Publication Search

62,860 articles from 506 journals · 1,579 citations tracked

Showing 1-19 of 19

Analytics

Rohmatin, Alfa; Jannah Salsabila; Ajeng Zahra Haroki; Amelani Putri

Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi sekolah dalam mencegah dekadensi moral siswa di SMK Al–Azami Cianjur. Fenomena kemerosotan moral di kalangan pelajar menjadi tantangan serius di era modern, sehingga lembaga pendidikan Islam dituntut untuk berperan aktif dalam pembinaan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilaksanakan di SMK Al–Azami Cianjur selama Oktober–November 2025. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan kepala sekolah, guru, serta peserta didik, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan dekadensi moral dilakukan melalui lima strategi utama: (1) pembiasaan religius melalui kegiatan shalat berjamaah, shalat dhuha, puasa sunnah, dan budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun); (2) penguatan pendidikan moral dan etika di setiap mata pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler; (3) pendampingan psikologis melalui layanan Bimbingan dan Konseling (BK) serta kerja sama dengan lembaga STIFIn untuk mengenali potensi siswa; (4) kolaborasi aktif antara sekolah, orang tua, dan masyarakat; serta (5) penerapan disiplin yang tegas namun mendidik. Strategi tersebut membentuk ekosistem pendidikan yang harmonis dan berakar pada nilai-nilai Islam. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan karakter berbasis pembiasaan dan keteladanan efektif dalam membentuk generasi berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab di tengah tantangan moral abad ke-21.

Nuriyah Fahma, Mirza; Kurrotul A’yun Aisyah Nabila; Mochammad Indra Yumanto

Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Artikel ini membahas nilai-nilai pendidikan akhlak dalam QS. Al-Balad ayat 11–16 serta implementasinya dalam pembiasaan etika sosial di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Dalam konteks pendidikan dasar Islam, penanaman akhlak sosial memiliki urgensi yang tinggi karena menjadi dasar pembentukan karakter dan perilaku peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir tarbawi dengan mengkaji makna ayat berdasarkan tafsir Ibn Kathir, Al-Maraghi, dan Al-Misbah. Hasil kajian menunjukkan bahwa ayat-ayat tersebut mengandung nilai empati, kepedulian sosial, tolong-menolong, kasih sayang, dan kesabaran. Nilai-nilai tersebut dapat diimplementasikan melalui pembiasaan di kelas MI seperti kegiatan tolong-menolong, berbagi, kerja kelompok, serta metode keteladanan guru. Penelitian ini merekomendasikan agar guru MI mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam setiap aspek pembelajaran dan menumbuhkan kultur sosial yang berkarakter Islami.

Nurun Nisa

Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Krisis moral yang melanda dunia pendidikan modern menuntut pendekatan pendidikan karakter yang lebih mendalam dan integral. Meskipun kebijakan seperti Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) telah digulirkan, implementasinya seringkali hanya bersifat simbolis dan tidak menyentuh akar pembinaan jiwa peserta didik. Studi ini mengkaji konsep pendidikan karakter dalam pandangan Ibnu Miskawaih, seorang filsuf Muslim abad ke-10, yang menekankan pentingnya penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs), pembiasaan amal saleh, dan peran akal dalam membentuk perilaku moral. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui telaah kritis terhadap karya utama Ibnu Miskawaih, Tahdzib al-Akhlak, serta sumber sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep karakter menurut Ibnu Miskawaih tidak hanya menekankan aspek lahiriah, tetapi juga pembentukan moral batiniah melalui integrasi spiritual, intelektual, dan etis. Pendekatannya yang menyeimbangkan akal dan nafsu menjadi sangat relevan dalam merespon degradasi moral, krisis integritas, dan pragmatisme pendidikan saat ini. Studi ini menyimpulkan bahwa pemikiran Ibnu Miskawaih dapat dijadikan fondasi bagi pengembangan kurikulum karakter yang tidak hanya mencerdaskan secara kognitif, tetapi juga membentuk manusia berakhlak dan bermartabat. Studi ini juga merekomendasikan integrasi nilai-nilai klasik Islam ke dalam sistem pendidikan nasional sebagai langkah strategis menuju pendidikan yang transformatif dan berakar pada nilai spiritual.

Siti Mahfudlotul Alfia; Hafni Zukhrufina; Aulatul Mufidati; Mohammad Romadlon Habibullah

JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (JISE) 2024 CV. ALIM'SPUBLISHING

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas metode pembiasaan dalam menanamkan nilai-nilai tasawuf pada siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI). Saat ini, banyak sekolah menghadapi tantangan dalam menginternalisasi nilai-nilai karakter secara efektif. Metode pembiasaan hadir sebagai solusi potensial, dengan pendekatan bertahap dan konsisten yang memungkinkan nilai-nilai tasawuf terinternalisasi secara alami dalam kehidupan sehari-hari siswa. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur, dengan data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan artikel yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembiasaan berbasis tasawuf sangat efektif diterapkan pada siswa MI. Tasawuf berfokus pada pengembangan akhlak mulia melalui pendekatan hati, yang menekankan cinta kepada Allah SWT dan kesadaran spiritual.

Duta Jamaluddin

Jurnal Budi Pekerti Agama Islam 2024 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi Khatmul Quran yang dilakukan di Dusun Margapalah, Sumedang Selatan, khususnya dalam konteks Living Quran. Tradisi Khatmul Quran di desa ini melibatkan pembacaan seluruh ayat Alquran dalam rangka memperingati kematian seseorang, yang biasanya dilakukan selama tujuh atau empat puluh hari setelah pemakaman. Metode penelitian yang digunakan meliputi wawancara dengan tokoh masyarakat setempat dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini bermula dari ajaran Ustadz Gunawan Muhammad Syadili, yang mengadopsi praktik tersebut dari pesantren salafiyah di Cimanggun. Kegiatan Khatmul Quran di Dusun Margapalah dilakukan oleh dua kelompok, yaitu kelompok dewasa dan anak-anak, dengan pembagian tugas membaca Alquran sesuai dengan tingkat kemampuan. Tradisi ini dilandasi oleh keyakinan bahwa amal jariah, ilmu yang bermanfaat, dan doa dari anak yang saleh dapat memberikan pahala kepada almarhum. Studi ini juga menekankan pentingnya Living Quran dalam memahami bagaimana masyarakat Muslim mengapresiasi dan mempraktikkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana Alquran dihidupkan dalam konteks sosial budaya tertentu dan menawarkan kontribusi signifikan bagi pengembangan studi Alquran kontemporer.

Marcelita Nainggolan; Elya Siska Anggraini

Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan dan bahasa 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Komunikasi efektif merupakan proses komunikasi yang dilakukan oleh komunikator dan komunikan sehingga terjalin hubungan baik agar informasi yang disampaikan dapat dimengerti. Komunikasi efektif yang dimaksud didalam jurnal ini adalah komunikasi yang terjadi antara pendidik dengan anak didik di Tk An Nizam yang beralamat di Jl. Tuba II No.62, Tegal Sari Mandala III, Kec. Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara. Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah keterbatasan kemampuan komunikasi anak-anak usia dini di TK An Nizam . Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk  meningkatkan kemampuan komunikasi anak-anak usia dini di TK An Nizam. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif, kemudian teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan komunikasi efektif yang dilakukan para pendidik dalam meningkatkan kemampuan komunikasi pada anak usia dini . Metode yang digunakan yaitu metode pembiasaan, metode bercerita dan metode nasehat.

Irwandi Irwandi

Jurnal Ilmu Pendidikan 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Religious moderation in early childhood is an effort to instill moderate religious values ​​in children from an early age. These values ​​include an attitude of tolerance, being fair, balance and also an attitude of equality. One way to instill the values ​​of religious moderation in young children is through the habituation method. This research aims to find out how the habituation method is implemented in instilling the values ​​of religious moderation in early childhood at Kartika Kindergarten Banda Aceh. What will be discussed in this research is how to implement the habituation method in instilling the values ​​of religious moderation in early childhood at Kartika Kindergarten Banda Aceh. This research uses descriptive qualitative research. Data collected through interviews and documentation. The data obtained will be analyzed descriptive qualitatively. The research results showed that the forms of implementation of the habituation method in instilling the values ​​of religious moderation in Kartika Kindergarten Banda Aceh were ablution, prayer practice, repeating and memorizing short surahs and daily prayers, introduction to places of worship from various religions. Apart from that, learning is carried out by instilling values ​​such as honesty, courtesy, mutual help and mutual respect. The steps for implementing the habituation method in instilling the values ​​of religious moderation in children at Kartika Kindergarten Banda Aceh include teachers as models, preparing learning tools, involving parents, holding religious activities.

Muhammad Faisal Husain; Akke Azhar Annisa; Dede Supendi

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2024 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Duha prayer is a sunnah prayer that is carried out in the morning starting from the rising of the sun until it is time for the dhuhur prayer. At SD Negeri 1 Cibeber, the dhuha prayer is taught during Islamic religious education (PAI) lessons, but students do not master the lafadz reading the dhuha prayer. The purpose of this study was to educate students of SD Negeri 1 Cibeber grade 3 so that they have the ability and understanding of the dhuha prayer both reading lafadz and procedures for dhuha prayer in accordance with applicable regulations. This service implementation method uses the PAR method which is carried out in stages: Problem identification is carried out as a first step to formulate what will be used as material for system planning and materials in educating in this service activity. Conducted a survey of SD Negeri 1 Cibeber  where the activities were carried out. Then carry out the interview and discussion process with the teacher at SD Negeri 1 Cibeber  to identify problems. The implementation of the solution or idea was carried out on 14 until 21 February, 2024 in the form of educating grade 3 students. perform the Duha prayer properly. By using this habituation method, it can improve students' ability to memorize the lafadz reading the dhuha prayer.

Muji Agus Sofiyandi

Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam 2024 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Education is a very important means of creating the best possible human resources. It should be done seriously and responsibly. In order to make education a success, teachers must be able to foster students' disciplined attitudes, especially self-discipline. TPQ Mambaa`ul `Ulum Seketeng Sumbawa Besar is one of the educational institutions that researchers view as a madrasah diniayah which implements habituation methods in the educational process, one of which is increasing children's discipline in performing the five daily prayers. Applying the habituation method to improve the discipline of praying five times a day is certainly not easy and has obstacles, especially if it is applied to elementary or middle school level children who are still teenagers. However, in this way, ustadz and Koran teachers must find solutions to these obstacles so that the aim of implementing the habituation method can be achieved. That is why most of the TPQ Mamba`ul `ulum students are very concerned about the discipline of praying five times a day. Based on our observations and reality in the field, one of the inhibiting factors and obstacles is that children at home are not instructed by their parents to pray in congregation.

Muh, Bukhari

RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan 2023 Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Implementasi Pelajaran Bahasa Arab dalam Pembiasaan Bacaan Al-Qur’an SMP Darussalam Koposari Cileungsi Kita sebagai umat islam dituntut untuk selalu membaca dan mempelajari al-qur’an sesuai dengan SK yang telah dikeluarkan oleh mentri Agama RI yang mengharuskan setiap orang islam untuk selalu meningkatkan kemampuan dan minat yang tinggi dalam Membaca Al-Qur’annya. Untuk mencapai tujuan tersebut,maka pada saat ini banyak lembaga-lembaga pengkaji Al-Qur’an mencetus atau membuat metode yang bermacam-macam,salah satunya dengan mngaitkan pelajaran bacaan Bahasa Arab pada pembiasaan bacaan Al-Qur’an. Pembelajaran bahasa arab menjadi salah satu implementasi dalam Pembiasaan Bacaan Al-Qur’an. Dengan adanya pembiasaan bacaan al-qur’an melalui pelajaran bahasa Arab ini akan meningkatkan minat baca dan belajar memperbaiki bacaan al-qur’an,baik tajwid,makhorijul huruf,dan lain-lain. Tujuan penelitan ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang implementasi pelajaran bahasa Arab dalam pembiasaan bacaan al-qur’an di SMP Darussalam Koposari-Cileungsi, sedangkan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini penelitian deskriptif   yang mampu menjelaskan pembahasan yang akan dikaji. Hasil dari penelitian ini bahasa arab menjadi salah satu bahasa yang memiliki peran penting dalam bacaan al-qur’an. Latar belakang penelitian ini adalah masih banyaknya anak yang kurang fokus dan kurang bersemangat dalam mengimplementasikan program pembiasaan dalam pembelajaran membaca Al-qur’an serta kurang memperhatikan dan mengimplementasikan program pembiasaan dalam pembelajaran membaca Alquran baik di sekolah ataupun di rumah. Dengan demikian, dalam implementasinya pelajaran bahasa arab khususnya dalam pembacaan al-qur’an ini mampu meningkatkan minat baca,keterampilan dan fasohat siswa dalam bacaan al-qur’an baik pembiasaan di sekolah,rumah dan dalam kehidupan sehari-hari.

Lili Masrima Yanti Daulay; Indah Gustina; Helena Okti Marito Hutasoit; Nita Safitri Br Sitorus; Febrina Dafit

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model penerapan pendidikan karakter gemar membaca melalui program literasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, dan guru. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen pedoman wawancara, pedoman observasi, dan pedoman analisis dokumen. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis data model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendidikan karakter gemar membaca melalui Program Literasi Sekolah di SDN 89 Pekanbaru, SDN 135 Pekanbaru, SDN 17 Pekanbaru, SDN 035 Taraibangun dilaksanakan melalui: 1) Fase pembiasaan yang meliputi pembiasaan membaca selama 10-15 menit dan kegiatan lain yang dapat membangun budaya literasi serta pengondisian lingkungan fisik ramah literasi; 2) Fase pengembangan yang meliputi pengembangan kemampuan literasi melalui berbagai kegiatan non akademis serta pengupayaan lingkungan sosial dan afektif sebagai model komunikasi dan interaksi literat; 3) Fase pembelajaran yang meliputi pelaksanaan pembelajaran menggunakan beragam strategi literasi dan pengupayaan sekolah sebagai lingkungan akademis yang literat melalui pengembangan keprofesian.

Petrisia Tawasako; Fatlina Zainuddin; Niluh Putu Evvy Rossanty

Jurnal Manajemen Kreatif dan Inovasi 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pembelajaran literasi siswa pada GLS di SD Inpres Boyaoge, penelitian yang digunakan adalah metode deskriftif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi Subjek penelitian terdiri dari siswa SD Inpres Boyaoge. Dari hasil pengamatan  di temukan bahwa di SD Inpres Boyaoge telah memiliki kegiatan program literasi melalui 3 tahap yaitu; fase pembiasaan, fase pengembangan dan fase pembelajaran hal ini dapat di terpkan kepada seluruh siswa gar mampu mengembangkan pelajaran yang tepat sehingga dapat terlaksana dengan baik dan juga meningkatkan kemampuan literasi dan potensi siswa sutuhnya.

normilah; Mahmud MY; Musli

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2023 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Metode pembiasaan adalah kegiatan yang dilakukan secara terus menerus sehingga menjadi kebiasaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana upaya guru dalam mengembangkan nilai-nilai agama dan moral anak usia dini melalui penerapan metode pembiasaan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan uji kepercayaan menggunakan tringgulasi data.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dalam mengembangkan perkembangan nilai-nilai agama dan moral anak melalui metode pembiasaan adalah sebagai berikut: rutin memandu kegiatan berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatansehari-hari,  Ibadah shalat dhuha, sopan dalam bertutur kata untuk membiasakan prialaku mulia, keteladanan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, dan secara terprogram mengahafal surat-surat pendek dan do’a sehari-hari. kesimpulan bahwa kegiatan tersebut adalah bentuk pembiasaan dapat diterapkan pada anak usia dini dalam mengembangkan nilai-nilai agama dan moral.

Debby Riana Hairani

Indonesia merupakan bangsa yang terdiri dari ribuan pulau, dengan berbagai macam Suku,ras, etnis, bahasa, dan Agama yang berbeda-beda. Dari gugusan Indonesa barat hingga ujung timur, keberagaman tersebut menjadi sebuah harmoni. Tentunya dibalik keberagaman dan kekayaan yang ada di Indonesia adakalanya diwarnai dengan berbagai permasalahan yang dapat memicu terjadinya perpecahan baik dari segi Suku,budaya Ras dan Agama. Oleh karena itu, moderasi beragama menjadi hal yang dewasa ini terasa sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai nasionalisme dan juga nilai moderasi beragama menjadi penting untuk ditanamkan dan diterapkan sedini mungkin, terlagi kepada anak sejak dini,hal tersebut ditujukan agar anak dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai moderasi beragama di elingkungannya baik di lingkungan TK dan masyarakat. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan hal tersebut. Hal ini dikarenakan guru menjadi pihak yang bersentuhan secara langsung dengan dengan anak selama di TK. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunkan Teknik pengumpulan data yakni Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa penerapan nilai-nilai Moderasi beragama pada anak usia dini yakni Bertoleransi, Bersikap Adil dan saling menghormati dapat ditanamkan melalui berbagai Strategi antara lain pembiasaan – pembiasaan yang dapat ditiru anak secara langsung dari Gurunya serta berbagai metode pembelajaran seperti Bernyani, Bercerita, Tanya jawab, Bermain secara berkelompok dan Outing Class.

Fadiyah Nur Afifah; Zahira Nadya Hanifa; Dede Indra Setiabudi

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembiasaan Pendidikan muatan lokal nyunda dalam membangun karakter cinta tanah air yang tujuan utamanya agar anak tidak melupakan budaya daerah asalnya yang semata – mata untuk mempertahankan budaya asli. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara di sekolah SDN 213 babakan ciparay. Keabsahan data menggunakan uji kredibilitas. Kegiatan analisis data dimulai dari pengumpulan data hasil observasi, wawancara, penginterpretasian data, dan pengecekan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan Pendidikan muatan lokal ‘nyunda’ tersebut membuat anak tetap mengenal Bahasa daerah, makanan daerah, permainan daerah, dan tata krama daerah ditengah gencarnya budaya luar yang kian masuk ke tanah air. Setelah melakukan penelitian mengenai pembiasaan Pendidikan muatan lokal ‘nyunda’ dalam membangun karakter cinta tanah air tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa begitu pentingnya pembiasaan muatan lokal di sekolah dasar sebagai usaha dalam menanamkan karakter cinta tanah air lewat budaya daerah agar generasi muda tidak lupa budaya daerah asalnya sehingga tetap mengenal dan melestarikan budaya daerahnya tersebut.

Muhammad Ibnu Faruk Fauzi

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Habituation in education is very much needed because psychologically, students model more behavior or figures they idolize, including their teachers. Habituation is also no less important in learning activities. This is because any knowledge or behavior gained by habituation will be very difficult to change or eliminate it so that this method is very useful in educating children. Moral development activities for students are carried out at Dharma Wanita Sumberrejo Kindergarten through the habituation method of learning Islamic Religious Education (PAI). The research method used is a service method that describes the phenomenon that occurs as it is, data sources are obtained through school leaders, teachers and parents of children. The analysis is carried out with reference to the stages of tabulation, coding and giving meaning to the data. The results of the service show that the implementation of child moral development through the habituation method already contains the main teachings of Islam, namely Akidah (faith), Sharia (Islamic) and Akhlak (Ihsan). The method of habituation given by means of getting used to the behavior or moral attitude of the child repeatedly and continuously. In addition to the habituation carried out by teachers in schools, the role of parents is actually important for children's habituation in practicing Islamic teachings that have been taught through habituation in schools, but this role will not be maximized when parental involvement is not full on the development of children's behavior and morals.

Sugiaryo, Sigit Sugeng Riyadi &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2018 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah 1). Untuk mengetahui pengembangan model literasiuntuk peningkatan Civic Virtue pada siswa SMAN 6 Surakarta tahun ajaran 2017/2018.2). Untuk mengetahui pemanfaatan media sosial pada siswa SMAN 6 Surakarta tahunajaran 2017/2018. 3). Untuk mengetahui pengembangan model literasi melaluipemanfaatan media sosial untuk meningkatkan civic virtuepada siswa SMAN 6Surakarta tahun ajaran 2017/2018. SMA N 6 Surakarta terletak di jalan Mr. SartonoNo.30 Surakarta, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta dengankode pos 57135.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif yaituWakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum, Guru PPKn dan siswa SMAN 6Surakartasebagaisubjek. Sedangkan data yang di kumpulkan dalam penelitiam iniadalah data primer dan data sekunder tentang pengembangan model literasi melaluipemanfaatan media sosial guna meningkatkan civic virtue siswa di SMAN 6 Surakarta.Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Untukteknik analisis data dengan menetapkan informasi kunci yang merupakan informan yangdipercaya dapat membuka informasi kepada peneliti dalam berwawancara. Setelah itu,perhatian peneliti pada objek penelitian dan memulai membuat instrumen wawancaradeskripsi, jadi proses penelitian ini berangkat dari luas kemudian memfokuskan, dankemudian meluas lagi sehingga kemudian dapat di ambil kesimpulan dari narasumberyang disajikan dengan bentuk narasi. Sebelum melakukan wawancara, penelitimelakukan observasi pada kelas 11 MIPA SMAN 6 Surakarta.Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Pengembangan model literasi terintegrasimelalui rencana pelaksanaan pembelajaran yang di sisipkan dalam setiap pembelajaran.2) pemanfaatan media sosial sebagai media pembelajaran PPKn memberi dampakpositif dan dampak negatif. 3) dengan pembiasaan berliterasi dalam pembelajaran yangmemanfaatan media sosial dapat meningkatkan civic virtue siswa sehingga menjadikansiswa berperilaku baik di sekolah maupun di masyarakat.Kata Kunci : Pengembangan Model Literasi, Media Sosial, CivicVirtue.

Anita Trisiana, Wartoyo &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2018 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis integrasi Pendidikan Karakter dalampembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk meningkatkan Kedisiplinan mahasiswaUniversitas Slamet Riyadi Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif,dengan teknik pengumpulan data melalui cara Observasi, Wawancara, Dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa EfektifitasPengintegrasian Kurikulum Pendidikan Karakter dalam Kedisiplinan mahasiswa secaraefektif di terapkan dalam kegiatan belajar mengajar dengan mengabungkan nilai-nilaikedisiplinan di kampus, masyarakat, berbangsa dan bernegara dalam upaya menjadikanmahasiswa yang berkarakter kuat dan menjadi pribadi-pribadi yang berkarakter sebagaipenerus bangsa saat ini. Pola penanaman kedisiplinan, diwujudkan dalam pembiasaanmulai dari kegiatan pembelajaran sampai dengan kegiatan evaluasi pembelajaran.Kata Kunci : Pendidikan Karakter, Pendidikan Kewarganegaraan, Kedisiplinan

Karimah, Nurrotul

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2016 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui pelaksanaan pendidikan karakter dalam keluarga melalui nilai-nilai budaya Jawa di Desa Pengkok Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen. 2) Mengetahui penerapan pendidikan karakter anak dalam keluarga di Desa Pengkok Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen. 3) Mengetahui faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan pendidikan karakter dalam keluarga melalui nilai-nilai budaya Jawa di Desa Pengkok Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen.P enelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, sumber data menggunakan data primer dan data sekunder. Subjek penelitian ini adalah orang tua dan anak pada keluarga di Desa Pengkok Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen. Objek penelitian ini adalah pelaksanaan pendidikan karakter melalui nilai-nilai Budaya Jawa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa: 1) Pelaksanaan pendidikan karakter dalam keluarga dilaksanakan oleh orang tua kepada anaknya menggunakan media uang, nasehat, keteladanan orang tua, pembiasaan. 2) Penerapan pendidikan karakter anak dalam keluarga di Desa Pengkok Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen anak belum mampu menerapkan nilai-nilai pendidikan karakter yang diajarkan oleh orangtuanya secara optimal. Di mana dari hasil penelitian masih ada beberapa anak yang masih berbohong atau tidak berbicara jujur. 3) Hambatan-hambatan bagi orangtua dalam memberikan pendidikan karakter yaitu hambatan internal dan hambatan eksternal. Hambatan internal berupa kurang intensitasnya komunikasi dalam keluarga disebabkan kesibukan orang tua yang bekerja, dan kurang harmonisnya hubungan dalam keluarga. Sedangkan hambatan eksternal berupa pengaruh teknologi informasi dan pengaruh lingkungan sosial masyarakat.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Nilai-Nilai Budaya Jawa.