Publication Search

58,296 articles from 461 journals · 1,579 citations tracked

Showing 1-17 of 17

Analytics

Neysa Listiana Putri; Nuraini Kaloko; Nur Chaira Hafiza; Zainarti Zainarti

Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

This study aims to analyze the comparison of small business development strategies in improving the income of traders in traditional markets around Medan City. The research employed a qualitative descriptive approach using interviews, observations, and documentation involving three traders of fruit, vegetables, and tomatoes. The results show that each trader applies different strategies depending on the characteristics of their commodities and business capacity. Fruit and tomato traders tend to implement quality sorting, price adjustments, and trust-building through honest customer service. Meanwhile, the vegetable trader relies more on traditional approaches such as giving bonuses to customers. Market facilities significantly influence the effectiveness of business strategies, where traders with proper stalls are better able to maintain income stability compared to those using temporary tents in muddy and uncomfortable areas. Seasonal factors also strongly affect income fluctuation as they determine the quality and supply of commodities. This study concludes that small business development strategies in traditional markets are shaped not only by traders’ managerial abilities but also by market infrastructure conditions and external environmental factors. It is recommended that market managers improve market facilities to support the sustainability of small traders’ businesses.

Siska udilawaty; Udilawaty, Siska

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2025 UNIVERSITAS STEKOM

Penelitian ini mengkaji identitas visual merek Pia Saronde—salah satu produk kuliner khas Gorontalo—dengan menggunakan pendekatan semiotika yang berlandaskan teori Roland Barthes. Sebagai salah satu UMKM yang bergerak di sektor pangan, merek ini sangat bergantung pada peran logo untuk membentuk persepsi konsumen, memperkuat posisi merek, serta membedakannya dari produk lain dalam persaingan pasar. Penelitian ini bertujuan menelaah struktur visual yang membentuk logo, menginterpretasikan makna denotatif dan konotatif yang muncul, serta menilai sejauh mana logo tersebut mampu merepresentasikan nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memadukan pengamatan visual terhadap logo dan kajian pustaka yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi warna kuning dan coklat pada logo mampu menimbulkan kesan hangat, manis, dan menggugah selera, sedangkan bentuk tipografi yang melengkung menghadirkan citra tradisional, akrab, dan bernuansa rumahan. Selain itu, penggunaan nama “Saronde” menciptakan hubungan simbolis dengan Pulau Saronde yang terkenal, sehingga memperkuat keterikatan merek terhadap identitas daerah. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa logo tersebut berhasil mengomunikasikan keterkaitan budaya dan citra kuliner yang diusung produk. Meskipun demikian, penelitian ini merekomendasikan adanya pengembangan pada beberapa elemen simbolik dan peningkatan adaptasi visual untuk kebutuhan media digital guna memperkuat daya saing merek.

Firyaal Faadhilah; Cory Vidianti

Jurnal Inovasi Ekonomi Syariah dan Akuntansi 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

The development of digital technology has led to significant changes in economic behavior, including among Muslim communities in Tegal Gubug. Economic activities that were once centered in traditional markets have now begun to shift to digital platforms such as marketplaces and social media. This study aims to examine the shift in the economic behavior of the Muslim community from direct interactions in Tegal Gubug Traditional Market to digital-based interactions in buying and selling transactions. The research employs a qualitative descriptive approach, with data collected through interviews and observations of Muslim traders and consumers who have transitioned to using digital platforms. The findings reveal that the main factors driving this shift are ease of access, time efficiency, and the expansion of marketing networks. However, the study also identifies challenges such as reduced direct social interaction among economic actors and a lack of understanding regarding the application of Islamic business ethics in the digital space. This research emphasizes the importance of internalizing Islamic values such as honesty, justice, and responsibility in every digital economic activity to ensure alignment with sharia principles.

Rahmatiya Latif; Weny Almoravid Dungga; Sri Nanang M. Kamba

Jurnal Ilmu Pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia 2025 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

This research aims to analyze the forms of legal protection for consumers in the case of illegal cosmetic circulation in the Traditional Market of Moluo Village, Kwandang District, North Gorontalo Regency, and to examine the roles of the Health Department and the Gorontalo Food and Drug Supervisory Agency (BBPOM) in supervising and guiding business actors. The research method used is empirical legal research with a non-doctrinal qualitative approach, thru interviews with sellers, consumers, and supervisory authorities, as well as field observations and document studies. The research results show that the majority of vendors in the market already understand the importance of a distribution permit from BPOM and choose to sell legal products, although in practice illegal cosmetics are still found due to high consumer demand for instant results. The main obstacle lies in consumers who are often aware of the dangers of illegal cosmetics but still purchase them. BPOM Gorontalo implements legal protection thru two channels: preventive measures such as socialization, education, and routine inspections, and repressive measures such as legal action in accordance with Article 435 of Law Number 17 of 2023 concerning Health. The implications of this research confirm the need for more comprehensive legal protection strategies with cross-agency collaboration, increased public legal literacy, and consumer empowerment to make them more critical in product selection.

Arnah Ritonga; Endang Lyfia Saragih; Grace Amelia Purba; Petra Putri Sarinah Pandiangan; Rizka Nabila Damanik

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

This study analyzes the application of the compound interest concept in evaluating capital growth among vegetable vendors at the MMTC Traditional Market in Medan, North Sumatra. The research highlights the low level of financial literacy among micro-entrepreneurs in Indonesia, which currently stands at only 38.03%, and its implications for business sustainability. Traditional market traders generally employ basic bookkeeping practices focused solely on daily cash flow, without considering the time value of money or the growth potential from systematic profit reinvestment. Using a mixed-methods approach, this study combines semi-structured interviews to explore existing financial management practices with quantitative modeling based on the discrete compound interest formula to simulate various capital growth scenarios. The analysis reveals that disciplined reinvestment strategies, even when initiated with modest capital and conservative growth rates, can lead to substantial capital accumulation within three to five years. Three primary barriers to capital growth were identified: limited understanding of financial mathematics, lack of long-term planning, and a tendency to prioritize immediate consumption over investment. This research underscores the transformative potential of compound interest principles for micro-enterprise development and recommends practical financial literacy training along with supportive financial ecosystems that encourage sustainable reinvestment practices.

Amanda, Annisya Rekha; Munambar, Siwitri; Nalinda, Rika

Jurnal Agrifoodtech 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Di era modern, eksistensi minuman tradisional mulai tergeser oleh minuman modern, termasuk wedang uwuh yang merupakan minuman khas Yogyakarta. Salah satu upaya pelestarian wedang uwuh adalah melalui inovasi dan difersifikasi produk, seperti pengembangan produk coklat bar dengan rasa wedang uwuh. Cokelat dipilih karena memiliki daya tarik tinggi di berbagai segmen pasar serta nilai komersial dan khasiat yang baik untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis cokelat yang paling sesuai sebagai bahan dasar utama dalam pengembangan produk coklat bar wedang uwuh dengan membandingkan cokelat hitam dan cokelat putih berdasarkan atribut visual, khasiat, dan nilai komersial. Metode yang digunakan adalah Focus Grup Discussion (FGD) bersama perusahaan yang bergerak di bidang produksi wedang uwuh, dengan melibatkan 9 orang peserta. Hasil kajian menunjukan bahan dasar untuk produk cokelat bar wedang uwuh, cokelat hitam lebih unggul baik dari aspek visual, kandungan, dan nilai komersilnya. Secara visual, uji organoleptik seperti warna, bau, rasa masih lebih unggul cokelat hitam. Cokelat hitam kaya akan flavonoid, polifenol, teobromin, asam askorbat, zat besi, magnesium, dan serat sehingga lebih memberikan khasiat yang lebih baik untuk tubuh. Margin harga cokelat hitam lebih tinggi tetapi tidak signifikan bedanya dengan cokelat putih, sehingga penggunaan cokelat hitam sebagai bahan dasar produk cokelat bar wedang uwuh sangat direkomendasikan.  

Artiningsih, Ni Komang Ayu; Sri Subekti; Nurtekto

Jurnal Agrifoodtech 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pasar tradisional memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, namun sering menghadapi permasalahan lingkungan, terutama dalam hal pengelolaan sampah. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana pengelolaan sampah pasar jangli Kota   Semarang telah berjalan, dengan mengutamakan fokus pada partisipasi masyarakat dan pedagang,  ketersediaan  fasilitas,  serta dampak  lingkungan   yang  ditimbulkan.  Pendekatan  yang digunakan berupa  deskriptif  kualitatif,  dengan  data  dikumpulkan  melalui  observasi  serta   wawancara. Hasil   penelitian menunjukan bahwa tingkat partisipasi pedagang dalam menjaga kebersihan pasar masih rendah, sebagian besar hanya mengandalkan petugas kebersihan. Selain itu, fasilitas pengelolaan sampah masih terbatas, seperti jumlah tempat sampah yang tidak memadai, ketiadaan sistem pemilahan, dan jadwal pengangkutan yang tidak konsisten. Kondisi ini berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan pasar, aroma yang menyengat, kehadiran lalat, dan potensi penyebaran penyakit. Implikasi dari kajian ini merekomendasikan peningkatan edukasi dan kesadaran masyarakat, penyediaan fasilitas yang lebih baik, serta penguatan peran pemerintah dalam pengawasan dan penegakan aturan, melalui pendekatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat (community-based waste management).

Yohana Febriana Tabun; Stefania Sonia Manek; Ivony Sarlin Asa; Damian Puling; Yanuarius Bria Seran +1 more

Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

In an effort to improve the quality of environmental sanitation in traditional markets, this community service program involves students as agents of change. Traditional markets are often a gathering place for various wastes and impurities, which can have a negative impact on public health. This activity aims to increase public awareness and knowledge, especially traders and market visitors, about the importance of environmental sanitation. Through the social services carried out, students provide information about good sanitation practices and how to maintain a clean environment. The results of this activity are expected to create positive changes, improve public health, and make traditional markets a clean and comfortable place. This program is not only beneficial to the community, but also a valuable experience for students in applying the knowledge they learn, as well as developing social concern and responsibility for the environment.

Marzuti Isra; Cut Zaara Nazwa Shafina; Iskandar Muda Nasution; Dede Fajru Pamungkas; Dimas Setiawan Damanik +2 more

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

This study aims to analyze the determination of selling prices and enthusiasts by traders and their relationship with demand fluctuations in the traditional market of MMTC Medan. The method used is a qualitative descriptive analysis method with a survey approach, involving three traders, namely rice, onion, and cabbage traders, data collected through direct interviews. The results of the study show that the setting of selling prices by traders has an effect on market enthusiasts as well as fluctuations in demand. Merchants set prices based on a combination of cost of goods sold, competitor prices, and estimated consumer purchasing power. Significant price fluctuations tend to lower the volume of demand, especially in non-primary products, and also poor quality of goods. Thus, this study concludes that understanding demand patterns and price adaptability are the main key factors in maintaining the business continuity of traders in the traditional market of MMTC Medan.

Eko Nursanty; Au Yong Hui Nee; Gita Sugiyarti; Aris Mardiyono; Tri Widayati +1 more

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pasar tradisional memainkan peran penting dalam memperkuat identitas budaya dan meningkatkan daya tarik pariwisata internasional. Pasar Seni di Kuala Lumpur adalah contoh utama dari keberhasilan transformasi pasar tradisional menjadi tujuan wisata budaya. Inisiatif community engagement ini merupakan kolaborasi antara Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang dan Universiti Tunku Abdul Rahman (UTAR) Malaysia, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pemangku kepentingan tentang strategi branding untuk Pasar Seni sebagai destinasi pariwisata internasional. Metode yang digunakan antara lain lokakarya partisipatif, diskusi dengan pemilik bisnis lokal, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pelestarian budaya, pemasaran digital, dan keterlibatan masyarakat lokal menjadi faktor kunci dalam memperkuat citra Pasar Seni sebagai destinasi wisata global. Rekomendasi diberikan untuk pengembangan strategi branding untuk pasar tradisional di Asia Tenggara.    

Wati, Rudila; Dini, Ilka Gusrian

Jurnal Manajemen Sosial Ekonomi 2025 LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

This study aims to fine out how Islamic Business Ethics is applied to buying and selling transaction in Prumdam market, Bengkulu City. The purpose of this study is to explore the understanding and application of Islamic Business Ethics among traders in Traditional markets. The main issue raised was the lack of understanding of traders regarding the principles of Islamic Business Ethics and the challenges they face. The study used a qualitative method with a descriptive approach, involving structured interviews with traders who had at least five years of experience in the Prumdam Morning Market. The results of the study show that some of the traders have understood the importance of honesty and Amanah in transactions, however there are some traders who are not effective in communicating the quality of the goods they sell, which reflects the lack of awareness of Islamic Business Ethics principles. Therefore, there is a need for better education and socialization to traders about Ethical values ​​which are the foundation in doing business.

Ali Arif Setiawan; Christina Nur Wijayanti; Wahjoe Mawardiningsih; Jeratallah Aram Dani

Jurnal Penelitian Komunikasi dan Sosialisasi 2025 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

This study aims to analyze consumer behavior in purchasing decision-making at traditional markets in Surakarta City. The focus of this research is to identify the factors that influence consumer purchasing decisions, such as price, product quality, location, service, and shopping habits. The method used is a quantitative approach with a survey method. Data were collected through the distribution of questionnaires to 100 respondents who are active consumers at several traditional markets in Surakarta, such as Pasar Gede, Pasar Klewer, and Pasar Legi. The data analysis technique used is multiple linear regression to examine the influence of independent variables on the dependent variable. The results show that price, product quality, and service have a significant influence on purchasing decisions, while location and shopping habits do not show a significant influence. These findings indicate that consumers in traditional markets in Surakarta tend to prioritize economic value and service interaction in their purchasing decisions. This research is expected to provide input for traditional market managers in improving competitiveness amidst the growth of modern markets.

Muhammad Arif Perdana; Dewi Permata Sari; Johansyah Al Rasyid

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Traditional markets are characterized by fast-paced and diverse transactions, necessitating a reliable product monitoring system to enhance the efficiency of stock management and transactions. This study develops a monitoring system based on a loadcell sensor and a TCS230 color sensor to automatically classify product weight and type. The loadcell is used to measure product weight with high accuracy, while the TCS230 detects the color characteristics of products to distinguish between different types of commodities, such as various varieties of chili peppers. The development process includes sensor calibration, dataset collection, and the training and evaluation of a classification model. Experimental results show that the classification accuracy exceeds 90%, demonstrating the effectiveness of combining weight and color data for market product recognition.

Susila Widhiyanti; Hesti Sadtyadi; Ratna Setyaningsih

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

This study There is ineffective communication in Wonogiri Market which causes failure in negotiation. Ineffectiveness in negotiation also makes sellers and buyers not have a purchase agreement, sometimes there is a compulsion of sellers so that the goods they sell are immediately sold out so that many other traders compete to provide lower prices. This study aims to determine whether or not there is an influence of communication on the success of negotiations between sellers and buyers in Wonogiri Traditional Market. This study is a quantitative study with a simple linear regression analysis method. This research was conducted in Wonogiri traditional market, on sellers and buyers in March - May 2025. The population of this study was 110 sellers, while the sample used was 84 sellers. The data analysis technique used simple linear regression with the help of the SPSS 25 program. Based on the results of the study and data analysis, it shows that there is an influence of interpersonal communication on the success of negotiations in Wonogiri Traditional Market of 0.581.  

Achmad Nizar Fernanda; Farida Murti; Ibrahim Tohar

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Pasar Tradisional Blimbing merupakan pasar berstandar kelas A yang terletak di Kota Malang dan termasuk dalam kategori pasar tradisional kota. Pasar ini mencakup area seluas 1,9 hektar dengan fungsi utama sebagai zona perdagangan dan jasa. Salah satu ciri khas dari pasar ini adalah adanya dua jenis sirkulasi ruang yang berbeda dalam satu bangunan, yang menjadikannya objek menarik untuk kajian mengenai kriteria sirkulasi ruang interior. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memahami kelebihan serta kekurangan faktor-faktor yang mempengaruhi sirkulasi interior di Pasar Tradisional Blimbing, dengan fokus pada konfigurasi jalur sirkulasi, hubungan antara jalur dan ruang, bentuk ruang sirkulasi, serta dimensi lebar ruang sirkulasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yang diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait desain sirkulasi ruang untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi pergerakan di dalam pasar. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam perbaikan desain sirkulasi ruang pasar tradisional pada umumnya.

Melisa Aprilia Soelo; Uswatun Hasanah; Steci Veronika Tedengki; Laura Lawrensa Taruangi; Nesya Ester Njaya

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2025 CV. ALIM'SPUBLISHING

Kue lapis merupakan jajanan tradisional Indonesia yang memiliki tekstur kenyal dan rasa manis, umumnya terbuat dari tepung beras dan tepung sagu. Namun, untuk mengurangi ketergantungan pada tepung beras serta meningkatkan nilai gizi produk pangan, penelitian ini mengembangkan inovasi kue lapis dengan kombinasi kacang hijau dan jagung manis. Kacang hijau sebagai sumber protein nabati dan jagung manis yang kaya akan karbohidrat dan vitamin dipilih untuk memberikan manfaat gizi yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan kue lapis yang tidak hanya enak tetapi juga bergizi, dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang memiliki nilai gizi tinggi. Metode pembuatan kue lapis ini melibatkan pencampuran tepung beras, tepung tapioka, santan, serta bahan tambahan berupa kacang hijau dan jagung manis yang telah diproses. Proses pembuatan dilakukan secara bertahap, dengan pengukusan setiap lapisan secara bergantian untuk memastikan tekstur yang kenyal dan matang sempurna. Hasilnya, kue lapis ini memiliki tekstur yang lembut dan kenyal dengan rasa manis alami dari jagung dan kacang hijau, serta kandungan gizi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kue lapis tradisional. Kacang hijau dan jagung manis memberikan kontribusi signifikan terhadap kandungan protein, serat, serta vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan. Inovasi ini tidak hanya menawarkan alternatif pangan yang lebih sehat, tetapi juga dapat mendorong konsumsi pangan lokal yang bernilai gizi tinggi. Selain itu, produk ini memiliki potensi untuk dipasarkan sebagai jajanan pasar yang mendukung keberlanjutan petani lokal. Kombinasi kacang hijau dan jagung manis dapat menjadi pilihan yang lebih bergizi dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, serta berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut dalam industri pangan tradisional.

Melisa Aprilia Soelo; Uswatun Hasanah; Steci Veronika Tedengki; Laura Lawrensa Taruangi; Nesya Ester Njaya

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2025 CV. ALIM'SPUBLISHING

Kue lapis merupakan jajanan tradisional Indonesia yang memiliki tekstur kenyal dan rasa manis, umumnya terbuat dari tepung beras dan tepung sagu. Namun, untuk mengurangi ketergantungan pada tepung beras serta meningkatkan nilai gizi produk pangan, penelitian ini mengembangkan inovasi kue lapis dengan kombinasi kacang hijau dan jagung manis. Kacang hijau sebagai sumber protein nabati dan jagung manis yang kaya akan karbohidrat dan vitamin dipilih untuk memberikan manfaat gizi yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan kue lapis yang tidak hanya enak tetapi juga bergizi, dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang memiliki nilai gizi tinggi. Metode pembuatan kue lapis ini melibatkan pencampuran tepung beras, tepung tapioka, santan, serta bahan tambahan berupa kacang hijau dan jagung manis yang telah diproses. Proses pembuatan dilakukan secara bertahap, dengan pengukusan setiap lapisan secara bergantian untuk memastikan tekstur yang kenyal dan matang sempurna. Hasilnya, kue lapis ini memiliki tekstur yang lembut dan kenyal dengan rasa manis alami dari jagung dan kacang hijau, serta kandungan gizi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kue lapis tradisional. Kacang hijau dan jagung manis memberikan kontribusi signifikan terhadap kandungan protein, serat, serta vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan. Inovasi ini tidak hanya menawarkan alternatif pangan yang lebih sehat, tetapi juga dapat mendorong konsumsi pangan lokal yang bernilai gizi tinggi. Selain itu, produk ini memiliki potensi untuk dipasarkan sebagai jajanan pasar yang mendukung keberlanjutan petani lokal. Kombinasi kacang hijau dan jagung manis dapat menjadi pilihan yang lebih bergizi dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, serta berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut dalam industri pangan tradisional.