Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-16 of 16

Analytics

Felisia Sunliani Lombo; Santje M. Salajang; Selfie L. Kumesan

Algoritma : Jurnal Matematika, Ilmu pengetahuan Alam, Kebumian dan Angkasa 2024 Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

This research uses the Polya problem-solving procedure to describe students' difficulty in problem-solving in the material about systems of linear equations in two variables. The method in this research is descriptive research. The subjects in this research were three students in Class VIII of SMP Negeri 6 Tondano. The data analysis techniques used are data presentation, data reduction and conclusion. The results of this research show that of the four stages of Polya problem solving, students who have the highest scores can fulfil all stages of Polya problem solving, students who have medium scores can fulfil three stages of Polya problem solving, and students who have high scores can fulfil two stages of Polya problem-solving.

Nurmalinda

Journal of Student Research 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi sistem persamaan linear dua variabel dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dikelas VII-2 SMP Negeri 1 Tg. Tiram. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa/i kelas VII-2 SMP Negeri 1 Tg. Tiram yang berjumlah 29 orang. Objek penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Berdasarkan hasil analisis data setelah pemberian tindakan pada siklus I melalui pemberian tes kemampuan pemecahan masalah matematis diperoleh 10 dari 29 siswa (34,48%) telah berhasil mencapai target keberhasilan sedangkan 19 siswa lainnya (65,51%) belum mencapai target keberhasilan dengan rata-rata kemampuan siswa sebesar 63,62. Dari kriteria keberhasilan klasikal maka persentase keberhasilan ini belum memenuhi. Setelah pemberian tindakan pada siklus II melalui pemberian tes kemampuan pemecahan masalah matematis diperoleh 26 dari 29 siswa (89,65%) telah berhasil mencapai target keberhasilan sedangkan 3 siswa lainnnya (10,35%) belum mencapai target keberhasilan dengan rata-rata kemampuan siswa sebesar 86,37. Berdasarkan target keberhasilan klasikal (≥85%) maka persentase keberhasilan ini sudah memenuhi. Dari uraian sebelumnya dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dikelas VII-2 SMP Negeri 1 Tg. Tiram.

Shofia Hidayah; Lailatul Fajriyah; Siti Aisyah; Diana Susilowati

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Kemampuan penalaran matematis adalah kemampuan yang dinilai penting dimiliki siswa dalam mempelajari matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode tes dan wawancara. Berdasarkan hasil pekerjaan siswa terhadap soal tes, siswa dibagi menjadi tiga kelompok kemampuan kognitif yaitu tinggi, sedang, dan rendah, masing-masing kelompok dipilih satu orang untuk dijadikan subjek penelitian. Dengan demikian subjek penelitian ini ada tiga orang yaitu siswa dengan kemampuan kognitif tinggi (T), sedang (S), dan rendah (R). Indikator pertama penalaran matematis yaitu mengajukan dugaan mampu dipenuhi oleh subjek T, S, dan R. Indikator kedua penalaran matematis yaitu manipulasi matematika mampu dipenuhi oleh subjek T dan subjek S. Indikator ketiga penalaran matematis yaitu memberikan bukti dan alasan terhadap solusi yang dioeroleh hanya mampu dipenuhi oleh subjek T. Indikator keempat penalaran matematis yaitu menarik kesimpulan tidak dapat dipenuhi oleh ketiga subjek.

Elisabeth Veronika Simanjuntak; Belsasar Sihombing; Christa Voni Roulina

Konstanta : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

This research aims to describe and analyze the mathematical problem solving abilities of class VIII students at SMP Negeri 5 Pematangsiantar on two-variable linear equation systems material, with treatment in the form of a Contextual Teaching And Learning (CTL) learning model. The approach taken in this research is a quantitative approach. Sampling was carried out using a simple random sampling technique. The research subjects were class VIII-6, totaling 30 people. The data collection technique in this research is in the form of a test to determine students' mathematical problem solving abilities in the research process carried out. Data analysis techniques were carried out using normality tests and hypothesis tests. From the results of data analysis, the results of students' mathematical problem solving abilities showed that the average pre-test score was 54336 and the average post-test score = 79,400. A significant value (2-tailed) 0.000 < 0.05 indicates that there is a significant difference between the initial and final variables. Thus, the independent variable has a significant effect on the dependent variable. So it can be concluded that by applying the Contextual Teaching And Learning CTL learning model) it can improve the mathematical problem solving abilities of class VIII students at SMP Negeri 5 Pematangsiantar on the material of two-variable linear equation systems.

Ulpa Pasaribu, Dina

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus yang bertujuan untuk Mengklasifikasi kemampuan berpikir kreatif dalam matematika kelas VIII di SMP Negeri 27 Medan”. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa/siswi kelas VIII – 11 di SMP Negeri 27 Medan yang berjumlah 30 siswa dengan teknik pengumpulan data berupa tes dan wawancara. Instrumen yang digunakan adalah tes uraian yang mencakup empat indikator kemampuan berpikir kreatif matematika materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel dan wawancara. Dari hasil penelitian diperoleh Kemampuan berpikir kreatif dalam matematika siswa pada kelas VIII -11 di SMP Negeri 27 Medan dalam menyelesaikan soal Ssitem Persamaan linear dua variabel sebagian dikatakan rendah.Kategori tinggi ada sebanyak 6 siswa dari 30 siswa dengan persentasenya 20 % Pada kategori ini kendala yang terjadi adalah ketidaktelitian pada saat pengerjaan soal, Kategori sedang ada sebanyak 7 siswa dari 30 siswa dengan persentasenya 23,33 Pada kategori ini kendala yang terjadi adalah ketidaktelitian pada pengerjaan soal dan cari/ jawaban yang diberikan tidak beragam/ bervariasi, dan Kategori rendah ada sebanyak 17 siswa dari 30 siswa dengan persentasenya 56,66 %. Pada kategori ini kendala yang terjadi adalah rendahnya pemahaman konsep, ketidaktelitian dalam pengerjaan soal, serta tidak beragam/bervariasi dalam memberikan cara/jawaban pada soal.

Agustiana Wijiastuti Wahyudi; Teguh Wibowo; Erni Puji Astuti

Konstanta : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

This study aims to describe the application of the scaffolding technique given by the teacher to overcome students' learning difficulties in solving word problems in the material of a system of two-variable linear equations. This type of research is case study research. The subjects of this study were 36 grade 8 students of junior high school. Subject taking using purposive sampling technique. The data collection technique uses the Learning Implementation Plan (RPP) instrument, syllabus, interviews, field notes, and documentation, each of which has been tried out and has met the validation requirements by the validator. The data analysis technique used is the process of data reduction, the process of presenting data, the process of drawing conclusions. After being given the scaffolding technique in each group, it was found that students were able to complete the test with good and correct completion steps. Students are able to determine variables and mathematical models correctly. In addition, students are also able to explain the steps of solving well.

Albert Bonifasius Kolong; Ontang Manurung; Oltje T. Sambuaga

SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa 2023 CV. Alim's Publishing

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode latihan terbimbing terhadap hasil belajar siswa materi sistem persamaan linier dua variabel. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen semu terhadap siswa SMA Negeri 1 Tondano pada siswa kelas XI semester ganjil tahun ajar 2022-2023. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa karena thitung> ttabel (8.441>1.694) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan metode latihan terbimbing dalam pembelajaran matematika topik sistem persamaan linear dua variabel lebih tinggi dari hasil belajar siswa yang  diajarkan menggunakan pembelajaran konvensional.

Ega Aprilia; Muliawan Firdaus

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan mendapatkan E-LKPD dengan menggunakan pendekatan matematika realistik yang valid, praktis, dan efektif sehingga meningkatkan kemampuan peserta didik dalam komunikasi matematis pada materi sistem persamaan linear dua variabel.                                                                                                  Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar validasi E-LKPD, tes kemampuan komunikasi matematis (pretest dan posttest), dan lembar validasi instrumen tes. Setelah instrumen dan E-LKPD dinyatakan valid oleh dosen validator ahli media dan juga ahli materi, kemudian dilanjutkan uji keterbacaan dan uji coba lapangan. Penjelasan temuan penelitian, yaitu: (1) E-LKPD dengan pendekatan matematika realistik yang dikembangkan memenuhi persyaratan kevalidan dari validator dengan persentase rata-rata validasi E-LKPD pada ahli materi sebesar 3,64 dan ahli media sebesar 3,86 dengan kategori sangat layak (SL), (2) E-LKPD dengan pendekatan matematika realistik yang dikembangkan memenuhi persyaratan kepraktisan berdasarkan hasil angket respon siswa dan guru yang berada pada kategori rentang 76%-100% dan dikategorikan sangat praktis, (3) E-LKPD dengan pendekatan matematika realistik yang dikembangkan telah memenuhi kriteria keefektifan yaitu (a) hasil belajar siswa memenuhi ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 90,63%, (b) rata-rata ketuntasan belajar individual sebesar 87,5 yang artinya telah tercapai indikator/ketuntasan tujuan pembelajaran, (c) waktu pembelajaran menggunakan E-LKPD sama dengan waktu pembelajaran biasa, juga respon siswa positif, dan (d) kemampuan komunikasi siswa setelah mengaplikasikan E-LKPD mengalami peningkatan dari rata-rata nilai pretest sebesar 48,26 menjadi 87,5 pada rata-rata nilai posttest dan hasil analisis N-Gain memaparkan bahwa keterampilan pemecahan masalah matematis siswa mengalami kenaikan sebesar 0,78 dengan kategori tinggi.

Christy Genoveva Matialo; Philoteus E. A. Tuerah; James U. L. Mangobi

SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa 2023 CV. Alim's Publishing

Penelitian ini dilatarbelakangi dari data observasi yang menunjukkan bahwa hasil belajar siswa terhadap materi SPLDV tergolong rendah. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa pada materi sistem persamaan linier dua variabel berbeda ketika diajar menggunakan model Problem Based Learning dan Direct Instruction. Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 12 Dumoga. Subjek penelitiannya adalah seluruh siswa pada dua kelas, yang mana satu kelas eksperimen, dan kelas kedua adalah kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan pre-test kepada kedua kelas sebelum diberikan perlakuan, selanjutnya diberikan post-test setalah diberikan perlakuan. Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Perbedaan Rata-Rata Dua Kelompok yang Tidak Berpasangan (Uji-t) dengan hasil pengujian hipotesis diperoleh , maka tolak . Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa siswa yang mengalami pembelajaran dengan model PBL lebih baik dari siswa yang mengalami pembelajaran dengan model DI pada materi SPLDV. Dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa siswa yang diajar menggunakan model Problem Based Learning lebih baik dari siswa yang diajar menggunakan model Direct Instruction.

Winda Winarti; Muhamad Firdaus; Hartono Hartono

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to describe students' learning barriers in solving SPLDV questions based on problem solving abilities. This research uses descriptive qualitative research, and the sampling technique uses purposive sampling technique. This research was conducted at Sungai Kakap 1 Public Middle School, the data used were the results of researchers to clarify students' obstacles in answering questions based on problem-solving abilities with data sources, namely class VIII students of SMP 1 Sungai Kakap. Data collection techniques used measurement techniques, direct communication techniques and indirect communication techniques with data collection tools in the form of test questions, interview guides and documentation. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. In this study it was concluded that the students' barriers in the high group were wrong in determining the formula and wrong in the concept of completion, the students' barriers in the medium group were wrong in determining the formula, discrepancies in using the formula to answer a problem and did not re-examine the answers, and student barriers in the low group were unable to determine the formula and solve the problem on the question then also did not re-check the answer after completing the given question.    

Kornelia Ramayana; Dwi Oktaviana; Rahman Haryadi

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

. Penelitian ini menggunakan penelitian metode deskriptif. Dengan bentuk penelitian studi kasus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII berjumlah 23 siswa. tempat penelitian di SMPN 2 Sebangki Kecamatan Sebangki, Dusun Senunuk, Desa Agak. Dalam penelitian ini hanya mengambil tiga kelompok peserta didik kelompok tinggi, sedang dan rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses berpikir kritis siswa dalam pemecahan masalah matematika ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa. Alat pengumpul data yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kritis, angket, dan wawancara. Berdasarkan perhitungan angket didapatkan hasil kelompok tinggi dengan kriteria X ≥ 77,49 yaitu ada 2 siswa, kelompok sedang dengan kriteria 67,29 ≤ X < 77,49 yaitu ada 16 siswa, dan kelompok rendah dengan kriteria X < 67,29 yaitu ada 5 siswa. Sedangkan pada perhitungan hasil tes, kelompok tinggi dengan kriteria X ≥ 11,64 yaitu ada 9 siswa, kelompok sedang dengan kriteria 9,56  ≤ X < 11,64 yaitu ada 5 siswa, dan kelompok rendah dengan kriteria X < 9,56 yaitu ada 9 siswa. berdasarkan hasil wawancara, responden siswa yang memiliki proses berpikir kritis siswa motivasi tingkat tinggi lebih baik dalam menyelesaikan soal dibandingkan siswa yang memiliki proses berpikir kritis motivasi tingkat sedang dan rendah.    

Alvince Adrian; Anekke Pesik; Altje S. Pangemanan

SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa 2023 CV. Alim's Publishing

Tujuan penelitian ini yaitu untuk meneliti hasil belajar siswa yang diajar melalui model project based learning dengan berbantuan e-learning pada materi sistem persamaan linear dua variabel dan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran langsung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, sampel yang diteliti yakni kelas X-A yang menjadi kelas eksperimen serta X-B dijadikan kelas kontrol. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tabukan-Tengah pada tahun ajaran 2021/2022. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar materi sistem persamaan linear dua variabel dengan berbentuk pertanyaan  uraian. Teknik dalam mengumpulkan datanya yakni lewat pretest dan posttes pada kelas kontrol dan kelas eksperimen Dari uji hipotesis melalui statistik uji t  didapatkan dan  dengan taraf nyatanya 0,05 yang berarti terjadi penolakan . Kesimpulannya adalah hasil rata-rata siswa dalam belajar dengan penerapan model project based learning dengan berbantuan e-learning  melebihi rata-rata hasil siswa dalam belajar dengan penerapan model pembelajaran langsung berbantuan  e-learning.  

Dayanara Hazrati; Tiur Malasari Siregar

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) memperoleh E-LKPD yang valid dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning pada materi sistem persamaan linear dua variabel kelas VIII SMP Negeri 29 Medan (2) Untuk memperoleh E-LKPD yang praktis dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning pada materi sistem persamaan linear dua variabel kelas VIII SMP Negeri 29 Medan (3) memperoleh E-LKPD yang efektif dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning pada materi sistem persamaan linear dua variabel kelas VIII SMP Negeri 29 Medan. Subjek penelitian ini adalah 1 orang guru dan 30 orang siswa kelas VIII SMP Negeri 29 Medan dengan instrumen penelitian yang berupa lembar validasi RPP, lembar validasi materi dan media bahan ajar interaktif, serta angket respon guru dan peserta didik. Hasil penelitian menunujukkan bahwa : (1) E-LKPD yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kevalidan berdasarkan penilaian validator materi dan media, dengan perolehan skor rata-rata berturut-turut 3,68 dan 3,76 yang mana keduanya memperoleh kategori sangat layak (SL). (2) Ditinjau dari aspek kepraktisan, E-LKPD yang dikembangkan dinyatakan praktis berdasarkan hasil angket respon siswa dan guru. Dari hasil angket respon siswa diperoleh nilai kepraktisan produk yaitu sebesar 79,31% dan hasil angket respon guru memperoleh nilai kepraktisan sebesar 91,66%. Dikarenakan hasil angket respon siswa dan guru berada pada kategori rentang 76%-100%, maka E-LKPD dikategorikan sangat praktis (3) Ditinjau dari aspek keefektifan, E-LKPD dinyatakan efektif. Hal ini dilihat dari: (a) tercapainya ketuntasan belajar secara klasikal yaitu sebanyak 93% siswa yang mengikuti pembelajaran mencapai nilai 65, (b) tercapainya indikator/ketuntasan tujuan pembelajaran, dimana rata-rata ketuntasan belajar individual sebesar 86,30 dan (c) siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran

Kartika Birawan; Amira Prameswati; Muhammad Gefika Abdulrafi; Siti Raina Az Zahra; Ahmad Fu’adin

Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk menjelaskan kekeliruan yang dialami siswa serta menganalisis faktor penyebab kekeliruan siswa dalam mengerjakan soal Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Penelitian ini termasuk dalam jenis eksploratif bersifat kualitatif yang dilakukan di salah satu bimbingan belajar di Bandung. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah metode tes tertulis. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 13 orang yang merupakan siswa kelas IX. Berdasarkan analisis data yang sudah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa kesalahan siswa dalam menentukan solusi dari soal Sistem Persamaan Linear Dua Variabel adalah: (1) Kekeliruan konsep, (2) Kesalahpahaman dalam memahami soal, (3) Kekeliruan hitung. Faktor penyebabnya adalah kurangnya pemahaman siswa mengenai konsep Sistem Persamaan Linear Dua Variabel, kurangnya latihan menyelesaikan soa-soal Sistem Persamaan Linear Dua Variabel dan kurangnya ketelitian dalam menentukan solusi dari soal.

Oktavia Adela Lumandung; Jhon R. Wenas; Anetha L. F. Tilaar

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penerapan model pembelajaran yang tepat pada pembelajaran sangatlah berpengaruh dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Pada penelitian ini difokuskan pada peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe make a match pada materi SPLDV. Penelitian ini mengambil subjek kelas VIII SMP Negeri 2 Tatoareng yang terdiri dari 15 siswa sebagai kelas eksperimen. Kemudian data dikumpul berdasarkan hasil tes akhir setelah perlakuan diberikan pada subjek penelitian. Penelitian ini juga melakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan homogenitas dimana didapatkan hasil yang data yang normal dan homogen, serta dilanjutkan dengan pengujian hipotesis menggunakan uji-t. Hasil diperoleh bahwa t-hitung = 1,941 dan t-tabel = 1,710 dengan taraf nyata yang digunakan adalah 0,05. Kesimpulan yang diperoleh adalah hasil belajar siswa yang menggunakan model kooperatif tipe make a match lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar yang menggunakan model konvensional, sehingga model make a match cocok untuk digunakan dalam pembelajaran SPLDV

Ansuryani Umar; Anetha L. F Tilaar; Victor R. Sulangi

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini berfokus pada ekperimentasi model blended learning pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Penelitian ini membandingkan rata-rata hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model blended learning dan model pembelajaran langsung. Populasi adalah seluruh kelas VIII SMP Negeri 2 Tondano, dan sampel yang menjadi subjek penelitian adalah kelas VIIIA (Kelas Eksperimen) dan kelas VIIIB (Kelas Kontrol). Metode yang digunakan adalah model eksperimen semu dengan desain Randomized Subjects Posttest Only Control Group Design. Hasil analisis Uji-t mendapatkan thitung = 2,67 > ttabel = 1,68 dengan taraf nyata α = 0.05. Hal ini berarti H1 diterima dan H0 ditolak. Kesimpulan nyang didapat adalah penggunaan model blended learning berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa.