SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

18,679 articles from 385 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-10 of 10

Analytics

Trezita A. S. Onibala; Rosiah J. Pulukadang; Anetha L. F. Tilaar

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Kesulitan belajar yang terlihat saat observasi di SMA Negeri 1 Tompaso menjadi pemicu dilakukannya penelitian ini. Masalah muncul dari beberapa kendala, seperti kemungkinan peningkatan hasil belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hasil penggunaan model Problem Based Learning berbasis blended learning. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan desain kelompok eksperimen pra dan pasca tes. Sampel diambil dari kelas XI MIPA 3 dan XI MIPA 1 yang masing-masing berjumlah 22 siswa. Kelas-kelas ini normal dan homogen dan masing-masing berfungsi sebagai kelompok eksperimen dan kontrol. Dengan menggunakan uji-t untuk menguji data penelitian, diketahui bahwa nilai thitung = 3,7598 > ttabel = 1,6819 dengan taraf signifikansi = 0,05 menunjukkan menolak H0 dan menerima H1. Konsekuensinya, keefektifan model blended learning problem based learning berdampak pada hasil belajar siswa.

Muhartini, Muhartini; Amril Mansur; Abu Bakar

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pembelajaran Kontekstual  Dan Pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Pendekatan yang dipakai adalah penelitian murni kepustakaan (library research). Data diperoleh dari bahan bacaan yang diperoleh peneliti dari buku-buku, artikel-artikel yang termuat dalam cetak. Data dikumpulkan dan dipilah-pilah untuk mengisi jawaban dari pertanyaan penelitian yang dirumuskan. Analisa menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis) untuk mendapatkan informasi terkait Pembelajaran Kontekstual  Dan Pembelajaran Problem Based Learning. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah Pembelajaran kontekstual merupakan suatu pembelajaran yang mengkaitkan kontekstual sehari-hari pada materi pembelajaran sehingga siswa mampu memaknai pengetahuan/ ketrampilan yang dipelajarinya serta secara fleksibel dapat menerapkan pengetahuan/ ketrampilan yang dimilikinya dari suatu permasalahan/konteks ke permasalahan yang lainnya. Pendekatan kontekstual melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran kontekstual, yaitu : konstruktivisme (contruktivisme), menemukan (inquiri), bertanya (question), masyarakat belajar (learning comunity), pemodelan (modeling), refleksi, penilaian yang sebenarnya (aunthentic asesment). Pembelajaran berbasis masalah (Problem-based Learning) merupakan salah satu model yang tepat dikembangkan  dalam pembelajaran teknologi untuk merespon isu-isu peningkatan kualitas pembelajaran teknologi dan antisipasi perubahan-perubahan yang terjadi di dunia kerja. Karakteristik dan Tahapan Pembelajaran Model Problem-Based Learning. Pembelajaran berbasis masalah dikembangkan terutama untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, dan ketrampilan intelektual, belajar tentang berbagai peran orang dewasa dengan melibatkan diri dalam pengalaman nyata atau simulasi, dan menjadi pembelajar yang otonom dan mandiri.  

Hariana Gultom, Febrina; Saida Ulfa; Henry Praherdiono

International Journal of Education and Literature 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study aims to find out whether there is an influence of the Problem Based Learning-Computational Thinking (PBL-CT) model on analytical thinking skills in terms of students' interest in Natural Sciences subjects. This research was conducted at the Kalam Kudus Christian Middle School in Malang in the 2022/2023 academic year. The design used in this study was a non-equivalent group design quasi-experiment. Retrieval of data using ten essay questions which are made according to indicators of analytical thinking ability and students' interest in science is measured by using a questionnaire.  Data analysis was carried out by the Two Way Anova parametric test. Based on the results of the analysis carried out, the results were obtained: (1) there were differences in analytical thinking skills between students who were taught using the Problem Based Learning and Problem Based Learning - Computational Thinking (PBL-CT) learning models with a significance <0.05. (2) there is no difference in the ability to think analytically between students who have a high, medium, and low interest in learning science as shown by a significance value of 0.748 > 0.05. (3) there is an interaction between Problem Based Learning - Computational Thinking (PBL-CT) on students' analytical thinking skills in terms of students' interest in natural science subjects with a significance value of <0.05

Rahmatiah, Rahmatiah; Besse Syukuroni Baso

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Tujuan  penelitian  ini  yaitu  untuk  mengetahui Implementasi Model Problem Based  Learning  (PBL)  dalam  Meningkatkan  Hasil  Belajar  Bahasa  Indonesia  V UPT  SDN  11  Kabupaten  Soppeng.  Skripsi  Sarjana  Pendidikan  Guru  Sekolah Dasar   meningkatkan   hasil  belajar   bahasaindonesiadi  Kelas  V  UPT  SDN   11 Kabupaten  Soppeng. Adapun  jenis  penelitian  ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK)  dan  subjek  penelitian  ini adalah  murid  di kelas V UPT SDN  11Soppeng yang  berjumlah  28 orang.  Teknik  pengumpulan  data  menggunakan  observasi,  tes, dan   dokumentasi.   Teknik   analisis   data   menggunakan   rumus   rata-rata   nilai, persentase  ketuntasan belajar dan data observasi.  Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa  pembelajaran  menggunakan  model Problem  Based  Learning  (PBL) dapat meningkatkan   hasil  belajar   bahasaindonesiadi  UPT   SDN   11Soppeng.   Hal  ini dapat   dibuktikan   dari   rata-rata   nilai   murid   yang   sebelum  diterapkan   model pembelajaran  Problem   Based   Learning   (PBL)   adalah   68,   dan   murid   yang mendapatkan nilai di atas 72  adalah 43%.  Dari hasil siklus I rata-rata nilai murid memperoleh 63, dan murid yang mendapatkan nilai di atas 72 adalah 50%. Setelah siklus  II  diperoleh  rata-rata  nilai murid  77,91,  dan murid  yang mendapatkan nilai di atas  70  adalah  90.55%  menunjukkan  bahwa  adanya  peningkatan  hasil belajar bahasaindonesiadengan  menggunakan  model  pembelajaran  Problem  Based Learning (PBL).    

M. Farhan Faranza Alfansa; Utin Desy Susiaty; Marhadi Saputro

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar siswa ditinjau dari self-regulated learning. Adapun bentuk penelitian yang digunakan yaitu desain faktorial (factorial design) modifikasi dari desain true experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X SMA Negeri 1 Kembayan yang terdiri dari tiga kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 2 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Instumen penelitian berupa soal tes dalam bentuk essay. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis satu jalan sel tak sama dengan uji normalitas menggunakan uji Lilifors dan homogenitas menggunakan Uji Bartlett. Hasil penelitian setelah diterapkannya model pembelajaran problem based learning diperoleh bahwa: (1) hasil belajar siswa dengan kategori self regulated learning tinggi lebih baik dari pada siswa yang memiliki kategori self regulated learning sedang, (2) hasil belajar siswa dengan kategori self regulated learning tinggi lebih baik dari pada siswa yang memiliki kategori self regulated learning rendah, dan (3) hasil belajar siswa dengan kategori self regulated learning sedang lebih baik dari pada siswa yang memiliki kategori self regulated learning rendah.    

Manek, Fransiska; Prasetyo, Nugroho Aji; Mitasari, Zuni

JOURNAL OF BIOLOGY LEARNING 2022 Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

This study aims to determine the effect of a combination of Discovery Learning and Problem Based Learning on the problem solving abilities of class X students at SMA Negeri 9 Malang. The method used in this research is quasi-experimental with a quantitative approach. Data collection techniques used were interviews, problem-solving ability tests, sheet validation and documentation. The results showed that there was a significant influence on the problem solving abilities of students using a combination of Discovery Learning and Problem Based Learning models in biology class X IPA Malang State High School which can be seen from the sig (2tailed) value of 0.002<0.05. The combination of the Discovery Learning model with Problem Based Learning provides opportunities for students to be actively involved in the learning process to solve problems that occur in everyday life starting from finding problems, analyzing problems to drawing conclusions

Yeni Widiawati; Nurmaningsih Nurmaningsih; Rahman Haryadi

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif yang menggambarkan penerapan model pembelajaran problem based learning berbantuan edugame interaktif nearpod terhadap kemempuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini menggunakan bentuk pre-Eksprimental Designs. Alasan peneliti menggunakan bentuk penelitian ini karena peneliti menggunakan satu kelas sampel, dimana satu kelas tersebut akan dijadikan sebagai kelas eksperimen. Pada kelas sampel pertama akan diberikan tes awal (pre-test) kemudian siswa diberi perlakuan dengan menerapkan model pembelajaran problem based learning berbantuan edugame interaktif nearpod pada materi SPLTV, setelah itu dilakukan pengukuran terhadap siswa dengan memberi tes akhir (pos-test). Penelitian ekperimen ini menggunakan rancangan One-Grup Pretest-Posttest Design. Pada rancangan ini terhadap Pretest sebelum diberikan perlakuan sehingga hasil perlakuan Posttest dapat diketahui lebih akurat, karena membandingkan dengan keadaan sebelum diberikan perlakuan. Berdasarkan hasil pengolahan data penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, secara umum dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui model pembelajaran problem based learning berbantuan edugame interaktif nearpod dalam materi SPLTV kelas X MAN Bengkayang berjalan dengan efektif sehingga meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.

Hermanto, Mahdiyah; Hujjatusnaini, Noor; Nirmalasari, Ridha

JOURNAL OF BIOLOGY LEARNING 2022 Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

This study aims (1) to determine whether the guided inquiry learning model has an effect on the students' science process skills, (2) to find out whether the PBL learning model affects the students' science process skills, (3) to find out the differences in the students' science process skills. VII SMPN 5 Dusun Selatan which uses the guided inquiry learning model and the PBL learning model. The method in this research is comparative quantitative. The research design used was the Nondomized Control Group Pretest-Posttest Design. The instrument used was a test in the form of multiple choice questions totaling 25 questions and an observation sheet for students' science process skills. The research sample was students of class VII A and class VII B at SMPN 5 Dusun Selatan. The data collection technique was carried out using the observation method of students' science process skills and learning outcomes tests. The data were analyzed descriptively. The results of this study show that (1) the value of the science process skills of students using the guided inquiry learning model has an average value of 92%, (2) the value of the science process skills of students using the PBL learning model has an average value of 96 %, (3) the difference in the science process skills of students who are taught using the guided inquiry learning model and the PBL learning model, it can be seen from the results of the average value obtained that there are differences, where the PBL learning model has a higher average value than the learning model. guided inquiry. The learning outcomes of the guided inquiry class had an average score of 39 on the pretest and 68 on the posttest. Meanwhile, the average value of the pretest in the PBL class was 40.4 and the posttest score was 69.3. These results indicate that the guided inquiry learning model and the PBL learning model can improve students' learning outcomes and science process skills.

Reza Sukma Nugraha; Farhah, Eva; Yunus Anis, Muhammad; Arummi, Afnan; Nurul Hidayati, Tri Yanti

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2022 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Dalam pembelajaran bahasa Arab, keterampilan bahasa, yaitu menyimak (istima’), membaca (qira`ah), menulis (kitabah), dan berbicara (kalam) berkaitan dengan keterampilan penerjemahan. Penerjemahan sebagai proses pengalihan makna dari bahasa sumber ke bahasa sasaran perlu dimiliki oleh pembelajar bahasa, termasuk siswa-siswa madrasah yang mempelajari Bahasa Arab sebagai mata pelajaran wajib. Namun demikian, dalam proses pembelajaran dan praktiknya, pembelajar kerap menemukan masalah, yaitu kurangnya pemahaman mengenai ragam teks dan keterampilan penyuntingan teks. Hal tersebut yang dialami oleh siswa-siswa MAN 1 Karanganyar sehingga dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yaitu pelatihan penyuntingan teks sastra terjemahan Arab-Indonesia oleh Tim Research Group Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret (UNS). Kegiatan berlangsung secara sinkron melalui media Google Meet dan Google Form dengan metode ceramah, demonstrasi, drilling, dan problem based learning (PBL). Melalui kegiatan pelatihan ini, peserta yang terdiri atas siswa kelas X IPA mempelajari teknik penerjemahan dan praktik menerjemahan teks cerita pendek. Setelah itu, mereka mempelajari penyuntingan teks berdasarkan hasil praktik penerjemahan yang dilakukan. Dengan demikian, para peserta mampu menerjemahkan teks sekaligus menyunting terjemahan tersebut.

Syahid Faturrojak; Dewi Septiani Kurniasih

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

  Underachieving students are not caused by their lack of ability, but can be caused by a lack of motivation to learn. The purpose of this research is to increase students' learning motivation through the application of the Problem Based Learning model. The research was conducted quantitatively using a descriptive survey method. The results of this study indicate that efforts to apply the Problem Based Learning learning model which is supported by giving appreciation or awards to students have been able to stimulate students' learning motivation.