Publication Search

70,860 articles from 625 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-7 of 7

Analytics

Muhammad Sholih Hafidhuddin; Muh Fatahillah Suparman

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Proses belajar siswa muslim tidak hanya melibatkan kemampuan berfikir (akal), tetapi juga kemampuan dalam mengelola perasaan (emosi). Ketidakseimbangan antara emosi dan akal dapat mengganggu fokus, ketekunan, hingga hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keseimbangan emosi dan akal pada siswa muslim dalam proses belajar, serta peranan lingkungan pesantren dan pendidik dalam membentuk keseimbangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi langsung dan kajian Pustaka. Observasi langsung dilakukan di Pondok Pesantren KMI Ibnu Abbas Klaten yang menaungi santri setingkat SMP dan SMA. Data dari observasi diperkuat dengan kajian pustaka dari berbagai penelitian dan berbagai teori psikologi Pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri yang mengendalikan emosinya dengan baik, cenderung lebih focus, tenang, dan tekun dalam proses pembelajaran. Santri tersebut juga mampu menerima teguran tanpa menunjukkan reaksi emosional yang berlebihan. Peran guru, ustadz dan musyrif yang mengedepankan keteladanan, keseimbangan antara kelembutan dengan ketegasan, serta penanaman adab sebelum ilmu terbbukti memberikan kontribusi yang besar tehadap keseimbangan emosi dan akal santri. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa keseimbangan emosi dan akal yang didukung oleh nilai-nilai islam berperan penting dalam peningkatan hasil belajar siswa muslim.

Suy, Ina Naomi; Mujiono, John Gershom; Setiawan, Yusak Agus

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan guru menurut perspektif Alkitab, khususnya Amsal 23:19–29, dalam mengatasi kenakalan peserta didik di SMP Bhakti Insani Bogor. Fenomena kenakalan remaja di sekolah menjadi tantangan serius yang memerlukan pendekatan holistik, baik dari aspek pendidikan formal maupun nilai-nilai iman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan guru dalam perspektif Amsal mencakup tiga dimensi utama. Pertama, guru berperan sebagai pengarah jalan yang benar, yakni memberikan bimbingan moral, spiritual, dan sosial agar peserta didik menghindari perilaku yang merugikan diri dan lingkungan. Kedua, guru berperan sebagai pendidik dengan dedikasi, yang diwujudkan melalui perhatian, pengajaran yang membangun karakter, dan keteladanan hidup. Ketiga, guru berperan sebagai penasihat yang mendorong peserta didik menghindari pertengkaran, melatih pengendalian diri, serta membangun relasi yang sehat dengan sesama. Temuan ini menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Amsal 23:19–29 relevan untuk diterapkan dalam konteks pendidikan modern, khususnya dalam pembinaan perilaku siswa. Dengan demikian, penerapan prinsip-prinsip biblis dalam peranan guru dapat menjadi strategi efektif dalam mencegah dan mengatasi kenakalan peserta didik, serta membentuk karakter yang takut akan Tuhan, bertanggung jawab, dan mampu hidup harmonis di tengah masyarakat.

Eprinda Nurro'in Habibah; Binti Maunah

RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan 2025 Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

This study focuses on the development of student character, particularly in terms of discipline and responsibility, at SMPN 1 Ngunut, an outstanding school in Tulungagung Regency. Seventh-grade students are in a transitional phase from elementary to junior high school, making them vulnerable to the influences of their environment and the changing times. Based on observations, many students have not yet demonstrated disciplined behavior, such as arriving on time, completing tasks, cheating during exams, and not paying attention to teachers while learning. This study aims to identify effective Social Studies (IPS) teaching strategies for shaping students' character. The research focuses on (1) the role of teachers as demonstrators in developing disciplined and responsible character through IPS learning, (2) effective strategies employed by teachers to cultivate discipline and responsibility in students, and (3) potential solutions to improve the quality of IPS learning in instilling discipline and responsibility. The method used is descriptive qualitative research with a case study approach. The findings show that (1) IPS learning in the seventh grade at SMPN 1 Ngunut is effective in instilling discipline and responsibility, (2) Teachers use teaching activities to instill values such as punctuality and task completion, (3) Through methods like group work, individual assignments, and behavioral evaluations, students show positive changes, (4) The role of teachers as facilitators and role models is crucial, (5) Collaboration between teachers and the principal creates a school culture that supports character development, and (6) The impact of this process is reflected in increased student awareness of their responsibilities. These findings highlight that IPS not only fosters cognitive knowledge but also serves as a strategic medium for continuous moral and character development.

Siti Nuraini; Sudrajat Sudrajat; Shafa’ Annisa Puspasari

Inovasi Pendidikan dan Anak Usia Dini 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Currently, the number of Children with Special Needs (ABK) continues to increase every year, making the role of teachers increasingly vital in providing inclusive education services in schools. This increase in the number of ABK requires teachers to have adequate competencies to provide education tailored to the needs of each child. In this context, inclusive education is crucial, as it provides opportunities for all children, including those with special needs, to learn together in the same environment. This study aims to analyze the role of teachers in the context of inclusive education in Early Childhood Education (PAUD). The method used in this study is qualitative with a narrative approach, conducted in several PAUD institutions in Malang. The results show that teachers have a very important role in inclusive education in PAUD. The role of teachers in question covers several aspects, including the ability to recognize Children with Special Needs (ABK), conduct initial assessments of student needs, and understand how to implement appropriate learning for ABK. In addition, teachers are also expected to be able to use assistive devices to provide simple stimulation to ABK and know how to involve parents in handling ABK. The importance of the teacher's role in inclusive education lies not only in academic abilities, but also in social and emotional skills in creating a supportive learning environment. This research provides valuable insights for the development of training programs for teachers to improve their skills in inclusive education, which is expected to have a positive impact on the quality of education in early childhood education (PAUD). With appropriate training, teachers can be better prepared to face the challenges of teaching children with special needs and ensure that every child receives a quality education tailored to their needs. This research is expected to encourage educational institutions to pay more attention to training and professional development for teachers, so they can contribute optimally to creating inclusive and quality education.

Viter Viter; Daniel Marciano Kapoh; Lukas Budi; Marthen Mau

Jurnal DIKMAS 2025 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Christian religious education at SMP Negeri 1 Teriak is an effort made to increase interest in reading the Bible for students in class VII, which is very important by increasing their reading of the Bible so that they can understand the meaning of the Bible. This type of research is qualitative research with an approach through observation, interviews, documentation, library research. The results of the research show that the efforts of Christian religious education teachers to increase interest in reading the Bible for class VII students at SMP Negeri 1 Teriak, Bengkayang Regency are: 1) implementing literacy before starting lessons; 2) provide questionnaires for weekly reports at church; 3) give memory verses for each homework assignment; 4) create stories using Bible sources and are required to read the Bible every day to make reports. So, PAK teachers play an increasingly important role in encouraging Class VII students to read the Bible, so students will increasingly increase their interest in reading the Bible.    

Muhammad Ilyas; Usman Al Hudawi

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis bagaimana implementasi nilai-nilai pendidikan multikultural dilakukan di SMK Negeri 1 Binjai. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan naturalistik inquiry studi kasus.Data dikumpulkan melalui pengamatandan wawancara.Keabsahan data diperkuat dengan mengonfirmasi hasil observasi dan wawancara. Untuk menguji kredibilitas data, dilakukan pengamatan yang lebih lama, peningkatan ketelitian, triangulasi data, member check, dan referensi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai multikultural di SMK Negeri 1 Binjai memiliki beberapa aspek sebagai berikut:1) pembelajaran dilaksanakan secara terpadu melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. 2) Peran kepala sekolah, guru, dan siswa memiliki peranan penting dan pemahaman yang sama dalam pengembangan nilai-nilai multikultural, yang berpengaruh positif dalam membangun karakter peserta didik.. 3) Program kurikulum internasional (Cambridge) dirancang untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara langsung dan interaktif dengan dunia, serta mendorong pendekatan pembelajaran aktif yang memandu siswa menjadi fasih dan memiliki pengetahuan luas dalam berbagai mata pelajaran. 4) Program ini juga berusaha merangkul keragaman yang ada dalam hati siswa, seperti latar belakang etnis, keyakinan agama, dan cita-cita, dengan tujuan menciptakan individu yang mampu bersosialisasi dengan budaya yang berbeda. 5)SMK Negeri 1 Binjai merupakan tempat pertemuan antara peserta didik dan guru yang berasal dari latar belakang yang berbeda, yang memiliki ide, keyakinan, dan nilai yang beragam. Festival dan acara budaya diadakan untuk mengekspresikan keragaman multikultural tersebut. 6)Seluruh orang di lingkungan sekolah sangat waspaddan berkomitmen dalam menerapkan kebijakan no bullying (bebas penindasan). Dengan demikian,penelitian ini menyajikan gambaran tentang penerapan nilai-nilai multikultural dalam membangun karakter peserta didik yang beragam budaya.

Kabonu, Regina Meriana; Zasa, Elia Umbu; Olis, Olis

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan guru berdasarkan Filipi 4:2-9 dalam mengatasi ketidakdisiplinan siswa di SDS Danbi Bersinar Bekasi. Pendidikan nasional bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri. Guru sebagai komponen krusial dalam pendidikan memiliki peran sentral dalam membentuk perilaku dan mengembangkan sumber daya manusia yang potensial. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, ditemukan beberapa masalah ketidakdisiplinan siswa yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Penelitian ini menemukan bahwa guru memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai disiplin melalui nasihat, bimbingan, dan teladan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi untuk mengatasi masalah ketidakdisiplinan siswa dan meningkatkan kualitas pendidikan.