Publication Search

67,356 articles from 564 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Dilma Rochmi Ashina Sarma; Agnes Istiharjanti; Mudy Oktiningrum

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Non-pharmacological therapies for managing dysmenorrhea include yoga exercises and clary sage aromatherapy. This pre-experimental research determined the effect of yoga exercises and clary sage aromatherapy to relieve dysmenorrhea pain scale among 11th and 12th-graders at Advanced High School Nurul Islami Semarang with a one-group pretest-posttest design. The population in this study consists of students from the XI and XII grades of Advanced High School Nurul Islami Semarang, 70 students, with a research sample of 42 respondents. The data collection technique for this research was purposive sampling. The numeric rating scale serves as the measuring tool. The statistical test conducted before and after yoga exercises and clary sage aromatherapy in this study is the Wilcoxon test, obtaining a p-value of 0.000 < 0.05. The result accepts the alternative hypothesis (Ha). This indicates that yoga exercises and clary sage aromatherapy relieve dysmenorrhea pain in 11th and 12th graders at Advanced High School Nurul Islami Semarang. The conclusion is that yoga exercises and clary sage aromatherapy have an impact on reducing dysmenorrhea.  

dian, Pramukti; Sri Sularsih Endartiwi; Istika Dwi Kusumaningrum; Novi Wulandari

jurnal ABDIMAS Indonesia 2024 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Dismenore adalah nyeri pada abdomen yang dirasakan sesaat sebelum atau pada saat menstruasi dan mengganggu aktifitas sehari-hari, bahkan sering kali mengharuskan penderita beristirahat dan meninggalkan aktifitasnya selama berjam-jam akibat nyeri haid. Latihan fisik dan olahraga akan mengakibatkan pelepasan endoprin, suatu substansi yang diproduksi oleh otak yang ambang rasa nyeri (Prawirohardjo, 2008). Glycine Max L atau sering disebut dengan kedelai merupakan salah satu tanaman jenis kacang-kacangan yang dapat membantu menurunkan nyeri haid. Mengkonsumsi makanan yang terbuat dari kacang kedelai dapat membantu merangsang produksi hormon estrogen saat menstruasi dan mengurangi peradangan serta nyeri menstruasi. Studi Pendahuluan di Trenclass SMA Muhammadiyah Wonosobo dengan wawancara secara langsung kepada 10 santriwati dengan hasil sebagian besar mengalami dismenore dengan skala nyeri ringan 4 snatriwati, skala nyeri sedang 6 santriwati. Ketika sedang dismenore dari 10 orang yang diwawancarai secara langsung mengalami gejala seperti mual, hilang nafsu makan, pusing, pinggang terasa sakit dan ada beberapa santriwati yang sampai tidak bisa menjalani aktivitas sehari-harinya. Penanganan yang biasa diberikan adalah 4 santriwati dengan kompres air hangat dan 6 santriwati lainnya menggunakan obat Pereda nyeri dengan jenis ibuprofen. 

Putu Mae Lovenya; MK Fitriani Fruitasari; Novita Anggraini

Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan 2024 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Dysmenorrhea is a gynecological complaint resulting from an imbalance of the hormone progesterone in the blood, resulting in pain. The impact of menstrual pain is very diverse, including young women being unable to walk, having difficulty sleeping, being in a bad mood, losing concentration in doing something, and so on. Gymnastics is a relaxation technique for experiencing dysmenorrhea. To find out nursing care for adolescents with reproductive disorders, dysmenorrhea, the design used in this scientific report is a case study. This case study results from the application of Evidence Based Practice (EBP), client K experienced moderate dysmenorrhea pain on a scale of 4 after being given the intervention, decreasing to mild pain on a scale of 2, client R experienced mild dysmenorrhea pain with a pain scale of 3 after being given the intervention, decreasing to mild pain on a scale of 1 and client S experienced mild dysmenorrhea pain with a pain level of 3 after being given the intervention, decreasing to no pain on a scale of 0. Applying Evidence Based Practice (EBP) it can be concluded that dysmenorrhea exercises can reduce the dysmenorrhea pain experienced by young women during menstruation.

Distya Maharani; Sri Hartutik

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Background: The problem of dysmenorrhea can be caused by lack of exercise, the age of menarche, the duration of menstruation, besides that the history of dysmenorrhea in the family is also a factor that can affect dysmenorrhea in adolescent girls. The incidence rate of dysmenorrhea in the world tends to be high. On average, more than 50% of teenagers suffer from dysmenorrhea. Dysmenorrhea gymnastics is a form of relaxation that is done to stretch the waist, abdominal and pelvic muscles that can provide comfort and can reduce pain. Objective : Knowing the change in the scale of pain in young women who experience dysmenorrhea before and after the application of dysmenorrhea. Method : This study uses a descriptive case study by observing 2 respondents of 17year old teenage girls who were given the implementation of dysmenorrhea exercises which was carried out during 3 meetings in 1 week with a time of ± 30 minutes per meeting. Result: After applying dysmenorrhea, there was a decrease in the pain scale and was included in the category of mild pain. Conclusion: This dysmenorrhea can reduce the scale of pain in young women who have dysmenorrhea.  

Chandrayani Chandrayani; Marry H. Rimporok; Irne Wida Desiyanti

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2022 Universitas Muhamadiyah Manado

Pendahuluan. Nyeri dismenore dapat menimbulkan rasa yang kurang nyaman pada seseorang dikarenakan oleh nyeri yang timbul untuk mengurangi rasa nyeri tersebut maka diberikan senam dismenore. Senam dismenore dapat meningkatkan pasokan oksigen sehingga nyeri dapat berkurang. Tujuan. Penelitian ini mengetahui apakah ada pengaruh senam dismenore terhadap penurunan dismenore. Metode. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian Pre-Eksperimental. Sampel diambil berdasarkan jumlah responden sebanyak 10 orang dengan menggunakan Accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi. Selanjutnya data yang telah terkumpul diolah dengan menggunakan program SPSS versi 16.0 untuk di analisa dengan uji statistik T-Dependen. Hasil. Hasil Uji T Dependen didapatkan p value = 0,000 artinya statistic ada perbedaan signifikan penurunan skala nyeri sebelum dan sesudah melakukan senam. Kesimpulan. dalam penelitian ini terdapat pengaruh senam dismenore terhadap penurunan dismenore pada remaja putri di SMA Muhammadiyah Manado. Diharapkan senam dismenore dapat diterapkan oleh siswi putrid sehingga dapat mengurangi dismenore saat haid.