SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

41,336 articles from 397 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-6 of 6

Analytics

Yerry Soumokil; Alwia Said Pattimura; Ahmad Janwar Pattimura

Jurnal Anestesi: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran, 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Appendisitis adalah peradangan pada appendix vermiformis, yang memerlukan tindakan bedah segera. Keluhan yang menonjol pada pasien pasca apendiktomi adalah gangguan rasa nyaman nyeri. Tindakan farmakologis biasanya diberikan analgetik, dan terapi non farmakologis digunakan sebagai pendamping obat. Salah satu terapi non farmakologis untuk mengurangi nyeri adalah dengan teknik relaksasi nafas dalam. Teknik pernapasan relaksasi adalah tindakan asuhan keperawatan, dimana perawat mengajarkan pada pasien cara melakukan teknik nafas dalam / pernapasan secara perlahan (tahan inspirasi secara maksimal) dan menghembuskan nafas secara perlahan. Tujuan penerapan ini adalah untuk menurunkan intensitas nyeri pasien post operasi apendisitis di ruang UGD Puskesmas Latu. Penulisan laporan akhir studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan dan berbasis Evidence Based Practice. Analisis studi kasus dilakukan pada 1 pasien post operasi apendisitis dengan fokus intervensi tehnik relaksasi nafas dalam. Hasil Setelah dilakukan tehnik relaksasi nafas sehari 2 kali selama 20-30 menit, yang dilakukan satu jam sebelum pemberian analgetik, selama 1 hari berturut turut, pasien post operasi apendiktomi terdapat penurunan skala nyeri. Pasien skala nyeri 7 turun menjadi skala nyeri 4. Intervensi tehnik relaksasi nafas dalam dapat diterapkan untuk pasien post operasi lainnya, yang berfungsi untuk mengurangi rasa sakit.

Rizky Hamidah Assagaf; Harismayanti Harismayanti; Ani Retni

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Nyeri pada ibu bersalin dapat menyebabkan meningkatnya kadar katekolamin atau hormon sterss. Peningkatan kadar ketekolamin atau hormon sterss dapat mengurangi kemampuan tubuh menahan rasa nyeri.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi massage effluerage terhadap nyeri kala I pada ibu inpartu. Desain penelitian pre eksperimental  dengan penelitian one group pre-post test. Populasi dalam penelitian ini ibu bersalin secara normal di ruangan ponek bulan agustus-oktober berjumlah 56 ibu. Sampel berjumlah 36 ibu dengan menggunakan rumus slovin. Instrument yang digunakan yaitu lembar observasi dan menggunakan uji statistik sampel paired T-test. Hasil yang diperoleh nyeri sebelum perlakuan sebanyak 23 responden merasakan nyeri sedang dan 13 responden merasakan nyeri berat, setelah perlakuan 19 responden merasakan nyeri ringan, 15 responden merasakan nyeri sedang dan 2 responden merasakan nyeri berat. Kesimpulan terdapat pengaruh p=0.000 (<0.05) terapi massage effleurage terhadap nyeri kala I pada ibu inpartu diruangan ponek.    

syurrahmi, syurrahmi; Rahmanti, Ainnur; Azizah, Miya Nur

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Nyeri merupakan pengalaman pribadi yang diekspresikan secara berbeda. Tindakan medis yang sering menimbulkan nyeri adalah pembedahan. Pasien pasca operasi memerlukan perawatan yang maksimal untuk mempercepat pengembalian fungsi tubuh, dengan pemberian intervensi mobilisasi dini. Latihan mobilisasi dini ini dilakukan mulai 8 jam – 24 jam pasca oprasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan pemberian latihan mobilisasi dini untuk penurunan tingkat nyeri pada pasien pasca operasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode pendekatan pada satu kasus. Pengukuran skala nyeri post operasi ini menggunakan skala Numeric Rating Scale. Metode pegumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan lembar observasi dan sop mobilisasi dini dengan kriteria inklusi pasien 8 jam post operasi. Jumlah sampel yang digunakan adalah 2 orang, Tingkat nyeri numeric rating scale 7-9 (nyeri berat), Berdasarkan analisa data didapatkan hasil bahwa tingkat nyeri responden I dari skala 7 (nyeri berat) menurun menjadi skala 4 (nyeri ringan), responden II dari skala 7 (nyeri berat) menurun menjadi 5 (nyeri sedang). Hasil diatas menunjukan bahwa kedua subjek penelitian mengalami penurunan skala nyeri yang signifikan dari skala berat menjadi skala sedang. Penerapan mobilisasi dini terhadap penurunan skala nyeri pada pasien pasca operasi direkomendasika sebagai penerapan terapi yang efektif dalam menurunkan skala nyeri.

Damayanti, Dyah Ayu Kusuma; Syafiq, Bakri As; Fauziyah, Atina; Ardhiani, Miftah Rizky; Zulfah, Khairina +3 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Osteoartritis lutut adalah penyakit degeneratif kronis yang banyak diderita orang dewasa yang lebih tua, dan ditandai dengan kerusakan tulang rawan pada sendi lutut. Pasien mungkin mengalami nyeri sendi, kekakuan, dan deformitas sendi. Harapan diadakannya penyuluhan ini agar masyarakat bisa memahami bagaimana cara penanganan saat mengalami keluhan. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini berupa penyuluhan dan pemberian terapi latihan dengan kompres air hangat dan isometric exercise dengan menggunakan media leaflet dan demo teknik pencegahan nyeri. Penyuluhan ini dilakukan di Kelurahan Kauman, Kabupaten Batang, kepada ibu-ibu Dawis RT 01/ RW10 yang berjumlah 10 orang. Berdasarkan data yang diperoleh, menunjukkan bahwa lebih dari 6 orang ibu-ibu dawis mengeluhkan nyeri lutut. Peningkatan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang fisioterapis dan nyeri lutut atau osteoarthritis diukur dengan kuesioner pre test dan post test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada pre test pemahaman peserta hanya 21% dan mengalami peningkatan menjadi 54% setelah dilakukan post test atau setelah pemberian materi tentang osteoarthritis. Disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang osteoarthritis.

Uswatun Insani; Sagita Dwi Lutfa Ramdhani

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sectio Caesarea (SC) merupakan proses persalinan melalui pembedahan pada daerah abdomen yang akan menimbulkan terputusnya kontinuitas jaringan dan saraf sehingga mengakibatkan timbulnya rasa nyeri pada daerah bekas sayatan post sectio caesarea. Terapi murottal Al-Qur’an bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan terapi murottal Al-Qur’an, terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post sectio caesarea di rumah sakit Kardinah Kota Tegal. Metode penelitian ini merupakan metode deskriptif dengan desain penelitian adalah studi kasus. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur tingkat nyeri yang dirasakan pasien adalah pengukur skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS). Hasil penelitian studi kasus dengan terapi murottal Al-Qur’an memberikan pengaruh yang signifikan dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien post sectio caesarea. Terjadi penurunan intensitas nyeri pada kedua subjek penelitian yaitu  skala nyeri pada pasien 1 tingkat nyeri sebelum diberikan terapi murottal Al-Qur’an skala nyeri 6 (nyeri sedang) setelah diberikan terapi murottal Al-Qur’an selama 3 hari skala nyeri menjadi 1 (nyeri ringan) dan pada pasien 2 tingkat nyeri sebelum diberikan terapi murottal Al-Qur’an skala nyeri 4 (nyeri sedang) setelah diberikan terapi murottal Al-Qur’an selama 3 hari skala nyeri menjadi 1 (nyeri ringan). Simpulan, terapi murottal Al-Qur’an dapat menurunkan intensitas nyeri pada pasien post sectio caesarea.

Pia Batmomolin; Aulia Debby Pelu; Rokia Latuamury

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Daun pala (Myristica fragrans) gunakan masyarakat untuk mengobati bebrapa penyakit seperti nyeri. Bahan kimia yang terkandung dalam daun pala seperti saponin, polifenol, flavanoid, dan minyak atsiri. Untuk membuktikan aktivitas ekstrak etanol daun pala (myristica fragrans) terhadap aorta tikus (rattus norvegicus) diabetes. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang bersifat eksperimen laboratorium (laboratory experimen) secara in vivo menggunakan hewan coba tikus putih (rattus norvegicus) jantan galur wistar. Daun pala menggunakan pelarut etanol 96%. Diperoleh hasil maserasi sebanyak 300 g, dipekatkan dengan alat rotary evaporator diperoleh ekstrak kental sebanyak 42,673 g dengan %rendamen sebesar 14,23%. Didapatkan gambaran histologi terdapat lumen diameter yang lebih tipis dan lebih lebar dan sel busa pada bagian tunika intima dan media aorta tikus.