Publication Search

64,198 articles from 521 journals · 1,579 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Krismiyarsi; Hadi Karyono; Kunarto; Mahmuda Pancawisma Febriharini

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kenakalan remaja merupakan fenomena sosial yang semakin kompleks dan menjadi tantangan serius dalam kehidupan masyarakat, khususnya di lingkungan panti sosial pelayanan anak. Berbagai bentuk kenakalan remaja seperti pelanggaran tata tertib, pergaulan bebas, penyalahgunaan media digital, hingga tindakan yang berpotensi melanggar hukum menunjukkan pentingnya pembinaan karakter dan kesadaran hukum sejak dini. Kurangnya pemahaman tentang norma hukum, lemahnya kontrol diri, serta pengaruh lingkungan sosial menjadi faktor yang mendorong terjadinya perilaku menyimpang pada remaja. Kegiatan penyuluhan hukum yang dilaksanakan oleh Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus (UNTAG) Semarang di Panti Sosial Pelayanan Anak Tawangmangu, Karanganyar bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum, membangun karakter positif, serta memberikan pemahaman kepada remaja mengenai konsekuensi hukum dari setiap tindakan yang dilakukan. Metode yang digunakan berupa pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan simulasi kasus sederhana yang dekat dengan kehidupan remaja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan hukum mampu meningkatkan pemahaman remaja terhadap norma hukum dan sosial, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perilaku disiplin dan tanggung jawab, serta mendorong terbentuknya sikap preventif terhadap tindakan kenakalan. Dengan demikian, penyuluhan hukum menjadi salah satu strategi efektif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kenakalan remaja melalui pembinaan kesadaran hukum dan penguatan karakter sejak usia dini.

Fadia Puja Ainun; Heni Setya Mawarni; Ratna Sari Dewi

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pendidikan karakter merupakan sesuatu yang sedang ramai mendapat perhatian di era society 5.0 ini. Yang mana di era society 5.0 sekarang ini banyak terjadi perilaku menyimpang yang disebabkan oleh pesatnya kemajuan dari teknologi, sehingga pendidikan karakter sangat dibutuhkan untuk meminimalisir terjadinya perilaku penyimpangan. Pendidikan karakter dilakukan sebagai upaya untuk menginternalisasikan nilai-nilai karakter kedalam setiap individu manusia. Dengan demikian, maka terdapat proses perubahan perilaku dan sikap dari yang awalnya tidak baik menjadi lebih baik. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui serta melihat bagaimana idealnya peran pendidik dalam menciptakan dan mengelola ruang kelas yang berkarakter, sehingga ruang kelas tersebut dapat menjadi lingkungan yang ideal bagi peserta didik untuk mengembangkan diri, serta potensi yang dimiliki. Selain itu juga membahas mengenai bagaimana kondisi pengelolaan kelas yang banyak terjadi pada saat ini, tantangan penerapan ruang kelas berkarakter, dan peran masyarakat serta lingkungan keluarga dalam mewujudkan ruang kelas berkarakter. Maka dalam analisis ini, disertakan berbagai alasan yang melatarbelakangi mengapa pendidik dijadikan poros dan membentuk ruang kelas berkarakter, serta bagaimana peran peserta didik dalam prosesnya.

Robingun Suyud El Syam; Andika Saputra; Azah Zumroh; Nurlita Dwi Oktavia; Supangat Supangat +2 more

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Realitas kenakalan remaja tealah merambah sampai di pedesaan, maka perlu langakah strategis menggerakan remaja lokal untuk menyadari betapa bahaya dampak dari perilaku tersebut. Artikel bertujuan mendeskripsikan tentang kegiatan pendampingan dan sosialisasi pemahaman bahaya kenakalan remaja melalui Forum Anak Kreatif Wonosobo (Forkos) di Desa Pakuncen Kecamatan Selomerto. Metode pendampingan sosialisasi ini melalui empat langkah, yaitu koordinasi, sosialisasi, tindak lanjut dan evaluasi. Kesimpulan bahwa, 1) kegiatan sosialisasi  bahaya kenakalan remaja sangat bermanfaat dimana pada awalnya mereka tidak memahami secara factual dampaknya. Hal ini memberi sumbangsih pemahaman pentingnya pola hidup sehat, menjauhi perilku menyimpang mengingat dampaknya sistemik bagi  kehidupannya, 2) kegiatan tindak lanjut berupa pembentukan kelompok FGD diperlukan guna pemahaman di atas meluas pada lingkungan bergaul mereka. Kesimpulan memfokuskan pembaca pada hasil penting dan bagaimana mereka mengisi kesenjangan penelitian, kebaruan penelitian dan kontribusinya serta implikasinya pada area studi yang lebih luas.  

Rahma Aulia; Rula Azmi Fath; Muhammad Difa Darusallam; Meity Suryandari

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Perubahan zaman membawa dampak bagi seluruh Negara. Dengan adanya perubahan zaman, pola pikir manusiapun ikut berubah. Perubahan zaman membawa dampak positif maupun negatif. Perubahan ini terjadi karena adanya Globalisasi. Peranan keluarga dalam pembimbingan generasi muda cukup dominan. Pembentukan perilaku yang positif yang harus dimiliki oleh setiap orang warga negara yang baik, bermula dari keluarga menurut Jamaludin Ancok dikutip Hendriyati Agustiani dalam buku “Psikologi Perkembangan” menyatakan bahwa pada saat ini pembinaan terhadap kaum remaja belum menemukan format yang maksimal. Perilaku remaja yang akhir-akhir ini marak, berupa tawuran, perjudian, dan berbagai kenakalan remaja lainnya,dianggap sebagai akibat dari proses keterasingan dari kehidupan yang wajar. Perilaku-perilaku menyimpang seperti itulah masih terjadi di kampung dan di desa, bukan kota besar saja, semisal di kampung Sinar Rejo masih adanya krisis moral yang terjadi antar kaum remaja.

Marta Imelda Br Sianturi; Elvipson Sinaga; Khairunnisa Batubara

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2022 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Sosialisasi ini membahas tentang Sosialisasi Peran Mahasiswa Dalam Menyikapi Pengaruh Negatif Media Sosial untuk Kesehatan Reproduksi di Kelurahan Kemenangan Tani. Pada saat ini dampak negatif dari media sosial sangat banyak dialami oleh remaja. Tujuan dari kegiatan sosialisasi adalah untuk menyikapi bagaimana sebenarnya perkembangan media sosial saat ini terhadap kesehatan reproduksi khususnya pada remaja yang sangat berdampak pada pola pikir tetang kesehatan reproduksinya. Menyikapi semakin bebasnya penggunaan media sosial yang berdampak negatif terhadap kesehatan reproduksi remaja. Maka dilakukan sosialisasi dengan tujuan untuk mengetahui peran mahasiswa dalam menyikapi pengaruh negatif dari media sosial untuk kesehatan reproduksi di kelurahan kemenangan tani. Hasil dari sosialisasi ini menyimpulkan bahwa terdapat beberapa pengaruh negatif yang timbul dari media sosial pada remaja kemenangan tani salah satunya adalah kurangnya niat untuk belajar, kurangnya interaksi sosial, adanya masalah pada reproduksi remaja, dan terjadinya perilaku yang menyimpang. Maka untuk menangulangi masalah tersebut yaitu dengan memberikan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, pembatasan penggunaan media sosial, peningkatan peran keluarga dalam memberikan hal-hal yang positif. Oleh karena itu sebagai mahasiswa khususnya mahasiswa kesehatan harus kita berikan pengetahuan lebih mengenai kesehatan reproduksi, supaya mereka dapat menyampaikan kepada remaja lainnya bahwa penggunaan media sosial yang salah dapat mengganggu kesehatan reproduksi.