Metode kajian dilakukan melalui studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran bermakna hanya dapat tercapai apabila guru menyajikan materi yang logis dan terstruktur, serta peserta didik memiliki kesiapan untuk mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya. Selain itu, strategi pengajaran seperti advance organizer, pemetaan konsep, studi kasus, dan problem-based learning terbukti efektif mendukung penerapan teori ini. Dengan demikian, teori pembelajaran bermakna memiliki kontribusi signifikan dalam membangun pemahaman mendalam, keterampilan berpikir kritis, dan kemandirian belajar peserta didik. Secara keseluruhan, teori pembelajaran bermakna memberikan kontribusi signifikan bagi pendidikan modern karena mampu mendorong siswa untuk membangun pengetahuan secara aktif, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, serta meningkatkan kemandirian belajar. Dengan penerapan yang tepat, teori ini dapat menjadi landasan untuk menciptakan proses belajar mengajar yang lebih bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik.

Molu, Serlina Baba; Sukarna, Timotius; Windarti, Maria Titik

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gembala dalam menumbuhkan iman jemaat berdasarkan Mazmur 23:1–6. Gembala dalam konteks Alkitab dipahami sebagai figur yang menuntun, melindungi, dan memelihara umat Allah, yang dalam pelayanan gereja diterjemahkan melalui pengajaran, konseling, teladan hidup, dan strategi pastoral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana data diperoleh melalui studi literatur, observasi, wawancara, dan dokumentasi di lingkungan Gereja Gerakan Pentakosta (GGP) Sanggabuana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gembala memiliki peran penting sebagai teladan rohani, pembimbing iman, serta fasilitator transformasi jemaat melalui strategi penggembalaan yang efektif. Peran ini berdampak pada meningkatnya kesetiaan, kerendahan hati, serta keteguhan iman jemaat dalam menghadapi tantangan kehidupan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan pertumbuhan iman jemaat sangat ditentukan oleh kualitas penggembalaan yang dijalankan oleh gembala sidang secara konsisten dan kontekstual.

Maulana Yasir Amri; Afif Kholisun Nashoih; Didin Sirojudin

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2025 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa dampak besar terhadap kehidupan masyarakat, dan juga dampak lingkungan sosial lingkungan sekitar, termasuk dalam dunia pendidikan. Di satu sisi, teknologi memberikan kemudahan akses informasi dan mendukung proses belajar mengajar, namun di sisi lain memunculkan tantangan serius seperti penurunan moral, lemahnya etika, serta perilaku menyimpang di kalangan siswa. Dalam konteks ini, peran guru menjadi sangat penting dalam membina dan menanamkan nilai-nilai etika Islami guna membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam menanamkan nilai-nilai etika pada siswa MTs Al-Islahiyah Sukobendu, serta menganalisis strategi yang diterapkan untuk menghadapi tantangan moral di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara untuk memperoleh data secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing dan teladan dalam kehidupan sehari-hari siswa. Meski menghadapi kendala seperti pengaruh negatif teknologi dan pengaruh buruk lingkungan sekitar siswa serta keterbatasan metode pengajaran karakter, guru tetap berupaya maksimal dalam menerapkan strategi pembelajaran yang integratif dan berbasis nilai-nilai Islam. MTs Al-Islahiyah Sukobendu Mengatasi dengan memaksimalkan peran guru dan memperketat dalam pembiasan program madrasah sehingga nanti karakter yang di tanamkan akan di siapkan dalam menghadapi tantangan zaman.