Publication Search

80,083 articles from 753 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 127

Analytics

Syamsa Azilla; Aprillia Intan Nur Cahya; Adrianus Rebon Piran

Intellektika : Jurnal Ilmiah Mahasiswa 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Environmental pollution is a common problem in cities and can increase the likelihood of flooding. The purpose of this study is to analyze environmental pollution as a cause of flooding in the Pekapuran Street area, Depok City. This study applies a descriptive method with a qualitative approach. Data were obtained through observation, documentation, and literature review. Based on the results of the study, it was found that the accumulation of household waste around the drainage channels causes obstruction of water flow, which triggers flooding during rain. In addition, the shallow, mud-filled, and poorly maintained drainage conditions increase the risk of flooding. Low levels of public awareness of environmental cleanliness are also factors that exacerbate the condition. This study concludes that flooding on Pekapuran Street is influenced not only by high rainfall, but also by environmental pollution and a suboptimal drainage system. Based on this, better waste management and drainage maintenance are needed to minimize the risk of flooding in the area.

Ingrat, Intan Wahid; Yuniar, Nani; Salsabila, Syefira

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Pengelolaan limbah medis merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga kesehatan lingkungan rumah sakit serta mencegah terjadinya pencemaran lingkungan dan penularan penyakit. Limbah medis yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi petugas kesehatan, pasien, pengunjung rumah sakit, dan masyarakat sekitar. Keberhasilan pengelolaan limbah medis dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pengetahuan, sikap, dan tindakan petugas kesehatan sebagai pelaksana utama dalam proses pengelolaan limbah medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan tindakan petugas kesehatan dengan upaya pengelolaan limbah medis di Rumah Sakit Aliyah II Kota Kendari Tahun 2026.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 81 petugas kesehatan yang seluruhnya dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (?=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang baik sebanyak 62 responden (76,5%), sikap negatif sebanyak 72 responden (88,9%), tindakan kurang baik sebanyak 68 responden (84,0%), dan upaya pengelolaan limbah medis kurang baik sebanyak 42 responden (51,9%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan upaya pengelolaan limbah medis (p=0,002) dan tindakan dengan upaya pengelolaan limbah medis (p=0,004). Sementara itu, sikap petugas kesehatan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan upaya pengelolaan limbah medis (p=0,059).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan tindakan petugas kesehatan berhubungan dengan upaya pengelolaan limbah medis, sedangkan sikap petugas kesehatan tidak berhubungan dengan upaya pengelolaan limbah medis di Rumah Sakit Aliyah II Kota Kendari Tahun 2026.

Adhwa Salsabila; Sonya Sonya; Suyit Ratno; Salwa Salwa; Jessica Mayranta Br Sembiring +3 more

Jurnal Arjuna : Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Matematika 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

This study aims to describe the level of understanding of grade IV students of SD HKBP Perdamean regarding environmental pollution. The research method used is descriptive with a focus on depicting student understanding based on the indicators that have been set. The research data shows that students' understanding is in the category quite well, although it is not even in every indicator. Students better understand aspects of direct action such as keeping the environment clean, planting trees, and saving on the use of plastic. However, understanding of the causes and impacts of environmental pollution, such as littering, river pollution, waste incineration, and air pollution, is still relatively low. In general, the results of the study show that students' understanding is still dominant in simple practical knowledge, so it does not fully cover the concept of environmental pollution and causes. These findings underscore the need for more contextual, student-centered, and hands-on learning that integrates real-world experiences with scientific concepts. Thus, a more interactive and environment-based learning strategy is expected to improve students' overall understanding of environmental pollution and its impact on life.

Lizy Marchelina Butarbutar; Nur Wulan Ramadhani

Jurnal Hukum dan Sosial Politik 2026 International Forum of Researchers and Lecturers

The pollution of the Ciliwung River caused by urban and commercial activities has become an increasingly critical environmental issue, reflecting the weak effectiveness of environmental law enforcement in urban areas. This condition is evident in the area surrounding Seasons City Mall, where ecological pressure resulting from domestic waste and commercial activities has contributed to the deterioration of river water quality. This study aims to analyze the implementation of environmental law enforcement, identify the obstacles to controlling pollution in the Ciliwung River, and formulate strategies for optimizing sustainable environmental protection. The research employs a qualitative approach using normative juridical and empirical methods through observation, interviews, documentation, and literature review. The findings reveal that environmental law enforcement has been implemented through administrative supervision and waste control mechanisms; however, its effectiveness remains limited due to weak inter-agency coordination, inadequate monitoring capacity, low compliance among business actors, and limited public participation. This study concludes that strengthening integrated supervision, enforcing consistent legal sanctions, and enhancing collaboration among government institutions, business sectors, and communities are essential to achieving sustainable pollution control and environmental protection of the Ciliwung River.

Dian Wulandari; Hardoyo, Hardoyo; Sulastri, Sulastri

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat di Indonesia telah mendorong pertumbuhan industri secara signifikan. Meskipun memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat, pertumbuhan industri juga menimbulkan dampak negatif apabila tidak diiringi dengan pengelolaan lingkungan yang baik, seperti pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. Salah satu solusi yang dapat diterapkan dalam mengurangi dampak tersebut adalah pengelolaan limbah cair melalui sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). PT. X, sebagai perusahaan BUMN, turut berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan melalui penerapan IPAL. Fokus IPAL di PT. X meliputi perencanaan dan rekayasa instalasi, audit dan inspeksi sistem air, serta monitoring dan pengujian kualitas limbah, khususnya limbah domestik. Limbah domestik, yang berasal dari aktivitas rumah tangga seperti air bekas mandi, mencuci, dan dapur, diolah melalui metode IPAL agar dapat dimanfaatkan kembali untuk keperluan non-konsumsi, seperti penyiraman tanaman dan irigasi. Pengolahan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dian Wulandari; Hardoyo, Hardoyo; Sulastri, Sulastri

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat di Indonesia telah mendorong pertumbuhan industri secara signifikan. Meskipun memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat, pertumbuhan industri juga menimbulkan dampak negatif apabila tidak diiringi dengan pengelolaan lingkungan yang baik, seperti pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. Salah satu solusi yang dapat diterapkan dalam mengurangi dampak tersebut adalah pengelolaan limbah cair melalui sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). PT. X, sebagai perusahaan BUMN, turut berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan melalui penerapan IPAL. Fokus IPAL di PT. X meliputi perencanaan dan rekayasa instalasi, audit dan inspeksi sistem air, serta monitoring dan pengujian kualitas limbah, khususnya limbah domestik. Limbah domestik, yang berasal dari aktivitas rumah tangga seperti air bekas mandi, mencuci, dan dapur, diolah melalui metode IPAL agar dapat dimanfaatkan kembali untuk keperluan non-konsumsi, seperti penyiraman tanaman dan irigasi. Pengolahan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Condo Leezza Chrismanta; Citra Azra Amalia; Nabila Isyana Putri; Muhammad Zia Ulhaq; Muhammad Adymas Hikal Fikri

Presidensial : Jurnal Hukum, Administrasi Negara, dan Kebijakan Publik 2026 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

The waste problem in Indonesia has now reached a critical stage and has become an increasingly serious environmental issue. The ever-increasing volume of waste is not being managed effectively, leading to various negative impacts, particularly environmental pollution. This study aims to examine the state of waste management in Indonesia and its impact on water pollution from the perspective of the Sustainable Development Goals (SDGs). The method used is descriptive qualitative research through a literature review utilizing various sources such as journals, official reports, and legislation. The results indicate that the majority of waste originates from household activities, while management practices remain rudimentary, such as the “collect-transport-dispose” method and open dumping. This situation leads to waste accumulation, which contributes to water pollution, deteriorating environmental quality, and increased health risks for the community. Furthermore, suboptimal waste management also poses a challenge in achieving sustainable development goals, particularly regarding responsible consumption and access to clean water and sanitation. Therefore, improved efforts are needed through the application of the reduce, reuse, recycle (3R) principles, increased public awareness, and the active role of the government and the private sector in providing a sustainable waste management system. With the right measures, it is hoped that the waste problem in Indonesia can be reduced and the environment preserved.

Tri Kurniati; Panisean Nasoetion; Sulastri Sulastri

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Proyek konstruksi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas X menghasilkan berbagai jenis Limbah B3 dari aktivitas pembangunan, operasional lapangan, dan perawatan peralatan. Limbah tersebut memiliki sifat berbahaya sehingga memerlukan pengelolaan sesuai regulasi untuk mencegah pencemaran dan risiko kesehatan. Studi ini bertujuan mengidentifikasi jenis Limbah B3 yang timbul serta menilai kesesuaian pengelolaannya di Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) dengan PP No. 22 Tahun 2021, Permen LH No. 14 Tahun 2013, dan Permen LHK No. 20 Tahun 2020. Limbah yang dihasilkan meliputi oli bekas, cat beserta wadahnya, solar bekas, bahan pelapis kedap air, dan thinner. Pengemasan dan pelabelan sudah sesuai ketentuan, namun fasilitas TPS masih perlu ditingkatkan seperti penutupan bangunan, ketahanan lantai, fasilitas keselamatan, dan kerapian penyimpanan. Pemindahan limbah dilakukan melalui pihak berizin seperti DLH. Secara umum, pengelolaan Limbah B3 cukup baik, tetapi masih diperlukan peningkatan sarana TPS agar lebih aman dan sesuai persyaratan.

Tri Kurniati; Panisean Nasoetion; Sulastri Sulastri

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Proyek konstruksi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas X menghasilkan berbagai jenis Limbah B3 dari aktivitas pembangunan, operasional lapangan, dan perawatan peralatan. Limbah tersebut memiliki sifat berbahaya sehingga memerlukan pengelolaan sesuai regulasi untuk mencegah pencemaran dan risiko kesehatan. Studi ini bertujuan mengidentifikasi jenis Limbah B3 yang timbul serta menilai kesesuaian pengelolaannya di Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) dengan PP No. 22 Tahun 2021, Permen LH No. 14 Tahun 2013, dan Permen LHK No. 20 Tahun 2020. Limbah yang dihasilkan meliputi oli bekas, cat beserta wadahnya, solar bekas, bahan pelapis kedap air, dan thinner. Pengemasan dan pelabelan sudah sesuai ketentuan, namun fasilitas TPS masih perlu ditingkatkan seperti penutupan bangunan, ketahanan lantai, fasilitas keselamatan, dan kerapian penyimpanan. Pemindahan limbah dilakukan melalui pihak berizin seperti DLH. Secara umum, pengelolaan Limbah B3 cukup baik, tetapi masih diperlukan peningkatan sarana TPS agar lebih aman dan sesuai persyaratan.

Marcelia Amanda Slaliahi; Michael Lega; Suci Rahmadani

Desentralisasi : Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, dan Pemerintahan 2026 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

This study examines the environmental advocacy strategies carried out by WALHI Jambi in addressing the pollution of the Batanghari River caused by illegal gold mining activities. This issue reflects ongoing environmental degradation and weak policy enforcement in managing natural resources. The study aims to analyze advocacy practices in terms of raising public awareness, community organizing, and influencing policy. A qualitative approach with a case study method was employed, with data collected through in-depth interviews, observation, and document analysis. The findings show that WALHI Jambi has undertaken various advocacy efforts, including media campaigns, public actions, community assistance, and engagement in policy forums. However, these efforts remain not fully optimal. Public awareness initiatives are still limited to information dissemination, community organizing has not yet developed into a strong collective movement, and policy influence is constrained by the absence of systematic instruments such as formal documentation, litigation, and structured coalitions. This study contributes to the understanding of environmental advocacy practices and highlights the need for strengthening advocacy strategies to achieve more effective policy influence and sustainable environmental governance.

Nine Elissa Maharani; Dewi Puspito Sari; Fiqi Nurbaya

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Permasalahan sampah memerlukan penangan yang serius, karena jika sampah tidak dikelola dengan baik maka akan menyebabkan masalah estetika, pencemaran bahkan kesehatan penghuni lingkungan tersebut. Pengelolaan sampah di Pasar Telukan yang tak bisa lepas dari sampah hasil kegiatan perdagangan memerlukan penyelesaikan terutama dari pedagang itu sendiri dalam hal sikap dan perilakunya dalam mengelola sampah. Ketersediaan fasilitas sarana dan prasarana pembuangan sampah juga menjadi faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah di Pasar Telukan di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan kuesioner dalam pengambilan data pada 111 pedagang di Pasar Telukan Sukoharjo.  Teknik sampling dengan menggunakan simple random sampling dan metode analisa data menggunakan uji chi square.  Hasil penelitian ini terdapat hubungan pengetahuan terhadap perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah, terdapat hubungan positif dan signifikan sikap terhadap perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah, dan fasilitas sarana prasarana terhadap perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah di Pasar Telukan Grogol Sukoharo menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan.

Nine Elissa Maharani; Dewi Puspito Sari; Fiqi Nurbaya

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Permasalahan sampah memerlukan penangan yang serius, karena jika sampah tidak dikelola dengan baik maka akan menyebabkan masalah estetika, pencemaran bahkan kesehatan penghuni lingkungan tersebut. Pengelolaan sampah di Pasar Telukan yang tak bisa lepas dari sampah hasil kegiatan perdagangan memerlukan penyelesaikan terutama dari pedagang itu sendiri dalam hal sikap dan perilakunya dalam mengelola sampah. Ketersediaan fasilitas sarana dan prasarana pembuangan sampah juga menjadi faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah di Pasar Telukan di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan kuesioner dalam pengambilan data pada 111 pedagang di Pasar Telukan Sukoharjo.  Teknik sampling dengan menggunakan simple random sampling dan metode analisa data menggunakan uji chi square.  Hasil penelitian ini terdapat hubungan pengetahuan terhadap perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah, terdapat hubungan positif dan signifikan sikap terhadap perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah, dan fasilitas sarana prasarana terhadap perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah di Pasar Telukan Grogol Sukoharo menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan.

Wilma Silalahi; Fitri Natasha Dachi

Jurnal Ilmu Hukum Sosial dan Humaniora 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The Constitutional Court Decision Number 105/PUU-XXII/2024 has significantly reshaped the legal construction of defamation provisions under the Electronic Information and Transactions Law (EIT Law), particularly by limiting the interpretation of the phrase “other persons” to natural persons (natuurlijk persoon) only. This study aims to analyze the implications of the decision on legal certainty as well as its impact on litigation practices and legal protection for legal entities in Indonesia. This research employs a normative juridical method using statutory and conceptual approaches. The findings indicate that the decision enhances legal certainty by clarifying previously ambiguous norms that often led to the criminalization of freedom of expression. However, the restriction of legal subjects has shifted the legal protection mechanism for legal entities from criminal to civil remedies under Article 1365 of the Civil Code. This shift poses challenges in terms of effectiveness, particularly due to more complex litigation processes and the lack of deterrent effect compared to criminal sanctions. Therefore, a balanced approach is required between protecting freedom of expression and safeguarding institutional reputation, alongside strengthening regulations and public legal awareness to achieve justice, legal certainty, and legal utility.

Nazvia Alyssa Dwi Utami; Amanda Amanda; Moulyta Elgi Trinanda

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Industrial development in Indonesia has significantly contributed to national economic growth; however, it also poses potential risks of environmental pollution when corporate waste management is not conducted properly. Environmental pollution resulting from corporate waste activities may cause harm to surrounding communities, including health problems, ecosystem degradation, as well as material and immaterial losses. In this context, the class action mechanism serves as a relevant legal instrument to collectively advocate for the rights of affected communities. This study aims to analyze the implementation of the class action mechanism in environmental pollution cases based on Decision Number 29/Pdt.G/2023/PN.Skh and to evaluate its effectiveness in providing legal protection and restoring the rights of affected communities. This research employs normative legal research using statute approach, case approach, and conceptual approach. The findings indicate that the class action mechanism in the aforementioned decision fulfilled the requirements of numerosity, commonality, typicality, and adequacy of representation as regulated under Supreme Court Regulation (PERMA) Number 1 of 2002. Procedurally, the class action proved effective in enhancing access to justice, ensuring judicial efficiency, and strengthening the protection of the constitutional right to a good and healthy environment. However, its substantive effectiveness remains dependent on the fulfillment of formal requirements, the quality of evidence presented, and the consistent application of environmental law principles by judges. Therefore, the class action mechanism constitutes an important instrument in environmental law enforcement, yet it requires consistent regulatory support and judicial practice to achieve optimal ecological justice.

JOHANNES, CHERYL

Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 2026 Institut Teknologi Indonesia

Adanya risiko pencemaran lingkungan dan ledakan yang disebabkan oleh tekanan balik pada aliran gasbuang sehingga diperlukan pembuatan sistem pengapian (ignitor) otomatis dimana gas buang dapatterbakar sebelum dilepaskan ke lingkungan. Perangkat ini menggunakan modul MAX6675, sensortermokopel tipe-K, mikrokontroler ESP32, aktuator ignitor elektrik, tampilan LCD I2C, dan platformBlynk untuk monitoring jarak jauh. Pipa Ignitor yang berfungsi untuk menghasilkan api kecil suhunyaakan dideteksi oleh sensor termokopel, dimana besar kecilnya temperatur akan diberikan oleh termokopelmelalui modul MAX6675 kepada mikrokontroller, lalu diolah oleh mkrokontroller. Hasil dari pengolahanmikrokontroller akan diberikan kepada ignitor untuk memerintahkan apakah ignitor On atau Ignitor Off.Suhu dan status ignitor ditampilkan melalui LCD dan Blynk pada monitoring jarak jauhnya. Rentang suhuuji 0°C-100°C, pengujian mengukur waktu respons ignitor, akurasi suhu, dan efektivitas pembakaran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensor sangat akurat (selisih <1%), sistem dapat mengaktifkanignitor secara Otomatis (SUHU1 untuk pembacaan sensor) sesuai ambang suhu yang ditetapkan (ignitorON di bawah 100 °C dan OFF di atas 100 °C), Serta terdapat sistem Manual (SUHU2) yang dapat disebutjuga sistem bypass yang mengaktifkan ignitor hanya dengan mengaktifkan tombol FIRE. Jarak antara busidan elektroda pemantik ssebesar 50 mm merupakan jarak untuk mendapatkan nyala api terbaik. Sistemotomatis maupun manual dari ignitor ini dapat dimonitor melalui LCD, Blynk dan pembacaan faultnyadapat bekerja sesuai dengan perancangan.

Yuniarti, Nur Atika; Atika Mutiarachim; Ryan Arya Pramudya; Ery Fatarina Purwaningtyas; Eleny Sania Putri

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Tantangan utama yang dihadapi warga Kelurahan Pesantren, Kota Semarang adalah belum optimalnya pengelolaan limbah lingkungan rumah tangga, khususnya minyak jelantah, yang berpotensi menimbulkan pencemaran dan masih kurang dimanfaatkan secara ekonomi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, keterampilan kewirausahaan, dan kemandirian ekonomi masyarakat dengan inovasi ekonomi kreatif. Tahapan pelaksanaannya meliputi observasi dan identifikasi masalah, perencanaan program partisipatif, pelaksanaan lokakarya, pendampingan, dan evaluasi keberlanjutan. Kegiatan program terdiri dari pendidikan kewirausahaan, pelatihan langsung pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, dan peningkatan kapasitas dalam pembuatan konten digital dan pemasaran digital melalui media sosial dan pasar online. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan minat berwirausaha di kalangan ibu-ibu PKK, yaitu meningkat dari 40% sebelum program menjadi 80% setelah lokakarya. Secara keseluruhan, program ini efektif meningkatkan keterampilan pengelolaan sampah ramah lingkungan dan mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis lokal.

Neni Triana; Maryuni Maryuni; Uci Sulandari

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

The Ciliwung River Basin is a strategic watershed with significant ecological, social, and economic functions, yet it is increasingly threatened by land use change, rapid urbanization, and water pollution, particularly in the Jakarta metropolitan area. This study aims to assess the water quality condition of the Ciliwung River based on real time monitoring data from the ONLIMO system and to examine spatial and temporal variations in water quality status along the middle and downstream segments. A descriptive quantitative approach was applied using secondary data obtained from three ONLIMO monitoring stations, namely Masjid Istiqlal, Pintu Air Manggarai, and Kelapa Dua Srengseng Sawah, during the period of 6–12 May 2025. The analyzed parameters included temperature, dissolved oxygen, Biochemical Oxygen Demand, nitrate, ammonia, and other relevant physicochemical indicators. The results indicate that the water quality of the Ciliwung River generally falls within lightly to moderately polluted categories, with higher pollution levels observed in the middle segment of the river. Critical parameters influencing pollution status include Biochemical Oxygen Demand, nitrate, ammonia, and consistently low dissolved oxygen levels. These findings demonstrate that pollution in the Ciliwung River is persistent and cumulative, highlighting the urgency of integrated watershed management, strengthening real time water quality monitoring, and enhancing cross sector collaboration to support effective pollution control and sustainable river restoration.

Meilinda Suriani Harefa; Ferdy Almsyah; Frans Frans; Roma Ulina Sitohang; Leli Sartika

Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to analyze the process of processing fruit peel waste from juice traders into eco-enzymes as an effort to reduce environmental pollution. The research uses qualitative descriptive methods through direct observation, documentation, and literature studies. Fruit peel waste is fermented at a ratio of 1:3:10 (molasses : fruit waste : water) for three months under anaerobic conditions. The fermentation results show good eco-enzyme characteristics, characterized by a pH of 3, a fresh sour aroma, and a brownish color as an indicator of fermentation success. These findings show that the process of processing eco-enzymes from fruit peel waste can be done simply, cheaply, and environmentally friendly. In addition, the use of eco-enzymes has the potential to reduce the volume of organic waste disposed of in landfills and reduce water and soil pollution. The resulting eco-enzyme also has potential applications as natural cleaners, liquid fertilizers, and odor controllers. Thus, the treatment of fruit peel waste not only supports sustainable environmental management practices, but also encourages the implementation of the circular economy as well as community empowerment ecologically and economically.

Pantun P.A.S Lumban Gaol; Yursal Yursal; Yuna Sutria

Kalao’s Maritime Journal, 2025 Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara

This research aims to deeply analyze the process mechanism for the management and issuance of the National Pollution Prevention Certificate (SNPP) by PT. Multi Jaya Samudera Belawan at the Port Authority and Harbormaster’s Office (KSOP) Belawan. The SNPP is a crucial document that certifies a vessel’s compliance with technical and administrative requirements regulated by national laws and international conventions, specifically concerning the prevention of marine environmental pollution. The research methodology employed is a qualitative descriptive case study, focusing on direct observation of the procedural stages and interviews with relevant parties within the shipping agency and the KSOP institution. Data were collected through field observation during the fieldwork period and literature study relevant to ship certification procedures. The findings indicate that the SNPP issuance process involves a series of structured stages, beginning with the application submission, verification of supporting document completeness, followed by a physical vessel inspection by KSOP inspection officers to ensure that all pollution prevention installations and systems function according to the required standards. The final stage involves issuing the certificate once all requirements are met. Despite the established procedures, this study identified several key challenges, including: (1) Administrative Delays, which can interfere with the processing schedule; (2) Lack of Understanding among business actors regarding the latest detailed procedures, often resulting in incomplete documentation; and (3) Limited Technical Support, encompassing digital information systems or other supporting facilities. The optimization of SNPP issuance heavily relies on solid coordination between the shipping agency, ship’s crew, and the regulator (KSOP). The implications of these findings highlight the importance of regular dissemination and socialization of the latest regulations and procedures, as well as enhancing the efficiency of digital administration systems to minimize waiting times and ensure vessel compliance with marine pollution prevention standards.  

Hamka, Hamka; Haryanto Ali, Indra; Rizqo Abdillah, Ahmad; Awaluddin Zidane, Muhammad

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Pendekatan kewirausahaan sosial yang diterapkan dalam proyek ini mencerminkan sinergi antara inovasi, kepedulian sosial, dan keberlanjutan lingkungan. Dengan memberdayakan masyarakat lansia untuk menciptakan produk yang bermanfaat, kegiatan ini berkontribusi pada tercapainya beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), seperti pengurangan limbah, pengentasan kemiskinan, dan pemberdayaan komunitas. Tujuan: Mengurangi limbah plastik serta meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi lansia melalui pembuatan gantungan kunci berbahan dasar limbah plastik. Metode: Pemberdayaan Masyarakat ini melibatkan warga Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia “Budi Sejahtera” Martapura. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan yang komprehensif berupa pelatihan partisipatif dengan tahapan pengumpulan bahan baku dari masyarakat, penyediaan peralatan, pembentukan tim kerja, serta pelatihan kewirausahaan yang meliputi edukasi kepada lansia mengenai pentingnya daur ulang sampah, proses pemilahan, pembersihan, pemotongan, pencampuran resin, pencetakan, hingga finishing produk gantungan kunci. Hasil: Adanya peningkatan keterampilan dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai, serta terbukanya peluang ekonomi melalui penjualan produk. Dari sisi sosial, kegiatan ini memperkuat rasa kebersamaan dan meningkatkan kepercayaan diri lansia, sementara dari sisi lingkungan, berkontribusi nyata dalam pengurangan sampah plastik dan pencemaran lingkungan. Kesimpulan: kegiatan sociopreneur ini membuktikan bahwa melalui pendekatan inovatif berbasis partisipasi, lansia dapat diberdayakan untuk menghasilkan karya yang bermanfaat, ramah lingkungan, sekaligus bernilai ekonomi.