Publication Search

59,950 articles from 482 journals · 1,579 citations tracked

Showing 1-12 of 12

Analytics

Mien Zyahratil Umami; Riris Kesawamurti Anggarani

Jurnal Pengembangan IPTeks Seni Kuliner, Tata Rias, dan Desain Mode 2022 Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang

Clothing is a cultural phenomenon that cannot be separated from the meaning of signs. It can be studied using a semiotic approach. A fantasy dress with the source of the Srikandhi puppet idea was associated with a fashion meaning. The purpose of this final project was to know the process of making ready to wear fantasy the new Srikandhi exotic dramatic style using a semiotic approach. The method used in this research was qualitative method. The data collection techniques used were observation, literature, interviews, and documentation. The process of making ready to wear fantasy, the new Srikandhi exotic dramatic style includes; determine fashion design, fashion design analysis, preparation of tools and materials, determine sizes, basic pattern making, material cutting, exhibitions, ironing of upholstery materials, process of sewing clothes, and finishing. Making ready to wear fantasy, the new Srikandhi exotic dramatic style using a semiotic approach must pay attention to various elements, such as designs, motifs, colors, and accessories so that it can be meaningful. The suggestions of this Final Project were; in making fantasy clothing should not eliminate the characteristics of the source of the idea. So that clothing can be created that matches the source of the idea.

Annisa Herayani

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2022 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Analysis of the title of the song "One Eye" by the band The Greenhouse Effect is backgrounded by the rapid development of this music among teenagers, therefore it aims to analyze the title of the song "Next to the Eye" by the Greenhouse Effect band using a semiotic approach and hermeutic reading to understand the meaning implied in the fragments of the lyrics. The method used is descriptive qualitative. The result of this study was that the form of signifier and sginified was found in the version of the song with a certain meaning. The lyrics of this song "One Eye" by ERK use a very good selection of language, not easy enough to capture the meaning but the lyrics contained can be directly touching when read.

Astry Meiranti; Widya Sugandi

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini membahas tentang kajian makna yang terkandung dalam puisi yang berjudul “Di lereng gunung” karya J.E Tatengkeng. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui makna yang terkandung disetiap kata pada puisi “Di lereng gunung”. Penelitian ini mendeskripsikan kajian makna yang terkandung dalam puisi “Di lereng gunung”. Metode analisis isi, yaitu dengan menggunakan pendekatan semiotika. Pendekatan semiotika digunakan untuk mengetahui bagaimana makna yang terkandung didalam puisi “Di lereng gunung” tersebut. Pendekatan semiotika merupakan pendekatan yang berhubungan dengan lapangan tanda yaitu pengertian suatu tanda. Dalam pengertian tanda ada dua yang difokuskan yaitu bentuk tanda biasa disebut dengan penanda, dengan prangko penandanya atau yang ditandai berdasarkan pemaparan terdahulu.

Novan Andrianto; Hasan Ismail

Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The Social Dilemma is a documentary film that premiered on September 9, 2020. Directed by Jeff Orlowski, the documentary film The Social Dilemma tells about the negative impact of using social media on society. The purpose of this study is to get an overview of the guide in the film The Social Dilemma. The method used in this study is qualitative, namely analyzing the signs in the film using Charles Sanders Pierce's semiotic theory and Computer-Mediated Communication. The results of the study illustrate that The Social Dilemma contains many signs in it. Every scene in the film successfully explains how social media can have a negative impactif used excessively. With an analysis carried out using Charles Sanders Pierce's semiotic theory and Computer-Mediated Communication, the film The Social Dilemma is considered to have been well-packaged.

Sudariyah Sudariyah

Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Da'wah through film is considered effective because film has advantages that other media do not have. Film media has advantages as a propaganda medium. Da'i in conveying his da'wah message can be played by a player character in a film production, it doesn't have to be a lecture like taklim. Indirectly, the audience does not feel that they are being lectured on. Da'wah messages in films are easier to convey to the public. The research used is qualitative research. This study describes how Roland Barthes's Semiotics analysis is contained in the film "Laa Tahzan" by Danial Rifki. Analysis of the film Laa Tahzan is presented in the form of image fragments using Roland Barthes' semiotic analysis. As a Muslim, you can determine a firm stance on invitations to follow the procedures for worship of other religions in a good way. That an Indonesian Muslim can survive in a foreign country (Japan) to be able to defend his faith and the level of trials in life remains the same and will apply as long as we live. It is certain that interfaith marriages will not be possible to realize the Sakinah family as the main purpose of carrying out marriages. In Islam, there are clear laws regarding marriage. Advise everyone who will marry should pay attention to the prospective bride.

Dinda Ilmi Nurfauziyah; Raisya Alipya

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna, gaya bahasa dan pesan-pesan yang terkandung dalam lirik lagu “Diri” yang dibawakan oleh Tulus. Di dalam lirik lagu “Diri” ini terdapat pesan-pesan yang mengandung motivasi tentang mental health yang berkaitan dengan self love. Hasil penelitian dalam lirik lagu diri memiliki makna pesan motivasi yaitu mencintai diri sendiri,  pada bagian pertama memiliki makna damai dengan diri sendiri. Bagian ke dua dan keempat memiliki persamaan makna yaitu bahwa diri manusia terlalu berhaga untuk terus menerus menerima luka. Lalu bagian ke tiga memiliki makna belajar mencintai diri sendiri dan berterima kasih kepada diri sendiri.

Misnawati Misnawati; Stefani Ratu Lestariningtyas; Nirena Ade Christy; Syarah Veniaty; Anwarsani Anwarsani +1 more

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan: (1) mengungkap proses penciptaan seni Pertunjukan “BAH” oleh Teater Tunas PBSI Universitas Palangka Raya;(2) mengungkap tanda yang berkaitan dengan aktivitas aktor pertunjukan “BAH” oleh Teater Tunas PBSI Universitas Palangka Raya;(3)mengungkap tanda yang berkaitan dengan penampilan aktor pertunjukan “BAH” oleh Teater Tunas PBSI Universitas Palangka Raya; dan (4) mengungkap tanda yang berkaitan dengan aspek ruang padapertunjukan “BAH” oleh Teater Tunas PBSI Universitas Palangka Raya; dan (5) mengungkap tanda yang berkaitan dengan akustik non-verbal. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semiotik pertunjukan.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan: (1) teknik perekaman, baik audio maupun audiovisual, (2) pencatatan, (3) wawancara yang mendalam, (4) studi kepustakaan dan analisis dokumentasi. Sumber data utama yang dianalisis adalah tuturan aktor dan sistem tanda dalam Pertunjukan “BAH” oleh Teater Tunas PBSI Universitas Palangka Raya. Temuan Penelitian: (1) terungkap kalau proses penciptaan seni Pertunjukan “BAH” oleh Teater Tunas PBSI Universitas Palangka Raya dimulai dari memilih naskah, menelaah/membedah naskah drama, membaca naskah drama, membagi peran, latihan pemeranan, penentuan tata pentas,  penentuan tata lampu, penentuan tata kostum, penentuan tata rias, dan pementasan drama. (2) Tanda yang berkaitan dengan aktivitas aktor adalah para pemain memerankan lakonnya masing-masing, mimiknya sudah sesuai, dan gerak tubuhnya juga sudah sesuai. (3) Tanda yang berkaitan dengan penampilan aktor secara umum sudah bagus. Mulai dari wajah, rambut, dan kostum sudah mewakili perannya masing-masing. (4) Tanda yang berkaitan dengan aspekruang sudah menarik, property panggung sudah sesuai dengan tuntutan naskah. Di tengah panggung terdapat kuburan keramat. Tata lampu panggung pun sudah menyinari pemain.(5) Tanda yang berkaitan dengan akustik non-verbal meliputi bunyi dan tata musik sudah bagus, seperti saat musik opening yang mampu membuat penonton terbawa dalam rasa mencekam dan menyeramkan. Saat adegan lucu pun musik yang dipilih dapat membuat penonton tertawa dan terhibur.

Wiendy RerefDianty; Dea Puspitasari; Astry Meirantic

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini membahas tentang kajian makna yang terkandung dalam puisi yang berjudul “ilusi” karya heri isnaini. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui makna yang terkandung disetiap kata pada puisi “ilusi”. Penelitian ini, merupakan penelitian deskriptif dengan metode analisis isi. Penelitian ini mendeskripsikan kajian makna yang terkandung dalam puisi “ilusi”. Metode analisis isi, yaitu dengan menggunakan pendekatan semiotika. Pendekatan semiotika digunakan untuk mengetahui bagaimana makna yang terkandung didalam puisi “ilusi” tersebut. Pendekatan semiotika merupakan pendekatan yang berhubungan dengan lapangan tanda yaitu pengertian suatu tanda. Dalam pengertian tanda ada dua yang difokuskan yaitu bentuk tanda biasa disebut dengan penanda, dengan prangko penandanya atau yang ditandai berdasarkan pemaparan terdahulu. Teknik pengumpilam data yang digunakan adalah teknik baca catat dan teknik analisis data. Setelah dilakukan analisis data diperoleh  Kesatu kumpulan puisi “ilusi” secara umum memuat Hasil penelitian semiotika pada puisi “Ilusi” dapat dilihat puisi tersebut menyatakan bahwa mata diibaratkan dengan ilusi diibaratkan dengan benda mati yang hidup. Makna yang terkandung dalam larik-larik tersebut didefinisikan sebagai yang kita lihat tidak sepenuhnya pasti, dalam tanah yang terlihat kosong saja mungkin terdapat suatu hal yang tidak kita tahu. Dan sepi tidak sama dengan kosong karena sepi adalah perasaan tersendiri yang muncul dalam jiwa seseorang, sedangkan kosong, ia adalah ilusi itu sendiri, tidak ada apa-apa, hanya ada udara yang jika bergerak kencang bisa berubah menjadi angin. Dari puisi “ilusi” dapat disimpulkan bahwa yang kita lihat belum tentu pasti.  

M. Zaki Alfriandi; Fitria Dwi Astuti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan simbol romantisisme pada salah satu puisi karya Heri Isnaini yang berjudul “Aku Membawa Angin”. Konsep romantisisme ini dilatarbelakangi oleh salah satu tokoh romantik dari Belanda yaitu Williem Kloos sebagai aliran filosofi atau konsep kesenian yang mengunggulkan perasaan, intuisi, dan imajinasi yang cenderung pada fenomena dan reaksi alam. Sumber data dalam penelitian ini adalah pada buku “Montase Sepilihan Sajak”. Dalam metodologi penelitiannya menggunakan metode deskriptif analisis dan bersifat kualitatif. Adapun prosedur langkah-langkah yang digunakan untuk pengumpulan data (1) membaca puisi tersebut, (2) mengidentifikasi nilai romantisme dalam puisi, (3) mencatat dan mendeskripsikan nilai romantisme puisi berdasarkan interpretasi dengan pendekatan semiotik yang digagas oleh Charles Sanders Peirce dan terakhir (4) menyusun hasil analisis. Hasil analisis puisi secara tekstual, simbol diksi angin dapat diartikan sebagai media pengirim pesan/perasaan yang diciptakan oleh Tuhan untuk membawa jiwa atau ingatan orang yang sedang kita pikirkan. Jika dikorelaskan dengan salah satu ciri romantisisme berkaitan dengan prinsip kembali ke alam sebagai ekspresi untuk mengemukakan perasaan romantik melalui lanskap imajinasi yang mengerucut pada reaksi-reaksi alam.  

Heri Isnaini; Yulia Herliani

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Artikel ini membahas ideologi eksistensialisme pada puisi “Prologue” karya Sapardi Djoko Damono. Tujuan penelitian ini yakni untuk menunjukkan konsep ideologi eksistensialisme yang dibangun melalui struktur puisi dan relasi makna pada puisi “Prologue”. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif analitik dengan memfokuskan pada data dan objek penelitian teks. Pembahasan ideologi eksistensialisme difokuskan pada aspek-aspek tanda yang terdapat pada puisi tersebut. Pada penelitian ini, ideologi eksistensialisme diejawantah berdasarkan relasi tanda yang muncul sebagai bagian dari representasi yang mewakili sesuatu yang lain. Tanda-tanda yang akan dianalisis mengacu penanda dan petanda. Representasi terhadap tanda ini akan merujuk pada makna eksistensialisme yang ada pada keseluruhan puisi. Selain itu, pembahasannya akan diperkuat dengan intertekstualitas, yakni keterkaitan puisi “prologue” dengan teks lain. Hasil penelitian ini menunjukkan struktur puisi, relasi tanda, tataran tanda, dan makna menunjukkan konsep ideologi eksistensialime mengarah pada konsep kesadaran manusia akan diri, lingkungan, dan Tuhannya. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan wacana atas konsep ideologi dalam puisi.    

Mila Marliani

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tulisan  ini  bertujuan membahas analisis penanda pada kumpulan puisi  Karya Moon Changgil dengan menggunakan teori semiotik Charles Sanders Peirce berdasarkan objeknya berupa ikon , indeks, dan simbol. Pembahasan tulisan ini berfokus pada aspek tanda yang muncul pada keseluruhan puisi tersebut. Selain itu pembahasan puisi akan memperhatikan relasi (hubungan-hubungan) di antara tanda-tanda yang muncul sehingga dapat menunjukkan tanda (sign) yang mempresentasikan sesuatu yang tidak hadir. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif . Puisi yang dikaji yaitu 3 puisi “Benteng’’, “Bayangan”, dan “Kembang Unifikasi”.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik membaca dan mencatat. Berdasarkan hasil analisis data yang didasarkan subjek berupa ikon, indeks, dan simbol yang ditemukan dalam Kumpulan puisi Apa yang Diharapkan Rel Kereta Api ini jelas mempunyai representasi  yang memiliki relasi dengan objek baik berupa ikon, indeks, dan simbol. Dalam kajian  ini diperoleh data yaitu sebagian besar teks puisi merupakan indeks,  sebagian kecil teks puisi merupakan ikon, dan terdapat simbol. Pada hubungan judul dan isi teks: judul sebagai indeks dan sebagai ikon bagi isi teks, sedangkan simbol hanya berwujud kata/ frase metaforik. Dari relasi ini muncul interpretant yang jelas akan menghasilkan interpretasi dalam memahami makna puisi tersebut.  

Gilang Ramadhan; Luqman Wahyudi; Agatha Dinarah Sri

Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Mempertahankan kualitas sebuah brand adalah hal yang mutlak dilakukan oleh perusahaan penyedia barang/jasa. Di era konsumerisme seperti saat ini, peluncuran sebuah produk tidak dapat lagi berdiri sendiri. Sebuah brand tidak akan bertahan lama jika tidak didukung oleh produksi tontonan yang menyertainya. Iklan televisi lebih lanjut berperan sebagai arena komodifikasi, dimana pesan iklan bukan lagi sekadar menawarkan barang dan jasa, melainkan juga menjadi semacam alat untuk menanamkan makna simbolik. Dalam hal ini iklan televisi Coca-Cola menampilkan penanda yang dapat dibaca dengan perspektif semiotika sebagai berikut: Produk global tidak lagi hanya dipandang sebagai komoditas luar yang memiliki sekat, tetapi sudah menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari dalam masyarakat umum dengan makna dan citra yang sesuai dengan karakternya.