Publication Search

56,082 articles from 441 journals · 1,579 citations tracked

Showing 1-7 of 7

Analytics

Rizqi Rahayu; Priyo Suseno, Dhony

Jurnal Teknik Sipil 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Umumnya quantity take off di Indonesia menggunakan spreadsheet Microsoft Excel berdasarkan pada gambar dua dimensi dengan berpedoman pada SMM (Standard Method of Measurement). Dalam industri konstruksi saat ini penggunaan aplikasi komputer untuk profesi quantity surveyor sangat disarankan, yaitu dengan menggunakan Building Information Modeling (BIM). BIM merupakan suatu sistem atau teknologi yang mencakup beberapa informasi penting dalam proses Design, Construction, and Maintenance yang terintegrasi pada pemodelan tiga dimensi (3D). Glodon Cubicost adalah salah satu dari berbagai jenis BIM untuk pekerjaan Quantity Take Off (QTO). Pada penelitian ini, analisis perbandingan quantity take off pada proyek tender pembangunan pabrik “X” di Jawa Timur menggunakan Microsoft Excel dan Glodon Cubicost. Hasil perbandingan tersebut untuk pekerjaan struktur beton bagian struktur atas (kolom, balok, dan lantai) diperoleh selisih 0,58% untuk pekerjaan beton, 0,18% untuk pekerjaan bekisting, dan 1,15% untuk pekerjaan pembesian. Hasil selisih menunjukkan bahwa quantity take off menggunakan Microsoft Excel lebih besar dibandingkan menggunakan Glodon Cubicost. Quantity take off menggunakan Glodon Cubicost dapat mengurangi budget RAP (Rencana Anggaran Pelaksanaan) 0,511% dari RAB (Rencana Anggaran Biaya).

Faizal, Faizal Mahmud; Widiatmoko, Kukuh Wisnuaji

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Keberhasilan pelaksanaan dalam Manajemen K3 pada pekerjaan kosntruksi berhubungan erat dengan sikap dan kepatuhan personal baik melalui sikap pekerja ataupun dari manager pekerjaan untuk penerapan peraturan pelaksanaan kebijakan Manajemen K3. Bidang konstruksi merupakan satu hal pekerjaan yang memiliki kompleksitas yang tinggi dan melibatkan berbagai unsur. Peneliti melakukan penelitian pada pola dan kinerja penerapan K3 pada saat pelaksanaan pembangunan sampai dengan selesai. Pada proyek pembangunan ini. Populasi dari penelitian merupakan seluruh pekerja konstruksi di Pekerjaan Ruang Rawat Inap RSU Williambooth Semarang sebanyak 40 orang. Incidental Sampling digunakan untuk pengambilan sampel dengan memilih responden dilokasi dan dijumpai peneliti ketika melakukan observasi lapangan. berdasarkan hubungan pelaksanaan program K3 dengan kepatuhan pekerja dalam penggunaan APD belum sepenuhnya konsisten karena petugas K3 belum tegas dalam menegur pekerja yang tidak patuh menggunakan APD, program inspeksi K3 belum rutin dilaksanakan pada beberapa lokasi sebelum mulai bekerja. Hal yang mempengaruhi kepatuhan pekerja dalam menggunakan APD salah satunya tentang pengetahuan mengenai kegunaan APD pada urutam pertama, selanjutnya faktor penyelenggaraan SMK3 pada urutan ke 2, dan faktor perilaku / kepatuhan pekerja pada urutan ke 3. Penerapan dari program inspeksi K3, pengawasan K3, penerapan safety morning dan toolbox meeting juga belum sempurna.

Koko Heru Satmoko; Achmad Djunaedi; Fitri Nugraheni

Ocean Engineering : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Tunneling construction is important to get more attention because considering the magnitude of the risks from this work such as the instability of the carrying capacity of the soil around the construction which can cause collapse during dredging or installation of tunneling walls, or and other problems such as lack of oxygen intake for workers who are carrying out tunneling excavations , the presence of toxic and flammable gases, or falling objects that can result in minor accidents or even death. The purpose of this study is to make a visual assessment through certain media (photos/videos) that can be done quickly regarding the existing conditions of the environment/work, whether the work carried out meets work safety standards, work safety regulations and so on. Rapid assessment can assume that what happened in the field at that time was a reflection of previous work. From the results of the study there were 58 variables which were divided into 4 main variables which were assessed based on the WBS and 26 photos of the environment of the Manikin Dam Tunneling development project taken from several sides. Calculations were made using the results of data from 6 informants, resulting in a P(H | Ecomb) value of 0.932 or a probability of 93.2%, which means that the tunnel work according to the 6 informants was carried out safely. The final value obtained from the analysis is almost close to 1 and all the results of the analysis from the 6 informants are more than 67%.

Aldo Dwizadana Akbar; Gede Sarya

Jurnal Teknik Sipil 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Abstract. Delays in project completion can be caused by ineffective project management, modifications to specifications made by planners, and delays in material procurement. SP road preservation construction project completion. ITCHI – SP. 3 Riko Segment II could be delayed as a result of alterations to piling specifications by the planner and delays in the procurement of piles. An effective and efficient network and the acceleration of project activities are required to prevent project completion delays. In this study, activities on the project's critical path are analyzed using the Critical Path Method and Microsoft Project 2013 software. The purpose of this research is to analyze the activities on the project's critical path, as well as the cost and duration of work items on the project's critical path. Additionally, the duration of the SP road preservation construction project will be analyzed. After expediting work along the critical path, ITCHI – SP. 3 Riko Segment II was completed. The original project completion time of 344 calendar days can be shortened to 240 calendar days for a fee of IDR 51,153,849,429.30. Keywords: Critical Path Method, Microsoft Project 2013, Project acceleration. Abstrak. Keterlambatan penyelesaian proyek dapat disebabkan oleh manajemen proyek yang tidak efektif, modifikasi spesifikasi yang dilakukan oleh perencana, dan keterlambatan pengadaan material. Penyelesaian proyek pembangunan preservasi jalan SP. ITCHI – SP. 3 Riko Segmen II dapat mengalami keterlambatan akibat perubahan spesifikasi tiang pancang oleh perencana dan keterlambatan pengadaan tiang pancang. Jaringan kerja yang efektif dan efisien serta percepatan kegiatan proyek diperlukan untuk mencegah keterlambatan penyelesaian proyek. Pada penelitian ini, aktivitas pada jalur kritis proyek dianalisis menggunakan Critical Path Method dan software Microsoft Project 2013. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aktivitas pada jalur kritis proyek, serta biaya dan durasi item pekerjaan pada jalur kritis proyek. Selain itu, durasi proyek pembangunan preservasi jalan SP akan dianalisis. Setelah mempercepat pekerjaan di sepanjang jalur kritis, ITCHI – SP. 3 Riko Segmen II selesai. Waktu penyelesaian proyek yang semula 344 hari kalender dapat dipersingkat menjadi 240 hari kalender dengan biaya Rp 51.153.849.429,30. Kata Kunci: Critical Path Method, Microsoft Project 2013, Percepatan Proyek

Siswanto, Agus Bambang; Usman Wijaya; Widawati , Enny

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Jalan Lingkar Utara Brebes-Tegal merupakan jalan arteri primer yang terletak di koridor Pantai Utara Jawa (Pantura) Jawa Tengah yang melintasi Kabupaten Brebes (12,385 km) dan Kota Tegal (4,715 km), jalan ini dibangun dengan tujuan untuk memecah kepadatan lalu lintas yang terjadi di Pusat Kota Brebes dan Kota Tegal. Pada tahun 2010, pembangunan Jalan Lingkar Utara Brebes-Tegal mulai dilaksanakan. Namun pada tahun 2013 kegiatan pembangunan untuk sementara berhenti karena adanya beberapa permasalahan, salah satunya adalah kondisi tanah pada sebagian lokasi pembangunan berupa rawa-rawa dan tambak sehingga daya dukung tanah rendah yang mempengaruhi konsstruksi jalan diatasnya. Kondisi ini dimulai dari STA. 8+800 sampai dengan STA.17+377 dari arah Brebes ke arah Tegal. Oleh karena itu, pada desember 2019 proyek dilanjutkan kembali dengan perubahan design adanya perbaikan tanah dasar agar dapat menahan beban konstruksi jalan dan lalu lintas yang melintas. Perbaikan tanah yang dilakukan dengan menggunakan geotekstil, PVD dan PHD dalam proses pekerjaan timbunan tanah pilihan sehingga mampu meningkatkan  nilai CBR pada subgrade menjadi lebih baik (CBR lebih tinggi). Selain itu dalam pekerjaan konstruksi jembatan perlu menggunakan pile slab untuk mencegah kegagalan timbunan yang tinggi.

Anwar, Muhammad Saiful; Sasongko, Januar

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Perkembangan teknologi dalam bidang rekayasa struktur memberikan dampak signifikan terhadap proses perencanaan dan analisis pondasi gedung. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan analisis Value Engineering pada struktur pondasi footplat Gedung UPT Logam Kota Pasuruan dengan fokus pada optimalisasi dimensi dan jumlah pondasi guna mencapai efisiensi biaya tanpa mengorbankan kualitas. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan pengumpulan data dimensi dan biaya pondasi eksisting. Pengujian dilakukan menggunakan perangkat lunak STAAD.Pro untuk menganalisis pengaruh perubahan dimensi pondasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan merekomendasikan ukuran baru pondasi 180 x 180 x 40 cm, penghematan biaya sebesar 29% tercapai dibandingkan dengan dimensi awal 210 x 210 x 50 cm dan 240 x 240 x 50 cm. Penggunaan ukuran baru ini tidak hanya memungkinkan efisiensi biaya, tetapi juga mempertahankan kualitas dan performa struktural yang sesuai. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa penerapan value engineering memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan proyek konstruksi dengan efisiensi biaya, pengawasan mutu yang baik, dan kelancaran pelaksanaan, memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan industri konstruksi yang berkelanjutan.

Bambang Tutuko; Hari Setijo Pudjiharjo; Budiono Joko Nugroho; Tara Bima Santosa

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Dalam kegiatan proyek konstruksi hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu mutu (quality) dan waktu (time). Sebuah proyek konstruksi terdiri dari lingkup pekerjaan yang spesifik, terjadwal dari performa hasil proyek yang telah ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mutu dan waktu pada pelaksanaan lingkup pekerjaan proyek konstruksi bangunan Gedung, untuk mengetahui seberapa besar faktor-faktor tersebut terhadap kinerja waktu pelaksanaan proyek konstruksi. Metedologi penelitian menggunakan metode kuantitatif. Data diperoleh melalui survey dengan cara pengambilan kuesioner. Responden adalah perusahaan BUMN dan Swasta di Kota Surabaya sebanyak 45 sampel. Data dianalisis dengan bantuan perhitungan metode statistik deskriptif, yaitu menganalisa data-data dari kuesioner untuk menentukan mean kemudian menghitung nilai Indeks Kepentingan Relatif (IKR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu dan waktu menentukan interval sangat berpengaruh, berpengaruh, kurang berpengaruh dan tidak berpengaruh dalam pelaksanaan lingkup pekerjaan bangunan Gedung tinggi di Kota Surabaya.