Publication Search

58,296 articles from 461 journals · 1,579 citations tracked

Showing 1-16 of 16

Analytics

Yosef Keladu; Fransiskus Bhoga; Fidelis Boli Uran; Gregorius Huin Taen Oes; Bertolomeus Ape Lerek +3 more

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2026 CV. Aksara Global Akademia

Kebijakan kesejahteraan sosial merupakan instrumen strategis pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat serta mengurangi kesenjangan sosial melalui distribusi bantuan publik. Namun demikian, dalam praktik implementasinya di tingkat lokal, kebijakan ini kerap menghadapi berbagai persoalan, terutama terkait ketepatan sasaran, transparansi, dan keadilan distribusi bantuan. Fenomena tersebut juga terlihat di Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, di mana masih ditemukan indikasi ketimpangan dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan kesejahteraan sosial dan ketimpangan distribusi bantuan publik dengan menggunakan tinjauan teori keadilan, khususnya keadilan distributif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan aparat desa dan masyarakat penerima bantuan, serta dokumentasi terkait kebijakan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan kesejahteraan sosial di Desa Ladogahar belum sepenuhnya berjalan secara optimal, ditandai oleh lemahnya validitas data penerima, adanya pengaruh kedekatan sosial dalam penentuan penerima manfaat, serta kurangnya transparansi dalam proses distribusi. Dalam perspektif teori keadilan, kondisi ini mencerminkan belum terpenuhinya prinsip keadilan distributif yang menekankan pemerataan dan keberpihakan kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan melalui peningkatan akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat guna mewujudkan distribusi bantuan publik yang lebih adil dan merata.

Harlin Harlin; Basri Basri; Sapriadi Sapriadi

Saturnus: Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi 2026 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

The distribution of Village Fund Direct Cash Assistance (BLT) is a government program aimed at alleviating the economic burden on affected communities. However, the data collection, verification, distribution, and reporting processes are still largely manual, potentially leading to data errors, duplication, and distribution delays. This study aims to design and implement a web-based BLT Village Fund information system that can simplify recipient data management, monitor distribution, and generate accurate reports. The methods used include database design, module implementation for sub-district administrators, village operators, treasurers, and village officials, and system testing using the Black Box method to evaluate functionality. The system is equipped with features for managing recipient data, verifying eligibility, sending data to the treasurer, inputting proof of transfer, uploading proof of distribution, recapitulating distribution, and printing reports. The test results show that all modules run according to specifications, are able to handle various input conditions, and produce accurate output. Field trials show that the system is easy to use, improves administrative efficiency, accelerates the distribution process, and supports transparency and accountability. In conclusion, the Village Fund Direct Cash Assistance (BLT) information system is effective as a tool for data management and aid distribution, minimizing errors, and supporting the smooth operation of the BLT program at the village level.

Utari Tri Wahyuni; Hapsa Hapsa; Fajar Alan Syahrier

Desentralisasi : Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, dan Pemerintahan 2026 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Public service quality plays a crucial role in ensuring that social assistance is delivered effectively to vulnerable communities. This study aims to analyze the quality of public services in the distribution of social assistance by the Social Service Office of Kerinci Regency and to identify improvement efforts undertaken by the institution. This research employed a descriptive qualitative approach using observation, interviews, and documentation techniques. Informants consisted of Social Service officials, social facilitators, and beneficiary communities. Service quality analysis was conducted using the SERVQUAL dimensions: tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The findings indicate that the social assistance distribution service in Kerinci Regency is generally adequate, particularly in the assurance and empathy dimensions. Beneficiaries feel that services are delivered fairly, transparently, and without discrimination. However, obstacles remain in the tangible, reliability, and responsiveness aspects, including limited service facilities, inaccurate beneficiary data due to incomplete DTKS updates, and delays in assistance distribution in remote areas caused by geographical constraints. To address these challenges, the Social Service Office has implemented periodic data validation, strengthened coordination with village administrations, and optimized digital-based social service information systems. This study provides empirical evidence that can serve as an evaluation reference for local governments in improving transparent, effective, and equitable social assistance services.

Rodhiatun Nazliah Damanik; Muhammad Arifin Nasution

Jurnal Media Administrasi 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Food security is a crucial foundation in breaking the cycle of poverty, particularly in rural areas that are vulnerable to limited food access. The Government of Bangun Purba Village has implemented a food security assistance program through the distribution of livestock and crop seedlings as a strategy to improve both food availability and community income. This study aims to describe the implementation process of the program, identify supporting and inhibiting factors, and assess its impact on poverty alleviation in the village. The research employs a descriptive qualitative approach with data collected through interviews, observation, and documentation. Informants include the village head, program coordinator, members of the Village Consultative Body (BPD), and program beneficiaries. Data analysis is based on David C. Korten’s Theory of Successful Program Implementation, which encompasses three main indicators: the program, implementing organization, and target group. The results show that the food security program in Bangun Purba Village has contributed positively to improving food availability for some community members. However, its effectiveness has not yet reached an optimal level due to uneven distribution of aid, lack of technical assistance, limited socialization, and weak coordination among stakeholders.

Eka Yulia Sari; Titik Rahmawati; V.Reza Bayu Kurniawan3; Eka Yulia Sari; Titik Rahmawati +1 more

Jurnal Elektronika dan Komputer 2025 STEKOM PRESS

Pendistribusian bantuan yang efisien menjadi tantangan utama dalam proses penyaluran. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem cerdas yang mampu memetakan dan menyalurkan bantuan secara optimal dengan pendekatan algoritmik. Metodologi yang digunakan meliputi pemodelan sistem dengan menggunakan Unified Modeling Language (UML), perancangan struktur basis data relasional, dan perancangan algoritma penyaluran berdasarkan kriteria prioritas dan efisiensi logistik. UML digunakan untuk menggambarkan arsitektur sistem secara visual, meliputi use case, class, dan diagram aktivitas. Perancangan basis data dilakukan untuk memastikan integritas data dan kemudahan pengelolaan informasi bantuan, lokasi, dan kebutuhan penerima. Algoritma yang dikembangkan memanfaatkan pendekatan heuristik untuk menentukan rute penyaluran dan prioritas penerima berdasarkan parameter lokasi geografis. Hasil penelitian ini berupa prototipe model konseptual yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan sistem cerdas berbasis teknologi untuk mendukung proses penyaluran bantuan yang adaptif dan responsif.

Royhan Hidayat; Eva Hany Fanida

Kajian ilmu Hukum, Sosial dan Administrasi Negara 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

In improving the quality of public services in the social sector, the Social Service Office of Bangkalan Regency introduced an innovation called the SIDAYA SEHATI Application (Prosperous Data and Service System with the Regent) to address various challenges related to the distribution of social assistance in the region. The study seeks to describe the SIDAYA SEHATI Application contributes to improving the effectiveness of social aid distribution, using a qualitative descriptive method with the analysis framework based on the innovation criteria outlined in Permen PAN-RB No. 91 of 2021, which includes 5 key aspects: having novelty, effectiveness, usefulness, ease of dissemination, and sustainability. Data were collected through observations, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model. The results showed that the innovation of the SIDAYA SEHATI Application in optimizing the distribution of social assistance in Bangkalan Regency has met the criteria of having good novelty, but socialization still needs to be improved. Effective criteria have been achieved well, but the account verification process is still less effective. Useful criteria have been well realized, but the unavailability of password recovery options is still an obstacle for the community. The criterion of being easy to disseminate has been well realized, but server stability still needs to be addressed. Sustainable criteria have been well implemented, but unfortunately this innovation is still not available on the Play Store or App Store.  

Huntua, Hariyanto; Moonti, Roy Marthen; Bunga, Marten; Kasim, Muslim A.

Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora 2025 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Corruption in the disbursement of educational aid funds poses a serious challenge that undermines the effectiveness of education policies in Indonesia, particularly within programs such as the Indonesia Smart Program (PIP) and the Family Hope Program (PKH). Irregularities in fund management, weak supervision, and the lack of transparency and accountability have led to unequal distribution of aid and a decline in the quality of educational services. This study aims to evaluate the impact of anti-corruption policies on the effectiveness of educational fund distribution through a normative approach using secondary data. The findings indicate that the implementation of anti-corruption policies, supported by the digitalization of financial systems, public participation, and institutional reform at the local level, has a significant effect in reducing the misuse of educational funds. However, the effectiveness of these policies heavily depends on political commitment, the capacity of supervisory institutions, and public legal awareness. Therefore, synergy between law, technology, a culture of integrity, and community participation is essential to building clean and equitable education governance in pursuit of Indonesia Emas 2045.  

Gebriuna Apriyani; Indra Wijaya; Kheriah Kheriah

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2024 CV. Aksara Global Akademia

Indonesia sebagai negara berkembang juga masih dihinggapi oleh permasalahan kemiskinan. Pemerintah telah melakukan berbagai terobosan dalam pengentasasan kemiskinan, salah satunya melalui penyaluran dana desa. Dana desa (APBDesa) digunakan untuk: penyelenggaraan pemerintah desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan, pemberdayaan masyarakat desa, serta penanggulangan bencana. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan desa, peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pengentasan kemiskinan. Kemiskinan diindikasikan melalui Keluarga penerima manfaat (KPM) yang menerima Program Keluarga harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Uji Chow dan Uji Hausman test merekomendasikan Fixed Effect Model, sedangkan Uji Lagrange Multiplier merekomendasikan Common Effect Model. Determinasi dari ketiganya menunjukkan bahwa belanja melalui APBDesa hanya relatif kecil dapat menjelaskan penurunan tingkat kemiskinan di Kota Lhokseumawe. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Lhokseumawe harus lebih meningkatkan proses pendampingan kepada desa khususnya dalam perencanaan belanja yang berorientasi pada pengentasan kemiskinan karena masih terdapat belanja desa yang tidak bersentuhan langsung dengan program penanggulangan kemiskinan.

Amrizal Akmul; Sumarno Sumarno; Darmawan Darmawan; Andi Supriadi

Jurnal Hukum, Administrasi Publik, dan Ilmu Komunikasi 2024 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

According to Articles 33 & 34 of the 1945 Constitution Law of the Republic of Indonesia, the state is tasked with protecting the entire Indonesia nation and promoting general welfare in realizing social justice for all Indonesia people. One of the government's strategies in realizing social welfare is to distribute social assistance (Law Number 11 of 2009). Based on the Regulation of the Minister of Finance (PMK) number 181 of 2012, social assistance (bansos) is assistance in the form of transfer of money, goods, or services by the central/regional government to the community to protect the community from the possibility of social losses, increase economic capabilities, and improve social welfare. This type of research is descriptive qualitative research. This research is to identify and analyze Public Service Development Strategies in Increasing Transparency of Aid Distribution in Wajo Regency. This study uses qualitative research methods in the research design. The results of interviews with Social Service employees and the community show that the public service development strategy in Wajo Regency focuses on the use of information technology, effective socialization, and an empathetic approach. Overall, the efforts made by the Social Service have brought positive changes in the distribution of social assistance in Wajo Regency, with an increase in public trust and satisfaction with the services provided.

Aini Hutagalung; Eva Mailsari; Niken Rahmanti; Lubi Nugraha

Jurnal Elektronika dan Komputer 2024 STEKOM PRESS

Bantuan Pangan Penting Contoh Program Non Tunai (BPNT) adalah program subsidi pangan sebagai wujud upaya pemerintah meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan perlindungan kepada keluarga miskin melalui pendistribusian beras. Setiap keluarga akan menerima Rp. 110.000,-/bulan titik penyalurannya. Peneliti mengambil fokus di Kelurahan Majasari Kecamatan Prabumulih Selatan. Kenyataannya, implementasi kebijakan BPNT tidak selalu mempertimbangkan kebijakan yang full on procedure karena tergantung pada kondisi dan situasi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pelaksanaan program Bantuan Pangan Penting Contoh Non Tunai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dari berbagai informan yang telah ditentukan. Dalam penelitian kualitatif, data diambil dari berbagai sumber dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang beragam (triangulasi) dan terus menerus hingga jenuh. Hasil penelitian ini adalah faktor penentu pelaksanaan program BPNT di Kelurahan Majasari Kecamatan Prabumulih Selatan disebabkan oleh faktor sikap (disposisi) yang kurang berhasil dalam kualitas beras, sasaran rumah tangga penerima bantuan bantuan pangan krusial Contoh Non Tunai (BPNT), jumlah rumah tangga penerima manfaat sasaran beras.

Bella Octavia Bole Padi; Saryono Yohanes; Hernimus Ratu Udju

Jurnal Hukum dan Sosial Politik 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Natural disasters can happen anytime and anywhere without being predicted. The issue of natural disasters has a bad impact on many people, they can lose their lives and homes. The government in this case is directly in charge of handling this disaster case, namely the National Disaster Management Agency (abbreviated as BNPB) is a Non-ministerial Government Agency that has the task of assisting the President of the Republic of Indonesia in carrying out disaster management in accordance with the mandate of Law Number 24 of 2007 concerning Disaster Management. This research is a field research or empirical legal research, the methods used in data collection are interviews, observation and literature study, which was conducted in Nunbaun Delha Village and Manutapen Village, Alak District, Kupang City.  Based on the results obtained by researchers based on the formulation of the problem of how far the effectiveness of the distribution of financial assistance to the victims of the seroja disaster in Nunbaun Delha Village and Manutapen Village, Alak District, Kupang City, is the problem of the initial initiative to establish a command post post, raising assistance, identifying the needs of victims. Factors inhibiting the effectiveness of the distribution of financial assistance to victims of the seroja disaster in Nunbaun Delha Village and Manutapen Village, Alak District, Kupang City Coordination and Information and Distribution of social assistance is not on time to recipients of social assistance.

ABD BERI; Sugeng Purwanto

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

The Indonesian government continues to make positive efforts in dealing with reducing food insecurity and food inflation that is occurring in Indonesia. This is evidenced by the existence of a social assistance distribution activity program in the form of BAPANG (Foodstuffs) to KPM (Beneficiary Families) throughout Indonesia. One of the POS Indonesia Branch Offices that performs distribution services is the Surabaya 60000 Main Branch Office. By carrying out a mature and structured preparation stage, KCU Surabaya 60000 is able to distribute BAPANG social assistance to the fullest. This is evidenced by the total disbursement of 137,879 BAPANG realizations out of a total allocation of 137,879 in phase 1 distribution and as many as 136,388 realizations of distribution out of a total allocation of 137,879 BAPANG in stage 2. Although it can be said that the distribution of BAPANG carried out by KCU Surabaya 60000 has been maximized, it is still there are a number of things that need to be improved so that the maximum amount of BAPANG distributed to KPM (Beneficiary Families) can be maximized.

Desty Endrawati Subroto; Fidziah; Cecep Warman

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2023 CV. Aksara Global Akademia

Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam, seperti: Gempa Bumi, Tsunami, Gunung Meletus, Banjir, Kekeringan, Angin Topan, Kebakaran dan Tanah Longsor (UU 24 Tahun 2007, b). Dalam menghadapi berbagai macam bencana yang datang silih berganti di Indonesia. Yang disebabkan oleh kondisi geografis Indonesia, khususnya wilayah Cianjur – Jawa Barat. Potensi bencana di wilayah Cianjur, Jawa Barat sangat besar dikarenakan berada di di 106 derajat 42’ sampai 107 derajat 25’ BT (Bujur Timur) dan 6 derajat 21’ hingga 7 derajat 25’ LS (Lintang Selatan), secara topografi kemiringannya 0-40%, struktur tanah yang lunak, banyak bangunan berada ditepi lereng atau lembah, kedalaman, kondisi tanah, kondisi topografi, dan kondisi struktur bangunan yang merupakan faktor penyebab bencana di wilayah tersebut. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini, adalah peningkatan produktivitas dosen dengan nilai aplikatif untuk masyarakat, khususnya terhadap korban gempa bumi di wilayah cianjur. Hasil kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat, menunjukkan bagaimana perhatian dan  kepedulian PDPI untuk membantu sesama umat manusia yang terkena musibah, karena kepedulian kami ini dapat meringankan beban moril warga yang terdampak gempa.

umar, moh azizul umar; Sarif Surorejo; Pingky Septiana Ananda

Teknik: Jurnal Ilmu Teknik dan Informatika 2022 LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Program bantuan adalah salah satu jalan yang diberikan pemerintah untuk penanggulangan masalah kemerosotan ekonomi pada pedagang yang disebabkan karena virus covid-19 yang menjalar di Indonesia menyebabkan jarang ada pelanggan untuk membeli sesuatu bahan atau produk ke pasar, bermaksud agar bisa memenuhi kebutuhan pedagang  yang mempunyai ekonomi yang lemah dan meningkatkan kehidupan pedagang dengan menerima program bantuan. Proses untuk menentukan penerima program bantuan di pasar masih menggunakan cara yang masih manual dengan menulis formulir dalam wujud kertas yang sudah dibagikan, perhitungan matematis skor pun masih dilakukan secara manual dan dipindah ke format excel dari hasil seleksi yang sudah didata, hal ini hanya membuat lebih banyak peluang terjadinya error dan memperlambat performa para petugas pasar. Sering kali terjadi miskomunikasi penyaluran bantuan yang menjadi rumit, atau berkurangnya jumlah nominal, sehingga terjadi kesalah pahaman antar masyarakat. Metode Simple Additive Weighting (SAW) membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan. Untuk penyelesaian masalah ini, penulis menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk mendapatkan penilaian kriteria majemuk dan lengkap. Kata Kunci: SPK, COVID 19, Bantuan, Metode SAW.

Iin Ningsih

Jurnal Media Administrasi 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

  Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi perencanaan dan program Penerima Bantuan Langsung Tunai ( BLT ). Evaluasi dan pengawasan terhadap penyaluran dan pencairan dana program Bantuan Langsung Tunai (BLT) serta tanggapan masyarakat terhadap program Bantuan Langsung Tunai tersebut. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang, Penelitian ini adalah penelitian evaluatif atau ex post facto fokus penelitian ber subjek pada masyarakat penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang, Dengan Tekhnik pengumpulan data dengan metode wawancara dengan berpedoman dan dokumentasi. Dengan teknik  pengambilan sample adalah cluster  random sampling, dengan sample 6 Desa dan 20 orang masyarakat penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai responden. Dengan teknik Wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut : (1) Proses perekrutan terhadap penerima BLT  di Kecamatan Wonotunggal masih belum tepat sasaran karena dengan menggunakan metode yang kurang tepat, sehingga mengakibatkan beberapa warga masyarakat  salah sasaran, yang seharunya tidak menerima BLT jadi penerima BLT; (2) Pencairan serta penyaluran dana berjalan dengan terbuka, transparan dan lancar, dengan penerimaan sebesar Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) per tiga bulan per warga ,asyarakat penerima;(3) Dalam pelaksanaan penyaluran BLT di Kecamatan Wonotunggal telah dilakukan pengawasan pada proses rekrutmen  maupun pencairan dana; (4) Respon dan tanggapan masyarakat sangat senang dan posistif  terhadap adanya program pelaksanaan BLT karena sangat membantu warga masyarakat yang ekonominya dibawah sejahtera.

Sahrul Ade Amanatulloh; Setyawan Wibisono

Jurnal Elektronika dan Komputer 2022 STEKOM PRESS

BLT merupakan program bantuan pemerintah dalam bentuk uang tunai kepada masyarakat miskin di desa yang dananya diambil dari dana desa atau disebut BLT-DD. Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal memiliki jumlah penduduk ± 7.583 jiwa. Dari sekian banyak warga di desa tersebut, pemerintah desa melibatkan RT, desa setempat dalam mendaftarkan calon penerima BLT sesuai dengan kriteria dan mekanisme yang telah ditentukan agar bantuan yang disalurkan adil dan merata. Permasalahan dalam penyaluran BLT adalah masyarakat yang terdaftar sebagai calon penerima bantuan langsung tunai tidak memenuhi kriteria yang telah ditentukan sehingga bantuan tidak disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Hasil rekomendasi pemilihan BLT di Desa Sidaharja adalah Budi Susilo karena memiliki nilai Qi tertinggi yaitu 0,475. Budi Susilo memiliki skor tertinggi karena memiliki kriteria pendapatan kepala rumah tangga yang memiliki persentase berat badan tertinggi. Kombinasi keunggulan pendapatan kepala rumah tangga dan keunggulan berat badan memberikan nilai tinggi bagi Budi Susilo.